Anda di halaman 1dari 24

Laporan Audit Berdasarkan SPAP dan ISA

Tyas Erliza Nira Aprianti Chairunnisa S. U. M. Gilang Pinasti

R.M. Dicky S. Helda Novianti Lidya Wati Radi Rahman

Opini Auditor menurut SPAP


1. Wajar Tanpa Pengecualian (unqualified opinion)
Semua laporan --- Neraca, Laba-rugi, Laba ditahan, dan laporan arus kas --- sudah termasuk dalam laporan keuangan Ketiga standar umum telah dipatuhi dalam semua hal yang berkaitan dengan penugasan. Bukti audit yang cukup memadai telah terkumpul dan auditor telah melaksanakan penugasan audit ini dengan cara yang memungkinkannya untuk menyimpulkan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan telah dipenuhi. Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Hal ini juga berarti bahwa pengungkapan yang memadai telah tercantum dalam catatan kaki dan bagian-bagian lain dari laporan keuangan. Tidak terdapat situasi yang membuat auditor merasa perlu untuk menambahkan sebuah paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit.

Opini Auditor menurut SPAP


2. Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan atau Modifikasi Perkataan (unqualified opinion with explanatory language) - Tidak adanya aplikasi yang konsisten dari prinsipprinsip akuntansi yang berlaku umum - Keraguan yang substansial mengenai going concern - Auditor setuju dengan penyimpangan dari prinsip akuntansi yang dirumuskan - Penekanan pada suatu hal atau masalah - Laporan yang melibatkan auditor lain.

Opini Auditor menurut SPAP


3. Wajar Dengan Pengecualian (qualified opinion) Tidak adanya bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit. Auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar.

Opini Auditor menurut SPAP


4. Tidak Wajar (adverse opinion) keseluruhan laporan keuangan yang disajikan memuat salah saji yang material atau menyesatkan sehingga tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan atau hasil operasi perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum auditor memiliki bahan bukti yang cukup memadai melalui penyelidikan yang memadai tentang ketidaksesuaian tersebut.

Opini Auditor menurut SPAP


5. Tidak memberikan pendapat (Disclaimer) tidak berhasil untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa keseluruhan laporan keuangan telah disajikan secara wajar, karena banyaknya pembatasan ruang lingkup audit hubungan yang tidak independen antara auditor dan klien menurut kode etik professional Jika auditor menyatakan tidak memberikan pendapat, laporan auditor harus memberikan semua alasan substantif yang mendukung pernyataannya tersebut.

Hal-hal yang menyebabkan dikeluarkannya opini Wajar dengan Pengecualian, Pendapat tidak Wajar, atau Tidak Memberikan Pendapat, adalah sebagai berikut:
1. Pembatasan Lingkup Audit 2. Perikatan dengan Pelaporan Terbatas 3. Penyimpangan dari Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia

Opini auditor menurut standar audit berbasis ISA


STANDAR AUDIT 700 PERUMUSAN OPINI DAN PELAPORAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Perumusan Opini Atas Laporan Keuangan
Auditor harus menyatakan opini apakah laporan keuangan disajikan, dalam semua hal yang material, sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku. Auditor harus menyimpulkan apakah ia telah memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dalam kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

BENTUK OPINI Opini tanpa modifikasian Opini modifikasian (SA 705)


3 JENIS OPINI MODIFIKASIAN: Opini wajar dengan pengecualian Opini tidak wajar Opini tidak menyatakan pendapat

Opini Auditor menurut ISA


1. Opini wajar dengan pengecualian kesalahan penyajian, baik secara individual maupun kolektif, adalah material, tetapi tidak perpasif, terhadap laporan keuangan. Auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang mendasari opini auditor, tetapi auditor menyimpulkan bahwa kemungkinan dampak kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan keuanga, jika ada, dapat bersifat material, tetapitidak pervasif.

Opini Auditor menurut ISA


2. Opini tidak wajar Auditor, berdasarkan bukti audit yang cukup dan tepat yang telah diperoleh, menyimpulkan bahwa kesalahan penyajian, baik secara individual maupun kolektif, adalah material, tetapi pervasif, terhadap laporan keuangan.

Opini Auditor menurut ISA


3. Opini tidak menyatakan pendapat Auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang mendasari opini auditor, dan auditor menyimpulkan bahwa kemungkinan dampak kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan keuangan, jika ada, dan bersifat material dan pervasif. Dalam kondisi yang sangat jarang terjadi dan melibatkan lebih dari satu ketidakpastian, auditor menyimpulkan bahwa meskipun telah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang setiap ketidakpastian tersebut, adalah tidak mungkin untuk merumuskan opini atas laporan keuangan karena interaksi yang potensial dari ketidakpastian tersebut dengan kemungkinan dampak kumulatif dari ketidakpastiantersebut terhadap laporan keuangan.

BENTUK LAPORAN AUDIT MENURUT SPAP


Judul laporan Alamat laporan audit Paragraf pendahuluan Paragraf ruang lingkup Paragraf pendapat Nama KAP Tanggal laporan audit

BENTUK LAPORAN AUDIT MENURUT ISA


1. Harus tertulis 2. Mencantumkan - Judul - Pihak yang dituju - Paragraf pendahuluan - Paragraf tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan - Paragraf tanggung jawab auditor - Paragraf opini - Tanda tangan auditor - Tanggal laporan auditor - Alamat auditor

Contoh bentuk laporan audit menurut SPAP


Laporan Auditor Independen No. 120304 JCC FR SA Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi P.T. Jembo Cable Company Tbk Kami telah mengaudit neraca konsolidasi P.T. Jembo Cable Company Tbk dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas, dan arus kas konsolidasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Contoh bentuk laporan audit menurut SPAP (lanjutan)


Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan P.T. Jembo Cable Company Tbk dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, serta hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Catatan 37 atas laporan keuangan konsolidasi berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap Perusahaan dan anak perusahaan dimana pada tahun 2003 dan 2002 Perusahaan tidak dapat memenuhi beberapa kewajibannya atas pinjaman yang jatuh tempo sesuai ketentuan. Saat ini Perusahaan sedang melakukan negosiasi untuk menyelesaikan tunggakan tersebut. Rencana dan langkah manajemen Perusahaan dan anak perusahaan untuk mengatasi kondisi tersebut juga diungkapkan dalam Catatan 37. Laporan keuangan konsolidasi terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan.

Bentuk Laporan Auditor menurut ISA

CONTOH BENTUK DAN ISI LAPORAN AUDITOR DENGAN OPINI WAJAR DENGAN PENGECUALIAN
Laporan Auditor Independen (Pihak yang dituju) Kami telah mengaudit laporan keuangan PT ABC (perusahaan) terlampir, terdiri dari laporan posis keuangan tanggal 31 desember 2013, dan laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berkhir pada tanggal tersebut, serta ikhtisar kebijakan akuntanasi signifikan dan informasi penjelasan lainnya Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan ini sesuai dengan standar akuntansi keuangan di indonesia, dan atas pengendalian intern yang dipandang perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penysunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

CONTOH BENTUK DAN ISI LAPORAN AUDITOR DENGAN OPINI WAJAR DENGAN PENGECUALIAN (lanjutan)
Basis untuk opini wajar dengan pengecualian Persediaan Perusahaan disajikan dalam laporan posisi keuangan tanggal 31 desember 2013 sebesar Rp.XX juta. Manjemen tidak menyajikan persediaan berdasarkan nilai ternedah antara biaya dengan nilai realisasi neto, melainkan berdasarkan biaya, yang merupakan peyimpangan dari standar Akuntansi keuangan di indonesia. Catatan akuntansi perusahaan menunjukan bahwa seandainya manajemen menyajikan persediaan berdasarkan nilai terendah antara biaya dengan nilai relisasi neto, persediaan akan turun sebesar RpXX juta menjadi nilai realisai netonya. Oleh karena itu beban pokok penjualan akan naik sebesar RpXX juta, serta beban pajak penghasilan badan, laba laba bersih dan ekuitas akan turun masing-masing sebesar RpXX juta dan Rp XX juta. Opini wajar dengan pengecualian Menurut opini kami, kecuali untuk dampak hal-hal yang dijelsakan dalam paragraf basis untuk opini wajar dengan pengecualian, laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT ABC tanggal 31 Desember 2013, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berkhir pada tanggal tersebut sesuai dengan standar akuntansi keuangan di indonesia. [tanda tangan KAP dan AP] [Tanggal laporan auditor] [Alamat auditor]

CONTOH BENTUK DAN ISI LAPORAN AUDITOR DENGAN OPINI TIDAK WAJAR
Basis untuk opini tidak wajar Seperti yang dijelaskan dalam catatan x atas lapora keuangan konsolidasi perusahaan tidak mengkonsolidasi laporan keuangan PT XYZ(entitas anak perusahaan) yang diakusisi pada tahun 2013, karena Perusahaan tidak dapt memastikan nilai wajar dari aset dan liabilitas material tertentu PT XYZ pada tanggal akusisi. Oleh karena itu invesatasi tersebut dicatat berdasarkan biaya. Menurut standar akuntansi keuangan di indonesia, entitas anak tersebut seharusnya dikonsolidasi kerena entitas anak tersebut dikendalikan oleh perusahaan. Seandainya PT XYZ dikonsolidasi , banyak unsur dalam laporan keuangan konsolidasian akan terpenngaruh secara material. Dampak dari tidak dikonsolidasikannya entitas anak tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat ditentukan. Opini tidak wajar Menurut opini kami, karena signifikansi hal-hal yang dijelaskan dalam paragraf basis untuk opini tidak waja, laporan keuangan konsolidasian tidak menyajiakan secara wajar, posisi keuangan konsolidasian PT ABC tanggal 31 desember 2013, serta kinerja keuangan dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun berkahir pada tanggal sesuai dengan Standar akuntansi keuangan di indonesia. [Tanda tangan KAP danAP] [Tanggal laporan auditor] [Alamat auditor]

CONTOH BENTUK DAN ISI LAPORAN AUDITOR DENGAN OPINI TIDAK MENYATAKAN PENDAPAT
Opini tidak menyatakan pendapat Karena signifikansi hal-hal yang dijelaskan dalam paragraf basis untuk opini tidak menyatakan pendapat, kami tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit. Oleh karena itu kami tidak menyatak opini atas laporan keuangan. [Tanda tangan KAP dan AP] [Tanggal laporan auditor] [Alamat auditor]

CONTOH LAPORAN KEUANGAN YANG TELAH DIAUDIT