Anda di halaman 1dari 4

1. Apa itu jaringan kolenkim dan sklerenkim?

Jawab :

Kolenkim merupakan jaringan penyokong pada tumbuhan. Secara ontogeni,


perkembangan kolenkim mirip prokambium dan tampak pada tahap yang sangat awal
dari diferensiasi meristem atau dari sel isodiametris meristem dasar. Kolenkim bersifat
plastis sehingga dapat meregang secara irreversibel dengan adanya pertumbuhan
organ.Kolenkim dewasa kurang plastis, lebih kuat, tetapi lebih mudah rusak daripada
kolenkim muda.

Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang terdapat pada organ


tubuh tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan sklerenkim tersusun oleh sel-sel mati yang
seluruh bagian dindingnya mengalami penebalan sehingga kuat, sel-selnya lebih kaku
daripada sel kolenkim, sel sklerenkim tidak dapat memanjang. Jaringan sklerenkim
merupakan jaringan penguat dengan dinding sekunder yang tebal. Umumnya, jaringan
sklerenkim terdiri atas zat lignin dan tidak mengandung protoplas. Sel-sel sklerenkim
hanya dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan
perkembangan. Jaringan sklerenkim terdiri atas serat-serat sklerenkim (fiber) dan sel-sel
batu (sklereid).

2. Apa ciri-ciri jaringan kolenkim dan sklerenkim?


Jawab :
Kolenkim dewasa adalah suatu jaringan lentur yang kuat, terdiri atas sel panjang
yang tumpang tindih (panjangnya dapat mencapai 2 mm) dengan dinding tebal yang tidak
berlignin.Kekuatan meregang sel kolenkim sebanding dengan serabut.Pada bagian
tumbuhan yang tua, kolenkim menjadi keras atau dapat berubah menjadi sklerenkim
dengan pembentukan dinding sekunder yang berlignin
Ciri jaringan sklerenkim yaitu selnya mati, Dindingnya berlignin (zat kayu) dan
mengandung selulosa dinding sel. Sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Penebalan
lignin terletak pada dinding sel primer dan sekunder dan dinding menjadi sangat tebal,
Umumnya terdapat pada batang dan tulang daun, Jaringan sklerenkim tersusun dari sel-
sel dengan dinding yang keras, Hanya ada sedikit ruang untuk protoplas yang nantinya
hilang jika sel dewasa , Sel-sel yang terdiri dari jaringan sklerenkim mungkin terbagi
menjadi 2 tipe : serat (fibre) atau sklereid, Serat atau fibre biasanya memanjang dengan
dinding berujung meruncing pada penampang membujur (longitudinal section; L.S.),
Sedangkan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh
tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid, Terdapat pada bagian keras buah dan
biji. Bagian bergerigi pada buah pir disebabkan oleh sel-sel batu (stone cell, sklereid).

3. Dimana letak jaringan kolenkim dan sklerenkim?

Jawab :

Kolenkim dapat ditemukan pada batang, daun, serta pada bagian bunga dan
buah.Pada akar, kolenkim bisa dibentuk, terutama bila akar didedahkan kepada cahaya.Di
banyak monokotil tak ditemukan kolenkim jika sklerenkim dibentuk sejak tanaman
muda.Biasanya kolenkim terdapat langsung di bawah epidermis.Pada batang, kolenkim
bisa membentuk silinder penuh atau tersusun menjadi berkas yang memanjang sejajar
sumbu batang.Pada daun, kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun utama atau pada
satu sisi saja, serta terdapat pula sepanjang tepi daun.

Letak sklerenkim adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara xilem


dan floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras biji dan buah berupa sklereida.
Sklereid juga terdapat di berbagai bagian tubuh. Sel – selnya membentuk jaringan yang
keras, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji dan mesofil daun. Serabut berbentuk
pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut sklerenkim banyak menyusun
jaringan pengangkut. Sklerenkim ada dua jenis, yaitu berbentuk fiber (serat) misalnya
rami, dan slereida pada kulit kacang atau kulit biji.

4. Apa Struktur fungsi jaringan kolenkim dan sklerenkim?

Jawab:

untuk menyokong batang serta daun yang sedang tumbuh.Dinding sel menebal
amat dini ketika pucuk berkembang, namun penebalan itu bersifat plastis dan mampu
meluas.Sebab itu, penebalannya tidak menghalangi pemanjangan batang atau daun.Pada
perkembangan selanjutnya, kolenkim dapat tetap bertahan sebagai jaringan penyokong
(terjadi pada banyak macam daun dan pada batang beberapa tumbuhan basah) jika bagian
organ tempat kolenkim berada tidak membentuk sklerenkim.

Sklerenkim berfungsi untuk menghadapi segala tekanan sehingga dapat


melindungi jaringan-jaringan yang lebih lemah, melindungi tubuh tumbuhan dari
kerusakan mekanik, melindungi tumbuhan dari serangan hewan, dan sebagai alat
penyokong dan pelindung tumbuhan. Sklerenkim tidak mengandung protoplas,
sehingga sel-selnya telah mati. Dinding selnya tebal karena berlangsung penebalan
sekunder sebelumnya yang terdiri atas zat lignin. Jaringan sklerenkim dibedakan menjadi
dua, yaitu : 1. Serat-Serat Sklerenkim (Fibers), Serat ini berbentuk poligon, yaitu segi
lima atau segi enam, Serat-serat sklerenkim terdapat dalam bentuk untaian yang
terpisahpisah atau dalam bentuk lingkaran di dalam korteks dan floem. 2. Sklereid
terdapat pada bagian tumbuhan, antara lain di dalam korteks, floem, buah, dan biji.
Dinding sklereid tersusun atas selulosa yang mengandung zat lignin yang tebal dan keras.
Pada beberapa tumbuhan, kadangkadang ditemukan pula zat suberin dan kutin

5. Bagaimana macam-macam bentuk jaringan sklerenkim?


Jawab:
kolenkim
a. Kolenkim sudut (angular kolenkim)
Penebalan dinding sel kolenkim ini terjadi pada sudut-sudut sel.
b. Kolenkim lamela (lamelar kolenkim) atau kolenkim papan
Penebalan dinding sel kolenkim ini terjadi pada dinding tangensial sel.
c. Kolenkim lakuna (lacunar kolenkim)
Penebalan dinding sel kolenkim ini terjadi pada dinding-dinding yang berbatasan
dengan ruang antarsel
d. Kolenkim cincin
Istilah kolenkim cincin diberikan oleh Duchaigne (1995) untuk tipe kolenkim yang
lumen selnya pada penampang melintang tampak melingkar
Sklerenkim
a. Sklereid
Terdapat di berbagai tempat dalam tubuh tumbuhan. Sklereid berhimpun menjadi
kelompok sel keras diantara sel parenkim di sekelilingnya. Sklereid dapat dibagi
empat macam :
1) Brakisklereid atau sel batu yang bentuknya hampir isodiametrik, misalnya floem
kulit kayu pohon.
2) Makrosklereid yang berbentuk batang sering ditemukan dalam kulit biji, misalnya
pada leguminosae.
3) Osteosklereid yang berbentuk tulang dengan ujung-ujungnya yang membesar
kadang-kadang sedikit bercabang.
4) Asterosklereid yang bercabang-cabang dan berbentuk bintang sering terdapat
pada daun.
b. Serat
Serat terdapat di berbagai tempat dalam tubuh tumbuhan. Serat paling sering
ditemukan diantara jaringan pembuluh. Menurut tempatnya dalam tubuh,
dibedakan menjadi serat xilem dan ekstra xilem. Serat xilem merupakan bagian
jaringan pembuluh dan berkembang dari prokambium, yakni jaringan yang
menghasilkan jaringan pembuluh. Dua macam serat xilem dibedakan berdasarkan
tebal dinding dan noktah adalah serat libriform dan serat trakeid.
Serat extra xilem dalam tumbuhan terdapat di luar xilem, misalnya ditemukan
dalam korteks atau dalam floem sebagai bagian dari floem.