Anda di halaman 1dari 8

Aspek Permukiman

Permukiman adalah bagian bumi yang dihuni manusia, meliputi sarana


dan prasarana yang menunjang kehidupan penduduk yang menjadi satu
kesatuan dengan tempat tinggal yang bersangkutan. Pada mulanya,
manusia memilih tempat tinggal atau permukiman dengan syarat-syarat:
1.

Cukup air

2.

Tanahnya subur

3.

Mudah untuk lalu lintas dan angkutan

4.

Mudah untuk menacari lapangan kerja

5.

Terlindung dari binatang buas

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman, yaitu


faktor fisis, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan sebagainya.
1.

Faktor fisis, meliputi:

1)

Keadaan tanah,

2)

Keadaan hidrografi,

3)

Iklim,

4)

Morfologi,

5)

Sumber daya lainnya

1.

Faktor sosial, meliputi:

1)

Karakter demografinya,

2)

Struktur dan organisasi sosial,

3)

Relasi sosial antar penduduk yang menghuni permukiman.

1.

Faktor budaya, meliputi:

1)

Tradisi setempat

2)

Daya seni

3)
1.

Kemampuan teknologi dan iklim pengetahuan penduduk


Faktor ekonomi, meliputi:

1)

Harga tanah

2)

Kemampuan daya beli penduduk

3)

Lapangan penghidupan

4)

Transportasi dan komunikasi

1.

Faktor politik, maliputi:

1)

Keadaan Negara dan pemerintahan

2)

Peraturan dan kebijakan

Berikut ini akan diulas mengenai kondisi di permukiman pedesaan,


perkotaan, serta perencanaan dan pengembangan daerah permukiman.
1.

Permukiman di Daerah Pedesaan

Persoalan yang paling penting tentang permukiman di daerah pedesaan,


yaitu mengenai perencanaan. Daerah pedesaan yang umumnya di dentik
dengan daerah pertanian, pola permukimannya di pengaruhi oleh
pertanian yang bersangkutan. Permukiman yang rapat berkembang di
daerah yang subur tanahnya.
Permukiman di desa nelayan lingkungannya buruk sekali. Untuk
menciptakan permukiman yang sehat dan memenuhi syarat di perlukan
bimbingan dan pengarahan dari pihak yang berwenang.
1.

Permukiman di Daerah Perkotaan

Permukiman di daerah perkotaan lebih kompleks dari pada di daerah


pedesaan. Penduduk perkotaan beraneka ragam tentang pekerjaan,
pendidikan, dan sosial budayanya. Kualitas tempat tinggal penduduknya
juga bervariasi, mulai dari rumah mewah sampai gubuk yang tidak layak
dihuni.

Permukiman penduduk kota, semakin padat malah semakin menimbulkan


masalah. Hal tersebut karna adanya pertumbuhan penduduk kota yang
besar, baik dari kelahiran maupun perpindahan penduduk dari pedesaanu,
Oleh karena itu, di kota banyak timbul tempat tinggal penduduk yang
kumuh (slum).
1.

Perencanaan dan Pengembangan Daerah Permukiman

Untuk meningkatkan kesejahtreraan penduduk, daerah permukiman


penduduk jangan dibiarkan berkembang secara liar yang dapat
menimbulkan masalah lingkungan. Untuk itulah, permukiman harus di
rencanakan dengan pola perencanaan yang baik. Dalam perencanaan dan
pengembangan daerah permukiman tidak hanya pada penduduk yang
sudah bermasyarakat secara teratur, tetapi juga pada permukiman
penduduk lainnya termasuk suku terasing yang masyarakatnya belum
teratur.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Pemukiman Penduduk


Kalau diperhatikan, ternyata bentuk atau pola pemukiman antara daerah satu dengan daerah
lain mempunyai perbedaan. Perbedaan tersebut terjadi, karena faktor geografi yang berbeda.
Secara umum adanya perbedaan pola pemukiman penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain:
Relief
Permukaan muka Bumi terdiri dari berbagai relief seperti pegunungan, dataran rendah,
perbukitan dan daerah pantai. Kondisi ini menyebabkan penduduk membuat pemukiman yang
sesuai dengan lingkungan tempat ia berada.

Relief suatu tempat mempengaruhi keinginan penduduk untuk bermukim


Kesuburan tanah
Tingkat kesuburan tanah di setiap tempat berbeda-beda. Di daerah pedesaan, lahan yang
subur merupakan sumber penghidupan bagi penduduk. Oleh karena itu mereka mendirikan
tempat tinggal berkumpul dan memusat dekat dengan sumber penghidupannya.

Rumah dekat dengan persawahan


Keadaan iklim
Faktor-faktor iklim seperti curah hujan, intensitas radiasi Matahari dan suhu di setiap tempat
berbeda-beda. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah dan kondisi
alam daerah tersebut. Kondisi ini akan berpengaruh pada pola pemukiman penduduk di
daerah itu. Pada daerah dingin seperti pegunungan, dataran tinggi serta di Kutub utara orang
akan cenderung mendirikan tempat tinggal saling berdekatan dan mengelompok. Sedangkan
di daerah panas pemukiman penduduk cenderung lebih terbuka dan agak terpencar.

Pola Pemukiman Mengelompok


Keadaan ekonomi
Kegiatan ekonomi seperti pusat-pusat perbelanjaan, perindustrian, pertambangan, pertanian,
perkebunan dan perikanan akan berpengaruh pada pola pemukiman yang mereka pilih,
terutama tempat tinggal yang dekat dengan berbagai fasilitas yang menunjang kehidupannya,
karena hal itu akan memudahkan mereka dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pemukiman penduduk di daerah perkotaan


Kultur penduduk

Budaya penduduk yang dipegang teguh oleh suatu kelompok masyarakat akan perpendicular
pada pola pemukiman kelompok tersebut. Di beberapa daerah tertentu seperti suku badui di
Banten, Suku Toraja di Sulawesi Selatan, Suku Dayak di Kalimantan, cenderung memiliki pola
pemukiman mengelompok dan terisolir dari pemukiman lain.

Pemukiman penduduk suku Toraja


Suku Toraja
Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan.
Populasinya diperkirakan sekitar 600.000 jiwa. Mereka juga menetap di sebagian dataran
Luwu dan Sulawesi Barat. Tempat pemukiman suku Toraja dikenal dengan Tana Toraja. Rumah
tradisional Toraja disebut tongkonan.

Rumah adat suku Toraja


Suku Baduy
Suku Baduy tinggal di pedalaman Jawa Barat. Wilayah Baduy meliputi Cikeusik, Cibeo, dan
Cikartawarna. Nama Baduy sendiri diambil dari nama sungai yang melewati wilayah itu sungai
Cibaduy. Di desa ini tinggal suku Baduy Luar yang sudah banyak berbaur dengan masyarakat
Sunda lainnya. Sedangkan suku Baduy Dalam tinggal di pedalaman hutan dan masih terisolir
dan belum masuk kebudayaan luar. Orang Baduy dalam terkenal teguh dalam tradisinya.

Pemukiman penduduk suku Baduy


Suku Kubu
Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu
suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi jambi dan
Sumatera Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah
populasi sekitar 200.000 orang. Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya
pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet
dan pertanian lainnya. Suku Kubu di Jambi pada umumnya bermukim di daerah pedesaan
dengan pola yang mengelompok.

Pemukiman penduduk suku Kubu


Suku Dayak
Dayak atau Daya adalah suku-suku asli yang mendiami Pulau Kalimantan, lebih tepat lagi
adalah yang memiliki budaya terestrial (daratan, bukan budaya maritim). Sebutan ini adalah
sebutan umum karena orang Daya terdiri dari beragam budaya dan bahasa. Suku Dayak
diperkirakan mulai datang ke pulau Kalimantan pada tahun 3000-1500 Sebelum Masehi.
Mereka adalah kelompok-kelompok yang bermigrasi dari daerah Yunnan, Cina Selatan.
Kelompok ini disebut Proto-Melayu. Rumah adat suku dayak dikenal dengan nama Rumah
Betang.

Rumah adat suku dayak

Peta Persebaran Suku Terasing di Indonesia