Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

RINGKASAN

4.1. Ringkasan
Kasus seorang anak perempuan usia 21 bulan dengan diagnosis kejang
demam simplek atas dasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penunjang. Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada
kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38C) yang disebabkan oleh suatu
proses ekstrakranium. Pada kasus ini demam terjadi karena adanya infeksi
bakteri pada saluran pernafasan bagian bawah yaitu Bronkopneumonia.
Bronkopneumonia merupakan peradangan pada parenkim paru yang
melibatkan bronkus/ bronkiolus dan proses peradangan ini menyebar
membentuk bercak-bercak infiltrat yang berlokasi di alveoli paru.
Diagnosis dapat ditegakkan berdaarkan anamnesis, pemeriksaan fisik,
ditunjang dengan pemeriksan laboratorium dan radiologi untuk mengetahui
adanya kelainan pada organ paru dan menegakkan diagnosis serta
mencegah terjadinya komplikasi.
Penatalaksanaan

pada

kasus

ini

dengan

kejang

demam

dan

bronkopneumonia harus secara komprehensif, meliputi penatalaksanaan


medikamentosa dan non medikamentosa. Pada kasus ini memiliki
progonosis yang baik karena pemberian terapi yang tepat dan adekuar serta
sangat kecil kemungkinan mengalami kecacatan atau kelainan neurologis
maupun kematian.

35

36

DAFTAR PUSTAKA
AAP. Practice parameter: Longterm treatment of the child with simple febrile
seizures Pediatr 1999; 103:1307-9.
Abdoerrachman, Affandi, Agusman, dkk. Bronkopneumonia. Buku Ajar Ilmu
Kesehatan Anak jilid I. Fakultas Kedokteran UI, Infomedika Jakarta,2007; Hal
1228-1235
Baumer JH. Evidence based guideline for post-seizure management in children
presenting acutely to secondary care. Arch Dis Child 2004; 89:278-280.
Behrman, Vaughan. Bronkopneumonia. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, edisi 15
vol2. 2000; Hal 883-889
CDC. Guidelines for Preventing Health-Care-Associated Pneumonia, 2003.
Recommendations of the CDC and the Healthcare Infection Control Practices
Advisory Committee. MMWR 2004; 53(No. RR-3).
Correa Armando.G, Starke Jeffrey R. Kendigs Disorder of the Respiratory Tract
in Children: Bacterial Pneumoniasi, Sixth Edition. WB. Saunders Company
Philadelphia, London, Toronto, Montreal, Sydney, Tokyo. 1998.
Crocetti M, Moghbelli N, Serwint J. Fever phobia revisited: Have parental
misconceptions about fever changed in 20 years. Pediatric 2001(107); 1241-6.
Dorland. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 29. EGC. Jakarta.
Fauci, Braunwald, Kasper, et al. 2008. Harrison's Principles of Internal Medicine
17th edition. The McGraw-Hill Companies, Inc: New York.
Finkelstein JA, Christiansen CL, Platt R. Fever in Pediatric primary
care:Occurrence, management and outcome. Pediatrics 2000(105);260-6
Fukuyama Y, dkk. Practical guidelines for physician in the management of febrile
seizures. Brain Dev 1996; 18:479-484.
Green, Lawrence W., et al. 1980. Health Education Planning A diagnostic
Approach. First Edition. California: Mayfield Publishing Company.
Guyton, Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Buku Kedokteran EGC. Jakarta :
2008. Hal 633.

37

Kayman H. Management of Fever: making evidence-based decisions. Clin


Pediatr. Jun 2003 (42); 383
Knudsen FU. Recurrence risk after first febrile seizure and effect short term
diazepam prophylaxis Arch Dis Child 1996; 17:33-8.
Knudsen FU. Practical management approaches to simple and complex febrile
seizures. Dalam: Baram TZ, Shinnar S, eds, Febrile seizures. San Diego:
Academic Press 2002. h. 1-20.
Konsensus Pneumonia. Bagian Pulmonologi FKUI/RSUP Persahabatan. Jakarta :
2000.
Lau AS, Uba A, Lehman D. Infectious Diseases. Dalam: Rudolph AM, Kamei
RK, Overby KJ, penyunting. Rudolphs fundamental of pediatrics. Edisi ke-2.
New York:McGraw-Hill. 2002;312-7.
McCarthy PL. Fever in infants and children. Dalam: Mackowiak, penyunting.
Fever: basic mechanism and management. Edisi ke-2. Philadelphia: LippincottRaven Publihers. 1997; 351-61.
Millichap JG. Management of febrile seizures: current concepts and
recommendations

for

Phenobarbital

and

electroencephalogram.

Clin

Electroencephalogr 1991; 22:5-10.


OBrodovich Hugh M, Haddad Gabriel G. Kendigs Disorder of the Respiratory
Tract in Children: The Functional Basis of Respiratory Pathology and
Disease, Sixth Edition. WB. Saunders Company Philadelphia, London,
Toronto, Montreal, Sydney, Tokyo. 1998.
Pasterkamp Hans. Kendigs Disorder of the Respiratory Tract in Children :The
History and Physical Examination , Sixth Edition. WB. Saunders Company
Philadelphia, London, Toronto, Montreal, Sydney, Tokyo. 1998.
Pedoman Terapi Ilmu Kesehatan Anak, Unpad. Bandung : 2005.
Plipat N. Hakim S, Ahrens WR. The febrile child. Dalam: Strange GR, Ahrens
WR, Lelyveld S, Schafermeger RW, penyunting. Pediatric emergency
medicine. Edisi ke-2. New York:McGraw-Hill.2002; 315-24.
Pusponegoro, H.D., dkk. 2006. Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam.
Badan Penerbit IDAI. Jakarta.

38

Reinhard V. Putz, Reinhard Pabst. Atlas Anatomi Manusia Sobotta Jilid 2. Edisi
21. Buku Kedokteran EGC. Jakarta : 2000. Hal 99.
Price, Sylvia A, Lorraine M, dkk. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit edisi 6. Jakarta: EGC.2006; 709-712
Robbis, dkk. 2007. Buku ajar patologi. Edisi 7. Volume 2. EGC. Jakarta.
Sectish Theodore C, Prober Charles G. Nelson Textbook of Pediatrics :
Pneumonia. Edisi ke-17. Saunders. 2004.
Setiowati L, Asih R, Mahmuri, Kuliah Tatalaksana Bronkiolitis, Divisi
Respirologi bagian Ilmu Kesehatan Anak, FK UNAIR RSU Dr. Soetomo,
Surabaya : 2005
Shinnar S. Febrile seizures Dalam: Swaiman KS, Ashwal S, eds. Pediatric
Neurology principles and practice. St Lois: Mosby 1999. h. 676-82.
Stafstrom CE. The incidence and prevalence of febrile seizures. Dalam: Baram
TZ, Shinnar S, eds, febrile seizures, San Diego: Academic Press 2002. h. 1-20.
Victor Nizet, Vinci RJ, Lovejoy FH. Fever in children. Pediatr Rev. 1994 (15);
127-34.
Wong V, dkk. Clinical Guideline on Management of Febrile Convulsion. HK J
Paediatr 2002;7:143-151