Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH SISTEM REPRODUKSI

ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS




1
PENUGASAN
MAKALAH ASKEP VAGINITIS

Dosen : Ns. Yessy Andriani, S.Kep





Disusun oleh :
AULIANI ANNISA FEBRI (12103084105005)






PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERINTIS
SUMBAR 2014
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


2
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat AllAh Swt atas segala rahmat dan karunianya,
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mengenai VAGINITIS Saya menyadari bahwa
makalah ini tidak dapat di selesaikan tanpa bantuan,dorongan,semangat dari :
1. Ns. Yessy Andriani, S.Kep selaku dosen mata kuliah Sistem Reproduksi yang telah
membimbing dan mengarahkan dalam penyelesaian tugas ini.
2. Kedua orang tua yang selalu mendukung dan mendoakan sehingga saya masih bisa
mengikuti kuliah seperti biasa.
3. Teman-teman yang ikut membantu dalam penyelesaian tugas ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat saya harapkan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.




Bukitttinggi, 22 Juli 2014


Penyusun












MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................................................1
B. Tujuan........................................................................................................................................1
C. Manfaat.....................................................................................................................................2
BAB II
KONSEP DASAR.......................................................................................................................................3
A. Pengertian..................................................................................................................................3
B. Etiologi.......................................................................................................................................4
C. Klasifikasi...................................................................................................................................4
D. Patofisiologi...............................................................................................................................5
E. Manifestasi Klinis.......................................................................................................................7
F. Faktor Predisposisi.....................................................................................................................8
G. Komplikasi..................................................................................................................................8
H. Pencegahan...............................................................................................................................8
I. Penatalaksanaan........................................................................................................................9
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN......................................................................................................................11
A. Pengkajian................................................................................................................................11
B. Diagnosa..................................................................................................................................11
C. Rencana Keperawatan.............................................................................................................12
D. Implementasi...........................................................................................................................14
E. Evaluasi....................................................................................................................................15
BAB IV PENUTUP...................................................................................................................................16
A. Kesimpulan...............................................................................................................................16
B. Saran........................................................................................................................................16
DaftarPustaka



MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


4
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kebanyakan wanita pemberitahuan dari waktu ke waktu bahwa mereka memiliki
cairan dari vagina. Ini adalah proses normal yang menjaga daerah mukosa vagina lembab.
Tetapi tidak hanya itu daerah vagina yang lembab bisa berubah menjadi sarang
berkumpulnya bakteri-bakteri,jamur serta virus yang bisa dengan mudah hidup di daerah
tersebut dan bisa menimbulkan penyakit,seperti yang terdapat di daerah vagina yang biasa
di sebut sebagai vaginitis.
Vaginitis adalah suatu peradangan pada lapisan vagina. Vaginitis dapat terjadi
secara langsung pada luka vagina atau melalui luka perineum, permukaan mokusa
membengkak dan kemerahan, terjadi ulkus dan getah mengandung nanah yang keluar dari
daerah ulkus.
Vaginitis di sebabkan oleh jamur dan bakteri akibat tidak bersihnya genetalia,gejala
pada vaginitis biasanya di sertai keluar cairan vagina atau keputihan yang abnormal,di
katakan abnormal karena keputihan tersebut sangat berlebihan berbau dan terjadi iritasi di
sekitar vagina,vaginitis bisa juga di sebabkan bawaan pada saat bersalin karena kurangnya
keseterilan dari alat atau dari henskun si penolong yang kurang seteril.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
a. Diharapkan tenaga kesehatan mampu mengumpulkan semua data fokus yang di
butuhkan baik melalui anamnesa maupun pemeriksaan untuk menilai keadaan
klien secara menyeluruh.
b. Diharapkan tenaga kesehatan menginterpretasikan data dengan tepat untuk
mengidentifikasi diagnosa atau masalah dan kebutuhan.
c. Diharapkan tenaga kesehatan mampu mengidentifikasi diagnosa dan masalah
potensia/mungkin timbul agar dapat diantisipasi penangananya
d. Diharapkan tenaga kesehatan mampu menetapkan kebutuhan terhadap tindakan
segera sehinga tindakan dapat segera direncanakan untuk dilakukan tindakan
konsultasi atau kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kondisi
klien
e. Diharapkan tenaga kesehatan mampu menyusun rencana asuhan secara
menyeluruh dengan tepat dan rasional sesuai langkah-langkah sebelumnya.
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


5
f. Diharapkan tenaga ksehatan mampu melaksanakan asuhan yang telah
direncanakan dengan memperhatikan efisiensi dan tindakan yang aman.
g. Diharapkan tenaga kesehatan mampu melakukan evisiensi pelaksanaan rencana
asuhan.
2. Tujuan Khusus
Diharapkan tenaga kesehatan mampu melaksanakan Asuhan dengan Menggunakan
SOAP yang meliput:
a. Mampu melakukan anamnesa subyektif dengan pengumpulan data pada ibu post
partum dengan Vaginitis
b. Mampu Melakukan pemeriksaan Obyektif terhadap ibu post partum dengan
Vaginitis
c. Mampu Melakukan dan menentukan diagnosa terhadap ibu post partum dengan
Vaginitis
d. Mampu melakukan dan menentukan perencanaan dan mempu mengefaluasi ibu
post partum dengan vaginitis.
e. Mampu menyari penyebab dan cara mengatasi dari penyakit vaginitis.
C. MANFAAT
1. Bagi Penulis
Dapat menerapkan ilmu yang telah di dapat dimeja perkuliahan,terutama yang
berhubungan dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas vaginitis.
2. Bagi Lahan
Dapat mengefaluasi kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada
ibu nifas dengan Vaginitis.





MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


6
BAB II
KONSEP DASAR

A. PENGERTIAN
Kebanyakan wanita pemberitahuan dari waktu ke waktu bahwa mereka memiliki
cairan dari vagina. Ini adalah proses normal yang menjaga daerah mukosa vagina lembab.
Tetapi tidak hanya itu daerah vagina yang lembab bisa berubah menjadi sarang
berkumpulnya bakteri-bakteri,jamur serta virus yang bisa dengan mudah hidup di daerah
tersebut dan bisa menimbulkan penyakit,seperti yang terdapat di daerah vagina yang biasa
di sebut sebagai vaginitis.
Vaginitis (colpitis) adalah infeksi pada vagina yang disebabkan oleh berbagai
bakteri, parasit atau jamur (Manuaba. 2001).
Vaginitis adalah suatu peradangan pada lapisan vagina. Vaginitis dapat terjadi
secara langsung pada luka vagina atau melalui luka perineum, permukaan mokusa
membengkak dan kemerahan, terjadi ulkus dan getah mengandung nanah yang keluar dari
daerah ulkus.
Vaginitis di sebabkan oleh jamur dan bakteri akibat tidak bersihnya genetalia,gejala
pada vaginitis biasanya di sertai keluar cairan vagina atau keputihan yang abnormal,di
katakan abnormal karena keputihan tersebut sangat berlebihan berbau dan terjadi iritasi di
sekitar vagina,vaginitis bisa juga di sebabkan bawaan pada saat bersalin karena kurangnya
keseterilan dari alat atau dari henskun si penolong yang kurang seteril.

MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


7



B. ETIOLOGI
Penyebab dari vaginitis adalah Candida albicans, Trichomonas vaginalis, Neisseria
gonorrhoeae, Hemophilus vaginalis.
Penyebab lain meliputi gabungan bedak tabur, cacing kremi, benda asing, hygiene
perineum yang buruk.
Menurut Universitas Padjadjaran (1981) penyebab vaginitis :
1. Vulvovaginitis pada anak
2. Sering disebabkan oleh gonorrhea atau corpus allienum.
3. Kolpitis senilis
4. Disebabkan karena ovaria berhenti berfungsi.
5. Kolpitis pada masa reproduktif
- Masturbasi
- Corpus allienum : pessaerium, obat atau alat kontrasepsi kapas
- Rangsang themis seperti berenang dalam air dingin

C. KLASIFIKASI
1. Vaginitis Candida disebabkan oleh Candida albicans.
Penyebab :
- Hygiene yag kurang.
- Pertumbuhan Candida yang berlebihan, karena kadar glukosa darah yang tinggi, dan
pemberian antibiotik berspektrum luas.
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


8
Tanda dan gejala :
- Pruritus vulvae.
- Nyeri vagina yang hebat.
- Disuria eksterna dan interna.
- Rash pada vulva.
- Eritematosa.
- Sekret khas seperti keju lembut.
2. Vaginitis Trichomonas disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
Penyebab : hubungan seksual.
Tanda dan gejala :
- Secret banyak dan bau busuk.
- Disuria eksterna dan interna.
- Pruritus vulva.
- Edema vulva.
3. Vaginitis non spesifik disebabkan oleh Gardnerella vaginalis.
Penyebab :
- Hygiene yang kurang.
- Hubungan seksual.
Tanda dan gejala :
- Vagina berbau busuk dan amis.
- Sekret encer, kuning sampai abu-abu.
4. Vaginitis Atrofican disebabkan oleh infeksi epitel vagina yang defisiensi estrogen.
Penyebab : pasca menopause rentan terhadap infeksi.
Tanda dan gejala :
- Pendarahan pervaginam.
- Disuria eksterna.
- Pruritus.
- Dispareunia.
- Permukaan vagina merah muda, pucat, halus tanpa rugae.

D. PATOFISIOLOGI
Bila keseimbangan mikroorganisme berubah, maka organisme yang berpotensi
patogen, yang merupakan bagian flora normal, misalnya C. albicans pada kasus infeksi
monolia serta G. vaginalis dan bakteri anaerob pada kasus vaginitis non spesifik
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


9
berproliferasi sampai suatu konsentrasi yang berhubungan dengan gejala. Pada mekanisme
lainnya, organisme ditularkan melalui hubungan seksual dan bukan merupakan bagian flora
normal seperti Trichomonas vaginalis dan Nisseria gonorrhoea dapat menimbulkan gejala .
Gejala yang timbul bila hospes meningkatkan respon peradangan terhadap organisme yang
menginfeksi dengan menarik leukosit serta melepaskan prostaglandin dan komponen respon
peradangan lainnya.
Gejala ketidaknyamanan dan pruritus vagina berasal dari respon peradangan
vagina lokal terhadap infeksi T. vaginalis atau C. albicans. Organisme tertentu yang menarik
leukosit, termasuk T. vaginalis, menghasilkan secret purulen. Diantara wanita dengan
vaginitis non spesifik. Baunya disebabkan oleh terdapatnya amina dibentuk sebagai hasil
metabolisme bakteri anaerob. Histamin dapat menimbulkan ketidaknyamanan oleh efek
vasodilatasi local. Produk lainnya dapat merusak sel-sel epitel dengan cara sama dengan
infeksi lainnya.

MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


10


E. MANIFESTASI KLINIS
Menurut Universitas Padjadjaran (1981) :
Vaginitis :
- leukorea yang kadang-kadang berbau (anyir).
- Perasaan panas/ pedih pada vagina.
- Perasaan gatal pada vulva.
Menurut Sinklair & Webb (1992), tanda dan gejala vaginitis :
1. Akut
- Pruritus.
- Panas.
- Eritema.
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


11
- Edema.
- Perdarahan.
- Nyeri (mungkin sangat, menyebabkan tidak mampu berjalan, duduk dan retensi urine
akut).
- Ulserasi dan vesikel.
2. Kronik
- Inflamasi hebat dengan edema minimal.
- Pruritus hebat ekskoriasi infeksi sekunder.
- Daerah yang terserang : monpubis, perineum, paha yang berdekatan, anus, sekitar
paha.
- Lesi ulseratif disebabkan : granuloma, karsinoma, melanoma.
- Hasil akhir mungkin berupa ekstruksi vulva.

F. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Coitus, terutama dalam smegma preputium mengandung kuman-kuman.
2. Tampon-tampon di dalam vagina, misalnya untuk menampon darah haid.
3. Higiene yang kurang, pakaian kotor.
4. Atrofi epitel vagina pada mosa senile dimana epitel vagina kurang mengandung
glikogen dan menjadi tipis.
5. Korpus alineum : terutama pada anak-anak tetapi juga alat-alat perangsang seks pada
orang dewasa.
6. Masturbasi kronis.
7. Benda asing dalam vagina.

G. KOMPLIKASI
1. Endometritis
Peningkatan konsentrasi flora anaerob, yang sebagian mungkin karena perubahan pH,
bisa menyebabkan peningkatan angka endometritis.
2. Salpingitis
Radang pada saluran telur dapat terjadi bila infeksi serviks menyebar ke tuba uterine.
3. Servisitis
Peradangan ini dapat terjadi bila infeksi menyebar ke serviks.

H. PENCEGAHAN
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


12
Kebersihan yang baik dapat mencegah beberapa jenis vaginitis dari berulang dan
dapat meredakan beberapa gejala:
1. Hindari bathtub dan pusaran air panas spa. Bilas sabun dari luar daerah genital Anda
setelah mandi, dan keringkan area itu dengan baik untuk mencegah iritasi. Jangan
gunakan sabun wangi atau kasar, seperti yang dengan deodoran atau antibakteri.
2. Hindari iritasi. Ini termasuk tampon dan bantalan berparfum.
3. Usap dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet. Hindari penyebaran bakteri
dari tinja ke vagina.
Hal-hal lain yang dapat membantu mencegah vaginitis meliputi:
1. Jangan gunakan douche. Vagina anda tidak memerlukan pembersihan lain dari mandi
biasa. Berulang menggunakan douche mengganggu organisme normal yang berada di
vagina dan dapat benar-benar meningkatkan risiko infeksi vagina. Douche tidak
menghilangkan sebuah infeksi vagina.
2. Gunakan kondom lateks laki-laki. Ini membantu mencegah infeksi yang ditularkan
melalui hubungan seksual.
3. Pakailah pakaian katun dan stoking dengan pembalut di selangkangannya. Jika Anda
merasa nyaman tanpa itu, langsung mengenakan pakaian tidur. Ragi tumbuh subur di
lingkungan lembab.

I. PENATALAKSANAAN
Jenis infeksi Pengobatan
Jamur

Miconazole, clotrimazole, butoconazole atau terconazole (krim,
tablet vagina atau supositoria)
Fluconazole atau ketoconazole< (tablet)
Bakteri
Biasanya metronidazole atau clindamycin (tablet vagina) atau
metronidazole (tablet).
Jika penyebabnya gonokokus biasanya diberikan suntikan ceftriaxon &
tablet doxicyclin
Klamidia Doxicyclin atau azithromycin (tablet)
Trikomonas Metronidazole (tablet)
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


13
Virus papiloma manusia
(kutil genitalis)
Asam triklorasetat (dioleskan ke kutil), untuk infeksi yg berat digunakan
larutan nitrogen atau fluorouracil (dioleskan ke kutil)
Virus herpes Acyclovir (tablet atau salep)

Selain obat-obatan penderita juga sebaiknya memakai pakaian dalam yang tidak
terlalu ketat dan menyerap keringat sehingga sirkulasi udara tetap terjaga (misalnya terbuat
dari katun) serta menjaga kebersihan vulva (sebaiknya gunakan sebum gliserin).
Untuk mengurangi nyeri dan gatal-gatal bisa dibantu dengan kompres dingin pada
vulva atau berendam dalam air dingin. Untuk mengurangi gatal-gatal yang bukan disebabkan
oleh infeksi bisa dioleskan krim atau salep kortikosteroid dan antihistamin per-oral (tablet).
Krim atau tablet acyclovir diberikan untuk mengurangi gejala dan memperpendek lamanya
infeksi herpes.
Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri.




















MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


14
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
1. Identitas Klien
2. Keluhan Utama
Nyeri
Luka
Perubahan fungsi seksual
3. Riwayat Penyakit
a. Sekarang
Keluhan Klien menderita infeksi alat kelamin.
b. Dahulu
Riwayat keluarga mempunyai penyakit serupa, gangguan reproduksi
4. Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan Bagian Luar
- Inspeksi
Rambut pubis, distribusi, bandingkan sesuai usia perkembangan klien
Kulit dan area pubis, adakah lesi, eritema, visura, leokoplakia dan eksoria
Labia mayora, minora, klitoris, meatus uretra terhadap pemebengkakan ulkus,
keluaran dan nodul
b. Pemeriksaan Bagian Dalam
- Inspeksi
Serviks: ukuran, laserasi, erosi, nodula, massa, keluaran dan warnanya
- Palpasi
Raba dinding vagina: Nyeri tekan dan nodula,
Serviks: posisi, ukuran, konsistensi, regularitas, mobilitas dan nyeri tekan
Uterus: ukuran, bentuk, konsistensi dan mobilitas
Ovarium: ukuran, mobilitas, bentuk, konsistensi dan nyeri tekan
B. DIAGNOSA
1. Nyeri akut berhubungan dengan kerusakan jaringan syaraf, suplay vaskularisasi atau
efek samping therapy/tindakan,
2. Gangguan ganbaran diri (body image) berhubungan dengan tindakan pembedahan
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


15
3. Perubahan pola eliminasi urine (retensio) berhubungan dengan penekanan oleh massa
jaringan neoplasma pada daerah sekitarnnya, gangguan sensorik / motorik.
4. Resiko tinggi gangguan integritas jaringan/kulit berhubungan dengan efek treatment.

C. RENCANA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan kerusakan jaringan syaraf, suplay vaskularisasi atau
efek samping therapy/tindakan,
Tujuan: Nyeri berkurang/dapat teratasi dengan kriteria :
a. Melaporkan rasa nyeri yang sudah teratasi (rasa nyeri berkurang)
b. Dapat mongontrol ADLs seminimal mungkin.
c. Dapat mendemontrasikan keterampilan relaksasi dan aktivitas diversional sesuai
situasi individu.
Intervensi:
a. Kaji riwayat nyeri seperti lokasi; frekwensi ; durasi dan intensitas (skala 1 10) dan
upaya untuk mengurangi nyeri.
b. Beri kenyamanan dengan mengatur posisi klien dan aktivitas diversional.
c. Dorong penggunaan stress management seperti tehnik relaksasi, visualisasi,
komunikasi therapeutik melalui sentuhan.
d. Evaluasi/Kontrol berkurangnya rasa nyeri. Sesuaikan pemberian medikasi sesuai
kebutuhannya
e. Kolaborasi: kembangkan rencana management penanganan sakit dengan klien dan
dokter. Beri analgetik sesuai indikasi dan dosis yang tepat.
Rasional:
a. Informasi merupakan data dasar untuk evaluasi atau efektifitas intervensi yang
dilakukan. Pengalaman nyeri setiap individu bervariasi karena mengganggu fisik
dan psikologi.
b. Menolong dan meningkatkan relaksasi dan refokus
c. Melibatkan dan memberikan partisipasi aktif untuk meningkatkan kontrol
d. Tujuan umum/maksimal mengomtrol tingkat nyeri dan minimum ada keterlibatan
dalam ADLs.
e. Rencana terorganisasi dan meningkatkan kesempatan dalam mengontrol rasa
sakit. Klien harus berpartisipasi aktif dalam perawatan di rumah.
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


16
f. Nyeri merupakan dampak/komplikasi suatu tindakan atau keadaan penyakit serta
perbedaan respon individu.

2. Gangguan gambaran diri (body image) berhubungan dengan tindakan pembedahan
Tujuan: Gambaran diri berkembang secara positif dengan kriteria :
a. Mengerti tentang perubahan pada tubuh.
b. Menerima situasi yang terjadi pada dirinya.
c. Mulai mengembangkan mekanisme koping pemecahan masalah.
d. Menunjukkan penyesuaian terhadap perubahan.
e. Dapat menerima realita.
f. Hubungan interpersonal adekuat.
Intervensi:
a. Diskusi dengan klien tentang diagnosa dan tindakan guna membantu klien agar
dapat aktif kembali sesuai ADLs.
b. Review/antisipasi efek samping kaitan dengan tindakan yang dilakukan termasuk
efek yang mengganggu aktivitas seksual.
c. Dorong untuk melakukan diskusi dan menerima pemecahan masalah dari efek yang
terjadi.
d. Beri informasi/ konseling sesering mungkin.
e. Beri dorongan/ support psikologis.
f. Gunakan sentuhan perasaan selama melakukan interaksi (pertahankan kontak
mata).
g. Kolaborasi :
1) Refer klien pada kelompok program tertentu.
2) Refer pada sumber/ahli lain sesuai indikasi.
Rasional:
a. Menerima dam mengerti tentang hal-hal yang dilakukan merupakan awal proses
penyelesaian masalah.
b. Antisipasi dini dapat menolong klien untuk mengawali proses adaptasi dalam
mempersiapkan hal-hal yang dapat terjadi.
c. Dimungkinkan dapat menolong menurunkan masalah dengan keterlibatan
sehingga dapat menerima tindakan yang dilakukan.
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


17
d. Validasi tentang kenyataan perasaan klien dan berikan tehnik koping sesuai
kebutuhan.
e. Klien dengan gangguan neoplasma kanker membutuhkan support tambahan
selama periode tersebut.
f. Penghargaan dan perhatian merupakan hal penting yang diharapkan klien guna
menurunkan perasaan klien akan keraguan / ketidaknyamanan.
g. Grup support biasanya sangat bermanfaat bagi klien dengan meningkatkan kontak
dengan klien lain dengan masalah sama.
h. Mungkin berguna untuk mempertahankan struktur psikososial.

3. Perubahan pola eliminasi urine (retensio) berhubungan dengan penekanan oleh massa
jaringan neoplasma pada daerah sekitarnnya, gangguan sensorik / motorik.
Tujuan: Pola eliminasi urine ibu kembali normal dengan criteria hasil ibu memahami
terjadinya retensi urine, bersedia melakukan tindakan untuk mengurangi atau
menghilangkan retensi urine.
Intervensi dan Rasional:
a. Catat pola miksi dan monitor pengeluaran urine
Melihat perubahan pola eliminasi klien
b. Lakukan palpasi pada kandung kemih, observasi adanya ketidaknyamanan dan
rasa nyeri.
Menentukan tingkat nyeri yang dirasakan oleh klien.
c. Anjurkan klien untuk merangsang miksi dengan pemberian air hangat,
mengatur posisi, mengalirkan air keran.
Mencegah terjadinya retensi urine

D. IMPLEMENTASI
Pelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang
spesifik. Tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan kepada
perawat untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun tujuan dari
pelaksanaan adalah membantu klien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan meliputi
peningkatan kesehatan atau pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan dari fasilitas yang
dimiliki.
Perencanaan tindakan keperawatan akan dapat dilaksanakan dengan baik jika klien
mempunyai keinginan untuk berpartisiasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan. Selama
MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


18
perawatan atau pelaksanaan perawat terus melakukan pengumpulan data dan memilih
tindakan perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan klien. dan meprioritaskannya.
Semua tindakan keperawatan dicatat ke dalam format yang telah ditetapkan institusi.
Penatalaksanaan bisa dilakukan dengan cara seperti berikut:
a. Menjelaskan pada klien tentang beberapa penyebab terjadinya keputihan adalah
jamur/bakteri (karena kurang bersih dalam menjaga kebersihan daerah kelamin), atau
adanya penyakit lain (tumor).
b. Menjelaskan kepada klien bahwa keputihan dapat terjadi itu secara normal atau
tidak normal. Keputihan yang normal yaitu keputihan yang terjadi pada saat
sebelum menstruasi, pada saat hamil, tetapi menjadi tidak normal jika
pengeluaran lendir secara berlebihan dan terus menerus, berbau dan biasanya
menimbulkan rasa gatal.
c. Menjelaskan kepada klien tentang beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
mencegah terjadinya kekambuhan dari keputihan adalah:
Menjaga kebersihan daerah genitalia dengan baik (cebok dari arah depan
kebelakang dengan menggunakan sabun).
Mengganti celana dalam, gunakan celana dalam yang katun dan tipis serta
mudah menyerap keringat.
Anjurkan kepada suami untuk ikut kontrol serta meminum obat yang diberikan
dokter agar tidak terjadi saling menularkan penyakit.
d. Menganjurkan kepada klien untuk kontrol secara rutin dan menghabiskan obat yang
diberikan dokter meskipun keluhan sudah berkurang.
e. Menganjurkan pada klien untuk menjelaskan kembali apa yang telah dijelaskan oleh
petugas.

E. EVALUASI
1. Tingkat kenyamanan pasien kembali seperti sebelum sakit
2. Pola seksualitas dapat berfungsi secara normal
3. Tidak terjadi inveksi
4. Klien mengerti mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan




MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


19
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Vaginitis adalah peradangan yang terjadi pada vagina yang disebabkan oleh
infeksi dari bakteri,jamur dan virus. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan suami istri.
Tetapi penyakit ini juga bisa sembuh dengan terapi obat yang di berikan oleh tenaga
kesehatan.
Gejala dari penyakit ini adalah dengan keputihan yang mengganggu yaitu
dengan keputihan yang jumlah banyak berbau dan gatel. Cara mudah mencegah penyakit ini
adalah dengan menjaga selalu kebersihan daerah genetal anda.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah jauh dari kata sempurna, maka dari itu bagi
pembaca yang mempunyai kritik dan saran yang bersifat membangun kesempurnaan
makalah ini sangat penulis harapkan.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.












MAKALAH SISTEM REPRODUKSI
ASUHAN KEPERAWATAN VAGINITIS


20
DAFTAR PUSTAKA
Bobak. (2004). Buku ajar keperawatan maternitas. Edisi 4. Jakarta : EGC.

Edge, V. (1993). Womens health care. VSA : Von Hoffman Press.

Manuaba, Ida Bagus. (2001). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan keluarga berencana untuk
pendidikan bidan. Jakarta : EGC.

Padjadjaran, Universitas. (1981). Ginekologi. Bandung : Elstar Offset.

Sinklair, C.C.R., Webb,J.B. (1992). Segi praktis ilmu kebidanan dan kandungan untuk pemula. Jakarta
: Binarupa Aksara.

Taber, Ben-Zion. (1994). Kapita selekta obstetri dan ginekologi. Jakarta :EGC.

Wiknjosastro, H. (1999). Ilmu kebidanan. Edisi 3. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono.