Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kesehatan adalah hal yang sangat berharga. Tubuh yang sehat akan dapat melakukan
semua aktifitas yang kita inginkan. Tetapi akhir-akhir ini berbagai penyakit sering
menyerang masyarakat, baik penyakit ringan maupun penyakit yang sangat serius
misalnya kanker. Di era modern seperti sekarang, banyak cara medis untuk mengobati
berbagai penyakit, tetapi belum tentu semua orang dapat menjangkau cara medis tersebut.
Bagi masyarakat kalangan bawah untuk bias melakukan pengobatan medis tersebut sangat
sulit karena factor ekonomi yang sangat kurang.
Untuk penyelesaian masalah di atas, pengobatan tidak hanya dengan pengobatan
medis tetapi juga bias dengan pengobatan tradisional. Tetapi pada kenyataannya,
pengobatan tradisional belum dikenal oleh masyarakat luas. al ini disebabkan oleh
kurangnya pengetahuan masyarakat tentang khasiat atau manfaat obat-obatan tradisional,
sehingga masih banyak masyarakat yang cenderung memilih pengobatan medis. !adahal
banyak tanaman herbal yang diracik untuk obat-obatan tradisional yang khasiatnya tidak
kalah dengan obat-obatan medis. "alah satu contohnya adalah tanaman #ahkota Dewa.
Tanaman #ahkota Dewa banyak dibudidayakan di $ndonesia. Tetapi, mahkota dewa
masih asing di lingkungan masyarakat dan masih banyak masyarakat yang tidak
mengetahui manfaat % khasiat mahkota dewa tersebut. !adahal, mahkota dewa merupakan
tanaman yang khasiatnya ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
"alah satu bagian mahkota dewa yang dapat dimanfaatkan yaitu buahnya. Tetapi
kenyataannya di lingkungan masyarakat buah mahkota dewa diabaikan, buah yang matang
&berwarna merah' dibiarkan jatuh dan membusuk. al itu disebabkan kurangnya
pengetahuan masyarakat, juga hal itu sangat merugikan karena buah mahkota dewa dapat
menyembuhkan kanker payudara.
#ahkota dewa bisa ditemukan ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau di
kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. (sal tanaman mahkota dewa masih belum
diketahui. #enilik nama botaninya !haleria papuana, banyak orang yang memperkirakan
tanaman ini populasi aslinya dari tanah !apua, $rian )aya. Di sana memang bisa ditemukan
tanaman ini.
1 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
#ahkota dewa tumbuh subur di tanah yang gembur dan subur pada ketinggian *+-
*.,++ m dpl. !erdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi *-,,- m. Batangnya bulat,
permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial.
Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong,
ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnanya
hijau tua, panjang .-*+ cm, lebar ,-- cm.
Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk
tabung, berukuran kecil, berwarna putih, dan harum. Buah bentuknya bulat, diameter /--
cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak.
Daging buah berwarna putih, berserat, dan berair. Biji bulat, keras, berwarna cokelat.
Berakar tunggang dan berwarna kuning kecokelatan. !erbanyakan dengan cangkok dan
bijinya.
1.2. Rumusan masalah
1. Bagaimana abitat Tanaman #ahkota Dewa0
2. Bagaimana #orfologi Tanaman #ahkota Dewa0
3. (pa saja Klasifikasi Tanaman #ahkota Dewa0
4. (pa saja Kandungan kimia mahkota dewa dan manfaatnya0
5. Bagaiman 1ara #engolah simplisia #ahkota Dewa0
6. Bagaimana !enyiapan simplisia mahkota dewa0
. (pa saja Khasiat buah mahkota dewa beserta pengolahannya secara tradisional0
!. Bagaimana cara budidaya tanaman mahkota dewa &Phaleria macrocarpa)?
". Bagaimana Uji aktifitas biologi mahkota dewa & Phaleria macrocarpa?
1.3. #u$uan
1. #ahasiswa mampu mengetahui abitat Tanaman #ahkota Dewa
2. #ahasiswa mampu mengetahui #orfologi Tanaman #ahkota Dewa
3. #ahasiswa mampu mengetahui Klasifikasi Tanaman #ahkota Dewa
4. #ahasiswa mampu mengetahui Kandungan kimia mahkota dewa dan manfaatnya
5. #ahasiswa mampu mengetahui 1ara #engolah simplisia #ahkota Dewa
2 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
6. #ahasiswa mampu mengetahui !enyiapan simplisia mahkota dewa
. #ahasiswa mampu mengetahui Khasiat buah mahkota dewa beserta
pengolahannya secara tradisional
!. #ahasiswa mampu mengetahui bagaimana cara membudidaya tanaman mahkota
dewa &Phaleria macrocarpa)
". #ahasiswa mampu mengetahui bagaimana Uji aktifitas biologi mahkota dewa
& Phaleria macrocarpa)
1.4. %E#&DE PENULI'AN
Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu dengan
penjabaran masalah-masalah yang ada dan menggunakan studi kepustakaan dari literatur
yang ada, baik di perpustakaan maupun internet.
BAB II
I'I
3 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
#ahkota dewa atau yang nama latinnya Phaleria macrocarpa merupakan tanaman
yang hidup di daerah tropis yang sudah sejak lama digunakan sebagai obat untuk
mengatasi berbagai keluhan penyakit seperti diabetes, darah tinggi, li2er, dan lain-lain.
Bagian tanaman yang bisa dimanfaatkan yaitu daging dan kulit buah serta bagian
daun. Buah mahkota dewa tidak tumbuh sepanjang musim, pemanfaat buah untuk obat
bisa dilakukan ketika buah sudah berwarna merah sebagai tanda bahwa buah sudah masak.
Bagian daun dan kulit buah bisa digunakan untuk obat baik dalam keaadaan segar atau
sudah dikeringkan, sedangkan daging buah harus melalui proses pengeringan terlebih
dahulu.
(walnya, mahkota dewa &Phaleria macrocarpa' di budidayakan sebagai tanaman
hias dan digunakan untuk tanaman peneduh, tetapi saat ini tanaman mahkota dewa berguna
untuk salah satu tanaman obat tradisional yang dikenal merupakan obat asli indonesia.
"ampai saat ini telah banyak penyakit yang berhasil disembuhkan tergantung pada
bagian tanaman yang digunakan biasanya memberikan efek yang berbeda terhadap jenis
penyakit yang dapat di obati%disembuhkan. Bagian yang digunakan atau yang paling sering
digunakan adalah daunnya, daunnya biasa di gunakan dengan cara merebusnya. !enyakit
yang dapat di obati yaitu disentri, alergi dan tumor. Kulit dan daging buah juga digunakan
untuk pengobatan flu,rematik dan kanker rahim. Beberapa keunggulan dari mahkota dewa
ini menjadikannya salah satu tanaman obat yang mendapatkan perhatian cukup besar untuk
terus di kembangkan.
2.1. Ha()tat #anaman %ahk*ta De+a
#ahkota dewa telah dikenal puluhan tahun yang lalu di 3egara 1hina. Di 1hina
mahkota dewa disebut dengan nama "huan Tao. "elain di 1hina, di $ndonesia pada
awalnya mahkota dewa tumbuh di !apua. Tetapi di masyarakat lokal mahkota dewa tidak
di anggap sebagai tanaman berkhasiat, sehingga mahkota dewa banyak dibiarkan dan
berkembang sebagai tanaman liar.
#ahkota dewa dinamai berdasarkan tempat asalnya, yaitu Phaleria Papuana.
3amun, ada pula yang memberikan nama berdasarkan ukuran buahnya yang besar
&makro', yaitu Phaleria Macrocarpa. "ebutan atau nama lain untuk mahkota dewa cukup
banyak. (da yang menyebut dengan nama !ustaka Dewa, Derajat, #ahkota 4atu,
#ahkota 4aja, Trimahkota, dan masih banyak lagi. Di )awa Tengah, orang orang
menyebutnya dengan nama #akuto #ewo, #akuto 4ojo D(3 #akuto 4atu. (da pula
orang banten yang menyebut mahkota dewa dengan sebutan 4aja 5bat. &Turyanto 6 ,++7'
4 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
Tumbuhan mahkota dewa juga dinamakan sebagai simalakama, karena berkhasiat sebagai
obat dan berpotensi sebagai racun. (spek penting lainnya adalah mendetoksifikasi
berbagai macam racun di dalam tubuh, seperti buangan metabolik, alkohol, residu
insektisida, obat-obatan atau bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. !roses detoksifikasi
ini dilakukan oleh en8im mikrosomal hepatik yang sebagian besar terletak di retikulum
endoplasmik halus dari periacinar.
"istem ini akan mengkon2ersi senyawa hidrofobik &larut dalam lemak' yang secara
alami sulit dieliminasi oleh tubuh, menjadi senyawa hidrofilik &larut dalam air' agar dapat
diekskresi ke dalam empedu atau urin. !rosesnya dengan mengubah senyawa polar
menjadi molekul-molekul atau modifikasi lainnya, kemudian digabungkan dengan
senyawa kimia lain sehingga dapat larut dalam air. $ronisnya dalam proses detoksifikasi
tersebut, hati terkadang justru merubah bahan berbahaya menjadi lebih beracun dan
merusak sel-selnya sendiri.
al tersebut akan menyebabkan terjadinya kerusakan struktur hepatosit dengan
rentang mulai pembengkakan seluler seperti lipidosis sampai nekrosis. !ada kasus
keracunan berat, kegagalan fungsi hati umumnya menyebabkan kematian dalam *, 9,:
jam. !opularitas mahkota dewa menyebabkannya banyak dikonsumsi masyarakat sebagai
obat tradisional, baik secara tunggal maupun dicampur dengan obat-obatan tradisional
lainnya. Dikhawatirkan tumbuhan mahkota dewa yang dikonsumsi masyarakat sebagai
obat tradisional, akan menimbulkan efek samping saat dikonsumsi dalam jumlah besar.
2.2. %*r,*l*g) #anaman %ahk*ta De+a
Tanaman mahkota dewa &!haleria #acrocarpa' masuk dalam famili Thymelaece.
Tanaman ini bias ditemukan dan ditanam di pekarangan rumah, di kebun dan di jalan
sebagai tanaman peneduh. Tanaman mahkota dewa ternyata bukan sekedar pohon
penghijauan yang sekaligus berfungsi untuk peneduh. ampir semua bagian dari tanaman
ini mengandung khasiat yang besar pengaruhnya bagi dunia pengobatan alternatif. Bagian-
bagian tanaman ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berikut ini bagian-
bagian dari tanaman mahkota dewa 6
Batang
Batangnya terdiri dari kulit dan kayu. Kulit batang berwarna cokelat kehijauan,
sementara kayunya berwarna putih. Batang mahkota dewa bergetah. Diameternya dapat
mencapai *-cm dan percabangan batang cukup banyak.
5 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
Daun
Daun mahkota dewa merupakan daun tunggal. Bentuknya lonjong, langsing,
memanjang, dan berujung lancip. ampir menyerupai bentuk daun jambu air, tetapi lebih
langsing. Teksturnya pun lebih liat dan warnanya hijau. Daun tua berwarna lebih gelap
daripada daun muda. !ermukaannya licin dan tidak berbulu. !ermukaan bagian atas
berwarna lebih tua daripada permukaan bagian bawah. !anjang daun bisa mencapai .-
*+cm dengan lebar /--cm.
Bunga
Bunga mahkota dewa merupakan bunga majemuk yang tersusun dalam kelompok
,-: bunga. !ertumbuhan bunga menyebar di batang atau ketiak daun. ;arnanya putih,
bentuknya seperti terompet kecil, dan baunya harum. Ukurannya kira-kira sebesar bunga
pohon cengkeh. Bunga ini keluar sepanjang tahun atau tak kenal musim, tetapi paling
sering tumbuh pada musim hujan.
Buah
Buah mahkota dewa merupakan cirri khas tanaman mahkota dewa. Bentuknya
bulat, permukaan licin dan beralur. !ada malam hari, jika terkena sinar lampu tampak
seperti berkilau. Buahnya mampu tumbuh dengan lebar. Buah mahkota dewa terdiri dari
kulit, daging, cangkang dan biji. Buah mahkota dewa saat muda berwarna hijau,
sedangkan saat tua, warnanya menjadi merah marun. Ketebalan kulit sekitar +,--*mm.
Daging buah berwarna putih. Ketebalan daging ber2ariasi, tergantung pada ukuran buah.
-angkang
1angkang buah adalah batok pada buah. )adi, cangkang merupakan bagian buah
yang paling dekat dengan biji. 1angkang buah berwarna putih dan ketebalannya bisa
mencapai ,mm. 4asa cangkang buah sepat-sepat pahit, tetapi setelah matang rasanya
sepat-sepat manis.
B)$)
Biji mahkota dewa merupakan bagian yang paling beracun, biji buah berbentuk
bulat, dan berwarna putih. Diameternya mencapai ,cm. &Turyanto 6 ,++7'.
6 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
2.3. .las),)kas) #anaman %ahk*ta De+a
Tanaman yang awalnya ditanam sebagai tanaman peneduh ini tergolong dalam
suku atau famili Thymelaeacea dan marga !haleria. Dalm taksonomi tumbuhan,
tanaman yang memiliki nama dagang mahkota dewa dan nama daerah simalakama
&"umatera%#elayu' atau makuto dewo &)awa' diklasifikasikan sebagai berikut 6
Kingdom 6 !lantae
"ubkingdom 6 Tracheobionta
"uper Di2isi 6 "permatophyta
Di2isi 6 #agnoliophyta
Kelas 6 #agnoliopsida
"ubkelas 6 4osidae
5rdo 6 #yrtales
<amili 6 Thymelaeaceae
=enus 6 !halero
"pesies 6 Phaleria macrocarpa
2.4. .an/ungan k)m)a %ahk*ta De+a /an man,aatn0a
Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian yang telah dilakukan terhadap tanaman
mahkota dewa. Ditemukan beberapa 8at aktif pada beberapa bagian tanaman seperti buah,
batang, dan daun dimana 8at tersebut terkandung dalam jumlah banyak, ternyata bisa
memberikan manfaat yang cukup besar terhadap tubuh manusia. >ata aktif yang
terkandung dalam mahkota dewa antara lain 6
1. Alkal*)/
>at ini memiliki sifat detoksifikasi sehingga dapat menetralisir sejumlah
racun dalam tubuh.
2. 'a1*n)n
>at ini tergolong memiliki cukup banyak manfaat bagi tubuh, yaitu 6
Bersifat anti-bakteri dan anti-2irus.
#embantu meningkatkan 2italitas tubuh
#enurunkan kadar gula darah
7 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
#eningkatkan sistem kekebalan tubuh
#engurangi terjadinya penggumpalan darah pada aliran darah dalam tubuh.
3. 2la3*n*)/
#anfaatnya bagi tubuh yaitu 6
#enurunkan resiko penyakit jantung koroner
#embantu mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
sehingga aliran darah dari dan ke jantung tetap lancar.
Bersifat anti-oksidan
Bersifat anti-radang &anti-inflamasi'
#engurangi rasa sakit ketika terjadi pendarahan ataupun pembengkakan
4. P*l),en*l
Berperan sebagai antihistamin atau antialergi. Dalam menjadikan bagian
dari tanaman seperti buah dan daun sebagai obat, anda tidak bisa secara langsung
mengkonsumsinya, tapi bagian-bagian tersebut harus diolah terlebih dahulu. al ini
dikarenakan mahkot dewa termasuk dalam tanaman yang keras dan mengandung
racun. 1ara pengolahan secara umum yaitu dengan cara mengeringkan baik
buah,batang,ataupun daunnya.
2.5. -ara %eng*lah s)m1l)s)a %ahk*ta De+a
Tanaman mahkota dewa telah lama dikenal di 3egeri 1hina dengan nama "hian
Tao. !enduduk 1hina telah lama menggunakannya sebagai tanaman obat. Biasanya diracik
dalam bentuk ramuan obat gajin. #anfaatnya cukup beragam antara lain sebagai anti-
radang, anti-oksidan, penurun panas, penghilang rasa sakit, penurun kolesterol dan masih
banyak lagi lainnya. Di $ndonesia sendiri, mahkota dewa dikenal berasal dari tanah !apua
$rian )aya. Dahulu, tanaman ini ditakuti sebab dikenal beracun. #asyarakat
menganggapnya gulma. "ering dengan waktu, masyarakat memanfaatkannya sebagai
tanama hias berkat bunganya yang cantik dan harum serta sebagai tanaman obat berkat
8 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
khasiatnya yang ampuh. Untuk mendapatkan khasiat ini, penting untuk mengetahui cara
mengolah mahkota dewa itu sendiri.
Bag)an Buah
)ika berbicara mengenai tanaman obat mahkota dewa, maka bagian yang paling
banyak dimanfaatkan adalah buah. Buah mahota dewa atau yang bernama latin "implisia
!haleriae <ructus, memiliki betuk fisik bulat dengan warna hijau saat muda dan merah
cerah pada saat matang. Buah mahkota dewa terdiri dari kulit bah, daging buah, cangkang
biji buah dan biji buah. Dari bagian ini yang paling dihindari adalah biji buah sebab cukup
beracun.
1ara mengolah mahkota dewa pada bagian buah cukup mudah. Biasanya daging
buah yang segar dipotong menjadi bagian yang lebih kecil kemudian dikeringkan. "etelah
kering, daging buah mahkota dewa tersebut direbus &untuk penyakit tertentu biasanya
dicampur dengan bahan obat lainnya' dan air hasil rebusan tersebutlah yang kemudian
dikonsumsi.
Bagian buah mahkota dewa ini bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai
penyakit antara lain diabetes, rematik, kangker payudara juga kangker rahim, asam urat,
hepatitis, disentri dan masih banyak lagi lainnya. Bagi (nda yang menghendaki
kepraktisan, saat ini telah banyak dikembangkan teh buah mahota dewa yang terbuat dari
kulit serta daging buah. Untuk mendapatkan khasiatnya, (nda tinggal menyeduhnya
dengan air panas.
Bag)an Batang
Bagian lain dari tanaman mahkota dewa yang biasa dimanfaatkan sebagai bahan
obat herbal adalah bagian batang. Bentuk fisik batang ini bulat dengan permukaan kasar,
warnanya coklat dan berkayu, memiliki sistem percabangan simpodial. Bagian batang ini
bergetah dan dipercaya bisa menyembuhkan penyakit serius seperti kangker tulang.Cara
mengolah mahkota dewa bagian batang cukup sederhana. Batang terlebih dahulu dikuliti
dan dikeringkan kemudian direbus. (ir rebusan tersebutlah yang digunakan sebagai obat.
Bag)an Daun
"elain bagian buah dan juga batang, bagian lain dari tanaman mahkota dewa yang
banyak digunakan sebagai bahan obat adalah daun. Daun ini dikenal berkhasiat mengobati
penyakit seperti eksim, lemah syahwat, disentri, alergi, tumor dan masih banyak
lainnya. 1ara mengolah mahkota dewa pada bagian daun cukup sederhana tergantung pada
jenis penyakit yang hendak (nda obati. #isalnya eksim, langkahnya cukup sederhana,
9 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
cukup lumatkan daun mahkota dewa kemudian balurkan pada kulit yang terkena eksim
sebanyak dua kali sehari. "edangkan pada penyakit semisal lemah syahwat, disentri, alergi
dan tumor, cara mengolahnya dengan direbus dan diminum.
2.6. Pen0)a1an s)m1l)s)a mahk*ta /e+a
Untuk buah mahkota dewa perlakuan pascapanen meliputi6 penyortiran,
pencucian, pengirisan, pengeringan. Bila diinginkan membuat serbuk maka
setelah proses pengeringan dilakukan penyangraian terlebih dahulu baru digiling
halus menjadi serbuk.
!ada waktu pembelahan buah, biji dan cangkang yang terdapat didalamnya harus
dibuang karena agak beracun. !roses pengolahan buah harus dilakukan sesegera
mungkin, karena bila ditunda akan menurunkan kualitasnya terutama kandungan 8at
berkhasiatnya. !enyortiran dilakukan terhadap keadaan bahan, buah dipilih yang baik
dan tidak dalam keadaan rusak akibat adanya serangan hama. "etelah dilakukan
pencucian, buah ditiriskan dan diangin-anginkan sampai air yang menempel kering
sempurna. !engirisan dilakukan dengan menggunakan pisau stainless steel dengan
ketebalan /-- mm. !engeringan bisa dilakukan secara bertahap atau langsung bisa
dikeringkan dengan penjemuran menggunakan alas tikar dengan ketebalan yang merata
dan tidak terlalu tebal atau menggunakan alat pengering mekanik atau o2en dengan
suhu sekitar :+--+o1. "elama proses penjemuran sebaiknya selalu dilakukan
pembalikan untuk mendapatkan hasil pengeringan yang merata.
2.. .has)at (uah mahk*ta /e+a (eserta 1eng*lahann0a se4ara tra/)s)*nal
&(at D)a(etes %ell)tus
-ara Pem(uatan 5
(mbil buah mahkota dewa yang telah matang sebanyak - 9 ? buah, lalu iris tipis dengan
menggunakan pisau dan cuci bersih.
4ebus bahan yang telah di iris-iris dalam - gelas air, didihkan, dan biarkan air rebusan
tersisa untuk / gelas.
"aring air rebusan, dan dinginkan.
10 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
-ara Peng*(atan 5
#inum air rebusan yang telah didinginkan / kali sehari.
Untuk &(at .anker /an #um*r
-ara mem(uat 5
(mbil beberapa buah mahkota dewa, untuk diiris tipis lalu keringkan.
- gram daging buah mahkota dewa yang telah kering di campur dengan *- gram temu
putih,
*+ gram sambiloto kering dan *- gram cakar ayam kering, cuci bersih semua bahan.
4ebus semua bahan ke dalam - gelas air, sampai air rebusan tersisa / gelas.
"aring air rebusan, dan dinginkan.
-ara Peng*(atan 5
#inum ramuan yang telah dingin * jam sebelum makan. Dengan dosis satu gelas dan
maksimal / gelas sehari.
Untuk &(at He1at)t)s
-ara mem(uat5
1ampur - gram daging buah mahkota dewa kering dengan *- gram pegagan, *+gram
sambiloto kering dan *- gram daun dewa, cuci bersih semua bahan.
#asak semua bahan yang telah dicampur dengan - gelas air sampai air rebusan tersisa
sekitar / gelas.
"aring air rebusan, tunggu sampai dingin.
-ara 1eng*(atan 5
#inum air rebusan yang telah disaring / kali sehari masing-masing * gelas.
Remat)k /an Asam urat
-ara mem(uat 5
1ampur - gram daging buah mahkota dewa dengan *- gram akar sidaguri, *+ gram
sambiloto kering, cuci bersih semua bahan.
4ebus semua bahan dalam - gelas air sampai air rebusan tersisa hingga / gelas.
"aring air rebusan, tunggu sampai dingin.
-ara 1eng*(atan 5
#inum / kali sehari masing-masing * gelas. 4amuan diminum sekurang-kurangnya * jam
sebelum makan.
11 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
Untuk Pen0em(uhan kanker 1a0u/ara
Bahan
a. Daging buah mahkota dewa 6 -gram
b. Umbi kunyit putih 6 *-gram
c. "ambiloto kering 6 *+gram
d. Daun dewa 6 *-gram
-ara Pem(uatan
a. Buah mahkota dewa dipotong-potong
b. "emua bahan dicuci bersih lalu direbus dengan - gelas air
c. (ngkat dan saring ramuan setelah tinggal / gelas.
2.!. BUDIDA6A #ANA%AN %AH.&#A DE7A 8Phaleria macrocarpa)
Beberapa mahkota dewa memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya
sebagai salah satu tanaman obat yang mendapatkan porsi sangat penting untuk terus
dikembangkan. #embudidayakan mahkota dewa tidak sulit. Tanaman ini dapat hidup
dengan baik di daerah beriklim tropis. dengan produksi buah yang tidak mengenal musim,
menjadikan mahkota dewa sebagai penambah pendapatan bagi pembudidayaan asalkan
dilakukan secara intensif dan profesional. #ahkota dewa dapat dibudidayakan pada
ketinggian *+-*,++ #dpl. @okasi pembudidayaannya sebaiknya di daerah yang jauh dari
polusi. al ini dilakukan agar tanaman tidak tercemar oleh unsur-unsur polutan berupa
logam berat, arsen, dll. Untuk kegiatan konser2asi tanah, mahkota dewa dapat ditanam di
bibir teras pengolahan lahan. Tujuannya, adalah sebagai tanaman penguat teras,
menghindari erosi, dan longsor. "elain itu, penanaman mahkota dewa dapat ditumpangsari
dengan tanaman obat lain. Dalam budidaya mahkota dewa, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan agar terhindar dari resiko yang tidak diinginkan, yaitu pengolahan lahan,
pengadaan bibit, penanaman, perawatan, panen,dan pasca panen &;inarto, ,++/'.
A. Peng*lahan #anah
Tanah lebih dulu digemburkan serta diberi pupuk dasar yang berupa pupuk
kandang. Takaran pupuk kandang yang diberikan adalah ,+ton%ha. "ebagai tanaman keras,
mahkota dewa membutuhkan membutuhkan lubang tanam. @ubang tanam digali &/+A
12 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
/+A/+ ' cm. Tanah galian ditumpuk terpisah antara tanah lapisan atas dan tanah lapisan
bawah. @ubang tanam dibiarkan terbuka selama minimal seminggu agar terkena udara
luar, sinar matahari, dan hujan.
B. Penga/aan B)()t
"alah satu aspek penting dalam budidaya mahkota dewa adalah penyiapan bibit.
Bibit yang baik akan memberikan hasil yang baik pula selain didukung oleh faktor lain.
Dalam budidaya mahkota dewa, ada dua jenis bibit yang dapat digunakan, yaitu bibit dari
fase generatif &biji' dan bibit dari fase 2egetati2e &stek batang atau cangkok'.
-. Penanaman
!enanaman mahkota dewa tidak tergantung musim, meski demikian, perawatan
tanaman merupakan kegiatan yang harus dilakukan setiap petani, terlebih bila usaha
budidaya tersebut berorientasi pada hasil yang baik.
D. Pen0ulaman
!enyulaman dilakukan bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak
normal untukdigantikan dengan tanaman yang baik.
E. Pemu1ukan
!ada prinsipnya pupuk yang diberikan pada tanaman obat dianjurkan berasal dari
bahan alami atau pupuk organik seperti pupuk bokasi. !enggunaan pupuk kimia atau
anorganik tidak dianjurkan karena menimbulkan residu kimia yang dapat muncul pada
buah. !adahal buah mahkota dewa dimanfaatkan sebagai bahan obat. Tentu saja hal ini
akan sangat berpengaruh pada kesehatan penggunaannya.
2. Pen0)raman
!enyiraman perlu dilakukan pada saat tanam dan sesudah tanam saat tanaman
masih kecil. anya saja bila hari hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. "etelah
tanaman berumur ? bulan sesudah tanam, penyiraman relatif tidak diperlukan karena
jangkauan perakarannya sudah dalam.
9. Pen0)angan
!enyiangan harus dilakukan secara berkala sepanjang tahun karena mahkota dewa
termasuktanaman tahunan. !enyiangan dilakukan melihat gulma yang tumbuh di sekitar
13 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
tanaman. Umumnya penyiangan pada mahkota dewa dilakukan /-: kali.
H. Penanganan hama /an 1en0ak)t
#ahkota dewa mempunyai musuh alami berupa hama pengganggu. ama yang
biasanya muncul adalah belalang, kutu putih, dan ulat buah. ama ulat buah memang
masih jarang menyerang tanaman mahkota dewa. "ampai saat ini belum ada penelitian
atau hasil pengamatan yang menyimpulkan adanya serangan penyakit-penyakit penting
pada tanaman mahkota dewa. Beberapa gejala serangan penyakit seperti busuk buah oleh
jamur !hytoptora infestans memang terkadang tampak, tetapi masih sangat terbatas dan
kemunculannya sering disebabkan oleh tanaman yang terlalu banyak ternaungi. "ementara
penyakit lain belum pernah tercatat atau dilaporkan. !engendalian hama dan penyakit pada
tanaman mahkota dewa disarankan dengan pengendalian terpadu dan mengurangi
penggunaan pestisida anorganik karena dikhawatirkan akan menimbulkan efek
farmakologis pada tanaman dan mengurangi kualitas simplisia yang dihasilkan.
I. Panen /an Pas4a Panen
a. !anen
1iri buah mahkota dewa yang siap dipetik antara lain6 kulit buah sudah berwarna merah
marun dan berbau manis seperti aroma gula pasir.
b. !asca !anen
"etelah di panen, setiap bagian tanaman mahkota dewa,terutama yang berkhasiat obat,
diberi perlakuan tertentu. !erlakuan tersebut meliputi penyortiran, pencucian, pemotongan,
pengeringan, penyangraian, dan perebusan yang segera dilakukan setelah mahkota dewa di
panen. !erlakuan ini tidak boleh ditunda-tunda karena penundaan dapat mempengaruhi
khasiat mahkota dewa. "etelah disortir, buah terpilih dibersihkan dengan air mengalir yang
bersih, buah yang sudah bersih dapat langsung diangin-anginkan selama sehari, lalu di
jemur di bawah sinar matahari sambil sering di bolak balik.
!engeringan buah secara utuh ini memang agak sulit, tetapi mempermudah dalam
pengonsumsiannya. Konsumen asing sering memesan buah mahkota dewa utuh yang
sudah kering untuk memudahkan pengenalan penampilan buah. "elain bentuk utuh,
buahpun dapat diberi perlakuan pengeringan setelah dipotong-potong agar cepat kering.
3amun, pemotongan buah dilakukan setelah dibersihkan. !engeringan buah ini
berlangsung sekitar /-: hari. 1iri khusus tanaman yang sudah kering adalah berat buahnya
14 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
sudah berkurang. #isalnya, berat awal saat masih segar * kg menjadi ,-/ons kering atau
beratnya menyusut .+-B+C.
:. D)agram al)r 1enanganan 1as4a1anen tanaman *(at mahk*ta /e+a
2.". U$) akt),)tas ()*l*g) %ahk*ta De+a 8 Phaleria macrocarpa)
#ahkota dewa yang merupakan tanaman yang bisa dikatakan mudah hidup
dikebun maupun di perkarangan rumah. Banyak sekali khasiat dari mahkota dewa ini yang
telah dimanfaatkan oleh ilmuan maupun masyarakat yang mengolahnya dengan cara
tradisional. Untuk membuktikan seberapa besar manfaat yang terkandung dalam mahkota
dewa ini, maka dilakukan uji biologis yang menggunakan beberapa perbandingan. (dapun
langkah-langkah yang dilakukan untuk perbandingan tersebut yaitu diantaranya 6
Pem(uatan Ekstrak A)r B)$) %ahk*ta De+a
!embuatan ekstrak dilakukan dengan cara infundasi dengan menggunakan pelarut
air. ,+ gram simplisia kering ditimbang kemudian dimasukan kedalam gelas kimia,
15 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
ditambahkan air suling steril sebanyak *++ ml selanjutnya dipanaskan di atas tangas
air selama *- menit terhitung mulai suhu 7+D 1 sambil sekali-kali diaduk, diserkai
legai panas dan ditambahkan air panas secukupnya melalui ampas sampai diperoleh
2olume infuse sebanyak *++ ml kemudian diuapkan sampai diperoleh //,/ml ekstrak air
perekat.
Pem(uatan Ekstrak Etan*l B)$) %ahk*ta De+a
!embuatan ekstrak dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut
etanol 7?C. B+ gram simplisia kering ditimbang kemudian dimasukan kedalam wadah,
direndam dengan etanol 7? C. #aserat disaring kemudian diuapkan sampai diperoleh .
gram ekstrak etanol kental. Kemudian disuspensikan dalam pensuspensi gom arab -C
hingga ,/,/ ml &konsentrasi /+C'.
Pen0)a1an %e/)a Agar
a. #edia "abouraud DeAtrosa (gar &"D('
"ebanyak *7,- gram serbuk "D( dilarutkan dalam /++ ml air suling steril yang
sebelumnya telah dipanaskan. "etelah larut dimasukan kedalam Erlenmeyer, disumbat
dengan kapas berlemak dan aluminium <oil, kemudian disterilkan dalam autoklaf selama
*- menit pada suhu *,*D 1.
b. #edia 3utrien &3('
"ebanyak *: gram serbuk 3( dilarutkan dalam -++ ml air suling yang sebelumnya
telah dipanaskan. "etelah larut dimasukan kedalam Erlenmeyer, disumbat dengan kapas
berlemak dan aluminium foil, kemudian disterilkan dalam autoklaf selama *- menit pada
suhu *,*D 1.
Pen0)a1an %)kr*(a U$)
a. !enyiapan Bakteri Uji
$nokulum bakteri dibuat dengan cara membiarkan bakteri dalam media nutrien
agar dan diinkubasi pada suhu /.D1 selama *B-,: jam. Biarkan disuspensikan dalam
larutan 3a1 * fisiologis steril, kemudian diencerkan dengan penambahan 3a1 *
16 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
fidiologis steril dan diukur transmitan pada -B+nm sehingga didapatkan suspensi bakteri
Staphylococcus aureus dengan harga transmitan ,/,-, C dan suspensi bakteri
Pseudomonas aeruginosa dengan harga transmitan ,:,*BC pada pengenceran *+ dari
konsentrasi semula.
b. !enyiapan )amur Uji
)amur dibiakan pada media "abouraud DeAtrosa (gar dan diinkubasikan pada
suhu ,, sampai ,-D 1 - hari. Biarkan disuspensikan dalam larutan 3a1 * fisiologis
steril, kemudian diencerkan dengan penambahan 3a1* fisiologis steril dan diukur
transmitan pada -B+ nm sehingga didapatkan suspensi jamur dengan harga transmitan
7,,- C pada pengenceran *+ dari konsentrasi semula.
Pengu$)an Akt)3)tas Ant)(akter) B)$) %ahk*ta De+a
"ebanyak * ml suspensi bakteri pada pengenceran *+ dimasukan ke *++ ml media
nutrien agar &3(' yang bersuhuF :-D 1. (gar inokula dituangkan kedalam masing-
masing cawan petri sebanyak ,+ ml, digeyangkan supaya merata dan dibiarkan memadat.
"etelah memadat dibuat sumur dengan menggunakan perforator &!encetak lubang'
berdiameter ? mm. !ada masing-masing cawan dibuat enam sumur, satu sumur untuk 8at
pembanding &(moksisiilin' dan - sumur untuk 8at uji. Ekstrak biji mahkota dewa
dengan berbagai konsentrasi pengenceran disiapkan pada tabung, kemudian dimasukan
kedalam sumur masing-masing sebanyak ,+ ul. !engujian dilakukan juga terhadap
(moksisisilin sebagai sntibiotika pembanding. !ada cawan petri yang lain dimasukan
pembawa sebanyak ,+ ul sebagai blangko. Untuk cawan petri yang berisi ekstrak biji
#ahkota Dewa tiap pengenceran ditandai dengan label 1*, 1,, 1/, 1:, dan 1- sedangkan
untuk (moksisilin diberi label (m. Kemudian diinkubasikan pada suhu /.D1 selama
*B-,: jam. Diameter hambat yang terbentuk diukur dengan menggunakan jangka sorong.
3. Pengu$)an Akt)3)tas Ant)$amur B)$) %ahk*ta De+a
1ara yang sama pada pengujian aktu2itas antibakteri diatas, dilakukan
terhadap kapang Candida albicans. #edia yang digunakan adalah "abouraud DeAtrosa
(gar&"D('. !embanding yang digunakan adalah 3istatin. Untuk cawan petri yang bersisi
ekstrak biji mahkota dewa tiap pengenceran ditandai dengan label 1*, 1,, 1/, 1:, dan 1-
17 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
sedangkan untuk 3istatin ditandai label 3i. Kemudian diinkubasikan pada suhu ,,D
samapai ,-D1 selama lima hari.
asil pengujian akti2itas ekstrak biji mahkota dewa &Phaleria macrocarpa'
menunjukan bahwa ekstrak air dan ekstrak etanol mempunyai akti2itas sebagai antibakteri,
yang ditunjukan dengan terdapatnya diameter daerah hambat pada media biakan
Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa lebih besar. Ekstrak air dan ekstrak
etanol tidak memiliki akti2itas sebagai anti jamur yang ditunjukan dengan tidak
terbentuknya diameter daerah hambat pada media biakan Candida albicans, sebagai
pembanding digunakan 3istatin *+++ U%ml yang menghasilkan rata-rata diameter
hambatan sebesar .,B+ mm. Ekstrak air dan ekstrak etanol biji #ahkota Dewa terhadap
bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa memberikan hambatan
terbesar pada konsentrasi /+C kemudian menurun dengan berkurangnya konsentrasi pada
pengenceran selanjutnya. (dapun diameter daerah hambat yang didapatkan pada perlakuan
dengan antibiotika (moksisilin *mg%ml sebagai pembanding diperoleh hasil yang lebih
besar dari pada yang dihasilkan oleh ekstrak air maupun ekstrak etanol biji #ahkota Dewa
konsentrasi /+ C.
Dari hasil perbandingan konsentrasi ambat #inimum ekstrak biji #ahkota Dewa
didapat bahwa ,+ ul ekstrak air konsentrasi /+C sebanding dengan +,B7. mg%ml
(moksisilin terhadap bakteri Staphylococcus aureus, ,+ ul ekstrak air konsentrasi /+ C
sebanding dengan +,B7, mg%ml (moksisilin terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa,
sedangkan perbandingan konsentrasi hambat minimum ekstrak etanol didapat bahwa ,+ ul
ekstrak etanol konsentrasi /+C sebanding dengan +,B*- mg%ml (moksisilin terhadap
bakteri Staphylococcus aureus, ,+ ul ekstrak etanol konsentrasi /+C sebanding dengan
+,B/* mg%ml (moksisilin terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa.
Dari pengujian tersebut, ekstrak air dan ekstrak etanol biji #ahkota Dewa mempunyai
akti2itas antibakteri berspektrum luas, dimana terdapatnya diameter daya hambat yang
relatif sama terhadap bakteri Staphylococcus aureus &Bakteri =ram !ositif' dan bakteri
Pseudomonas aeruginosa &Bakteri =ram negatif'.
18 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
BAB III
PENU#UP
3.1. .E'I%PULAN
#ahkota dewa &Phaleria macrocarpa' termasuk dalam famili Thymelaece.
Tanaman ini bisa ditemukan ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-
kebun sebagai tanaman peneduh. (sal tanaman mahkota dewa masih belum diketahui.
#enilik nama botaninya &Phaleria papuana', banyak orang yang memperkirakan tanaman
ini populasi aslinya dari tanah papua $rian )aya. Disana memang bisa ditemukan tanaman
19 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
ini. #ahkota dewa tumbuh subur ditanah yang gembur dan subur pada ketinggian *+-*,++
mdpl.
Tanaman mahkota dewa berupa perdu menahun yang tumbuh tegak dengan tinggi
*-,,- m. Batangnya bulat, permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah,
percabangan simpodial. Daunnya tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek,
bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip,
permukaan licin, warnya hijau tua, panjang .-*+ cm, lebar ,-- cm. Bunga keluar sepanjang
tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran kecil,
berwarna putih dan harum &(nonim, ,++7'.
Buah mahkota dewa bentuknya bulat dengan diameter /-- cm. !ermukaan buah
licin, dan beralur. Ketika muda, warna buah hijau dan setelah masak, warnanaya berubah
menjadi merah. Daging buah berwarna putih, berserat dan berair. Biji bulat, keras,
berwarna cokelat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecoklatan. !erbanyakan
dengan cangkok dan bijinya.
Bagian tanaman mahkota dewa yang dimanfaatkan sebagai obat adalah daun,
daging, dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah
dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.
Daun mahkota dewa mengandung antihistamin, alkoloid, saponin dan polifenol
&lignan'. Kulit buah mengandung alkaloid, saponin dan fla2onoid. Dan buah mahkota
dewa mengandung beberapa 8at aktif seperti &(nonim, ,++7' 6
*. (lkaloid yang bersifat detoksifikasi sehingga dapat menetralisir racun di dalam tubuh.
,. "aponin, yang bermanfaat sebagai6 sumber anti bakteri dan anti 2irus, meningkatkan
system kekebalan tubuh, meningkatkan 2italitas, mengurangi kadar gula dalam darah, serta
mengurangi penggumpalan darah.
/. <la2onoid yang bermanfaat dalam melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan
mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, mengurangi kandungan
kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah,
mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner, mengandung antiinflamasi
&antiradang', berfungsi sebagai anti-oksidan, serta membantu mengurangi rasa sakit jika
terjadi pendarahan atau pembengkakan
:. !olifenol yang berfungsi sebagai antihistamin &antialergi'
20 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
Untuk hasil pengujian akti2itas ekstrak biji mahkota dewa &!haleria macrocarpa'
menunjukan bahwa ekstrak air dan ekstrak etanol mempunyai akti2itas sebagai antibakteri,
yang ditunjukan dengan terdapatnya diameter daerah hambat pada media biakan
Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa lebih besar.
3.2. 'ARAN
Kami menyadari sepenuhnya bahwa, makalah ini tidak akan tercapai tanpa
bantuan dan dukungan dari dosen pembimbing, sumber-sumber, dan teman-teman. Untuk
itu, kami sangat harapkan kritik dan saran guna membenahi makalah ini.
DA2#AR PU'#A.A
(nonim. ,++7. #ahkota Dewa. . Diakses tanggal - Desember ,++7.
Erlan. ,++-. !engaruh berbagai media terhadap pertumbuhan bibit mahkota dewa
&!haleria macrocarpha &"cheff.' Boerl.' di polibag. )urnal (kta (grosia .6 .,-.-.
armanto, 3. ,++*. #ahkota Dewa 5bat !usaka !ara Dewa. (gromedia !ustaka,
)akarta.
21 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)
@akitan, B. *77-. <isiologi !ertumbuhan dan !erkembangan Tanaman. !T. 4aja
=rafindo !ersada, )akarta.
"utedjo, #.#., (.=. Kartasapoetra, dan 4.D.". "astroatmodjo. *77*. #ikrobiologi
Tanah. !T. 4ieneka 1ipta, )akarta.
Thomas. *77-. !engaruh #ulsa terhadap !ertumbuhan dan Efisiensi !enggunaan
(ir pada Bibit Karet Klon =T *. "embawa, "umatera "elatan.
;ijaya, #. 4e8a dan Tuherkih. *77:. !engelolaan !embibitan Tanaman Buah.
!enebar "wadaya, )akarta.
;inarto, ;.!. ,++/. #ahkota Dewa, Budidaya dan !emanfaatan untuk 5bat.
!enebar "wadaya, )akarta.
22 | MA H KO TA D E WA ( Phaleria macrocarpa)