Anda di halaman 1dari 10

1.

Seorang wanita 60 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada, keluar keringat dingin, dan
perasaan mau pingsan. Untuk memfokuskan keluhan klien, sebagai perawat, apa yang perlu dikaji
pada wanita tersebut ?
a. Foto rontgent d. Lama dan karakteristik nyeri
b. Urine produksi e. Hasil pemeriksaan laboratorium
c. Hasil pemeriksaan USG
2. Seorang wanita 50 tahun MRS dengan keluhan nyeri dada sejak subuh setelah bangun tidur.
Nyeri hilang timbul setiap 20 menit, dan bertambah berat setelah makan. Dari hasil pemeriksaan
disimpulkan pasien menderita Angina Pektoris. Apa faktor pencetus penyakit klien ?
a. Emosi d. Paparan dingin
b. Stress psikis e. Aktivitas makan
c. Aktivitas fisik
3. Seorang laki-laki 56 tahun MRS dengan diagnose Penyakit Jantung Koroner. Hasil pemeriksaan
ST elevasi, kolesterol total 350 mg/dl, RR 34x/mnt, TD 100/70 mmHg, N 88x/mnt, akral dingin.
Apa faktor resiko penyakit jantung koroner pada klien ?
a. Stress d. Kurang gerak
b. Merokok e. Hiperkolesterolemi
c. Hipertensi
4. Seorang laki-laki 56 tahun MRS dengan keluahan nyeri dada menjalar ke leher dan tembus
punggung sejak 40 menit yang lalu, keluar keringat dingin, sesak, gelisah. Hasil pemeriksaan ST
elevasi di area inferior, RR 34x/mnt, TD 100/70 mmHg, N 88x/mnt, akral dingin, CRT 4 dtk,
sianosis. Klien didiagnosa Penyakit Jantung Koroner. Apa jenis penyakit jantung koroner yang
terjadi pada klien?
a. Angina pectoris tidak stabil d. Infark miokard akut
b. Angina variant/prinzmetal e. Old miokard infark
c. Angina pectoris stabil
5. Seorang laki-laki 56 tahun MRS dengan keluhan nyeri dada tembus punggung sejak 1 jam yang
lalu. Klien memegangi dadanya, ekspresi wajah kesakitan, keluar keringat dingin, gelisah. Hasil
pemeriksaan ST elevasi , RR 26x/mnt, TD 100/70 mmHg, N 88x/mnt, akral dingin. Apa masalah
keperawatan yang terjadi pada klien ?
a. Gangguan rasa nyaman (nyeri) d. Penurunan curah jantung
b. Gangguan perfusi jaringan e. Kecemasan
c. Gangguan pertukaran gas
6. Seorang pasien laki-laki berumur 48 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Nyeri
terjadi saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat. Diagnosa Medis Angina Pektoris Stabil. Saat
ini pasien dianjurkan untuk istirahat total. Apa rasional tindakan istirahat pada kasus di atas ?
a. Mengurangi kemampuan kontraksi jantung d. Mengurangi nyeri dada
b. Mengurangi kecemasan pasien e. Mengurangi aktivitas
c. Mengurangi konsumsi oksigen
7. Seoarang laki-laki 50 tahun, datang ke RS dirujuk dokter praktek dengan diagnosa Infark
Miokard Akut. Di rumah sakit telah dilakukan tindakan keperawatan untuk mengurangi nyeri
dada pasien. Untuk menentukan keberhasilan intervensi keperawatan, diperlukan indikator.
Apakah kriteria hasil yang diterapkan pada kasus tersebut ?
a. Menunjukkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas
b. Menunjukkan kestabilan pernapasan dan suhu tubuh
c. Menunjukkan menurunnya ketegangan dan rileks
d. Menunjukkan keterampilan pemecahan masalah
e. Menunjukkan pemahaman rencana tindakan
8. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, datangberobat ke RS dengan keluhan kelelahan , badan
bengkak, hasil pemeriksaan didapatkan odema seluruh tubuh, RR 24x/mnt, tampak kelelahan,
keluar keringat dingin. Apa kemungkinan penyakit yang diderita klien ?
a. Angina pectoris d. Gagal jantung kanan
b. Gagal jantung kiri e. Gagal jantung kongestif
c. Infark miokard akut
9. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, datang berobat ke RS dengan keluhan kelelahan, badan
bengkak, hasil pemeriksaan didapatkan odema seluruh tubuh (derajat 2), RR 24x/mnt, keluar
keringat dingin, aktivitas klien dilakukan di tempat tidur dengan bantuan penuh, dan klien selalu
melakukan aktivitas ringan. Menurut NYHA klien tersebut termasuk dalam klasifikasi fungsional
derajat berapa ?
a. I b. II c. III d. IV e. V
10. Seoarng laki-laki berumur 50 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan sesak napas, mual, tidak
ada nafsu makan, perut sebah serta kaki dan tangan bengkak. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan :
TD 110/60 mmHg, N 60x/mnt, RR 35x/mnt, ronkhi (+),

(+), sianosis, JVP 5cm

O,
hepatomegali, dan odema. Diagnosa medis Congestive heart. Apakah masalah keperawatan
utama yang terjadi pada klien ?
a. Gangguan keseimbangan cairan d. Gangguan rasa nyaman
b. Gangguan kebutuhan nutrisi e. Intoleransi aktivitas
c. Penurunan curah jantung
11. Seoarang laki-laki berumur 55 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan mual, tidak ada nafsu
makan, perut sebah dan tubuh bengkak. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan: JVP 5cm

O,
hepatomegali ascites, oedem, anasarka dan akral dingin. Apa intervensi keperawatan utama yang
dilakukan pada klien ?
a. Pembatasan cairan d. Menimbang berat badan
b. Memberikan oksigen e. Latih aktivitas sehari-hari
c. Sering mengubah posisi
12. Seorang wanita berumur 50 tahun kiriman Puskesmas masuk rumah sakit dengan diagnose
Decompensatio Cordis Sinistra. Klien mengalami sesak dan perawat sudah mengatur klien dalam
posisi semi fowler. Apakah tujuan posisi semi fowler pada klien ?
a. Meningkatkan perfusi jaringan d. Meningkatkan rasa nyaman
b. Menurunkan beban metabollik e. Menurunkan oedem paru
c. Meningkatkan curah jantung
13. Seorang wanita berumur 50 tahun telah dirawat selama 7 hari di RS dengan diagnosa Gagal
Jantung Kongestif. Klien diperbolehkan pulang. Apa HE yang diberikan kepada klien dan
kelurganyasebelum keluar dari rumah sakit ?
a. Istirahat total d. Tingkatkan intake nutrisi
b. Massage rutin e. Penuhi cairan 2 liter/hari
c. Diet rendah garam
14. Seorang laki-laki berumur 50 tahun MRS dengan keluhan nyeri kepala bagian belakang, tidak
kuat berdiri, rasa seperti mau pingsan, mimisan, mual. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tensi
200/110 mmHg. Diagnosa Medis Hipertensi. Apa jens hipertensi yang terjadi pada klien ?
a. Hipertensi renal d. Hiprtensi sekunder
b. Hipertensi esensial e. Hipertensi encephalopathi
c. Hipertensi maligna
15. Seorang wanita 60 tahun, MRS kiriman Puskesmas dengan diagnose Hipertensi, didapatkan
kesadaran menurun, tensi 290/150 mmHg, nadi 115x/mnt dan ireguler. Apa kategori hipertensi
pada klien ?
a. Pre hipertensi d. Hipertensi stage 1
b. Hipertensi sistolik e. Hipertensi berat
c. Hipertensi diastolik
16. Seorang wanita 40 tahun, memeriksakan diri ke Puskesmas karena merasakan badannya lemah
dan pening setelah membersihakn rumah. Hasil pemeriksaan fisik didaptkan tensi 190/120
mmHg. Apa tindakan utama yang dilakukan pada klien ?
a. Modifikasi gaya hidup d. Diet rendah garam
b. Pemberian obat-obatan e. Bio feedback
c. Olah raga dan yoga
17. Seorang wanita 28 tahun, saat ini sedang hamil anak kedua, datang ke poli kandungan karena
kaki bengkak, sering ngongsrong, dan sakit kepala. Hal yang sama juga terjadi ketika hamil anak
pertama. Dokter mendiagnosa hipertensi dan pre eklampsia. Apa faktor penyebab hipertensi pada
klien?
a. Kelebihan cairan d. Faktor genetik
b. Penyakit jantung e. Kehamilan
c. Gangguan ginjal
18. Seorang pria berumur 50 tahun, MRS dengan keluhan kepala terasa sangat pusing dan berat, mau
pingsan, penglihatan agak kabur, mual dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tensi
200/110 mmHg nadi 115x/mntdan ireguler, RR 26x/mnt, suhu 37. Terdapat riwayat keluarga
dengan hipertensi dan klien selama ini tidak pernah menderita penyakit berat yang mengharuskan
rawat inap. Apa masalah keperawatan yang terjadi pada klien ?
a. Gangguan rasa nyaman (nyeri) d. Kurang pengetahuan
b. Gangguan kebutuhan nutrisi e. Ganggguan aktivitas
c. Gangguan istirahat tidur
19. Seorang pria berumur 50 tahun, MRS dengan diagnose Hipertensi. Keluhan kepala terasa sangat
pusing dan berat, tidak kuat berdiri, mual dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tensi
250/150 mmHg, nadi 115x/mnt dan ireguler, RR 26x/mnt, suhu 36,5. Apa rencana tindakan
perawatan yang dilakukan pada klien ?
a. Melatih klien melakukan aktivitas sehari-hari d. Memenuhi kebutuhan nutrisi
b. Penurunan tekanan darah dengan obat-obatan e. Istirahat fisik secara total
c. Mempertahankan tekanan darah normal
20. Seorang pria berumur 50 tahun, MRS dengan diagnose Hipertensi Berat. Klien mengeluh kepala
terasa sangat pusing dan berat, tidak kuat berdiri, rasa seperti pingsan, penglihatan agak kabur,
mimisan, mual dan muntah. Apakah target organ yang terserang pada klien ?
a. Otak d. Jantung
b. Ginjal e. Lambung
c. Hidung
21. Seorang wanita berumur 48 tahun MRS dengan keluhan kepala terasa berat setelah mengikuti
acara tujuh belasan. Tensi 180/100 mmHg. Perawat telah mengistirahatkan klien, memberikan
diet rendah garam yang telah disediakan, dan menganjurkan klien untuk mengkonsumsi makanan
tinggi kalium. Apa rasional diet rendah garam yang diterapkan pada klien ?
a. Garam merangsang konstriksi vaskular
b. Garam dapat meningkatkan volume cairan intravaskular
c. Garam dapat merangsang pengeluaran hormon vaskular
d. Garam dapat meningkatkan ekskresi cairan intravaskular
e. Garam dapat viskositas cairan intravaskular
22. Seorang wanita 48 tahu MRS 1 minggu yang lalu dengan diagnosa hipertensi. Saat ini klien sudah
boleh pulang. Penyuluhan yang diberikan oleh perawat kepada klien untuk mengendalikan
tekanan darah di rumah adalah seperti di bawah ini, KECUALI
a. Manajemen stress d. Kontrol tekanan darah rutin
b. Melakukan olah raga e. Meningktkan intake nutrisi
c. Menghindari pengawet
23. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, MRS ke-5 kalinya karena Hipertensi. Klien mengeluh nyeri
kepala. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tensi 190/150 mmHg. Klien adalah seorang
pengusaha dan selama ini tidak pernah menderita penyakit yang lain. Berikut ini yang termasuk
dalam faktor pencetus kekambuhan pada klien adalah
a. Intake natrium d. Jenis kelamin
b. Faktor genetik e. Merokok
c. Stress berlebih
24. Seorang wanita berumur 30 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan lemah, pusing. Hasil
pemeriksaan fisik; konjungtiva anemis. Untuk memberikan perawatan yang baik pada penderita
anemi, perlu dilakukan pengkajian data. Dari data di bawah ini yang tidk perlu dikaji pada klien ?
a. Riwayat kesehatan d. Kebiasaan eliminasi
b. Makanan yang dimakan e. Hygiene lingkungan
c. Kebiasaan olah raga
25. Seorang wanita berumur 35 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan badan lemah, kelelahan,
telinga berdenging, pusing, chellosis. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8 gr/dl.
Diagnosa medis Anemia defisiensi besi. Apa gejala khas anemi defisiensi zat besi pada kasus
tersebut ?
a. Badan lemah d. Kelelahan
b. Kepala pusing e. Chellosis
c. Telinga berdenging
26. Seorang wanita berumur 35 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan lemah, letih, lesu,
lelah,(terutama saat beraktivitas), mata berkunang-kunang, telinga berdenging dan pusing. Hasil
pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8 mg/dl. Diagnosa medis Anemi defisiensi besi. Apa
masalah keperawatan utama pada klien ?
a. Intoleransi aktivitas
b. Perubahan perfusi jaringan
c. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit
d. Peerubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan
e. Kurang pengetahuan tentang prognosis penyakit
27. Seorang wanita umur 19 tahun masuk rumah sakit dengan diagnosa Anemi. Klien mengalami
gangguan nutrisi. Salah satu tindakan perawat adalah menganjurkan klien tidak minum sebelum
makan. Apa rasional tindakan tersebut ?
a. Meningkatkan nafsu makan klien d. Mengurangi sumbatan esofagus
b. Mengurangi rasa mual pada klien e. Mengurangi sensitivitas lambung
c. Mencegah lambung penuh
28. Seorang wanita berumur 35 tahun telah dirawat di rumah sakit selama 6 hari dengan diagnosa
medis Anemi defisiensi besi. Saat ini klien boleh pulang, dan perawat melakukan penyuluhan
tentang makanan yang banyak mengandung zat besi. Apa saja bahan makanan yang mengandung
zat besi ?
a. Susu b. Hati c. Kacang-kacangan d. Biji-bijian e. Ragi
29. Seorang wanita berumur 35 tahun telah dirawat di rumah sakit selama 6 hari dengan diagnosa
medis Anemi defisiensi besi. Saat ini klien boleh pulang, dan perawat melakukan penyuluhan
tentang makanan yang banyak mengandung zat besi dan makanan atau minuman yang harus
dihindari karena dapat menurunkan absorpsi zat besi. Apa saja bahan-bahan yang dapat
menurunkan absorpsi zat besi ?
a. Vitamin C d. Sardin
b. Teh, kopi e. Udang
c. Daging
30. Seorang anak umur 6 tahun MRS dengan diagnosa Anemia Aplastik. Apa saja tanda anemia
aplastik yang bisa ditemukan pada anak tersebut
1. Demam 2. Perdarahan 3. Penglihatan kabur 4. Pucat
31. Seorang perempuan berumur 19 tahun MRS dengan diagnosa Anemia Aplastik. Apa intervensi
keperawatan pada klien tersebut ?
1. Hindari kontrasepsi oral 3. Hindari aspirin
2. Hindari perlukaan 4. Gunakan sikat gigi halus
32. Seorang laki-laki berumur 38 tahun, mengeluh betisnya terasa berat dan sakit bila berdiri terlalu
lama. Klien sering merasa nyeri pada kaki ketka berjalan. Klien mempunyai riwayat keluarga
DM, dan perokok berat. Diagnosa : Arterisclerosis (Suspect Buerger Disease). Apa kemungkinan
penyebab arterisclerosis pada klien ?
a. Kelemahan pada kaki yang sakit d. Berdiri lama
b. Kelebihan berat badan e. Merokok
c. Immobilitas lama
33. Seorang laki-laki berumur 38 tahun, mengeluhkan betisnya terasa berat dan agak sakit bila berdiri
terlalu lama hingga ativitasnya terganggu. Akhir-akhir ini klien sering merasa nyeri pada kaki
ketika berjalan. Hasil pemeriksaan fisik : warna kulit pucat, dingin dan terdapat penurunan nadi
perifer pada kaki yang sakit. Diagnosa : Arterisclerosis (Suspect Buerger Disease). Apa masalah
keperawatan yang terjadi pada klien ?
1. Nyeri b/d penurunan oksigenasi jaringan
2. Gangguan perfusi jaringan b/d penyempitan arteri
3. Intoleransi aktivitas b/d klaudikasio intermitten
4. Resiko kerusakan integritas kulit b/d perubahan sirkulasi
34. Seorang laki-laki berumur 56 tahun, mengeluhkan betisnya terasa berat dan agak sakit bila berdiri
terlalu lama hingga aktivitasnya terganggu. Diagnosa : Suspect Buerger Disease. Perawat
memberikan HE tentang tindakan perawatan untuk menambah aliran darah dari ke area kaki pada
klien ?
1. Kaki ditinggikan lebih tinggi dari jantung
2. Menghindari kontraksi pada kaki
3. Mencegah duduk atau berdiri terlalu lama
4. Menggunakan elastik perban
35. Seorang laki-laki berumur 56 tahun, MRS dengan diagnosa Arterisclerosis (Buerger Disease).
Apa komplikasi yang bisa terjadi akibat arterisclerosis ?
1. Nekrosis 3. Gangrene
2. Amputasi 4. Edema tungkai
36. Seorang laki-laki berumur 56 tahun, MRS dengan diagnosa Arterisclerosis (Buerger Disease).
Untuk menghindari terjadinya komplikasi, apa tindakan pencegahan yang perlu dilakukan pada
klien ?
1. Lakukan perawatan kaki
2. Latihan Buerger-Allen secara rutin
3. Gunakan sepatu dan kaus kaki halus
4. Hentikan semua penggunaan tembakau
37. Seorang laki-laki berumur 22 tahun datang ke Poli Mata dengan keluhan mata merah, panas,
gatal, dan keluar sekret encer setelah makan udang. Diagnosa medis Konjungtivitis. Apa jenis
konjungtivitis yang terjadi pada klien ?
a. Bakteri b. Viral c. Vernal d. Infektif e. Komplikata
38. Seorang laki-laki berumur 22 tahun datang ke Poli Mata dengan keluhan mata terasa ngeres, gatal
dan panas, kemeng di sekitar mata, mata merah dan keluar banyak sekret kental. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan hiperemi konjungtiva. Diagnosa medis Konjungtivitis Infektif. Apa
masalah keperawatan yang muncul pada klien ?
a. Resiko penularan pada orang lain d. Kurang pengetahuan
b. Gangguan rasa nyaman e. Gangguan aktivitas
c. Gangguan penglihatan
39. Seorang laki-laki berumur 22 tahun datang ke Poli Mata dengan keluhan mata terasa ngeres, gatal
dan panas, kemeng di sekitar mata, mata merah dan keluar sekret banyak. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan hiperemi konjungtiva dan pada hasil laboratorium didapatkan
kuman/mikroorganisme. Diagnosa medis Konjungtivitis. Apa tindakan keperawatan umum yang
dilakukan untuk mengatasi masalah klien ?
a. Hindari allergen dan polutan d. Lakukan irigasi mata
b. Kompres hangat pada mata e. Bersihkan eksudat
c. Tutup mata dengan kasa
40. Seorang ibu rumah tangga berumur 55 tahun, datang ke Poli Mata dengan keluhan mata silau bila
berada di tempat yang terang, pengihatan kabur, pandangan seperti tertutup kabut. Diagnosa
medis Katarak. Apa jenis katarak yang diderita klien ?
a. Katarak juvenil d. Katarak toksik
b. Katarak pre senilis e. Katarak komplikata
c. Katarak senilis
41. Seorang ibu rumah tangga berumur 55 tahun, datang ke Poli Mata dengan keluhan silau bila
berada di tempat yang terang, penglihatan kabur, pandangan seperti tertutup kabut dan nyeri di
sekitar bola mata. Pada pupil tampak beberapa bagian lensa putih, shadow test (+), sedangkan
pemeriksaan visus menunjukkan VOD 1/50, VOS 1/60 dan TIO 30 mmHg. Katarak stadium apa
yang dialami klien ?
a. Insipient d. Morgagnia
b. Imatur e. Hipermatur
c. Matur
42. Seorang ibu rumah tangga berumur 55 tahun, dang ke Poli Mata dengan keluhan penglihatan
kabur, pandangan seperti tertutup kabut. Pada pupil tampak seluruh bagian lensa putih, shadow
test (-), sedangkan pemeriksaan visus menunjukkan VOD 1/300, VOS 1/300. Diagnosa medis
Katarak. Apa penyebab perubahan visus pada klien ?
a. Pencembungan lensa d. Perubahan indeks refraksi
b. Hidrasi lensa e. Kekeruhan lensa mata
c. Intumesensi
43. Seorang ibu rumah tangga berumur 55 tahun, dtang ke Poli Mata dengan keluhan penglihatan
kabur, pandangan seperti tertutup kabut. Pada pupil tampak seluruh bagian lensa putih, shadow
test (-), sedangkan pemeriksaan visus menunjukkan VOD 1/300, VOS 1/300. Diagnosa medis
Katarak. Apa masalah keperawatan umum yang terjadi pada klien ?
a. Berduka d. Gangguan persepsi sensori
b. Isolasi diri e. Gangguan rasa nyaman (nyeri)
c. Gangguan konsep diri
44. Seorang laki-laki berumur 60 tahun, datang ke Poli Mata karena penglihatan kabur, pandangan
seperti tertutup kabut. Diagnosa medis Katarak Matur. Klien mengalami masalah keperawatan
gangguan penglihatan. Apa tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien ?
a. Berikan sinar yang adekuat di ruangan
b. Kurangi kekacauan dalam ruangan
c. Hindari aktivitas berlebih
d. Ubah posisi perabot yang ada dalam ruangan
e. Anjurkan klien istirahat setelah aktivitas
45. Seorang laki-laki berumur 60 tahun, datang ke Poli Mata karena penglihatan kabur, pandangan
seperti tertutup kabut. Diagnosa medis Katarak Matur. Klien mengalami masalah keperawatan
risiko cedera. Manakah dari tindakan di bawah ini yang tidak sesuai untuk mencegah cedera pada
klien ?
a. Bantu ambulasi sesuai kebutuhan
b. Letakkan bel pemanggil dalam jangkauan
c. Tempatkan barang-barang dalam jangkauan
d. Anjurkan klien untuk bedrest total
e. Singkirkan benda-benda kecil dari lantai
46. Seorang ibu rumah tangga berumur 55 tahun, datang ke Poli Mata dengan keluhan sejak 6 bulan
yang lalu sialau bila berada di tempat yang terang, penglihatan kabur, pandangan seperti tertutup
kabut, dan nyeri di sekitar bola mata. Pada pupil tampak beberapa bagian lensa putih, shadow test
(+), sedangkan pemeriksaan visus menunjukkan VOD 1/50, VOS 1/60 dan TIO 30 mmHg.
Diagnosa medis Katarak dan klien direncanakan operasi. Apa indikasi dilakukannya operasi pada
klien ?
a. Mekanis b. Klinis c. Fisik d. Visus e. Sosial
47. Seorang ibu rumah tangga berumur 55 tahun, masuk ruang perawatan setelah operasi katarak.
Perawat harus melakukan perawatan post op katarak. Apa tujuan perawatan post op ekstraksi
katarak ?
a. Mengatasi nyeri d. Mengurangi beban cedera
b. Mencegah kebutuhan e. Mencegah peningkatan TIO
c. Mencegah infeksi sekunder
48. Seorang ibu rumah tangga berumur 55 tahun, masuk ruang perawatan setelah operasi katarak.
Perawat harus melakukan perawatan post op katarak. Apa tindakan perawatan umum yang harus
dilakukan pada klien ?
a. Berikan kompres hangat untuk mengurangi nyeri
b. Batasi klien untuk batuk, bersin, membungkuk
c. Immobilisasi terutama kepala selama 1 hari
d. Puasa sampai bising usus kembali normal
e. Atur klien dalam posisi trendelenburg
49. Seorang ibu rumah tangga berumur 55 tahun, masuk ruang perawatan setelah operasi katarak.
Perawat harus melakukan tindakan observasi post operatif. Mana dari hal di bawah ini yang tidak
perlu diobservasi pada klien ?
a. Bising usus d. Tanda infeksi
b. Penglihatan klien e. Tekanan intra okuler
c. Perdarahan ruang mata anterior
50. Seorang laki-laki berumur 65 tahun, telah dirawat di RS setelah operasi katarak. Klien
diperbolehkan pulang dan perawat menganjurkan pada klien untuk sementara waktu tidak
dianjurkan mencuci rambut/mandi dengan pancuran. Apa rasional tindakan tersebut ?
1. Mencegah pergerakan mata 3. Mencegah iritasi mata
2. Mencegah peningkatan TIO 4. Menghindari masknya benda asing
51. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sakit kepala dan nyeri di
dalam dan sekitar mata, mual, muntah perut sebah, melihat lingkaran berwarna disekitar sinar &
pandangan kabur. Hasil pemeriksaan TIO = 40 mmHg. Diagnosa medis Glaukoma. Apa
penyebab pandangan kabur pada klien ?
a. Iritasi saraf vagal d. Gangguan pada konjungtiva
b. Kekeruhan pada lensa e. Iskemi retina dan saraf optik
c. Kekeruhan pada kornea
52. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sakit kepala dan nyeri di
dalam dan sekitar mata, mual, muntah, perut sebah, melihat lingkaran berwarna di sekitar sinar &
pandangan kabur. Hasil pemeriksaan TIO = 40 mmHg. Diagnosa medis Glaukoma. Apa
penyebab mual, muntah dan perut sebah pada klien ?
a. Iskemi lambung d. Peningkatan asam lambung
b. Iritasi saraf vagal e. Rangsangan nervus trigeminus
c. Penurunan penglihatan
53. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sakit kepala dan nyeri di
dalam dan sekitar mata, mual, muntah, perut sebah, melihat lingkaran berwarna di sekitar sinar &
pandangan kabur. Riwayat keluarga dengan glaukoma (+). Hasil pemeriksaan TIO = 30 mmHg.
Diagnosa medis Glaukoma. Apa kategori glaukoma yang terjadi pada klien ?
1. Akut 2. Kronis 3. Sudut tertutup 4. Sudut terbuka
54. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sakit kepala dan nyeri di
dalam dan sekitar mata, mual, muntah, perut sebah, melihat lingkaran berwarna di sekitar sinar &
pandangan kabur. Klien mengatakan tidak tahu sakitnya apa, tapi dalam satu tahun ini sering
mengalami gejala tersebut, Cuma kali ini yang paling para. Hasil pemeriksaan TIO = 30 mmHg.
Diagnosa medis Glaukoma. Apa masalah keperawatan yang terjadi pada klien ?
1. Perubahan visual 3. Kurang pengetahuan
2. Nyeri 4. Perubahan konsep diri
55. Seorang laki-lakiberumur 50 tahun, datang ke Poli Mata dengan keluhan sakit kepala dan nyeri di
dalam dan sekitar mata. Hasil pemeriksaan TIO = 30 mmHg. Diagnosa medis Glaukoma. Klien
mendapat terapi acetazolamid. Perawat perlu memberitahu klien tentang efek samping obat
tersebut. Apa efek samping acetazolamid ?
1. Mati rasa 3. Kaki & tangan gatal
2. Nausea 4. Malaise
56. Seorang laki-laki berumur 50 tahun MRS dengan diagnosa Glaukoma. Klien mengatakan tidak
tahu sakitnya apa, tapi dalam satu tahun ini sering mengalami gejala tersebut, Cuma kali ini yang
paling parah. Hasil pemeriksaan TIO = 30 mmHg. Apa intervensi keperawatan yang bisa
dilakukan untuk mengrangi TIO pada klien ?
a. Hindari melakukan pekerjaan dekat d. Hindari mengejan
b. Hindari pergerakan kepala e. Hindari aktivitas
c. Hindari tata rias mata
57. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, MRS dengan diagnosa Glaukoma. Perawat telah melakukan
tindakan keperawatan untuk mengurangi keluhan klien. Apa kriteria keberhasilan pada evaluasi
asuhan keperawatan klien glaukoma ?
a. Timbulnya komplikasi d. Tekanan bola mata menurun
b. Tekanan intra kranial stabil e. Sudut bilik mata normal
c. Mata bisa mlihat normal
58. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, MRS dengan diagnosa medis Glaukoma. Klien direncanakan
operasi. Apa perawatan pre op yang harus dilakukan pada klien ?
1. Cek tekanan intra okuler 3. Gliserin per oral
2. Fluorescein test 4. Lavernen
59. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, MRS dengan diagnosa medis Glaukoma. Klien direncanakan
operasi. Sebelum operasi, kadar gula darah Tn.A harus dalam kondisi terkontrol. Apa rasional hal
tersebut ?
a. Menghindari lepasnya jahitan mata d. Mencegah infeksi
b. Menghindari prolaps isi bola mata e. Mengurangi stres
c. Mencegah peningkatan TIO
60. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, masuk rungan perawatan paska operasi glaukoma. Perawat
harus melakukan tindakan perawatan post operatif. Apa tindakan perawatan umum yang perlu
dilakukan perawat ?
1. Berbaring ke arah mata yang dioperasi
2. Ambulasi setelah efek anestesi hilang
3. Ganti balutan jika terdapat drainase
4. Bantu nutrisi setelah klien sadar
61. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, masuk ruang perawatan paska operasi glaukoma. Perawat
harus melakukan tindakan untuk mencegah peningkatkan tekanan intra okuler pada klien. Apa
tindakan yang perlu dilakukan perawat ?
1. Cegah klien membungkuk 3. Hindari batuk dan muntah
2. Rawat luka secara steril 4. Mengejan saat buang air besar
62. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, telah dirawat selama 3 hari paska operasi glaukoma. Saat ini
klien boleh pulang. Sebelum klien pulang, apa HE yang perlu diberikan pada klien ?
1. Cara pemberian tetes mata 3. Penggunaan shield mata
2. Reaksi obat sesuai kebutuhan 4. Penggunaan lensa mata
63. Kasus : seorang perempuan 18 tahun, datang diantar keluarganya ke UGD rumah sakit. Dia
mengeluhkan sangat nyeri pada perut bagian atas, nyeri terjadi saat terlambat makan dan mereda
saat minum obat. Dari hasil anamnesa riwayat penyakit dahulu : dia sering mengalami nyeri
tersebut, terutama saat terlambat makan, tetapi belum pernah masuk rumah sakit. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan : tekanan darah 110/70 mmHG, nadi 84x/mnt, suhu 37, frekuensi
pernafasan 18x/mnt, nyeri tekan pada abdomen area epigastrik, distensi abdomen, wajah
menyeringai menahan nyeri, skala nyeri 5-6, wajah pucat berkeringat, akral hangat, tangan
namppak memegang abdomen. Pertanyaan : apakah tanda dan gejala gastritis pada perempuan
tersebut ?
1. Nyeri epigastrik 3. Nyeri terjadi saat terlambat makan
2. Wajah menyeringai menahan nyeri 4. Skala nyeri 5-6
64. Kasus : seorang perempuan, 28 tahun, datang ke poli umum rumah sakit dengan keluhan nyeri
pada perut. Dari riwayat penyakit dahulu : dia pernah 2 kali masuk rumah sakit dengan gejala
yang sama. Perempuan tersebut sering mengalami nyeri perut ketika menstruasi dan selalu
mengkonsumsi obat penghilang nyeri sejak umur 12 tahun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan :
menstruasi terakhir 10 hari yang lau, palpasi abdomen tegang dan nyeri tekan epigastrik dan
hipokondriak kiri, menyeringai nyeri, skala nyeri 7-8, wajah pucat, berkeringat, akral hangat,
tekanan darah 100/90 mmHg, nadi 76x/mnt, suhu 37,4, frekuensi pernafasan 18x/mnt.
Diagnosa medis : gatritis kronik. Pertanyaan : apakah kemungkinan penyebab nyeri pada pasien
tersebut ?
a. Menstruasi d. Kelanjutan dari MRS yang lalu
b. Tekanan darah yang cenderung rendah e. Abdomen tegang
c. Iritasi mukosa lambung
65. Kasus : seorang perempuan 19 tahun (mahasiswi), datang ke RS dengan keluhan mual, sedikit
muntah, anoreksia dan nyeri pada perut. Keluhan sejak 2 hari yang lalu, setelah mengikuti
kegiatan OPSPEK. Riwayat penyakit dahulu menunjukkan klien sering mengalami nyeri
abdomen terutama bila terlambat makan. Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan pada
region epigastrik, abdomen mengalami distensi, skala nyeri 5-6, klien nampak kesakitan sambil
mmbungkuk memegang perutnya, bibir kering dan pucat, konjungtiva anemis, mulut sering
menguap karena merasa kurang tidur. Rencana akan dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Pertanyaan : bila akan dilakukan analisis data, apakah masalah keperawatan utama yang akan
muncul pada kasus tersebut ?
a. Nyeri akut
b. Pemenuhan kebutuhan nutrisi (kurang)
c. Kecemasan
d. Gangguan pada pola istirahat tidur
e. Potensial komplikasi anemia perniciosa
66. Pada kasus mahasiswi tersebut, data laboratorium apa saja yang mungkin meningkat ?
a. Leukosit c. Trombosit e. Elektrolit
b. Haemoglobin d. Glukosa darah
67. Pada kasus mahasiswi tersebut, intervensi keperawatan (sesuai masalah keperawatan utama) apa
yang akan direncanakan ?
a. Kolaborasi medis untuk pemberian tranfusi darah
b. Kaji penyebab nyeri dan ajarkan teknik relaksasi
c. Batasi jumlah pengunjung
d. Tawarkan makanan porsi kecil yang sesuai diet
e. Eksplorasi penyebab kecemasan
68. Bila akan melakukan penyuluhan kesehatan pada mahasiswi tersebut, apa saja yang akan perawat
sampaikan paling utama ?
a. Upayakan tidak terlambat makan
b. Jangan mengkonsumsiobat anti nyeri
c. Tidur tepat waktu
d. Hindari alkohol
e. Minum obat penambah zat besi
69. Berikut ini benar tentang klasifikasi ulkus peptikum, antara lain ....
1. Ulkus esophageal 3. Ulkus duodeni
2. Ulkus gastric 4. Ulkus faringeal
70. Hal-hal apakah yang buakn merupakan penyebab terjadinya ulkus peptikum ?
a. Genetis d. Ganggaun empedu
b. Stress e. Gagal ginjal
c. Helicobacter Pitory
71. Apakah perbedaan timbulnya nyeri pada ulkus gastric dan ulkus duodeni ?
1. Ulkus gastric : arah penyebaran nyeri dari perut kiri atas menjalar ke punggung
2. Ulkus doudeni : arah penyebaran nyeri di bawah sternum menjalar ke punggung interskapular
3. Ulkus gastric : ritme semakin nyeri bila makan
4. Ulkus duodeni : ritme semakin nyaman bila makan
72. Berikut ini gangguan patologi yang terjadi pada psien dengan ulkus gastric, antara lain ...
1. Difusi balik ion

meningkat 3. Sekresi mucus meningkat


2. Sekresi HCl lambung meningkat 4. Pengosongan lambung meningkat
73. Rusaknya pertahanan mukosa lambung juga dapat disebabkan oleh adanya spincter pilorus yang
berespon terhadap horomon sekretin dan CCK. Hal ini dapat menyebakan terjadinya
1. Spincter tidak berfungsi normal 3. Asam empedu refluks ke lambung
2. Destruksi mukosa lambung 4. Produksi pepsin dan HCl meningkat
74. Kasus : seorang pria 59 tahun (penjaga malam), da`tang ke RS dengan keluhan nyeri dan panas
pada seluruh permukaan perut mual, muntah darah. Klien rujukan dari puskesmas. Keluhan sejak
1 hari yang lalu. Riwayat penyakit dahulu menunjukkan klien mengalami gastritis dan sering
kambuh. Dari hasil pemeriksaan fisik diteukan nyeri tekan pada region epigastrik, nyeri
terlokalisasi, abdomen mengalami distensi, skala nyeri 6-7, klien nampak kesakitan, bibir terdapat
sisa muntahan darah, kering dan pucat, gigi kotor, mulut berbau, konjungtiva anemis, tekanan
darah110/70 mmHg, nadi 6ox/mnt, frekuensi pernafasan 26x/mnt. Hasil pemeriksaan
laboratorium sederhana di puskesmas didapatkan kadar Hb 10 mg/dl. Pertanyaan : apakah hasil
pemeriksaan palpasi abdomen pad kasus tersebut?
1. Nyeri tekan pada regio epigastrik 3. Distensi abdomen
2. Nyeri terlokalisasi 4. Klien nampak kesakitan
75. Pada kasus penjaga malam, apa masalah keperawatan utama yang mungkin muncul ?
a. Defisit volume cairan d. Pemenuhan kebutuhan nutris
b. Nyeri akut e. Personal hygiene
c. Potensial komplikasi anemia perniciosa
76. Pada kasus penjaga malam, apakah penyebab terjadinya penurunan kadar Haemoglobi
a. Adanya nyeri akut d. Kelanjutan dari gejala MRS yang lalu
b. Tekanan darah sedikit dibawah normal
c. Muntah darah e. Penurunan frekuensi nadi
77. Kasus : seorang pria 61 tahun (buruh pelabuhan), datang ke UGD rumah sakit diantar keluarga
dengan muntah darah (muntah di UGD adalah yang ke 4 kallinya), dan perut terasa panas.
Menurut keluarga, pria tersebut sering masuk rumah sakit dengan keluhan yang sama. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan : distensi abdomen, hematernesis, warna merah kecoklatan, volume
muntah 75ml, mengeluh pusing, tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 60x/mnt, akral dingin.
Pertanyaan : diagnosa keperawatan utama yang muncul pada kasus tersebut ?
a. Hipertermi b/d peningkatan suhu dan tekanan abdominal
b. Defisit volume cairan b/d out put berlebih (muntah darah)
c. Nyeri akut (pusing) b/d penurunan suplai darah ke otak
d. Mekanisme pertahanan diri inefektif b/d stress situasional
e. Perubahan nutrisi (kurang) b/d perdarahan GI
78. Pada kasus buruh pelabuhan, implementasi keperawatan apakah yang perlu segera dilakukan
oleh perawat ?
a. Kompres dingin d. Kaji kebutuhan mekanisme koping
b. Observasi intake out put e. Kolaborasi ahli gizi untuk diet rendah protein
c. Ajarkan teknik distraksi
79. Berikut ini merupakan klasifikasi hepatitis yang penularannya melalui parenteral, antara lain
1. Virus A 2. Alkohol 3. Obat-obatan 4. Virus C
80. Ketika virus hepatitis bertransmisi ke dalam aliran darah, maka akan menyebabkan infitrasi
radang pada parenkhim hati. Beberapa tanda dan gejala yang dapat terjadi akibat infitrasi ini
adalah ..
1. Hepatomegali 2. Peningkatan suhu 3. Nyeri kuadran kanan atas4. Ikterus
81. Salah satu gejala hepatitis adalah unculnya ikterik. Apakah penyebab munculnya ikterik tersebut
?
1. Kegagalan metabolisme bilirubin 3. Akumulasi garam empedu di kulit
2. Peningkatan urobilinogen 4. Pruritus
82. Kasus : seorang pria 49 tahun (sopir travel), datang ke RS dengan keluhan nyeri pada perut.
Keluhan sejak 5 hari yang lalu. Dia juga mengeluh pusing, dan mual. Dari riwayat penyakit
keluarga didapatkan salah satu anggota keluarga pernah menderita hepatitis. Dari hasil
pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan pada kuadran kanan atas, hepar teraba, perkusi abdomen
didapatkan ukuran hepar 20 cm, skala nyeri 5-6, kulit, kuku dan sclera ikterus, warna urine gelap,
tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 80x/mnt, suhu 37,7. Pertanyaan : apakah masalah
keperawatan utama yang muncul pada kasus tersebut ?
a. Gangguan citra tubuh d. Nyeri akut
b. Kerusakan integritas kulit e. Perubahan nutrisi (kurang)
c. Perubahan suhu tubuh
83. Pada kasus sopir travel, apakah hasl pemeriksaan fisik yang menunjang pada kasus hepatitis ?
1. Nyeri tekan kuadran kanan atas 3. Kulit, kuku, dan sclera ikteru
2. Ukuran hepar 20 cm 4. Warna urine gelap
84. Pada kasus sopir travel, pada kulit nampak ikterus. Hal apakah yang mungkin terjadi selanjutnya
pacsa ikterus ?
a. Pruritus d. Edema ekstermitas
b. Peningkatan suhu tubuh e. Kelemahan tubuh
c. Reakasi inflamasi hepar
85. Data laboratorium apa sajakah yang mungin meningkat pada pasien hepatitis ?
1. SGPT 2. Bilirubun 3. HbsAG 4. Albumin
86. Kasus : seorang perempuan 29 tahun (pengusaha rumah kost), diantar oleh keluarganya ke UGD
rumah sakit karena sudah 3 hari mengeluh mual, anoreksia, dan merasa lemah. Dari anamneses
didapatkan riwayat bahwa perilaku pengguanaa jarum tattoo. Ketika dilakukan pemeriksaan fisik
didapatkan bibir kering, palpasi abdomen nyeri tekan kuadran kanan atas, bising usus 6x/mnt,
tanda-tanda vital dalam batas normal. Pertanyaan : apakah data yang mendukung kemungkinan
penularan hepatitis?
1. Kelemahan tubuh 3. Tempat tinggal (kost)
2. Nyeri kuadran kanan atas 4. Penggunaan jarum tattoo
87. Pada kasus pengusaha rumah kost, bila perawat berencana melakukan pemeriksaan laboratorium,
maka data laboratorium apa sajakah yang akan menunjang penegakan diagnosis hepatitis ?
1. HBsAg 2. SGOT 3. SGPT 4. Bilirubin
88. Pada kasus pengusaha rumah kost, setelah dilakukan pemeriksaan serologi, didapatkan hasil
HBsAg (positif). Apa makna dari hasil test serologi tersebut ?
1. Telah terinfeksi 3. Dimungkinkan carier
2. Terdapat antigen pada tubuh 4. Dalam proses penyembuhan
89. Pada kasus pengusaha rumah kost, apa masalah keperawatan utamapada kasus tersebut ?
a. Kecemasan d. Intoleransi aktifitas
b. Menarik diri e. Integritas kulit terganggu (bibir kering)
c. Perubahan nutrisi (kurang)
90. Kasus : seorang pria 62 tahun (wiraswasta), datang ke RS dengan keluhan muntah, berwarna
merah kecoklatan sejak 1 hari yang lalu serta berak berwarna hitam. Riwayat penyakit dahulu
menunjukkan klien pernah mengalami penyakit kuning dan sering MRS dengan keluhan yang
sama dengan saat ini. Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan abdomen mengalami distensi dan
teraba hangat, akral dingin, bibir kering, kotor dan pucat, konjungtiva anemis. Tekanan darah
100/60 mmHg, mengeluh pusing. Klien telah dilakukan pengambilan darah untuk dilakukan
pemeriksaan laboratorium. Pertanyaan : apakah masalah keperawatan utama yang muncul pada
kasus tersebut ?
a. Gangguan integritas kulit d. Nyeri akut
b. Ketidakefetifan perlindungan e. Personal hygiene
c. Gangguan pperfusi jaringan

91. Apa gangguan patologik yang biasanya terjadi pada pasien sirosis hepatis ?
1. Inflamasi 2. Fibrotic 3. Hepatomegali 4.Necrosis

109. Data penunjang wsd..

110. Kriteria hasil ketidak bersihan jalan nafas.. jalan nafas pasien bersih, tidak ada secret.

111. fungsi wsd, jika ada darah diparu..

126. Jika terjadi trauma abdomen dan usus keluar, maka.. D.tutup dengan kasa steril yg lembab

127. Indikasi px trauma abdomen...

128. Tindakan perawat post op laparatomi...

130. Fisiologi telinga yg tepat..
1. Aurikula sebagai penerima gelombang 3. MAE sebagai konduktor
2. Tulang inkus sebagai konduktor suara 4. Tulang maleus meningkat 27x

131. Hantaran pendengaran...
1. MAE 3. Maleus
2. Membran tympany 4.Tuba Eustachius

132. Otitis ekstenal. Faktor resiko...
1. Peningkatan kadar PH 3. Trauma ringan saat memberikan
2. Keadaan kelembapan udara 4. Tidak pernah membersihkan tlinga

160. Px ke poli THT, Nyeri tekan 3 hr yg lalu, tenggorokan gatal dan panas. Berkurang bila minum
dingin. Skala nyeri 4, px mengeluh mengalami disfonia. D medis faringitis akut. Intervensi..
1. Anjurkan px bedrest 3. Kolab : antibiotik kumur
2. Oral hygiene rongga mulut 4. HE tntng nutrisi

161. An. A terdiagnosa tonsilitis akut. Klien mengeluh nyeri telan. Pd pemfis ditemukn beslog pd
tonsilnya, beslog yang ditemukan tersusun dari..
1. Epitel 3. Leukosit
2. Bakteri 4. Virus

162. Px ke poli THT. Keluhan nyeri tekan. D medis: Tonsilitis virus. Gambaran manifestasi klinis dr
tonsilitis virus..
1. Terdapat hiperemi di tonsil
2. Terdapat hiperemi di orofaring
3. Terjadi hipertermia
4. Terdapat beslag/ selaput putih dilendir

191. Laki-laki menderita TBC dng Komplikasi gagal ginjal, pengobatan yg tepat pd pasien tsb...
a. Hentikan semua obat OAT d. Lanjutkan etambutol
b. Hentikan stretomiasin e. Lanjutkan pengobatan sesuai program
c. Hentikan isoniazis

192. Obat TBC yang berefek pd g3 berupa kencing merah...(rifampisin)

198. Obat TBC yang berefek pd g3 keseimbangan...(streptomisin)

199. Obat TBC yang berefek pd g3 pendengaran...(streptomisin)

200. Obat TBC yang berefek pd g3 penglihatan...(etambutol)


Pasien yang terkena HIV,dengan TBC maka Mendahulukan OAT, ARV dilakukan sesuai
dengan standar WHO, streptomisin diberikan dengan pasien UP.
Pasien TB dengan Kontrasepsi, maka menggunakan kontrasepsi non hormonal atau dengan
estrogen dosis tinggi.
Klasifikasi pneumonia yang terbanyak di Indonesia adalah Klebsiella Pneumonia
Prognosis penyakit TBC adalah 50% meninggal
Pemeriksaan Dahak untuk menegakkan diagnosis adalah SPS (Sewaktu-Pagi-Sewaktu)
S : Saat suspek TB berkunjung pertamakali.
P:Dahak dikumpulkan di rumah pada pagihari setelah bangun tidur.
S: dikumpulkan pada hari kedua.
Pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali menjadi positif pada bulan
ke 5 atau lebih selama pengobatan, Failure/gagal.
Klasifikasi trauma abdomen, Trauma tembus dan Blunt trauma
Pemeriksaaan DPL dikatakan positif jika 10 mL aspirasi berupa darah, atau jika setelah
cairan infus RL 1L dimasukkan dan di aspirasi lagi berisi :
Eritrosit 100.000 / mm
3
,
Leukosit 500/ mm
3
,
kadar amilase tinggi, empedu, bakteri, serat makanan atau urin.