Anda di halaman 1dari 9

Tanggal Praktikum Dosen Pembimbing

: 11 September 2012 : drh Isdoni B. Mbiomed

Kelompok Praktikum : A3

SUSUNAN SYARAF PUSAT I (Fungsi Bagian-bagian dari Otak Katak)

Anggota kelompok: 1. Imam Turmudzi 2. Edwin Novriansyah 3. Sigit Imam Putra 4. Dwiki Nurcahya 5. Atikah Ayu Arum 6. Hevirona Bani Adam (D14110019) (D14110020) (D14110023) (D14110024) (D14110025) (D14110027) ( ( ( ( ( ( ) ) ) ) ) )

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITU PERTANIAN BOGOR 2012

PENDAHULUAN

A. Tujuan Untuk mengetahui fungsi fungsi saraf pusat pada hewan dengan cara membandingkan antara katak normal dan katak yang telah dihilangkan bagian bagian sistem saraf pusatnya seperti serebrum, medula oblongata kemudian mengamati reaksi yang timbul.

B. Dasar Teori Tiap bagian susunan syaraf pusat mempunyai fungsi tertentu. Dengan merangsang (fasilitasi) atau menghambat (inhibisi) bagian-bagian tertentu dari otak dan kemudian mengamati reaksi-reaksi yang timbul, dapat diambil kesimpulan yang tepat mengenai fungsi bagian-bagian tertentu. Katak deserebrasi adalah katak yang telah dihilangkan serebrumnya. Katak spinal adalah katak yang tinggal memiliki medula spinalis.

METODE

A. Alat dan Bahan Katak Alat diseksi Skapel Gunting Pinset Baskom berisi air Arloji

B. Prosedur Kerja 1. Sikap badan (posture), deskripsikan ! 2. Gerakan-gerakan spontan, apakah katak bergerak secara spontan (tanpa dirangsang) ? 3. Keseimbangan badan (reflek bangkit), letakkan katak pada punggungnya. Apakah katak segera bangkit atau tidak ? 4. Kemampuan berenang, deskripsikan ! 5. Frekuensi nafas (amati gerakan-gerakan bagian dasar mulut). 6. Frekuensi denyut jantung (amati gerakan-gerakan lembut pada bagian sentral di sebelah posterior garis yang menghubungkan kedua kaki depan jika diregangkan). A. Deserebrasi. Dengan gunting runcing yang tajam, potonglah dengan cepat otaknya melintang sepanjang garis yang menghubungkan tepi-tepi anterior dari kedua gendang telinga (membran tympani yang terletak di belakang dan di bawah kedua mata). Tunggulah 5 menit agar katak bebas dari keadaan shock, kemudian catatlah reaksi-reaksi seperti pada A, pemotongan itu biasanya anterior dari talamus. B. Katak spinal. Rusakkan serebelum dan medula oblongata dengan menusukkan jarum penusuk otak kira-kira 1-1,25 cm, ke belakang dari tempat pemotongan terakhir. Putarkan kawatnya untuk merusakkan tenunan sarafnya. Berikan waktu 5 menit untuk kembali dari shock dan catat reaksi-reaksinya lagi.

TINJAUAN PUSTAKA Sistem saraf merupakan suatu pusat jaringan komunikasi penghubung yang serasi antara tubuh dan lingkungan dalam melaksanakan berbagai aktivitas semua makhluk hidup, baik fungsi refleks yang sederhana sampai yang kompleks, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Sistem saraf mengatur aktifitas tubuh dengan cepat. Sistem saraf terbagi atas dua kelompok besar, yaitu sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan medula spinalis, dan sistem saraf perifer yang terdiri dari saraf somatik dan saraf otonom (Cahyanti, 2005).

Gambar 1. Otak dan bagian-bagiannya Sumber : http://lomboksehat.blogspot.com, 2012 Menurut Mustika (2006) otak merupakan gumpalan bubur kental berlekuk-lekuk dengan warna kelabu kemerahan yang dilindungi tempurung kepala yang tebal dan kuat serta beberapa selaput dan cairan yang merupakan bantalan pereda goncangan. Otak menurut Retnowati (2006) adalah tempat integrasi refleks-refleks untuk

mempertahankan lingkungan dalam dan sumber beberapa hormon dan tempat integrasi semua informasi sensorik. Aji (2007) mengemukakan bahwa struktur anatomi otak dibagi menjadi hindbrain (rhombenchephalon) terdiri atas medula oblongata, pons, dan cerebellum; forebrain terdiri atas diencephalon, telencephalon (cerebrum) dan sumsum punggung (medula spinalis). Berdasarkan srukturnya, fungsi otak secara umum berkaitan dengan fungsi vital somatik, otomomik, reflek, dan suatu fungsi vegetatif agar dapat bertahan hidup dan memelihara kehidupan.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil pengamatan


1 Sikap badan 2 3 4 Kemampuan berenang 5 Frekuensi napas 63/1 menit 14/1 menit Tidak ada 6 Frekuensi denyut jantung Tidak terlihat Tidak terlihat 39/1 menit

Gerakan Keseimbangan spontan (bangkit)

Katak normal Katak deserebrasi Katak spinal

Normal

Cepat

Cepat

Cepat

Normal

Cepat Tidak ada

Cepat

Cepat

Lemas

Tidak ada

Tidak ada

Fungsi dari serebrum adalah untuk mengatur pernapasan dan panca indera. Sedangkan fungsi dari serebelum adalah untuk mengatur sikap badan, gerakan spontan, dan keseimbangan. Dan yang terakhir fungsi dari medula spinalis adalah untuk mengatur frekuensi denyut jantung. B. Pembahasan Pada praktikum fisiologi hewan pertama ini, kita membahas mengenai susunan syaraf pusat khususnya fungsi-fungsi bagian otak katak(SSP I). Pengamatan dilakukan terhadap katak normal, katak decerebrasi, dan katak spinal. Akan tetapi katak yang digunakan harus sama untuk masing-masing pengamatan. Pengamatan pertama dilakukan pada katak normal, dimana kita belum melakukan pembedahan apapun. Didapat hasil pengamatan berupa sikap badan yang masih dalam kondisi normal dan katak dapat melompat dengan lincah. Untuk melihat keseimbangan katak normal, badan katak dapat dimiringkan maka akan terlihat mudah dan katak dapat kembali ke posisinya. Katak kemudian dimasukkan kedalam baskom yang berisi air, katak dengan lincahnya akan berenang menuju ke dinding baskom tersebut. Pengamatan selanjutnya adalah frekuensi nafas dengan melihat gerakan di bagian dasar mulut didapat frekuensi nafas sebanyak 63 kali/menit. Frekuensi denyut jantung tidak terlihat

karena pada saat mengamati titik denyutnya sulit ditemukan. Dilihat dari keseluruhan hasil pengamatan pada katak normal ini dapat diketahui bahwa katak masih memiliki bagian-bagian otak yang sempurna dan utuh. Artinya bagian-bagian otak masih berfungsi dengan baik. Pengamatan kedua dilakukan pada katak decerebrasi (cerebrumnya telah hilang) dengan cara memotong secara cepat otak yang berada dibelakang dan di bawah kedua mata. Secara sekilas tidak ada perbedaan yang begitu mencolok dengan katak pada saat keadaan normal. Namun setelah menunggu sekitar 5 menit, sehingga katak terlepas dari keadaan shock maka akan tampak perbedaan pada postur badan katak tersebut. Perut katak akan mengempis dengan seketika. Akan tetapi katak masih dapat melompat. Bila katak dimiringkan maka katak dapat kembali ke posisinya. Kemampuan katak untuk berenang masih normal terlepas dari keadaan habisnya darah karena cerebrum yang di hilangkan. Pengamatan selanjutnya adalah frekuensi nafas didapat 14 kali/menit. Frekeunsi denyut jantung sulit terlihat. Dilihat dari keseluruhan hasil pengamatan pada katak deserebrasi ini dapat diketahui bahwa katak mengalami penurunan frekuensi pernafasan akibat dari hilangnya cerebrum (otak besar) katak. Pengamatan selanjutnya adalah pada katak spinal. Pembedahan dilakukan dengan cara mengorek serebellum dan medulla oblongata ke kiri dan ke kanan. Katak langsung menunjukkan perubahan yang drastis. Tanpa harus menunggu waktu shocknya, katak langsung tergulai lemah. Bahkan untuk sesaat akan terlihat seperti mati. namun setelah beberapa lama katak tampak memberikan sedikit respon berupa gerakan pada kaki. Bila dimasukkan ke dalam baskom yang berisi air maka katak tampak akan tenggelam. Semua hasil pengamatan ini berkaitan dengan rusaknya serebellum dan medulla oblongata. Serebellum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Menurut Aji, (2009) Serebellum pada katak mereduksi, karena aktivitas otot relative berkurang. Sumsum tulang belakang (medulla oblongata) berfungsi menghantarkan impuls yang datang dari medulla spinalis menuju ke otak. Sumsum lanjutan juga mempengaruhi refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi juga mengatur gerak refleks lainnya.

KESIMPULAN Setelah melakukan percobaan dengan mengamati reaksi yang timbul pada katak yang diberi perlakuan berbeda terlihat bahwa fungsi serebrum adalah kesadaran, gerakan spontan, posisi istirahat, dan rasa nyeri. Fungsi medulla oblongata adalah sebagai pengendali pernafasan. Serebellum berperan dalam keseimbangan. Sedangkan Medulla spinalis berperan dalam refleks.

DAFTAR PUSTAKA Aji, Bayu Wibowo. 2007. Kajian histomorfologi otak tikus putih pada kondisi hiperglikemia dan pemberian vitamin E. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Cahyanti, Nirma. 2005. Pola distribusi serabut saraf dari percabangan Plexus brachialis pada kambing. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mustika, Fika Dewi. 2006. Karakteristik emulsifier dalam minyak otak sapi hasil proses degumming dengan jumlah penambahan asam sitrat yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Retnowati, Ari. 2006. Karakteristik emulsifier dari otak sapi yang diekstrak dengan menggunakan pelarut yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan. Bogor.

LAMPIRAN