Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


LBP (Low Back Pain) adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung
bawah, dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikuler atau keduanya. Nyeri
yang berasal dari daerah punggung bawah dapat menuju ke daerah lain atau
sebaliknya, nyeri yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung
bawah (reffered pain / nyeri yang menjalar). 80% manusia dalam perjalanan
hidupnya pernah menderita LBP. Penderita LBP mempunyai tingkat rekuren
(kekambuhan) yang tinggi terutama pada penderita dengan berat badan berlebih,
gaya hidup santai akan tetapi secara psikis sering stress. Sedikit sekali penderita
yang mengerti bahwa bila kita memiliki otot yang kuat dan sikap tubuh yang
tegap akan dapat mencegah nyeri punggung. Hal tersebut kemudian menimbulkan
anggapan (yang salah) bahwa keadaan LBP sebagai hal yang wajar sejalan dengan
bertambahnya usia dan atau akibat kerja terlalu berat, salah mengangkat beban
berat, atau ranjang yang terlalu empuk.
Mengingat tingginya angka kejadian LBP, maka tidaklah bijaksana untuk
melakukan pemeriksaan laboratorium yang mendalam secara rutin pada tiap
penderita, dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang seksama dan
dibantu oleh pemeriksaan penunjang yang terarah, maka penyebab LBP dapat
ditegakkan pada sebagian besar penderita.
Hernia Nukleus pulposus (HNP) atau Potrusi Diskus Intervertebralis (PDI)
adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada diskus intervertebralis ke
dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) atau nucleus pulposus yang terlepas
sebagian tersendiri di dalam kanalis vertebralis (rupture discus). Nyeri tulang
belakang dapat dilihat pada hernia diskus intervertebral pada daerah lumbosakral,
hal ini biasa ditemukan dalam praktek neurologi. Hal ini biasa berhubungan
dengan beberapa luka pada tulang belakang atau oleh tekanan yang berlebihan,
biasanya disebabkan oleh karena mengangkat beban/ mengangkat tekanan yang
berlebihan (berat). Hernia diskus lebih banyak terjadi pada daerah lumbosakral,
juga dapat terjadi pada daerah servikal dan thorakal tapi kasusnya jarang terjadi.

HNP sangat jarang terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi terjadi dengan umur
setelah 20 tahun.
Pada saat berdiri, tulang belakang memiliki fungsi sebagai penyangga
berat badan, sedangkan pada saat jongkok atau memutar, tulang belakang
memiliki fungsi sebagai penyokong pergerakan tersebut. Struktur dan peranan
yang kompleks dari tulang belakang inilah yang seringkali menyebabkan masalah.
Oleh karena pentingnya fungsi tulangtulang vertebra dan saraf yang
keluar dari intervertebral space, kita perlu mengetahui tanda dan gejala bila
terjadi gangguan, serta penatalaksanaannya dibidang rehabilitasi medik untuk
meningkatkan kesembuhan pasien.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa definisi LBP (low back pain) dan epidemiologinya?
2. Apa penyebab LBP?
3. Apa saja faktor resiko yang mendukung terjadinya LBP?
4. Dimana lokasi terjadinya LBP?
5. Bagaimana penegakkan diagnosa dan pengobatan dari LBP?
6. Apa definisi, etiopatofisiologi, gejala, penegakkan diagnosa dan
penatalaksanaan HNP (Hernia Nukleus Pulposus)?

1.3 Tujuan dan Manfaat


Adapun manfaat dari penulisan laporan kasus ini agar dapat meningkatkan
kemampuan dan pengetahuan bagi penulis dan pembaca terutama dibidang
rehabilitasi medik pada pasien Low Back Pain / LBP.