Anda di halaman 1dari 9

MODEL MATEMATIKA KURVA PRODUKSI TELUR AYAM BROILER

BREEDER PARENT STOCK


A. Anang, H. Indrijani dan TA. Sundara
Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran
Ab!ra"
Produksi telur membentuk suatu kurva dengan model matematika tertentu. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan model matematika terbaik untuk menggambarkan kurva
produksi telur ayam broiler breeder parent stock Cobb 500 umur 24-45 minggu. odel
matematika yang diuji dalam penelitian ini ada empat! yaitu model c illan! model
"ang! model #ogistik! dan model $dams-%ell. odel $dams-%ell dengan rumus
& 2'52 . () * 20+) . (
'(,2 . 0 - 02+0 . 0 0( . 0
(
& 25 *

+
=

t y
t
memiliki kecocokan yang
paling baik dengan koe.isien determinasi */
2
& 0 0!,,,+! koe.isien korelasi *r& 0 0!,,,!
dan galat baku *12& 0 (!0)0. 3engan menggunakan model $dams-%ell ini! dapat dibuat
suatu dugaan kurva produksi telur broiler breeder parent stock umur 24-45 minggu.
Kata Kunci: Kurva Produksi Telur, Ayam Broiler Breeder Parent Stock
THE MATHEMATICAL MODELS #OR E$$ PRODUCTION CURVE IN
BROILER BREEDER PARENT STOCK
Ab!ra"
2gg production built a curve 4it5 a certain mat5ematical model. 65is researc5 4as 5eld
to .ind out t5e best mat5ematical model to describe egg production curve in broiler
breeder parent stock Cobb 500 at t5e age o. 24-45 4eeks. 65e mat5ematical models
evaluated in t5is researc5 4ere c illan model! "ang model! #ogistic model! and
$dams-%ell model. 65e $dams-%ell model 4it5 t5e .ormula o.
& 2'52 . () * 20+) . (
'(,2 . 0 - 02+0 . 0 0( . 0
(
& 25 *

+
=

t y
t
4as t5e best model 4it5
coe..icient o. determination */
2
& o. 0!,,,+! coe..icient o. correlation *r& o. 0!,,,! and
standard error *12& o. (!0)0. %y using t5is model! t5e egg production curve .rom t5e age
o. 24-45 4eeks is able to be estimated.
Keywords: Egg Production Curve, Broiler Breeder Parent Stock
P%nda&u'uan
7urva produksi telur dapat dibagi menjadi dua! yaitu kurva produksi standar dan
kurva produksi aktual. 7urva produksi standar 5anya merupakan publisitas dari pembibit
yang belum tentu meng5asilkan produksi yang sama jika digunakan di peternakan lain!
sedangkan kurva produksi aktual adala5 kurva produksi 5asil nyata yang diperole5 di
peternakan yang bersangkutan.
Produksi telur unggas merupakan suatu .ungsi ter5adap 4aktu. 7ecepatan
pertamba5an dan penurunan produksi telur disebut dengan laju produksi. 8n.ormasi kedua
5al tersebut sangat diperlukan untuk membuat suatu perencanaan dan pengelolaan pada
peternakan ayam petelur untuk mendapatkan 5asil yang optimal.
Produksi telur pada ayam dimulai setela5 ternak tersebut mengalami kematangan
seksual *de4asa kelamin&. Penentuan kematangan seksual pada unggas merupakan suatu
5al yang sulit! tetapi secara biologis dapat diindikasikan melalui ovulasi pertama. 3engan
(
demikian! produksi telur yang pertama pada ayam betina merupakan pertanda
kematangan seksualnya. Produksi telur dapat diukur dengan produksi 5en-5oused dan
5en-day. Produksi 5en-5oused iala5 jumla5 telur yang di5asilkan ole5 seekor ayam
setela5 ditempatkan di kandang petelur! sedangkan! produksi 5en-day berarti jumla5
produksi pada 5ari itu per jumla5 ayam yang 5idup pada 5ari itu.
Produksi telur pada ayam breeder dimulai pada saat ayam berumur 24 minggu.
Produksi tersebut dapat digambarkan ke dalam suatu kurva. 1ecara matematis! kurva
produksi ini dapat dibagi ke dalam ' ta5ap! yaitu 9 $4al produksi - puncak *peningkatan
kemiringan&! puncak produksi! dan puncak-ak5ir produksi *penurunan kemiringan&. Pada
permulaan produksi telur! persentase produksi 5en day sekitar 5 :. Persentase tersebut
meningkat dengan cepat pada + minggu pertama produksi telur. Pada saat ayam berumur
'(-'2 minggu! produksi telur mencapai puncaknya dengan persentase produksi 5en day
lebi5 dari +0 :. Produksi tela5 mencapai puncaknya apabila selama 5 5ari berturut-turut
produksi telur tidak meningkat. 1etela5 mencapai puncaknya! persentase produksi 5en
day menurun secara konstan dengan laju penurunan sebesar (: per minggu. Pada saat
ayam berumur )5 minggu! persentase produksi 5en day tela5 berada di ba4a5 angka
50: *Cobb! 200'&. Pada saat tersebut! produksi telur dapat dikatakan tela5 ber5enti.
%erbagai model tela5 dibuat untuk menduga produksi telur. odel yang biasa
digunakan adala5 model ;ood *.ungsi gamma&! model c <ally! model c illan!
model $dams-%ell *.ungsi aljabar&! model "ang! model kompartemen! dan model
logistik. 1emua model menggunakan umur produksi sebagai variabel. %eberapa model
mengandung parameter laju peningkatan dan penurunan produksi! 5ari pertama
berproduksi! umur de4asa kelamin! serta potensi produksi telur maksimum.
$kurasi dari model-model itu diuji dengan nilai koe.isien determinasi */
2
& yang
menunjukkan kecocokan suatu model dengan data yang ada. odel-model ini
meng5asilkan nilai /
2
yang berbeda-beda. odel yang paling tepat akan meng5asilkan
nilai /
2
yang paling tinggi. Perbedaan nilai /
2
yang di5asilkan dari model-model itu juga
diakibatkan ole5 perbedaan 5impunan data dan jenis ayam yang digunakan.
odel $dams-%ell! model #ogistik! dan model "ang! meng5asilkan nilai /
2
yang tinggi

*memiliki kecocokan yang baik dengan data&. odel logistik didasarkan atas
data siklus pertama. 1ementara itu! odel "ang didasarkan atas data produksi minggu
2(-=2 dan dianggap mampu mencirikan seluru5 periode bertelur. Pendugaan yang tepat
memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat dalam perencanaan pembibitan. >asil
dari penelitian ini di5arapkan dapat digunakan untuk menentukan standar produksi telur
ayam broiler breeder parent stock Cobb di 8ndonesia
M%!(d%
?bjek yang digunakan adala5 ayam broiler breeder parent stock Cobb 500 yang
memiliki catatan produksi telur pada umur 24-45 minggu di P6 C5aroen Pokp5and!
6angerang! @a4a %arat. $yam-ayam tersebut dipeli5ara dalam satu kandang yang terdiri
dari (0 pen. 1etiap pen terdiri dari (25 ekor ayam se5ingga populasi ayam keseluru5an
berjumla5 (250 ekor. Perbandingan ayam jantan dan betina iala5 (9+. Aariabel yang
diamati iala5 produksi telur ayam broiler breeder parent stock Cobb 500 pada umur 24
sampai dengan 45 minggu.
Persamaan penduga produksi telur yang digunakan iala5 9
(. odel c illan
t t t
t
e e M y

= & ( *
& *
0
dengan y 0 produksi telur pada saat t *minggu&
0 potensi produksi telur 5arian maksimal
t 0 4aktu *minggu&
2
t
0
0 5ari pertama bertelur

0 laju peningkatan produksi telur


0 laju penurunan produksi telur
2. odel "ang *modi.ikasi model kompartemen&
[ ]
& *
(
d t c
bt
t
e
ae
y

+
=
dengan y 0 persentase produksi 5en day pada saat t *minggu&
t 0 4aktu *minggu&
a 0 skala parameter
b 0 laju penurunan kemampuan bertelur
c 0 indikator timbal-balik dari keragaman kematangan seksual
d 0 rataan umur de4asa kelamin
'. odel $dams-%ell *.ungsi aljabar&
& *
0( ! 0
(
& *
d t c
ar
y
b t
t

+
=


dengan y 0 persentase produksi 5en day pada saat t *minggu&
t 0 4aktu *minggu&
a!b!c!d 0 konstanta

4. odel #ogistik

+
=
+

& ( *
(
& *
dt c
bt
t
c
e a y
dengan y
t
0 produksi telur pada 4aktu t *minggu&
t 0 umur ayam *minggu&
a!b!c!d 0 konstanta
Pengola5an data dilakukan dengan so.t4are statistik 1$1 ,! untuk mendapatkan
koe.isien pada persamaan regresinya dan akurasi model akan diuji dengan koe.isien
determinasi */
2
&! koe.isien korelasi *r&! dan galat baku *12&.
Hai' dan P%)ba&aan
/ataan produksi telur ayam dari umur 24-45 minggu disajikan dalam 6abel (.
$yam mulai berproduksi pada umur 24 minggu. Pada minggu pertama! rataan produksi
5en day *Hen Day ProductionB >3P& (!45:. Produksi ini meningkat dengan cepat dan
mencapai puncaknya pada saat ayam berumur '( minggu. Pada minggu tersebut >3P
setiap pen berkisar dari =+!2=: 5ingga ++!((: dengan rataan +'!)(:. 1etela5 mencapai
puncak produksi! >3P terus menurun sekitar (-': setiap minggu.
Pada produksi dua minggu pertama! produksi telur berada di ba4a5 standar.
7emudian produksi terus meningkat dan selalu berada di atas standar 5ingga puncak
produksi *minggu '(&. Pada minggu ke-'2 terjadi penurunan produksi se5ingga produksi
berada di ba4a5 standar dan kemudian naik sedikit pada minggu berikutnya. 1etela5
mencapai pucak produksi! produksi telur terus menurun dan 5ampir selalu berada di
ba4a5 standar.
6abel (. /ataan Produksi 6elur $yam %roiler %reeder Parent 1tock Umur 24-45 inggu
Umur *minggu& Produksi >en 3ay *>3P& *:& 1tandar Cobb-Aantress! 8nc.
'
24 (!45 5!00
25 (4!(5 (5!00
2) 4(!,2 40!00
2= )5!)) 5=!00
2+ =)!05 =2!00
2, +0!(5 ==!00
'0 +(!+( +0!00
'( +'!)( +(!00
'2 =,!,= +(!00
'' +(!4= +0!00
'4 =,!0( =,!00
'5 =)!+( =+!00
') =5!5, ==!00
'= =5!+0 =)!00
'+ =4!0, =5!00
', =2!'= =4!00
40 =(!+2 ='!00
4( =0!=+ =2!00
42 )+!(' =(!00
4' )=!4' =0!00
44 ))!4) ),!00
45 )4!'2 )+!00
Produksi telur tersebut dapat dilukiskan ke dalam sebua5 kurva seperti gambar
berikut9
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45
Umur (minggu)
HDP (%)
Data Percobaan
Standar Cobbs-Vantress, Inc.
Cambar (. 7urva Produksi 6elur $yam %roiler %reeder P1 $ktual Umur 24-45 inggu
Caris tegas pada kurva di atas menunjukkan per.orma produksi telur broiler
breeder parent stock yang dipeli5ara di peternakan! sementara garis putus-putus
menunjukkan kurva produksi telur standar yang dipublikasikan ole5 Cobb-Aantress! 8nc.
sebagai perusa5aan pengembang broiler breeder Cobb 500. Pada masa produksi sebelum
puncak 5ingga puncak produksi! produksi telur pada umumnya berada di atas kurva
produksi standar. 6etapi pada .ase pasca-puncak! per.orma produksi telur terus menurun
di ba4a5 kurva produksi standar. Perbedaan mungkin diakibatkan ole5 perbedaan
lingkungan antara tempat asal broiler breeder dikembangkan dengan kondisi di
peternakan.
M(d%'*M(d%' Pr(du"i T%'ur
(. odel c ilan
4
odel c illan pada mulanya digunakan untuk meramalkan produksi telur
pada drosop5ila *cillan! et al.! (,=0ab&. >asil penelitian menunjukkan ba54a estimasi
untuk potensi produksi telur 5arian maksimal sebanyak 20, butir. >ari pertama bertelur
iala5 minggu ke-24! laju peningkatan produksi telur sebesar '2!(5: per minggu! dan laju
penurunan produksi telur sebesar 2!)= : per minggu. Persamaan modelnya iala59
( )
( )
t t
e e y
02)= ! 0 (505 ! 24 '2(5 ! 0
( 5 ! 20,

=
Persamaan tersebut dapat dilukiskan ke dalam kurva berikut9
-10
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45
Umur (minggu)
HDP (%)
Mode Mc M!an
Data Percobaan
Cambar 2. 7urva Produksi 6elur %roiler %reeder P1 Umur 24-45 inggu
%erdasarkan odel c illan
eskipun model c illan memberikan 5asil yang cukup baik! model ini tidak
dapat menggambarkan dengan baik produksi 5en day pada minggu pertama produksi.
Perkiraan model c illan memberikan nilai negati. pada produksi minggu pertama.
<ilai negati. merupakan nilai yang tidak riil dalam kaitannya dengan produksi 5en day.
2. odel "ang
odel "ang merupakan model yang dikembangkan untuk memprediksi kurva
produksi telur. odel ini mengandung parameter-parameter yang memiliki arti biologis
seperti rataan umur de4asa kelamin dan laju kemampuan bertelur *"ang et al.! (,+,&.
>asil penelitian menunjukkan ba54a estimasi untuk laju penurunan kemampuan bertelur
iala5 sebesar (!5 : per minggu dan rataan umur de4asa kelamin iala5 pada umur 2)
minggu. 1kala parameter yang didapat sebesar ('0!5 dan indikator timbal balik
keragaman seksual 0(!'5. Persamaan modelnya iala59
( )
& (540 . 2) * '5(5 . (
0(5( . 0
(
5 . ('0

+
=
t
t
e
e
y
Persamaan tersebut dapat dilukiskan ke dalam kurva berikut9
Cambar '.
7urva
Produksi
6elur
%roiler
%reeder P1
Umur 24-45
inggu
5
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45
"#$r %#!n&&$'
(DP %)'
Mode *an&
Data Percobaan
%erdasarkan odel "ang
odel "ang memiliki kecocokan yang baik dengan data. 3ugaan produksi telur
yang diberikan ole5 model "ang 5anya menyimpang sedikit dari data percobaan.
7eunggulan model "ang juga terletak pada pada arti biologis yang diberikan ole5
parameter-parameter yang dikandungnya.
'. odel $dams-%ell
odel $dams-%ell merupakan suatu .ungsi aljabar yang digunakan untuk
meramalkan produksi telur *$dam dan %ell! (,+0&. 3alam model $dams-%ell terdapat 4
konstanta yang belum diketa5ui. 3engan menggunakan program 1$1! nilai keempat
konstanta yang dapat memenu5i model tersebut dapat diketa5ui. Persamaan modelnya
iala59
( )
( ) 2'52 ! () 20+) ! (
'(,2 ! 0 02+0 ! 0 0( ! 0
(
25

+
=

t y
T
Persamaan tersebut dapat dilukiskan ke dalam kurva berikut9
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45
Umur (minggu)
HDP (%)
Model Adam-Bell
Data Percobaan
Cambar 4. 7urva Produksi 6elur %roiler %reeder P1 Umur 24-45 inggu
%erdasarkan odel $dams-%ell
odel $dams-%ell memberikan kecocokan yang paling baik dengan data
dibandingkan dengan model-model lainnya. 3ugaan produksi telur pada minggu pertama
pada model $dams-%ell jau5 lebi5 baik daripada yang diberikan ole5 model-model
lainnya.
4. odel #ogistik
odel logistik juga merupakan model yang dikembangkan untuk memprediksi
kurva produksi telur *Cason dan %ritton! (,++&. odel ini mengandung 4 konstanta yang
belum diketa5ui nilainya. 3ua konstanta di antaranya sama dengan nilai parameter pada
model "ang. Persamaan modelnya iala59
( )
t
t
e
y
5(+4 ! 0 55+2 ! ('
0(5( ! 0
5+2 ! (' (
5 ! ('0

+
=
Persamaan tersebut dapat dilukiskan ke dalam kurva berikut9
)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45
Umur (minggu)
HDP (%)
Mode +o&!st!,
Data Percobaan
Cambar 5. 7urva Produksi 6elur %roiler %reeder P1 Umur 24-45 inggu
%erdasarkan odel #ogistik
%entuk kurva produksi telur yang diberikan ole5 model logistik 5ampir sama
persis dengan model "ang. <ilai yang diberikan untuk produksi telur ayam umur 24-45
minggu sama dengan nilai yang diperkirakan ole5 model "ang 5ingga 2 desimal! ole5
karena itu! nilai koe.isien determinasi dan galat baku model logistik juga sama dengan
model "ang.
A"urai M(d%'
$kurasi dari model-model itu diuji dengan beberapa nilai! terutama dengan
koe.isien determinasinya. 7oe.isien determinasi merupakan nilai yang menyatakan
besarnya keterandalan model! yaitu menyatakan variasi y yang dapat diterangkan ole5 D
menurut persamaan yang diperole5. 7oe.isien korelasi menyatakan besarnya derajat
keeratan 5ubungan antar variabel! sedangkan galat baku merupakan simpangan baku
distribusi suatu statistik *1antoso! (,,2&.
%erikut ini merupakan nilai koe.isien determinasi! galat baku dan koe.isien
korelasi dari model-model yang diuji tersebut.
6abel 2. <ilai 7oe.isien 3eterminasi */
2
&! Calat %aku *12&! dan 7oe.isien 7orelasi *r&
<o odel 7oe.isien
3eterminasi */
2
&
Calat baku
*12&
7oe.isien korelasi
*r&
( c illan 0!,,=0 4!(,) 0!,+'
2 "ang 0!,,,5 (!)), 0!,,+
' $dams-%ell 0!,,,+ (!0)0 0!,,,
4 #ogistik 0!,,,5 (!)), 0!,,+
odel $dams-%ell memiliki koe.isien determinasi yang paling baik. odel
"ang dan logistik juga memiliki kecocokan yang sangat baik dengan data tetapi kedua
model tersebut kurang baik dalam meramalkan produksi telur pada minggu pertama
produksi. 1ementara itu! model $dams-%ell lebi5 baik daripada model-model yang lain
dalam menduga produksi telur pada minggu pertama produksi. %erikut ini merupakan
5asil penelitian serupa dengan berbagai nilai /
2
yang didapat dari model-model
tersebut9 model c illan 0!='-0!,, *Cavora! et al.! (,+2E c illan! et al.!
(,+)E "ang! et al.! (,+,&E model $dams-%ell 0!,+-0!,, *ielenF and
<ueller!(,,(&E model logistik 0!,, *Cason and %ritton! (,++&E dan model "ang
0!,+-0!,, *$nang! (,,+&.
=
1ebagaimana dapat terli5at pada bentuk kurvanya! model $dams-%ell memiliki
kecocokan yang paling baik dengan titik-titik sebaran data percobaan. 1elain 5al tersebut!
dili5at dari koe.isien determinasi! koe.isien korelasi! dan galat bakunya! model tersebut
dapat memberikan persamaan yang paling baik untuk menduga kurva produksi telur
ayam broiler breeder parent stock umur 24-45 minggu! se5ingga untuk membuat standar
produksi dugaan digunakan model $dams-%ell.
6abel '. 1tandar Produksi 6elur $ktual dan 3ugaan Produksi 6elur berdasarkan
odel $dams-%ell
Umur Produksi *minggu& Produksi $ktual *:& Produksi 3ugaan $dams-%ell *:&
24 (!45 0!+5
25 (4!(5 (5!=2
2) 4(!,2 4(!00
2= )5!)) )4!=,
2+ =)!05 ==!4'
2, +0!(5 +(!=5
'0 +(!+( +2!44
'( +'!)( +(!+)
'2 =,.,= +0!+5
'' +(!4= =,!=(
'4 =,!0( =+!52
'5 =)!+( ==!'2
') =5!5, =)!((
'= =5!+0 =4!,0
'+ =4!0, ='!),
', =2!'= =2!4,
40 =(!+2 =(!2+
4( =0!=+ =0!0=
42 )+!(' )+!+)
4' )=!4' )=!)5
44 ))!4) ))!44
45 )4!'2 )5!2'
K%i)+u'an
7urva produksi telur ayam broiler breeder parent stock Cobb 500 berbentuk
sigmoid. Produksi telur meningkat dengan cepat pada minggu-minggu pertama produksi
5ingga mencapai puncak pada minggu ke-'(. 1etela5 mencapai puncaknya! produksi
telur terus menurun dengan laju penurunan sekitar (-' : per minggu. Persamaan yang
paling tepat untuk menduga produksi telur ayam broiler breeder broiler parent stock Cobb
500 umur 24-45 minggu iala5 model $dams-%ell dengan /
2
0 0!,,,+! r 0 0!,,,! dan
12 0(!0)0.
Da,!ar Pu!a"a
$dam! C.@. and 3.3. %ell! (,+0. Predicting poultry egg production. Poultry sci.! 5,9,'=-
,'+
$nang! $. (,,+. Matematical Models o! Egg "aying. 8nstitut .ur 6ierFuc5t und
6ier5altung mit 6ierklinik! artin #ut5er Universitat! >alle-;ittenberg.
Cason! @.$. and ;.. %ritton! (,++. Comparison o. compartmental and $dam-%ell
model o. egg production. Poultry sci.! )=92('-2(+.
+
Cobb. 200'. Cobb #$$ Breeder Management %uide. Cobb - Aantress 8nc.! 1iloam
1prings! $rkansas.
Cavora! @.1.! #.2. #iljeda5l! 8. c illan! and 7. $5len. (,+2. Com&arisson o! Tree
Matematical Models o! Egg Production' %rit. Poultry sci! 2'9'',-'4+.
cillan! 8.! . FitF-2arle! #. %utler! and 3.1. /obson! (,=0a Guantitative genetics o.
.ertility 8. #i.etime egg production o. Droso&ila melanogaster-65eorotical.
Cenetics! )59'4,-'5'.
cillan! 8.! . FitF-2arle! #. %utler! and 3.1. /obson! (,=0b Guantitative genetics o.
.ertility 88. #i.etime egg production o. Droso&ila melanogaster-2Dperimental.
Cenetics! )59'55-'),.
c illan! 8.! /.1. Co4e! @.1. Cavora! and /.;. Fair.ull. (,+). Prediction o! Annual
Production !rom Part (ecord Egg Production in Cicken by Tree Matematical
Model' Poultry sci
1antoso! /.3. dan .>. 7usnadi. (,,2. Analisis (egresi. $ndi ?..set! "ogyakarta.
"ang! <.! ;u! C.! and c illan! 8. (,+,. A )e* Matematical Model o! Poultry Egg
Production' Poultry 1ci. )+94=)-4+(.
,