Anda di halaman 1dari 4

Pengukuran Spektrum NMR

Spektrum NMR dapat dihasilkan dengan dua metode. Pertama, metode continuous wave
(CW), mirip dengan cara memperoleh spektrum optis, yangmana dengan cara ini sinyal absorpsi
diukur pada saat medan magnet eksternal, Bo divariasi, sedang frekuensi radionya tetap (fieldsweep) atau frekuensi radio divariasi, sedang medan magnet eksternalnya tetap (frequencysweep). Prisma pendispersi atau grating yang merupakan instrumen CW yang modern
menggunakan model frequency-sweep. Dalam teknik ini, frekuensi radio tidak divariasi dalam
range yang dapat mencakup semua inti yang secara magnetik aktif dan possible, tetapi hanya
divariasi

dalam

range

yang

sempit

sekitar

frekuensi

resonansi

dari

inti

yang

bersangkutan.tidaklah diperlukan pada frekuensi radio. Oskilator frekuensi radio menghasilkan


frekuensi radio yang bervariasi antara 1 10 KHz.
Misalnya:
1. Untuk memperoleh spektra 1H-NMR menggunakan suatu magnet dengan Bo = 21.150
gauss, frekuensi divariasi sekitar 90 MHz misalnya dari 90.000.000-90.001.000 Hz.
2. Untuk memperoleh spektra 13C-NMR dengan kekuatan medan magnet yang sama,
frekuensi divariasi pada range yang sempit sekitar 22,6 MHz.
Suatu instrumen dengan magnet berkekuatan 21.150 gauss, dimana 1H beresonansi pada 90
MHz, disebut suatu spectrometer 90 MHz. Frekuensi resonansi dari 1H disebut sebagai frekuensi
operasional dari instrumen. Dalam teknik CW ini, masing-masing tipe hidrogen (atau karbon)
dieksitasikan sendiri- sendiri, sehingga dibutuhkan waktu yang agak lama (beberapa menit)
untuk memperoleh spectrum NMR secara keseluruhan (lengkap).
Kedua metode Pulse Fourier Transform (PFT atau FT). Pada metode ini semua frekuensi
diberikan sekaligus sehingga semua inti mengalami resonansi, intensitas sinyal hampir sama
dengan noise, lalu dirunning berulang-ulang sehingga diperoleh intensitas sinyal yang lebih besar
dari pada noise, sehingga peak pada FT akan terlihat lebih jelas.
Kelebihan teknik FT dibanding CW adalah:
1. Lebih cepat
2. Lebih sensitif (karena ratio sinyal to noise ditingkatkan)
Kemudian sinyal-sinyal tersebut dipilah-pilah sehingga inti tertentu yang beresonansi pada
tertentu muncul sebagai peak yang berbeda.

Gambar 1. Sinyar Fourier Transform

Instrumen NMR dapat berupa NMR resolusi tinggi atau model puncak lebar. Hanya
NMR resolusi tinggilah yang dapat menguraikan struktur halus yang sesuai dengan puncak
absorpsi. Instrumen tersebut menggunakan medan magnet 7000 G. Sedang instrumen berpuncak
lebar digunakan untuk analisis unsur secara kuantitatif dan menelaah lingkungan fisis suatu inti.
Instrumen berpuncak lebar menggunakan magnit dengan kekuatan beberapa ribu gauss adalah
lebih sederhana dan lebih murah daripada NMR resolusi tingi. Untuk spektroskopi NMR resolusi
tinggi diperlukan model yang canggih
Langkah-langkah cara mengintepretasi spectra NMR
Adapun beberapa langkah untuk mengintrepetasi spectrum yang muncul pada NMR yaitu
sebagai berikut:
1. Jumlah Sinyal
Jumlah sinyal menunjukkan beberapa macam

terdapat dalam molekul


2. Kedudukan Sinyal

perbedaan dari proton-proton yang

Kedudukan sinyal merupakan ligkungan elektronik dari setiap proton, dimana kedudukan
sinyal ditunjukkan oleh pergeseran kimia () dalam ppm.
3. Intensitas Sinyal
Intensitas sinyal atau harga integrasi masing-masing sinyal diperoleh dari perbandingan
harga integrasi yang menyatakan jumlah proton dari setiap macam proton yang ada
4. Pemecahan (Spliting) Sinyal Menjadi Beberapa Puncak
Pemecahan (spilting) sinyal menjadi beberapa puncak dilihat dari sebuah proton dengan
lingkungannya atau proton-proton yang berdekatan/bertetangga
Analisis Kualitatif
Spektroskopi resonansi magnet inti proton (RMI) merupakan metode yang digunakan
untuk mengelusidasi struktur senyawa yang mengandung hidrogen terutama senyawa-senyawa
organik. Spektroskopi resonansi magnet inti proton (RMI) akan menghasilkan spektrum berupa
dominan frekuensi. Spektra RMI biasanya ditentukan dari larutan substansi yang akan dianalisis.
Untuk itu pelarut yang digunakan tidak boleh mengandung atom hidrogen, karena adanya atom
hidrogen pada pelarut akan mengganggu puncak-puncak spektrum. Pelarut yang digunakan
dalam melarutkan sampel biasanya CDCl3 dan D2O, yang berisi TMS sebagai refrensi internal.
Nilai pergeseran kimia, spin-spin splitting dan konstanta coupling merupakan nilai nilai yang
dapat saling diperbandingkan. Nilai-nilai tersebut akan memberikan

petunjuk mengenai

perbedaan lingkungan suatu atom hidrogen di dalam molekul. Studi struktur halus yang berupa
puncak-puncak berganda, memberikan petunjuk mengenai berbagai tipe H yang saling
berdekatan satu sama lainnya.
Umumnya untuk karakterisasi suatu senyawa, NMR digunakan bersama-sama. dengan
IR, UV, analisis elementer dan spektroskopi massa. Di dalam alkohol, pertukaran proton pada
gugus OH sedemikian cepat sehingga proton ini tidak mspin-spin dengan proton terdekatnya.
Akibatnya hanya tampak satu resonansi pada = 2,58 ppm. Proton-proton metilen mengadakan
coupling dengan proton-proton metil, memberikan triplet pada = 1,22 ppm, proton hidroksil
tidak menghasilkan spliting tetapi proton metil menghasilkan spliting pada = 3,70 ppm. arena
OH lebih elektronegatif daripada karbon, kerapatan elektron bergeser dari gugus CH 2. , sehingga
akibatnya terjadi efek deshielding diamagnetik ( 1,20 sampai 1,35 ppm). Demikian juga proton
pada asetil asetat yang berdekatan dengan gugusan karbonil bersifat kurang shielding yang akan
memberikan resonansi pada = 2,03, sedangkan proton metilen muncul sebagai kuartet pabda =
4,12 ppm.
.

Analisis Kuantitatif
Kesebandingan antara luas puncak sinyal dengan banyaknya inti dapat dimanfaatkan
dalam analisis kuantitatif. Bila tidak terdapat tumpang tindih antara sinyal, luas puncak dapat
digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu senyawa, bila luas sinyal tiap proton diketahui.
Luas puncak sinyal dapat distandarisasi dengan standar dalam. Untuk tujuan ini, senyawasenyawa turunan silicon organic paling tepat digunakan. Masalah utama dalam analisis
kuantitatif adalah efek saturasi. Efek ini dapat diatasi dengan pengendalian waktu relaksasi ;
sumber dan laju scaning. Dalam analisis kuantitatif, NMR biasanya digunakan menentukan air
dalam produk makanan, bahan baku kertas dan materi-materi hasil pertanian. NMR dapat juga
digunakan untuk analisis elemental.
Kadangkala interpretasi spectrum NMR memerlukan reagen penggeser. Shiff reagen.
Reagen ini dapat menguraikan puncak absorbsi dan memisahkan puncak-puncak yang tumpang
tindih, sehingga memudahkan interpretasi. Reagen penggeser ini meliputi komplek dari Eu atau
Pr, misalkan kompleks dipivalometana Pr(PPM)3. Ion Pr dalam komplek netral ini mampu
memperbesar kondisinya melalui interaksi dengan pasangan electron sendiri. Pelarut yang
digunakan biasanya pelarut non polar seperti CCl4, CDCl3 C6D6,Eu(DPM)3 memberikan
pergeseran pada medan yang lebih lemah.
Dalam analisis kuantitatif, NMR memiliki kelebihan, yaitu tidak diperlukannya zat
murni. Tetapi yang diperlukan adalah pembanding, yaitu standard dalam yang murni. Standar
dalam ini dapat diperoleh dari setiap senyawa yang mempunyai spektrum karakteristik yang
tidak tumpangasuh dengan sampel. Analisis kuantitatif, NMR biasanya digunakan untuk
menentukan air dalam produk makanan, bahan baku kertas dan materi-materi hasil pertaniaN.
NMR dapat juga digunakan untuk analisis elemental.