Anda di halaman 1dari 53

KEPUTUSAN MORAL & TEORI

MORAL
LELA JUARIAH, S.Kp., MH.Kes



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN A.YANI
CIMAHI
TUJUAN UMUM
SETELAH PERKULIAHAN DIHARAPKAN
MAHASISWA MAMPU MEMAHAMI KONSEP
KEPUTUSAN ETIK DAN TEORI ETIK
28/10/2014 2
TUJUAN KHUSUS
SETELAH PERKULIAHAN MAHASISWA
MAMPU:
MENJELASKAN HUBUNGAN MORAL & ETIKA
MENJELASKAN KEPUTUSAN MORAL
MENJELASKAN TEORI MORAL

28/10/2014 3
INTRODUCTION
28/10/2014 4
Moralitas (moral)

Serupa dengan etik

Moralitas mengacu pada standar personal
mengenai apa yang benar dan salah dalam
tingkah laku, karakter dan sikap
Etik mengacu pada standar moral kelompok
tertentu
28/10/2014 5
Petunjuk pertama sifat moral

suara hati/
Kesadaran akan perasaan:
- Bersalah
- Harapan
- malu
28/10/2014 6
Indikator Individu berespon terhadap moral
melalui kata-kata :
Sebaiknya
Seharusnya
Benar
Salah
Baik dan buruk
Isu moral dikaitkan dengan nilai dan norma sosial
yang penting
Bukan mengenai hal yang sepele


28/10/2014 7
TERMINOLOGI
MORAL:

Standar tentang benar dan salah, yang
dipelajari lewat proses hidup bermasyarakat.
Biasanya didasarkan pada keyakinan agama.

Umumnya dikaitkan dengan individu-individu
atau kelompok-kelompok kecil.

Diwujudkan sebagai prilaku yang diselaraskan
dengan kebiasaan-kebiasaan kelompok ataupun
tradisi.

(Catalano, J, T)

28/10/2014 8

(Franz Magnis Suseno SJ, dkk)
Ajaran moral yang memuat nilai-nilai dan
norma-norma moral yang terdapat diantara
sekelompok manusia.

Moralitas bisa berasal dari satu sumber atau
lebih; yaitu sumber tradisi, adat, agama atau
ideologi.
28/10/2014 9
HUBUNGAN ETIKA & MORAL
28/10/2014 10
ETIKA & MORAL
Etika merupakan filsafat yang merefleksikan
ajaran moral

Pemikiran filsafat mempunyai 5 ciri khas yaitu
bersifat :
Rasional
Kritis
Mendasar
Sistematik dan
Normatif
(tidak sekadar melaporkan pandangan moral
melainkan menyelidiki bagaimana pandangan
moral yang sebenarnya)



Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut
budi pekerti manusia yang beradab.
Moral berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan,
dan kelakuan (akhlak)
Moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua
norma untuk kelakuan, perbuatan tingkah laku yang
baik.
Menurut asal katanya moral dari kata mores (Latin),
yang diterjemahkan menjadi aturan kesusilaan.
Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta , su artinya
lebih baik, sila berarti dasar-dasar, prinsip-prinsip
atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti
peraturan-peraturan hidup yang lebih baik.
28/10/2014 12
HUBUNGAN ETIKA & MORAL
Moral adalah kepahaman/pengertian mengenai hal
yang baik, dan tidak baik, sedangkan etika adalah
tingkah laku manusia, baik mental/fisik mengenai hal-
hal yang sesuai dengan moral.
Etika adalah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban
manusia serta hal yang baik dan tidak baik. Bidang inilah
yang disebut bidang moral.
Objek etika adalah pernyataan-pernyataan moral. Oleh
karena itu, etika dikatakan sbg filsafat bidang moral.
Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia melainkan
bagaimana manusia harus bertindak.
KEPUTUSAN MORAL
28/10/2014 14
Terminologi terkait
Moralitas mengacu pada persyaratan yang
diperlukan agar orang dapat hidup bersama
dalam masyarakat
Perilaku moral cara seseorang
mempersepsikan persyaratan tersebut dan
berespon terhadapnya
Perkembangan moral pola perubahan
perilaku moral sejalan dengan pertambahan
usia
28/10/2014 15
Keputusan Moral
Sebelum perilaku moral dilakukan, maka
individu akan memutuskan perilaku apa yang
akan dilakukannya
Dasar pengambilan keputusan tergantung dari
nilai/cara yang digunakan individu
Dipengaruhi oleh perkembangan moral dari
individu
28/10/2014 16
TEORI PERKEMBANGAN MORAL
28/10/2014 17
Perkembangan Moral
Merupakan suatu proses belajar mengenai
apa yang seharusnya dilakukan dan yang tidak
dilakukan.
Perkembangan moral lebih dari sekedar
penanaman peraturan orang tua dan
kebajikan atau nilai orang tua kepada anak-
anaknya
28/10/2014 18
Teori Kohlberg
Tingkat pramoral atau prakonvensional
Pada anak-anak menginterpretasikan dengan kondisi
reward & punishment
Tingkat konvensional
Konformitas & loyalitas terhadap harapan diri serta
harapan masyarakat
Tingkat pascakonvensional, mandiri atau
prinsip
Individu melakukan upaya untuk mendefinisikan nilai
yang diyakininya tanpa otoritas dr orang lain
28/10/2014 19
Teori Giligan (Etik Caring)
Caring terhadap diri sendiri
Individu hanya peduli/caring terhadap diri sendiri
Caring terhadap orang lain
Selama tahap ini, individu menyadari keegoisan dari
perilaku terdahulu dan mulai memahami kebutuhan
akan caring terhadap orang lain
Caring terhadap diri sendiri & orang lain
Orang memandang perlunya keseimbangan antara
caring terhadap diri sendiri dan caring terhadap orang
lain
28/10/2014 20
TEORI ETIK/MORAL
1. TEORI ETIK TRADISIONA
2. TEORI ETIK MODERN
3. TEORI ETIK KONTEMPORER
28/10/2014 21
TEORI ETIK TRADISIONAL
SEBELUM TAHUN 1500 M
28/10/2014 22
1. Egoism

a. Apa yang baik untuk saya
b. Perawat merawat klien hanya untuk
keperluan pribadi
c. Tidak merawat klien AIDS/dibayar
lebih
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

23
2. Subjektivism


Baik atau buruk sesuatu ditentukan oleh
pandangan seseorang

2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

24
3.Relativism

Baik atau buruk tergantung pada nilai-
nilai yang dianut oleh individu/
masyarakat

2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

25
4.Objectivism
Ada nilai-nilai yang lebih tinggi dalam
menentukan baik-buruk yang dapat
ditunjukkan/dinilai secara objektif

2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

26
5. Skepcism

Diperlukan diskusi moral dalam
membuat keputusan yang etis
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

27
6. Nihilism
a. Tidak ada argumentasi terhadap
masalah etika tentang kehidupan.

b. alam ini akan berakhir .

2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

28
7.Rasional Paternalistik

Hanya Dokter/perawat lebih tahu apa
yang baik untuk kliennya.
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

29
8.Eudaimonism
Yunani dalam setiap kegiatan manusia mengejar
suatu tujuan
Dasarnya: Happiness based ethics trough self
realization
Impliksinya : tindakan dikatakan baik apabila
bertujuan untuk kebaikan /mempunyai tujuan yang
baik

2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

30
Eudaimonism dalam praktik
keperawatan
a. Yang baik untuk perawat berbeda dengan
untuk klien.

b. Semua baik bila didasarkan pada pemberian
tindakan dan beralasan.

28/10/2014 31
9.Hedonism
Yunani Hedone = baik apa yang
memuaskan
Dasarnya : Pleasure base ethics
Kesenangan atau kenikmatan dalam diri kita
Dalam hedonisme terkandung kebenaran
yang mendalam ; manusia menurut
kodratnya mencari kesenangan & berupaya
menghindari ketidaksenangan



2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

32

Sebagai ukuran tindakan baik adalah hedone ;
kenikmatan & kepuasan rasa
Contoh:
Merokok
obat-obatan narkotik menyenangkan.
28/10/2014 33
10. Stoicism

a. Menyadari keterbatasan kekuatan
manusia

b. Menerima apa adanya adalah suatu
kebajikan
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

34
11. Natural Law


Etika berdasarkan ke-Tuhanan

2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

35
12. Alturism
Dasar: tanpa pamrih

a. Perawat menujukkan kasih, kebajikan, jujur


b. Care mengandung aspek kasih
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

36
TEORI ETIK MODERN
TAHUN 1500 - 1900
28/10/2014 37
1. Altruism

memberlakukan orang lain seperti diri
kita sendiri
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

38
2. TELEOLOGI

Teleologi merupakan teori pengambilan keputusan etis
dengan menetapkan benar dan salah suatu perbuatan di-
dasarkan atas akibat dari perbuatan itu.

Berasal dari kata telos, yang berarti akhir atau tujuan.

Teleologi kadang-kadang disebut situation-ethics (etika
situasi) atau calculus morality.

Prinsip utility (manfaat) merupakan dasar utama teleologi.

Utilarianism merupakan contoh dari teleologi, yang me-
nentukan berguna tidaknya suatu perbuatan dilihat dari
akibatnya; sehingga perbuatan yang benar akan menghasil-
kan kebaikan sementara perbuatan yang salah akan
menghasilkan kerugian.
(Catalano, J, T, 1991)

28/10/2014 39
IDE KUNCI TELEOLOGI

Baik (good) didefinisikan sebagai kebahagiaan atau kese-
nangan.
Suatu tindakan dianggap benar (right) apabila dapat
membawa kebaikan sebesar-besarnya dan kerugian sekecil-
kecilnya.

Teleologi tidak memiliki prinsip-prinsip yang kaku, kode
moral, tugas dan kewajiban atau peraturan-aturan tertentu
untuk menyelesaikan situasi yang khusus.
Asumsi dasarnya adalah bahwa good and harm dapat
dikalkulasi seperti formula matematika sehingga seseorang
dapat menilai tingkat good and evil terhadap kasus spesifik.
Pembuat keputusan mempertimbangkan tindakannya
untuk kesejahteraan umum sebagaimana yang dilakukan
oleh kebanyakan orang saat menghadapi situasi yang sama.


28/10/2014 40
KETERBATASAN TELEOLOGI

Beberapa ahli menganggap teleologi lebih membantu
tercapainya kebahagiaan maksimum bagi beberapa orang
dari pada kebahagiaan kebanyakan orang.
Karena prinsipnya utility maka orang dapat mengalami
konflik yang tidak terselesaikan ketika harus menentukan
benar dan salah.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, tindakan mana
yang lebih menghasilkan kebaikan sebesar-besarnya dan
kerugian sekecil-kecilnya.
Teleologi cenderung mengabaikan hak-hak & kebutuhan-
kebutuhan individu.
Mengukur nilai kebaikan relatif dan kerugian relatif dari
suatu tindakan sangat sulit, bahkan sering tidak mungkin.

Penentuan the greatest good sangat subjektif dan dapat
menghasilkan inkonsistensi keputusan.


28/10/2014 41
3. Utilitarianism
Bagian dari Teleologi:
Prinsip utilitarisme adalah jelas & rasional
suatu tindakan dikatakan baik jika bermanfaat
atau berguna bagi orang lain
Aliran ini banyak yang tidak menerima karena
apa yang bermanfaat bagi seseorang mungkin
tidak bermanfaat bagi orang lain



2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

42
Tindakan yang baik tergantung
konsekuensinya :

a. Fokus pada hasil suatu tindakan
pendekatan konsekuensinya
b. Suatu tindakan tidak ada yang baik/buruk.

Tindakan baik/buruk tergantung
konsekuensinya
28/10/2014 43
4. Deontology
Deontologi : merupakan suatu teori atau studi
tentang kewajiban moral
Moralitas dari suatu keputusan etis yg sepenuhnya
terpisah dari konsekuensinya
Ex. Seorang perawat yg berkeyakinan bahwa
menyampaikan suatu kebanaran merupakan hal yg
sangat penting & tetap harus disampaikan, tanpa
peduli apakah hal tersebut mengakibatkan orang lain
tersinggung atau bahkan syok
Dasarnya: Duty Base Ethics

2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

44
a.Tidak setuju dengan utilitarianism
b.Dasar adalah kewajiban
c. .Etika tidak memikirkan Konsekwensinya tetapi
mempunyai kewajiban melakukan/tidak melakukan
sesuatu
d. Manusia dapat membuat rasional untuk suatu
keinginan rasional will
e. Breaking promise
f. Mengobati/merawat pasien sesuai kebutuhan
mereka bukan sebagai objek good will.
g. Profesi a duty to help a patient

2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

45
KERBATASAN DEONTOLOGI

Tugas dan kewajiban mungkin saja menimbulkan
konflik tersendiri yang memerlukan pemecahan tentang
tugas dan kewajiban mana yang seharusnya didahulukan.

Dipertanyakan tentang asal usul timbulnya tugas dan
kewajiban, misalnya:

1. Siapa yang menentukan tugas dan kewajiban?
2 Siapa pula yang mengidentifikasi tugas dan ke-
kewajiban itu?

Oleh sebab itu deontologi dinilai tidak fleksibel.
28/10/2014 46
5. Voluntarism

a. Penekanan pada niat

b. Kekuatan individu atau kelompok untuk membuat
perubahan sosial

c. Organisasi profesi

d. Mendukung ambisi, kreatifitas, asertif
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

47
TEORI ETIK KONTEMPORER
28/10/2014 48
1. Individualism


Dasarnya : Self determination
Suatu perilaku yang baik adalah
perilaku yang menghargai hak azasi
manusia.
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

49
2. Existentialism


Seseorang bertanggung jawab atas
keputusan bagi dirinya
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

50
3. Juctice Based Ethics
a. Penekanan pada keadilan / titik
sentral

b. Bagaimana baiknya teori itu bila
tidak adil harus ditolak

c. Perilaku yang etis bila didasari atas
keadilan

2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

51
4. Liberalism
a. Nilai yang paling utama adalah
kebebasan individu

b. Hak dokter/perawat menetapkan biaya

c. Pelayanan kesehatan adalah
komoditas
2
8
/
1
0
/
2
0
1
4

52
Kepustakaan
Blais, et.all. 2007. raktik Keperawata n Profesional : Teori & Praktik. Ed.4.
EGC: Jakarta .
Ismani, Nila. 2001. Etika Keperawatan. Cet. 1. PT. Widya Medika: Jakarta.
28/10/2014 53