Anda di halaman 1dari 19

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

-PEMODELAN & ANALISIS


-MANAGEMEN PENGETAHUAN
Amorezky Hartami (111!1!"
A#$ti% A&#%& K D (1111''("
Arya Pra)a%a (11111*+"
Dima$ A%)ar# P#r%omo (1'11',"
D-ita A$titi P#tri (1'11''+"
+KA'
UNI.E/SITAS GUNADA/MA
'1,
MODEL DAN ANALISIS DALAM SPK
Pemodelan adalah elemen kunci pada kebanyakan DSS. Pemodelan merupakan suatu upaya
untuk melakukan analisis sistem pendukung keputusan (SPK) dengan cara meniru bentuk
nyata-nya daripada melakukannya pada sistem nyata. Dan hal penting pada sebuah DSS
berbasis-model. Ada banyak kelas model, dan kerap kali ada banyak teknik khusus untuk
memecahkan masing-masing model. Simulasi merupakan pendekatan pemodelan yang
umum, namun ada juga pendekatan yang lain. odel merupakan konseptualisasi dari suatu
masalah dengan mencoba mengabstraksikannya dalam bentuk kuantitati! maupun kualitati!.
Dengan model kita mencoba mendekati masalah sebenarnya dengan melakukan beberapa
penyederhanaan melalui pernyataan asumsi.Dalam permodelan DSS dapat diklasi!ikasikan
menjadi model statis dan model dinamis.
odel secara umum terdiri dari"
#. $ariabel Keputusan, yaitu %ariabel yang berada di ba&ah kontrol pemegangkeputusan yang
nilainya ditentukan oleh si pemegang keputusan, contohnya adalah nilai anggaran, &aktu
proses, jumlah produk, jenis produk dsb
'. $ariabel diluar kontrol, yaitu %ariabel yang berada di luar kontrol pemegang keputusan
namun mempengaruhi keluaran dari model, contohnya adalah tingkat in!lasi, strategi pesaing,
pertumbuhan teknologi,dsb.
(. $ariabel )asil, yang merupakan keluaran dari model yang ditentukan oleh %ariabel
keputusan dan %ariabel di luar kontrol, contohnya adalah nilai keuntungan, nilai return on
in%estment, kapasitas produksi, harga produk, dsb
Ada empat jenis dasar model "
#. odel *isik. Adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi.
'. odel +arati!. Adalah jenis model yang menggambarkan dan menjelaskan suatu entitas
secra langsung baik dalam bentuk lisan maupun tertulis.
(. odel ,ra!ik. erupakan model yang menggambarkan entitasnya dengan sejumlah garis
atau simbol. model ini merupakan model yang sangat e!ekti! dalam menjelaskan suatu
entitas.
-. odel atematika. semua rumus dan persamaan matematika adalah suatu model
matematika. model ini memiliki kemampuan untuk memperkirakan output masalah-masalah
tertentu yang bersi!at eksakta.
Keuntungan odel
o .iaya analisis model lebih murah daripada percobaan yang dilakukan pada
sistem yang sesungguhnya.
o odel memungkinkan untuk menyingkat &aktu. /perasi bertahun-tahun dapat
disimulasikan dalam hitungan menit di komputer.
o anipulasi model (perubahan %ariabel) lebih mudah dilakukan daripada bila
diterapkan pada sistem nyata. Selanjutnya percobaan yang dilakukan akan
lebih mudah dilakukan dan tak mengganggu jalannya operasi harian
organisasi.
o Akibat yang ditimbulkan dari adanya kesalahan-kesalahan se&aktu proses
trial-and-error lebih kecil daripada penggunaan model langsung di sistem
nyata.
o 0ingkungan sekarang yang makin berada dalam ketidakpastian. Penggunaan
pemodelan menjadikan seorang manajer dapat menghitung resiko yang ada
pada proses-proses tertentu.
o Penggunaan model matematis bisa menjadikan analisis dilakukan pada
kemungkinan- kemungkinan solusi yang banyak sekali, bahkan bisa tak
terhitung. Dengan adanya komunikasi dan teknologi canggih sekarang ini,
manajer akan seringkali memiliki alternati!-alternati! pilihan.
o odel meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan pelatihan.
o
Pemo)e0a% 1a)a SPK me%2ak#1 t#3#4 1erma$a0a4a%5
16 I)e%ti7ika$i ma$a0a4 )a% a%a0i$i$ 0i%&k#%&a%6
Pada tahap ini akan dilakukan penga&asan, pelacakan, dan interpretasi terhadap in!ormasi-
in!ormasi yang telah terkumpul. Analisis dilakukan terhadap domain dan dinamika dari
lingkungan yang ada. Pada bagian ini perlu juga diidenti!ikasi budaya organisasi dan proses
pengambilan keputusan. Dapat digunakan business intelligence tools untuk keperluan
tersebut.
'6 I)e%ti7ika$i 8aria9e0
Pada tahap ini akan diidenti!ikasi %ariabel-%ariabel yang rele%an. $ariabel tersebut meliputi
%ariabel keputusan, %ariabel intermediate (tak terkontrol), dan %ariabel hasil. 1ntuk
kepentingan tersebut, dapat digunakan in!luence diagram untuk menunjukkan relasi antar
%ariabel-%ariabel tersebut.
,6 Perama0a% (7ore2a$ti%&"6
Apabila suatu SPK diimplemantasikan, maka akibatnya akan dirasakan di kemudian hari.
/leh karena itu, peramalan mutlak diperlukan.
+6 Pe%&&#%aa% 9e9era1a mo)e0 ke1#t#$a%6
Suatu sistem pendukung keputusan dapat terdiri-atas beberapa model. asing-masing model
merepresentasikan bagian yang berbeda dari masalah pengambilan keputusan.
*6 Se0ek$i kate&ori mo)e0 ya%& $e$#ai6
Ada tujuh kategori model SPK sebagaimana telah dijelaskan pada bagian terdahulu.
Setiap kategori memiliki beberapa teknik-teknik tertentu. Pada dasarnya, teknik-teknik
tersebut dapat diaplikasikan baik dalam model statis maupun model dinamis.
- odel statis umumnya memberikan asumsi adanya operasi perulangan dengan
menggunakan kondisi yang identik.
- odel dinamik (time-dependent) merepresentasikan skenario yang senantiasa
berubah dari &aktu ke &aktu.
!6 Ma%a3eme% mo)e06
1ntuk menjaga integritas dan aplikabilitasnya, model perlu dikelola sebaik mungkin.
1ntuk keperluan tersebut dibutuhkan suatu model base management system. odel .ase
anagement System (.S) merupakan paket perangkat lunak yang dibangun dengan
kapabilitas yang mirip dengan D.S.
Kapabilitas .S meliputi"
- kontrol,
- !leksibilitas,
- umpan balik,
- antarmuka,
- adanya pengurangan redundansi, dan
- adanya peningkatan konsistensi.
:6 Pemo)e0a% 9er9a$i$ 1e%&eta4#a%
Sistem berbasis pengetahuan menggunakan sekumpulan aturan dalam menyelesaikan
permasalahannya. Sistem pakar merupakan salah satu model pendukung keputusan yang
bersi!at kualitati!. Sistem pakar merupakan sistem berbasis pengetahuan.
'6 PEMODELAN SISTEM PENDUKUNG MANAJEMEN
S#9$i$tem Ma%a3eme% Mo)e0
Subsistem dari manajemen model dari Sistem Pendukung Keputusan terdiri dari elemen-
elemen berikut ini"
.asis odel
.asis model berisi rutin dan statistik khusus, keuangan, !orecasting, ilmu manajemen, dan
model kuantitati! lainnya yang memberikan kapabilitas analisis pada sebuah sistem
pendukung keputusan. Kemampuan untuk in%okasi, menjalankan, mengubah,
menggabungkan, dan menginspeksi model merupakan suatu kapabilitas kunci dari sistem
pendukung keputusan dan yang membedakannya dengan 2.3S (2omputer .ase 3n!ormation
System) lainnya. odel dalam basis model dapat dibagi menjadi empat katagori utama, dan
satu katagori pendukung, yaitu"
#. Strate&i$ 5 odel strategis digunakan untuk mendukung manajemen puncak untuk
menjalankan tanggung ja&ab dalam perencanaan strategis.
'. Takti$ 5 odel 4aktis digunakan terutama oleh manajemen tingkat menengah, untuk
membantu mengalokasikan dan mengontrol sumber daya organisasi.
(. O1era$io%a0 5 odel ini digunakan untuk mendukung akti%itas kerja harian transaksi
organisasi.
-. A%a0itik 5 odel ini digunakan untuk menganalisis data, model ini meliputi model
statik, ilmu manajemen, algoritma data mining, model keuangan, dan lainnya.
5. ;0ok Pem9a%&#%a% Mo)e0 )a% /#ti% 5 Selain berisi model strategis, taktis, dan
operasional, basis model juga berisi blok pembangunan model dan rutin. 2ontoh-
contohnya meliputi satu rutin generator dengan jumlah acak, kur%a, atau line-!itting
rutin, rutin komputasi present-%alue, dan analisis regresi. .lok pembangunan ini dapat
digunakan dalam beberapa cara. Dapat disebarkan untuk aplikasi sebagai analisis
data, dapat juga digunakan sebagai komponen present-%alue, dan analisis regresi.
Sistem anajemen .asis odel
*ungsi perangkat lunak sistem manajemen basis model (.S) adalah untuk membuat
model dengan menggunakan bahasa pemrograman, alat sistem pendukung keputusan atau
subrutin, dan blok pembangunan lainnya, membangkitkan rutin baru dan laporan, pembaruan
dan perubahan model, dan manipulasi data model. .S mampu mengaitkan model-model
dengan link yang tepat melalui sebuah database.
Peran direktori model yang terhubung ke .S sama dengan direktori database. Direktori
model adalah katalog dari semua model dan perangkat lunak lainnya pada basis model. 6ang
berisi de!inisi model dan !ungsi utamanya adalah menja&ab pertanyaan tentang ketersediaan
dan kapabilitas model. Sistem anajemen .asis odel7odel .ase anagement System
(.S) berisi beberapa elemen antara lain, yaitu "
#. Ek$ek#$i Mo)e0 5 8ksekusi odel adalah proses mengontrol jalannya model.
'. I%te&ra$i Mo)e0 5 odel ini mencakup gabungan operasi dari beberapa model saat
diperlukan (misalnya mengarahkan output suatu model, katakanlah perkiraan, untuk
diproses model lain, misal model perencanaan pemrograman linier).
(. Peri%ta4 (<omma% Pro2e$$or Mo)e0" 5 odel ini digunakan untuk menerima dan
menginterpretasikan instruksi-instruksi pemodelan dari komponen antarmuka
pengguna dan merutekannya ke .S, eksekusi model atau !ungsi-!ungsi integrasi
elemen-elemen tersebut beserta antarmukanya dengan komponen sistem pendukung
keputusan.
Kemampuan subsistem model dalam Sistem Pendukung Keputusan antara lain :
1. Mampu menciptakan model model baru dengan cepat dan mudah
2. Mampu mengkatalogkan dan mengelola model untuk mendukung semua tingkat
pemakai
3. Mampu menghubungkan model model dengan basis data melalui hubungan yang
sesuai
4. Mampu mengelola basis model dengan ungsi mana!emen yang analog dengan
database mana!emen.
,6 MODEL STATIS DAN DINAMIS
Mo)e0 Stati$
enggunakan satu !okus tunggal dalam suatu keadaan dan segala sesuatu terjadi dalam
inter%al tunggal. odel statis mengambil satu snapshot tunggal dari suatu situasi. Selama
snapshot tersebut, segala sesuatu terjadi dalam interval tunggal. Sebagai contoh, satu
keputusan mengenai membuat sendiri atau membeli satu produk adalah keputusan bersi!at
statis. Pendapatan tri&ulan atau tahunan adalah statis, demikian juga contoh keputusan
in%estasi. Sebagian besar situasi pengambilan keputusan statis diperkirakan berulang dengan
kondisi yang identik
Simulasi proses memulai dengan steady-state yang merupakan representasi model statis dari
sebuah pabrik untuk menemukan parameter pengoperasian optimal. 9epresentasi statis
menganggap bah&a aliran bahan mentah ke dalam pabrik akan berlangsung terus-menerus
dan tidak ber%ariasi. Simulasi steady-state adalah alat utama untuk desain proses ketika para
ahli teknik harus menentukan imbal balik terbaik antara biaya capital, biaya operasi, per!orma
proses, kualitas produk, dan !actor-!aktor keamanan serta lingkungan (.os&ell, #:::).
Stabilitas dari data rele%an dianggap ada pada analisis statis.
2ontoh "
#. Keputusan pembelian atau pembuatan sendiri suku cadang suatu produk
'. Pendapatan tri&ulan 7 tahunan
(. Keputusan in%estasi
Mo)e0 Di%ami$
Ada beberapa kisah tentang pembangunan model yang menghabiskan &aktu berbulan-bulan
untuk mengembangkan satu model statis yang kompleks, berskala ultrabesar, dan sulit
dipecahkan. odel tersebut merepresentasikan situasi pengambilan keputusan dunia nyata
yang makan &aktu satu minggu, seperti produksi sosis. ereka mengirimkan system dan
menyajikan hasilnya kepada presiden perusahan, yang menanggapi, ;)ebat< odel mampu
menangani masalah satu minggu. odel dinamis merepresentasikan scenario yang berubah
sepanjang &aktu. 2ontoh sederhana adalah proyeksi rugi-laba 5 tahun di mana data input
seperti biaya, harga, dan kuantitas berubah dari tahun ke tahun.
odel dinamis tergantung pada waktu. Sebagai contoh, dalam menentukan berapa banyak
poin checkout harus dibuat pada sebuah supermarket, orang harus mengambil &aktu satu hari
karena jumlah pelanggan yang berbeda-beda dating selama setiap jam. Permintaan harus
diperkirakan sepanjang &aktu. Simulasi dinamis, berla&anan dengan simulasi steady-state,
merepresentasikan apa yang terjadi ketika kondisi berubah dari steady-state ke kondisi
tergantung &aktu. ungkin ada %ariasi pada bahan mentah (tanah liat). etodologi ini
digunakan pada desain control pabrik (.os&ell, #:::)
odel dinamis penting karena model ini sepanjang &aktu menggunakan, merepresentasikan,
atau membuat trend dan pola-pola. odel ini juga menunjukkan rata-rata per periode, rata-
rata perubahan, dan analisi perbandingan. odel dapat diperluas menjadi model aliran
jaringan dinamis untuk mengakomodasi in%entori (Aronson, #:=:).
#. Skenario yang mengalami perubahan sepanjang &aktu. isalnya proyeksi rugi laba 5 tahun
yang dipenagruhi oleh input biaya, harga dan kuantitas yang berubah dari tahun ke tahun.
'. odel dinamis ditentukan oleh !ungsi &aktu
(. 9epresentasi rata > rata setiap periode
-. 9ata > rata perubahan
5. Analisis perbandingan
+6 OPTIMISASI PEM/OG/AMAN MATEMATIKA
Digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah manajerial, untuk mengalokasikan
resources yang terbatas (misal tenaga kerja, modal, mesin, atau air) diantara sekian banyak
akti%itas untuk mengoptimalkan tujuan yang ditetapkan. Pemrograman linier adalah salah
satu teknik yang cukup terkenal dalam perhitungan optimalisasi pada pemrograman
matematika. Karakteristik pemrograman linier antara lain "
#. 4erbatasnya jumlah sumber daya ekonomi yang tersedia untuk dialokasikan
'. Sumber daya yang digunakan untuk memproduksi produk atau jasa
(. Ada dua atau lebih cara dimana sumber daya dapat digunakan, masing-masing disebut solusi
atau program.
-. asing-masing akti%itas (produk atau jasa) dimana sumber daya digunakan menghasilkan
tujuan
5. Alokasi biaya dibatasi pada beberapa batasan dan persyaratan yang disebut konstrain.
odel /ptimisasi adalah model yang memilih solusi terbaik dari berbagai alternati!, dimana
masalahnya harus terstruktur sangat baik. odel Suboptimisasi, sering disebutsatisficing
model, yang memungkinkan manajer memasukkan serangkaian keputusan dan model akan
memproyeksikan hasilnya, dimana model tersebut menyerahkan tugas kepada manajer untuk
mengidenti!ikasi keputusan yang akan menghasilkan hasil terbaik.
anajer yang menggunakan model matematika dapat memperoleh keuntungan sebagai
berikut"
#. Proses pembuatan model dapat menjadi pengalaman belajar, dimana pada setiap
proyek model dipelajari sesuatu yang baru mengeenai sistem !isik
'. Kecepatan proses simulasi dapat menge%aluasi dampak keputusan dalam jangka
&aktu singkat, dimana dalam hitungan menit, dapat dibuat simulasi operasi
perusahaan untuk bebrapa bulan, kuartal, atau tahun
(. odel menyediakan daya prediksi > suatu pandangan ke masa depan > yang tidak
dapat disediakan oleh metode penghasil in!ormasi lain
-. odel lebih murah daripada metode trial and error? dimana proses pembuatan model
memang mahal dalam hal &aktu maupun perangkat lunak dan keras yang diperlukan
untuk simulasi, tetapi biaya tersebut tidak setinggi biaya yang disebabkan keputusan
yang buruk.
Adapun kerugian utama yang mengimbangi pembuatan model matematik adalah"
#. Kesulitan pembuatan model sistem bisnis, akan mengahasilkan suatu model yang
tidak menangkap semua pengaruh pada entitas. isalnya, dalam model yang baru
dijelaskan, seseorang dalam perusahaan harus memperkirakan nilai-nilai dari elemen-
elemen data skenario. 3ni berarti bah&a pertimbangan yang menyeluruh sangat
diperlukan dalam menerapkan keputusan yang didasarkan pada simulasi
'. Diperlukan keahlian matematika tingkat tinggi, untuk mengembangkan sendiri model-
model yang lebih kompleks, keahlian itu juga diperlukan untuk mena!sirkan output
secara tepat.
*6 METODE PEN<A/IAN PEME<AHAN MASALAH
Pemecahan masalah dide!inisikan sebagai respon terhadap suatu hal yang berjalan baik
maupun berjalan buruk. masalah (problem) merupakan suatu keadaan atau kejadian yang
merugikan atau berpotensi akan merugikan bagi perusahaan dengan cara negati! atau
sebaliknya, yaitu hal yang menguntungkan atau berpotensi menguntungkan bagi perusahaan
dalam cara yang positi!.
Pembuatan Keputusan Analitis tergantung pada in!ormasi yang dipilih secara sistematisdan
die%aluasi dengan sistematis pula dengan cara memperkecil alternati!-alternati! yang ada
serta membuat suatu keputusan berdasarkan keputusan tersebut. Pembuatan Keputusan
)euristik,pembuatan keputusan yang menggunakan heuristik membuat keputusan dengan
bantuan beberapa petunjuk (petunjuk praktis), meskipun mereka tida selalu diterapkan secara
konsisten atau sistematis.
Ada berbagai macam jenis masalah, yaitu"
#. asalah terstruktur, yaitu masalah yang memiliki elemen-elemen yang saling berhubungan
di mana masing-masing elemen dan hubungannya dapat di!ahami oleh manajer.
'. asalah semi terstuktur, yaitu masalah yang sebagian elemennya di!ahami dan sebagian lagi
tidak di!ahami oleh manajer
(. asalah tidak terstruktur, yaitu masalah yang elemen-elemennya atau hubungan
antarelemennya tidak di!ahami oleh manajer.
Dalam penyelesaian suatu masalah terdapat tiga !ase penyelesaian masalah yaitu "
#. Kercedasan
Kecerdasan adalah kesadaran mengenai suatu masalah atau peluang. Dalam hal ini, pembuat
keputusan berupaya mencari lingkungan bisnis internal dan eksternal, memeriksa keputusan-
keputusan yang yang perlu dibuat, dan masalah-masalah yang perlu diatasi. encari
lingkungan yang kondusi! untuk mendadpatkan suatu solusi.
'. Perancangan
Dalam !ase perancangan, pembuat keputusan merumuskan suatu masalah dan menganalisis
sejumlah solusi alternati!. enciptakan, mengembangkan dan menganalisais tindakan-
tidakan yang mungkin dilakukan.
(. Pemilihan
Dalam pemilihan !ase ini, pembuat keputusan memilih solusi masalah atau peluang yang
ditandai dalam !ase kecerdasan. emilih tindakan tertentu dari berbagai kemungkinan yang
ada
-. Akti%itas meninjau ulang, enilai kembali pilihan atau keputusan yang telah diambil.
KE/ANGKA KE/JA PEME<AHAN MASALAH
Ada dua kerangka yang digunakan dalam pemecahan masalah, yaitu model sistem dan model
lingkungan. odel7pendekatan sistem berupa kerangka kerja perusahaan sebagai suatu
sistem. Dalam kerangka ini, elemen-elemen penting diidenti!ikasi, termasuk aliran data,
in!ormasi dan keputusan-keputusan yang menghubungkan elemen-elemen tersebut. dalam
Proses pemecahan masalah dikelompokkan dalam ( !ase, yaitu"
#. *ase pertama, yaitu !ase upaya persiapan
'. *ase kedua, yaitu !ase upaya de!inisi atau penentuan
(. *ase ketiga, yaitu !ase upaya solusi
odel lingkungan digunakan untuk dapat memahami lingkungan perusahaan dan interaksi
antara perusahaan dan masing-masing elemen lingkungan dalam bentuk aliran sumber daya.
etode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah-masalah Semiterstruktur.Dengan
menggunakan keputusan kriteria ganda sebagai metode yang digunakan dalam
menyelesaikan masalah-masalah semiterstruktur. Dalam membentuk model keputusan-
keputusan serialitas mungkin, peneliti mengembangkan beberapa pendekatan untuk
menge%aluasi tujuan ganda atau masalah-masalah kriteria ganda. Pendekatan kritera ganda
memungkinkan pembuat keputusan menyusun prioritas mereka serta memungkinkan
ditampilkannya analisis sensiti!itas dengan menanyakan jenis pertanyaan .agaimana jika@
etode ini meliputi metode-metode pembobotan, pendekatan batasan konjungti!, pemrosesan
hierarki analitis, dan pemrograman tujuan.
Selama proses pemecahan masalah, menejer akan terlibat dalam pengambilan keputusan,
yaitu suatu aksi atau tindakan memilih dari berbagai alternati! tindakan. Keputusan adalah
tindakan tertentu yang dipilih yang biasanya pemecahan satu masalah akan membutuhkan
atau menghasilkan beberapa keputusan. embedakan istilah pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan bisa sangat membingungkan. Satu cara untuk dapat membedakan
keduanya adalah dengan memeriksa tahapan-tahapan atau !ase-!ase proses keputusan. *ase
ini adalah inteligensi, perancangan, pemilihan dan peninjauan (implementasi).
!6 SIMULASI
Simulasi adalah sebuah teknik untuk melakukan eksperimen dengan sebuah komputer pada
sebuah model dari sebuah sistem manajemen. Simulasi merupakan model DSS yang paling
umum digunakan. Simulasi merupakan suatu model deskripti!. 4idak ada pencarian otomatis
untuk suatu solusi yang optimal. odel simulasi menggambarkan atau memprediksi
karakteristik suatu sistem di ba&ah kondisi yang berbeda.
Proses simulasi biasanya mengulangi sebuah eksperimen, berkali-kali untuk mendapatkan
estimasi mengenai e!ek keseluruhan dari tindakan-tindakan. Simulasi lebih bersi!at deskripti!
(menjelaskan) daripada tool normati!? sehingga tak ada pencarian otomatis untuk solusi
optimal. Simulasi memperkirakan karakteristik sistem tertentu pada berbagai keadaan yang
berbeda-beda. Sekali karakteristik ini diketahui, alternati! terbaik dari alternati! yang ada
dapat dipilih. Simulasi digunakan bilamana permasalahan yang ada terlalu kompleks7sulit
bila diselesaikan dengan teknik optimasi numerik (misalnya 0P). Kompleksitas disini berarti
bah&a permasalahan tadi tak bisa dirumuskan untuk optimasinya atau perumusannya terlalu
kompleks.
Keuntungan Simulasi"
#. 4eori simulasi relati! mudah dan bisa langsung diterapkan.
'. odel simulasi mudah untuk menggabungkan berbagai hubungan dasar dan
ketergantungannya.
(. Simulasi lebih bersi!at deskripti! daripada normati!
-. odelnya dibangun berdasarkan perspekti! manajer dan berada dalam struktur
keputusannya
5. Simulasi dapat mengatasi %ariasi yang berbeda-beda dalam pelbagai jenis masalah
A. Sebagai si!at alamiah simulasi, kita dapat menghemat &aktu
Kerugian Simulasi"
#. 4ak menjamin solusi yang optimal.
'. embangun model simulasi seringkali memakan &aktu lama dan membutuhkan biaya.
(. Solusi dan in!erensi dari satu kasus simulasi biasanya tak bisa ditrans!er ke permasalahan
yang lain.
-. Simulasi terkadang begitu mudah diterima oleh manajer sehingga solusi analitis yang dapat
menghasilkan solusi optimal malah sering dilupakan.
etodologi Simulasi
De!inisi masalah.
embangun model simulasi.
4esting dan %alidasi model.
Desain percobaan.
elakukan percobaan.
8%aluasi hasil.
3mplementas.
MANAGEMEN PENGETAHUAN
anagemen Pengetahuan adalah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan
oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidenti!ikasi, menciptakan, menjelaskan, dan
mendistribusikanpengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam
organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objekti! organisasi dan ditujukan untuk
mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan
kompetiti!, atau tingkat ino%asi yang lebih tinggi. Konsep manajemen pengetahuan ini
meliputi pengelolaan sumber daya manusia (SD) dan teknologi in!ormasi (43) dalam
tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan yang semakin baik sehingga mampu
memenangkan persaingan bisnis. Perkembangan teknologi in!ormasi memang memainkan
peranan yang penting dalam konsep manajemen pengetahuan. )ampir semua akti%itas
kehidupan manusia akan di&arnai oleh penguasaan teknologi in!ormasi, sehingga jika
berbicara mengenai manajemen pengetahuan tidak lepas dari pengelolaan.
Je%i$ )a% ;e%t#k Pe%&eta4#a%
16 Tacit knowledge
Pengetahuan yang sulit diartikulasikan, dituliskan dalam kata-kata, teks, maupun
gambar
4ersimpan dalam pikiran manusia, sulit di!ormulasikan (misalnya keahlian
seseorang)
Penting untuk kreati!itas dan ino%asi
Dikon%ersikan ke eksplisit dengan eksternalisasi
isalnya pengalaman bertahun-tahun yang dimiliki oleh ahli
'6 Explicit knowledge
Pengetahuan yang telah ditangkap dan dinyatakan dalam kata-kata, teks, maupun
gambar
4elah ada dalam bentuk konkrit7nyata
Dapat dikodi!ikasi7!ormulasi
Dikon%ersikan ke tacit dengan pemahaman dan penyerapan
isalnya dokumen, database, materi audio %isual dll.
Semakin tacit sebuah pengetahuan, maka semakin berharga pengetahuan tersebut
Pe%)ekata% Pe%&em9a%&a% Ma%a3eme% Pe%&eta4#a%
anajemen pengetahuan bukan perkara yang sederhana, karena luas dan kompleksnya
bidang manajemen pengetahuan ini para ahli mencoba membangun model untuk manajemen
pengetahuan. anajemen Pengetahuan dilaksanakan dalam sistem pengelolaan pengetahuan,
atau Knowledge Management System (KS). Sebagian besar organisasi yang menerapkan
KS, menggunakan pendekatan tiga cabang untuk mengelola pengetahuannya, yaitu
anusia (People),
Proses (Process), dan
4eknologi (Technology).
Penekanan terhadap tiap-tiap elemen bisa berbeda di setiap bagian organisasi. .erdasarkan
model pendekatan di atas maka batasan dari knowledge management sebagai berikut "
odel lain adalah yang dikemukakan oleh ahli lain
yang membagi model manajemen pengetahuan
menjadi dua dimensi, sebagai berikut"
Dimensi pertama (ba&ah) terdiri dari akti!itas-akti!itas yang sangat penting bagi proses
penciptaan pengetahuan dan ino%asi seperti "
knowledge exchange,
knowledge capture,
knowledge reuse, dan
knowledge internalization.
Secara keseluruhan, proses ini menciptakan sebuah organisasi pembelajaran (learning
organization) yaitu sebuah organisasi yang memiliki keahlian dalam penciptaan, perolehan,
dan penyebaran pengetahuan serta mengadaptasikan akti!itasnya untuk mere!leksikan
pemahaman dan ino%asi baru yang didapat. Sedangkan dimensi kedua (atas) terdiri dari
elemen yang memungkinkan atau
mempengaruhi akti!itas penciptaan pengetahuan, yaitu"
Strategy penyelarasan strategi organisasi dengan strategi KS.
Measurement pengukuran yang diambil untuk menentukan apakah terjadi
perbaikan K atau ada man!aat yang telah diambil.
Policy aturan tertulis atau petunjuk-petunjuk yang telah dibuat oleh organisasi.
ontent bagian dari kno&ledge-base organisasi yang ditangkap secara elektronik.
Process proses-proses yang digunakan oleh knowledge worker organsisasi dalam
rangka mencapai misi dan tujuan organisasi.
Technology teknologi in!ormasi yang mem!asilitasi proses identi!ikasi, penciptaan,
dan di!usi pengetahuan diantara elemen-elemen organisasi di seluruh bagian
organisasi. Peran penting teknologi dalam KS adalah memperluas jangkauan dan
meningkatkan kecepatan trans!er pengetahuan. Peran ini sangat tergantung pada dua
aspek yang paling banyak mendukung, yaitu penyimpanan dan komunikasi.
ulture lingkungan dan konteks yang di dalamnya proses-proses K harus terjadi
(sering disebut dengan istilah nilai, norma, dan praktek).
A10ika$i Tek%o0o&i I%7orma$i Pa)a Ma%a3eme% Pe%&eta4#a%
Perkembangan teknologi in!ormasi memainkan peranan amat penting dalam perkembangan
konsep manajemen pengetahuan. Dalam catatan .eckman (#:::, h.#.'), peristi&a penting
yang menandai tonggak perkembangan manajemen pengetahuan adalah ketika di tahun #:=B
organisasi D82 (!igital "#uipment orporation) dan 1ni%ersitas 2arnagie mellon
mengembangkan sistem pakar untuk menetapkan kon!igurasi perangkat keras komputer.
Sejak itu banyak penelitian yang menuju pada peman!aatan teknologi untuk meman!aatkan
pengetahuan yang tersimpan di kepala manusia. +amun baru enam tahun kemudian istilah
manajemen pengetahuan diperkenalkan secara !ormal oleh Dr. Karl Ciig dalam sebuah
pidatonya di kon!erensi 30/ (badan buruh P..). Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
bah&a dalam penerapan manajemen pengetahuan dapat didukung dengan teknologi
in!ormasi. /leh karena itu, komponen selanjutnya dalam penerapan manajemen pengetahuan
ini adalah teknologi? dalam hal ini berkaitan dengan peman!aatan 4eknologi 3n!ormasi (43).
3stilah 4eknologi 3n!ormasi merupakan gabungan dua istilah dasar yaitu teknologi dan
in!ormasi. 4eknologi dapat diartikan sebagai pelaksanaan ilmu, sinonim dengan ilmu terapan.
Sedangkan, secara umum in!ormasi merupakan sesuatu arti yang diungkapkan oleh manusia
atau oleh ekstrak dari !akta. 4eknologi tidak saja terbatas pada perangkat keras (alat) dan
perangkat lunak (program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang
ditentukan, nilai yang digunakan untuk membuat pilihan pelaksanaan, dan kriteria penilaian
yang digunakan untuk memutuskan apakah manusia mengendalikan teknologi atau tidak.
6ang termasuk teknologi in!ormasi adalah antara lain"
(#) telekomunikasi,
(') sistem komunikasi optik,
(() sistem pita-%ideo dan cakram %ideo,
(-) komputer, termasuk %isi komputer, lingkungan data dan sistem pakar,
(5) mikrobentuk,
(A) komunikasi suara dengan bantuan komputer,
(D) jaringan kerja data,
(=) surat elektronik, dan (%ideoteks dan teleteks.)
Keberadaan teknologi in!ormasi mampu mena&arkan berbagai metode, antara lain "
#. etode dan tools untuk merekam pengetahuan termasuk komputer, media
simpan seperti pita magnetis dan cakram atau disc. Pencarian data teks
lengkap memungkinkan pemakai menelusuri direktori, ensiklopedia, data
statistik, dan keuangan yang terbacakan mesin. 3ni semua dipermudah dengan
tersedianya media simpan optik.
'. etode menyimpan rekaman (record) mengenai berbagai kegiatan termasuk
perangkat keras komputer seperti media simpan, yang dilengkapi perangkat
lunak untuk merancang bangun, menciptakan, dan menyunting data,
spreadsheet, dan perangkat lunak sejenis.
(. etode untuk mengindeks dokumen dan in!ormasi termasuk berbagai teknik
pembuatan indeks berbantuan komputer serta berkas (files) khusus untuk
memudahkan menemukan dokumen berdasarkan istilah atau kondisi istilah
dalam berkas. Pangkalan data bibliogra!is yang besar yang memudahkan
menemukan dokumen yang memenuhi syarat tertentu (misalnya berdasarkan
pengarang atau subjek), kini berkembang dengan katalog sehingga membantu
menentukan lokasi dokumen.
-. etode mengkomunikasikan pengetahuan termasuk "
a. sistem pos elektronik untuk transmisi teks memo dan surat dokumen ?
b. system transmisi !aksimili (facsimile) untuk transmisi dokumen jarak
jauh berdasarkan prinsip !otokopi. 3ni sama saja dengan !otokopi jarak
jauh ?
c. majalah elektronik sebagai sarana komunikasi kegiatan dan hasil
penelitian ?
d. telekon!erensi artinya pertemuan jarak jauh, masing-masing peserta
berada di berbagai tempat, saling berkomunikasi serta terlihat &ajah
masing-masing ? dan
e. jaringan komunikasi data untuk mengkomunikasikan data.
Sementara itu, ketika teknologi jaringan dan telekomunikasi semakin maju, maka boleh
dikatakan bah&a teknologi pengelolaan pengetahuan mengalami pertumbuhan sangat
dinamik. Seperti dikatakan Eablonski, )orn, dan Schlundt ('BB#), manajemen pengetahuan
kini berdiri di atas tiga kaki yaitu "
3ntelegensi buatan (artificial intelligence) yang membantu mengekstraksi in!ormasi
dari berbagai sumber untuk disimpan di knowledge base. Sebuah knowledge base
memiliki !ormat yang bisa ditelusur dan diakses sesuai keperluan pemakai.
Pendekatannya berdasarkan asumsi bah&a knowledge base bisa dipisahkan dari
knowledge carriers.
anajemen dokumen (document management) untuk menyimpan dan mengelola
berbagai tipe dokumen di dalam satu pusat. Peman!aatannya adalah melalui metadata.
4eknologi jaringan komputer dan hypertext yang memungkinkan berbagai dokumen
dihubungkan, sedangkan pencariannya didukung oleh search engine. ajunya
4eknologi 3n!ormasi (43) memang bisa memacu e!isiensi dan e!ekti!itas organisasi.
Karena dirasa banyak man!aatnya bagi organisasi, sehingga usaha-usaha untuk lebih
memaksimalkan 43 terus berkembang. .agi mereka, 43 telah menjadi bagian yang tak
terpisahkan dan merupakan in!rastruktur yang penting bagi organisasi atau organisasi
dalam memberikan nilai tambah atau keuntungan kompetiti!.
M#0ti)i$i10i% ma%a3eme% 1e%&eta4#a%
3lmu keorganisasian
3lmu kogniti!
0inguistik
4eknologi in!ormasi knowledge-based system, database technology$ information
management
3lmu kepustakaan
4eknik penulisan dan jurnalisme
Antropologi dan sosiologi
Pendidikan dan pelatihan
3lmu komunikasi
4eknologi kolaborasi intranet, ekstranet, portal, web technologies
S"M#$% : http://ridwan-cruiser.blogspot.com/2012/11/makalah-pemodelan-dan-analisis-
spk.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pengetahuan
https://www.google.com/url?
sa=trct=j!=esrc=ssource=webcd="cad=rja#ed=0$%&&'j()url=http*+(*2'
*2'#i,an.sta--.gunadarma.ac.id*2')ownloads*2'-iles*2'1."2.*2'/_M(0(1%M%0
*223%04%5(67(0.pd-ei=578$7#$9%:-
:r(-cw:)o)(usg=('&j$06521oge96;'t3d<=h5,%#m26n2>wb#m=b#.?.1"./?"@d.bm
k