Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Etanol merupakan bahan kimia yang mempunyai kegunaan luas, antara lain untuk

keperluan kosmetik, obat-obatan, bahan pelarut, bahan bakar, bahan pengawet dan Lmtuk
pembuatan bahan kimia lain, seperti asam asetat, aseton, eter dan lain-lain. Penggunaan
etanol dalam skala industri dari tahun ke tahun semakin meningkat sesuai dengan
penggunaalmya. Alkohol, etanol khususnya dapat dibuat dari berbagai bahan hasil pertanian.
Secara umum bahan-bahan terse but dapat dibagi dalam tiga golongan yaitu bahan yang
mengandung turunan gula, sebagai golongan pertama antara lain molase, gula tebu, gula bit
dan sari buah anggur. Golongan kedua adalah bahan-bahan yang mengandung pati seperti
biji-bijian (misalnya gandum), kentang dan tapioka. Jenis atau golongan yang terakhir adalah
bahan yang mengandung selulosa seperti kayu dan beberapa limbah pertanian. Selain itu,
khususnya etanol dapat dibuat juga dari bahan yang l11erupakan hasil proses lain, contohnya
adalah elilen. Etanol merupakan zat cair yang tidak berwama (bening), dapat bercaJnpur
dengan air, mel11punyai bau yang khas, l11udah terbakar dengan nyala biru tanpa jelaga dan
mudah menguap. Etanol dapat dibuat baik secara sintetis yaitu dengan melakukan reaksi
kimia elementer untuk mengubah bahan baku menjadi etanol, biasanya berasal dari
pengilangan minyak bumi, dan melalui proses fermentasi 2 dengan bantuan aktivitas
kehidupan mikroorganisme untuk mengubah bahan baku menjadi etanol. Bahan baku untuk
pembuatan etanol secara fermentasi urnurnnya berupa bahan yang mengandung gula, seperti
buah-buahan, ubi kayu, beras, tetes tebu (molase) dan lainnya. Beberapa jenis khamir
digunakan dalam fermentasi alkohol. Saccharomyces cerevisiae var. ellipsoideus (Amerine el
al., 1987) sering digunakan karena mampu menghasilkan etanol dengan rendemen yang
tinggi (16 - 18 persen) pada media yang dirancang dengan baik. Khamir lain yang dapat
digunakan adalah Schizosaccharomyces sp, Saccharomyces uvarum dan Kluyveromyces sp
(Rehm dan Reed, 1981). Karakteristik suatu proses industri alkohol tergantung pada pilihan
mikroorganisme yang digunakan dalam fermentasi. Mikroorganisme yang digunakan harus
menghasilkan etanol yang tinggi, toleran terhadap kadar etanol tinggi, mampu hidup pada
suhu tinggi, tetap stabil selama proses fermentasi dan pada pH rendah (Rehm dan Reed,
1981). Tetes tebu adalah salah satu hasil samping yang berasal dari proses pembuatan gula
tebu (sukrosa). Tetes masih memiliki nilai ekonomi karena kandungan gulanya yang tinggi
yaitu sekitar 52 persen, sehingga memungkinkan dijadikan bahan baku berbagai industri
(Baikow, 1982). Industri yang memanfaatkan tetes diantaranya adalah industri yang

menghasilkan produk distilasi seperti rum, alkohol; industri fermentasi seperti monosodium
glutamat, L-lisin, asam sitrat, vinegar, protein sel tunggal, aseton-butanol, gum xanthan dan
sebagainya. 3

I.2

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi yang optimal, terutama konsentrasi starter dan
substrat untuk pertumbuhan mikroorganisme penghasil alkohol yaitu Saccharomyces
ellipsoideus agar menghasilkan kadar alkohol dengan rendemen produk-substrat (Yp/s) yang
tinggi.