Anda di halaman 1dari 2

Tugas Filsafat Ilmu Nama Prodi Ruang / no.

absen : Dwi Ratna Adisty : Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin : RK Interna / 32

Bagaimana seharusnya pola pikir seorang dokter ? Seorang do ter dalam men!alan an "ro#esinya dituntut untu da"at mengambil e"utusan lini yang terbai . Clinical reasoning skills "erlu dimili i seorang do ter untu mengelola "asien. Setia" e"utusan linis harus didasar an "ada alasan$ alasan yang diterima a al dengan didasar an "ola "i ir evidence-based medicine. Seorang do ter harus mam"u ber"i ir se%ara ritis dan mengguna an etram"ilan clinical reasoning yang dimili i untu memberi an e"utusan. &lini%al reasoning menurut 'ro(e )2**2+ meru"a an "roses ogniti# yang ter!adi "ada saat berbagai in#ormasi yang diterima oleh do ter melalui anamnesis, "emeri saan #isi , diintegrasi an dengan "engetahuan dan "engalaman yang telah dimili i sebelumnya emudian diguna an untu mengambil e"utusan linis dengan membuat diagnosis dan menatala sana masalah "asien. &lini%al reasoning dibagi men!adi forward dan backward clinical reasoning menurut -eullens )2**.). Forward clinical reasoning adalah "roses untu meneta" an hi"otesis berdasar an in#ormasi yang ada dan mela u an lang ah$lang ah menginter"eretasi, menganalisis dan menge(aluasi data, yang emudian menari esim"ulan dan mengambil e"utusan diagnosis. Seluruh lang ah yang dila u an do ter tersebut meru"a an lang ah seorang yang ber"i ir ritis . Sedang an backward clinical reasoning adalah mengung a" an data berdasar an hi"otesis, metode ini lebih mengede"an an intuisi dibanding ber"i ir se%ara ritis dan lebih sering dila u an oleh "emula. /enurut 0(a ) 2**1 + clinical reasoning !uga dibeda an men!adi analiti dan non$ analiti . Proses analiti meru"a an "roses "enalaran dengan mela u an analisis se%ara %ermat untu mengethui hubungan antara tanda dan ge!ala dan diagnosis yang ditega an. Sedang an "roses non$analiti tida mebutuh an "enalaran sama se ali yang di enal dengan "engenalan tanda. Dengan mengguna an "engalaman sebelumnya , eti a seorang do ter menemu an ge!ala atau tanda yang sama dia a an mengambil e"utusan yang sama dengan yang "ernah dila u an. Sehingga da"at disim"ul an bahwa sebenarnya sebagai seorang do ter eti a mela u an clinical reasoning diguna an "roses "enalaran analiti dan !uga intuiti#. Seorang do ter yang masih "emula belum memili i "engalaman luas tentunya dituntut untu meme%ah an masalah se%ara analitis arena belum mam"u mengguna an "engenalan tanda dengan bai . Sema in banya asus yang ditemui dan di"ela!ari, ma a a an sema in banya tanda yang a an di enali dan a an mem"ermudah "enera"an "engenalan tanda. Sayangnya seorang do ter yang sudah ber"engalaman a hirnya a an lebih mengguna an "engenalan tanda dibading an ber"i ir ritis. 2al tersebut da"at dima lumi arena dalam men!alan an "ro#esinya seorang do ter dituntut untu %e"at bertinda dan dibatasi oleh wa tu. A an teta"i dalam menera" an "engenalan tanda, do ter diharus an untu lebih berhati$hati arena

terda"at (ariasi yang besar antar indi(idu "asien sehingga "roses "engenalan tanda a an memili i resi o yang besar ter!adi esalahan dalam memgambil e"utusan linis.