0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
372 tayangan18 halaman

Tatalaksana Insulin pada Diabetes Anak

Dokumen tersebut membahas tentang pengelolaan diabetes melitus tipe 1 pada anak, termasuk jenis-jenis insulin, pendekatan tatalaksana DM, prinsip berbagai regimen insulin, dan prinsip penyesuaian dosis insulin. Dokumen ini juga menjelaskan faktor yang mempengaruhi penyesuaian dosis insulin, data yang dibutuhkan, dan berbagai regimen insulin seperti terapi konvensional, terapi intensif, basal bolus, dan pompa insulin.

Diunggah oleh

tomyeffendi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
372 tayangan18 halaman

Tatalaksana Insulin pada Diabetes Anak

Dokumen tersebut membahas tentang pengelolaan diabetes melitus tipe 1 pada anak, termasuk jenis-jenis insulin, pendekatan tatalaksana DM, prinsip berbagai regimen insulin, dan prinsip penyesuaian dosis insulin. Dokumen ini juga menjelaskan faktor yang mempengaruhi penyesuaian dosis insulin, data yang dibutuhkan, dan berbagai regimen insulin seperti terapi konvensional, terapi intensif, basal bolus, dan pompa insulin.

Diunggah oleh

tomyeffendi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2/23/2011

Tim MODUL DM
UKK ENDOKRIN
IDAI

Objectives
Menjelaskan jenis-jenis insulin dan farmakokinetiknya.

Menjelaskan pendekatan umum tatalaksana DM pada anak.


Menjelaskan prinsip-prinsip dasar berbagai regimen insulin.
Menjelaskan prinsip-prinsip dasar penyesuaian dosis
insulin pada anak dengan DM.

2/23/2011

Jakarta, 11-13 Mei 2008

Pelatihan DM tipe 1 dan KAD

Faktor yang mempengaruhi


penyesuaian dosis insulin
Diabetes
Insulin

Jenis.
Regimen basal bolus / insulin pump, konvensional.
Target GD usia, fase diabetes.
Aktivitas fisik teratur, ekstra.
Makanan menu tetap, menu tambahan.
Penderita
Edukasi
Psikologis

Sosio-ekonomi

2/23/2011

Data yang diperlukan


Gula darah.
Carbohydrate counts .
Dosis & fisiologi insulin.

Aktivitas fisik .
Ada tidaknya stress (penyakit SICK DAYS MANAGEMENT-dll).
Situasi honeymoon period, pubertas, camping, dsb.

Terapi insulin
Terapi konvensional
Jumlah suntikan 1-2 kali/hari.

Terapi intensif
Multiple daily injection (MDI), Basal Bolus
Monitor GD > 2 x/hari (4-7 x/hari).

2/23/2011

Insidens kumulatif penyakit kardiovaskular pasien DM Tipe 1


dalam terapi konvensional dan intensif

Insidens kumulatif Retinopati proliferatif

100

Percent

80
60
Konvensional
40
20
Intensif
0

19

29

39

49

59
Age

69

79

89

99
DCCT

2/23/2011

Insidens kumulatif Nefropati Klinis (albuminuria)

Persentase

100
80

Konvensional

60
40

Intensif

20
0

19

29

39

49

59

Usia (tahun)

69

DCCT

Harapan hidup
Persentase
Hidup
100
80
60

Intensif

40

Konvensional

20

0
12

22

32

42

52

62

72

82

92

100

Usia (tahun)
DCCT

2/23/2011

Fisiologi gula darah & insulin


Kadar gula darah pada orang
normal / non-diabetik

Kadar insulin pada orang


normal / non-diabetik

Makan
Siang

Waktu (jam)

Makan
Malam

Sarapan

Makan
Malam

Makan
Siang

Insulin serum
(pMol/L)

Gula darah (mg/dl)

Insulin Alamiah
Sarapan

Waktu (jam)

Regimen insulin
Bertujuan untuk meniru respons insulin alamiah
terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi GD
Insulin basal
Insulin bolus

2/23/2011

Tujuan terapi insulin

Menyerupai sekresi insulin endogen sekresi basal


(50% dari insulin total/hari) dan sekresi fase cepat
yeng mengikuti intake makanan (bolus).

Profil berbagai jenis insulin

Insulin Inhalasi

Waktu (jam)

2/23/2011

Regimen Insulin

Regimen insulin
Regimen

Keunggulan

Kelemahan

Standar/Konvensional (bid):
campuran intermediate &
short/ rapid)

Mudah

Kaku/ tepat waktu, kurang


cocok bila berolahraga,
keberhasilan kontrol
metabolik optimal rendah

Intensif ( 3 kali/hari) :

Kontrol metabolik lebih baik,


lebih fleksibel

Monitoring gula darah lebih


sering, lebih sulit untuk
dimengerti atau dituruti
penderita / keluarga, risiko
hipoglikemia tinggi.

Basal Bolus

Sangat fleksibel, hipoglikemia Edukasi harus lebih intens,


jarang, kontrol metabolik
konsep dasar lebih sukar
sangat baik
dimengerti

Pompa

Suntikan jarang, kontrol


metabolik terbaik,
hipoglikemia jarang

Mahal, sulit, alat perlu


dilepaskan pada saat-saat
tertentu

2/23/2011

Efek insulin PADA GULA DARAH


PEMBERIAN INSULIN NPH

KADAR GULA DARAH


PREPRANDIAL

SARAPAN

SARAPAN

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

< TIDUR

< TIDUR

SARAPAN

SARAPAN

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

Efek insulin PADA GULA DARAH


PEMBERIAN INSULIN RAPID

KADAR GULA DARAH

SARAPAN

SARAPAN

MAKAN
MAKAN SIANG
SIANG

MAKAN SIANG

Snack sore

Snack sore

< TIDUR

< TIDUR

2/23/2011

Bila kadar GD sebelum sarapan tinggi


insulin kerja
menengah
atau
Panjang

7 8
waktu

10

11

12

sarapan

Makan siang

10

11

Makan malam

12

tidur

Bila kadar GD sebelum makan siang & malam tinggi


Insulin basal atau
Insulin regular/ kerja cepat

7 8
waktu

Sarapan

10

11

12

Makan siang

Makan malam

10

11

12

Tidur

10

2/23/2011

TARGET GULA DARAH BERDASAR USIA


HbA1c (%)

PrePrandial
(mg/dl)

PostPrandial
(mg/dl)

Bayi, Balita,
Prasekolah

<7.5 8.5

100 180

<200

Usia Sekolah

<8.0

70 150

<200

Remaja

<7.5

70 -150

<180

Ideal

Baik

Cukup

Buruk

Puasa

70-120

80-180

160-200

> 200

2 jam PP

80-160

160-180

180-200

> 200

Doubled Edged Sword of Glucose Control

Hypoglycemia
Seizure and/or
Coma Death

Retinopathy
Neuropathy
Nephropathy

10

11

12

HgbA1c

11

2/23/2011

Penyesuaian dosis insulin


Dua kali suntikan:
Bila GD tinggi pada:

Dosis insulin yang ditambah

Sarapan atau subuh


Makan siang
Makan malam
Sebelum tidur

Malam intermediate-acting
Pagi short-acting
Pagi intermediate-acting
Malam short-acting

Bila GD rendah pada:


Sarapan atau malam
Makan siang
Makan malam
Sebelum tidur

Dosis insulin yang dikurangi


Malam intermediate-acting
Pagi short-acting
Pagi intermediate-acting
Malam short-acting

2-3 kali suntikan:


GD Tinggi:

Dosis insulin yang ditambah

Sarapan

Malam intermediate- acting

Makan siang

Sarapan short-acting

Makan malam

Sarapan intermediate-acting

Sebelum tidur

Makan Malam short-acting

GD rendah :

Dosis insulin yang dikurangi

Sarapan

Malam intermediate- acting

Makan siang

Sarapan short-acting

Makan malam

Sarapan intermediate-acting

Sebelum tidur

Makan Malam short-acting

12

2/23/2011

Regimen Basal-bolus (multiple injection):


GD Tinggi:

Dosis insulin yang ditambah

Sarapan

Malam long-acting/ekstra bolus

Makan siang

Sarapan rapid-acting/ekstra bolus

Makan malam

Makan siang rapid-acting/ekstra


bolus

Sebelum tidur

Makan Malam rapid-acting/ ekstra


bolus

GD rendah:

Dosis insulin yang dikurangi

Sarapan

Malam long-acting

Makan siang

Sarapan rapid-acting

Makan malam

Makan siang rapid-acting

Sebelum tidur

Makan malam rapid-acting

Operasi kecil (< 3 jam)


Insulin:
Pagi: insulin kerja menengah, 1/2 -2/3 dari DTH (Dosis Total Harian)

GD > 360 mg/dL beri dosis kecil insulin kerja cepat/pendek


(rapid/short-acting)
Malam hari: beri insulin kerja menengah, 1/3 DTH

Cairan:
glucosa 5% intravena, jumlah cairan sesuai usia .

Monitoring GD:
Tiap 12 jam
Kadar berkisar antara 1014 mmol/l (180-250mg/dL)

13

2/23/2011

Operasi besar (> 3 jam)


Insulin dan cairan:
Cairan infus mengandung Glukosa 5% dan 20-40 mmol/l NaCl
(volume rumatan).
10 IU insulin kerja pendek dalam 100 ml 0.9 % saline

Monitoring GD:
Tiap 12 jam .
Berkisar antara 6-14 mmol/l (110-250 mg/dL).
Bila < 5 mmol/l (90 mg/dL) kurangi kecepatan infus.
Teruskan terapi per iv sd asupan makanan baik.

Infus Insulin

Tambahkan 50 unit insulin ke dalam 50 ml NaCl fisiologis 0,9% menjadi larutan


1 unit insulin/ml; letakkan pada syringe pump dan beri label
Mulai infus dengan dosis :
0,025 ml/kg/jam ( misalnya (0,025 U/kg/jam) jika kadar gula darah < 110 130
mg/dl
0,05 ml/kg/jam jika kadar gula darah antara 130 210 mg/dl
0,075 ml/kg/jam jika kadar gula darah 210 270 mg/dl
0,1 ml/kg/jam jika > 210 mg/dl

Pertahankan GD antara 90 -180 mg/dl sesuai jenis operasi dengan cara


menyesuaikan dosis infus insulin per jam
GD harus dipantau setiap jam selama pasien dalam infus insulin
Jangan hentikan infus insulin apabila GD < 55 - 90 mg/dL karena dapat
menyebabkan rebound hyperglicemia. Kurangi kecepatan infus insulin.
Infus insulin dapat dihentikan sementara apabila GD < 55mg/dL tetapi hanya
untuk 5-10 menit

14

2/23/2011

Insulin Basal-Bolus
Cara menghitung insulin basal
Contoh kebutuhan insulin total/hari dengan regimen split-mix: 32 U
Total insulin basal bolus = 75% x 32 U = 24 U
Dosis basal insulin = 50% X 24 U = 12 U
Diberikan insulin long acting (detemir/glargine) = 12 U saat akan
tidur (single dose), atau sesuai dengan pola pasien (tailor made)
Menggunakan CSII / pompa insulin = 12 U : 24 jam = 0,5 U/jam
(insulin rapid acting = insulin pump)

Insulin Basal-Bolus
Menghitung rasio insulin : karbohidrat
(Menentukan dosis insulin bolus)
Insulin bolus untuk makan
= 50% x 24 U = 12 U
Kebutuhan kalori/hari, misal 1900 kal/hari
Kalori dari KH
= 50% x 1900 kal = 950 kal/hari
Gram KH
= 950 : 4 (kal) = 240 gram
Rasio insulin : karbohidrat

= 12 : 240
= 1 : 20
(sehingga 1 U insulin dapat menurunkan 20 gram KH)
Dalam sehari makan 240 gram KH
3x makan, masing2 a 60 gram KH
(setiap makan diberikan insulin bolus 3 U)
2x snack, masing2 a 30 gram KH
(setiap mengkonsumsi snack diberikan insulin bolus 1,5 U)

15

2/23/2011

Dosis koreksi
Rumus 1800

Rumus 1500

1800/ Dosis total harian

1500/ dosis total harian

mg/dL GD yang

mg/dL GD yang dapat

diturunkan oleh 1 IU

diturunkan oleh 1 IU insulin

insulin kerja cepat.

regular/kerja pendek.

GD terukur GD target

Dosis koreksi =
Hasil Rumus 1800 atau 1500

Contoh dosis koreksi


GD terukur 180 mg/dL
GD target 120 mg/dL
Dosis total Harian : 50 IU
Memakai Insulin Regular
1. GD terukur - GD target = 60 mg/dl
2. Rumus 1500 = 1500/50 = 30
3. Insulin Regular ekstra= 60/30 = 2U untuk
menurunkan GD dari 180 menjadi 120 mg/dl

16

2/23/2011

Efek subuh (Dawn effect)


Hiperglikemia pada pagi hari
Akibat dosis insulin kurang kerja insulin habis.
Tatalaksana
Pantau GD jam 24.00, 02.00, 03.00, pagi sebelum makan.
(HIPERGLIKEMIA)
Penyesuaian dosis sebelum makan malam
(penambahan 10-20% dari dosis total harian).

Efek Somogyi
Hiperglikemia pada pagi hari
Efek hiperglikemia pada pagi hari setelah hipoglikemia (rebound effect).
Akibat pemberian insulin yang berlebihan, maka terjadi hipoglikemia
pada malam hari (jam 02.00 03.00)
tubuh berusaha mengatasi hipoglikemia
Efek hiperglikemia diakibatkan kerja hormon anti insulin/ hormon
glikogenik (proses fisiologis).
hiperglikemia
Tatalaksana
Penyesuaian dosis insulin malam hari
(dikurangi 10% dari dosis total harian), atau
Menambah snack sebelum tidur

17

2/23/2011

Terima kasih

18

Anda mungkin juga menyukai