0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan63 halaman

Pengamatan Sel Tumbuhan Mikroskopis

Dokumen tersebut merupakan laporan praktikum anatomi tumbuhan yang membahas tentang struktur sel tumbuhan dan hasil pengamatan struktur sel pada beberapa jenis tumbuhan seperti wortel, daun, dan buah. Laporan ini menjelaskan komponen-komponen pada sel tumbuhan serta hasil identifikasi struktur sel melalui pengamatan mikroskopis pada beberapa spesimen tumbuhan.

Diunggah oleh

liskanur
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan63 halaman

Pengamatan Sel Tumbuhan Mikroskopis

Dokumen tersebut merupakan laporan praktikum anatomi tumbuhan yang membahas tentang struktur sel tumbuhan dan hasil pengamatan struktur sel pada beberapa jenis tumbuhan seperti wortel, daun, dan buah. Laporan ini menjelaskan komponen-komponen pada sel tumbuhan serta hasil identifikasi struktur sel melalui pengamatan mikroskopis pada beberapa spesimen tumbuhan.

Diunggah oleh

liskanur
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

1
LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI TUMBUHAN
PRAKTIKUM 1

I. JUDUL : SEL TUMBUHAN
II. TUJUAN : a. Mengidentifikasi pigmen dalam sel tumbuhan
b. Membedakan zat-zat ergastik dalam sel
tumbuhan
III. TANGGAL PRAKTIKUM : 4 Maret 2011
IV. PENDAHULUAN
Sel adalah unit terkecil dari organisme. Pada organisme multiseluler, sel
tidak semata-mata mengelompok tetapi dihubungkan dan dikoordinasikan dalam
satu keseluruhan yang harmonis. Sel tumbuhan termasuk sel eukariotik. Sel
eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti (ada pula yang menyebutnya
sebagai selaput inti). Selain sel tumbuhan, ada juga sel hewan yang termasuk sel
eukariotik. Secara umum, sel tumbuhan memiliki struktur yang sama dengan sel
hewan. Tetapi ada beberapa struktur yang secara eksklusif dimiliki tumbuhan, dan
ada pula struktur yang dimiliki hewan tetapi tidak dimiliki tumbuhan.

(http://arif-worldscience.blogspot.com/2009/10/sel-tumbuhan-sel-eukariot.html)

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

2
Struktur Sel
Sel hidup senantiasa mengandung protoplasma karena protoplasma
didefinisikan sebagai isi sel hidup, dan tidak mencakup dinding sel. Dengan
demikian, sel dapat dibagi menjadi protoplas yaitu seluruh bagian di dalam sel, dan
dinding sel yang mengelilinginya.
1. Protoplas
Protoplas terdiri atas bagian bermembran dan tidak bermembran. Membran
merupakan bagian sitoplasma yang hidup dan dapat berubah sesuai dengan
aktivitas sitoplasma. Satuan membran bersifat permeabel selektif terhadap
berbagai zat yang melewatinya. Protoplas dapat dibagi menjadi sitoplasma dan
nukleus. Sitoplasma meliputi retikulum endoplasma, diktiosom, mitokondria,
plastida, mikrobodi, ribosom, sferosom, mikrotubul, mikrofilamen, vakuola, dan zat
ergastik.
a. Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma tersusun dari satuan membran ganda yang dibangun
oleh lipid dan protein. RE dapat berbentuk sisterna (wadah, tempat) yang
melebar,tubul (bentuk pipa) atau lapisan berlubang.
b. Diktiosom
Diktiosom terdiri dari tumpukan kecil vesikula pipih yang tepi-tepinya tidak
rata, melainkan terbagi menjadi tubul yang saling berhubungan menyerupai
jala. Diktiosom berfungsi dalam memproses bahan ketika digerakkan melalui
sel atau ke luar sel. (Estiti B Hidayat, 1995)
c. Mitokondria
Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup
berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk
menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan
demikian, mitokondria adalah pembangkit tenaga bagi sel.



Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

3
d. Plastida
Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. ada
tiga macam plastida, yaitu :
Leukoplast : plastida yang berbentuk amilum(tepung)
Kloroplast : plastida yang umumnya berwarna hijau. terdiri dari : klorofil a
dan b (untuk fotosintesis), xantofil, dan karoten
Kromoplast : plastida yang banyak mengandung karoten.
(http://www.membuatblog.web.id/2010/02/struktur-dan-fungsi-sel.html)
Amiloplast : membentuk butir pati besar sebagai cadangan makanan. Butir
besar menunjukkan lapisan yang mengelilingi sebuah titik ditengah, yaitu
hilum. (Estiti B Hidayat, 1995)
e. Mikrobodi
Organel yang dibatasi oleh membran tunggal. Struktur mikro, bulat, diameter
0,2 1,5 m. Bagian matriksnya adalah amorf atau granuler. Pada sel
tumbuhan, mikrobodi biasanya berdekatan dengan kloroplas. Hal ini
disebabkan karena adanya hubungan kerja antara kedua organel tersebut,
khususnya pada jalur reaksi-reaksi daur glioksilat.
(http://iymofialova.blogspot.com/2010/12/mikrobodi.html)
f. Ribosom
Ribosom merupakan partikel kecil yang bergaris tengah 17-20 m, yang
berfungsi dalam sintesis protein. Ribosom terdiri dari dua bagian yang tersusun
oleh RNA ribosom (rRNA) dan protein.
g. Sferosom
Sferosom adalah tubuh lipid berbentuk bulat, yang dalam mikroskop tampak
buram setelah diawetkan dengan osmium tetroksida. Beberapa peneliti
berpendapat bahwa sferosom dibatasi oleh membran, sedangkan peneliti lain
menganggap bahwa batas luar organel ini terdiri dari selapis molekul lipid yang
dibentuk sebagai tanggapan terhadap sitoplasma sekelilingnya yang
mengandung air. (Estiti B Hidayat, 1995)

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

4
h. Mikrotubul
Mikrotubula berbentuk lurus memanjang, kosong, dan tersusun atas sub unit
protein membulat (globular). Mikrotubula terdapat di bagian tepi sitoplasma,
dengan dinding sel yang masih tumbuh dan tipis, dalam mitosis dan meiosis, dan
dalam fragmoplas yang terdapat di dalam sel anak pada waktu telofase. Bagian
dari sitoplasma yang mempunyai banyak persamaan dengan mikrotubula adalah
plasmalema dan mikroserabut selulosa dalam dinding sel.
(http://canbio.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum anatomi.html)
i. Mikrofilamen
Mikrofilamen merupakan struktur yang amat ramping yang terbaik pada
tumbuhan maupun hewan. Mikrofilamen pada tumbuhan sama dengan pada
hewan, yaitu terdiri dari aktin dan terlibat dalam gerakan di dalam sel.
(Estiti B Hidayat, 1995)
j. Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap). Cairan ini
adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada
semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali
pada hewan uniseluler tingkat rendah.
(http://www.membuatblog.web.id/2010/02/struktur-dan-fungsi-sel.html)
k. Zat Ergastik
Zat ergastik memiliki keuntungan selektif dalam membuat tumbuhan menjadi
pahit atau kurang enakdan demikian tidak dimangsa oleh hewan. Selain itu,
banyak kristal menghambat serangga untuk memakannya atau bertelur
diatasnya. Zat ergastik mencakup pati, protein, lipid, dan kristal.
(Estiti B Hidayat, 1995)
2. Dinding Sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri dari
selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk
mengekalkan bentuk sel. Terdapat lubang pada dinding sel untuk pertukaran bahan

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

5
mempersiapkan alat dan bahan yang
diperlukan
membuat sayatan tipis melintang pada
korteks umbi Daucus carota
letakkan di atas kaca objek
tetesi dengan air sebagai reagen
tutup dengan kaca penutup
amati dibawah mikroskop
gambar hasil pengamatan
lakukan hal yang sama pada umbi Solanum
tuberosum, Manihot esculenta, daun Rhoeo
discolor dan Capsicum anuum
di luar dengan bahan di dalam sel. Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong
tumbuhan yang tidak berkayu. Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar),
hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.
(http://www.membuatblog.web.id/2010/02/struktur-dan-fungsi-sel.html)


V. METODE PRAKTIKUM
1. Alat dan Bahan
Alat Bahan
a. Mikroskop Cahaya
b. Silet atau cutter
c. Pipet Tetes
d. Kaca Objek
e. Kaca Penutup
f. Alat tulis (pensil, ballpoint,
penghapus, penggaris, dan jangka)
g. Buku gambar
a. Umbi Daucus carota
b. Umbi Solanum tuberosum
c. Umbi Manihot esculenta
d. Daun Rhoeo discolor
e. Capsicum anuum
f. Air

2. Cara Kerja












Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

6
VI. HASIL PENGAMATAN
1. Wortel (Daucus carota)


Tangkai daun


akar
tombak
ujung akar

Gbr. 1 Morfologi Daucus carota


dinding
sel kromo-
plast
(pigmen
sitoplasma karoten)


Gbr.2 Penampang Melintang Daucus carota
Dengan Pembesaran 10X10









Gbr.3 Penampang Melintang
Daucus carota






Gbr.4 Literatur Daucus carota

2. Sosongkokan (Rhoeo discolor)











Gbr.5 Morfologi Rhoeo discolor


Dinding kloroplast
sel
kromoplast
(pigmen
Antosianin)
sitoplasma


Gbr.6 Penampang Melintang Daun
Rhoeo discolor
Dengan Pembesaran 10X10

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

7









Gbr.7 Penampang Melintang Daun
Rhoeo discolor










Gbr.8 Literatur Rhoeo discolor

3. Cabe Merah (Capsicum anuum)

tangkai

reseptakulum





daging buah


Gbr.9 Morfologi Capsicum anuum



Dinding
sel
kromoplast
(pigmen
Fikoeretrin)
sitoplasma




Gbr.10 Penampang Melintang
Capsicum anuum
Dengan Pembesaran 10X10












Gbr.11 Penampang Melintang
Capsicum anuum













Gbr.12 Literatur Capsicum anuum

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

8
4. Kentang (Solanum tuberosum)


Sprouting bud periderm





Dormant bud
Umbi telanjang

Gbr. 13 Morfologi Solanum tuberosum







pati


Gbr.14 Preparat Pati Solanum tuberosum
Dengan Pembesaran 10X10










Gbr.15 Preparat Pati
Solanum tuberosum










Gbr.16 Literatur Pati Solanum tuberosum

5. Singkong (Manihot esculenta)


pangkal akar
eksoderm





Umbi akar



Gbr.17 Morfologi Manihot esculenta










pati


Gbr.18 Preparat Pati Manihot esculenta
Dengan Pembesaran 10X10

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

9











Gbr.19 Preparat Pati
Manihot esculenta










Amiloplast pada singkong

Gbr.20 Literatur Pati Manihot esculenta


VII. PEMBAHASAN
Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel
tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup
berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Tapi, pada dasarnya struktur sel
tumbuhan terdiri dari dinding sel, sitoplasma, dan nukleus. Yang membuat sel
tumbuhan berbeda adalah dengan adanya organel-organel seperti :
1. Vakuola yang besar dikelilingi membran, disebut tonoplas, yang menjaga
turgor sel dan mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol dan getah.
2. Dinding sel yang tersusun atas selulosa dan protein, dalam banyak kasus lignin,
dan disimpan oleh protoplasma di luar membran sel. Ini berbeda dengan
dinding sel fungi, yang dibuat dari kitin, dan prokariotik, yang dibuat dari
peptidoglikan.(http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_tumbuhan)
Dinding sel merupakan salah satu ciri sel tumbuhan yang membedakannya
dengan sel hewan. Dinding ini melindungi sel tumbuhsn, mempertahankan
bentuknya, dan mencegah penghisapan air secara berlebihan. Pada tingkat
keseluruhan tumbuhan, dinding yang kuat yang terbuat dari sel khusus
mempertahankan tumbuhan agar tegak melawan gravitasi. (Campbell, 2000)

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

10
3. Plasmodesmata, merupakan pori-pori penghubung pada dinding sel
memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel berdekatan
lainnya. Ini berbeda dari jaringan hifa yang digunakan oleh fungi.
4. Plastida, terutama kloroplas yang mengandung klorofil, pigmen yang
memberikan warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya
fotosintesis. (http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_tumbuhan).
Senyawa yang ada di dinding sel antara lain selulosa dan senyawa lain
hemiselulosa, pectin, protein, serta zat seperti lignin (zat kayu) dan saberin (zat
gabus). Pigmen anthosianin ditemukan di epidermis, sedangkan bagian sel yang
tidak mengandung anthosianin warna Rhoeo discolor tergantung pada pH jingga,
ungu atau biru (lingkungan netral atau basa). Kloroplas dan kromoplas dapat
dijumpai bersama-sama dalam pigmen athosianin. Adanya pigmen ungu tersebut
menyebabkan warna hijau pada jaringan dibawahnya tertutupi. Sehingga daunnya
tidak berwarna hijau melainkan ungu.
Pigmen karoten adalah pigmen warna oranye yang terdapat pada wortel.
Karoten merupakan pigmen warna yang terdapat pada wortel dan bentuknya ada
yang berupa jarum (terdapat pada plastida) dan ada juga yang berupa butiran
(tersebar ada vakuola). Pigmen ini akan tampak terdapat atau tidak ada klorofil
sama sekali. Sitoplasma meliputi sebagian protoplas, merupakan zat kental yang
kurang lebih transparan dalam cahaya tampak. Komponen utamanya adalah air 80-
90%. (http://canbio.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum anatomi.html)
Substansi ergastik (dari bahasa Yunani erg yang berarti kerja) adalah produk
metabolisme. Substansi ini dapat muncul dan hilang pada waktu yang berbeda
dalam hidup suatu sel. Substansi ergastik dapat berupa produk-produk cadangan
atau sisa yang merupakan hasil dari kegiatan seluler dan biasanya mempunyai
struktur yang lebih sederhana daripada badan-badan protoplasmik.
(http://www.scribd.com/doc/37255881/artikel-zat-ergastik)
Pati merupakan zat ergastik yang paling umum. Butir pati yang dibentuk
dalam kloroplast selanjutnya dapat terurai dan diangkut dalam bentuk gula ke

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

11
jaringan penyimpan cadangan makanan untuk kemudian tersintesis kembali dalam
amiloplast. Selain pati, protein juga ditemukan dalam berbagai bentuk, terutama
pada biji. Pada serealia, butir aleuron terdapat dalam lapisan aleuron yang
merupakan lapisan sel terluar dari endosperm. Di dalam endosperm lainnya
terdapat protein amorf. Berbagai bentuk kristal ditemukan dalam sel tumbuhan.
Pada tumbuhan tinggi, kristal kalsium oksalat paling umum ditemukan. Kalsium
karbonat dan kalsium malat agak langka. Ada beberapa macam kristal seperti :
1. Kristal pasir, kristal berbentuk prisma yang amat kecil dan biasanya ditemukan
dalam jumlah besar.
2. Rafida, kristal panjang dan ramping yang kedua ujungnya runcing. Rafida
biasanya terhimpun dalam berkas.
Stiloid, kristal berbentuk prisma yang panjang dan kedua ujungnya meruncing
seperti bilah. (Estiti B Hidayat, 1995)

VIII. JAWABAN PERTANYAAN
1. Bentuk kromoplast dalam sel korteks wortel ada yang berupa jarum (terdapat
pada plastida) dan ada juga yang berupa butiran (tersebar ada vakuola).
Pigmen ini akan tampak terdapat atau tidak ada klorofil sama sekali.
Pada hasil pengamatan kami di dapat gambar sebagai berikut :

2. Kromoplast tersebut terdapat pada vakuola dan sitoplasma sel korteks wortel.
Kita mengetahuinya dari hasil pengamatan dibawah mikroskop cahaya dengan
pembesaran 10X10, dan pada bagian itu menunjukkan warna orange yang
merupakan pigmen karoten yang terdapat pada sel korteks wortel.

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

12
3. Pada kerokan bagian dalam umbi kentang kita dapat melihat butiran-butiran
pati yang cukup besar serta warnanya mengkilat.
4. Pada kentang yang diamati hanya terlihat butir tunggal saja sebab butiran
tersebut terpisah satu sama lain. Cara untuk membedakannya, butir tunggal
hanya terdapat 1 hilium yang dikelilingi oleh lamela. Butir majemuk terdapat
lebih dari 1 hilium dan masing-masing dikelilingi lamela, tetapi tidak dikelilingi
lamela bersama. Butir sederhana hampir sama dengan butir tunggal memiliki
1 hilium.
5. Jika pengarah halus diubah-ubah maka lapisan-lapisan butir amilum akan
terlihat lebih jelas dan terfokuskan sehingga kita dapat lebih membedakan jenis
butiran-butiran amilum tersebut.
6. Pembentukan butir tepung pertama kali dibentuk dalam kloroplas. Butir
majemuk atau poliadeif adalah butir amilum yang mempunyai lebih dari 1
hilium. Masing-masing dikelilingi oleh lamela bersama, sedangkan butir
sederhana hanya mempunyai 1 hilium. Proses pembentukannya yaitu karena
adanya pemadatan molekul dan perbedaan kadar air pada awal
pertumbuhan tiap lapisan.
7. Dari seluruh hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh kami dapat
disimpulkan bahwa sel tumbuhan itu pada intinya terdiri dari dinding sel,
sitoplasma, plastida dan vakuola. Dinding sel merupakan organel yang
membedakan sel tumbuhan dengan sel hewan. Selain itu ada juga vakuola yang
biasanya berisi kromoplas atau pigmen yang memberikan zat warna pada
tumbuhan. Zat ergastik yang paling umum adalah pati. Butir pati yang dibentuk
dalam kloroplast selanjutnya dapat terurai dan diangkut dalam bentuk gula ke
jaringan penyimpan cadangan makanan untuk kemudian tersintesis kembali
dalam amiloplast.





Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

13
IX. KESIMPULAN
Sel tumbuhan memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh sel hewan, yaitu
memiliki organel-organel seperti dinding sel, vakuola, dan plastida. Organel-organel
tersebut yang membedakannya dari sel hewan. Kromoplas pada pada sel korteks
Daucus carota adalah pigmen karoten, pada daun Rhoeo discolor adalah pigmen
antosianin yang ditemukan pada sel epidermis, sedangkan pada Capsicum anuum
adalah pigmen fikoeretrin yang memunculkan warna merah. Pada kerokan bagian
dalam umbi Solanum tuberosum dan Manihot esculenta merupakan butir pati
tunggal yang terdapat dalam amiloplas.

X. DAFTAR PUSTAKA
B Hidayat, Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Penerbit ITB.
Campbell, dkk. 2000. Biologi Jilid I Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.
http://arif-worldscience.blogspot.com/2009/10/sel-tumbuhan-sel-eukariot.html
http://canbio.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum anatomi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_tumbuhan
http://iymofialova.blogspot.com/2010/12/mikrobodi.html
http://www.membuatblog.web.id/2010/02/struktur-dan-fungsi-sel.html
http://www.scribd.com/doc/37255881/artikel-zat-ergastik











Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

14
PRAKTIKUM 2

I. JUDUL : PARENKIM
II. TUJUAN : a. Membandingkan jaringan parenkim pada
bagian empulur batang tanaman dalam aspek-
aspek tertentu (bentuk sel, ruang antarsel dan
dinding sel).
b. Mengidentifikasi bagian-bagian noktah
sederhana melalui pengamatan pada jaringan
parenkim.
c. Membedakan preparat hasil sayatan dengan
hasil maserasi.
d. Membandingkan macam-macam bentuk sel
parenkim pada berbagai organ tumbuhan
termasuk bentuk ruang antar sel.
e. Membandingkan berbagai bentuk sel
parenkim pada jaringan yang sama.
III. TANGGAL PRAKTIKUM : 11 Maret 2011
IV. PENDAHULUAN
Parenkim merupakan bagian utama sistem jaringan dasar dan terdapat
pada berbagai organ sebagai jaringan yang sinambungan seperti pada korteks dan
empulur batang, korteks akar, serta jaringan dasar pada tangkai daun mesofil daun.
Pada tubuh primer, parenkim berkembang dari meristem dasar. Di samping itu, ada
pula parenkim yang menjadi bagian dari jaringan pembuluh dan berkembang dari
prokambium; pada tubuh sekunder berkembang dari cambium pembuluh serta
cambium gabus. Parenkim terdiri dari sel hidup yang bermacam-macam bentuk,
sesuai dengan fungsinya yang berbeda-beda pula. Parenkim biasanya berupa
jaringan yang selnya tidak banyak menunjukan spesialisasi dan dapat terlibat
dengan berbagai fisiologi tumbuhan.

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

15
Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit
batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim
bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang
mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan
makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
Karena parenkim berupa sel hidup, maka sel parenkim masih dapat
membelah meskipun telah dewasa. Sebab itu, sel parenkim berperan penting dalam
penyembuhan luka serta regenerasi.
Parenkim merupakan jaringan tanaman yang paling umum dan belum
berdiferensiasi. Kebanyakan karbohidrat non-struktural dan air disimpan oleh
tanaman pada jaringan ini. Parenkim biasanya memiliki dimensi panjang dan lebar
yang sama (isodiametrik) dan protoplas aktif dibungkus oleh dinding sel primer
dengan selulose yang tipis. Ruang interseluler antar sel umum terdapat pada
parenkim.
Sebagian besar tubuh tumbuhan seperti empulur, sebagian atau seluruh
korteks akar dan batang, perisikel, mesofil daun, serta bagian buah yang berdaging,
terdiri dari parenkim. Sel parenkim juga terdapat pada xylem dan floem.
Jaringan bunga karang atau parenkim spons merupakan selsel parenkim
yang berada di bawah lapisan jaringan parenkim palisade. Selain itu, di dalam
jaringan yang lain seperti jaringan pengangkut (xilem dan floem) juga terdapat sel
parenkim.
Ruang antar sel dapat terjadi secara sizogen atau lisigen. Pembentukan
ruang antarsel sizogen terjadi pada saat dinding primer di bentuk di antara dua sel
anak yang baru, lamela tengah di antara dua dinding baru berhubungan hanya
dengan dinding primer sel induk dan tidak menyentuh lamela tengah dengan
dinding sel induk. Bagian dinding sel induk yang berhadapan dengan ruang kecil
tersebut menjadi rusak shinga terbentuk ruang antar sel meluas dengan
terbentuknya ruang antar sel yang serupa pada sel di sebelahnya. Ruang antar sel di
isi oleh senyawa yang berasal dari lamela tengah. Ruang antar sel lisigen di bentuk

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

16
dengan merusak sel utuh. Contohnya adalah ruang antarsel pada batang tumbuhan
air.
1. Sifat Sel Parenkim
selnya hidup dan berdinding tipis serta berukuran besar
memiliki ruang antar sel sehingga letaknya tidak terlalu padat
berbentuk segi enam
memiliki banyak vakuola
mampu bersifat meristematik
2. Struktur dan isi sel parenkim
Struktur internal parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya, seperti :
sel parenkim yang berperan dalm fotosintetis, mengandung kloroplas dan
membentuk jaringan klorenkim (pada mesofil daun, korteks batang,
empulur)
sel parenkim dapat berperan menyimpan makanan cadangan yang
berupa: larutan dalam vakuola: gula terlarut dan senyawa N dalam akar Beta
vulgaris; cairan dalam plasma: protein dan minyak dalam endosperm biji
Ricinus communis; kristal: pati dalm endosperm, kotiledon, umbi, buah.
sel parenkim dapat berfungsi untuk menyimpan air, misalnya pada
tumbuhan sukulenta.
Banyak sel parenkim mengandung tanin dan vakuolanya.
3. Bentuk dan Susunan Sel Parenkim
Sel parenkim umunya berbentuk isodiametris, tetapi ada bentuk-bentuk
lain, yaitu :
perismatis memanjang atau silindris terdapat pada parenkim palisade
mesofil daun dikotil
Bercabang-bercabang, misalnya : parenkim bintang/aktinenkim pada mesofil
daun canna sp dan Juncus sp
Parenkim dengan ruang antar sel yang besar contohnya : aerenkim pada alat
pengapung tumbuhan air (Eichornia crassiper).

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

17
Parenkim dengan bentuk tidak teratur dan banyak ruang antar sel, terdapat
pada mesofil daun (parenkim spons atau parenkim bunga karang).
Parenkim dengan dinding yang melekuk-lekuk kearah dalam, yaitu berupa
parenkim lipatan, misalnya pada daun Pinus merkusi, Oryza sativa, Bambusa
sp.

Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa
macam antara lain :
a. Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung
klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
b. Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan
makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel
padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
c. Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya
terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan
epifit, dan tumbuhan sukulen.
d. Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu
menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim
banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.
Banyak sekali macam-macam sel parenkim seperti bersegi banyak dan garis
tengahnya dalam berbagai arah bidang hampir sama. Sel parenkim yang panjang
terdapat sebagai sel palisade pada daun; yang berbentuk benang terdapat pada

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

18
batang tumbuhan yang memiliki ruang antarsel yang mencolok besarnya seperti
pada Scirpus dan Juncus. Parenkim dewasa dapat pula tersusun amat rapat selnya
seperti pada endosperm, atau ditemukan sebagai jaringan dengan ruang antarsel
yang luas seperti pada batang.

V. METODE PRAKTIKUM
1. Alat dan Bahan
Alat Bahan
a. Mikroskop Cahaya
b. Silet atau cutter
c. Pipet Tetes
d. Kaca Objek
e. Kaca Penutup
f. Alat tulis (pensil, ballpoint,
penghapus, penggaris, dan jangka)
g. Buku gambar
a. Biji salak (Sallaca edulis)
b. Buah pisang (Musa paradisiaca)
c. Tangkai daun singkong (Manihot
esculenta)
d. Batang singkong (Manihot
esculenta)
e. Tangkai daun papaya (Carica
papaya)
f. Batang bunga tasbih (Canna)
g. Tangkai daun eceng gondok
(Eichornia crassipus)
h. Preparat awetan sel parenkim pada
batang jagung (Zea mays)









Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

19
2. Cara Kerja


VI. HASIL PENGAMATAN
1. Parenkim pada biji salak (Sallaca edulis)


Gambar parenkim biji salak
http://preparatpecah.tripod.com/index_fil
es/page596.htm


Gambar sel parenkim pada
penampang melintang biji salak
Perbesaran 10 X 10
mempersiapkan alat dan bahan yang
diperlukan
membuat sayatan tipis melintang pada
korteks biji Salacca edulis
letakkan di atas kaca objek
tetesi dengan air sebagai reagen
tutup dengan kaca penutup
amati dibawah mikroskop
gambar hasil pengamatan
lakukan hal yang sama pada seluruh
bahan yang disediakan, kecuali preparat
awetan batang Zea mays yang dapat
langsung diamati

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

20


2. Parenkim pada buah pisang (Musa paradisiaca)

Parenkim pada buah pisang
http://gurungeblog.wordpress.com/2008/
11/20/jaringan-pada-tumbuhan/

Gambar sel parenkim pada
penampang melintang buah pisang
Perbesaran 10 X 10


Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

21
3. Parenkim pada tangkai daun singkong (Manihot esculenta)

Parenkim tangkai daun singkong
http://adesahy.blogspot.com/2010/11/sel
-dan-jaringan-tumbuhan.html

Gambar sel parenkim pada penampang
melintang tangkai daun singkong
Perbesaran 10 X 10


4. Parenkim pada batang singkong (Manihot esculenta)

Gambar parenkim batang singkong
http://www-bio-
m.blogspot.com/2009/12/jaringan-
parenkim.html

Gambar sel parenkim pada
penampang melintang batang singkong
Perbesaran 10 X 10

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

22


5. Parenkim pada tangkai daun papaya (Carica papaya)

Parenkim tangkai daun pepaya
(http://preparatpecah.tripod.com/index_fi
les/page596.html152010)

Gambar sel parenkim pada penampang
melintang tangkai daun pepaya
Perbesaran 10 X 10





Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

23
6. Parenkim pada batang bunga tasbih (Canna hybrida)
Parenkim batang bunga tasbih
http://khalimut.blogspot.com/2010/11/an
atomi-tumbuhan.html







Gambar sel parenkim pada penampang
melintang batang bunga tasbih
Perbesaran 10 X 10


7. Parenkim pada Tangkai eceng gondok (Eichornia crassipus)

Parenkim tangkai eceng gondok
http://khalimut.blogspot.com/2010/11/an
atomi-tumbuhan.html

Gambar sel parenkim pada penampang
melintang tangkai eceng gondok
Perbesaran 10 X 10

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

24


8. Parenkim pada preparat awetan batang jagung (Zea mays)

Parenkim pada preparat akar jagung
http://preparatpecah.tripod.com/index_fil
es/page596.html152010

Gambar sel parenkim pada penampang
melintang preparat awetan batang jagung
Perbesaran 16 X 10




Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

25
VII. PEMBAHASAN
Sel parenkim memiliki bentuk yang bermacam-macam dan dengan fungsi
yang bervariasi. Sebagai sel hidup, parenkim masih dapat membelah meskipun
sudah dewasa. Itulah sebabnya sel parenkim berperan penting dalam
penyembuhan luka serta regenerasi. Sebagian besar tumbuhan terdiri dari
parenkim empulur, sebagian besar atau seluruh korteks akar dan batang, perisikel,
mesofil daun, dan bagian buah yang berdaging umumnya mengandung sejumah
besar sel parenkim. Sel parenkim juga ditemukan pada pembuluh floem dan xilem.
Banyak sel parenkim berbentuk segi banyak (polihedral) dengan garis tengah dalam
berbagai arah hampir sama (isodiametris).
Sel parenkim yang panjang terdapat sebagai sel palisade pada mesofil daun.
Ada sel parenkim yang berbentuk benang dan biasanya terdapat pada tumbuhan
yang memiliki ruang antar sel yang sangat jelas, seperti pada Scirpus dan Juncus. Sel
parenkim dewasa dapat tersusun rapat seperti pada endosperm atau dengan ruang
antar sel seperti ditemukan pada batang tumbuhan air. Ruang antar sel terbentuk
karena lamela tengah ada tempat-tempat pertemuan 3-4 sel larut oleh pektinase,
sehingga dinding-dinding sel di tempat itu tidak berhubungan stau sama lainnya.
Ruang antar sel dapat terbentuk secara schizogen atau lizigen. Pembentukan
ruang antar sel secara schizogen terjadi karena pada saat dinding primer dibentuk
pada dua sel baru yang berhubungan, lamela tengah diantara kedua dinding sel
baru hanya berhubungan dengan dinding primer sel induk dan tidak nenyentuh
lamela tengah antara dinding sel induk dan sel disebelahnya. Ruang antar sel yang
terbentuk secara lizigen terjadi karena disintegrasi sel-sel utuh, seperti ruang antar
sel yang ditemukan pada batang tumbuhan air. Sebagian besar sel parenkim
berdinding tipis, tetapi ada juga yang berdinding tebal seperti ada endosperm
kurma, kopi, dan salak. Pada dinding parenkim yang tebal seperti itu terhimpun
hemiselulosa sebagai cadangan makanan. Pada jaringan parenkim yang berdinding
tebal noktah (noktah sederhana) lebih jelas tampak di bawah mikroskop cahaya.


Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

26
VIII. PERTANYAAN
Pertanyaan Parenkim I
1. Bagaimanakah bentuk sel parenkim pada empulur batang singkong?
Apakah yang tampak di dalamnya?
2. Adakah perbedaan dinding sel antara sel parenkim pada empulur batang
singkong dan sel parenkim pada tangkai daun pepaya dan tangkai daun
singkong?
3. Manakah dinding yang lebih tebal, bagian pangkal tangkai daun atau
bagian ujung tangkai daun?
4. Adakah hubungan antar sel yang serupa noktah pada sel parenkim tangkai
daun pepaya? Bagaimana bentuk noktah tersebut?
5. Apakah ketika anda mengamati sayatan melintang tangkai dan pepaya
menemukan adanya Kristal kalsium oksalat? Bagaimanakah bentuknya?
6. Bagaimanakah penampakan sel-sel parenkim pada bagian korteks akar
jagung dibandingkan dengan bagian empulur?
7. Apakah anda menemukan ruang antar sel antara sel-sel parenkim korteks
dan empulur akar jagung? Apakah anda juga menemukan ruang antar sel
yang sangat besar? Mengapa terjadi demikian?
8. Apakah ruang antar sel ini juga anda temukan diantara sel-sel parenkim
pada preparat yang lainnya? Coba jelaskan!
9. Bagaimanakah hubungan antar sel pada buah pisang yag anda amati?
Adakah pelekatannya? Apakah yang menyebabkan keadaan tersebut?
Bagaimana bekerjanya? Coba kamu buat hubungan hasil pengamatan yang
anda lakukan dengan proses yang terjadi pada pembuatan selai buah?
10. Bagaimanakah gambaran umum sel parenkim dari semua preparat yang
telah anda amati? Nyatakan karakteristik sel parenkim tersebut
berdasarkan aspek-aspek yang anda temukan.



Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

27
Pertanyaan Parenkim II
1. Bagaimana bentuk parenkim eceng gondok? Adakah perbedaan antara
bentuk sel parenkim yang satu dengan yang lainnya?
2. Bagaimana susunan sel parenkim petiolus eceng gondok terhadap ruang
antar selnya?
3. Bagaimana bentuk sel parenkim petiolus bunga tasbih? Adakah perbedaan
antara bentuk sel parenkim yang satu dengan yang lainnya?
4. Sebutkan perbedaan struktur parenkim dengan parenkim korteks petiolus
bunga tasbih?
5. Apakah yang tampak pada sel-sel parenkim korteks petiolus bunga tasbih?
Jawaban Parenkim I
1. Sel parenkim batang singkong berbentuk segienam (polyhedral) yang di
dalamnya ada titik hitam.
2. Sel parenkim batangsi ngkong berbentuk segi enam dan ada pemisah
antar sel, sedangkan sel parenkim tangkai daun tidak ada pemisahnya.
3. Yang lebih tebal adalah pada empulur bagian pangkal tangkai daun
karena sel parenkim merupakan sel dasa maka semakin ke bawah
semakin hitam.
4. Ada, bentuknya seperti celah kecil antara satu sel dengan sel yang lainnya
5. Ada bentuk seperti bintang terdapat pada salah satu sel
6. yang tebal karenaterhimpun hemiselulosa sebagai cadanganmakanan.
7. Sel-sel parenkim pada bagian korteks akar jagung berbentuk segi banyak
dengan ruang antar sel di dalamnya.
8. Iya, pada parenkim korteks dan empulur jagung terdapat ruang antar sel
yang cukup besar, sebab dalam pembentukan ruang antar sel terjadi secara
sizigon dan dapat menghasilkan ruangan yang sangat luas bila sel-sel
mengalami pembelahan tegak lurus terhadap ruangan-ruangan besar
lainnya dihasilkan secara lizigen atau reaksi gen (kerusakan mekanik).

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

28
9. Pada preparat lain yang mempunyai ruangan antar sel adalah preparat
pepaya dan jagung.
10. Ada, meskipun sel-selnya di jaringan meristematik umunya tersusun rapat
selama diferensiasi hubungan jaringan yang erat antar dinding-dinding sel
yang berdekatan dapat terpisah sebagai ruang antar sel. Paling banyak
ruang antar sel sebagai akibat pemisahan dinding sel yang satu dengan
yang lainnya sepanjang daerah perlekatannya.
11. Dari semua preparat yang diamati parenkim merupakan jaringan utama
yaitu jaringan dasar yang terdapat pada berbagai sebagai jaringan
bersinambungan seperti pada korteks dan empulur batang korteks akar
jaringan dan dasar pada tangkai daun, mesofil daun dan bagian buah yang
berdaging dan terdapat pada xylem dan floem. Hal ini sesuai pada
pengamatan batang singkong, preparat akar jagung, buah pisang, biji salak,
batang bunga tasbih dan tangkai daun pepaya.
Karakteristik sel parenkim
Sel parenkim pada umumnya berukuran besar (bersegi banyak) dan
berdinding tipis (tidak semua).
Banyak mengandung rongga sel.
Letak sel tidak rapat.
mampu bersifat meristematik
selnya hidup dan berdinding tipis serta berukuran besar
memiliki ruang antar sel sehingga letaknya tidak terlalu padat
Jawaban Parenkim II
1. Aerenkim eceng gondok, berbentuk segi empat . Tidak ada perbedaan
tetapi ukurannya yang berbeda.
2. Pada aerenkim eceng gondok terdapat penebalan terhadap ruang antar
sel.

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

29
3. Bentuk sel aerenkim petiolus bunga tasbih bulan dan segi banyak, ada yang
satu bulat dan ada yang satu segi banyak. Ada perbedaan antara bentuk sel
aerenkim yang satu dengan yang lain.
4. Sel-sel parenkim korteks ptiolus bunga tasbih tampak sel-selnya lebih
rapat, sehingga ruang antar selnya kecil.
5. Bentuknya bulat tak beraturan. Ada ruang antar sel tetapi ruang selnya
sangat sempit dan kecil-kecil

IX. KESIMPULAN
Sel parenkim memiliki bentuk yang bermacam-macam dan dengan fungsi
yang bervariasi. Juga merupakan bagian sel yang terbesar pada tumbuhan.
Parenkim terdapat pada bagian empulur, korteks, perisikel, mesofil, buah, xilem dan
floem. Bentuknya bermacam-macam seperti tiang, polihedron, bintang atau
aktinenkim. Pada batang dan daun tumbuhan hidrofit atau tumbuhan yang hidup di
air, terdapat parenkim udara atau disebut juga dengan aerenkim.

X. DAFTAR PUSTAKA
Agustina, Tri Wahyu. 2010. Materi Pokok Ajar Anatomi Tumbuhan. Bandung :
Pendidikan Biologi fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung.
B. Hidayat, Estiti 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Penerbit ITB.
Sutrian, Yayan. 2004. Pengantar anatomi tumbuh-tumbuhan tentang sel dan
jaringan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Tim Dosen, 2010. Buku Pengantar Praktikum Anatomi Tumbuhan. Bandung:
Pendidikan Biologi fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung.
http://preparatpecah.tripod.com/index_files/page596.htm
http://www.fp.unud.ac.id/biotek/kultur-jaringan-tanaman/anatomi-dan-morfologi-
tanaman/
http://www.g-excess.com/id/sistem-jaringan-epidermis-dan-sistem-jaringan-
parenkim-pada-tumbuhan.html

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

30
PRAKTIKUM 3

I. JUDUL : EPIDERMIS (STOMA & TRIKOMA)
II. TUJUAN : a. Mengamati jaringan epidermis daun berbagai
tumbuhan dalam aspek-aspek tertentu
(macam sel, bentuk sel, dan hubungan antar
sel.
b. Mengidentifikasi stoma daun tumbuhan serta
sel-sel yang membangunnya.
c. Mengidentifikasi trikoma berbagai tumbuhan
serta sel-sel yang membangunnya.
III. TANGGAL PRAKTIKUM: 18 Maret 2011
IV. PENDAHULUAN
Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ
tumbuhan, seperti : daun, bagian bunga, buah, biji, batang, dan akar. Bentuk,
ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis
organ tumbuhan.
Fungsi utama epidermis adalah:
Sebagai pelindung jaringan terhadap hilangnya air karena adanya penguapan
di bagian sebelah dalam.
Sebagai pelindung terhadap kerusakan mekanik.
Sebagai pelindung terhadap perubahan toC.
Sebagai pelindung terhadap hilangnya zat-zat makanan.
Ciri khas sel epidermis adalah sel-selnya rapat satu sama lain membentuk
bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada
yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan
ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin.
Seperti kita temukan pada biji dan daun pinus. Dinding luar sel epidermis
biasanya mengandung kitin, yaitu senyawa lipid yang mengendap di antara selulosa

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

31
penyusun dinding sel sehingga membentuk lapisan khusus di permukaan sel yang
disebut kutikula. Di permukaan luar kutikula kadang kala kita temukan lapisan lilin
yang kedap air untuk mengurangi penguapan air.
Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang telah berubah struktur dan
fungsinya diantaranya adalah: stomata (mulut daun) yang berperan sebagai tempat
pertukaran gas dan uap air, trikoma yang berupa tonjolan epidermis dan tersusun
atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder. Trikoma ini berperan
sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen, garam, dan gula; rambut
akar merupakan tonjolan epidermis akar yang memiliki dinding sel tipis dengan
vakuola besar. Jaringan epidermis tetap ada sepanjang hidup organ tertentu yang
tidak mengalami penebalan sekunder. Pada beberapa tumbuhan yang berumur
panjang, epidermis digantikan oleh jaringan gabus, bila batangnya menua.

Stomata adalah suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel
penutup yang berisi kloroplas dan mempunyai bentuk serta fungsi yang berlainan
dengan epidermis.
Fungsi stomata :
Sebagai jalan masuknya CO
2
dari udara pada proses fotosintesis.
Sebagai jalan penguapan (transpirasi).
Sebagai jalan pernafasan (respirasi).

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

32
Sel yang mengelilingi stomata atau biasa disebut dengan sel tetangga
berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup. Sel
penutup letaknya dapat sama tinggi, lebih tinggi atau lebih rendah dari sel
epidermis lainnya. Bila sama tinggi dengan permukaan epidermis lainnya disebut
faneropor, sedangkan jika menonjol atau tenggelam di bawah permukaan disebut
kriptopor. Setiap sel penutup mengandung inti yang jelas dan kloroplas yang secara
berkala menghasilkan pati. Dinding sel penutup dan sel penjaga sebagian berlapis
lignin. Berdasarkan hubungan ontogenetik antara sel penjaga dan sel tetangga,
stomata dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu:
1. Stomata mesogen, yaitu sel tetangga dan sel penjaga asalnya sama.
2. Stomata perigen, yaitu sel tetangga berkembang dari sel protoderm yang
berdekatan dengan sel induk stomata.
3. Stomata mesoperigen, yaitu sel-sel yang mengelilingi stomata asalnya
berbeda, yang satu atau beberapa sel tetangga dan sel penjaga asalnya sama,
sedangkan yang lainnya tidak demikian.
Pada tumbuhan dikotil, berdasarkan susunan sel epidermis yang ada di
samping sel penutup dibedakan menjadi empat tipe stomata, yaitu:
1. Anomositik, sel penutup dikelilingi oleh sejumlah sel yang tidak beda ukuran
dan bentuknya dari sel epidermis lainnya. Umum pada Ranuculaceae,
Cucurbitaceae, Mavaceae.
2. Anisositik, sel penutup diiringi 3 buah sel tetangga yang tidak sama besar.
Misalnya pada Cruciferae, Nicotiana, Solanum.
3. Parasitik, setiap sel penutup diiringi sebuah sel tetangga/lebih dengan sumbu
panjang sel tetangga itu sejajar sumbu sel penutup serta celah. Pada
Rubiaceae, Magnoliaceae, Convolvulaceae, Mimosaceae.
4. Diasitik, setiap stoma dikelilingi oleh 2 sel tetangga yang tegak lurus terhadap
sumbu panjang sel penutup dan celah. Pada Caryophylaceae, Acanthaceae.
Trikoma (Rambut Daun) adalah alat tambahan pada epidermis yang berupa
tonjolan/rambut-rambut. Dijumpai pada seluruh organ seperti : daun, batang,

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

33
bunga, buah, akar; tetapi utamanya terdapat pada daun yang disebut dengan
rambut daun.
Fungsi trikoma pada masing-masing organ :
Pada akar : untuk memperluas bidang penyerapan air dan unsur-unsur hara.
Pada daun : untuk mengurangi besarnya penguapan, mengurangi
gangguan hewan/manusia, meneruskan rangsang (trikoma kaya akan plasma).
Pada bunga : nectaria mengeluarkan madu untuk menarik serangga
membantu penyerbukan. Pada kepala putik mengeluarkan zat perekat dan
mudah melekat pada saat terjadi penyerbukan dan pembuahan.
Pada biji : biji menjadi ringan mudah diterbangkan oleh angin dan membantu
penyebaran. Mencegah gangguan serangga yang akan merusak biji, menyerap
air, biji lekas berkecambah dan tumbuh.
Pada batang : untuk mengurangi penguapan dan untuk memanjat (Kaktus,
Rotan).
Manfaat trikoma bagi manusia, antara lain:
Rambut biji kapas (Gossypium sp) bahan penting untuk tekstil.
Rambut buah kapok (Ceiba pentandra) bahan kasur.
Rambut kelenjar daun Mentha piperita bahan obat mengandung minyak
permen.
Rambut kelenjar daun teh (Camellia sinensis) aroma pada air teh.
Berdasar jumlah sel penyusunnya, trikoma dibedakan menjadi :
Trikoma uniseluler (tunggal) : berupa sebuah sel, umumnya tidak
bercabang tetapi kadang-kadang bercabang.
Trikoma multiseluler (bersel banyak) : merupakan satu deretan sel/beberapa
lapis (deretan) sel. Ada yang terdiri dari bagian tangkai dan bagian kepala;
bercabang seperti pohon (dendroid) atau dapat juga mempunyai cabangyang
memanjang dan mendatar (stellate hairs).


Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

34
Berdasar ada tidaknya fungsi sekresi, dibedakan menjadi :
1. Trikoma non glanduler (tanpa kelenjar) : sering disebut rambut biasa
(rambut pelindung). Bila sel-selnya tidak berfungsi sebagai jaringan sekretoris.
2. Trikoma glanduler (rambut kelenjar) : Apabila selnya atau salah satu selnya
mempunyai fungsi sekresi sebagai sel/ jaringan sekretoris. Trikoma yang
terdiri dari bagian tangkai dan kepala, umumnya fungsi sekresi di bagian
kepala.
Di antara sel-sel epidermis terdapat juga yang dinamakan sel pendek. Sel
pendek ini terdiri atas 2 tipe sel, yaitu : sel silika dan sel gabus. Kedua macam sel ini
sering dibentuk dalam pasangan di sepanjang daun. Sel silica : mengandung badan-
badan silika (SiO
2
) yang berbentuk bulatan, elips, halter/pelana. Dijumpai juga pada
tanaman Cyperaceae, Equisetinae dan Ficus dan beberapa Monocotyledoneae
lainnya. Kandungan silikon dalam sel muda rendah, akumulasinya tinggi pada sel
yang mengalami proses menua. Sel gabus : dinding selnya disisipi suberin (gabus).
Fungsi sel gabus dan sel silika : memperkuat batang, kulit batang menjadi keras.

V. METODE PRAKTIKUM
1. Alat dan Bahan
Alat Bahan
a. Mikroskop Cahaya
b. Silet atau cutter
c. Pipet Tetes
d. Kaca Objek
e. Kaca Penutup
f. Alat tulis (pensil, ballpoint,
penghapus, penggaris, dan jangka)
g. Buku gambar
a. Kuteks
b. Air
c. Daun Zea mays
d. Daun Rhoeo discolor
e. Daun Persea americana
f. Daun Tectona grandis
g. Daun Bambusa sp
h. Daun Hibiscus tiliaceus
i. Daun Solanum tuberosum
j. Awetan sayatan melintang Ficus elastica

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

35
2. Cara Kerja
a. Kegiatan 1 b. Kegiatan 2



























mempersiapkan alat dan bahan yang
diperlukan
olesi dauntumbuhan yang akan diamati
stomatanya dengan kuteks
biarkan sampai kering
membuat sayatan tipis pada daun yang
sudah diolesi kuteks
letakkan di atas kaca objek
tetesi dengan air sebagai reagen
tutup dengan kaca penutup
amati dibawah mikroskop
gambar hasil pengamatan
lakukan hal yang sama pada seluruh
bahan yang disediakan, kecuali
preparat awetan batang Zea mays yang
dapat langsung diamati
mempersiapkan alat dan bahan yang
diperlukan
ambillah satu atau lebih trikoma dari
permukaan bawah daun tumbuhan yang
sudah disediakan
letakkan di atas kaca objek
tetesi dengan air sebagai reagen
tutup dengan kaca penutup
amati dibawah mikroskop
gambar hasil pengamatan
lakukan hal yang sama pada seluruh bahan
yang disediakan

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

36
VI. HASIL PENGAMATAN
1. Stoma Rhoeo discolor

Gambar stoma daun Rhoeo discolor di
bawah mikroskop
Perbesaran 10 X 4

Gambar literatur stoma daun Rhoeo
discolor


2. Stoma Daun Zea mays

Gambar stoma daun Zea mays di bawah
mikroskop
Perbesaran 10 X 40


Gambar literatur stoma daun Zea mays

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

37


3. Stoma Daun Persea americana

Gambar stoma daun Persea americana di
bawah mikroskop
Perbesaran 10 X 10


Gambar Literatur stoma daun Persea
americana





Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

38
4. Trikoma Daun Zea mays

Gambar trikoma daun Zae mays
di bawah mikroskop
Perbesaran 10 X 10


Gambar literatur trikoma daun Zae mays


5. Trikoma Daun Tectona grandis

Gambar trikoma daun Tectona grandis
di bawah mikroskop
Perbesaran 10 X 10


Gambar literatur trikoma daun Tectona
grandis

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

39


6. Trikoma Bambusa sp.

Gambar trikoma daun Bambusa sp
di bawah mikroskop
Perbesaran 10 X 10


Gambar literatur trikoma daun Bambusa sp






Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

40
7. Trikoma Hibiscus tiliaceus

Gambar trikoma daun Hibiscus tiliaceus di
bawah mikroskop
Perbesaran 10 X 10


Gambar literatur trikoma daun Hibiscus
tiliaceus


8. Trikoma Solanum lycopersicum

Gambar trikoma daun Solanum
lycopersicum di bawah mikroskop
Perbesaran 10 X 10

Gambar literatur trikoma daun Solanum
lycopersicum

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

41


9. Litosis pada Awetan Daun Ficus elastica

Gambar epidermis daun Ficus elastica di
bawah mikroskop
Perbesaran 10 X 10


Gambar literatur epidermis daun Ficus
elastica






Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

42
VII. PEMBAHASAN
Epidermis merupakan lapisan terluar dari daun, bagian bunga, buah dan biji,
serta dari batang dan akar sebelum menjalani penebalan sekunder. Epidermis
termasuk jaringan permanen yang biasanya mempunyai tebal satu sel dan yang
membentuk lapisan permanen daun, bagian-bagian bunga, dan bagian-bagian
batang dan akar yang lebih muda. Sel epidermis membentuk lapisan penutup di
permukaan tubuh tumbuhan pada stadium primer. Sifat lainnya berkaitan dengan
posisinya di permukaan tubuh tumbuhan. Sebagian besar selnya beragam
bentuknya, namun seringkali berbentuk lempengan. Selain itu, terdapat sel penutup
stomata, berbagai rambut, sel sekresi, dan sel sklerenkim.
Dinding luar sel-sel epidermis sering agak tebal dan sering tertutup oleh
lapisan kutin, suatu substansi air yang disekresikan oleh protoplasma sel epidermis.
Sel epidermis selain sel penutup biasanya tak berwarna. Kadang-kadang pigmen
kebiruan, merah atau ungu terdapat dalam air sel pada sel-sel epidermis sehingga
menimbulkan warna seperti itu pada daun tempatnya berada, seperti misalnya
daun beraneka warna pada Coleus. Sel penutup mengandung kloroplas karena itu
sel-sel ini berwarna hijau.
(http://bayumuhammad.blogspot.com/2010/06/epidermis.html)
Jaringan epidermis terdiri dari sel-sel epidermis yang tersusun rapat dan
tanpa rongga antarsel. Biasanya hanya terdiri dari satu lapisan sel. Epidermis
berfungsi sebagai pelindung bagi jaringan-jaringan yang ada di bawahnya. Epidermis
dapat mengalami modifikasi membentuk stomata, lentisel, rambut akar, dan
trikoma. Pada daun tumbuhan yang hidup di darat, sel-sel epidermis menghasilkan
kutikula yang dapat mencegah penguapan yang berlebihan dari sel-sel daun.
(http://www.g-excess.com/id/sistem-jaringan-epidermis-dan-sistem-jaringan-
parenkim-pada-tumbuhan.html)
Stoma (jamak : stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma
mengambil CO
2
dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O
2

sebagai hasil fotosintesis. Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO
2


Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

43
dari udara dan mengeluarkan O
2
, sedangkan hidung mengambil O
2
dan
mengeluarkan CO
2
. Stoma terletak di epidermis bawah.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Daun)
Trikoma merupakan salah satu alat tumbuhan atau derivat dari jaringan
epidermis. Trikoma atau rambut daun banyak ditemukan di tulang helaian daun, di
biji, dan ada juga yang terdapat di buah yang disebut dengan rambut buah. Trikoma
memiliki fungsi spesifik terhadap masing-masing organ tumbuhan, antara lain
sebagai berikut :
1. Pada akar, berfungsi untuk menyerap air dan unsur-unsur hara.
2. Pada epidermis daun, berfungsi untuk memgurangi besarnya penguapan.
Rambut gatal yang berfungsi untuk mengurangi gangguan yang disebabkan
oleh hewan maupun manusia.
3. Pada biji, membuat biji menjadi ringan, sehingga memudahkan menerbangkan
biji dan membantu penyerbukan. Karena mudah diserap air, sehingga
mempercepat pertumbuhan biji, mencegah serangga yang akan merusak biji.
4. Pada bunga Nektaria, akan menghasilkan madu untuk menarik perhatian
serangga yang nantinya akan membantu dalam penyerbukan.
5. Pada kepala putik, akan mengekuarkan zat perekat sehingga serbuk sari akan
mudah melekat.
6. Pada batang, mengurangi besarnya penguapan air, mempermudah untuk
memanjat.
(http://ratihkuspriyadani.blogspot.com/2010/05/trikoma.html)

VIII. PERTANYAAN
1. Apakah epidermis beberapa tumbuhan yang anda amati memiliki bentuk sel
yang sama?
Tidak sama, bentuk sel pada beberapa tumbuhan berbeda-beda. Ada sel yang
memiliki bentuk stoma (mulut daun) dan ada juga yang berbentuk trikoma
(rambut-rambut daun).

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

44
2. Bagaimana bentuk sel epidermis tersebut? Jelaskan untuk setiap tumbuhan
yang anda amati?
Bentuk sel epidermis dari tumbuhan yang diamati, ada yang stoma yaitu pada
daun tumbuhan Rhoeo discolor, Zea mays, dan Persea americana. Dan yang
berbentuk trikoma yaitu pada daun tumbuhan Zea mays, Tectona grandis,
Bambusa sp, Hibiscus tiliaceus, dan Solanum lycopersicum.
3. Pada preparat epidermis apa dapat anda temukan sel silica dan sel gabus?
Bagaimana bentuk kedua sel tersebut?
Sel silika ditemukan pada preparat daun Persea americana, sel silica
berbentuk bulatan, elips, halter/pelana.
Sel gabus ditemukan pada preparat daun Rhoeo discolor, sel gabus
berbentuk persegi, bentuk gabus umumnya dapat dibedakan atas dua
jenis, yaitu yang besar berdinding tipis dan yang pipih berdinding tebal.
4. Bagaimana hubungan perlekatan sel antar epidermis?
Perlekatan antar sel ada yang menempel seperti pada preparat daun Rhoeo
discolor, Persea americana, dan Zea mays. Dan juga perlekatan antar selnya
terpisah seperti pada preparat daun Ficus elastica, Tectona grandis, Solanum
lycopersicum, Bambusa sp dan Hibiscus tiliaceus.
5. Apa yang dapat anda simpulkan berkenaan dengan sel epidermis?
Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ
tumbuhan yang memiliki bentuk, ukuran, dan susunan berbeda-beda pada
berbagai jenis organ tumbuhan. Dari pengamatan sel epidermis pada preparat
tumbuhan yang diamati sel-selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan
padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada yang
mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan
ada yang semua sisinya berdinding tebal.
Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang telah berubah struktur dan
fungsinya diantaranya adalah: stomata (mulut daun) yang berperan sebagai

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

45
tempat pertukaran gas dan uap air, trikoma yang berupa tonjolan epidermis
dan tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder.
6. Bagaimana penyebaran stoma pada daun tumbuhan monokotil dan dikotil?
Bagaimana pula bentuk sel penutup stoma pada kedua kelompok tumbuhan
tersebut? Adakah perbedaannya? Coba anda jelaskan?
Pada monokotil sel penutup memiliki struktur yang khusus dan seragam, sel
penutup ramping ditengah dan menggelembung pada ujungnya, penyebaran
stoma berderet rapih. Pada dikotil sel penutup terbentuk melengkung,
penyebaran stoma pada dikotil menyebar.
7. Terdiri atas apa saja stoma itu? Coba jelaskan dengan lengkap! Mana yang
lebih tebal, dinding sel penutup pada bagian panggung (yang berlekatan
dengan sel tetangga) atau pada bagian perut (yang menghadap porus)?
Stoma terdiri dari porus (celah) dan sel penutup. Struktur yang lebih tebal
adalah dinding sel penutup pada bagian punggung (yang berlekatan dengan
sel tetangga).
8. Apa saja yang tampak di dalam sel penutup, sel tetangga, dan sel epidermis
lain di sekitarnya? Adakah kutikulanya?
Pada sel penutup terdapat kloroplas, pada sel tetangga bagian stoma yang
diamati ditemukan sedikit kutikula karena stoma yang diamati pada daun
bagian bawah yang tidak berhubungan langsung dengan udara.
9. Tipe stoma apa yang anda temukan (anomositik, anisomatik, parasitic,
diasitik atau aktinositik)?
Tipe stoma yang ditemukan pada preparat yang telah diamati yaitu stoma tipe
anomositik, stoma tipe anisositik dan stoma tipe diasitik.
10. Pada preparat apa tipe stoma itu anda temukan?
Pada preparat daun Rhoeo discolor, Stoma tipe anomositik.
Pada preparat daun Zea mays, Stoma tipe dan diasitik.
Pada preparat daun Persea americana, Stoma tipe ansositik.

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

46
11. Apakah stoma dari satu helai daun memiliki bentuk yang sama? Bagaimnana
halnya untuk daun lain dari satu species tumbuhan?
Ya, stoma dari satu helai daun memiliki bentuk yang sama. Begitupun pada
stoma daun satu spesies tumbuhanpun memiliki bentuk yang sama.
12. Bagaimana bentuk dan susunan sel trikoma dari daun masing-masing
tumbuhan yang anda amati?
Bentuk dan susunan trikoma rambut tunggal, terdapat pada daun
tumbuhan Zea mays, Bambusa sp, dan Solanum lycopersicum.
Bentuk dan susunan trikoma rambut bercabang (bersel banyak), terdapat
pada daun Tectona grandis,
Bentuk dan susunan trikoma rambut bintang (bersel banyak), terdapat
pada daun Hibiscus tiliaceus.
13. Trikoma apa yang tergolong granular dan trikoma tumbuhan apa yang
tergolong non granular?
Trikoma yang tergolong glanular yaitu trikoma rambut bercabang (bersel
banyak), biasanya sel atau salah satu selnya mempunyai fungsi sekresi
yang terdapat di bagian kepala. Seperti trikoma pada daun Tectona
grandis.
Trikoma yang tergolong non glanular yaitu trikoma tambut bintang
(bersel banyak) dan trikoma rambut tunggal. Seperti trikoma pada daun
Zea mays, Bambusa sp, Hibiscus tiliaceus, dan Solanum lycopersicum.
14. Apakah anda temukan trikoma bentuk rambut tunggal, rambut bercabang,
rambut bintang, dan rambut bersisik? Pada preparat apakah setiap bentuk
trikoma itu anda temukan?
Trikoma pada daun Zea mays, memiliki bentuk dan susunan trikoma
rambut tunggal.
Trikoma pada daun Tectona grandis, memiliki bentuk dan susunan
trikoma rambut bercabang (bersel banyak).

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

47
Trikoma pada daun Bambusa sp, memiliki bentuk dan susunan trikoma
rambut tunggal.
Trikoma pada daun Hibiscus tiliaceus, memiliki bentuk dan susunan
trikoma rambut bintang (bersel banyak).
Trikoma pada daun Solanum lycopersicum, memiliki bentuk dan susunan
trikoma rambut tunggal.
15. Apakah trikoma dari satu helai daun memiliki bentuk yang sama, dan
bagaimana untuk daun lain yang tumbuhannya sama?
Ya, trikoma dari satu helai daun memiliki bentuk yang sama. Begitupun pada
trikoma daun pada tumbuhan yang sama.

IX. KESIMPULAN
Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ
tumbuhan yang memiliki bentuk, ukuran, dan susunan berbeda-beda pada berbagai
jenis organ tumbuhan. Dari pengamatan sel epidermis pada preparat tumbuhan
yang diamati sel-selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa
ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada yang mengalami
penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan ada yang semua
sisinya berdinding tebal, seperti pada preparat daun tumbuhan Ficus elastica.
Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang telah berubah struktur dan
fungsinya diantaranya adalah: stomata (mulut daun) yang berperan sebagai tempat
pertukaran gas dan uap air, trikoma yang berupa tonjolan epidermis dan tersusun
atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder.
Tipe stoma yang ditemukan pada preparat yang telah diamati yaitu stoma
tipe anomositik, stoma tipe anisositik dan stoma tipe diasitik. Pada preparat daun
Rhoeo discolor, Stoma tipe anomositik; Pada preparat daun Zea mays, Stoma tipe
dan diasitik; dan pada preparat daun Persea americana, Stoma tipe ansositik.
Bentuk dan susunan trikoma berbeda-beda, ada trikoma rambut bintang
(bersel banyak), trikoma rambut bercabang (bersel banyak) dan trikoma rambut

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

48
tunggal. Bentuk dan susunan trikoma rambut tunggal, terdapat pada daun
tumbuhan Zea mays, Bambusa sp, dan Solanum lycopersicum. Bentuk dan susunan
trikoma rambut bercabang (bersel banyak), terdapat pada daun Tectona grandsi;
dan Bentuk dan susunan trikoma rambut bintang (bersel banyak), terdapat pada
daun Hibiscus tiliaceus.

X. DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, Estiti B. 1995. ANATOMI TUMBUHAN BERBIJI. Bandung: ITB.
Mulyani, Sri. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Tim Dosen. 2010. Petunjuk Praktikum Anatomi Tumbuhan. Bandung: UIN.
Wahyu Agustina, Tri. 2010. MATERI POKOK BAHAN AJAR ANATOMI TUMBUHAN.
Bandung: UIN.
http://arifinbits.wordpress.com/2010/04/01/jaringan-epidermis-dan-derivatnya/
http://bayumuhammad.blogspot.com/2010/06/epidermis.html
http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi.htm
http://bima.ipb.ac.id/ipb/materi/bio100/Gambar/vegetatif_tnm/ficus_elastica.jpg
http://biodea.files.wordpress.com/2010/12/kg.jpg?w=252&h=198
http://employees.csbsju.edu/ssaupe/images/stomata/corn-mcgreev400.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2795/4171857154_d47f9c5f5e.jpg
http://id.wikipedia.org/wiki/Daun
http://laskarbirulangit.wordpress.com/category/anatomi-tumbuhan/
http://lena-unindrabio2a.blogspot.com/2009/05/epidermis-dan-derivat-derivatnya-
gabus.html
https://lh5.googleusercontent.com/-5UGle6cPZIE/TXH-/s320/Stomata.bmp
http://ratihkuspriyadani.blogspot.com/2010/05/trikoma.html
http://www.avocadosource.com/WAC2/WAC2_p179_files/image002.jpg
http://www.crayonpedia.org/mw/1._Struktur_dan_Fungsi_Jaringan_Tumbuhan_11
http://www.g-excess.com/id/sistem-jaringan-epidermis-dan-sistem-jaringan-
parenkim-pada-tumbuhan.html

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

49
http://www.usbdigitalmicroscopes.com/images/specimennew/0008ab07-
0008bc40x-rhoeodiscolor-leafstomata.jpg
http://1.bp.blogspot.com/_27zAdphWtk4/TQt1DOECrKI/AAAAAAAAAOA/j6LZLGyO
1qE/s1600/Hibiscus+teliaceus+2.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_27zAdphWtk4/QfHn6hZCwPM/s1600/zea+mays1.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_LLPysF0ximE/TCcRI9mKNoI/AAAAAAAAAZo/nLl-
ib_K3yA/s1600/Spirogira_zygote.jpg























Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

50
PRAKTIKUM 4

I. JUDUL : STEREOM (KOLENKIM & SKLERENKIM)
II. TUJUAN : a. Mengidentifikasi jaringan kolenkim (kolenkim
angular, lamellar, anular atau ikaunar) dan sel-
sel pembangunnya pada berbagai jenis
tumbuhan.
b. Mengidentifikasi jaringan sklerenkim (serabut
dan sklereid) dan sel-sel pembangunnya pada
berbagai jenis tumbuhan.
III. TANGGAL PRAKTIKUM: 25 Maret 2011
IV. PENDAHULUAN
Stereom adalah jaringan penguat pada tumbuhan. Stereom terdiri dari
kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim merupakan jaringan pada organ tumbuhan,
terutama tumbuhan lunak. Jaringan kolenkim terdapat di batang, daun, bagian-
bagian bunga, buah dan akar. Bentuk dan ukuran sel kolenkim bervariasi dan
mengandung kloroplas.Kolenkim biasanya berada dibawah epidermis. Tetapi ada
pula yang terpisah oleh beberapa lapisan sel parenkim. Kolenkim tersusun atas sel-
sel hidup yang dindingnya dapat mengalami penebalan selulosa,pectin atau lighnin
yang tidak merata.Dinding sel kolenkim sulit dibedakan primer dan sekundernya.
Berdasarkan oenebalan dinding selnya, Klenkim dibedakan atas empat
macam, yaitu :
1. Kolenkim angular (sudut),penebalan dindingnya di sudut-sudut tempat
bertemunya tiga atau lebih sel
2. Kolenkim lamelar (lempeng/papan), penebalan dindingnya terutama pada
dinding tangensial. (sejajar permukaan organ) sehingga pada irisan melintang
terihat seperti papan berderet
3. Kolenkim lakunar, penebalan dinding selnya pada bagian yang menghadap
ruang antar sel

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

51
4. Kolenkim anular/tubular, penebalan dinding selnya merata sehingga lumenya
berbentuk pipa
Kolenkim, seperti halnya sklerenkim, merupakan jaringan mekanik yang
bertugas menyokong tumbuhan. Bagian tumbuhan yang tumbuh dengan lambat
mengalami pertumbuhan sedikit saja sehingga dukungan oleh turgor dalam sel
parenkim sudah cukup. Kolenkim terbentuk oleh sejumlah sel memanjang yang
menyerupai sel prokambium dan berkembang dalam stadium awal promeristem.
Sel kolenkim adalah sel hidup, bentuknya sedikit memanjang dan pada umumnya
memiliki dinding yang tak teratur penebalannya. Dinding sekunder pada kolenkim
tidak ada, dinding primernya lunak, lentur dan tidak berlignin.
(Estiti B. Hidayat, 1995)

Kolenkim berfungsi sebagai jaringan penunjang pada organ muda yang
sedang tumbuh, dan pada tumbuhan herba tetap ada meskipun organnya sudah
tua. Kolenkima yang terdapat pada organ yang sedang tumbuh menyebabkan sifat
plastis dan lentur terhadap organ tersebut. Kolenkima yang sudah dewasa kurang
bersifat plastis, lebih keras dan lebih rapuh dibandungan dengan kolenkima yang
masih muda. Antara kolenkima dan parenkima ada hubungan fisiologis dan
morfologis dan pada tempat kedua jaringan tersebut letaknya berdampingan,
bentuk transisi dapat ditemukan diantara kolenkima dan parenkima tipikal.
(Susetjoadi Setjo, 2004)
Sel kolenkim tetap memiliki protoplas aktif yang mampu melenyapkan
penebalan dinding bila sel dirangsang untuk membelah seperti pada waktu sel
tersebut membentuk kambium gabus atau menanggapi luka. Dinding sel sklerenkim

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

52
lebih bertahan dan tak dapat seera dilenyapkan, meskipun protoplas masih ada.
Kebanyakan sel sklerenkim kehilangan protoplasnya setelah dewasa.
(Estiti B. Hidayat, 1995)
Seperti halnya parenkima, kolenkima mungkin mengandung kloroplas. Pada
sel-sel kolenkima tertentu mungkin kandungan kloroplasnya banyak seperti halnya
pada parenkima, mungkin juga kloroplasnya lebih sedikit atau di dalam kolenkima
yang kebanyakan terdiri atas sel-sel yang sempit dan memanjang, tidak
mengandung kloroplas sama sekali. Sel-sel kolenkima juga mengandung tanin.
(Sustejoadi Setjo, 2004)
Kolenkim dapat ditemukan pada batang, daun, serta pada bagan bunga dan
buah. Pada akar, kolenkim bisa dibentuk, terutama bila akan didedahkan kepada
cahaya. Biasanya kolenkim terdapat langsung di bawah epidermis. Pada batang,
kolenkim bisa membentu silinder penuh atau tersusun menjadi berkas yang
memanjang sejajar sumbu batang. Pada daun, kolenkim terdapat di kedua sisi
tulang daun utama atau pada satu sisi saja, serta terdapat pula sepanjang tepi daun.
(Estiti B. Hidayat, 1995)

Ukuran dan bentuk sel kolenkim beragam. Sel dapat berupa prisma pendek
atau bisa pula panjang seperti serat dengan ujung meruncing, namun antara kedua
bentuk tersebut bentuk peralihan. Menurut penebalan dindingnya, dibedakan
menjadi tiga jenis utama :

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

53
1. Kolenkim sudut, dengan penebalannya memanjang pada satu sudut sel. Pada
penampang melintang, penebalan sudur terlihat di tempat pertemuan tiga sel
atau lebih. Contoh : pada Solanum tuberosum.
2. Kolenkim papan, dengan penebalan terutama pada dinding tangensial.
Contohnya pada korteks Sambucus nigra.
3. Kolenkim lakuna, yang mirip kolenkim sudut, namun banyak mengandung
ruang antar sel. Contohnya pada batang Ambrosia. (Estiti B. Hidayat, 1995)
Sklerenkim merupakan jaringan yang sel-selnya mengalamki penebalan
sekunder dengan lighnin. Atau zat lain. Sklerenkim dapat berasal dari kolenkim yang
mengalami penebalan lighnin. Sklerenkim terdiri atas serabut dan skelein. Sel
serabut umumnya panjang-panjang. Sedangkan sel sklereid umumnya pendek-
pendek.
Serabut dapat berupa sel tunggal diantara jaringan dasar, tetapi umumnya
bergerombol membentuk pita atau anyaman pada berkas pegangkut.Serabut
dibedaka atas erabut axilar dan ekstra xilar.Serabut xilar terbentuk dari sel intial
(pemula) yang sama dengan xylem,sedangkan serabut ekstra xiliar dapayt berasal
dari floem atau jaringan dasar tempat terdapatya.
Sklereid dapat berupa sel tunggal dalam satu jaringan atau dapat
membentuk jaringan khusus yang keras,seperti pada tempurung kelapa. Sklereid
merupakan idioblas,yaitu sel yang dibentuk,ukuran dan ketebalan dindingnya
berbeda dari sel-sel yang lainya. Sel sklereid umumnya terbentuk dari sel parenkim
yang mengalami penebalan dinding. Pda tumbuhan dewasa sklereid umumnya
berupa sel-sel mati, namun ada pula yang masih hidup selama organ yang
ditempatinya hidup. Sklereid dapat dikelompokan kedalam lima bentuk, yaitu :
1. Brakisklereid (sel batu), bentuknya relative berat,umumnya terdapat di floem
korteks,kulit batang dan daging buah beberapa jenis tumbuhan,misalnya pada
Pyrus comunis.
2. Makrosklereid,bentuknya seperti batang,sering membentuk deretan tegak
lurus permukaan biji,misalnya pada kulit dan mesofil beberapa daun.

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

54
3. Asterosklereid,seperti binatang atau bercabang-cabang,terutama terdapat di
daun.
4. Trikoskeleid,relatif panjang dan bercabang terdapat di mesofil daun.

V. METODE PRAKTIKUM
1. Alat dan Bahan
Alat Bahan
a. Mikroskop Cahaya
b. Silet atau cutter
c. Pipet Tetes
d. Kaca Objek
e. Kaca Penutup
f. Alat tulis (pensil, ballpoint,
penghapus, penggaris, dan jangka)
g. Buku gambar
a. Petiolus Carica papaya
b. Batang Ageratum conyzoides
c. Endocarp Cocos nucifera
d. Batang Camellia sp.
e. Air

2. Cara Kerja












mempersiapkan alat dan bahan yang
diperlukan
membuat sayatan melintang pada
petiolus Carica papaya
letakkan di atas kaca objek
tetesi dengan air sebagai reagen
tutup dengan kaca penutup
amati dibawah mikroskop
gambar hasil pengamatan
lakukan hal yang sama pada seluruh
bahan yang disediakan

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

55
VI. HASIL PENGAMATAN
1. Kolenkim Tangkai Daun Carica papaya


Litertur Kolenkim tangkai daun pepaya

Kolenkim pada penampang melintang
Tangkai daun pepaya
Perbesaran 10 X 40

Penjelasan :
Pada petiolus Carica papaya dan pada sayatan Carica papaya pada
percobaan yang dilakukan, bahwa pada sayatan Carica papaya yang di tetesi
dengan akuades ini tampak kelihatan bagian jaringan kolenkim, dan pada sayatan
patiolus Carica papaya ini mengandung jaringan penguatnya atau jaringan
kolenkim.




Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

56
2. Kolenkim Tangkai Daun Ageratum conyzoides



sklrenkim pada penampang melintang
batang Ageratum conyzoides
Perbesaran 10 X 10
Penjelasan :
Kandungan kimia Daun dan bunga Ageratum conyzoides mengandung
saponin, flavonoida dan polifenol, di samping itu daunnya juga mengandung minyak
atsiri.
3. Sklerenkim pada Endocarp Cocos nucifera Bagian Dalam


Sklerenkim tempurung kelapa bagian
dalam

Sklerenkim pada penampang melintang
tempurung kelapa bagian dalam
Perbesaran 10 X 10

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

57


4. Sklerenkim pada Endocarp Cocos nucifera Bagian Luar


Sklerenkim tempurung kelapa bagian luar

Sklerenkim pada penampang melintang
tempurung kelapa bagian luar
Perbesaran 10 X 10




Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

58
Penjelasan :
Untuk mengamati anatomi pada batok kelapa saya melakukan kegiatan
praktikum dan meneliti batok kelapa pada sayatan batok kelapa Pada percobaan
yang dilakukan, bahwa pada sayatan batok kelapa yang di tetesi dengan akuades ini
tampak kelihatan bagian jaringan skelerenkim, dan pada batok kelapa ini
mengandung jaringan skelereidnya
Skelereid dapat berupa sel tunggal dalam satu jaringan atau dapat
membentuk jaringan khusus yang keras, seperti pada tempurung kelapa. Skelereid
merupakan idioblas, yaitu sel yang bentuk, dan ukuran dan ketebalan dindingnya
berbeda dari sel-sel yang lainnya. Sel skelereid umumnya di bentuk dari sel
paarenkim yang mengalami penebalan dinding pada tumbuhan dewasa skelereid
umunnya berupa sel-sel mati namun adapula yang masih hidup selama organ yang
ditempatinya.
5. Sklerenkim pada Batang Camellia sp.

Sklerenkim Batang Teh

Sklerenkim pada penampang melintang
batang teh
Perbesaran 10 X 10


Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

59
VII. PEMBAHASAN
Jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang
memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya.
Jaringan ini biasanya berkelompok membentu untaian atau silinder. Jaringan ini
terletak pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong
dan memperkuat organ.
(http://www.membuatblog.web.id/2010/02/jaringan-tumbuhan.html)
Kolenkim terdiri dari sel sel yang serupa dengan parenkim tapi dengan
penebalan pada dinding sel primer. Umumnya terletak pada bagian peripheral
batang dan beberapa bagian daun. Dinding sel yang plastis dan fleksibel pada
kolenkim member dukungan yang cukup untuk sel sel tetangganya. Karena
kolenkim jarang menghasilkan dinding sel sekunder, jaringan ini tampak sebagai sel
sel dengan penebalan dinding sel yang ekstensif. Hubungan erat antara jaringan
kolenkim dan parenkim tampak pada batang dimana kedua jaringan ini terletak
bersebelahan. Banyak contoh menunjukkan tidak adanya batas khusus antara
kedua jaringan, karena sel sel dengan ketebalan sedang ada antara kedua jenis
jaringan yang berbeda ini.
(http://www.fp.unud.ac.id/biotek/kultur-jaringan-tanaman/anatomi-dan-
morfologi-tanaman/)
Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh bagian
dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya adalah di bagian korteks, perisikel,
serta di antara xylem dan floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras biji dan
buah berupa sklereida. Sklerenkim ada dua jenis, yaitu berbentuk fiber (serat)
misalnya rami, dan slereida pada kulit kacang atau kulit biji. Fungsi jaringan
sklerenkim adalah sebagai alat penyokong dan pelindung.
(http://www.membuatblog.web.id/2010/02/jaringan-tumbuhan.html)
Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel -sel pendek, sedangkan
serabut sel - selnya panjang. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim, sedangkan
serabut berasal dari sel-sel meristem. Sklereid terdapat di berbagai bagian tubuh.

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

60
Sel-selnya membentuk jaringan yang keras, misalnya pada tempurung kelapa,
kulit biji dan mesofil daun. Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola
yang khas. Serabut sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut. Bentuk
sklereid isodiameter (agak membulat), mempunyai dinding sekunder
yang tebal dan sangat keras. Kulit kacang menjadi keras karena adanya sklereid,
selain itu sklereid juga dijumpai tersebar dalam jaringan parenkim daging buah
misalnya pada buah pir. Berbeda dengan sklereid sel serat berbentuk panjang dan
ramping dengan ujung meruncing, biasanya terdapat dalam berkas (kumpulan).
Beberapa spesies tumbuhan mempunyai serat bernilai ekonomi tinggi, misalnya
serat manila yangdigunakan sebagai bahan dasar tali.
(http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2009/05/jaringan-pada-tumbuhan.html)

VIII. PERTANYAAN
1. Dimana jaringan kolenkim dari setiap organ tumbuhan tersebut diatas berada ?
Apakah sel-selnya masih hidup ? Bagaimana ciri-cirinya ?
2. Bagaimana bentuk dan ukuran sel kolenkim pada setiap bagian tumbuhan
diatas dibandingkan sel epidermis dan parenkim disekitarnya ?
3. Kolenkim apakah (angular, lamelar, anular, lakunar) yang dimiliki oleh masing-
masing tumbuhan tersebut diatas? Bagaimana ciri sel-sel kolenkim tersebut
(bagaimana penebalan dinding selnya dan apakah ada ruang antar selnya) ?
4. Dari setiap objek yang diamati pada kegiatan 2, apakah anda menemukan
serabut dan sklereidnya? Bagaimana ciriyang dapat anda temuakn (bentuk sel,
lumen, penebalan dinding dan saluran noktahnya)?
5. Pada jaringan apa anda menemukan serabut dan sklereid? Apakah serabut dan
sklereid yang anda temukan berupa sel tunggal atau berada dalam kelompok-
kelompok (bergerombol)?
6. Apakah serabut dan sklereid yang anda temukan berupa sel hidup atau sel
mati? Jelaskan ciri-ciri yang dapat anda temukan untuk menyatakan bahwa sel
tersebut hidup atau mati?

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

61
7. Apakah serabut yang anda temukan berupa serabut xilar atau extra xiliar?Coba
jelaskan perbedaannya?
8. Pada tumbuhan apa saja sklereid dapat anda temukan?Bagaimana bentuknya
dan apakah nama sklereid itu?
JAWABAN
1. Di tangkai / di batang. Ya sel-selnya masih hidup, cirinya karena jaringan
kolenkim mengalami penebalan.
2. Untuk ukuran sel kolenkim mengalami pembelahan, sehingga terjadi
pembelahan. Sehingga membuat bentuk kolenkim berubah-ubah sedangkan
epidermis dalam parenkim tidak.
3. Tangkai daun pepaya ; kolenkim sudut (angular) terdapat ruang antar sel dan
terjadi penebalan sudut (agular).
4. Dari pegamatan yang telah dilakukan dari tempurung kelapa ditemukan sel
batu (sklereid) dimana terdapat sel-sel yang mengalami penebalan sekunder.
5. Sklereid ditemukan pada jaringan dasar, dan sklereid yang ditemukan berupa
sel tunggal.
6. Organ dewasa pada umumnya sel mati, namun adapun sel hidup apabila organ
yang ditempatnya masih hidup.
7. Serabut Xilar terbentuk dari xilem, dan serabut ekstra xilar terbentuk dari
jaringan dasar dan floem.
8. Pada tempurung kelapa bentuknya makrosklereid. Sklereid dapat ditemukan
pada Cocos nucifera (kelapa) dimana berupa sel tunggal / membulat.

IX. KESIMPULAN
Stereom adalah jaringan penguat pada tumbuhan, terdiri dari kolenkim dan
sklerenkim. Kolenkim merupakan sel hidup dan mempunyai sifat yang sama dengan
parenkim, kolenkim bertugas menyokong tumbuhan. Bagian tumbuhan yang
tumbuh dengan lambatmengalami pertumbuhan sedikit saja sehingga dukungan
oleh turgor dalam sel parenkim sudah cukup. Kolenkim terdiri atassel-sel yang

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

62
berupa dengan parenkim tapi dengan penebalan pada dinding sel primer.
Umumnya terletak pada bagian peripheral batang dan beberapa bagian daun.
Dinding sel yang plastis dan fleksibel pada kolenkim memberi dukungan yang cukup
untuk sel-sel tetangganya. Menurut penebalan dindingnya, dibedakan tiga jenis
utama :
a) Kolenkim sudut
Dengan penebalan memanjang pada sudut sel, penebalan sudut terlihat di
tempat pertemuan tiga sel atau lebih. Contoh : pada batang Solanum
tuberosum dan pada Salvia.
b) Kolenkim papan
Dengan penebalan terutama pada dinding tangensial. Contoh : pada korteks
batang Sambucus nigra.
c) Kolenkim lacuna
Yang mirip kolenkim sudut, namun banyak mengandung ruang antar sel.
Penebalan dinding terjadi di sekitar ruang antar sel itu. Contoh : pada batang
Ambrosia.
Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel-selnya
mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukan sifat elastic.
Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel, yaitu sklereid dan serabut. Sklereid
disebut juga sel batu yang terdiri atas sel-sel pendek, sedangkan serabut sel-selnya
panjang.
Macam-macam sel sklerenkim
1. Sklereid
Sklereid terdapat di berbagai tempat dalam tubuh tumbuhan. Sering sklereid
berhimpun menjadi kelompok sel keras di antara sel parenkim sekelilingnya.
Tempurung kelapa misalnya, hamper seluruhnya terdiri dari sklereid. Sering pula
sklereid terdapat sebagai idioblas, yakni sel yang segera dapat dibedakan dari sel
sekelilingnya karena berbeda ukuran, bentuk dan tebal dindingnya.
Sklereid dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu :

Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan

63
a. Brakisklereid
b. Makrosklereid
c. Osteosklereid
d. Asterosklereid
2. Serat
Serat terdapat di berbagai tempat di dalam tubuh tumbuhan. Serat dapat
ditemukan sendiri-sendiri sebagai idiolas. Misalnya dalam anak daun Cycas (pakis
haji). Namun, sering lebih ditemukan sebagai berkas, jalinan, atau berupa silinder
berongga. Serat paling sering ditemukan di antara jaringan pembuluh. Namun di
sejumlah besar tumbuhan juga terdapat dalam jaringan dasar. Menurut tempatnya
dalam tubuh, dibedakan serat xylem dan serat ekstra xylem (luar xylem).
Serat xylem merupakan bagian jaringan pembuluh dan berkembang dari
prokambium, yakni jaringan yang menghasilkan jaringan pembuluh. Dua macam
serat xylem yang dibedakan berdasarkan tebal dinding serta jumlah noktah adalah
serat libriform dan serat trakeid.

X. DAFTAR PUSTAKA
B. Hidayat, Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Penerbit ITB.
Susetjo Setjo. 2004. Anatomi Tumbuhan. Bandung : Epsilon Group.
Tim Dosen. 2010. Buku Petunjuk Praktikum Anatomi Tumbuhan.Bandung :
UIN SGD BANDUNG
http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2009/05/jaringan-pada-tumbuhan.html
http://www.crayonpedia.org/mw,1.struktur_fungsi_jaringan_tumbuhan
http://www.fp.unud.ac.id/biotek/kultur-jaringan-tanaman/anatomi-dan-morfologi-
tanaman/
http://www.membuatblog.web.id/2010/02/jaringan-tumbuhan.html

Anda mungkin juga menyukai