Anda di halaman 1dari 12

Pengertian yayasan :

Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan
untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang
tidak
mempunyai anggota.

Organisasi yayasan :
Yayasan mempunyai organ yang terdiri atas Pembina, Pengurus, dan Pengawas. Pengelolaan
kekayaan dan pelaksanaan kegiatan yayasan dilakukan sepenuhnya oleh Pengurus. Pengurus
wajib membuat laporan tahunan yang disampaikan kepada Pembina mengenai keadaan
keuangan dan perkembangan kegiatan yayasan. Pengawas bertugas melakukan pengawasan
serta memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan.

Apakah pendiri Yayasan berhak mendapatkan keuntungan Yayasan?


Pendiri Yayasan berhak mendapatkan keuntungan Yayasan karena menurut UU no 16 tahun
2001 menyatakan bahwa Kekayaan

Yayasan

baik

berupa

uang,

barang,

maupun

kekayaan lain yang diperoleh Yayasan berdasarkan Undang-undang ini, dilarang


dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung kepada Pembina,
Pengurus, Pengawas, karyawan, atau pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap
Yayasan (pasal 5). Maka dari itu kami dapat menyimpulkan bahwa pendiri yayasan sebagai
sebagai pembina yayasan tidak berhak mendapatkan keuntungan ari yayasan tersebut.

Apakah dimungkinkan dalam suatu yayasan ada direktur?


Menurut pengaturan yang terdapat dalam UU no 16 tahun 2001 pasal 2 menyatakan bahwa
Yayasan mempunyai organ yang terdiri atas Pembina, Pengurus, dan*12700 Pengawas,
sehingga dimungkinkan saja akan adanya posisi direktur atau direksi dalam suatu yayasan
karena dalam hal ini Direktur atau Direksi termasuk dalam kategori sebagai pengurus.

Apakah pendiri boleh penjadi pengurus yayasan?


Pendiri tidak boleh penjadi pengurus yayasan karena berdasarkan pasal 7 (ayat 3) j.o pasal 28
(ayat 3) j.o pasal 29 UU no 16 tahun 2001 menyatakan bahwa (pasal 7 ayat 3 :Anggota
Pembina, Pengurus, dan Pengawas Yayasan dilarang merangkap sebagai Anggota Direksi
atau Pengurus dan Anggota Dewan Komisaris atau Pengawas dari badan usaha
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dan (pasal 28 ayat 3 : Yang dapat
diangkat menjadi anggota Pembina sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah orang
perseorangan sebagai pendiri Yayasan dan/ataumereka yang berdasarkan keputusan rapat
anggota Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan
Yayasan, serta pasal 29 Anggota Pembina tidak boleh merangkap sebagai anggota
Pengurus *12706 dan/atau

anggota Pengawas. Sehingga kelompok kami dapat

menyimpulkan bahwa anggota pembina adalah pendiri dari yayasan, maka dari itu sebagai
seorang pembina tidak boleh mimiliki jabatan rangkap menjadi pengurus yayasan.

Apakah yayasan wajib membayar pajak?


Menurut UU PPh, Yayasan adalah subjek pajak. Yayasan menjadi wajib pajak jika menerima
atau memperoleh penghasilan yang merupakan objek pajak. Namun, meskipun tidak
menerima atau memperoleh penghasilan yang merupakan objek pajak, Yasan tetap menjadi
wajib pajak jika memenuhi kriteria sebagai pemotong pajak. Sebagai contoh, Yayasan
bertindak sebagai pemotong PPh pasal 21 atas penghasilan berupa gaji, honorarium, upah,
tunjangan yang dibayarkan kepada karyawan/peserta kegiatan/pihak lain. Secara umum
pelaksanaan hak dan kewajiban Yayasan sama dengan bentuk usaha lain, kecuali hal-hal
khusus yang diatur tersendiri .

Pembina
(1) Pembina adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan
kepada
Pengurus atau Pengawas oleh Undang-undang ini atau Anggaran Dasar.
(2) Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi:

a. keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar;


b. pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurusdan anggota Pengawas;
c. penetapan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan;
d. pengesahan program kerja dan rancangan anggarantahunan Yayasan; dan
e. penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan.
(3) Yang dapat diangkat menjadi anggota Pembina sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
adalah
orang perseorangan sebagai pendiri Yayasan dan/ataumereka yang berdasarkan keputusan
rapat anggota Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan
tujuan Yayasan.
(4) Dalam hal Yayasan karena sebab apapun tidak lagi mempunyai Pembina, paling
lambat
dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal kekosongan, anggota Pengurus dan
anggota Pengawas wajib mengadakan rapat gabungan untuk mengangkat Pembina
dengan
memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3).
(5) Keputusan rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (4) sah apabila
dilakukan
sesuai dengan ketentuan mengenai korum kehadiran dan korum keputusan untuk perubahan
Anggaran Dasar sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang ini dan/atau Anggaran
Dasar.

Pengurus
Pengurus adalah organ Yayasan yang melaksanakankepengurusan Yayasan.Yang dapat
diangkat menjadi Pengurus adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan
hukum. Pengurus tidak boleh merangkap sebagai Pembina atau Pengawas
Susunan Pengurus sekurang-kurangnya terdiri atas:
a. seorang ketua;
b. seorang sekretaris; dan
c. seorang bendahara.
Dalam hal Pengurus sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) selama menjalankan tugas

melakukan tindakan yang oleh Pembina dinilai merugikan Yayasan, maka berdasarkan
keputusan rapat Pembina, Pengurus tersebut dapat diberhentikan sebelum masa
kepengurusannya berakhir. Ketentuan mengenai susunan dan tata cara pengangkatan,
pemberhentian, dan penggantian Pengurus diatur dalam Anggaran Dasar.

Pengawas
Pengawas adalah organ Yayasan yang bertugas melakukan pengawasan serta memberi
nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Yayasan. Yayasan memiliki Pengawas
sekurang-kurangnya 1

(satu) orang Pengawas yang wewenang, tugas, dan tanggung

jawabnya diatur dalam Anggaran Dasar. Yang dapat diangkat menjadi Pengawas adalah
orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum. Pengawas tidak boleh
merangkap sebagai Pembina atau Pengurus.

Prosedur dan Syarat dalam Pendirian Yayasan


1. Membentuk Susunan Pengurus Yayasan, yaitu:
-

Pembina

Pengawas

Ketua

Sekretaris

Bendahara

2. Perumusan Nama Yayasan


Persiapkan 3 (tiga) nama yayasan. 1 utama, dan 2 cadangan. Departemen Hukum dan HAM
akan menentukan nama yayasan yang disetujui. Proses konfirmasi nama yayasan
membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu.
3. Penentuan Bidang Fokus Yayasan
Tentukan bidang apa yang akan menjadi fokus yayasan, misal pendidikan, sosial, keagamaan,
lingkungan, dll.
4. Persiapan Syarat Administrasi Tahap I
-

Struktur organisasi (identitas pengurus yayasan)

Fotokopi KTP semua pengurus yayasan

5. Persiapan Anggaran Dasar

Anggaran Dasar digunakan sebagai kekayaan awal yayasan. Biasanya ini disisihkan dari
kekayaan pribadi pendiri yayasan.
6. Persiapan Syarat Administrasi Tahap II
Mengikutsertakan peranan notaris dan menyerahkan dokumen-dokumen dibawah ini :
-

Nama yayasan (disebutkan pada prosedur nomor 2)

Struktur organisasi dan fotokopi KTP pengurus yayasan (prosedur nomor 4)

NPWP dari pengurus yayasan

7. Pengajuan Pendirian Yayasan oleh Notaris


Setelah prosedur nomor 6, notaris akan mengajukan pendirian yayasan kepada Departemen
Hukum dan HAM. Hasil diterima kurang lebih 2 minggu dan akan disahkan dihadapan
notaris.
8. Akta Pendirian di tandatangani oleh pembina, ketua, sekretaris, dan pengawas yayasan
dihadapan notaris.
9. Pengajuan Anggaran Dasar oleh Notaris
Setelah prosedur nomor 8, notaris akan mengajukan Anggaran Dasar kepada Departemen
Hukum dan HAM untuk mendapatkan pengesahan dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk
10. Menerima Surat Pengesahan Yayasan yang telah ditandatangani oleh Kementerian
Hukum dan HAM

Persyratan

1. Ada Dewan Pembina minimal 1 orang


2. Dewan Pengawas Minimal 1 orang
3. Ada pengurus harian yang terdiri dari ketua, bendahara dan sekretaris
4. Photo Copy KTP semua anggota Yayasan/LSM
5. Surat Domisili Lembaga dari Kepala Desa Setempat
6. (Semua ini dibawa ke Notaris)
7. Notaris akan membuat copian Akta untuk persyaratan Pembuatan NPWP (peryaratan sama
dengan diatas)
8. Pengesahan ke DEPKUMHAM Jakarta (Setahun baru keluar) oleh Notaris,
9. Untuk biaya pembuatanb Akta Notaris sekitar Rp. 300.000,10. Untuk biaya pengurusan ke Jakarta relative tergantung negonya ama Notaris biasanya 2 juta
keatas

Catatan :
Tapi selama menunggu pengesahan dari Depkumham, lembaga sudah dianggap legal
karena telah memiliki akte Notaris.

Contoh yayasan

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) adalah organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan
kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker.

Tujuan YKI adalah mengupayakan penanggulangan kanker dengan menyelenggarakan


kegiatan di bidang promotif, preventif dan suportif.

Menyadari bahwa penanggulangan kanker hanya mungkin berhasil bila dilakukan oleh semua
pihak, maka YKI melaksanakan kegiatannya dengan bekerjasama dengan semua pihak, baik
pemerintah, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, swasta dan dunia usaha baik di
dalam maupun luar negeri. YKI memiliki cabang di seluruh Indonesia.

YKI menjalankan berbagai program penanggulangan kanker dengan memprioritaskan


pelaksanaan program pada 10 kanker utama berikut:

Kanker Leher Rahim


Kanker Payudara
Kanker Hati
Kanker Paru
Kanker Kulit
Kanker Nasofaring
Kanker Kolorektal
Leukemia
Trofoblas Ganas
Limfoma Malignum.

Sejarah

Proses pendirian Yayaan Lembaga Kanker Indonesia: R. Satoto Hoepoedio dan Istri meminta
kesediaan Dr. Moh. Hatta sebagai pendiri

Proses pendirian Yayaan Lembaga Kanker Indonesia: R. Satoto Hoepoedio dan Istri meminta
kesediaan Dr. Moh. Hatta sebagai pendiri
Masalah utama dalam penanggulangan kanker adalah kurangnya pengetahuan masyarakat
tentang kanker dan kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat untuk
mengurangi risiko kanker serta melakukan deteksi dini kanker. Akibatnya sebagian besar
kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi, sehingga memberikan beban
yang besar bagi pasien kanker dan keluarganya.

Berdasarkan kepedulian dan keprihatinan terhadap semakin banyaknya penderita kanker,


rendahnya pengetahuan masyarakat akan penyakit ini serta tingginya angka kematian
penderita akibat datang berobat pada stadium lanjut, 17 tokoh masyarakat dan pemerhati
kesehatan terpanggil untuk mendirikan Yayasan Lembaga Kanker Indonesia (YLKI) pada
tanggal 17 April 1977. Pendiri YLKI tersebut antara lain:

DR. Mohammad Hatta


Let. Jend. Ali Sadikin
Prof. DR. G.A. Siwabessy
Prof. Dr. Soedarto Pringgoutomo
R. Satoto Hoepoedio
Prof. Dr. Asmino
DR. Arifin M. Siregar.
Pada tahun 1987 YLKI diubah menjadi Yayasan Kanker Indonesia (YKI). YKI telah tercatat
dalam daftar yayasan di Depertemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Akte Notaris
Ati Mulyati SH., MKn. tanggal 3 Juni 2008. Logo dan nama Yayasan Kanker Indonesia pun
telah dipatenkan.

Ketua Umum pertama adalah Prof. Dr. Soedarto Pringgoutomo Sp.PA (1977-1978),
kemudian dilanjutkan oleh Ibu Karlinah Umar Wirahadikusumah (1978-2006).

Klik di sini untuk melihat Kepengurusan periode sekarang.

Kembali ke Atas

VISI: Masyarakat PEDULI Kanker

Memberikan (PE)rhatian bahwa kanker bukan hanya masalah individu atau keluarga mereka
yang terkena kanker.
Memberikan (DU)kungan baik moral maupun material sesuai dengan kemampuan dan
kapasitas kita.
Memberikan (LI)ndungan agar mereka yang terkena kanker merasa terayomi sehingga timbul
semangat diri untuk mencari solusi terbaik dalam upaya pengobatan maupun peningkatan
kualitas hidup pasien kanker.

VISI & MISI YAYASAN


MISI: Meningkatkan kepedulian masyarakat dalam penanggulangan kanker melalui
penyediaan layanan promotif, preventif, dan suportif.

YKI mengupayakan penanggulangan kanker dengan mengadakan berbagai kegiatan di


bidang promotif, preventif dan suportif serta menekankan akan pentingnya deteksi kanker
secara dini.

Moto YKI adalah:


Kanker dapat disembuhkan jika ditemukan dalam stadium dini

Guna mendukung program-programnya, YKI memiliki bidang-bidang yang secara terpadu


menjalankan program yang telah ditentukan. YKI melaksanakan kegiatannya melalui 5
bidang:

Bidang Organisasi
Tugas dan fungsi bidang organisasi adalah mengembangkan organisasi internal baik di Pusat
maupun di Cabang, dan meningkatkan hubungan eksternal dengan mitra yang bergerak di
bidang sejenis baik di dalam dan di luar negeri

Bidang Pelayanan Sosial


Bidang ini memberi pelayanan kepada masyarakat, dimulai dari program deteksi dini,
program santunan sitostatika dengan kriteria tertentu, bantuan biaya iur bayar radiasi di

RSUPN Cipto Mangunkusumo dan operasi bagi pasien kanker kurang mampu, serta
menyalurkan obat sitostatika dengan harga dasar. Selain itu YKI menyelenggarakan program
suportif bagi pasien kanker payudara dan serviks, pasien dengan stoma dan pasien pada
stadium terminal.

Bidang Pendidikan & Penyuluhan


Bidang ini memberikan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan.Untuk pendidikan, YKI
bekerjasama dengan berbagai organisasi profesi untuk memberikan pembekalan kepada
dokter baru lulus, perawat, sito screener dan masyarakat umum.Bidang ini mendukung
bidang Pelayanan Sosial dengan pelatihan Hospice Home Care, Reach to Recovery, pelatihan
relawan PPKS, pelatihan bagi ostomate dan pelatihan perawatan stoma bagi perawat.

Bidang Penelitian & Registrasi


YKI melalui bantuan sponsor telah membiayai penelitian-penelitian beberapa jenis kanker
Prioritas YKI, antara lain kanker payudara, serviks, kolorektal, hati, kulit dan lain-lain.
Dalam kegiatan registrasi kanker, YKI bekerja sama dengan Ikatan Ahli Patologi Anatomi
Indonesia mengembangkan registrasi kanker berbasis data patologi anatomi yang didapat dari
13 RS di Indonesia yang memiliki unit kanker. Hasil kegiatan Registrasi sudah diterbitkan
dalam bentuk buku dengan judul Kanker di Indonesia Tahun 2006: Data Histopatologik

Bidang Umum
Bidang Umum mendukung kelancaran seluruh kegiatan program kerja YKI. Tugas pokok
Bidang Umum adalah:
1. Penyediaan logistik berupa pengadaan barang dan jasa (aset, peralatan medis & nonmedis, obat-obatan, kerjasama dengan pihak ketiga)
2. Pemeliharaan aset YKI
3. Penggalangan dana.

KEPENGURUSAN YAYASAN

Pengurus Pusat Yayasan Kanker Indonesia


Masa Bakti 2011-2016

Ketua Umum
Prof.DR.Dr.Nila Moeloek, Sp.M(K)

Wakil Ketua Umum


Ir.Sylvia Harry Purnomo, MSc.

Sekretaris Umum
Dr.Lukiarti Rukmini, MPH

Wakil Sekretaris Umum


Dr.Ulfana Said Umar, MARS

Bendahara
Ny.Astuti Tunky Ariwibowo

Wakil Bendahara
Ny.Meiniar Ukas
Bidang I Organisasi

Ketua
Ny. Murniati Widodo AS

Anggota

Dr.Nuhonni A.Yatim
Drg. Titiek Imawati, Sp.Orth
Drg. Sally Sudrajat, Sp.OM
Bidang II Pelayanan Sosial

Ketua
Dr.Melissa S.Luwia, MHA

Anggota
Prof.Dr.Djajadiman Gatot, Sp.A(K)
DR.Dr.Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP
Dr.Sonar Soni Panigoro, Sp.B.Onk
DR.Dr.Laila Nuranna, Sp.OG(K)Onk
Bidang III Pendidikan dan Penyuluhan

Ketua
Dr.Yurni Satria, M.Phil, MHA

Anggota
Ny.Tatty Suroto, SKM
Ny.Sintha Uli Pakpahan, SKM
Ny.E.Soeminar Siregar Soeryakoesoemah
DR.Prasenohadi, Ph.D, Sp.P
Bidang IV Penelitian dan Registrasi

Ketua
Prof.Dr.Rukmini R.Mangunkusumo, Sp.PA

Anggota
Prof.Dr.Anwar Jusuf, Sp.P
Dr.Elisna Syahrudin, Sp.P, PhD

DR.Dr.Saptawati Bardosono, MSc


Bidang V Umum

Ketua
Ny.Retno Damayanti Rachmat Gobel

Anggota
Ny.Sri Romadhyati Harmoko
Ny.Hertoeti Soemitro
Ny.Amah Sulfiah Ambardy
Ny.Ammy Sutono Sudirdjo
Ny.Poppy Puspitasari Hayono Isman
Ny.Ani Sumadi
Ny.Bress Suhardjo
Ny.Haryati Susilo
Ny.Satuti Yamin
Ny.Yasni Aida
Ny.Dewi Jimmy, SE