Anda di halaman 1dari 6

Kelompok 24 Aron mangatas Dan M.

Nur Fauzi

Dalam garis-garis besar haluan Negara (GBHN) dijelaskan bahwa pelaksanaan kependudukan diarahkan pada pengembangan penduduk sebagai sumber daya manusia, agar menjadi kekuatan pembangunan bangsa yang efektifdan bermutu dalam rangka mewujudkan baku mutu kehidupaan masyarakat yang senantiasa meningkat. Dengan demikian penduduk adalah sumber daya yang bias dikembangkan lebih lanjut, atau dengan kata lain kualitasnya bisa terus ditingkatka, melalui pembangunan Disini terdapat suati hubungan timbal balik kualitas penduduk tingkat keberhasilan pembangunan.

prosesnya berlangsung pada saat yang bersamaan.


Pembangunan tak lain sebagai upaya meningkatkan kualitas penduduk, sedangkan kualitas penduduk yang semakin membaik akan berpengaruh pada asklerasi pembangunan.

Meskipun penduduk itu merupakan sumber daya yang paling pokok dalam pembangunan, pertumbuhannya perlu dikendalikan, yakni sebagai langkah menuju perbaikan kualitas.

menekan angka kelahiran, melalui program keluarga berencana (KB).

1971-1980, laju pertumbuhan penduduk secara nasional masih tergolong tinggi, 23persen per tahun. Sedangkan pada pelita V laju pertumbuhan penduduk nasional ditargetkan sebesar 1,9 persen per tahun.

Hasil sensus penduduk pada tahun 1990 telah membuktikannya. puncak keberhasilan dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, yakni tatkala zero population growth (pertumbuhan penduduk nol) telah tercapai.

Salah satu tolak ukur tingkat keberhasilan pembangunan sekaligus menunjukan pertumbuhan dan perkembangan kualitas dan kuantitas penduduk pada tahun 1930 dengan jumblah penduduk yang tercatat 70.7 juta jiwa pada tahun 1961, denagn jumlah penduduk 147,5 juta jiwa tahun 1985 mencatat jumlah penduduk sebesar 164 juta jiwa 1990 penduduk tercatat sebanyak 178 juta jiwa.

merupakan sensus yang terbesar, mengingat jumlah petugas pencatat sebanyak 400 ribu orang, dengan besarnya anggaran yang dikeluarkan sebesar 42 milyar rupiah Data data sensus merupakan evaluasi mengenai pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Data-data tersebut sangan berguna untuk menetapkan target selanjutnya.

Data sensus juga akan mencatat, berapa rata-rata penghasilan rumah tangga perbulan atau per-tahun Data terakhir bisa digunakan sebagai bahan untuk membangun unit-unit rumah bedasarkan type dan harganya Hasil sensus juga member ratio antara jumlah penduduk dengan bebagai fasilitas seperti sekolah, rumah sakit, puskesmas, tempat hiburan, dan sebagainya Dari data-data tersebut dapat diketahui mengenai perbaikan kualitas penduduk, yakni dengan cara membandingkan dengan hasil sensus sebelumnya Pertumbuhan penduduk dalamperiode tertentu juga bisa diketahui bedasarkan data hasil sensus

Secara keseluruhan data hasil sensus akan menunjukan kuantitas dan kualitas penduduk secara nasional, per profinsi, per kabupaten, hingga per desa/kelurahan. Dari hasil sensus bisa diketahui , wilayah mana saja yang kelebihan dan kekurangan penduduk, baik secara kuantititas maupun kualitas. Dimana data tersebut merupakan bahan untuk membuat perencanaan pembangunan wilayah atau nasional.

Pembangunan senantiasa berupaya meningkatkan kualitas penduduk atau sumberdaya manusia. Untuk into pengendalian kualitas penduduk merupakan kunci pokok. Jika jumlah penduduk itu tak terkendali, maka akan berperan sebagai faktor penghambat dalam asklerasi pembangunan.

Pengendalian jumlah penduduk tersebut dilaksanakan melalui upaya penurunan tingkat kelahiran dan program kependudukan lainnya

Tingkat kelahiran yang tinggi akan menyebabkan piramida penduduk berbentuk kerucut penduduk berusia muda merupakan bagian terbesar. Dengan demikian, jumlah penduduk usia non produktif cukup besar, yang menyebabkan angka ketergantungan yang tinggi perlu ada kesesuaian antara kualitas penduduk dengan tempat tinggalnya (habitat). Kuantitas dan kualitas penduduk yang ideal merupaka faktor penentu dalam pembangunan suatu wilayah. Distribusi yang tidak merata akan menyebabkan terhambatnya pengelolaan sumber adaya alam.