Anda di halaman 1dari 3

1.

1 Pengertian Ekualisasi
Equalisasi bukan merupakan suatu proses pengolahan tetapi merupakan suatu cara/
teknik untuk meningkatkan efektivitas dari proses pengolahan selanjutnya. Keluaran dari bak
equalisasi adalah adalah parameter operasional bagi unit pengolahan selanjutnya seperti
aliran, level/ derajat kandungan polutan, temperatur, padatan.
Bak Ekualisasi adalah bak yang berfungsi untuk menampung air sebelum dilakukan
pengolahan lebih lanjut. Bak Equalisasi ini dimaksudkan untuk menangkap benda kasar yang
mudah mengendap yang terkandung dalam air baku, seperti pasir atau dapat juga disebut
partikel diskret. Penggunaan unit Equalisasi selalu ditempatkan pada awal proses pengolahan
air, sehingga dapat dicapai penurunan kekeruhan. Equalisasi merupakan bak pengendapan
material pasir dan lain-lain yang tidak tersaring pada screen, serta merupakan pengolahan
fisik yang kedua.
Bak Equalisasi pada umumnya berbentuk segi empat dan melingkar. Pada unit ini,
pengendapan secara gravitasi dan tidak ada penambahan bahan kimia.Bak ini digunakan
untuk mengatasi adanya masalah operasional, adanya variasi debit dan menangani adanya
masalah penanganan kualitas limbah cair yang akan masuk ke unit-unit pengolahan limbah
(Saraswati, 1996). Untuk perencanaan diperlukan sekali data mengenai debit minimal, debit
rata-rata, debit puncak (Metcalf and Eddy, 1997).


1.2 Tujuan Proses Equalisasi
Tujuan proses equalisasi adalah untuk meminimkan atau mengontrol fluktuasi dari
karakteristik air limbah yang diolah agar memberikan kondisi optimum pada proses
pengolahan selanjutnya. Ukuran dan tipe bak equalisasi tergantung pada kuantitas limbah
dan perubahan aliran limbah. Bak Equalisasi harus berukuran cukup untuk mengurangi
fluktuasi limbah yang disebabkan oleh perubahan program rencana produksi dan untuk
mengurangi konsentrasi secara periodik pada bak pengumpul atau saluran.

Tujuan proses equalisasi untuk mengolah limbah industri adalah :
1. Mengurangi fluktuasi bahan organik yang diolah untuk mencegah shock loading
pada proses biologis.
2. Mengontrol pH atau meminimumkan kebutuhan bahan kimia yang diisyaratkan
untuk proses netralisasi.
3. Meminimumkan aliran pada proses pengolahan fisik kimia dan mengetahui rata-
rata kebutuhan bahan kimia.
4. Memberikan kapasitas untuk mengontrol aliran limbah.
5. Mencegah tingginya konsentrasi bahan berbahaya yang masuk pada proses
pengolahan biologis.
Pencampuran selalu diberikan pada proses equalisasi dan untuk mencegah
pengendapan zat padat pada dasar bak. Pada proses pencampuran, oksidasi dapat
mengurangi bahan organik atau BOD oleh udara dalam air limbah dari proses pencampuran
dan aerasi. Metode yang digunakan pada proses pencampuran antara lain :
1. Distribution of inlet flow and baffle
2. Turbine mixing
3. Diffused Air Aeration
4. Mechanical Aeration
Power yang dibutuhkan apabila menggunakan surface aerator sebesar 15 20
hp/million galon ( 0.003 0.004 Kw/m
3
). Udara yang dibutuhkan untuk diffuser air aerator
sebesar 0.5 ft
3
udara/ gal air buangan.
Bak Equalisasi di desain untuk menyamakan aliran, konsentrasi atau keduanya. Debit
atau aliran dan konsentrasi limbah yang fluktuatif akan disamakan debit dan konsentrasinya
dalam bak equalisasi, sehingga dapat memberikan kondisi yang optimum pada pengolahan
selanjutnya.

1.3 Fungsi Bak equalisasi
1. Membagi dan meratakan volume pasokan (influent) untuk masuk pada proses treatment.
2. Meratakan variabel & fluktuasi dari beban organik untuk menghindari shock loading
pada sistem pengolahan biologi
3. Meratakan pH untuk meminimalkan kebutuhan chemical pada proses netralisasi.
4. Meratakan kandungan padatan (SS, koloidal dan lain sebagainya) untuk meminimalkan
kebutuhan chemical pada proses koagulasi dan flokulasi.Sehingga dilihat dari fungsinya
tersebut, unit bak equalisasi sebaiknya dilengkapi dengan pengaduk, atau secara
sederhana konstruksi/ peletakan dari pipa inlet dan outlet diatur sedemikian rupa
sehingga menimbulkan efek turbulensi. Idealnya pengeluaran (discharge) dari equalisasi
dijaga konstan selama periode 24 jam, biasanya dengan cara pemompaan maupun cara
cara lain yang memungkinkan.