Anda di halaman 1dari 2

Kelihatannya pekerjaan Pembongkaran memang mudah dan sederhana.

Tapi jika tidak dilakukan dengan


cara yang benar, merobohkan atau membongkar bangunan/ pagar justru bisa menimbulkan resiko
bahaya yang tinggi. Oleh dan itu proses pembongkaran harus dilakukan dengan hati-hati dan
memerlukan teknik tersendiri, tidak asal meruntuhkan atau membuat ambruk begitu saja.
-

Sebelum pekerjaan pembongkaran dimulai sudah ada bangunan existing lalu dirobohkan dan
dibuat bangunan baru. Pada saat pembongkaran bangunan exetting tersebut perlu diperhatikan
pengamanan K3 untuk semua pekerja yang berada di tempat kerja
Kontraktor melakukan engineering survey, antara lain mencakup melihat kondisi strktur yang
akan dibongkar termasuk peninjauan atas kekuatan bangunan, bagian yang tidak stabil dari
bangunan dan kemungkinan collapse, merencanakan metode, peralatan dan tenaga yang akan
dipergunakan untuk pembongkaran serta pengamana epentingan publik
Menyiapkan perangkat pengaman seperti Jaring pengaman, rambu/ tanda peringatan,alat
pelindung diri, bracing, serta shoring.sekaligus memasang barikade, pagar pengaman agar orang
Kontraktor telah menyiapkan tenaga personil yang berkompeten dan berpengalaman atau ahli
dalam melaksanakan pembongkaran bangunan
sebelum melaksankan pembongkaran memastikan semua aliran listrik dalam kondisi mati (shut
off), dan saluran air kondisi tertutup jika dipandang perlu maka dapat dipindahkan ke lokasi
sementara diluar bangunan dalam kondisi aman.
Memastikan bangunan yang akan dibongkar sudah tidak terdapat sisa-sisa barang yang
berbahaya.
Jika semuanya sudah aman baru setelah itu pembongkaran bisa dilakukan. Bagian yang harus
dibongkar pertama kali yaitu pintu dan jendela berikut kusen dan element lain yang bisa dilepas
secara langsung. Perabot ini masih bisa dipakai lagi sehingga harus diamankan agar tidak rusak
terkena runtuhan element yang lain.
Apabila plafon memakai bahan dari enternit, kayu atau yang lainnya lepas semua bagian ini. Dari
sini lalu melangkah pada bagian sistem kelistrikan yaitu kabel. Tidak berbeda dengan pintu, ada
beberapa element yang masih bida dipakai lagi. Jadi ketika mau melepas jangan asal dicabut dan
dipotong begitu saja.
Pekerjaan berikutnya adalah melakukan pembongkaran yang berada di bagian atas yaitu
genteng. Lepas satu persatu susunannya lalu dilanjutkan dengan melepas bagian kerangka yang
terdiri dari reng dan usuk. Jika memakai bahan dari kayu, perlu lebih berhati-hati karena banyak
paku yang bisa melukai kaki atau tangan. Selain itu ketika melepas kayu, perhitungkan dengan
cermat agar posisi duduk tidak berada pada kayu yang berhungan dengan kayu lain yang sedang
dilepas. Hal yang sama juga harus dilakukan pada kerangka yang terbuat dari besi baja
Langkah berikutnya yaitu membongkar dinding atau tembok. Pertama kali yang harus dibongkar
adalah dinding yang punya ukuran paling tinggi. Karena dinding ini sudah tidak punya element
penahan, maka resiko bisa roboh dan jatuh sendiri menjadi lebih besar. Dan sebelum dibongkar
sebaiknya dilakukan penyiraman lebih dulu menggunakan air. Tujuannya adalah agar debu yang
berterbangan bisa diminimalkan.
Bagian yang tidak boleh dilupakan adalah perhitungkan arah dinding tersebut mau jatuh. Bikin
suatu sistem yang membuat arah jatuhnya tidak mengenai bangunan lain yang ada

disampingnya. Kecuali jika batu bata yang ada di dalam dinding mau digunakan lagi, bisa dilepas
satu persatu agar tidak pecah. Memang pekerjaan ini membutuhkan waktu yang lebih lama,
namun jika mau membuat bangunan yang baru lagi dana yang dikeluarkan menjadi lebih hemat
dan irit.
Bagian paling sulit dalam pembongkaran dinding adalah ketika harus melepas konstruksi yang
terbuat dari tulang besi. Selain butuh waktu yang lebih lama prosesnya juga rumit. Terlebih lagi
bila rumah tersebut terdiri dari dua lantai atau lebih. Karena tulang besi tersebut tidak hanya
ada di dinding saja namun juga berada di lantai bagian atas. Bahkan element ini menjadi
merupakan pekerjaan yang paling melelahkan.
Jika semuanya sudah dibongkar, tinggal melepas lantainya lalu disusul dengan pondasi yang ada
di dalam tanah. Pekerjaan ini juga tidak kalah rumit dibanding dengan pembongkaran
konstruksi. Kita harus membuat galian atau lubang lebih dahulu.