0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
159 tayangan16 halaman

Komponen Utama Sistem Refrigerasi

Makalah ini membahas tentang kompresor, kondensor, dan alat pendukung sistem refrigerasi. Kompresor berfungsi meningkatkan tekanan refrigeran, sedangkan kondensor berfungsi mengubah refrigeran dari uap menjadi cairan dengan membuang kalor ke lingkungan. Makalah ini juga menjelaskan berbagai jenis kompresor dan kondensor serta cara merawat kompresor agar awet.

Diunggah oleh

Kurnia Anindya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
159 tayangan16 halaman

Komponen Utama Sistem Refrigerasi

Makalah ini membahas tentang kompresor, kondensor, dan alat pendukung sistem refrigerasi. Kompresor berfungsi meningkatkan tekanan refrigeran, sedangkan kondensor berfungsi mengubah refrigeran dari uap menjadi cairan dengan membuang kalor ke lingkungan. Makalah ini juga menjelaskan berbagai jenis kompresor dan kondensor serta cara merawat kompresor agar awet.

Diunggah oleh

Kurnia Anindya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

TUGAS 2 TERMODINAMIKA II
KOMPRESOR, KONDENSOR, ALAT PELENGKAP REFRIGERASI

Disusun Oleh :
Kurnia Anindya
21030113060048
2013A

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.,


Alhamdulillah penyusunan makalah ini dapat terselesaikan guna memenuhi tugas
Termodinamika II tentang perangkat system refrigerasi . Terima kasih kepada dosen
pembimbing Ir. Deddy Kurniawan W, MM dengan diberikannya tugas ini secara tidak langsung
menjadi mengerti apa saja perangkat yang digunakan dalam system refrigerasi. Terima kasih
juga kepada pihak terkait yang telah menyediakan bahan refferensi makalah, sehingga makalah
ini menjadi layak sebagai bahan untuk belajar.
Semoga makalah ini bermanfaat, mohon maaf apabila banyak kekurangan dalam penyusunan
makalah ini.

Wassalamualaikum, Wr. Wb.,

Semarang, 12 Oktober 2014

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latarbelakang
Uraian tentang sistem refrigerasi, komponen yang dibutuhkan serta aksesoris pendukung agar
mekanisme refrigerasi berjalan dengan sempurna serta jaringan usaha penjualan perlengkapan
komponen refrigerasi, cold room serta frozen store di Indonesia.
Sitem pendingin, dengan bahasa keren sistem refrigerasi, digunakan pada aplikasi tata udara (Air
Condition). Pada aplikasi AC, panas atau kalor yang diambil berasal dari udara. Agar hal
tersebut dapat terjadi, maka udara harus bersentuhan langsung dengan suatu bahan atau material
yang memiliki temperatur yang lebih rendah. Untuk itu tentu diperlukan beberapa komponen.
Kemudian pada sistem refrigerasi terdapat refrigeran (refrigerant), yakni suatu senyawa kimia
yang dapat berubah fase secara cepat dari uap ke cair dan sebaliknya. Pada saat terjadi perubahan
fase dari cair ke uap, refrigeran akan mengambil kalor (panas) dari lingkungan.
Komponen utama dari suatu sistem refrigerasi kompresi uap adalah Evaporator, Kompresor dan
Kondenser. Beberapa merek perangkat refrigerasi ini yang sering didengar adalah Alfa Laval,
Bock dan Bitzer
B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Apa itu Kompresor ?
2. Apa itu Kondensor ?
3. Apa saja alat pelengkap system refrigerasi ?
C. Tujuan
Penyusunan makalah yang berjudul Termodinamika sehari-hari ini bertujuan sebagai
berikut:
1. Mengetahui tentang Kompresor
2. Mengetahui tentang Kondensor
3. Mengetahui tentang berbagai alat pelengkap dalam system refrigerasi

BAB II
ISI

2.1 Kompresor
Kompresor adalah mesin atau alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan atau
memampatkan fluida gas atau udara. Kompresor biasanya menggunakan motor listrik, mesin
diesel atau mesin bensin sebagai tenaga penggeraknya. Udara bertekanan hasil dari kompresor
biasanya diaplikasikan atau digunakan pada pengecatan dengan teknik spray/ air brush, untuk
mengisi angin ban, pembersihan, pneumatik, gerinda udara (air gerinder) dan lain sebagainya.

Prinsip kerja kompresor dapat dilihat mirip dengan paru-paru manusia. Misalnya ketika seorang
mengambil napas dalam dalam untuk meniup api lilin, maka ia akan meningkatkan tekanan
udara di dalam paru-paru, sehingga menghasilkan udara bertekanan yang kemudian digunakan
atau dihembuskan untuk meniup api lilin tersebut.

Jenis jenis kompresor


Secara umum kompresor dibedakan menjadi dua jenis yaitu kompresor dinamis dan kompresor
perpindahan positif.

1. Kompresor perpindahan positif


Kompresor perpindahan positif dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kompresor piston (reciprocating
compressor) dan kompresor putar (rotary).
Kompresor piston/torak (Reciprocating)
1) Kompresor piston kerja tunggal
Kopresor piston kerja tunggal adalah kompresor yang memanfaatkan perpindahan piston,
kompresor jenis ini menggunakan piston yang didorong oleh poros engkol (crankshaft) untuk

memampatkan udara/ gas. Udara akan masuk ke silinder kompresi ketika piston bergerak pada
posisi awal dan udara akan keluar saat piston/torak bergerak pada posisi akhir/depan.

2) Kompresor piston kerja ganda


Kompresor piston kerja ganda beroperasi sama persis dengan kerja tunggal, hanya saja yang
menjadi perbedaan adalah pada kompresor kerja ganda, silinder kompresi memiliki port inlet dan
outlet pada kedua sisinya. Sehingga meningkatkan kinerja kompresor dan menghasilkan udara
bertekanan yang lebih tinggi dari pada kerja tunggal.

3) Kompresor diafragma
Kompresor diafragma adalah jenis klasik dari kompresor piston, dan mempunyai kesamaan
dengan kompresor piston, hanya yang membedakan adalah, jika pada kompresor piston
menggunakan piston untuk memampatkan udara, pada kompresor diafragma menggunakan
membran fleksible atau difragma.

Kompresor putar (Rotary)


1) Kompresor screw (Rotary screw compressor)

Kompresor screw merupakan jenis kompresor dengan mekanisme putar perpindahan positif,
yang umumnya digunakan untuk mengganti kompresor piston, bila diperlukan udara bertekanan
tinggi dengan volume yang lebih besar.

2) Lobe
3) Vane
4) Liquid Ring
5) Scroll

2. Kompresor dinamis
Kompresor dinamis dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kompresor sentrifugal dan kompresor
aksial.
Kompresor sentrifugal
Kompresor sentrifugal merupakan kompresor yang memanfaatkan gaya sentrifugal yang
dihasilkan oleh impeller untuk mempercepat aliran fluida udara (gaya kinetik), yang kemudian
diubah menjadi peningkatan potensi tekanan (menjadi gaya tekan) dengan memperlambat aliran
melalui diffuser.

Kompresor aksial
Kompresor aksial adalah kompresor yang berputar dinamis yang menggunakan serangkaian
kipas airfoil untuk semakin menekan aliran fluida. Aliran udara yang masuk akan mengalir
keluar dengan cepat tanpa perlu dilemparkan ke samping seperti yang dilakukan kompresor
sentrifugal. Kompresor aksial secara luas digunakan dalam turbin gas/udara seperti mesin jet,
mesin kapal kecepatan tinggi, dan pembangkit listrik skala kecil.

Proses Kompresi Gas


Proses kompresi gas pada kompresor torak dapat dilakukan menurut tiga cara yaitu dengan
proses isotermal, adiabatik reversible, dan politropik.
a.

Kompresi Isotermal
Bila suatu gas dikompresikan, maka ini berarti ada energi mekanik yang diberikan dari
luar kepada gas. Energi ini diubah menjadi energi panas sehingga temperatur gas akan naik jika
tekanan semakin tinggi. Namun, jika proses ini dibarengi dengan pendinginan untuk
mengeluarkan panas yang terjadi, sehingga temperatur dapat dijaga tetap dan kompresi ini
disebut dengan kompresi isotermal (temperatur tetap).

b.

Kompresi Adiabatik
Jika silinder diisolasi secara sempurna terhadap panas, maka kompresi akan berlangsung
tanpa ada panas yang keluar dari gas atau masuk kedalam gas. Proses semacam ini disebut

adiabatik. Dalam praktiknya proses ini tidak pernah terjadi secara sempurna karena isolasi
terhadap silinder tidak pernah dapat sempurna pula. Namun proses adiabatik reversible sering
dipakai dalam pengkajian teoritis proses kompresi.

c.

Kompresi Politropik
Kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses isotermal, karena
ada kenaikan temperatur, namun juga bukan proses adiabatik karena ada panas yang dipancarkan
keluar. Jadi proses kompresi yang sesungguhnya, ada di antara keduanya dan disebut kompresi
politropik.
Pada kondisi dimana tidak dilakukan pendinginan pada ruang kompresi (kompresor
sentrifugal pada umumnya), maka harga n > k. Bila ada pendinginan pada ruang kompresi (pada
kompresor torak), maka harga n terletak antara 1< n < k.
Perhitungan dapat dilakukan baik dengan pendekatan kondisi adiabatik reversible maupun
kondisi politropik.

F. Cara Merawat Kompresor


Menggunakan peralatan sesuai dengan peruntukkan dan merawatnya dengan benar, akan
memperpanjang usia peralatan tersebut. Begitu juga dengan kompresor. Tanpa dirawat dengan
baik dan atau dipergunakan tidak sebagai mestinya sesuai dengan peruntukannya, akan
menyebabkan kompresor cepat rusak.
Kejadian seperti ini kerap kali terjadi karena keceroboan mekanik dalam menggunakan
kompresor. Tentu saja untuk menjaga dan memelihara kompresor, harus merujuk kepada
petunjuk manual yang telah disediakan produsen dan telah disesuaikan dengan kapasitas, fungsi
dan cara kerja kompresor tersebut.
Agar kompresor awet, selain dipergunakan sesuai dengan fungsinya, juga perlu perawatan
yang baik. Selain itu prosedur penggunaannya pun harus sesuai dengan langkah-langkah yang
dianjurkan dalam buku manual.
Misalnya, ketika akan menggunakan kompresor, pastikan dulu bahwa oli berada pada level
aman. Kemudian semua kran harus dipastikan dalam keadaan tertutup, belt tidak terlalu kendur
dan tidak juga terlalu kencang. Sebelum kompresor dinyalakan, atur trlebih dahulu pengaturan
gas agar tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi.

Selain langkah-langkah tadi, kita juga harus memantau keadaan pressure gauge sesuai
dengan kapasitas kompresor. Misalnya saja kompresor yang berkekuatan 8 bar, maka motor akan
mati ketika pressure gauge menunjukkan angka 8 bar dan akan hidup kembali bila pressure
gauge menunukkan angka 5 bar. Selain itu harus pula menjadi kebiasaan yaitu ketika selesai
menggunakan kompresor, maka angin yang masih tersisa di dalam tangki harus dibuang.

2.2 Kondensor
Kondenser berfungsi sebagai untuk membuang kalor ke lingkungan, sehingga uap
refrigeran akan mengembun dan berubah fasa dari uap ke cair. Sebelum masuk ke kondenser
refrigeran berupa uap yang bertemperatur dan bertekanan tinggi, sedangkan setelah keluar dari
kondenser refrigeran berupa cairan jenuh yang bertemperatur lebih rendah dan bertekanan sama
(tinggi) seperti sebelum masuk ke kondenser.

Berdasarkan jenis media pendingin yang digunakan kondenser dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

a) Kondensor berpendingin air (water cooled condenser).

Kondensor berpendingin air dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:


1) Kondensor yang air pendinginnya langsung dibuang.
2) Kondensor yang air pendinginnya disirkulasikan kembali.
Sesuai dengan namanya, kondensor yang air pendinginnya langsung dibuang, maka air yang
berasal dari suplai air dilewatkan ke kondensor akan langsung dibuang atau ditampung di suatu
tempat dan tidak digunakan kembali. Sedangkan kondensor yang air pendinginnya digunakan
kembali, maka air yang keluar dari kondensor dilewatkan melalui menara pendingin (cooling
tower) agar temperaturnya turun. Selanjutnya air dialirkan kembali ke dalam kondensor,
demikian seterusnya secara berulang - ulang.

b) Kondensor berpendingin udara (air cooled condenser).

Ada dua metoda mengalirkan udara pada jenis ini, yaitu konveksi alamiah dan konveksi paksa
dengan bantuan kipas. Konveksi secara alamiah mempunyai laju aliran udara yang melewati
kondenser sangat rendah, karena hanya mengandalkan kecepatan angin yang terjadi pada saat itu.
Oleh karena itu kondensor jenis ini hanya cocok untuk unit-unit yang kecil seperti kulkas, freezer
untuk keperluan rumah tangga, dll. Kondensor berpendingin udara yang menggunakan bantuan
kipas dalam mensirkulasikan media pendinginannya dikenal sebagai kondensor berpendingin
udara konveksi paksa. Secara garis besar, jenis kondensor dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1) Kondensor yang kipasnya dioperasikan dengan pengatur jarak jauh (remote control).
2) Kondensor yang kipasnya dirakit bersama-sama dengan unit kompresor atau condensing unit.
Kapasitasnya kondensor jenis ini biasanya cocok untuk beban mulai < 1kW s/d 500 kW, bahkan
kadang dapat lebih dari 500 kW.

c) Kondensor evaporatif (evaporative condenser)

Kondensor evaporatif pada dasarnya adalah kombinasi antara kondensor dengan menara
pendingin yang dirakit menjadi satu unit atau kondensor yang menggunakan udara dan air
sebagai media pendinginnya. Jenis kondensor yang akan digunakan di KPPC Sinar Mulya
Cihideung ini adalah jenis water cooled condenser sebanyak 2 buah. Fungsi dari masing
masing kondenser ialah sebagai berikut :
a. Kondensor yang pertama berfungsi untuk :
1) Media penukar kalor dan tempat terjadinya proses kondensasi
2) Sebagai heat recovery karena adanya kebutuhan air panas untuk membersihkan tangki
tangki susu.
3) Menurunkan temperatur discharge ke temperatur kondensasi sesuai rancangan yaitu 40oC.
b. Kondenser yang kedua berfungsi untuk :
1) Media penukar kalor sisa dari kondenser pertama. Bila kondisi air pada kondenser pertama
sudah panas, kalor dari kondensor tidak dapat sepenuhnya diserap oleh air. Maka kondensor
yang kedua akan menyerap kalor dari kondensor yang masih tersisa.

2) Memastikan refrigeran yang masuk ke dalam evaporator berada dalam keadaan cair.
3) Menurunkan temperatur kondensasi dari 75oC sampai 60oC. Untuk membantu kinerja sistem,
air untuk mendinginkan kondenser kedua sehingga perpindahan kalor dapat maksimal yaitu
berasal dari air sumur sebagai make up water dengan menggunakan katup apung sebagai alat
kontrolnya.
Keuntungan menggunakan 2 buah kondensor ialah :
a. Kerja kompresor lebih ringan.
b. Sangat sesuai dengan kondisi lingkungan yang banyak air dengan temperatur air yang cukup
rendah.
c. Refrigeran yang keluar dari kondenser benar benar dalam fasa cair, karena apabila pelepasan
kalor pada kondenser pertama tidak sempurna maka kondenser kedua yang
menyempurnakannya.
d. Mempertahankan agar tekanan kondensasi tidak terlalu tinggi.
e. Hemat energi, karena menggunakan air ledeng hanya sebagai pendingin kondensor sehingga
secara tidak langsung akan mengurangi kebutuhan energi listrik. Adapun dimensi dari masing
masing kondensor adalah sebagai berikut : Dimensi bak kondensor I: Panjang = 3.4 m Lebar = 1
m Tinggi = 1.5 m Dimensi bak kondensor II: Panjang = 1.5 m Lebar = 1.5 m Tinggi = 1.5 m

2.3 ALAT PELENGKAP SISTEM REFRIGERASI

Beberapa jenis aksesoris atau pelengkap dalam system refrigerasi, berupa Solenoid Valve, Filter
Valve, Sight Glass, Access Port, Liquid Receiver dan peralatan kontrol
Solenoid Valve
Solenoid valve atau katup solenoid digunakaan untuk menyekat aliran refrigeran pada saat sistem
sedang tidak bekerja. Pada berbagai aplikasi, katup solenoid juga dapat digunakan sebagai alat
bantu untuk menghilangkan bunga es pada evaporator dengan metode hot gas defrosts.
Filter Dryer
Komponen ini berfungsi menyaring kotoran dan menghilangkan uap air yang kemungkinan

masih tertinggal pada sistem refrigerasi. Filter dryer dipasang pada liquid line, yakni saluran
yang menghubungkan antara keluaran kondenser dengan alat ekspansi.
Sight Glass
Sight Glass digunakan untuk mengamati secara visual kondisi refrigeran pada liquid line. Bila
terlihat ada gelembung pada sight glass, berarti kondensasi pada kondensor tidak berlangsung
secara sempurna. Selain itu, dari warna yang tampak pada alat ini dapat dilihat apakah refrigeran
pada sistem refrigerasi masih mengandung uap air atau tidak.

Access Port (Service Valve)


Service Valve digunakan

untuk

menghisap dan melakukan pengisian refrigeran. Alat ini juga

dapat digunakan untuk keperluan pump down.


Liquid Receiver
Liquid Receiver digunakan untuk menampung refrigeran cair yang berasal dari kondenser.
Liquid receiver dipasang pada liquid line sebelum filter dryer dan sight glass.

2.4 PERALATAN KONTROL

Peralatan kontrol pada sistem refrigerasi umumnya digunakan untuk pengamanan dan menjaga
temperatur, tingkat kelembaban yang konstan pada suhu yang diinginkan. Peralatan ini akan
bekerja secara otomatis setelah dilakukan kalibarasi yang tepat.
Thermometer
Thermometer diperlukan untuk menampilkan temperatur atau suhu pada ruang refrigerasi, frozen
store.
Thermostat
Termostat merupakan alat kontrol yang digunakan untuk menjaga temperatur ruangan atau
produk pada kisaran suhu yang diinginkan.
Hlpstat
Hlpstat (high-low pressurestat) adalah alat kontrol yang memiliki fungsi menjaga sitem
refrigerasi agar bekerja pada kisaran tekanan yang diinginkan.
Over Load Protection
Pengaman jenis ini pada umumnya dirancang untuk dapat dipasang langsung pada motor dan
memiliki hantaran hantaran termal yang baik. Semua kompresor yang berjenis hermatik harus
dilengkapi dengan pengaman yang dapat melindungi motor dari pemanasan yang berlebihan,
apapun penyebabnya. Dengan demikian, peralatan ini tidak saja sensitif terhadap pemanasan
akibat arus yang berlebihan, namun juga pemanasan yang diakibatkan oleh tekanan discharge
yang terlalu tinggi dan sebab-sebab lainnya. Pengaman ini berbeda dengan starting relay, yang
hanya dapat memberikan pengamanan terhadap arus yang berlebihan, namun tidak dapat
melindungi motor dari pemanasan yang berlebihan.
Ventilator
Ventilator dengan dua katup yang ada berfungsi untuk menarik Oksigen kedalam ruangan dan
membuang Karbon Dioksida

BAB III
PENUTUP
Sehingga makalah ini dapat disimpulkan bahwa klasifikasi kompresor secara garis besar
kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive Displacement compressor,
dan Dynamic compressor, (Turbo), Positive Displacement compressor, terdiri dari Reciprocating
dan Rotary, sedangkan Dynamic compressor, (turbo) terdiri dari Centrifugal, axial dan ejector.
Dan kompresor mempunyai beberapa komponen yan terdiri dari ; Kerangka (frame), Poros
engkol (crank shaft), Batang penghubung (connecting rod), Kepala silang (cross head), Silinder
(cylinder), Liner silinder (cylinder liner), Front and rear cylinder cover, Water Jacket, Torak
(piston), Cincin torak ( piston rings), Batang Torak (piston rod), Cincin Penahan Gas (packing
rod), Ring Oil Scraper, dan Katup kompresor (compressor valve).
Sedangkan untuk kompresor torak merupakan salah satu positive displacement compressor
dengan prinsip kerja memampatkan dan mengeluarkan udara / gas secara intermitten (berselang)
dari dalam silinder. Pemampatan udara / gas dilakukan didalam silinder. Elemen mekanik yang
digunakan untuk memampatkan udara / gas dinamakan piston / torak.
Proses kompresi gas pada kompresor torak dapat dilakukan menurut tiga cara yaitu dengan
proses isotermal, adiabatik reversible, dan politropik.
Perawatan kompresor sangatlah penting dikarenakan akan memperpanjang usia dari
kompresor tersebut. Dan tanpa dirawat dengan baik dan atau dipergunakan tidak sebagai
mestinya sesuai dengan peruntukannya, akan menyebabkan kompresor cepat rusak.
Maka, ketika akan menggunakan kompresor, pastikan dulu bahwa oli berada pada level
aman. Kemudian semua kran harus dipastikan dalam keadaan tertutup, belt tidak terlalu kendur
dan tidak juga terlalu kencang. Sebelum kompresor dinyalakan, atur terlebih dahulu pengaturan
gas agar tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2014/03/Pengertian-Kompresor.html
http://www.inverterplus.com/2012/11/definisi-dan-pengertian-kondensor.html
http://www.serviceacjakarta.net/refrigerasi/sistem-refrigerasi/
http://adiezzzt.blogspot.com/2013/01/makalah-kompresor.html

Anda mungkin juga menyukai