Anda di halaman 1dari 3

III.

2 Mekanisme Pertahanan Paru Permukaan paru yang luas hanya dipisahkan oleh membran tipis dari sistem sirkulasi, secara teoritis mengakibatkan seseorang rentan terhadap invasi benda asing dan bakteri yang masuk bersama udara inspirasi, tetapi saluran respirasi bagian bawah adalah steril. Terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang mempertahankan sterilitas itu, yaitu penyaringan udara, pembersihan mukosiliaris, refleks batuk, refleks bersin, refleks menelan dan refleks muntah, refleks bronkokonstriksi, makrofag alveolus dan ventilasi kolateral. Penyaringan udara merupakan mekanisme pertahanan paru yang dilakukan oleh bulu hidung sebagai benteng pertahanan pertama. Bulu hidung menyaring partikel berukuran ! um sehingga partikel tersebut tidak dapat mencapai alveolus. "dara yang mengalir melalui nasofaring sangat turbulen sehingga partikel yang lebih kecil #$%! um& akan terperangakap dalam sekresi nasofaring. Pembersihan mukosiliaris, dibawah laring,eskalator mukosiliaris akan men'ebak partikel ( partikel debu yang terinhalasi dan berukuran kecil serta bakteri yang melewati hidung akan terus menerus membawa partikel dan bakteri tersebut ke arah atas sehingga bisa ditelan atau dibatukkan. )erakkan siliaris dihalangi oleh keadaan dehidrasi, konsentrasi *2 yang tinggi, merokok, infeksi, obat anestesi dan meminum etil alkohol. +efleks batuk merupakan refleks normal yang berfungsi untuk melindungi paru%paru dari aspirasi, beker'a membersihkan 'alan nafas yang kuat untuk mendorong sekresi ke atas sehingga dapat ditelan.dengan menggunakan tekanan tinggi, udara yang mengalir dengan kecepatan tinggi yang akan membantu ker'a dari mukosiliaris bila mekanisme ini beker'a secara berlebihan atau tidak efektif. ,amun, di bawah tingkat segmen pohon trakeobrankhial, refleks batuk men'adi tidak efektif, sehingga diperlukan ker'a mukosiliaris atau drainase postural. +efleks batuk ini memerlukan peran laring. Meskipun laring terutama dianggap berhubungan dengan fungsi fonasi tapi fungsinya sebagai oragan pelindung 'uga sangat penting. Mekanisme batuk terdiri dari - fase yaitu fase inspirasi, fase kompresi dan fase ekspirasi. Batuk bermula dari masuknya se'umlah udara lalu glotis akan menutup menyebabkan tekanan didalam paru

akan meningkat yang pada akhirnya akan ter'adi pembukaan glotis secara tiba%tiba dan eskpirasi se'umlah udara dengan kecepatan tertentu. .ase inspirasi dimulai dengan inspirasi singkat dan cepat dari se'umlah besar udara, pada saat ini glotis secara refleks sudah terbuka, udara yang diinpirasi bervariasi. .ase kompresi ter'adi dimana glotis akan menutup selama /,2 detik, pada fase ini tekanan paru dan abdomen meningkat sampai !/ ( $// mm0g. Tertutupnya glotis merupakan ciri khas batuk yang membedakannya dengan manuver ekpirasi paksa lain karena menghasilkan tenaga yang berbeda. 1i pihak lain batuk 'uga dapat ter'adi tanpa penutupan glotis. .ase ekpirasi dimulai dengan udara yang keluar dan menggetarkan 'aringan saluran nafas sehingga menimbulkan suara batuk. +efleks batuk terdiri dari ! komponen utama2 yaitu reseptor batuk, serabut saraf aferen, pusat batuk, susunan saraf eferen dan efektor. Batuk bermula dari suatu rangsang pada reseptor batuk. +eseptor ini berupa serabut saraf non mielin halus yang terletak baik di dalam maupun di luar rongga toraks. 3ang terletak di dalam rongga toraks antara lain terdapat di laring, trakea, bronkus dan di pleura. 4umlah reseptor akan semakin berkurang pada cabang% cabang bronkus yang kecil, dan se'umlah besar reseptor didapat dilaring, trakea, karina dan daerah percabangan bronkus. +eseptor 'uga terdapat di telinga, lambung, hilus, sinus paranasalis, perikardial dan diafragma. 5erabut aferen terpenting ada pada cabang nervus 6agus, yang mengalirkan rangsang dari laring, trakea, bronkus, pleura, lambung dan 'uga rangsang dari telinga melalui cabang 7rnold dari n. 6agus. ,ervus trigeminus menyalurkan rangsang dari sinus paranasalis, nervus glosofaringeus menyalurkan rangsang dari faring dan nervus frenikus menyalurkan rangsang dari perikardium dan diafragma. +efleks Bersin dipicu oleh iritasi pada dinding nasal cavity akibat partikel yang dianggap toksik, iritan kimia, atau stimulasi mekanik. )lotis tertutup ketika paru%paru penuh oleh udara. *tot perut dan otot internal interkostal berkontraksi mendadak, menciptakan tekanan yang mendorong udara keluar dari saluran pernapasan ketika glotis terbuka. "dara yang keluar dari laring berkecepatan $8/ km9'am membawa mukus, partikel asing, dan gas

iritan keluar dari saluran pernapasan memalui hidung. +efleks menelan atau muntah akan mencegah masuknya makanan atau cairan ke saluran pernafasan. +efleks bronkokonstriksi merupakan respon untuk mencegah iritan terinhalasi dalam 'umlah besar, seperti debu atau aerosol, beberapa penderita asma memiliki 'alan nafas hipersensitif yang akan berkontraksi setelah menghirup udara dingin, parfum, atau bau menyengat. Makrofag alveolus merupakan pertahanan utama pada tingkat alveolus #tidak terdapat epitel siliaris&2 bakteri dan partikel ( partikel debu difagosit, ker'a makrofag dihambat oleh merokok, infeksi virus, kortikosteroid dan beberapa penyakit kronik. Makrofag alveolar merupakan sel fagositik dengan sifat dapat bermigrasi dan aktivitas en:imatik yang unik. 5el ini bergerak bebas pada permukaan alveolus dan meliputi serta menelan bakteri atau benda asing. 5esudah partikel mikroba tertelan, metabolit ( metabolit *2 akan aktif kembali, seperti hidrogen peroksida di dalam makrofag, akan membunuh dan mencerna mikroorganisme tersebut tanpa menyebabkan reaksi peradangan yang 'elas. Partikel debu atau mikroorganisme ini kemudian diangkut oleh makrofag ke pembuluh limfe atau ke bronkiolus tempat mereka akan dibuang oleh eskalator mukosiliaris. Makrofag alveolar dapat membersihkan paru dari bakteri yang masuk sewaktu inspirasi dengan kecepatan yang menak'ubkan. Menelan etil alkohol, merokok dan pemakaian obat ( obat kortikosteroid akan mengganggu mekaniame pertahanan ini. 6entilasi kontralateral melalui pori ( pori ;hon yang dibantu oleh nafas dalam akan mencegah atelektasis. Pori ( pori ;hon akan memungkinkan hubungan atau aliran udara antar sakus alveolaris terminalis. 7lveolus dilapisi oleh :at lipoprotein #surfaktan& yang dapat mengurangi tegangan permukaan dan resistensi terhadap pengembangan pada waktu inspirasi, dan mencegah kolap waktu ekspirasi. 5urfaktan disintesis secara cepat , sehingga bila aliran darah ke paru terganggu, 'umlah surfaktan akan berkurang. Produksi surfaktan dirangsang oleh ventilasi aktif, volum tidal yang memadai, hiperventilasi periodic #cepat dan dalam& yang dicegah oleh konsentrasi *2 pada udara yang diinspirasi. Pemberian *2 yang tinggi akan menurunkan produksi surfaktan dan menyebabkan kolaps alveolar.