Anda di halaman 1dari 34

BRONKITIS

Pembimbing : dr. Hj. Nurwita Agustini, Sp.Rad., MH.Kes

O e!: AM" H#STI"ANI $%&'$&('

)AK*+TAS K#,OKT#RAN *NI-#RSITAS MA+AHA"ATI BAN,AR +AMP*N. /$'&

BAB I P#N,AH*+*AN Bronkitis adalah sebuah kondisi dimana saluran bronkus mengalami inflamasi. Saluran ini membawa udara ke paru paru. Orang yang mengalami bronkitis sering menderita batuk disertai lendir (mukus). Mukus merupakan cairan pelicin pada saluran bronkial. Bronkitis juga dapat menyebabkan mengi (sebuah siulan atau suara melengking ketika bernapas) nyeri dada atau ketidaknyamanan demam dan sesak napas (!). "lasifikasi bronkitis terdiri dari bronkitis akut dan bronkitis kronik. "arakter bronkitis akut ditandai dengan adanya batuk dengan atau tanpa produksi sputum yang berlangsung kurang dari # minggu. Bronkitis akut sering terjadi selama masa akut akibat $irus seperti influen%a. &irus menyebabkan sekitar '() kasus bronkitis dimana bakteri mencapai sekitar !() (*+ #). Bronkitis kronik salah satunya adalah jenis penyakit paru obstruktif kronik (,,O"). ditandai dengan adanya batuk selama # bulan atau lebih pertahun sekurangkurangnya selama * tahun. Bronkitis kronik biasanya berkembang karena cedera yang berulang pada saluran udara yang disebabkan oleh iritasi %at-%at yang dihirup. Merokok merupakan penyebab paling umum diikuti dengan paparan polutan udara seperti sulfur dioksida atau nitrogen dioksida pajanan iritasi pernapasan indi$idu yang terpapar asap rokok iritasi paru-paru kimia atau immunocompromised yang memiliki peningkatan resiko mengembankan bronkitis (.). Bronkitis sangat umum terjadi pada seluruh belahan dunia manapun dan merupakan / alasan teratas penyebab seseorang mencari pengobatan medis di negaranegara yang memang mengumpulkan data mengenai penyakit ini. 0idak ada perbedaan ras terhadap kejadian bronkitis ini meskipun lebih sering terjadi pada populasi dengan status sosioekonomi rendah dan orang-orang yang tinggal di daerah urban dan industri.

1al mengenai insidensi penyakit terkait jenis kelamin bronkitis lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita. 2i 3merika Serikat hingga dua pertiga pria dan seperempat wanita mengalami bronkitis yang disertai emfisema hingga menyebabkan kematian. Meskipun dapat ditemukan hampir pada semua usia bronkitis akut lebih sering didiagnosis pada anak-anak berumur kurang dari / tahun sementara pre$alensi bronkitis kronis lebih sering terjadi pada orang tua yang berusia lebih dari .( tahun. Sementara itu data epidemiologi di 4ndonesia itu sendiri masih sangat minim(!(+!*). ,enegakan diagnosis dari bronkitis ini dapat ditegakkan dari gejala klinis pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan radiologi dan laboratorium. ,emeriksaan radiologi merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang penting dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini yaitu seperti foto thoraks Computerized Tomography Scanning (50-Scan) bronkoskopi dan pemeriksaan radiologi lainnya. Berdasarkan uraian di atas maka penulis ingin meninjau lebih jauh mengenai gambaran radiologi pada bronkitis.

BAB II TIN0A*AN P*STAKA A. Anat1mi Sistem Respirasi ,ernafasan adalah pergerakan oksigen (O*) dari atmosfer menuju sel dan keluarnya karbondioksida (5O*) dari sel ke udara bebas. ,emakaian O * dan pengeluaran 5O* diperlukan untuk menjalankan fungsi normal sel di dalam tubuh+ tetapi sebagian besar sel-sel tubuh kita tidak dapat melakukan pertukaran gas-gas langsung dengan udara karena sel-sel tersebut letaknya sangat jauh dari tempat pertukaran gas tersebut. "arena itu sel-sel tersebut memrlukan struktur tertentu untuk menukar maupun mengangkut gas-gas tersebut(.). Saluran penghantar udara yang membawa udara ke dalam paru adalah rongga hidung (ca$um nasi) faring laring trakea bronkus bronkiolus dan paru-paru. Saluran nafas ini terbagi atas saluran nafas bagian atas dan bawah. Saluran nafas atas terdiri dari rongga hidung (ca$um nasi) dan faring yang terbagi atas nasofaring orofaring dan laringofaring. Sementara itu saluran nafas bagian bawah terdiri dari laring yang merupakan batas saluran nafas atas dan bawah trakea bronkus bronkiolus serta al$eolus yang berada di paru-paru(*.).

6ambar *.!. 3natomi Saluran ,ernafasan


4

Bagian masing-masing dari saluran nafas atas dan bawah ini dijelaskan sebagai berikut(!#)7
1) Saluran nafas atas a. 8ongga 1idung (5a$um 9asalis)

:dara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (ca$um nasalis). 8ongga hidung berlapis selaput lendir di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. ;uga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. 2i sebelah belakang rongga hidung terhubung dengan nasofaring melalui dua lubang yang disebut choana. ,ada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.
b. <aring (0enggorokan)

:dara dari rongga hidung masuk ke faring. <aring merupakan percabangan * saluran yaitu saluran pernapasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofaring) pada bagian belakang. ,ada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. =alaupun demikian saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan

bernapas dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan. <ungsi utama faring adalah menyediakan saluran bagi udara yang keluar masuk dan juga sebagi jalan makanan dan minuman yang ditelan faring juga menyediakan ruang dengung (resonansi) untuk suara percakapan.
c. Batang 0enggorokan (0rakea)

0enggorokan berupa pipa yang panjangnya > !( cm terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). 2inding tenggorokan tipis dan kaku dikelilingi oleh cincin tulang rawan dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. 2i dalam rongga dada batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). 2i dalam paru-paru cabang tenggorok bercabangcabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. :jung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (al$eolus).
d. ,angkal 0enggorokan (laring)

?aring merupakan suatu saluran yang dikelilingi oleh tulang rawan. ?aring berada diantara orofaring dan trakea didepan laringofaring. Salah satu tulang rawan pada laring disebut epiglotis. @piglotis terletak di ujung bagian pangkal laring. ?aring diselaputi oleh membrane mukosa yang terdiri dari epitel berlapis pipih yang cukup tebal sehingga kuat untuk menahan getarangetaran suara pada laring. <ungsi utama laring adalah menghasilkan suara dan juga sebagai tempat keluar masuknya udara.

,angkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. ,angkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). ,ada waktu menelan makanan katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. ,ada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru misalnya pada waktu kita bicara. *) Saluran 9afas Bawah ,emisah saluran nafas atas dan bawah adalah laring yang kemudian akan menuju trakea bronkus bronkiolus dan al$eolus yang terdapat di paruparu. a. 0rakea Merupakan pipa silider dengan panjang > !! cm berbentuk A cincin tulang rawan seperti huruf 5. Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic menempel pada dinding depan esofagus. b. Bronkus Merupakan percabangan trakea kanan dan kiri. 0empat percabangan ini disebut carina. Bronkus kanan lebih pendek lebar dan lebih dekat dengan trakea dibandingkan dengan bronkus kiri. Bronkus kanan bercabang menjadi lobus superior medius dan inferior sedangkan bronkus kiri terdiri dari lobus superior dan inferior. c. ,aru Merupakan jalinan atau susunan bronkiolus bronkiolus terminalis bronkiolus respiratorius al$eoli sirkulasi paru syaraf sistem limfatik.

6ambar *.*. 3natomi Saluran 9afas Bawah (www. innerbody.com) B. )isi1 1gi Sistem Perna2asan "eadaan fisiologi paru seseorang dikatakan normal jika hasil kerja proses $entilasi distribusi perfusi difusi serta hubungan antara $entilasi dengan perfusi pada orang tersebut dalam keadaan normal (jantung dan paru tanpa beban kerja yang berat) menghasilkan tekanan aerosol gas darah arteri ( ,aO * sekitar 'B mm1g dan ,a5O* sekitar .( mm1g) yang normal. 0ekanan parsial ini diupayakan dipertahankan tanpa memandang kebutuhan oksigen yang berbeda yaitu saat tidur kebutuhan oksigen !(( m?Cmenit dibandingkan dengan saat ada beban kerja (exercise) *(((-#((( m?CMenit(B). 8espirasi adalah suatau proses pertukaran gas (pengambilan oksigen dan emilinasi karbondioksida). ,ertukaran gas memerlukan empat proses yang mempunyai ketergantungan satu sama lain(B) 7 !. ,roses yang berkaitan dengan $olume udara napas dan distribusi $entilasi *. ,roses yang berkaitan dengan $olume darah di paru dan distribusi aliran darah #. ,roses yang berkaitan dengan difusi O* dan 5O*
8

.. ,roses yang berkaitan dengan regulasi pernafasan.

6ambar *.#. <isiologi ,ernafasan (www. $irtualmedicalcentre.com)

Secara anatomi sistem respirasi dibagi menjadi bagian atas (nasal caviti, oral cavity, pharynx, epiglotis, larynx) dan bagian bawah (trachea, bronchus principalis, bronchus lobaris, bronchus segmentalis, bronchiolus terminalis, bronchiolus respiratorius, alveolus). 0erdapat tiga langkah dalam proses oksigenasi yaitu 7 $entilasi perfusi dan difusi (B+ D). !) &entilasi

&entilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan ke paru. &entilasi paru mencakup gerakan dasar atau kegiatan bernafas atau inspirasi dan ekspirasi. :dara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara intrapleura dengan tekanan atmosfer di mana pada saat inspirasi tekanan intrapleural lebih negatif (D/* mm1g) dari pada tekanan atmosfer (DB( mm1g) sehingga udara akan masuk ke al$eoli.

Hu3um B14 e5s : 0i3a 61 ume mening3at ma3a te3anan menurun 0i3a 61 ume menurun ma3a te3anan mening3at a. Inspirasi 4ang Bersi2at A3ti2 Selama inspirasi terjadi kontraksi otot diafragma dan intercosta eksterna hal ini akan meningkatkan $olume intrathorak sehingga akan menurunkan tekanan intratorak dan tekanan intrapleural semakin negatif. 1al ini membuat paru mengembang dan tekanan intrapulmoner menjadi semakin negatif sehingga udara masuk ke paru-paru. b. #3spirasi 4ang Bersi2at Pasi2 Selama ekspirasi terjadi relaksasi otot diafragma dan interkosta eksterna hal ini akan menurunkan $olume intratorak dan meningkatkan tekanan intratorak. 1al ini menyebabkan tekanan intrapleural semakin positif dan paru-paru mengempis sehingga tekanan intrapulmonal menjadi makin positif dan udara keluar dari paru-paru. $entilasi tergantung pada faktor 7 "ebersihan jalan nafas adanya sumbatan atau obstruksi jalan nafas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru. 3dekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan. 3dekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru
10

"emampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma eksternal interkosta internal interkosta otot abdominal.

*) ,erfusi paru ,erfusi paru adalah gerakan darah yang melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi di mana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari $entrikel kanan jantung. 2arah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaran oksigen dan karbondioksida di kapiler dan al$eolus. Sirkulasi paru merupakan E-') dari curah jantung. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi $ariasi $olume darah yang besar sehingga dapat dipergunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan $olume atau tekanan darah sistemik. 3dekuatnya pertukaran gas dalam paru dipengaruhi oleh keadaan $entilasi dan perfusi. ,ada orang dewasa sehat pada saat istirahat $entilasi al$eolar ($olume tidal F &) sekitar . ( ltCmenit sedangkan aliran darah kapiler pulmonal (G) sekitar / ( ltCmenit sehingga rasio $entilasi dan perfusi adalah 7 A 6e1 ar 6enti asi 7-8 9 :,$ t;mnt 9 $,% A iran dara! 3api er pu m1nar7<8 (,$ t;mnt Besarnya rasio ini menunjukkan adanya keseimbangan pertukaran gas. Misalnya jika ada penurunan $entilasi karena sebab tertentu maka rasio &CG akan menurun sehingga darah yang mengalir ke al$eolus kurang mendapatkan oksigen. 2emikian halnya dengan jika perfusi kapiler terganggu sedangkan $entilasinya adekuat maka terjadi penigkatan &CG sehingga daya angkut oksigen juga akan rendah.
11

#) 2ifusi 2ifusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Oksigen terus menerus berdifusi dari udara dalam al$eoli ke dalam aliran darah dan karbondioksida (5O*) terus berdifusi dari darah ke dalam al$eoli. 2ifusi udara respirasi terjadi antara al$eolus dengan membran kapiler. ,erbedaan tekanan pada area membran respirasi akan mempengaruhi proses difusi. Misalnya pada tekanan parsial (,) O* di al$eoli sekitar !(( mm1g sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal B( mm1g sehingga oksigen akan berdifusi masuk dalam darah. Berbeda halnya dengan 5O* dengan ,5O* dalam kapiler ./ mm1g sedangkan al$eoli .( mm1g maka 5O* akan berdifusi keluar al$eoli. =. ,e2inisi Br1n3itis Bronkitis adalah penyakit respiratorius di mana membran mukosa pada jalur bronkus di paru-paru mengalami inflamasi. "arena mukosa bronkus tersebut membengkak (edema) dan menebal sehingga akan mempersempit saluran nafas yang menuju paru-paru. 1al ini dilihat dari gejala batuk yang diikuti pengeluaran dahak dan dapat juga disertai keluahn lainnya seperti sesak nafas. Bentuk dari penyakit ini terdiri dari * bentuk yaitu bronkitis akut (berlangsung kurang dari # minggu) dan bronkitis kronik yang frekuensinya hilang timbul selama periode lebih dari * tahun(E). ,. K asi2i3asi !) Bronkitis 3kut Bronkitis akut biasanya terjadi dalam waktu yang cepat (kurang dari # minggu) dan membaik dalam beberapa minggu. Bentuk dari bronkitis akut ini sering menyebabkan serangan batuk dan produksi sputum yang dapat juga disertai oleh infeksi saluran nafas atas. 2alam beberapa kasus $irus merupakan penyebab tersering infeksi walaupun terkadang bakteri juga dapat
12

menyebabkannya. ;ika kondisi seseorang tersebut baik *) Bronkitis "ronik

maka proses

peradangan membran mukosa tersebut akan pulih dalam beberapa hari(E+'). Secara klinis didefinisikan sebagai batuk harian dengan produksi sputum selama paling kurang selama # bulan dalam periode waktu * tahun. Bronkitis kronik ini merupakan gangguan jangka panjang yang serius yang sering membutuhkan pengobatan medis secara teratur. ,ada bronkitis kronis terdapat inflamasi dan pembengkakan pada dinding lumen saluran nafas yang menyebabkan penyempitan dan obstruksi jalur udara yang masuk. 4nflamsi ini akan merangsang produksi mukus di mana menyebabkan obstruksi saluran nafas yang lebih berat lagi dan akan meningkatkan resiko infeksi oleh bakteri pada paru-paru(+'+!() #. #pidemi1 1gi 2i 4ndonesia belum ada data mengenai pre$alensi penyakit bronkitis. Sebagai pembanding berdasarkan estimasi dari ational Center for !ealth Statistics tahun *((B di 3merika Serikat terdapat sekitar ' / juta orang atau .) dari jumlah populasinya didiagnosis mengalami bronkitis kronik. 2ata statistik ini masih di bawah taksiran dari pre$alensi penyakit paru obstruktif kronik (,,O") yaitu sebesar /(). 1al ini dikarenakan tidak tercatatnya laporan gejala dan kondisi bronkitis ini masih belum terdiagnosis(!!+!.). "verdiagnosis terhadap bronkitis kronik sebaiknya perlu dilakukan oleh para klinisi. Bagaimanapun juga istilah bronkitis sering dianggap sebagai peradangan paru yang tidak spesifik serta gejala batuk yang dialami bersifat self#limiting atau sembuh sendiri sehingga kriteria diagnosisnya tidak ditemukan dan menyebabkan insidensinya terus meningkat(!!). 2alam sebuah studi bronkitis akut diderita oleh .. dari !((( orang dewasa setiap tahunnya dan E*) episodenya terjadi pada musim gugur atau dingin. ,erbandingannya yaitu '! juta kasus influen%a BB juta kasus deman flu biasa dan

13

#! juta kasus dengan infeksi saluran nafas atas lainnya yang terjadi pada tahun itu(!!). . Bronkitis akut sangat umum terjadi pada seluruh belahan dunia manapun dan merupakan / alasan teratas penyebab seseorang mencari pengobatan medis di negara-negara yang memang mengumpulkan data mengenai penyakit ini. 0idak ada perbedaan ras terhadap kejadian bronkitis ini meskipun lebih sering terjadi pada populasi dengan status sosioekonomi rendah dan orang-orang yang tinggal di daerah urban dan industri(!!+!E) 1al mengenai insidensi penyakit terkait jenis kelamin bronkitis lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita. 2i 3merika Serikat hingga dua pertiga pria dan seperempat wanita mengalami emfisema hingga menyebabkan kematian. Meskipun dapat ditemukan hampir pada semua usia bronkitis akut lebih sering didiagnosa pada anak-anak berumur kurang dari / tahun sementara pre$alensi bronkitis kronis lebih sering terjadi pada orang tua yang berusia lebih dari /( tahun. Sementara itu data epidemiologi di 4ndonesia itu sendiri masih sangat minim(!#+!B).
F. Mani2estasi K inis

Batuk merupakan gejala klinis yang sering diamati. Bronkitis akut mungkin akan sulit dibedakan dari infeksi saluran nafas atas lainnya pada beberapa hari pertama. Meskipun demikian jika batuk berlangsung lebih dari / hari maka bisa diarahkan sebagai penyakit bronkitis akut(!*+!B). ,asien dengan bronkitis akut dapat biasanya dapat terjadi selama lebih dari !(-*( hari. ,roduksi sputum hampir dialami pada seluruh orang yang mengeluhkan batuk akibat bronkitis akut ini. =arna sputum biasanya jernih kuning hijau atau bahkan seperti seperti warna darah. Sputum purulen dilaporkan pada /() orang dengan bronkitis akut. ,erubahan warna sputum dikarenakan pelepasan peroksidase oleh leukosit dalam sputum. "arena itulah warna sputum tidak dapat menjasi indikator terhadap adanya infeksi bakteri. (!*)

14

2emam bukan merupakan tanda khas dan biasanya ketika disertai dengan batuk akan lebih mengarah pada influen%a ataupun pneumonia. Mual muntah dan diare jarang dikeluhkan. "asus yang berat mungkin akan menyebabkan malaise dan nyeri dada. "etika keluhan berat hingga mengenai trakea gejala dengan sensasi terbakar pada daerah substernal akan dirasakan dan nyeri dada berhubungan pada saat batuk serta proses bernafas(!E+*!). Sesak nafas dan sianosis tidak teramati pada penyakit bronkitis ini kecuali pasien memiliki penyakit paru obstruktif kronik ataupun kondisi lainnya yang mengganggu fungsi paru. 6ejala lain dari bronnkitis akut ini meliputi nyeri tenggorokan hidung berair atau tersumbat nyeri kepala nyeri otot dan kelelahan.
(!*+!E)

.. Pat12isi1 1gi Selama episode bronkitis akut jaringan yang melapisi lumen bronkus megalami iritasi dan membran mukosa menjadi hiperemis dan edema sehingga mengganggu fungsi mukosiliar bronkus. 3kibatnya saluran yang banyak ini akhirnya ditandai dengan batuk produktif(!*+!E). 2alam kasus pneumonia mycoplasma iritasi bronkus menyebabkan perlekatan organisme ($ycoplasma pneumonia) pada mukosa saluran respirasi yang akan membuat sekresi mukosa semakin kental. Bronkitis akut biasanya berlangsung kurang lebih !( hari. ;ika inflamasinya terus berlajut ke bawah hingga ujung cabang bronkus bronkiolus dan kantung al$eolus maka akan menyebabkan bronkopneumonia(!*). Bronkitis kronik dihubungkan dengan produksi mukus yang berlebihan sehingga menyebabkan batuk berdahak selama lebih dari # bulan atau lebih dalam periode waktu minimal * tahun. @pitel al$eoli merupakan target maupun tempat awal inflamasi pada bronkitis kronik(!(). 4nfiltrasi netrofil dan distribusi perubahan jaringan fibrotik peribronkial disebabkan oleh akti$itas dari interleukin E (4?-E) colony#stimulating factors dan
15

nafas menjadi

menjadi sempit akibat debris dan proses inflamasi. 8espon akibat produksi mukus

kemotaktik serta sitokin proinflamatori lainnya. Sel epitel saluran nafas akan melepaskan mediator inflamasi ini sebagai respon terhadap toksin agen infeksi dan stimulus inflamasi lainnya serta untuk mengurangi pelepasan produk regulasi seperti angiotensin-con$erting en%im ataupun endopeptidase(!(+!#). Bronkitis kronik dapat dikatagorikan sebagai bronkitis kronik sederhana bronkitis mukopurulen kronik ataupun bronkitis kronik yang disertai obstruksi. ,roduksi sputum (industri) menandakan adanya bronkitis kronik sederhana. ,roduksi sputum purulen yang persisten ataupun berulang tanpa adanya penyakit supuratif lokal seperti bronkiektasis menunjukkan adanya bronkitis mukopurulen kronik(!(+!'). Bronkitis kronik dengan obstruksi harus dibedakan dengan asma. ,erbedaannya dibedakan berdasarkan riwayat penyakit di mana pasien yang dikatakan mengalami bronkitis kronik dengan obstruksi memilki riwayat batuk produktif yang lama dan onset mengi (%heezing) yang munculnya belakangan sementara pasien yang memiliki asma dengan obstruksi kronik lebih dulu mengalami mengi (%heezing) dibandingkan batuk produktif(!'). Bronkitis kronik dapat terjadi akibat serangan dari bronkitis akut berulang atau dapat juga muncul perlahan-lahan karena merokok berat atau inhalasi dari udara yang terkontaminasi oleh polutan di lingkungan. ;ika orang tersebut lebih sering batuk daripada biasanya kemungkinan lapisan bronkus yang menghasilkan lendir (mukus) sudah mengalami penebalan dan penyempitan saluran nafas yang menyebabkan sulit untuk bernafas. "arena fungsi silia untuk menyaring udara bersih dari %at iritan dan benda asing terganggu saluran bronkus akan cenderung mengalami infeksi lebih jauh hingga menyebabkan kerusakan jaringan(!(+!/).

16

6ambar *... ,roses ,eradangan pada Bronkitis H. #ti1 1gi !) 4nfeksi &irus Bakteri dan Mikroorganisme lain pada Bronkitis 3kut Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi seperti spesies jamur ($ycoplasma) Clamydia pneumonia Streptococcus pneumonia $oraxella catarrhalis. dan !aemophilus influenza serta $irus seperti influen%a adeno$irus rhinovirus &espiratory Syncitial 'irus (8S&) $irus influen%a tipe 3 dan B $irus parainfluen%a dan 5oHsackie $irus. ,aparan %at iritan seperti polusi %at kimia dan rokok tembakau dapat juga menyebabkan iritasi bronkus akut(!'+*(). (ordetella pertussis harus dipertimbangkan sebagai agen penyebab bronkitis akut pada anak-anak yang tidak mendapatkan $aksinasi secara lengkap meskipun studi terbaru melaporkan bahwa bakteri ini juga dapat menjadi agen penyebab pada orang dewasa(!'+*(). !. ,enyebab Bronkitis "ronik 0erdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi timbulnya bronkhitis yaitu 7 rokok infeksi dan polusi. Selain itu terdapat pula hubungannya dengan faktor keturunan dan status sosial(!/+!B+!E+*(). a. 8okok
17

Merokok merupakan faktor predisposisi yang meyebabkan bronkitis kronik. <aktor resiko umum terhadap eksaserbasi akut dari bronkitis kronik adalah meningkatnya usia dan berkurangnya &olume @kspirasi ,aksa (&@,). Sebanyal D(-E() ekserbasi akut dari bronkitis kronis diperkirakan akibat infeksi pernafasan. Merokok diperkirakan menyumbang E/-'() kasus dari bronkitis dan ,,O". Studi menunjukkan bahwa merokok dapat mengganggu pergerakan silia menghambat fungsi makrofag al$eolar dan meyebabkan hipertrofi dan hiperplasia dari glandula pensekresi mukus. Merokok juga dapat meningkatkan resistensi saluran nafas melalui jalur $agal yang dimediasi oleh konstriksi otot polos. b. 4nfeksi @ksasebasi bronkhitis disangka paling sering diawali dengan infeksi $irus yang kemudian menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Bakteri yang diisolasi paling banyak adalah !aemophilus influenza dan Streptococcus pneumoniae c. ,olusi ,olusi tidak begitu besar pengaruhnya sebagai faktor penyebab tetapi bila ditambah merokok resiko akan lebih tinggi. Iat-%at kimia dapat juga menyebabkan bronkitis adalah %at-%at pereduksi O* %at-%at pengoksidasi seperti 9*O hidrokarbon aldehid o%on. d. "eturunan Belum diketahui secara jelas apakah faktor keturunan berperan atau tidak kecuali pada penderita defesiensi alfa #)# antitripsin yang merupakan suatu masalah dimana kelainan ini diturunkan secara autosom resesif. "erja en%im ini menetralisir en%im proteolitik yang sering dikeluarkan pada peradangan dan merusak jaringan termasuk jaringan paru. e. <aktor sosial ekonomi

18

"ematian pada bronkhitis ternyata lebih banyak pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin disebabkan faktor lingkungan dan ekonomi yang lebih buruk.
I.

Penega3an ,iangnosis
1. Anamnesis

*namnesis berikut(),-./-.))0 a. Batuk berdahak.

bertu+uan

untuk

mendapatksan

ge+ala

sebagai

Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. ,ada awalnya pasien mengalami batuk produktif di pagi hari dan tidak berdahak tetapi !-* hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau mukoid jika ada infeksi menjadi purulen atau mukopurulen. b. Sesak nafas Bila timbul infeksi sesak napas semakin lama semakin hebat. 0erutama pada musim dimana udara dingin dan berkabut. c. Sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu). d. 1heezing (mengi). Saluran napas menyempit dan selama bertahun-tahun terjadi sesak progresif lambat disertai mengi yang semakin hebat pada episode infeksi akut e. =ajah telapak tangan atau selaput lendir berwarna kemerahan. Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek yaitu hidung meler lelah menggigil sakit punggung sakit otot demam ringan dan nyeri tenggorokan. ,ada bronkitis berat setelah sebagian besar gejala lainnya membaik kadang terjadi demam tinggi selama #-/ hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu 0. Pemeri3saan 2isi3. ,emeriksaan fisik bisa di dapatkan(!'+*(+*!)7

19

!) *) #) .) /) B)

Bila ada keluhan sesak akan terdengar ronki pada waktu ekspirasi maupun ,asien biasanya tampak kurus dengan barrel#shape chest (diameter 4ga lebih hori%ontal dan sudut subkostal bertambah. ,erkusi dada hipersonor peranjakan hati mengecil batas paru hati lebih ,ada pembesaran jantung kanan akan terlihat pulsasi di dada kiri bawah di ,ada kor pulmonal terdapat tanda-tanda payah jantung kanan dengan

inspirasi disertai bising mengi. anteroposterior dada meningkat).

rendah pekak jantung berkurang. pinggir sternum. peninggian tekanan $ena hepatomegali refluks hepato jugular dan edema kaki K. Pemeri3saan Penunjang Beberapa pemeriksaan penunjang yang mendukung diangnosis adalah sebagai berikut7 (!'+*(+*!) !. Cultures dan Staining. Mendapatkan kultur sekresi pernapasan untuk $irus influen%a $ycoplasma pneumoniae dan (ordetella pertussis ketika organisme ini diduga. Metode kultur dan tes imunofluoresensi telah dikembangkan untuk diagnosis laboratorium pneumoniae infection dengan mendapatkan usap tenggorokan. "ultur dan gram stainning dari dahak sering dilakukan meskipun tes ini biasanya tidak menunjukkan pertumbuhan atau flora saluran pernapasan normal. "ultur darah dapat membantu jika superinfeksi bakteri dicurigai. *. "adar ,rocalcitonin. "adar procalcitonin mungkin berguna untuk membedakan infeksi bakteri dari infeksi nonbakterial. ,enelitian telah menunjukkan bahwa tes tersebut dapat membantu terapi panduan dan mengurangi penggunaan antibiotik #. Sitologi sputum.
20

Sitologi sputum dapat membantu jika batuk persisten. .. 8adiografi 2ada. 8adiografi dada harus dilakukan bagi pasien yang fisik temuan pemeriksaan menunjukkan pneumonia. ,asien tua mungkin tidak memiliki tanda-tanda pneumonia karena itu radiografi dada dapat dibenarkan pada pasien bahkan tanpa tanda-tanda klinis lain infeksi. ,emeriksaan radiologi 3da hal yang perlu diperhatikan yaitu adanya tubular shado% berupa bayangan garis-garis yang paralel keluar dari hilus menuju apeks paru dan corakan paru yang bertambah ataupun tramline shado% yang menunjukkan adanya penebalan dinding bronkus.

/. Bronkoskopi. Bronkoskopi mungkin diperlukan untuk menyingkirkan adanya aspirasi benda asing tuberkulosis tumor dan penyakit kronis lainnya dari pohon trakeobronkial dan paru-paru. B. 0es 4nfluen%a. 0es influen%a mungkin berguna. 0es serologi tambahan seperti bahwa untuk pneumonia atipikal tidak ditunjukkan. D. Spirometri. Spirometri mungkin berguna karena pasien dengan bronkitis akut sering memiliki bronkospasme signifikan dengan penurunan besar dalam $olume ekspirasi paksa dalam satu detik (<@&!). 4ni biasanya menyelesaikan lebih .-B minggu. E. ?aringoskopi. ?aringoskopi dapat mengecualikan epiglotitis. '. 0emuan histologis. Sel piala hiperplasia sel-sel inflamasi mukosa dan submukosa edema fibrosis peribronchial busi lendir intraluminal dan otot polos peningkatan temuan karakteristik di saluran udara kecil pada penyakit paru obstruktif kronis.
21

+. .ambaran radi1 1gi pada br1n3itis !. Bronkitis akut 8adang akut bronkus berhubungan dengan infeksi saluran nafas bagian atas. ,enyakit ini biasanya tidak hebat dan tidak ditemukan komplikasi. ;uga tidak terdapat gambaran roentgen yang positif pada keadaan ini. 0etapi foto roentgen berguna jika ada komplikasi pneumonitis pada penderita dengan infeksi akut saluran nafas. 6ejala biasanya hebat(*!). *. Bronkitis kronik ,enyakit bronkitis kronik tidak selalu memperlihatkan gambaran khas pada foto thoraks. 3capkali berdasarkan pemeriksaan klinis dan laboratorik sudah dapat ditegakkan diagnosisnya. ,ada foto hanya tampak corakan yang ramai di bagian basal paru. 6ambaran radiogram bronkitis kronik hanya memperlihatkan perubahan yang minimal dan biasanya tidak spesifik. "adang-kadang tampak corakan peribronkial yang bertambah di basis paru oleh penebalan dinding bronkus dan peribronkus. 5orakan yang ramai di basal paru ini dapat merupakan $ariasi normal foto thoraks. 0idak ada kriteria yang pasti untuk menegakkan diagnosis bronkitis kronik pada foto thoraks biasa. ,enyakit ini disebabkan oleh bermacam-macam etiologi misalnya asma infeksi dan lain-lain(**). 4nfeksi merupakan penyebab kedua tersering terjadinya bronkitis kronik. 4nfeksi ini dapat spesifik maupun tidak spesifik. ,enyakit bronkitis kronik dan emfisema ternyata selalu berhubungan dengan bronkitis asma oleh adanya spasme bronkus(**). Cor pulmonale kronik umumnya disebabkan oleh penyumbatan emfisema paru yang kronik dan sering ditemukan pada bronkitis asma kronik(**). Bronkitis kronik secara radiologik dibagi dalam # golongan yaitu7 ringan sedang dan berat. ,ada golongan yang ringan ditemukan corakan paru yang ramai di bagian basal paru. ,ada golongan yang sedang selain corakan
22

paru yang ramai juga terdapat emfisema dan kadang-kadang disertai bronkiektasis di pericardial kanan dan kiri sedangkan golongan yang berat ditemukan hal-hal tersebut di atas dan disertai cor pulmonale sebagai komplikasi bronkitis kronik(**). Beberapa gambaran radiologi bronkitis dapat diperlihatkan sebagai berikut7 a. 0horak 0erdapat sekitar /() penderita bronchitis kronik memiliki gambaran roentgen thoraks normal. ;ika terdapat abnormalitas pada foto thoraks biasanya tanda yang ditemukan adalah akibat adanya emfisema superimpos infeksi ataupun kemungkinan terjadinya bronkiektasis. 6ambaran radiologi yang mendukung adanya bronchitis kronik adalah dengan ditemukannya gambaran Jdirty chestK. 1al ini ditandai dengan terlihatnya corakan bronko$askular yang ramai. 6ambaran opasitas yang kecil mungkin akan terlihat pada semua tempat di seluruh lapangan paru namum penilaian gambaran ini bersifat subjektif. 0erdapat beberapa korelasi antara bronchitis kronik dengan adanya edema peri$ascular dan peribronkial inflamasi kronik dan fibrosis. ;ika gambaran ini terlihat jelas dengan beberapa bayangan linear dan opasitas nodular yang berat maka gambarannya akan mirip dengan fibrosis interstisial limfangitis karsinoma maupun bronkiektasis. 6ambaran tramline maupun tubular shado% yang tipis lebih mengarah pada bronkiektasis namun gambaran ini dapat dialami oleh penderita bronchitis kronik. Opasitas ini berhuubungan dengan hilus dan kejelasannya akan didemonstrasikan dengan tomografi. 9amun sekali lagi penyakit ini hanya bersifat mengarahkan dan bukan mejadi prosedur diagnostik. 6ambaran 2irty chest. "arena terjadi infeksi berulang yang disertai terbentuknya jaringan fibrotik pada bronkus dan percabangannya maka
23

corakan bronko$askular akan terlihat ramai dan konturnya irregular. 4ni merupakan tanda khas bronkitis kronik yang paling sering ditemukan pada foto thoraks(*#).

6ambar *./. 2irty chest yang menunjukkan adanya corakan bronku$askular yang ramai hingga menuju percabangan perifer di paru 6ambaran Tubular Shado% menunjukkan adanya bayangan garis-garis yang paralel keluar dari hilus menuju basal paru dari corakan paru yang bertambah

24

6ambar *.B. 3danya gambaran tubular shado% pada bronkitis kronik 6ambaran berupa tramline shado% berupa garis parallel akibat penebalan dinding bronkus yang juga menjadi gambaran khas bronkiektasis.

6ambar *.D. Tramline appearance terlihat sepanjang pinggiran bayangan jantung Struktur bronko$askular yang irreguler

6ambar *.E. Sisi lapangan paru kiri atas yang diperbesar menunjukkan struktur bronko$askuler yang irregular dengan diameter yang ber$ariasi.
25

6ambar *.'. Menunjukkan foto thoraks yang diperbesar dari bagian kiri paru. 6aris yang membujur secara kranio-kaudal adalah batas medial skapula. 3nak panah menunjukkan pola stuktur bronko$askular dengan pola irregular.

5orakan bronko$askular ramai disertai emfisema

26

6ambar *.!( <oto thoraks laki-laki yang memilki riwayat merokok lama. 0erlihat adanya corakan bronko$askular ramai disertai emfisema. &olume paru tampak membesar sela iga melebar dan difragma mendatar. 1elms L =illiam (*((D)
b. Computed tomography (50) scan

6ambaran tremline shado% appearance berupa garis paralel sejajar akibat penebalan dinding bronkus dan dilatasi bronkus ringan akibat peradangan bronkus.

6ambar *.!!. 0erlihat adanya tramline appearance

,enebalan dinding bronkus akibat bronkitis kronis berdasarkan gambaran Computed Tomography (50) scan juga terlihat pada panah merah dan lendir di dalam bronkus pada panah kuning berikut7

27

6ambar *.!*. 6ambaran 50-Scan 0horaks Bronkitis "ronik M. ,iagn1sis Banding Beberapa penyakit yang perlu diingat atau dipertimbangkan kalau kita berhadapan dengan pasien bronkitis(!D) 7 !) 0uberkulosis paru ( penyakit ini dapat disertai kelainan anatomis paru berupa bronkitis ) *) 3bses paru ( terutama bila telah ada hubungan dengan bronkus besar ) #) ,enyakit paru penyebab hemoptosis misalnya karsinoma paru) .) <istula bronkopleural dengan emfisema 9amun berdasarkan kemiripan gambaran radiologi bronkiektasis dapat menjadi diagnosis banding dari bronkitis kronik ini. 6ambaran khas bronkiektasis yang berupa tramline shado% pada foto thoraks juga dapat ditemukan pada bronkitis kronik.

28

6ambar *.!#. 0erlihat gambaran foto 50-Scan dan thoraks bronkiektasis. 6ambaran tramline appearance tampak pada foto thoraks.

*.!. 6ambaran tuberkulosis paru primer yang menunjukkan adanya penebalan hilus

29

6ambar *.!/. "arsinoma Bronkus. 0ampak tumor primer pada hilus kiri. 9odul pada soft tissue merupakan proses metastasis.

30

BAB III K#SIMP*+AN Bronkitis merupakan suatu penyakit yang sering terjadi dan merupakan lima alasan teratas seseorang mencari pengobatan medis. Bronkitis terbagi atas bronkitis akut dan bronkitis kronik. 6ambaran radiologi yang khas pada bronkitis akut jarang ditemukan sementara pada bronkitis kronik hanya memperlihatkan perubahan yang minimal dan biasanya tidak spesifik. 9amun pada beberapa kasus tamapak adanya corakan bronko$askular yang ramai sehingga terlihat seperti dirty chest, adanya gambaran tubular shado% dan tramline appearance yang berasal dari hilus paru. ,enegakan diagnosis bronkitis dengan pemeriksaan radiologi sudah cukup baik di dapatkan dari foto thoraks kon$ensional dan juga 50- Scan.

31

,A)TAR P*STAKA !. 91?B4. 9ational 1eart 3ung and (lood 4nstitute ( !3(4) . MOnlineN *(('. M5ited7 oktober *B *(!#.N http7CCwww.nhlbi.nih.go$ChealthChealthtopicsCtopicsCbrnchiC. *. 3lbert. 2iagnosis and treatment of acute bronkitis. . *(!( 3m <am ,hysician &ol. !! pp. !#./-!#/(. #. 5ohen ;onathan ,owderly =illiam. 4nfectious 2iseases, .nd ed. *. Mosby 7 @lse$ier *((.. .. "umar $inay 3bul ". 3bbas 9elson <austo 8ichard 9 and Mitchell. The 3ung &obbins (asic 5athology. E. ,hiladelphia 7 Saunders @lse$ier *((D. /. Bowler. ational 6e%ish !ealth. MOnlineN *(('. M5ited7 Oktober *B *(!#.N

http7CCwww.nationaljewish.orgChealthinfoCconditionsCcopd-chronicobstructi$e-pulmonary-diseaseCassociated-conditionsCchronic-bronkitisC. B. 2jojodibroto 2armanto. &espirologi (respirotory medicine). !. ;akarta 7 @65 *(('. D. 5orwin @li%abeth ;. (uku Saku 5atofisiologi Cor%in. #. ;akarta 7 @65 *(('.
8. "nutson 2 Braun 5. 2iagnosis and management of acute bronkitis. *m 7am

5hysician. May !/ *((*+B/(!()7*(#'-... MMedlineN.


9. Black S. @pidemiology of pertussis. 5ediatr 4nfect 2is 6. 3pr !''D+!B(.

Suppl)7SE/-'. MMedlineN.
10. Sethi S Murphy 0<. 4nfection in the pathogenesis and course of chronic

obstructi$e

pulmonary

disease.

8ngl

$ed.

9o$

*D

*((E+#/'(**)7*#//-B/. MMedlineN.

32

11. Macfarlane ; 1olmes = 6ard , et al. ,rospecti$e study of the incidence

aetiology and outcome of adult lower respiratory tract illness in the community. Thorax. <eb *((!+/B(*)7!('-!.. MMedlineN. !*. =en%el 8, <owler 33 #rd. 5linical practice. 3cute bronkitis. 9o$ !B *((B+#//(*()7*!*/-#(. MMedlineN. !#. Smel%ter Su%anne 5. *((!. (uku *+ar $edikal# (edah. &olume !. ;akarta7 @65. !.. MuttaOin 3rif. *((E. (uku *+ar *suhan 9epera%atan 9lien dengan :angguan Sistem 5ernapasan. ;akarta 7 Salemba Medika. !/. Manurung Santa. *(('. *suhan 9epera%atan gangguan Sistem 5ernafasan *kibat 4nfeksi. ;akarta 0imur 7 5&. 0rans 4ndo Media. !B. Somantri 4rman. *(('. *suhan 9epera%atan pada 9lien :angguan Sistem 5ernapasan. @disi *. ;akarta7 Salemba Medika !D. 4kawati Iulies. *((E 7armakoterapi 5enyakit Sistem 5ernafasan, ,ustaka 3dipura Pogyakarta. !E. 8ab 0abran. !''B. 4lmu 5enyakit 5aru. ;akarta 7 1ipokrates. !'. =alsh @@. 3cute bronchitis. 4n7 Mandell 6? Bennett ;@ 2olin 8 eds. 5rinciples and 5ractice of 4nfectious 2iseases. Dth ed. ,hiladelphia ,a7 @lse$ier 5hurchill ?i$ingstone+ *(('7chap B!.. *(. Spei%er <@. Occupational eHposures and pulmonary disease. 4n7 Braunwald @ <auci 3S "asper 2? (editors). !arrison;s principles of internal medicine. !/th edition. Mc6raw-1ill @ducation 9ew Pork 9P+ *((!. *!. Braman SS. Chronic cough due to acute bronchitis0 *CC5 evidence#based clinical practice guidelines. 5hest. *((B+ !*' (supplement !)7 S'/-S!(#. **. 8asad Sjahriar L 4wan @kayuda. *(!!. &adiologi 2iagnostik. ;akarta7 <"-:4 8ngl 6 $ed.

33

*#. 1elms 53 L =illiam @B. *((D. 7undamental 2iagnostic of &adiology. :S3. ?ippincott =lliams L =ilkins.
24. Syl$ia 3 ,rice

?orraine M =ilson. *((#. 5atofisiologi 9onsep 9linis

5roses#5roses 5enyakit. @disi B $olume !. ;akarta7 @65. */. Sutton 2a$id. *((#. <th 8dition Textbook of &adiology and 4maging. &olume !. British7 @lse$ier Science.

34