Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH KEPERAWATAN MATERNITAS I ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN HEPATITIS DOSEN: Siti Maryati, S.Kep ,N .

MPH

Di ! ! " #$e% KELOMPOK &'

NONI WIDIAWATIE RI(KI HER)ADI RUDI

PRODI DIII KEPERAWATAN AKADEMI KESEHATAN KAR)A HUSADA )OG)AKARTA TAHUN A*ARAN +'&,-+'&.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Hepatitis merupakan inflamasi dan cedera pada hepar, penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi atau oleh toksin termasuk alkohol dan dijumpai pada kanker hati. Hepatitis virus adalah istilah yang digunakan untuk infeksi hepar oleh virus, identifikasi virus penyakit dilakukan terus menerus, tetapi agen virus A, B, C, D, E, dan ! terhitung kira"kira #$% kasus dari hepatitis virus akut. &Ester 'onica, ())( * #+, -enyakit hepatitis merupakan urutan pertama dari berbagai penyakit hati diseluruh dunia. -enyakit ini sangat berbahaya bagi kehidupan karena penykit hepatits ataupun gejala sisanya bertanggung ja.ab atas /"( juta kematian setiap tahunnya. &Aru, . sudoyo, ())0 * 1(#,. 2nfeksi virus hepatitis bisa berkembang menjadi sirosis atau pengerasan hati bahkan kanker hati. 'asalahnya, sebagian besar infeksi hepatitis tidak menimbulkan gejala dan baru terasa /)"+) tahun kemudian saat infeksi sudah parah. -ada saat itu gejala timbul, antara lain badan terasa panas, mual, muntah, mudah lelah, nyeri diperut kanan atas, setelah beberapa hari air seninya ber.arna seperti teh tua, kemudian mata tampak kuning dan akhirnya seluruh kulit tubuh menjadi kuning. -asien hepatitis biasanya baru sembuh dalam .aktu satu bulan. 2nsiden hepatitis yang terus meningkat semakin menjadi masalah kesehatan masyarakat. -enyakit ini menjadi penting karena mudah ditularkan, memiliki morbiditas yang tinggi dan menyebabkan penderitanya absen dari sekolah atau pekerjaan untuk .aktu yang lama. 0)"#)% dari kasus"kasus hepatitis virus diperkirakan berlangsung tanpa dilaporkan. 3eberadaan kasus"kasus subklinis, ketidakberhasilan untuk mengenali kasus"kasus yang ringan dan kesalahan diagnosis diperkirakan turut menjadi penyebab pelaporan yang kurang dari keadaan sebenarnya. &Brunner 4 5udarth, ())/ * //0#, -ada umumnya klien yang menderita penyakit hepatitis ini mengalami Anoreksia atau penurunan nafsu makan dimana gejala ini diperkirakan terjadi akibat pelepasan toksin oleh hati yang rusak untuk melakukan detoksifikasi produk yang abnormal sehingga klien ini haruslah mendapatkan nutrisi yang cukup agar dapat memproduksi enegi metabolik sehingga klien tidak mudah lelah. 5ecara khusus terapi nutrisi yang didesain dapat diberikan melalui rute parenteral atau enteral bila penggunaan standar diet melalui rute oral tidak adekuat atau tidak mungkin untuk mencegah6memperbaiki malnutrisi protein"kalori. 7utrisi enteral lebih ditujukan pada pasien yang mempunyai fungsi !2 tetapi tidak mampu mengkonsumsi masukan nasogastrik. 7utrisi parenteral dapat dipilih karena status perubahan metabolik atau bila abnormalitas mekanik atau fungsi dari saluran gastrointestinal mencegah pemberian makan enteral. Asam amino,karbohidrat, elemen renik, vitamin dan elektrolit dapat diinfuskan melalui vena sentral atau perifer. &'arilyn E. Doengoes, /###* 8$9, -entingnya mengetahui penyebab hepatitis bagi klien adalah apabila ada anggota keluarga menderita penyakit yang sama, supaya anggota keluarga dan

klien siap menghadapi resiko terburuk dari penyakit hepatitis beserta komplikasinya sehingga penderita mampu menyiapkan diri dengan pencegahan dan pengobatan yaitu* penyediaan makanan dan air bersih yang aman, sistem pembuangan sampah yang efektif, perhatikan higiene secara umum, mencuci tangan, pemakaian kateter, jarum suntik dan spuit sekali pakai serta selalu menjaga kondisi tubuh dengan sebaik"baiknya. Apabila hal ini tidak dilakukan dengan benar dan teratur berarti keluarga dan penderita harus siap menerima resiko komplikasi lainnya dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Dalam memberikan pelayanan kesehatan memerlukan asuhan kepera.atan yang tepat, disamping itu juga memerlukan pengetahuan dan keterampilan pera.at dalam memberikan asuhan kepera.atan, sehingga akibat dan komplikasi dapat dihindari seperti memberi penjelasan tentang Hepatitis antara lain* penyebab, tanda dan gejala, pengobatan, pera.atan, penularan dan akibat yang didapat kalau pengobatan tidak dilakukan.

BAB II PEMBAHASAN

HEPATITIS
A. Definisi Penyakit Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia, obat atau agen penyebab infeksi. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut hepatitis kronis. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A, hepatitis , hepatitis !, hepatitis D, hepatitis ", dan hepatitis #. . Penyebab Hepatitis diisebabkan oleh beberapa jenis virus yang diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A, hepatitis itinfeksiosa, demam kuning dan infeksi , hepatitis !, hepatitis D, hepatitis ", dan Virus Mumps, Virus Rubella, Virus hepatitis #. Hepatitis juga terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis Cytomegalovirus, Virus Epstein-Barr, Virus Herpes. Penyebab hepatitis non - virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan. !. $enis % $enis

&. Hepatitis A '. Hepatitis (. Hepatitis ! ). Hepatitis D *. Hepatitis " 6. Hepatitis # erikut adalah penjelasan mengenai masing % masing jenis Penyakit Hepatitis

A. HEPATITIS A
&. Definisi Penyakit Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, +irus Hepatitis A ,+HA-+irus Hepatitis A.. Penyakit Hepatitis A

disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran / tinja penderita biasanya dengan penularan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi ,fe0al - oral., bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Hepatitis A paling ringan dibanding hepatitis jenis lain , dan !.. Penyebaran melalui tinja / kotoran terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi 1abah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan. 2ebagai 0ontoh, ikan atau kerang yang berasal dari ka1asan air yang di0emari oleh kotoran manusia penderita. '. 3asa inkubasi Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi ' sampai 6 minggu sejak 1aktu terkespos atau terpapar terjadi, kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A. (. 4anda dan #ejala Penderita akan mengalami gejala % gejala subyektif dan obyektif , berdasarkan pemeriksaan klinis.. #ejala % gejala subyektif berupa lemah, letih, lesu, hilang nafsu makan, seringkali

terjadi mual dan muntah yang terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas. #ejala % gejala obyektif yang ditemukan setelah pemeriksaan adalah Demam , suhu tubuh di atas (5,'6!., mata dan kulit menjadi kuning, urin ber1arna tua dan pekat, dan tinja pu0at. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tb0, thypus. erdasarkan stadium yang diderita Hepatitis A dibagi menjadi ( stadium7 ,&. Pendahuluan ,prodromal. dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual8 ,'. 2tadium dengan gejala kuning ,stadium ikterik.8 dan ,(. 2tadium kesembuhan ,konvalesensi.. #ejala kuning tidak selalu ditemukan. 9ntuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan en:im hati, 2#P4, 2#;4 karena pada hepatitis A bisa terjadi radang saluran empedu, maka pemeriksaan gama - #4 dan alkali fosfatase dapat dilakukan di samping kadar bilirubin.

). 3asa Pengasingan yang disarankan 2elama ' minggu setelah gejala pertama atau & minggu setelah penyakit kuning mun0ul. Pasien juga diharapkan menjaga kebersihan. *. Pen0egahan 2ebagai usaha pen0egahan, menjaga kebersihan perorangan seperti men0u0i tangan dengan teliti dan menggunakan prinsip 6 langkah diperlukan untuk meminimalisasi penyebaran mata rantai penyakit Hepatitis A. $enis imunisasi hepatitis A dibagi menjadi 7 &. <munisasi Hepatitis A bisa dilakukan dalam bentuk sendiri ,Havrix. '. =ombinasi dengan vaksin Hepatitis ,41inrix.. <munisasi hepatitis A dilakukan dua kali, yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6 - &' bulan kemudian. <munisasi hepatitis A dianjurkan bagi orang yang potensial terinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang sering jajan di luar rumah. 6. Pengobatan Penderita yang menunjukkan gejala Hepatitis A seperti minggu pertama mun0ulnya yang disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya , diharapkan tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti paracetamol sebagai penurun demam dan pusing, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan dan obat mual.

B. HEPATITIS B
&. Definisi Hepatitis merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya di dunia, ,+H ., suatu anggota famili Hepadnavirus Penyakit ini disebabkan oleh +irus Hepatitis

pada sebagian ke0il kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. 2eperti halnya Hepatitis !, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Penyebab Hepatitis ternyata tak semata-mata virus. =era0unan obat, dan paparan berbagai ma0am :at kimia seperti karbon tetraklorida, chlorproma ine, chloroform, arsen, fosfor, dan :at-:at lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa menyebabkan Hepatitis. >at-:at kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui

kulit penderita. 3enetralkan suatu ra0un yang beredar di dalam darah adalah pekerjaan hati. $ika banyak sekali :at kimia bera0un yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan ra0un-ra0un lain. Di daerah 4imur dan Afrika, beberapa kasus hepatitis menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis 4iongkok dan berbagai negara Asia. '. Proses Penularan Proses penularan Hepatitis +irus hepatitis penyakit. Proses penularan penyakit Hepatitis

berkembang menjadi hepatitis telah menjadi endemik di

menahun, sirosis dan kanker hati. 3ula-mula dikenal sebagai serum hepatitis dan telah

yaitu melalui pertukaran 0airan tubuh atau kontak dengan . Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. dapat menyerang

darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis

ditularkan melalui darah atau produk darah. Hepatitis

siapa saja, tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih berisiko terkena dibedakan menjadi dua 7

2e0ara vertikal, 0ara penularan vertikal terjadi dari <bu yang mengidap virus Hepatitis kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan. 2e0ara hori:ontal, terjadi akibat penggunaan alat suntik yang ter0emar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau 0ukur dan sikat gigi se0ara bersama-sama ,jika penderita memiliki penyakit mulut ,saria1an, gusi berdarah. atau luka yang mengeluarkan darah. serta hubungan seksual dengan penderita atau mitra seksual ,baik heteroseksual maupun pria homoseksual.. 2ebagai antisipasi, biasanya terhadap darah-darah yang diterima dari pendonor akan di tes terlebih dulu apakah darah yang diterima reaktif terhadap Hepatitis, 2ipilis dan H<+.

(. 4anda dan #ejala 2e0ara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis yang akut adalah demam, sakit kronik perut dan kuning ,terutama pada area mata yang putih / sklera.. Penderita hepatitis lebih berisiko. Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis ringan. #ejala tersebut berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas. 2etelah satu minggu akan timbul gejala utama

0enderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi

seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni ber1arna seperti teh. ). Diagnosa Hepatitis kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh persisten. Hepatitis kronis ditandai dengan H sAg positif ,? 6 infeksi virus Hepatitis

bulan. di dalam serum, tingginya kadar H + D@A dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati. Carrier H sAg inaktif diartikan sebagai infeksi H + persisten hati tanpa nekroinflamasi. 2edangkan Hepatitis Hepatitis histologi. 2e0ara serologi, pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis dan evaluasi infeksi Hepatitis kronis adalah 7 H sAg, H eAg, anti H e dan H + D@A ,),*.. Pemeriksaan virologi, dilakukan untuk mengukur jumlah H + D@A serum sangat penting karena dapat menggambarkan tingkat replikasi virus. Pemeriksaan biokimia1i yang penting untuk menentukan keputusan terapi adalah kadar AA4. Peningkatan kadar AA4 menggambarkan adanya aktivitas kroinflamasi. ;leh karena itu pemeriksaan ini dipertimbangkan sebagai prediksi gambaran histologi. Pasien dengan kadar AA4 yang menunjukkan proses nekroinflamasi yang lebih berat dibandingkan pada AA4 yang normal. Pasien dengan kadar AA4 normal memiliki respon serologi yang kurang baik pada terapi antiviral. ;leh sebab itu pasien dengan kadar AA4 normal dipertimbangkan untuk tidak diterapi, ke0uali bila hasil pemeriksaan histologi menunjukkan proses nekroinflamasi aktif. 4ujuan pemeriksaan histologi adalah untuk menilai tingkat kerusakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit hati lain, prognosis dan menentukan manajemen anti viral. *. Pen0egahan Aangkah-langkah pen0egahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis vaksin atau imunisasi hepatitis adalah pemberian dilakukan tiga kali, yaitu dasar, satu bulan dan 6 bulan kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten AA4?&6 kali batas atas nilai normal , A@@.. Diagnosis infeksi kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimia1i dan

kemudian. Hal ini ditujukan terutama pada orang-orang yang berisiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik ,ganti-ganti pasangan / homosexual., pekerja

kesehatan ,pera1at dan dokter. dan mereka yang berada di daerah rentan banyak kasus Hepatitis . 6. Pengobatan Penderita yang diduga Hepatitis , untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. 2etelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis a. Pengobatan oral yang terkenal adalah Pemberian obat Lamivudine dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama (4!. ;bat ini digunakan bagi de1asa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini 0enderung meningkatkan en:yme hati ,AA4. untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter. Pemberian obat Adefovir dipivoxil ,Hepsera.. Pemberian se0ara oral akan lebih efektif, tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal. Pemberian obat ara0lude ,Entecavir.. ;bat ini diberikan pada penderita Hepatitis , maka ada 0ara pengobatan untuk hepatitis , yaitu pengobatan telan ,oral. dan se0ara injeksi.

kronik, efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan en:yme hati. 4ingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil. b. Pengobatan dengan injeksi / suntikan adalah Pemberian suntikan Microsphere yang mengandung partikel radioaktif peman0ar sinar B yang akan menghan0urkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. <njeksi Alfa Interferon ,dengan nama 0abang <@4C;@ A, <@D"C#"@, C;D"C;@. diberikan se0ara sub0utan dengan skala pemberian ( kali dalam seminggu selama &'-&6 minggu atau lebih. "fek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki ri1ayat depresi sebelumnya. "fek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, 0epat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian para0etamol. 2elain itu, pengobatan tradisional dapat dilakukan. 4umbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk men0egah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh :at toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati.

&. '. (. ). *. 6. 5. E. F.

eberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain yaitu 4emula1ak ,Curcuma !anthorrhi a., =unyit ,Curcuma longa., 2ambiloto ,"ndrographis paniculata., 3eniran ,#hyllanthus urinaria., Daun 2erut/mirten, $amur =ayu/ling hi ,$anoderma lucidum., Akar alang-alang ,%mperata cyllindrica., Cumput 3utiara ,Hedyotis corymbosa., Pegagan ,Centella asiatica., &6. &&. &'. uah =a0apiring ,$ardenia augusta., uah 3engkudu ,3orinda 0itrifolia., $ombang ,&ara!acum officinale.. seperti hijamah / bekam yang

2elain itu juga ada pengobatan alternatif lain Hepatitis standar medis. 5. Hasil Akhir Pera1atan

bisa menyembuhkan segala penyakit hepatitis, asal dilakukan dengan benar dan juga dengan

Ada ( kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus Hepatitis &. '. (. pas0a periode akut. =emungkinan pertama, jika tanggapan kekebalan tubuh adekuat maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh. =edua, jika tanggapan kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif. =etiga, jika tanggapan tubuh bersifat intermediate ,antara dua hal di atas. maka penyakit terus berkembang menjadi hepatitis kronis.

/. HEPATITIS /
&. Definisi Hepatitis ! adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis ! ,+H!.. <nfeksi virus ini menyebabkan peradangan hati atau hepatitis yang biasanya asimtomatik, tetapi hepatitis kronik yang berlanjut dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. '. Proses Penularan

Proses penularan penyakit Hepatitis ! sebanyak E6 G akibat transfusi darah dan jarum suntik yang terkontaminasi. +irus hepatitis ! ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. $arang terjadi penularan melalui hubungan seksual. 9ntuk alasan yang masih belum jelas, penderita penyakit hati alkoholik seringkali menderita hepatitis !. Proses penularannya dapat pula melalui kontak darah serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain di sekitarnya. Hepatitis ! adalah akibat dari transplantasi hati di Amerika 2erikat (. 4anda dan #ejala Penderita Hepatitis ! kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, tetapi pada penderita Hepatitis ! kronik menyebabkan kerusakan / kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker ,0an0er. hati. Penderita Hepatitis ! sering kali orang yang menderita Hepatitis ! tidak menunjukkan gejala, 1alaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. @amun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah Aelah, Hilang selera makan, 2akit perut, 9rin menjadi gelap dan =ulit atau mata menjadi kuning yang disebut 'aundice ,jarang terjadi.. Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan en:yme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis ! justru terkadang en:yme hati fluktuasi bahkan normal.2ejumlah E*G dari kasus, infeksi Hepatitis ! menjadi kronis dan se0ara perlahan merusak hati bertahun-tahun. ). Pen0egahan 2ebagai usaha pen0egahan, menjaga kebersihan perorangan seperti men0u0i tangan dengan teliti dan menggunakan prinsip 6 langkah diperlukan untuk meminimalisasi penyebaran mata rantai penyakit Hepatitis !. *. Pengobatan 2aat ini pengobatan Hepatitis ! dilakukan dengan pemberian obat seperti Interferon alfa, Pegylated interferon alfa dan Ribavirin. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis ! adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk men0egah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis ! memerlukan 1aktu yang 0ukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium a1alnya.

D. HEPATITIS D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat. Hepatitis D menular melalui darah yang terinfeksi. Penyakit ini hanya timbul pada orang-orang yang telah terinfeksi dengan hepatitis B sebelumnya. Orang-orang yang berisiko terkena hepatitis D adalah pengguna obat-obatan yang sering memakai jarum suntik bersama-sama. Penderita hepatitis B juga berisiko terkena jika berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi hepatitis D atau jika mereka tinggal dengan orang yang terinfeksi. !ntuk mencegahnya jarum yang adalah dengan mencegah terkena hepatitis B yaitu dengan imunisasi hepatitis B" selain itu dengan menghindari terkena darah yang terinfeksi kuku$. Hepatitis D kronik diterapi dengan interferon alfa. terkontaminasi atau barang-barang pribadi penderita #sikat gigi pisau cukur gunting

E. HEPATITIS E
+irus hepatitis " kadang menyebabkan 1abah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara - negara terbelakang. Hepatitis " adalah virus hepatitis ,peradangan hati. yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis " ,H"+.. H"+ memiliki rute transmisi fe0al-oral ,kotoran ke mulut.. <nfeksi dengan virus ini pertama kali didokumentasikan pada tahun &F** selama 1abah di @e1 Delhi, <ndia. Epidemiologi %nsiden hepatitis & tertinggi terdapat pada remaja dan orang de'asa berusia antara () * +, tahun. -eskipun anak-anak sering terkena infeksi ini juga namun mereka jarang menunjukkan gejala. .ingkat kematian umumnya rendah Hepatitis & biasanya akan hilang dengan sendirinya dan pasien sembuh. /amun selama durasi infeksi #biasanya beberapa minggu$ penyakit ini sangat mengganggu aktivitas keseharian. Hepatitis & kadang-kadang berkembang menjadi sebuah penyakit hati akut yang parah dan fatal pada sekitar 01 dari semua kasus. 2ecara klinis penyakit ini sebanding dengan hepatitis 3 tetapi pada 'anita hamil penyakit ini lebih sering parah dan berhubungan dengan sindrom klinis yang disebut kegagalan hati

fulminan. 4anita hamil terutama pada trimester ketiga mengalami tingkat kematian tinggi dari penyakit ini #sekitar 0,1$. -eskipun ada satu serotipe virus ini empat genotipe yang berbeda telah dilaporkan. 5enotipe ( dan 0 hanya terbatas pada manusia dan sering dikaitkan dengan 'abah besar dan epidemi di negara-negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang buruk. 5enotipe 6 dan + menginfeksi manusia babi dan spesies he'an lainnya dan telah bertanggung ja'ab untuk kasus-kasus sporadis hepatitis & di negara-negara berkembang dan industri. Penyebaran Hepatitis & adalah la7im di kebanyakan negara berkembang dan umum di negara manapun dengan iklim panas. Hal ini meluas di 3sia .enggara 3frika bagian utara dan tengah %ndia dan 3merika .engah. %ni menyebar terutama melalui kontaminasi tinja pada pasokan air atau makanan" transmisi orang-ke-orang jarang ditemukan namun bisa terjadi saat berhubungan seks oral-anus #misalnya menjilat anus$. 4abah epidemi Hepatitis & paling sering terjadi setelah hujan lebat dan musim hujan karena gangguan pasokan air. He'an peliharaan telah dilaporkan sebagai reservoir untuk virus hepatitis & dengan beberapa survei menunjukkan angka infeksi melebihi 8)1 yang diantaranya berasal dari babi. 9emungkinan %ni berlaku juga jika seseorang mengkonsumsi daging babi hutan dan daging rusa mentah. /amun tingkat penularan pada manusia melalui rute ini masih diperdebatkan para ahli. 2ejumlah mamalia kecil lainnya telah diidentifikasi sebagai reservoir potensial: tikus Bandicoot lebih rendah #Bandicota bengalensis$ tikus hitam #;attus rattus brunneusculus$ dan cecurut rumah 3sia #2uncus murinus$. 2ebuah virus flu burung telah digambarkan terkait dengan gejala Hepatitis2plenomegaly pada ayam. <irus ini secara genetis dan antigenically terkait dengan H&< mamalia dan mungkin merupakan sebuah genus baru. replikasi virus telah ditemukan dalam usus kecil kelenjar getah bening usus besar serta hati babi yang terinfeksi. Pencegahan Perbaikan sanitasi adalah ukuran paling penting yang terdiri dari pera'atan kebersihan pada pembuangan limbah manusia" juga penting standar yang lebih tinggi untuk persediaan air masyarakat baik prosedur kebersihan pribadi maupun persiapan makanan sanitasi.

2ebuah vaksin

berdasarkan protein-protein virus yang di-re-kombinasi

telah

dikembangkan dan baru-baru ini diuji dalam suatu populasi berisiko tinggi #personil militer dari negara berkembang$. <aksin tampak efektif dan aman namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai perlindungan vaksin jangka panjang dan efektifitas biaya vaksinasi hepatitis &.

(. HEPATITIS G
&. Definisi Hepatitis # adalah penyakit inflamasi hati yang baru ditemukan. '. Penyebab Disebabkan oleh hepatitis # virus ,H#+., yang mirip dengan virus hepatitis !. =ontak dengan darah yang terinfeksi H#+. (. #ejala =ebanyakan orang tidak memiliki gejala akut. 2ebanyak '6 G dari penderita hepatitis ! juga menderita hepatitis ini. ). Diagnosa 3etode yang digunakan untuk mendeteksi H#+ sangat komplek untuk mengetahui adanya antibodi H#+. @amun ketika antibodi telah ditemukan, virus itu sendiri telah menghilang. *. Pengobatan 4idak ada pera1atan spesifik untuk penyakit hepatitis akut ini. Penderita harus banyak istirahat, menghindari alkohol dan makan makanan bergi:i. 6. Pen0egahan Hepatitis # ditularkan melalui infeksi melalui darah. Pen0egahannya dengan menghindari kontak dengan darah yang terkontaminasi. $angan gunakan jarum suntik atau peralatan lain se0ara bersamaan.

HEPATITIS DALAM MASA KEHAMILAN


Pada 1anita hamil kemungkinan terjangkit virus Hepatitis dengan 1anita tidak hamil pada 1anita yang tidak hamil namun memiliki klasifikasi usia yang sama. =elainan hepar yang mempunyai hubungan langsung dengan peristi1a kehamilan ialah () .) "cute fatty liver of pregnancy *+bstetric acute yello,-atrophyRecurrent intra-hepatic cholestasis of pregnancy) <nfeksi hepatitis virus pada kehamilan tidak berhubungan langsung dengan peristi1a kehamilan, namun tetap memerlukan penanganan khusus, mengingat penyulit-penyulit yang mungkin timbul baik untuk ibu maupun janin. Hepar dalam =ehamilan Pada kehamilan, hepar ternyata tidak mengalami pembesaran. Hal ini bertentangan dengan penelitian pada binatang yang menunjukkan bah1a hepar membesar pada 1aktu kehamilan. ila kehamilan sudah men0apai trimester ke <<<, sukar untuk melakukan palpasi pada hepar, karena hepar tertutup oleh pembesaran rahim. ;leh karena itu bila pada kehamilan trimester ke <<< hepar dapat dengan mudah diraba, berarti sudah terdapat kelainan-kelainan yang sangat bermakna. Perubahan-perubahan mikroskopik pada hepar akibat kehamilan adalah tidak khas. Pengaliran darah ke dalam hepar tidak mengalami perubahan, meskipun terjadi perubahan yang sangat menyolok pada sistem kardio vaskuler. Hanita hamil sering menunjukkan tanda-tanda mirip adanya penyakit - penyakit hepar, misalnya 7 spider naevi dan palmarerythema, yang 1ajar pada kehamilan, akibat meningkatnya kadar estrogen. 2emua protein serum yang disintesis dalam hepar mengalami perubahan pada 1aktu kehamilan. $umlah protein serum menurun sekitar '6G pada trimester <<, akibat penurunan kadar albumin se0ara menyolok, sedangkan fibrinogen justru mengalami kenaikan.

Pengaruh Hepatitis Pada =ehamilan dan $anin ila hepatitis terjadi pada trimester < atau permulaan trimeseter << maka gejala-gejala nya akan sama dengan gejala hepatitis pada 1anita tidak hamil. 3eskipun gejala-gejala yang

timbul relatip lebih ringan dibanding dengan gejala-gejala yang timbul pada trimester <<<, namun penderita hendaknya tetap dira1at di rumah sakit. Hepatitis terjadi pada trimester <<< menimbulkan gejala-gejala yang lebih berat dan penderita umumnya menunjukkan gejala-gejala fulminant. Pada fase inilah acute hepatic necrosis sering terjadi, dengan menimbulkan mortalitas <bu yang sangat tinggi. Pada trimester <<<, adanya defisiensi faktor lipo tropik disertai kebutuhan janin yang meningkat akan nutrisi, menyebabkan penderita mudah jatuh dalam acute hepatic necrosis) 4ampaknya keadaan gi:i ibu hamil sangat menentukan prognose. erat ringan gejala hepatitis virus pada kehamilan sangat tergantung dari keadaan gi:i <bu hamil. #i:i buruk khususnya defisiensi protein, ditambah pula meningkatnya kebutuhan protein untuk pertumbuhan janin, menyebabkan infeksi hepatitis pada kehamilan memberi gejala-gejala yang jauh lebih berat. Pada 1anita hamil, se0ara fisiologik terjadi perubahan-perubahan dalam proses pembekuan darah, yaitu dengan ke-naikan faktor-faktor pembekuan dan penurunan aktivitas fibrinolitik, sehingga pada kehamilan mudah terjadi /%C */isseminated %ntra Vascular Coagulation-. Penularan virus ini pada janin terjadi dengan beberapa 0ara, yaitu7 &. 3ele1ati pla0enta '. =ontaminasi dengan darah dan tinja <bu pada 1aktu persalinan (. =ontak langsung bayi baru lahir dengan <bunya ). 3ele1ati Air 2usu <bu, pada masa laktasi. *. aik virus A maupun virus dapat menembus pla0enta, sehingga terjadi hepatitis virus in

utero dengan akibat janin lahir mati, atau janin mati pada periode neonatal. $enis virus yang lebih banyak dilaporkan dapat menembus pla0enta, ialah virus type . eberapa bukti, bah1a virus hepatitis dapat menembus pla0enta ialah ditemukannya hepatitis antigen dalam tubuh janin in utero atau pada janin barulahir. 2elain itu telah dilakukan pula autopsy pada janin-janin yang mati pada periode neonatal akibat infeksi hepatitisvirus. Hasil autopsy menunjukkan adanya perubahan-perubahan pada hepar, mulai dari nekrosis sel-sel hepar sampai suatubentuk 0irrhosis. Perubahan-perubahan yang lanjut pada hepar ini, mungkin terjadi bila infeksi sudah mulai terjadi sejak janin dalam rahim. =elainan yang ditemukan pada hepar janin, lebih banyak terpusat pada lobus kiri. Hal ini membuktikan, bah1a penyebaran virus hepatitis dari

<bu ke janin dapat terjadi se0arahematogen.Angka kejadian penularan virus hepatitis dari <bu ke janin atau bayinya, tergantung dari tenggang 1aktu antara timbulnya infeksi pada <bu dengan saat persalinan. <bu hamil yang menderita hepatitis <bu-<bu hamil yang hanya merupakan 0arrier tanpa gejala klinik. <bu hamil yang mengalami hepatitis , dengan gejala yang jelas, )EG dari bayinya antigenemia. 3eskipun hepatitis virus, dengan gejala-gejala klinik yang jelas, akan menimbulkan penularan pada janinnya jauh lebih besar dibandingkan dengan

terjangkit hepatitis, sedang pada <bu-lbu hamil yang hanya sebagai 0arrier Hepatitis +irus antigen, hanya *G dari bayinya mengalami virus belum jelas pengaruhnya terhadap kelangsungan kehamilan, namun dilaporkan bah1a kelahiran prematur terjadi pada 66G kehamilan yang disertai hepatitisvirus . Adanya i0terus pada <bu hamil tidak akan menimbulkan kern-i0terus pada janin. =em i0terus terjadi akibat adanya un0onjugated bilirubin yang mele1ati pla0enta dari <bu-<bu hamil yang mengalami hemolitik jaundi0e. ila penularan hepatitis virus pada janin terjadi pada 1aktu persalinan maka gejalagejalanya baru akan nampak dua sampai tiga bulan kemudian. 2ampai sekarang belum dapat dibuktikan, bah1a hepatitis pada <bu hamil dapat menimbulkan kelainan kongenital janinnya. Pada pemeriksaan pla0enta, dari kehamilan yang disertai hepatitis, tidak dijumpai perubahanperubahan yang menyolok, hanya ditemukan ber0ak-ber0ak bilirubin. virus berikutnya. ila terjadi penularan in utero, maka keadaan ini tidak memberikan kekebalan pada janin dengan kehamilan

Pen0egahan 2emua <bu hamil yang mengalami kontak langsung dengan penderita hepatitis virus A hendaknya diberi immuno globulin sejumlah 6,& 00/kg berat badan. #amma globulin tidak efektif untuk men0egah hepatitis virus . #i:i <bu hamil hendaknya dipertahankan seoptimal mungkin, karena gi:i yang buruk mempermudah penularan hepatitis. 9ntuk kehamilan berikutnya diberi jarak sekurang - kurangnya enam bulan setelah persalinan, dengan syarat setelah 6 bulan tersebut semua gejala dan pemeriksaan laboratorium telah kembali normal. 2etelah persalinan, pada penderita hendaknya tetap dilakukan pemeriksaan laboratorium dalam 1aktu dua bulan, empat bulan dan enam bulan kemudian.

Pengobatan

Pengobatan infeksi hepatitis pada kehamilan tidak berbeda dengan 1anita tidak hamil. Penderita harus tirah baring di rumah sakit sampai gejala i0terus hilang dan bilirubin dalam serum menjadi normal. 3akanan diberikan dengan sedikit mengandung lemak tetapitinggi protein dan karbohydrat. Pemakaian obat-obatan hepatotoxi0 hendaknya dihindari. =ortison baru diberikan bila terjadi penyulit. Perlu diingat pada hepatitis virus yang aktif dan 0ukup berat, mempunyai risiko untuk terjadi perdarahan post-partum, karena menurunnya kadar vitamin =. $anin baru lahir hendaknya tetap diikuti sampai periode post natal dengan dilakukan pemeriksaan transaminase serum dan pemeriksaan hepatitis virus antigen se0ara periodik. $anin baru lahir tidak perlu diberi pengobatan khusus bila tidak mengalami penyulit-penyulit lain. &. '. (. ). *. 6. 5. E. Penanganan =husus Ca1at inap dan tirah baring <solasi pasien, lakukan pemeriksaan serologik Diet rendah lemak, tinggi karbohidrat dan protein Cehidrasi apabila terjadi defisit 0airan akibat muntah yang berlebihan dan demam erikan vitamin =, glukosa dan kurkuma rhi:oma "valuasi profil biofisik atau kondisi janin Penatalaksanaan neonatal "valuasi sistem pembekuan darah 4abel di ba1ah ini menyajikan Hepatitis dan risiko <bu dan @eonatus $"@<2 +<C92 H"PA4<4<2 A C<2<=; P;4"@2<AA < 9 H"PA4<4<2 "CA4 @";@A492 H"PA4<4<2 @";@A4;C93 H"PA4<4<2 H"PA4<4<2 =C;@<2 2<C;2<2 H"PA4<4<2 A@4<#"@"3<A P"C2<24"@2 @"=C;2<2 H"PA4<4<2 @";PAA23A H"PA4;2"A9AAC"

H"PA4<4<2 !

P"CA"3A=A@ HA4< , DA44I A"+"C .

PC<3"C

29 A<=<@AA H"PA4<4<2

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny 0M1 HAMIL ,2 MINGGU DENGAN HEPATITIS B

Hari/ 4anggal Haktu 7 4empat Pengkaji I. &. PENGKA*IAN iodata

*!3at, +4 *a"!ari +'&' P5$ &..'' Wi6

7 BPS ARUANI 7 SEPTI ARUANI

A. Data S!67e5ti8 @ama <bu 9mur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat 7 '. =eluhan utama Hamil anak pertama dan tidak pernah keguguran. 3ulai merasakan pergerakan janin saat umur kehamilan * bulan, janin bergerak kuat, dan tidak nyeri saat janin bergerak. Akhir-akhir ini sering A= dan beberapa hari ini sering merasakan mules dari pinggang menjalar ke depan, tapi setelah itu hilang. 2elama hamil telah memeriksakan kehamilan sebanyak ) kali. 4ablet penambah darah, vitamin dan obat penyakit kuning yang diberikan bidan selalu diminum. 3akan sehari-hari teratur dan bervariasi, serta selalu minum susu. 7 @y J3K 7 '6 4ahun 7 <slam 7 D( 7 P@2 $l. Arka Aestari '* @ama Ayah 9mur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat 7 7 4n J4K 7 (6 4ahun 7 <slam 7 2& 7 21asta $l. Arka Aestari '*

(. Ci1ayat =esehatan Ci1ayat kesehatan sekarang <bu menderita penyakit Hepatitis . Ci1ayat kesehatan yang lalu <bu pernah menderita penyakit Hepatitis . Ci1ayat kesehatan keluarga 2uami menderita Hepatitis ). Ci1ayat Haid 3enar0he Aama Haid 2iklus anyaknya 3asalah *. Ci1ayat Perka1inan 2tatus Perka1inan =e 9sia =a1in Aama Perka1inan 6. Ci1ayat = 4idak Ada 5. Ci1ayat kehamilan <bu 2ekarang $umlah kunjungan A@! 4empat kunjungan =eluhan saat hamil obat-obatan yang didapat =urkuma rhi:oma E. Ci1ayat <munisasi 44 44& 7 &( 2eptember '66F 7 ) kali 7 idan 7 Demam, sering A=, sakit pinggang 7 +itamin, ;bat Penambah Darah, +itamin =, #lukosa dan 7 2yah 7 & ,2atu. 7 ') tahun 7 & tahun 7 9mur &) tahun 7 6 hari 7 'E hari 7 ( kali pembalut/hari 7 4idak ada

44' F. Ci1ayat persalinan 9

7 &( ;ktober '66F

&6. Ci1ayat sosial dan 2piritual 2truktur keluarga Hubungan dengan keluarga Hubungan dengan masyarakat sekitar Penerimaan terhadap kehamilan 7 2holat Aima Haktu, 3engaji &&. =ebutuhan sehari-hari a. 3akan Pola makan : 7(x / hari 7 2uami, <stri 7 aik 7 aik 7 2enang

$enis makanan 7@asi, lauk pauk, buah $umlah 3inum $enis minuman 7 Air mineral, 2usu $umlah 3asalah "liminasi A= Drekuensi =onsistensi Harna au A Drekuensi =onsistensi Harna au 7 L &6 gelas 7 4idak Ada 7 7 7 ? *x/ hari 7 !air 7 =uning $ernih 7 =has amoniak 7 7 & x/ hari 7 Aunak 7 =uning 7 =has fe0es 72atu piring sedang 7 2etiap kali makan

! <stirahat 4idur 7 4idur siang 4idur malam D =ebersihan 3andi 7 L ' jam 7 L E jam 7 7 ' x/ hari

!u0i Cambut 7 2etiap hari #antipakaian 7 ( x/ hari . Data objektif &. Pemeriksaan umum =eadaan umum =esadaran 44+ 4D 4emp CC Pols 2ekarang 2ebelum Hamil Aila Distansia 2pinarum Distansia !ristarum !onjugata "xterna Aingkar Panggul '. Pemeriksaan fisik a Cambut Harna Distirbusi 3asalah b 3uka Harna 7 7 Hitam 7 3erata 7 4idak ada 7 7 Pu0at 7 &&6/E6 mmHg 7 (5,*6! 7 '6 x/ menit 7 E* x/ menit 7 *) =g 7 )6 =g 7 '(!m 7 '6 !m 7 'E !m 7 &F !m 7 EF !m 7 aik 7 !omposmetris

;edema 0 3ata =onjungtiva 20lera d Hidung entuk =ebersihan 3asalah e 4elinga entuk =elengkapan =ebersihan f 3ulut 3ukosa bibir #usi Aidah g

7 4idak Ada 7 7 Anemis 7 <kterik 7 7 @ormal 7 ersih 7 4idak Ada 7 7 @ormal 7 Aengkap 7 ersih 7 7 Aembab 7 4idak ada masalah 7 4idak ada masalah 7777 2imetris 7 ersih 74idak Ada 7 3enonjol 7 Hiperpigmentasi 77 =olostrum

Pembesaran kelenjar limfe Pembesaran kelenjar tyroid Pembesaran vena jugularis

Payudara entuk =ebersihan ekas ;p Papila Areola enjolan Patologis Pengeluaran =i/=a

Abdomen =ebersihan ekas ;p Ainea 2trie 7 ersih 7 4idak Ada 7 Alba 7-

Palpasi Aeopold < Aeopold << 7 4D9 ( jari di ba1ah Px ,'F 0m., pada fundus teraba bagian agak bundar, lunak, dan tidak melenting ,bokong. 7 Pada bagian kiri perut ibu teraba bagian-bagian ke0il janin, pada bagian kanan perut ibu teraba bagian yang mempunyai tahanan dan mempunyai memeanjang dari atas ke ba1ah Aeopold <<< Aeopold <+ D$$ partum 3aximum Drekuensi <rama =ekuatan 4 $ j "kstremitas Atas entuk ;edema k "kstremitas a1ah entuk ;edema +ari0es l n #enitalia Ceflek Patella =i/=a m !+A 77 M/M 7 2imetris 7 4idak Ada 7 4idak Ada 7 4idak Ada 3asalah 7 Pada bagian ba1ah peut ibu teraba bagian yang keras, bundar, melenting, serta masih dapat digoyangkan 7 =onvergen ,)/*. 7M 7 ( jari di ba1ah pusat sebelah kanan perut ibu 7 &)6x/menit 7 4eratur 7 =uat 7 ,4D9-&'. x &** - ,'F-&'. x &** - '6(* gram 7 7 2imetris 7 4idak Ada

(. Pemeriksaan penunjang Hb Pemeriksaan 9rine 9rine Protein 9rine Ceduksi 2erologi II. 7 777 H sAg, H eAg, anti H e dan H + D@A ,),*. 7 && grG

INTERPRETASI DATA

Diagnosa

7 @y J3K, umur '6 tahun, #&P6A6, hamil (E minggu, intra uterin, janin

tunggal hidup, presentasi kepala, keadaan jalan lahir dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin kurang baik dengan penyakit Hepatitis Ds 7 <bu mengatakan Hamil anak pertama dan tidak pernah keguguran 2ering merasa tidak enak badan, lemah dan pu0at 3ulai merasakan pergerakan janin saat umur kehamilan * bulan, janin bergerak kuat, dan tidak nyeri saat janin bergerak Akhir-akhir ini sering A= dan beberapa hari ini sering merasakan mules dari pinggang menjalar ke depan, tapi setelah itu hilang 2elama hamil telah memeriksakan kehamilan sebanyak ) kali. 2udah mendapatkan imunisasi 44 sebanyak ' kali Do 7 =eadaan umum =esadaran 44+ Palpasi 7 4D9 ( jari di ba1ah Px ,'F 0m., pada fundus teraba bagian agak bundar, lunak, dan tidak melenting ,bokong. 7 Pada bagian kiri perut ibu teraba bagian-bagian ke0il janin, pada bagian kanan perut ibu teraba bagian yang mempunyai tahanan dan mempunyai memeanjang dari atas ke ba1ah 7 Pada bagian ba1ah peut ibu teraba bagian yang keras, bundar, melenting, serta masih dapat digoyangkan Aeopold <+ 7M Pun0tum 3aximum Drekuensi <rama =ekuatan 7 ( jari di ba1ah pusat sebelah kanan perut ibu 7 &)6x/menit 7 4eratur 7 =uat 7 =onvergen ,)/*. 7 aik 7 !omposmentis 7 4emp 7 (6,(6! Pols 7 E* x/ menit CC 7 '( x/ menit 4D 7 &'6/E6mmHg 7 *) =g 4 7 &*( 0m Aila 7 '( 0m

4 $ 7 ,4D9-&'. x &** - ,'F-&'. x &** - '6(* gram 9rine Protein dan Ceduksi 7 - ,@egatif. Hb 7 && grG 2erologi 7 H sAg, H eAg, anti H e dan H + D@A ,),*.

3asalah =ebutuhan

7 <bu menderita penyakit Hepatitis 7 Penkes tentang tanda-tanda persalinan Penkes tentang persiapan persalinan

III. 9 I:. 9 :.

DIAGNOSA POTENSIAL KEBUTUHAN SEGERA INTER:ENSI

N# Dx

Hari- Ta";;a$ $umat, '6&6 Pkl &).(6 H< 'F

T!7!a"- Kriteria 7

I"ter<e" i

$anuari4ujuan berjalan persalinan =riteria 7

=ehamilann

Ra i#"a$i a i Dengan

normal

sampai<nformasika diinformasi hasilkan ibu mengerti dengan keadaannya -Dengan -$alaskandijelaskan perubahan diharapkan fisiologis 43 <<< tentang nutrisi, olashraga ringan, istirahat, 7 -Dengan diberikan penkes diharapkan dapat dapat kehamilan megerti dan - Penkesberadaptasi pemeriksaa diharapkan

=eadaan umum ibu dann janin baik, 44+ normal

kebersihan, ibu mengerti

pemberian dan A2<, = pengetahuan pas0asalin, ibu tanda-tanda bertambah bahaya hamil 43 <<<, aktivitas seksual, kegiatan sehari-hari, pakaian, dan obatbatan/mero kok -$elaskan -Dengan tanda-tanda dijelaskan persalinan tanda-tanda persalinan diharapkan ibu mengerti - eritahu tentang persiapan kelahiran bayi -Dengan diberitahu tentang p1ersiapan persalinan diharapkan ibu menjadi - eritahu jad1al kunjungan -Dengan ulang diberitahu jad1al kunjungan ulang lebih siap

diharapkan ibu dating memeriksak an kehamilan kembali akan

:I.

IMPLEMENTASI

N# Hari- Ta";;a$ I3p$e3e"ta i Re p#" Para8 Dx $umat, 'F 3enginformasikan hasil pemeriksaan 7 <bu mengerti dengan $anuari '6&6 keadaan umum 7 baik, =esadaran 7penjelasan '(x/menit, Pols 7 E* x/menit, =g,Aila '(,* 0m . Palpasi abdomen 7 Aeopold < ,'F 0m., ,bokong. Aeopold << 7 Pada bagian kiri perut janin, ibu teraba bagian-bagian ke0il 7 4D9 ( jari di ba1ah Px pada fundus teraba bagian 7 *) yang Pkl &).(* H< 0omposmentis, temp 7 (6,(6!, CC 7diberikan

agak bundar, lunak, dan tidak melenting

pada bagian kanan perut ibu teraba bagian yang mempunyai tahanan dan mempunyai memeanjang dari atas ke ba1ah Aeopold <<< melenting, digoyangkan Aeopold <+ 7 =onvergen ,)/*. 7 Pada bagian ba1ah peut serta masih dapat ibu teraba bagian yang keras, bundar,

D$$ 7 M ,&)6x/menit. 4 $ 7 '6(* gram Pkl &).)6 H< 3enjelaskan perubahan fisiologis ;<bu mengerti penjelasan

kehamilan 43 <<< 7 perubahan yangdengan yaitu sering A=, karena rahim yang

normal terjadi pada kehamilan 43 <<<,yang diberikan semakin besar dan menekan kandung kemih, sakit pinggang yang diakibatkan tubuh menopang beban yang di depan, keputihan Pkl &).)* H< 3emberikan penkes tentang 7 -nutrisi,- <bu mengerti dengan ibu harus banyak makan makanan yangpenjelasan bergi:i, teratur, dan juga minum susudiberikan persiapan untuk tenaga, -olahraga ringan,diberikan sebaiknya ibu banyak melakukan aktivitas olahraga ringan, seperti jalan pagi untuk melemaskan otot, - istirahat, ibu harus istirahat 0ukup jangfan terlalu lelah untuk mempersiapkan tenaga persalinan, - kebersihan diri harus dijaga, pakaian dalam diganti setiap kali lembab, sering 0u0i rambut, gosok gigi setiap kali sudah makan dan sebelum tidur, - ren0anakan untuk memberikan A2< A2< pada bayi yaitu untuk setelah sebaiknya bulan, eksklusif, pula dan yang mau

untuk asupan bagi ibu dan janin, sertamengikuti saran yang

memberikan A2< saja pada bayi selama 6 ren0anakan alat pemakaian kontrasepsi

bersalin, tetapi dengan memberikan A2< eksklusif dapat dijadikan sebagai alat = alami, - tanda-tanda bahaya kehamilan

43 <<< 7 perdarahan pervaginan, sakit kepala berat, hipertensi, bengkak pada muka dan tangan, penglihatan kabur, gerakan janin berkurang atau hilang, ketuban pe0ah sebelum persalinan, -melakukan aktivitas sekual harus berhati-hati karena dapat merangsang kontraksi uterus, - lakukan pekerjaan rumah untuk menggerakkan otot-otot sekaligus sebagai olahraga ringan,n % jangan merokok dan menggunakan obatobatan sembarangan, - gunakan pakaian yang longgar, menyerap keringat, dan gunakan sepatu atau sandal yang biasa saja jangan yang bertumit Pkl &).*6 H< 3enjelaskan tanda-tanda persalinan, <bu mengerti dengan yaitu keluar lendir ber0ampur darah,penjelasan yang nyeri pinggang yang menjalar ke depan,diberikan ada keinginan untuk mengedan, ada keinginan seperti ingin A Pkl &).** H< - 3emberitahu tentang persiapan <bu mengerti dengan persalinan perlengkapan ibu dan bayi, penjelasan donor darah,diberikan yang dana,persiapan

kendaraan, penolong dan tempat bersalin, Pkl &*.66 H< pendamping persalinan, psikis 3emberitahu jad1al kunjungan ulang, Debruari '6&6 :II. E:ALUASI @o Hari/4anggal "valuasi Dx $umat, &. <bu mengerti dengan penjelasan yang diberikan 'F $anuari '6&6 '. <bu mau mengikuti saran yang diberikan Pkl &*.&6 (. <bu berjanji akan memeriksakan kehamilan kembali Paraf <bu berjanji akan

yaitu satu minggu lagi, tanggal 6dating kembali

). =eadaan umum ibu dan janin baik *. <bu sudah merasakan His palsu

BAB III PENUTUP a. Kesimpulan /. Hepatitis adalah penyakit hati kronik yang di sebabkan oleh virus yang ditandai dengan hilangnya sebagian besar fungsi hati (. -enanganan untuk mengatasi masalah pada pasien dengan Hepatitis harus dilakukan melalui tindakan kepera.atan yang berurutan dan sistematis yang terdiri dari pengkajian, perumusan masalah, diagnosa kepera.atan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi

+. -eningkatan pengetahuan penyakit, pera.atan dan pengobatan pada keluarga dan masyarakat untuk mengenal manifestasi klinik yang dialami pasien Hepatitis serta cara untuk mengatasinya. b. Saran Diharapakan mahasis.a6i agar lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya seluruh komponen proses kepera.atan seiring dengan perkembangan penemuan baru di dunia kepera.atan.