Anda di halaman 1dari 2

Laporan Tugas Mandiri

Judul :Kota Vaexjoe sebagai Kota Terhijau di Eropa


Nama : Emir Aryaputra
NPM : 1406574964
Data Publikasi : Antara News, 2014, Pelajaran dari kota hijau Vaexjoe di Swedia, 25 Januari,
1 hlm. http://www.antaranews.com/berita/415885/pelajaran-dari-kota-hijau-
vaexjoe-di-swedia , 9 September 2014, pkl 11.08
Peta Konsep









Uraian Singkat
Kota vaexjoe dapat menjadi sebuah kota berkelanjutan apabila menggunakan bahan
bakar berupa lumut, makanan busuk, dan pohon cemara. Namun, kota vaexjoe
memiliki hambatan untuk menjadi kota berkelanjutan karena penggunaan mobil
sebanyak 60% penduduknya, karena dapat meningkatkan emisi karbon serta sulit
untuk mencapai tujuan meninggalkan bahan bakar fosil. Selain itu ada hambatan
berupa limbah organik, namun solusinya dapat dimanfaatkan dengan melakukan
daur ulang sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar.
Terdapat pembangkit listrik di kota vaexjoe yang menggunakan bahan bakar tersebut
untuk menghasilkan tenaga untuk 90% pemanas dan air penghangat. Lalu,
pembangkit tersebut menyisakan Abu yang dapat menyuburkan kembali hutan pinus.
Selain itu juga menyisakan emisi karbon, namun dengan penggunaan serangkaian
penyaring, emisi karbon tersebut dapat dikurangi.
Kota vaexjoe mempunyai sumber daya alam berupa hutan pinus dan danau. Hutan
pinus tersebut dimanfaatkan untuk dijadikan bahan bakar. Danau tersebut dahulunya
pernah tercemar akibat perluasan lahan serta industri kain. Solusinya dilakukan
sebuah pemulihan dimana hal itu lalu mendorong terjadinya tujuan hijau.
Tujuan hijau di kota vaexjoe termasuk diantaranya: meninggalkan bahan bakar fosil;
penerapan sistem organik; mengurangi konsumsi kertas; penggunaan transportasi
publik dan sepeda; dan mengurangi emisi karbon. Emisi karbon tersebut telah
berkurang sebanyak separuh emisi kota vaexjoe pada tahun 1993, yaitu sebanyak
2.7 ton pe orang, atau setengah dari rata-rata di Swedia.