Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH

Mesin Frais (Milling)



Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah
Proses Produksi










Disusun Oleh :
Kharisma Alfiansyah
201302012

POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA
PROGRAM STUDI TEKNIK MEKATRONIKA
PURWAKARTA
2014


ii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbilalamin
Puji syukur penyusun panjatkan kepada allah SWT kerena rahmat dan
pertolongan Nya. Tugas pembuatan makalah tentang Mesin frais ini telah selesai,
penyusun juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini berisi mulai dari definisi Mesin Frais, klasifikasi beserta contoh dan
bagaimana cara mengoperasikannya. Penyusun berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.
Amin

Purwakarta, Juni 2014

Penyusun






iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2. Tujuan ..................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3
2.1 Dasar Teori Mesin Frais (milling machine) ............................................ 3
2.2 Jenis-Jenis Mesin Frais ........................................................................... 4
2.3 Bagian-Bagian Dari Mesin Frais ............................................................ 7
2.4 Bagian- bagian utama mesin frais dan fungsinya .................................... 9
2.5 Fungsi Mesin Frais ................................................................................ 12

2.6 Perlengkapan Mesin Frais ...................................................................... 13
2.7 Macam Macam Pahat Frais ................................................................. 16
2.8 Cara Kerja Mesin Frais (Milling Machine) ............................................ 17
2.9 Jenis Jenis Pengerjaan Mesin Frais ...................................................... 18
2.10 Teknik pengefraisan ............................................................................. 18


iv

2.11 Perencanaan Perhitungan pada mesin frais .......................................... 19

BAB III PENUTUP ........................................................................................... 26
3.1. Kesimpulan .................................................................................... 26
3.2. Saran ............................................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 28




















v

DAFTAR GAMBAR

- Gambar 2.7 Knee/lutut ............................................................................................
- Gambar 2.8 Alas Mesin ..........................................................................................
- Gambar 2.9 Arbor ...............................................................................................
- Gambar 2.10 Stub arbor .....................................................................................
- Gambar 2.11 Collet chuck ..................................................................................
- Gambar 2.12 Ragum/Catok ................................................................................
- Gambar 2.13 Meja putar (Rotary Table) ............................................................
- Gambar 2.14 Kepala pembagi. ...........................................................................
- Gambar 2.15 Macam-macam klem ....................................................................
- Gambar 2.16 Pelat/piring pembagi dengan alur V .............................................
- Gambar 2.17 Kepala pembagi universal ............................................................
- Gambar 2.18 Pelat/piring pembagi .....................................................................









1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mesin Milling ditemukan oleh Eli Whitney sekitar tahun 1818. Mesin Milling ini
melakukan operasi produksi suku cadang duplikat yang pertama dengan pengendali
secara mekanik arah dan gerakan potong dari perkakas mata potong jamak yang
berputar. Mesin Milling melemparkan logam ketika benda kerja dihantarkan terhadap
suatu pemotong yang berputar. Pemotong Milling memiliki satu deretan mata potong
pada kelilingnya yang masing-masing berlaku sebagai pemotong tersendiri pada daur
putaran. Benda kerja dipegang pada meja yang mengendalikannya, antaranya terdapat
pemotong mesin Milling tersebut.
Mesin Milling adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas dari
segala mesin perkakas. Permukaan yang datar maupun berlekuk dapat dimesin dengan
penyelesaian dan ketelitian istimewa. Pemotong sudut, celah, roda gigi,dan ceruk dapat
dapat digunakan dengan menggunakan berbagai pemotong. Pahat gurdi, peluas lubang,
dan bor dapat dipegang dalam soket arbor dengan melepaskan pemotong dan arbor.
Karena semua gerakan meja mempunyai penyetelan mikrometer, maka lubang dan
pemotongan yang lain dapat diberi jarak secara cepat.
Operasi pada umumnya dilakukan oleh ketam, gurdi, mesin pemotong roda gigi,
dan mesin peluas lubang dapat dilakukan pada mesin milling. Mesin ini membuat
penyelesaian dan lubang yang lebih baik sampai pada batas ketelitian dengan jauh lebih
baik daripada mesin sekrap. Pemotong berat dapat diambil tanpa banyak merugikan
pada penyelesaian atau ketepatannya.






2

1.2 Tujuan
- Mengetahui apa itu mesin milling
- Mengetahui prinsip kerja mesin Milling.
- Mengetahui bagian-bagian dari mesin milling beserta fungsinya masing-masing.
- Mengetahui jenis dan macam-macam mesin Milling.
- Mengetahui jenis alat bantu yang digunakan.
- Dapat merencanakan perhitungan pada mesin milling
































3

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Dasar Teori Mesin Frais (milling machine)
Mesin frais merupakan salah satu mesin konvensional yang mampu mengerjakan
suatu benda kerja dalam permukaan sisi datar, tegak, miring, bahkan alur roda gigi.
Mesin perkakas ini mengerjakan atau menyelesaikan suatu benda kerja dengan
menggunakan pisau milling (cutter) pemasukan media dikembangkan, computer
processing power dan kapasitas memori terus meningkat, dan mesin-mesin NC dan CNC
berangsur-angsur dirubah dari level perusahaan yang besar ke level perusahaan yang
medium (menengah).
Pengerjaan logam dalam dunia manufacturing ada beberapa macam, mulai dari
pengerjaan panas, pengerjaan dingin, hingga pengerjaan secara mekanis. Pengerjaan
mesin mekanis loagam biasanya digunakan untuk pengerjaan lanjutan maupun
pengerjaan finishing, sehingga dalam pengerjaan mekanis dikenal beberapa prinsip
pengerjaan, salah satunya adalah pengerjaan perataan permukaan dengan menggunakan
mesin frais atau biasa juga disebut mesin milling.
Mesin milling adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas bila
dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain. Hal ini disebabakan karena selain
mampu memesin permukaan datar maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian
yang istimewa, juga berguna untuk menghaluskan atau meratakan benda kerja sesuai
dengan dimensi yang dikehendaki.
Mesin frais adalah salah satu jenis mesin perkakas yang mampu melakukan bebagaimacam
tugas dibandingkan dengan mesin perkakas lainya. Permukaan yang datarmaupun yang belekuk,
dapat diproses dengan mesin ini dengan ketelitian yang tinggi,termasuk pemotongan
sudut, celah, roda gigi, dan ceruk juga dapat diproses dengan baik menggunakan mesin
ini. Bila alat pemotong dan bornya dilepas maka dapatdigunakan untuk pahat gurdi, alat
pembesar lubang,dan bor. Karena mesin inidilengkapi mesin penyetel micrometer untuk


4

mengatur gerakan dari mejanya, maka lubang dan pemotongan yang lain dapat diberi
jarak secara tepat.
Mengefrais adalah mengerjakan logam dengan mesin yang menggunakan
pemotong yang berputar yang mempnyai sejumlah mata poting.Ada dua jenis pahat frais
yang paling banyak digunakan yaitu : horizontal, pahat frais dipasang pada sumbu utama
horizontal.Yang kedua vertikal pahat frais dipasang pada ujung spindel vertikal.Frais
atau milling horizontal merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang
pengerjaannya atau kenyataannya dilakukan dengan menggunakan pahat yang berputar
oleh poros spindel mesin.Pahat frais (milling cutter)termasuk jenis pahat bersisi potong
banyak(multiple point tool).
2.2 Jenis-Jenis Mesin Frais
1) Mesin frais tegak (vertikal)
Mesin frais tegak adalah suatu mesin frais yang arbornya tegak (vertikal)
seperti gambar , sedang mejanya dapat bergerak ke arah
a. memanjang/longitudinal
b. melintang /cross slide dan naik turun








Gambar 2.1 Mesin frais tegak


5

Bagian-bagian mesin frais tegak:
a. Spindel e. Engkol ke arah memanjang
b. Kepala f. Engkol ke arah naik dan turun
c. Tuas otomatis g. Alas mesin
d. Kolom h. Handel ke arah melintang

2) Mesin frais mendatar (horizontal)
Mesin frais horisontal, dibedakan lagi menurut fungsinya yaitu:
a. Mesin frais sederhana (Plain milling machine)
b. Mesin frais universal (Universal milling machine)

Mesin frais mendatar/horisontal adalah suatu mesin frais yang arbornya
mendatar seperti gambar , sedang mejanya dapat bergerak ke arah
a. memanjang/longitudinal
b. melintang /cross slide dan naik turun



Gambar 2.2 Mesin frais horisontal (sederhana)


6

Bagian-bagian mesin frais horizontal diantaranya:
a. Lengan penahan arbor l. Ulir pendukung
b. Tuas otomatis meja memanjang m. Alas bodi
c. Meja/bed machine n. Tuas pengunci sadel
d. Handel penggerak meja
memanjang
o. Tuas kecepatan arah otomatis
meja melintang
e. Tuas pengunci meja mesin p. Dudukan meja/bede machine
f. Handel penggerak meja melintang q. Body Machine
g. Tuas pengatur feeding r. Tiang (colom)
h. Tuas pengatur feeding s. Spindel mesin
i. Engkol untuk ke arah naik/ turun t. Lengan msin
j. Engkol untuk ke arah naik turun u. Lengan penahan arbor
k. Lutut v. Tombol ON/OF
3) Mesin frais universal
Mesin frais universal adalah suatu mesin frais dengan kedudukan
arbornya mendatar dan gerakan mejanya dapat kearah
memanjang/longitudinal, melintang/ cross slide, naik turun dan dapat
diputar membuat sudut tertentu terhadap body mesin. (gambar 2.3)


Gambar 2.3 Mesin frais universal


7

Bagian-bagian mesin frais universal:
a. Lengan k. Tuas pengunci meja
b. Penyokong arbor l. Tabung pendukung
c. Tuas otomatis m. Lutut (knee)
d. Nok pembatas n. Tuas pengunci sadel
e. Meja mesin o. Alas meja
f. Engkol ke arah memanjang p. Tuas perubah kecepatan motor listrik
g. Tuas pengunci S. Tuas penunjuk kecepatan putaran
h. Baut penyetel T. Tiang (colom)
i. Engkol ke arah melintang U. Spindel mesin
j. Engkol untuk ke arah naik turun V. Tuas untuk menjalankan spindel

2.3 Bagian-Bagian Dari Mesin Frais
Berdasarkan pada mesin sekrap terdapat bagian-bagian yang ada pada mesin frais.
Adapun bagian-bagian dari mesin sekrap antara lain yang terdiri dari beberapa
bagiankomponen (lihat gambar) sebagai berikut:

Gambar 2.4 bagian-bagian mesin frais


8

A. Lengan, untuk memindahkan arbor.
B. Penyokong arbor.
C. Tuas, untuk menggerakan meja secara otomatis.
D. Nok pembatas, untuk membatasi jarak gerakan otomatis.
E. Meja mesin, tempat untuk memasang benda kerja dan perlengkapan mesin.
F. Engkol, untuk menggerakan meja dalam arah memanjang.
G. Tuas pengunci meja.
H. Baut penyetel, untuk menghilangkan getaran meja.
I. Engkol, untuk menggerakan meja dalam arah melintang.
J. Engkol, untuk menggerakan lutut dalam arah tegak.
K. Tuas untuk mengunci meja.
L. Tabung pendukung dengan bang berulir, untuk mengatur tingginya meja.
M. Lutut, tempat untuk kedudukan alas meja.
N. Tuas, untuk mengunci sadel.
O. Alas meja, tempat kedudukan untuk alas meja.
P. Tuas untuk merubah kecepata motor listrik.
Q. Engkol meja
R. Tuas untuk mengatur angka kecepatan spindle dan pisau frais.
S. Tiang untuk mengatur turun-naiknya meja.
T. Spindle untuk memutar arbor dan pisau frais.
U. Tuas untuk menjalankan mesin.



9

2.4 Bagian- bagian utama mesin frais dan fungsinya
Mesin frais kontruksinya berbeda-beda, tetapi pada prinsipnya mesin ini mempunyai
beberapa komponen utama, yaitu:
a. Kolom mesin/badan mesin
Badan mesin ini adalah berdiri tegak dan kokoh karena ia dipakai sebagai
patokan dan merupakan dudukan dan rumah dari roda gigi. Selain dari itu juga akan
jadi dudukan dari sumbu utama, bahkan untuk jadi dudukan motor dan puli-pulinya
itulah ditempatkan.Bagian depan yang dikerjakan secara masinal, adalah bebentuk
ekor burung tegak yaitu untuk gerak turun naiknya knee yang membawa sadel dan
meja. Pada bagian sebelah atas kolom ini dipasang
sumbu utama/spindel untuk dudukan dan membawa arbor sebagai pemegang dari
pisau frais itu sendiri, sehingga dapat berputar. Pada bagian atas juga dibuat alur ekor
burung mendatar yaitu untuk dudukan lengan, dan arm ini dapat didorong maju
ataupun mundur untuk mencapai kedudukan tertentu.
b. Arm/lengan mesin
Seperti dikatakan di atas bahwa lengan itu letaknya di bagian paling atas dari
badan mesin dan bawahnya mempunyai bentuk ekor burung yang pas kepada alur ekor
burung pada badan mesin, lengan ini dapat dikunci dan dilepas untuk kebutuhan
tertentu. Pada lengan ini dapat dipasang dukungan arbor (suport arbor) yang
mempunyai alur ekor burung pas kepada lengan tadi dan ia dapat dikunci pada posisi
tertentu, sehingga cocok untuk kebutuhan pekerjaan tertentu.Pada beberapa jenis mesin,
pendukung arbor ini jumlahnya ada yang satu ada yang dua buah untuk lebih kokohnya
dukungan terhadap arbor.
c. Table/meja mesin
Meja ini letaknya adalah di atas sadel, bentuknya segiempat panjang dan
mempunyai alur-alur T yang berfungsi untuk penempatan baut dan mur T yang
berfungsi sebagai pengikat.Untuk jenis mesin tetentu meja ini dapat diatur 0 samapai
45 derajat, miring ke kiri atau ke kanan.


10

Pergerakan ke kiri atau ke kanan dari meja ini dengan bantuan memutar sumbu
transportir yang mempunyai kisar tertentu, yaitu ada yang 5 atau 6 mm ada juga yang
berukuran inchi. Apabila perlu meja ini dapat dikunci kepada sadel dan untuk
pengefraisan dengan pemakanan menurun/Climb milling, maka pada meja mesin ini
dipasang backlash eliminator untuk menahan loncatan dari meja karena pemakanan.

Gambar 2.5 Meja mesin Frais
d. Sadel/dudukan meja
Sadel ini bentuknya persegi artinya mempunyai ukuran lebar sama dengan ukuran
panjangnya, dan sadel ini mempunyai alur ekor burung yang pas kepada lutut ,
sehingga sadel ini dapat bergerak mundur maju searah dan sejajar dengan gerakan
lengan tadi, jadi sadel ini gerakannya tidak bisa kearah kiri atau kearah kanan, artinya
hanya dua arah saja yaitu mundur maju dan sadel ini dapat dikunci kepada lutut
apabila diperlukan.
Di bagian atas dari sadel ini dibuat alur T melingkar 360 derajat, dengan tujuan
untuk membautkan meja kepada sadel agar kokoh, dan alur bentuk melingkar ini yang
memungkinkan meja diputar beberapa derajat menurut kebutuhan tertentu. Dan
penunjukan besarnya derajat terdapat pada permukaan sadel itu sendiri.Di atas
permukaan sadel itu juga dipasang handel pembalik arah gerakan otomatis dari meja.


11


Gambar 2.6 Sadel Mesin Frais

e. Knee/Lutut
Lutut ini adalah mempunyai dua alur ekor burung yang saling tegak lurus, yaitu
satu alur dipaskan kepada kolom dan satunya lagi dipaskan kepada sadel itu tadi.Lutut
ini berbentuk rongga, dan dalam rongga itulah dipasang roda-roda gigi untuk gerakan
otomatis, mundur maju, naik turun dan kiri kanan. Gerakan dari lutut ini hanya dua
arah yaitu turun dan naik saja, lutut ini juga dapat dikuncikan kepada kolom, agar
kukuh pada waktu pengefraisan.

Gambar 2.7 Knee/lutut
f. Alas mesin
Alas mesin ini letaknya sama dengan namanya yaitu alas, artinya bagian paling
bawah dari mesin, alas ini berfungsi untuk menumpu seluruh beban yang ada pada

sadel

Knee/lutut


12

mesin, seperti berat mesin ditambah berat bahan yang dikerjakan dan berat
perlengkapan yang dipakai serta berat dari alas itu sendiri.Pada alas mesin ini dibuat
rongga sebagai bak penampung, yaitu untuk menampung cairan pendingin. Pompa air
untuk mengalirkan cairan pendingin kepada cutter dan benda kerja, juga dipasang pada
alas ini untuk membuat sirkulasi air pendingin itu tadi.

Gambar 2.8 Alas Mesin
2.5 Fungsi Mesin Frais
Dengan berbagai kemungkinan gerakan meja mesin frais, dapat digunakan untuk
membentuk bidang-bidang pada benda kerja diantaranya:
a. Bidang rata datar
b. Bidang rata miring menyudut
c. Bidang siku
d. Bidang sejajar
e. Alur lurus atau melingkar
f. Segi banyak beraturan atau tidak
Selain benda kerja tersebut diatas, ada beberapa bentuk lain dari benda-benda yang lebih
banyak dipakai, bentuk benda ini bergantung kepada bentuk pisaunya dan gerakan-gerakan
yang diberikan kepada benda tersebut dan juga peralatan yang dipergunakan untuk
mengerjakan pekerjaan tersebut, di antaranya yaitu:
a. Roda gigi lurus
b. Roda gigi helik
c. Roda gigi payung


13

d. Roda gigi cacing
e. Nok/eksentrik
f. Ulir scolor (ulir pada bidang datar)
g. Ulir cacing yang mempunyai kisar besar dan tidak mampu dikerjakan di mesin bubut.

2.6 Perlengkapan Mesin Frais
Untuk menunjang berbagai macam jenis pekerjaan pada mesin frais, mesin ini
dilengkapi beberapa perlengkapan diantaranya:
- Arbor
Arbor digunakan sebagai dudukan alat potong/pisau (mantel, side and face,
slitting saw dll) yang dipasang pada spindel utama pada posisi mendatar
(horisontal). Gambar 2.9
Gambar 2.9 Arbor

- Stub Arbor
Stub arbor digunakan sebagai dudukan alat potong/pisau (Face mill, Shell
endmill dll), yang dipasang pada spindel utama atau tegak. Jadi posisinya dapat
dipasang dalam posisi mendatar (horisontal) atau tegak vertikal. Gambar 2.10


Gambar 2.10 Stub arbor



14

- Collet Chuck
Collet chuck digunakan sebagai pengikat alat potong/pisau (End mill, Slot drill
dll), yang dipasang pada spindel utama atau tegak. Jadi posisinya dapat dipasang
dalam posisi mendatar (horisontal) atau tegak vertikal. Gambar 2.11





Gambar 2.11 Collet chuck
- Ragum/Catok (Vice)agum digunakan untuk mengikat benda kerja pada saat pengefraisan.
Pemasangan ragum diikatkan pada meja/bed mesin. Jenis ragum ini ada beberapa
jenis,diantaranya: Ragum rata (Vice plate) (Gambar 2.12), Ragum putar (Swivel Vice) (dan
Gambar 2.12 Ragum/Catok
- Meja Putar (Rotary Table)
Meja putar (Rotary Table) digunakan untuk membagi jarak-jarak lubang, alur,
radius (melingkar) dan bentuk-bentuk segi banyak. (Gambar 2.13).





Gambar 2.13 Meja putar (Rotary Table).


15

- Kepala Pembagi (Dividing Head)
Kepala pembagi (dividing head) adalah peralatan mesin frais yang
digunakan untuk membentuk segi-segi yang beraturan pada poros benda kerja .
Peralatan ini biasanya dilengkapi dengan plat pembagi yang berfungsi untuk
membantu pembagian yang tidak dapat dilakukan dengan pembagian langsung.
(Gambar 2.14).








Gambar 2.14 Kepala pembagi.
- Penjepit/Klem Mesin
Klem Mesin ini digunakan untuk memegang/menjepit benda kerja yang tidak dapat
dijepit pada ragum, yang umumnya benda panjang atau lebar.Penjepitan langsung
benda kerja itu ditaruh di meja mesin frais bila slindris ditaruh pada alur meja, bila
lebih ditempatkan sesuai dengan kemampuan langkah kerja sehubungan dengan
jangkauan pisau frais (cutter).Berbagai bentuk klem mesin dapat dilihat pada gambar
2.15 berikut ini.






Gambar 2.15 Macam-macam klem


16

2.7 Macam Macam Pahat Frais
Ada bermacam macam pahat pada mesin frais. Berikut ini jenis pahat frais adalah:
- Pahat Silindris
Pahat ini digunakan untuk menghasilkan permukaan horizontal dan dapat
mengerjakan permukaan yang lebar dan pekerjaan berat
- Pahat Muka dan Sisi
Pahat ini memiliki gigi potong di kedua sisinya digunakan untuk menghasilkan
celah dan ketika digunakan dalam pemsangan untuk menghasilkan permukaan
rata, kotak, hexadiagonal, dan lain-lain. Untuk ukuran yang besar, gigi dibuat
terpisah dan dimasukkan kedalam badan pahat. Keuntungan ini memungkinkan
cutter dapat dicabut dan dipasang jika mengalami kerusakan.
- Slotting Cutter
Pahat ini hanya memiliki gigi di bagian kelilingnya dan pahat ini digunakan
untuk pemotongan celah dan alur pasak
- Metal Slitting Saw
Pahat ini memiliki gigi hanya di bagian keliling saja, atau memiliki gigi
keduanya di bagian keliiling dan sisinya saja. Digunakan untuk memotong
kedalaman celah dan untuk pemotongan panjang dari material. Ketipisan pahat
bermacam macam, dari 1mm 5mm, dan ketipisan pada bagian tengah lebih
tipis dari bagian tepinya, hal ini untuk mencegah pahat untuk terjepit di celah.
- Frais Ujung
Biasanya berukuran dari diameter 4mm 40 mm




17

- Shell and Mill
Kelopak ujung frais dibuat untuk disesuaikan di bar pendek yang dipasang di
bagian poros. Kelopak frais ujung lebih mudah untuk diganti dari pada frais
ujung padat atau solid.
- Frais Muka
Pahat ini dibuat untuk mengerjakan pemotongan berat dan juga digunakan untuk
menghasilkan permukaan yang datar. Ini lebih akurat dari pada Sylindrical Slab
Mill atau Frais Slab Silindris. Frais muka memiliki gigi diujung muka dan
kelilingnya. panjang dari gigi dikelilingnya selalu kurang dari separuh diameter
dari pisaunya.
- Tee Slot Cutter
Pahat ini digunakan untuk frais celah awal, suatu celah atau alur harus dibuat
pada benda kerja sebelum pahat digunakan.
2.8 Cara Kerja Mesin Frais (Milling Machine)
Pengerjaan yang terjadi dimesin frais horizontal. Benda kerja dijepit di suatu ragum
mesin atau peralatan khusus atau dijepit di meeja mesin frais. Pemotongan dikerjakan
oleh pemakanan benda kerja di bawah suatu pahat yang berputar.Tenaga untuk
pemotongan berasal dari energy listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah
motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu
transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin milling.
Adapun langkah langkah sebelum melakukan pengefraisan, yaitu:
A. Mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan dan benda kerja
B. Mengukur benda kerja dengan menggunakan caliper dan menghaluskan sedikit
C. permukaanya dengan menggunakan kikir.
D. Mengatur putaran spindel yang sesuai untuk jenis benda kerja


18

E. Menempatkaan benda kerja yang akan di frais pada meja kerja
F. Mencari titik permukaan/titik nol dan kemudian melakukan pemakanan untuk
G. masing masing sisi.
H. Mengatur ketebalan pemakanan
I. Mencatat waktu yang diperlukan untuk satu pemakanan
J. Mencatat keadaan akhir benda kerja
2.9 Jenis Jenis Pengerjaan Mesin Frais
- Menfrais Datar : Pengerjaan yang dilakukan untuk membuat datar permukaan
benda kerja
- Menfrais Sudut : Pengerjaan yang dilakukan untuk membentuk sudut dengan
kemiringan tertentu pada benda kerja
- Menfrais Alur Bentuk atau ukuran pahat frais yang digunakan untuk
menfrais alur adalah tergantuk dari bentuk alur itu.

- Menfrais Alur T
Menfrais alur T adalah pengerjaan dasar menfrais untuk membentuk alur T
atau langkah pertamanya yaitu benda kerja dijalankan dengan alur kemudian
alur T nya digunakan frais Alur T
- Menfrais Ekor Burung
Pengerjaan datar menfrais untuk membentuk alur atau celah ekor burung
2.10 Teknik pengefraisan
Teknik pengefraisan tergantung dari jenis mesin frais dan posisi alat potong. Ada 2
macam teknik pengefraisan, yaitu:
- Pengefraisan Sisi
Sisi mata potong sejajar dengan permukaan bidang benda kerja. Teknik ini


19

menggunakan mesin frais datar.
- Pengefraisan Muka
Isi mata potong tegak lurus terhadap bidang permukaan benda kerja. Pahat
frais mempunyai mata potong sisi dan muka yang keduanya dapat melakukan
pemotongan secara bersamaan. Pengefraisan ini menggunakan mesin frais tegak.
2.11 Perencanaan Perhitungan pada mesin frais
- Kecepatan potong (Cutting speed) Cs
Pada saat proses pengefraisan berlangsung, cutter berputar memotong benda
kerja yang diam dan menghasilkan potongan atau sayatan yang menyerupai chip,
serpihan-serpihan tersebut dapat juga berbentuk seperti serbuk (tergantung dari
bahan). Kemampuan mesin menghasilkan panjang sayatan tiap menit disebut
kecepatan potong (sayat), yang diberi symbol Cs(Cutting Speed). Apabila ukuran
diameter alat potong dan kecepatan putaran mesin diketahui, maka untuk mencari
kecepatan pemotong rumusnya adalah:
Cs = . d . n ( m/menit )
Keterangan:
Cs =Cutting Speed ( m/menit )
d = Diameter Cutter ( mm )
n = Putaran Spindle ( Rpm )
= Konstanta ( 3,14 )

Pada prinsipnya kecepatan pemotongan suatu material tidak dapat dihitung
secara matematis. Karena setiap material memiliki kecepatan potong sendiri-
sendiri berdasarkan karakteristiknya dan harga kecepatan potong dari tiap
material ini dapat dilihat didalam table yang terdapat didalam buku atau
referensi.Untuk lebih jelasnya mengenai harga kecepatan potong dari tiap
material dapat dilihat pada table dibawah ini.



20

Rpm
Tabel 4.1 Kecepatan Potong Untuk Beberapa Jenis Bahan.
No Bahan Benda Kerja Cs ( m/ menit )
1 Kuningan, Perunggu keras 30 45
2 Besi tuang 14 21
3 Baja >70 10 14
4 Baja 50-70 14 21
5 Baja 34-50 20 30
6 Tembaga, Perunggu lunak 40 70
7 Allumunium murni 300 500
8 Plastik 40 - 60
- Kecepatan Putaran Mesin (Spindle Machine)
Sebagaimana telah dijelaskan pada materi mesin bubu, yang dimaksud kecepatan
Putaran Mesin adalah, kemampuan kecepatan putaran mesin dalam satu menit.
Dalam hal ini mengingat nilai kecepatan potong untuk setiap jenis bahan sudah
ditetapkan secara baku, maka komponen yang bisa diatur dalam proses
penyayatan adalah putaran mesin/benda kerja. Dengan demikian rumus untuk
menghitung putaran adalah:


Karena satuan Cs dalam meter/menit sedangkan satuan diameter pisau/benda
kerja dalam millimeter, maka rumus menjadi:


Keterangan:
n = Putaran Spindle (rpm )
Cc = Kecepatan potong ( m/menit )
d
Cs
n
.
1000

Rpm


21

D = Diameter cutter ( mm )
= Konstanta ( 3,14 )
n = 119,42 119 rpm
Hasil perhitungan di atas pada dasarnya sebagai acuan dalam menyetel putaran
mesin agar sesuai dengan putaran mesin yang tertulis pada tabel yang ditempel di
mesin tersebut.Artinya, putaran mesin aktualnya dipilih dalam tabel pada mesin
yang nilainya paling dekat dengan hasil perhitungan di atas.
- KecepatanPemakanan (Feeding)
Pada umumnya mesin frais, dipasang tabel kecepatan pemakanan atau feeding
dalam satuan mm/menit. Jadi misalnya pada mesin disetel besar kecepatan
pemakannya 28; artinya kecepatan pemakanan pisau frais sebesar 28 mm/menit.
Makin kecil kecepatan pemakanan pisau frais, kekasarannya makin rendah atau
lebih halus. Tabel besar pemakanan pada mesin baru berlaku jika mesin frais
tersebut dijalankan dengan cara/ mode otomatis.
Menghitung kecepatan pemakanan/feeding= F (mm/menit)
F (mm/men) = f (mm/putaran) x n ( put/menit)
Dimana, f adalah bergesernya pisau frais (mm) dalam satu putaran.
- Sistem Pembagian (Devider Head)
Di dalam mesin frais atau milling machine, selain mengerjakan pekerjaan-
pekerjaan pengefraisan rata, menyudut, membelok, mengatur dsb, dapat pula
mengerjakan benda kerja yang berbidang-bidang atau bersudut-sudut.Yang
dimaksud benda kerja yang berbidang-bidang ialah benda kerja yang
mempunyai beberapa bidang atau sudut atau alur beraturan misalnya segi
banyak beraturan, batang beralur, roda gigi, roda gigi cacing, dan sebagainya.
Untuk dapat mengerjakan benda-benda kerja tersebut di atas, mesin frais
dileng-kapi dengan kepala pembagi dan kelengkapannya. Kepala pembagi ini
berfungsi untuk membuat pembagian atau mengerjakan benda kerja yang
berbidang-bidang tadi dalam sekali pencekaman.


22

Dalam pelaksanaannya, operasi tersebut di atas ada lima (lima) cara, yang
merupakan tingkatan cara pengerjaan, yaitu:
a. Pembagian langsung (direct indexing)
Yang dimaksud dengan pembagian langsung adalah, cara mengerjakan benda
kerja dibagi menjadi berbidang-bidang dengan cara pembagian langsung, yang
dilakukan dengan memutar spindel kepala pembagi yang mengacu pada alur-
alur/lubang-lubang pelat pembagi.
Kepala pembagi langsung, pada umumnya dilengkapi beberapa pelat/piring
pembagi yang beralur V atau berlubang-lubang yang dapat diganti dan
dipasang langsung pada spindel.Dibawah diperlihatkan kepala pembagi
langsung dengan alur
Pelat/piring pembagi dengan alur V pada umumnya memilki jumlah alur yang
genap, diantaranya ada yang beralur 24 dan 60 (Gambar 2.16).







Gambar 2.16 Pelat/piring pembagi dengan alur V

Untuk pelat pembagi beralur 24 dapat dipergunakan untuk pembagian: 2, 3, 4,
6, 12,dan 24. Untuk mempermudah menempatkan posisi yang baru, pada
umumnya pelat pembagi mempunyai angka jumlah pembagian yang dapat
dibuat. Rumus untuk pembagian langsung adalah:
Jumlah alur =
Jumlah alur V pada pelat pembagi
Jumlah bidang yang akan dibuat




23

Sedangakan pelat pembagi dengan lubang-lubang, mempunyai satu lingkaran
lubang dan terdapat pula angka-angka yang menyatakan nomor lubang itu.
Cara kerjanya sama dengan plat pembagi beralur V, hanya saja fungsi
pengunci indeks diganti dengan pen indeks.

Jadi untuk mengerjakan setiap bidang, maka spindel kepala pembagi
(benda kerja) diputar sebanyak 3 alur, dan pengunci indeks dimasukkan pada
alur keempat bila dihitung dari tempat semula.Atau sebaiknya, pengunci indeks
ditempatkan pada angka yang sesuai dengan pembagian yang dikehendaki.

b. Pembagian sederhana (simple indexing)
Melakukan pembagian dengan kepala pembagi langsung, jumlah pembagian
dan sudut putarnya sangat terbatas. Untuk jumlah pembagian dan sudut putar
banyak, digunakan kepala pembagi universal (Gambar 2.17).





Gambar 2.17 Kepala pembagi universal

Kepala pembagi jenis ini terdiri dari dua bagian utama yaitu, roda gigi cacing
dan ulir cacing.Perbandingan antara jumlah gigi cacing dengan ulir cacing
disebut ratio.Ratio kepala pembagi pada umumnya 1:40 dan 1:60, akan tetapi
yang paling banyak digunakan adalah yang rationya 1: 40. Artinya, satu
putaran roda gigi cacing memerlukan 40 putaran ulir cacing.Dalam
pelaksanaannya untuk membuat segi-segi nberaturan, kepala pembagi universal
dapat digunakan untuk pembagian langsung.Namun apabila pembagian tidak
dapat dilakukan dengan system pembagian langsung, pembagiannya dapat


24


dilakukan menggunakan bantuan pelat/piring pembagi (Indexsing plate), yang
diputar dengan engkol kepala pembagi(Indexs Crank) dan dibatasi dengan
lengan/gunting penepat.







Gambar 2.18 Pelat/piring pembagi

Fungsi dari indexing plate ini adalah untuk menempatkan pemu-
taran/pembagian benda kerja yang diinginkan. Dengan lubang-lubang yang
ada pada indeksing plate itulah dapat menempatkan pembagian benda kerja
sesuai dengan yang diinginkan. Dengan demikian, semakin banyak lingkaran
lubang yang ada, makin banyak pula kemungkinan benda kerja dapat
membuat segi nberaturan lebih banyak. Pembuatan/pembagian benda kerja
yang dapat dilaksanakan dengan lubang-lubang yang ada, inilah yang disebut
pembagian sederhana. Sedangkan engkol pembagi (Indexs Crank) berfungsi
untuk memutar batang ulir cacing. Lengan penempat gunanya untuk
menempatkan pen indeks. Pada beberapa kepala pembagi, ulir cacing dapat
diputar lepas dari roda gigi cacing.
Kepala pembagi universal biasanya dilengkapi dengan 3 buah pelat pembagi,
tetapi ada juga yang hanya mempunyai 2 buah. Jumlah lubang setiap
lingkaran harus dipilih untuk pembagian yang mungkin dibuat dalam
hubungannya dengan ulir cacing pada kepala pembagi.
Dibawah ini ditunjukkan beberapa contoh set indexcing plate.
Mesin frais Accera:



25

Keping I : 15; 18; 21; 29; 37; 43
Keping II : 16; 19; 23; 31; 39; 47
Keping III : 17; 20; 27; 33; 41; 49
Mesin frais Brown & Sharpe:
Keping I : 15; 16; 17; 18; 19; 20
Keping II : 21; 23; 27; 29; 31; 33
Keping III : 37; 39; 41; 43; 47; 49
Mesin frais Hero:
Keping I : 20; 27; 31; 37; 41; 43; 49; 53.
Keping II : 23; 29; 33; 39; 42; 47; 51; 57.
Mesin frais Vilh Pedersen:
Keping I : 30; 41; 43; 48; 51; 57; 69; 81; 91; 99; 117.
Keping II : 38; 42; 47; 49; 53; 59; 77; 87; 93; 111; 119.

Apabila diketahui perbandingan antara jumlah gigi cacing dengan ulir cacing
(rationya) = 40: 1 atau i = 40: 1, berarti 40 putaran ulir cacing atau putaran
engkol pembagi, membuat satu putaran roda gigi cacing atau benda kerja.
Untuk T pembagian yang sama dari benda kerja, setiap satu bagian
memerlukan:
=

=
40: 1


Dimana:
nc = putaran indeks
i= angka pemindahan (ratio)
T = pembagian benda kerja

Perlu diingat bahwa, apabila pembagian yang dikehendaki lebih dari 40, ulir
cacing diputar kurang dari satu putaran, dan bila pembagian kurang dari 40,
ulir cacing diputar lebih dari satu putaran.



26

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 KESIMPULAN
Mesin frais adalah salah satu mesin konvensional yang mampu mengerjakan suatu benda
kerja dalam permukaan sisi datar, tegak, miring, bahkan alur roda gigi. Mesin perkakas
ini mengerjakan atau menyelesaikan suatu benda kerja dengan menggunakan pahat
milling (cutter) pemasukan media dikembangkan, computer processing power dan
kapasitas memori terus meningkat, dan mesin-mesin NC dan CNC berangsur-angsur
cara kerja dari mesin frais adalah Benda kerja dijepit di suatu ragum mesin atau
peralatan khusus atau dijepit di meeja mesin frais. Pemotongan dikerjakan oleh
pemakanan benda kerja di bawah suatu pahat yang berputar.Tenaga untuk pemotongan
berasal dari energy listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik,
selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu transmisi untuk
menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin milling
3.2 SARAN
Sebaiknya sebelum membuat makalah ini akan lebih baik melakukan praktikum
terlebih dahulu,supaya kami lebih mengerti fungsi dan cara kerja alat ini secara nyata.
Dengan adanya pembuatan makalah tentang mesin frais ini pengetahuan yang didapat
hanya sebatas materi saja, akan tetapi secara prakteknya kami belum terlalu mengerti
karena belum pernah menggunakan mesin frais ini.








27

DAFTAR PUSTAKA
Rachman Abdul (1984). Penambatan Frais, Jakarta: Bratasa Karya Aksara.

Daryanto (1987).Mesin Pengerjaan Logam, Bandung: Tarsito.

Gain Jhon, (1996). Engenering Whorkshop Practice.An International Thomson
Publishing Company. National Library of Australia

Daryanto (1987).Mesin Pengerjaan Logam, Bandung: Tarsito.

Sumbodo Wirawan dkk, (2008).Teknik Produksi Mesin Industrii.Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Direktirat Jendral Manajemen Pendidikan
Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Fitting and Machining Volume 2:Education Department Victoria