Anda di halaman 1dari 31

RSS

Pengertian, Definisi, Macam, Jenis dan


Penggolongan Industri di Indonesia
Perekonomian Bisnis
Definisi dan pengertian industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi
menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.
Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri
tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
B. Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku
1. Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain
lain.
2. Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam
sekitar.
3. Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual
kepada para konsumennya.
Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
C. Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1. Industri padat modal
adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional
maupun pembangunannya
2. Industri padat karya
adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam
pembangunan serta pengoperasiannya.
D. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya
= berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 =
1. Industri kimia dasar
contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2. Industri mesin dan logam dasar
misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll

3. Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
4. Aneka industri
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
E. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
1. Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2. Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3. Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4. Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
F. Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini
akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar
akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented
industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis
industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau
memotong biaya transportasi yang besar.

G. Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan


1. Industri primer
adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa
diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan
sebagainya.
2. Industri sekunder
industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan
barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3. Industri tersier
Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi
yang Halaman Depan

Belajar Ilmu Pengetahuan Online - Www.Organisasi.Org

Home Artikel , Ekonomi , ID , Ilmu Pengetahuan Sosial Pengertian, Definisi, Macam,


Jenis dan Penggolongan Industri di Indonesia - Perekonomian Bisnis

Pengertian, Definisi, Macam, Jenis dan Penggolongan Industri di Indonesia Perekonomian Bisnis

Oleh godam64 pada 31 Mei 2006 | 04:01


A. Definisi dan pengertian industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi
menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.
Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri
tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
B. Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku
1. Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
- Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain
lain.
2. Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam
sekitar.
3. Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual
kepada para konsumennya.
- Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
C. Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1. Industri padat modal
adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional
maupun pembangunannya
2. Industri padat karya
adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam
pembangunan serta pengoperasiannya.
D. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya
= berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 =
1. Industri kimia dasar
contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2. Industri mesin dan logam dasar
misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll

3. Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
4. Aneka industri
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
E. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
1. Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2. Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3. Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4. Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
F. Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini
akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar
akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented
industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis
industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau
memotong biaya transportasi yang besar.
G. Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan
1. Industri primer
adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah
terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2. Industri sekunder
industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barangbarang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3. Industri tersier
Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.

Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang
lainnya.
Rekomendasikan artikel ini :

Artikel Terkait

Contoh Perilaku/Perbuatan yang Mengganggu Tetangga (Kenyamanan, Ketenangan &


Ketertiban)
Tujuan/Fungsi/Manfaat Belajar Peta Buta Pada Pelajaran IPS Anak di Sekolah
Orang yang Tidak Diakui Sebagai Warga Negara Indonesia (Hilang Status
Kewarganegaraan WNI)
Cara Mendapatkan Status Kewarganegaraan Indonesia Menjadi Warga Negara Indonesia
(WNI)
Daftar Negara Penganut Asas Kewarganegaraan Ius Soli dan Ius Sanguinis
Aktivitas/Kegiatan yang Malas Dilakukan Siswa di Sekolah

Punya 1000 kawan masih kurang banyak; Punya 1 musuh sudah terlalu banyak!
Diposkan oleh godam64 di 04:01
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook
Label: Artikel, Ekonomi, ID, Ilmu Pengetahuan Sosial

Bacaan Menarik Penuh Manfaat

Banyak Bermain Permainan Berpikir Untuk Tetap Sehat


Polusi Berat Penyebab Autisme Pada Anak
Negara yang Punya Suku Bangsa (Etnis) Terbanyak
Tokek Kanibal Memakan Tubuhnya Sendiri Karena Lapar

Ikan Sarden Semakin Sulit Ditangkap oleh Nelayan


Bendera yang Mirip dengan Bendera Indonesia

Tips Cara Bisa Hidup Mandiri Melepaskan Diri Dari Ketergantungan OrangTua/Wali
Tips Cara Memilih/Mencari/Menentukan Lokasi Rumah Tempat Tinggal Yang Baik
Tips Cara Menukar/Mendapat Uang Receh Banyak Mudah dan Murah
Cara Membuat Sekolah Libur Sabtu Minggu (Dua Hari Seminggu)

Tips Cara Mengatasi/Mengobati Jerawat Secara Alami (Pengobatan Alternatif Herbal)

Kadal dari Genus Basiliscus Adalah Hewan Yang Dapat Berjalan di Atas Air
Beli Makanan dan Minuman di Tempat Rekreasi/Wisata/Plesiran Mahal Harganya

Informasi Diabetes Mellitus / Kencing Manis / Penyakit Gula Darah - Pengertian,


Definisi, Pencegahan, Perawatan, Petunjuk, dll
Tips/Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat Dengan Pola Hidup Sehat - Panduan Kesehatan
Online Gratis

Tips Cara Melewati Daerah Banjir Tinggi Dengan Mudah, Cepat Dan Aman
Manfaat/Kegunaan/Fungsi Helm Bagi Pengendara Sepeda Motor di Jalan Raya

Kemampuan/Keterampilan (Skill) Penting Dipelajari & Dikuasai Sambil Bekerja di


Kantor
Tips Cara Mempersiapkan Anak Kita Terjun Ke Dunia Kerja/Dunia Usaha

Perbandingan Tanda/Ciri-Ciri Daging Ayam Segar Dan Tidak Segar Untuk Konsumsi
Sumber Makanan Nabati Tumbuh-Tumbuhan Yang Mengandung Kalsium Nabati Tinggi

Jaringan Ilmu Pengetahuan : Link Singkat Organisasi.Org | Bacaan Singkat Sarat Ilmu |
Forum Komunitas yang Baik
Hak Cipta / Copyright 2005-2014 godam64 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Powered by Blogger
(1)
http://www.4shared.com/embed/44031357/3fb66a96Buat situs web atau blog gratis di
WordPress.comThe Piano Black ThemeIkutiFollow tinosyahbudi
Get every new post delivered to your Inbox.
Buat situs dengan WordPress.com
smartzone Terus berkarya untuk anak bangsa HOME E-LEARNING PENDIDIKAN INFO
BEASISWA E-BOOK LIFE STYLE TIPS SEMANGAT MENCERDASKAN BANGSA
Wednesday, 15 January 2014 MACAM-MACAM INDUSTRI 1. Berdasarka Bahan baku
Industri ekstraktif: Bahan baku langsung dari alam Industri Nonekstraktif: Bahan baku tidak
langsung diperoleh dari alam Industri fasilitatif: Penjual jasa 2. Berdasarka modal dan tenaga
kerja Industri rumah tangga: <4 orang Industri kecil : 5-9 orang Industri sedang: 20-99 orang
Industri besar: >100 orang 3. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/
I/1986 a. Industri Kimia Dasar (IKD) 1) Industri kimia organik, misalnya: industri bahan kimia
tekstil. 2) Industri kimia anorganik, misalnya: industri semen, industri kaca. 3) Industri
agrokimia, misalnya: industri pupuk kimia 4) Industri selulosa dan karet, misalnya: industri

kertas, industri ban. b. Industri Mesin Logam Dasar dan Elektronika (IMELDE) 1) Industri
mesin dan perakitan alat-alat pertanian, misalnya: mesin traktor, mesin hueler, dan mesin pompa.
2) Industri alat-alat berat/konstruksi, misalnya: mesin pemecah batu, buldozer, excavator, dan
motor grader. 3) Industri mesin perkakas, misalnya: mesin bubut, mesin bor, mesin gergaji, dan
mesin pres. 4) Industri elektronika, misalnya: radio, televisi, dan komputer. 5) Industri mesin
listrik, misalnya: transformator tenaga dan generator. 6) Industri keretaapi, misalnya: lokomotif
dan gerbong. 7) Industri kendaraan bermotor (otomotif), misalnya: mobil, motor, dan suku
cadang kendaraan bermotor. 8) Industri pesawat, misalnya: pesawat terbang dan helikopter. 9)
Industri logam dan produk dasar, misalnya: industri besi baja, industri alumunium, dan industri
tembaga. 10) Industri perkapalan, misalnya: pembuatan kapal dan reparasi kapal. 11) Industri
mesin dan peralatan pabrik, misalnya: mesin produksi, peralatan pabrik, the blower, dan
kontruksi. c. Aneka Industri (AI) 1) Industri tekstil, misalnya: benang, kain, dan pakaian jadi. 2)
Industri alat listrik dan logam, misalnya: kipas angin, lemari es, dan mesin jahit, televisi, dan
radio. 3) Industri kimia, misalnya: sabun, pasta gigi, sampho, tinta, plastik, obatobatan, dan pipa.
4) Industri pangan, misalnya: minyak goreng, terigu, gula, teh, kopi, garam dan makanan
kemasan. 5) Industri bahan bangunan dan umum, misalnya: kayu gergajian, kayu lapis, dan
marmer. d. Industri Kecil (IK) Biasanya dinamakan industri rumah tangga, misalnya: industri
kerajinan, industri alat-alat rumah tangga, dan perabotan dari tanah (gerabah). e. Industri
pariwisata wisata seni dan budaya (misalnya: pertunjukan seni dan budaya), wisata pendidikan
(misalnya: peninggalan, arsitektur, alat-alat observasi alam, dan museum geologi), wisata alam
(misalnya: pemandangan alam di pantai, pegunungan, perkebunan, dan kehutanan), dan wisata
kota (misalnya: melihat pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, wilayah pertokoan, restoran,
hotel, dan tempat hiburan). Artikel Terkait: GEO_SMART AKTIVITAS GEMPA DI
INDONESIA MACAM-MACAM GEMPA TIPE PERSEBARAN HEWAN DI DUNIA
SIKLUS BATUAN PERBEDAAN TEORI PASANG SURUT DAN PLANETESIMAL
SUPERMOON, BULAN YANG INDAH CARA JITU MENJAWAB SOAL BATUAN
METAMORF, APA MINERAL PENYUSUNNYA? FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PEMBETUKAN TANAH UKURAN PARTIKEL TANAH PENGERTIAN TANAH
MENURUT AHLI PROYEKSI PETA DAN PENGGUNAANYA MENGAPA LANGIT
BERWARNA BIRU? ARUS RIP (rip current) MACAM-MACAM PASANG SURUT AIR
LAUT MENGHITUNG AZIMUTH MENGHITUNG JARAK SEBENARNYA TAHAP
PERKEMBANGAN KOTA RUMUS TEORI TITIK HENTI PROSES TERJADINYA
PALUNG LAUT MENGHITUNG DEPENDECY RATIO/ ANGKA KETERGANTUNGAN
Rumus Cara menentukan episentrum gempa MENGHITUNG KELEMBABAN RELATIF
Posted by Dony Purnomo at 10:22 Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare
to Pinterest Labels: GEO_SMART Newer Post Older Post Home About Me My Photo Dony
Purnomo Anak bangsa yang ingin selalu berkarya dengan mimpi sederhana yaitu berguna bagi
sesama View my complete profile Mencari file disini Blog Archive 2014 (12) December
(2) November (2) October (2) August (1) January (5) MACAM-MACAM
INDUSTRI ORIENTASI INDUSTRI TAHAP PERKEMBANGAN MENURUT WW.
ROSTOW TIPE PERSEBARAN HEWAN DI DUNIA SIKLUS BATUAN 2013 (69)
2012 (388) 2011 (25) Categories BERITA (17) BIOMA (1) BLOG (2) DIARY KU (11)
DINAMIKA PENDIDIKAN (7) GEO SPASIAL (15) geo_english (4) GEO_INFO (8)
GEO_NEWS (2) GEO_SMART (24) GEOGRAFI (67) HIBURAN SEMATA (3) INFO
BEASISWA (16) INFO CPNS (9) INFO PENDIDIKAN (39) INTERNASIONAL (3) KISAH
INSPIRATIF (4) KOSMOGRAFI (7) LINGKUNGAN (14) LOWONGAN GURU (2) MATERI

GEO KELAS X (15) NILAI (1) OPINI (9) PENELITIAN (17) PETA (2) PTK (3) SEBUAH
KAJIAN TEORI (7) SOAL CPNS (1) SOAL ONLINE (6) SOAL UN GEO (4) TIPS (56)
TUGAS GEOGRAFI KELAS X (9) TUGAS GEOGRAFI KELAS XII (4) TUTORIAL (8)
WISATA NUSANTARA (10) YANG BELUM KAMU TAU (24) Anda pengunjung ke 1682977
widgets Anda mau beriklan? IKLAN DI BLOG INI CUKUP MURAH HANYA 100 RB/30
HARI. HUB: 085728231960/donypurnomo88@gmail.com FOLLOW ME Blog Guru Topsites
List Hargailah Waktu Facebook ku Dony Purnomo Sang Pembelajar Buat Lencana Anda
MOTIVASI Orang hebat lahir dari buah kerja keras. Menyerah berarti "TAMAT" Tinggalka
pesanmu disini Popular Posts PENGERTIAN DELTA Delta yaitu tanah datar hasil pengendapan
yang dibentuk oleh sungai, muara sungai, dimana timbunan sediment tersebut mengakibatkan
propa... Konsep Geografi I Konsep adalah pengertian dari sekelompok fenomena/gejala-gejala,
sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan berbag... SOAL IPS KELAS 6 SD Indonesia
terletak diantara dua benua dan dua samudra sehingga mendapat sebutan .... a. Nusantara ...
KISAH TUTUP USIA ORANG TERTINGGI DI INDONESIA Akhi-akhir ini jejaring
sosial,media masa cetak dan elektronik beramai-ramai memberitakan meninggalnya orang
tertinggi di Indonesia seca... M-EDUKASI [Publikasikan artikel ini] Rotating X-Steel Pointer
Headline news of smartzone AKTIVITAS GEMPA DI INDONESIA | MACAMMhttp://bit.ly/copy_win

WILAYAH INDUSTRI DAN KONSEP KAWASAN INDUSTRI


Submitted by Nandang di 08.51

1.

Kawasan Industri

a.

Pengertian Kawasan Industri


Menurut National Industrial Zoning Committees (USA) 1967 , yang dimaksud dengan

kawasan industri atau Industrial Estate atau sering disebut dengan Industrial Park adalah suatu
kawasan industri diatas tanah yang cukup luas, yang secara administratif dikontrol oleh
seseorang atau sebuah lembaga yang cocok untuk kegiatan industri, karena lokasinya,
topografinya, zoning yang tepat, kesediaan semua infrastrukturnya (utilitas), dan kemudahan
aksesibilitas transportasi.
Definisi lain, menurut Industrial Development Handbook dari ULI ( The Urban Land
Institute), Washington DC (1975), kawasan industri adalah suatu daerah atau kawasan yang
biasanya didominasi oleh aktifitas industri. Kawasan industri biasanya mempunyai fasilitas
kombinasi yang terdiri atas peralatan-peralatan pabrik (industrial plants), penelitian dan

laboratorium untuk pengembangan, bangunan perkantoran, bank, serta prasarana lainnya seperti
fasilitas sosial dan umum yang mencakup perkantoran, perumahan, sekolah, tempat ibadah,
ruang terbuka dan lainnya. Istilah kawasan industri di Indonesia masih relatifbaru. Istilah
tersebut digunakan untuk mengungkapkan suatu pengertian tempat pemusatan kelompok
perusahaan industri dalam suatu areal tersendiri. Kawasan industri dimaksudkan sebagai padanan
atas industrial estate. Sebelumnya, pengelompokan industri demikian disebut lingkungan
industri.
Beberapa peraturan perundangan yang ada belum menggunaan istilah kawasan industri,
seperti: Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960, belum mengenal istilah
istilah semacam Lingkungan, zona atau kawasan industri. Pasal 14 UUPA baru mengamanatkan
pemerintah untuk menyusun rencana umum persediaan, peruntukan dan penggunaan tanah dan
baru menyebut sasaran peruntukan tanah yaitu untuk keperluan pengembangan industri,
transmigrasi dan pertambangan ayat (1) huruf (e) Pasal 14 UUPA. Undang-undang No. 5 Tahun
1984 Tentang Perindustrian, juga belum mengenal istilah kawasan Industri. Istilah yang
digunakan UU No.5/1984 dalam pengaturan untuk suatu pusat pertumbuhan industri adalah
Wilayah Industri. Di Indonesia pengertian kawasan industri mengacu kepada keputusan Presiden
(Keppres) Nomor 41 Tahun 1996 . Menurut Keppres tersebut, yang dimaksud dengan kawasan
industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan prasarana
dan sarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang
telah memiliki izin Usaha Kawasan Industri. Berdasarkan pada beberapa pengertian tentang
kawasan industri tersebut, dapat disimpulkan, bahwa suatu kawasan disebut seba gai kawasan
industri apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.

Adanya areal/bentangan lahan yang cukup luas dan telah dimatangkan,

2.

Dilengkapi dengan sarana dan prasarana,

3.

Ada suatu badan (manajemen) pengelola,

4.

Memiliki izin usaha kawasan industri,

5.

Biasanya diisi oleh industri manufaktur (pengolahan beragam jenis).

Ciri-ciri tersebut diatas yang membedakan kawasan industri dengan Kawasan


Peruntukan Industri dan ZonaIndustri. Kawasan Peruntukan Industri adalah bentangan lahan
yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
yang ditetapkan oleh pemerintah daerah (Kabupaten/Kota) yang bersangkutan. Sedangkan yang
dimaksud Zona Industri adalah satuan geografis sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya
kegiatan industri, baik berupa industri dasar maupun industri hilir, berorientasi kepada konsumen
akhir dengan populasi tinggi sebagai pengerak utama yang secara keseluruhan membentuk
berbagai kawasan yang terpadu dan beraglomerasi dalam kegiatan ekonomi dan memiliki daya
ikat spasial.

b.

Bentuk Fisik Kawasan Industri.


Kawasan Industri sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun

1996, dalam pembangunannya mempunyai bentuk fisik yang mencakup unsur-unsur sebagai
berikut:
1.

Lahan, lahan kawasan industri merupakan areal atau bentangan tanah dengan keluasan

minimal 20 hektar dengan statustanah sebagai hak guna bangunan induk (HBG Induk) atas nama
perusahaan kawasan industri dan di batasi dengan pagar keliling. Lahan di dalam kawasan
industri yang diperuntukkan bagi perusahaan industri tersebut telah dimatangkan dalam bentuk
kavling-kavling industri dan secara teknik telah memenuhi syarat untuk didirikan bangunan
(merupakan kavling siap bangun).

2.

Prasarana, lahan yang diperuntukkan untuk industri di dalam kawasan industri tersebut,

selain sudah dimatangkan, jugaharus dibangun prasarana yang diperlukan oleh perusahaan
industri (investor). Prasarana tersebut meliputi jaringan jalan, salauran air hujan, instalasi

penyediaan air bersih, instalasi /jaringan distribusi dan pembangkit tenaga listrik, jaringan
distribusi telekomunikasi, salauran pengumpulan air limbah industri, instalasi pengolah limbah,
penampungan sementara limbah padat, penerangan jalan, unit pemadam kebakaran dan pagar
kawasan industri.

3.

Sarana Penunjang, suatu kawasan industri diwajibkan membangun sarana penunjang di

dalamnya, yaitu meliputi kantor pengelola, kantor pos, kantor pelayanan telekomunikasi,
poliklinik, kantin, sarana ibadah, perumahan karyawan industri dan mess transito, pos keamanan,
sarana kesegaran jasmani, dan halte angkutan umum.

4.

Pengelola Kawasan Industri, kawasan industri dalam operasionalnya dikelola oleh

perusahaan kawasan industri. Perusahaan pengelola tersebut merupakan badan hukum yang
didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia, yang ditunjuk oleh dan
/atau menerima hak dan kewajiban dari perusahaan kawasan industri khusus untuk melaksanakan
pengelolaan sebagian atau seluruh kawasan industri.

5.

Tata Tertib Kawasan Industri, adalah peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan

kawasan indsutri, yang mengatur hak dan kewajiban perusahaan kawasan industri, perusahaan
pengelola kawasan industri dan perusahaan industri dalam pengeloaan dan pemanfaatan kawasan
industri.

6.

Izin AMDAL, kawasan industri diwajibkan memiliki izin analisa mengenai dampak

lingkungan (AMDAL). Izin ini mutlak diperlukan karena di dalam kawasan industri terdapat
banyak pabrik yang berdiri dan biasanya pabrik tersebut beroperasi dengan menghasilkan
limbah. Untuk meminimalisasi dampak lingkungan yang timbul dari dioperasionalkan kawasan
industri maka limbah yang ditimbulkan dari pabrik yang beroperasi harus dapat dikelola dengan
sebaik-baiknya.

7.

Izin Usaha Kawasan Industri, suatu perusahaan yang akan mengoperasionalkan kawasan

industri diwajibkan memiliki izin usaha kawasan industri. Perusahaan industri yang beroperasi di
dalam kawasan industri, Selain memperoleh kemudahan dalam hal kebutuhan lahan untuk
industri yang telah dilengkapi dengan prasarana dan sarana tersebut, juga mendapatkan
kemudahan dalam hal perizinan, seperti : bebas dariizin AMDAL, bebas dari iz
in gangguan (HO), bebas dari kewajiban memeroleh izin prinsip, serta kemudahan dalam
pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). Pendirian bangunan didalam kawasan industri
sudah bisa dilaksanakan meskipun IMB belum selesai dan masih dalam proses pengurusan.
Kemudahan yang diberikan oleh kawasan industri tersebut diatas, yang memberi keunggulan
bagi kawasan industri dibanding dengan lokasi di luar kawasan industri, sehingga kawasan
industri dapat menjadi lokasi yang menarik untuk melakukan investasi.
(http://eprints.undip.ac.id)

Tanggapan
Setelah membaca teori diatas ternyata bayak PT atau pabrik yang berdiri di indonesia
yang tidak masuk kriteria atau persyaratan, bayak PT yang haya memiliki lahan terbatas yang
haya bisa digunakan untuk mendirikan bangunan kantor, ruang produksi dan gudang. Sedangkan
untuk prasarana tidak ada seperti lahan sarana olah raga dan penghijauwan, bahkan bayak pula
yang tidak memiliki lahan untuk membuang limbah dan akhirnya sungai menjadi korban untuk
membuang limbah.
Selain lahan yang luas untuk mendirikan pabrik atau PT adalah sarana transportasi.
Bayak daerah di indonesia yang sarana tranportasinya tidak layak di jadikan sebagai kawasan
industri, lebar jalan di indonesia rata-rata haya memiliki luas 6 m dengan keadaan padat
lalulintas dan terdapat pasar-pasar tradisiaonal, bahkan ada sebuah PT yang berdiri di daerah
yang luas sarana transportasinya hanya 4 m dan jauh dari jalan tol.
Yang menjadi pertayaan, kenapah bayak industri di indonesia yang tidak memiliki
persyaratan tetapi bisa berdiri dan kenapa badan hukum industri di daerah mudah memberikan

izin berdiri perusahaan dan apakah memberikan izin usaha itu tanpa melihat luas lahan atau
bangunan yang didirikan dan lokasi pendirian bangunan pabrik.

Sumber:
http://www.slideshare.net/WinnySanjaya/kawasan-industri-dan-kawasan-berikat
http://maspurba.wordpress.com/hukum-industri/

2 komentar:

Putri Septianingsih mengatakan...


terimakasih mas, sangat membantu..
27 Oktober 2013 06.25

Hermawan Lukman mengatakan...


Terimaksih atas penjelasannya sangat membantu
6 November 2014 17.17
Poskan Komentar
Posting Lama Beranda

Popular Posts

WILAYAH INDUSTRI DAN KONSEP KAWASAN INDUSTRI


1.
Kawasan Industri a.
Pengertian Kawasan Industri Menurut National
Industrial Zoning Committees (USA) 1967 ...

(tanpa judul)
MEMAMPAATKAN PENGALAMAN MENJADI SEORANG JUTAWAN Terkadang
orang tidak menyadari dengan potensi yang ada di dalam dirinya, sesuatu hal ...

(tanpa judul)
BAB II LANDASAN TEORI 2.1
Metoda Pengukuran Waktu Kerja
waktu penyelesaian suatu pekerjaan terdapat dua ...

Penentuan

Musik

Music Playlist at MixPod.com


Copyright 2011 Tetesan Ilmu Pengetahuan. Template by Blogger Templates collaboration
with Supercar News
Kembali

Home

Properti
Tanah
Tanah Cocok Buat Segala Mac ...

Tanah Cocok Buat Segala Macam Usaha

Jual

Lamoachmadfa3549 Lihat nomor teleponLihat iklan lainnyaTips lainnyaLaporkan Iklan

ini

Alamat lokasi : Jl.Raya Daendels (1 KM.dari Pelabuhan Umum LAMONGAN


SHOREBASE /Depan SPBU KEMANTREN) Kemantren - Paciran Kab.Lamongan Jawa
Timur
Kota : Lamongan Kab.
Area : Paciran

0 Jalan Raya Daendels


SHM ATAS NAMA 1 ORANG /SDRI.
Cocok utk dibangun Pabrik, Stock Pile Batu Bara,Gudang,Perumahan karena dekat dg Pelabuhan
Umum Lamongan Shorebase (hanya 1 KM) dan dalam MASTERPLAN Kawasan Industri
GELANGBAN (Gresik-Lamongan-Tuban),di sekeliling tanah ini sdh berdiri dan akan didirikan
KAWASAN INDUSTRI.

Kawasan ini termasuk Lingkup MASTERPLAN KEK (KAWASAN EKONOMI KHUSUS)


SPT. BATAM.
Hub:
0811376013

Iklan Terkait

14/12/2014

Tanah Strategis Dekat Hotel Selecta,cocok Villa /invest


Batu Kota, Jawa Timur
Rp 1.000.000

11/12/2014

Tanah Cocok Untuk Perumahan Di Kota Batu, Malang


Batu Kota, Jawa Timur
Rp 1.250.000

07/12/2014

Tanah Cocok Untuk Pabrik / Pergudangan

Bojonegoro Kab. , Jawa Timur


Rp 700.000

02/12/2014

Tanah Cocok Buat Property


Mojokerto Kab. , Jawa Timur
Rp 750.000

27/11/2014

1. Perindustrian
Instrustri berasal dari industria yang diartikan sebagai kegiatan ekonomi bagian dari proses
produksi, yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan baku menjadi barang
dengan nilai yang lebih tinggi penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan
perekayasaan industri. Dari sudut pandang geografi industri merupakan perpaduan-perpaduan
subsistem fisis dengan subsistem manusia. Subsistem fisis yang mendukung pertumbuhan dan
perkembangan industri, yaitu meliputi komponen-komponen lahan, bahan mentah atau bahan
baku, sumber-sumber energi dan iklim dengan segala proses ilmiahnya. Sedangkan subsistem
manusianya meliputi komponen-komponen tenaga kerja, kemampuan tekhnologi, tradisi,
keadaan politik, keadaan pemerintahan, transportasi dan komunikadi, konsumen, pasar dan
sebagainya, sehingga menjadi barang yang bernilai bagi masyarakat.
a. Pengertian Industri
Ada beberapa penjelasan tentang pengertian industri.
1) Industri berasal dari bahasa latin yaitu industria yang artinya buruh(tenaga kerja) dan

industrios yang artinya kerja keras.


2) Industri artinya bagian dari proses produksi dimana yidak mengambil langsung dari alam
untuk dikonsumsi, tetapi bahan-bahan itu diolah lebih dahulu sehingga menjadi barang yang
berguna bagi masyarakat.
3) Menurut Encyclopedia Americana, industri diartikan sekelompok kegiatan yang
mengusahakan benda-benda ekonomi dan penggunaanya.
4) Industri dalam arti sempit ialah kegiatan industri yang hanya terbatas pada tipe kegiatan
ekonomi sekunder yaitu segala macam usaha atau kegiatan yang sifatnya mengubah atau
mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
5) Industri dalam arti luas adalah suatu kegiatan dalam usahanya untuk meningkatkan
produktifitas dalam kegiatan ekonomi.
6) Mnurut G.T. Rennes, industri adalah aktifitas ekonomi manusia yang dilaksanakan secara
terorganisasi dan sistematis.
7) Menurut UU RI No.5 Tahun 1984, industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan
mentah, bahan baku, bahan setengah jadi atau barang jadi menjadi barang dengan nilai lebih atau
barang jadi menjadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaanya,
termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
Menurut Roswto pertumbuhan dan perkembangan industri dibedakan menjadi 5 tahap, yaitu:
1) The traditional society (masyarakat tradisional)
Suatu masyarakat yang strukturnya dibangun dalam fungsi terbatas, ilmu pengetahuan dan
tekhnologi sangat sedrhana dan berenghasilan rendah.
2) The Precondition for take off (pra kondisi menuju tinggal landas)
Merupakan bentuk masyarakat dalam masa peralihan. Nilai dan cara-cara tradisional mulai
dirasakan tidak cocok. Sedangkan nilai-nilai baru muncul dan sangat dibutuhkan. Secara
perlahan perubahan-perubahan pun mulai terjadi.
3) Take off (masa tinggal landas)
Merupakan masa dimana berbagai kendala terhadap pertumbuhan sudah dapat diatasi. Niali-nilai
dan terobosan baru yang jelas dapat menimbulkan kemajuan masyarakat yang makin luas.
4) The drive to maturity (menju ke arah kedewasaan)
Tahap menuju kedewasaan atau kematangan adalah suatu tahap kegiatan perekonomian yang
tumbuh secara terus menerus. Produktivitas dari keguatan industri sangat berarti menentukan
pendapatan nasional.
5) The age of high masa concumtion (suatu masa masyarakat berkonsumsi tinggi)
Masa konsumsi tinggi ditandai dengan adanya perkembangan kegiatan industri lebih ditujukan
untuk menhasilkan barang-barang konsumsi yang tahan lama.
Dari pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa:
1) Kegiatan ekonomi yaitu aktivitas manusia yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan
yang bertujuan menghasilkan barang dan jasa.
2) Bahan mentah yaitu bahan yang didapat dari sumber daya alam dan yang diperoleh dari usaha
manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjt.

3) Bahan baku industri yaitu bahan mentah yang diolah dapat dimanfaatkan sebagai sarana
industri.
4) Barang setengah jadi yaitu bahan mentah atau bahan baku yang telah mengalami satu atau
beberapa tahap proses produksi yang dapat diproses lebih lanjut menjadi barang jadi.
5) Barang jadi , yaitu barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk konsumen akhir.
6) Rencana bangun yaitu kegiatan industri yang berhubungan dnegan perencanaan pendirian
industri secara keseluruhaan atau bagian-bagiannya.
7) Rekayasa industri yaitu kegiatan yang berhubungan dengan pernacangan dan pebuatan mesinmesin (peralatan pabrik) dan peralatan industri lainnya.
8) Mengolah menjadi barang dengan nilai lebih penggunaanya yaitu menjadikan barang lebih
tinggi baik secara ekonomi maupun pemanfaatannya.
b. Keuntungan industri
Industri banyak memberikan keuntungan. Berikut ini keuntungan industri antara lain:
1) Memperbesar kegunaan bahan mentah. Semakin banyak bahan mentah yang diolah dalam
perindustrian, semakin besar pula manfaat yang diperoleh.
2) Memperluas lapangan pekerjaan.
3) Menambah penghasilan penduduk, sehingga menambah pekerjaan kemakmuran.
4) Mengurangi ketergantungan Indonesia pada luar negri.
5) Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
6) Menghasilkan aneka barang yang diperlukan oleh masyarakat.
7) Kegiatan ekonomi menjadi lebih leluasa karena tidak semata-mata tergantung pada
lingkungan alam.
8) Menambah devisa negara.
c. Syarat-syarat mendirikan industri
1) Adanya sumber daya alam yang mellimpah menyediakan bahan mentah dan dasar.
2) Terdapatnya tenaga ahli yang terampil di bidangnya yang mampu menjebatani proses
produksi dan pengelolahan sumber daya alam.
3) Banyak modal yang dapat menunjang produksi dan pemasaran.
4) Kondusi daerah yang memilik fasilitas transportasi yang lancar agar dapat menjalankan
distribusi.
5) Manajemen yang baik untuk memperlancar dan mengatur proses produksi, serta kejujuran
dalam melaksanakan tugas.
6) Daerahnya memiliki masyarakat yang siap kearah industri.
d. Klasifikasi Industri
Klasifikasi secara umum
1) Di Indonesia, usaha kegiatan industri dikelompokan menjadi empat kelompom, yaitu:
Jenis Industri Penjelasan
Kelompok 1 Aneka industri dan kerajinan, terdiri dari industri makanan dan minuman, industri
kerajinan logam.
Kelompok 2 Industri logam dan elektronika, terdiri dari industri logam dasar (besi/baja, y\timah

dan kabel), industri mesin (kendaraan, mesin-mesin, kapal) dan industri elektronika (radio,
televisi, alat listrik).
Kelompok 3 Industri kima, terdiri dari industri pupuk, gelas, garam dan gas.
Kelompok 4 Industri sandang dan tekstil, terdiri atas industri serat sintetis, pemintalan, perajutan
dan konveksi (pakaian jadi)
2) Klasifikasi secara khusus:
a) Berdasarkan bahan baku
(1) Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunnya diambil langsung dari alam, yang
dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
- Industri reproduktif adalah industri yang mengambil bahan bakunya dari alam, tetapi selalu
mengganti kembali setelah mengambilnya.
- Industri manufaktur adalah industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi, hasilnya
digunakan untuk industri lain.
(2) Industri non ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunnya diambil dari tempat lain atau
disediakan oleh industri lain.
(3) Industri fasilitatif, yaitu industri yang menjual jasa.
b) Berdasarkan jumlah tenaga kerja
(1) Industri besar3000 orang
(2) Industri sedang=20-30 orang
(3) Industri kecil=5-19 orang
(4) Industri rumah tangga=1-4
c) Berdasarkan asal modal
(1) Industri PMDN (penanaman modal dalam negri_
Adalah industri yang modalnya secara keseluruhan berasal dari penanaman modal dalam negri
oleh para pengusaha swasta nasional atau pemerintah.
(2) Industri PMA (penanaman modal asing)
Adalah industri yang modalnya sebagaian besar atau keseluruhan berasal dari penanaman modal
asing. Contoh: PT. Cocacola, PT. Uniliver, dan lain-lain
(3) Industri patungan
Adalah industri yang modalnya berasal dari kerja sama antar swasta nasional dan industri asia
dengan presentase jumlah modal yang sesuai dengan peraturan penanaman modal di Indonesia.
d) Berdasarkan produktivitas
(1) Industri primer yaitu industri yang tidak memerlukan pengelolahan lebih lanjut.
(2) Industri sekunder yaitu industri yang menghasilkan barang-barang yang memerlukan
pengolahan lebih lanjut.
(3) Industri tertier adalah industri yang bergerak di bidang jasa.
e) Berdasarkan lokasi
(1) Market oriented industry adalah industri yang berorientasi pada pasar.
(2) Suppy oriented industry adalah industri yang berorientasi pada pengolahan.

(3) Raw oriented industry adalah industri yang berorientasi pada bahan mentah/bahan baku.
(4) Power oriented industry adalah industri yang berorientasi padasumber tenaga/tenaga kerja.
f) Berdasarkan modal dan daya tampung kerja
(1) Industri padat modal (capital intensive) adalah industri yang lebih banyak menggunakan
modal untuk membentuk uang dan peralatan dengan tekhnologi tinggi daripada menggunakan
tenaga manusia.
(2) Industri padat karya (labour intensiveI adalah industri yang lebih banyak membutuhkan dan
menggunakan tenaga kerja manusia.
g) Berdasarkan hasil produksi
(1) Industri berat yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin dalam produksi, bahan baku dan
bahan penolong.
(2) Industri ringan adalah industri yang menghasilkan barang-barang jadi.
(3) Industri campuran adalah industri yang memproduksi lebih dari satu macam barang.
h) Berdasarkan tahapan produksi
(1) Industri hulu atau industri dasar adalah industri yang mengolah bahan mentah, bahan baku
dan bahan setengah jadi.
(2) Industri hilir adalah industri yang mengolah bahan-bahan setengah jadi menjadi brang jadi.
i) Berdasarkan bahan dasarnya
(1) Industri dasar adalah industri yang menghasilkan bahan dasar untuk industri lain.
(2) Industri konveksi adalah industri yang menghasilkan pakaian jadi.
(3) Industri perakitan/assembling adalah industri yang mengusahakan perakitan mesin-mesin
untuk memproduksi barang jadi.
(4) Industri trafik adalah industri yang semua bahan mentahnya diimpor.
j) Berdasarkan bahan klasifikasi departemen perindustrian
(1) Industri kimia dasar adalah industri yang mengolah lahan mentah menjadi bahan baku atau
bahan jadi menggunakan modal kerja yang besar, keahlian tinggi serta tekhnologi maju,
(2) Industri logam dasar eliputi kelompok industri bahan logam dan produksi dasar, industri
motor mesin, perlengkapan pabrik, industri peralatan listrik dan industri alat angkutan.
(3) Aneka industri, ditujukan untuk menghasilkan bermacam-macam barang kebutuhan.
(4) Industri kecil adalah industri yang bergerak dengan jumlah tenaga kerja sedikit, modal relatif
kecil, pemasaran terbatas, penggunaan peralatan sangat sederhana.
2. Menentukan Lokasi Industri
Pemilihan lokasi industri mempunyai arti sangat penting. Hal ini karena lokasi merupakan salah
satu faktor yang mempengaruhi perkembangan dan kontinuitas proses dan kegiatan industri.
Tujuan dari penentuan lokasi industri adalah untuk memperbesar keuntungan dengan menekan
biaya produksi dan meraih pasar yang luas.
a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendirian Industri
Faktor-faktor untuk menentukan lokasi industri suatu industri dapat dibedakan menjadi dua

macam:
1) Faktor pokok meliputi lokasi bahan baku, sumber tenaga kerja, biaya angkutan, daerah
pemasaran dan sumber energi.
2) Faktor tambahan, meliputi iklim, kebijaksanaan pemerintah di bidang industri dan
ketersediaan air.
b. Teori Lokasi Industri
Teori lokasi muncul untuk menentukan lokasi yang terbaik secara ekonomis bagi suatu industri.
1) Teori lokasi industri dari Weber
Teori lokasi industri dari Webber dikenal dengan sebutan least cost location. Isi pokok teori
Webber adalah lokasi industri dipilihkan di tempat-tempat yang biayanya paling minimal.
2) Teori lokasi industri optimal dari Losch
Teori lokasi optimal dari Losch berdasarkan permintaan. Menurut Losch, lokasi optimal suatu
industri adalah lokasi yang dapat menguasai wilayah pemasaran terluas.
3) Analisis wilayah pasar model Hotteling
Tujuan pasar model Hotteling adalah menganalisis strategi lokasi dua industri yang bersaing di
pasar. Menurut Hotteling elastisitas permintaan akan mendorong difusi industri.
4) Pendekatan Perilaku menurut Pred
Pred menyusun matrik perilaku yang dapat digunakan untuk menganalisis pengambilan
keputusan tentang berbagai lokasi. Pada prinsipnya, lokasi industri menurut Pred ditentukan
berdasarkan perilaku pengambilan keputusan.
Menentukan lokasi industri atas dasar bahan baku, pasar, biaya angkut, tenaga kerja, modal,
tekhnologi, peraturan dan lingkungan dapat dilakukan dengan klasifikasi sebagai berikut:
a. Lokasi industri dekat dengan bahan baku jika:
1) Bahan baku yang digunakan mudah rusak,
2) Pengangkutan barang jadi lebih mudah jika dibandingkan dengan pengangkutan bahan baku,
3) Bahan baku yang digunakan lebih berat daripada produk yang dihasilkan.
b. Lokasi industri berdasar pasar, jika:
1) Produksi yang dihasilkan lebih berat dibandingkan dengan bahan baku,
2) Bahan baku yang digunakan tidak mudah rusak,
3) Wilayah pasar luas,
4) Produksi yang dihasilkan lebih mudah rusak setelah pengolahan,
5) Faktor prestise (gengsi lebih dipentingkan, misalnya industri periklanan/advertising).
c. Lokasi industri berdasarkan biaya angkut, berarti sedapat mungkindidirikan di daerah yang
lancar transportasinya baik jumlah hasil produksinya maupun bahan-bahan baku yang
diperlukan.
d. Lokasi industri berorientasi pada tenaga kerja
Tenaga kerja dalam industri erkaitan dengan dua hal, yaitu:
(1) Kuantitas atau jumlah tenaga kerja yang ditampung oleh industri
(2) Kualitas atau mutu tenaga kerja yang dimiliki industri
e. Lokasi industri berdasarkan modal da tekhnologi

Lokasi industri perlu diperhitungkan, besarnya modal yang dibutuhkan dalam proses produksi,
dan perlu memiliki tekhnologi yang menjadikan industri lebih efisien. Dalam tekhnologi yang
dipertimbangkan sumber tenaga yang paling tepat digunakan, seperti tenaga hewan, tenaga air,
tenaga listrik, tenaga gas, batubara, atau minyak bumi.
f. Lokasi industri berdasarkan peraturan dan lingkungan
Berkaitan dengan hal ini, pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah no.29 tahun 1986
tentang pelaksanaan analisis dampak lingkungan (AMDAL), atau analisis mengenai dampak
lingkungan.
3. Pertanian
a. Pengertian Pertanian
Pertanian dalam arti luas adalah sema kegiatan yang meliputi bercocok tanam, perikanan,
peternakan dan kehi\utanan. Indonesia termasuk negara agraris, artinya sebagian besar dari
penduduk hidup di pertanian.
b. Faktor Pendorong Pertanian
Adapun faktor yang mendorong pertanian diantaranya:
1) Keadaan fisis yang baik untuk pertanian, diantaranya: tanah yang luas dan subur, iklim yang
baik, dan lapisan tanah yang gembur dan cukup tebal
2) Susunan penduduknya menurut mata pencahariannya menunjukan 10% penduduk Indonesia
hidup dari pertanian
3) Sektor pertanian menghasilkan lebih dari 50% dari pendapatan nasional
4) Penduduk Indonesia cukup banyak, sehingga pertanian membutuhkan banyak tenaga kerja
c. Jenis-jenis Pertanian
Berdasarkan pengelolaanya, pertanian dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Pertanian rakyat adalah pertanian yang diusahakan oleh rakyat. Pertanian ini bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik konsumsi sendiri maupun konsumsi lokal. Ciri-ciri: modal
kecil, lahan sempit, dikelola sederhana, tenaga kerja sederhana, tenaga kerja keluarga sendiri,
peralatan sendiri.
2) Pertanian besar adalah pertanian yang diusahakan oleh perusahaan, baik swasta maupun
BUMN. Pertanian ini bertujuan untuk keperluan ekspor atau bahan baku industri. Ciri-ciri:
modal usaha besar, lahan luas, dikelola secara modern.
Berdasarkan jenis tanamannya pertanian dibedakan menjadi dua yaitu:
1) Pertanian tanaman pangan, adalah usaha pertanian yang berupa bahan pangan. Tanaman
pangan dibedakan menjadi tiga yaitu, jenis padi-padian, jenis palawija (ketela pohon, ketela
rambat, umbi-umbian, kacang tanah dll) dan jenis holtikultura (buah dan sayuran)
2) Pertanian tanaman perkebunan, adalah usaha pertanian yang bertujuan memenuhi kebutuhan
dan perdagangan besar. Tanaman perkebunan dapat dibedakan menjadi tanaman perkebunan
musiman (tebu,tembakau,dll) dan tanaman perkebunan tahunan (kopi,karet, coklast,dll)
Berdasarkan lahannya pertanian dibedakan menjadi empat, yaitu:

1) Bersawah adalah usaha bercocok tanam yang dilakukan di sawah dengan jenis tanaman padi.
Jenis-jenis sawah meliputi
1) Sawah irigasi, yaitu sawah yang menggunakan perairan secara teratur
2) Sawah tadah hujan, aytiu sawah yang menggunakan perairan dengan air huajan
3) Sawah lebak, yaitu sawah yang diusahakan di bantaran sungai besar saat penghujan
4) Sawah bancah, yaitu sawah yang diusahakan di daerah pantai dekat muara sungai. Sawah ini
juga dinamakan sawah pasang surut
2) Berladang adalah usaha bercocok di lahan kering, pada saat musim hujan dan dilakukan
dengan cara berpindah-pindah
3) Bertegal, adalah usaha bercocok tanam di lahan kering dengan memanfaatkan air hujan.
Hasilnya jagung, kacang, ketela dll
4) Berkebun, adalah usaha bercocok tanam yang dilakukan di sekitar rumah (pekarangan)
d. Faktor Pendorong dan Penghambat Usaha Pertanian Indonesia
Faktor pendorong usaha pertanian Indonesia:
1) Pengaruh iklim muson menyebabkan berjenis-jenis flora dapat tumbuh dengan subur
2) Tanah di Indonesia subur
3) Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi
Faktor penghambat usaha pertanian Indonesia:
1) Kemarau panjang
2) Hama tanaman (tikus, wereng dan belalang)
3) Penyimpangan iklim
4) Faktor manusia
e. Usaha Pemerintah memajukan pertanian
Pemerintah telah menempuh dua usaha dalam rangka meningkatkan hasil pertanian, yaitu:
1) Usaha dalam jangka pendek meliputi:
a) Memperluas pemakaian bibit-bibit unggul, jenis PB, IR, Bengawan dan lain-lain
b) Memperluas pemakaian pupuk dan pemberantasan hama dan mendirikan kursus-kursus tani
untuk memberitahukan pertanian
c) Mengadakan badan-badan: Bulgonas (Badan Usaha Logistik Nasional), Dolog (Depot
Logistik), BUUD (Badan Usaha Unit Desa), KUD (Koperasi Unit Deas)
2) Usaha jangka panjang meliputi:
a) Membuka tanah pertanian baru diluar jawa
b) Pembuatan waduk dan saluran irigasi
c) Mendirikan pabrik pupuk
4. Mengidentifikasi Aglomerasi Industri
a. Pengertian Aglomerasi Industri
Aglomerasi industri adalah pemusatan industri di suatu kawasan tertentu dengan tujuan agar
pengelolahan dapat optimal.

Gejala aglomerasi industri itu disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:


1) Adanya persaingan industri yang semakin hebat dan semakin banyak
2) Melaksanakan segala bentuk efisiensi di dalam penyelenggaraan industri
3) Untuk meningkatkan produktifitas hasil industri dan mutu produksi
4) Untuk memberikan kemudahan bagi kegiatan industri
5) Untuk mempermudah kontrol dalam tenaga kerja, bahan baku dan pemasaran
6) Untuk menyongsong perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik yang dimulai tahun 2010
7) Melakukan pemerataan lokal industri sesuai dengan jumlah secara tepat dan berdaya guna
serta menyediakan fasilitas kegiatan industri yang berwawasan lingkungan.
b. Penyebab Aglomerasi Industri
Terjadinya aglomerasi indsutri biasanya disebabkan oleh hal-hal berikut:
1) Kondisi geografis,
2) Menumpuknya bahan baku yang hanya pada suatu tempat,
3) Tenaga alam dan tenaga kerja manusia tidak tersebar rata,
4) Pembangunan sarana dan prasarana yang tidak merata
Keberhasilan proses aglomerasi (pemusatan) industri banyak ditentukan oleh faktor tekhnologi,
lingkungan, produktivitas modal, SDM, manajemen dan lain-lain. Sarana transportasi merupakan
faktor yang sangat berpengaruh terhadap aglomerasi industri.
5. Perindustrian di Indonesia
a. Ciri-ciri Perindustrian di Indonesia
1) Industri-industri di daerah bersifat mendukung perekonomian nasional
2) Indrustri-industri yang dikembangkan di daerah bertumpu pada pertumpuan daerah,
khususnya agroindustri
3) Berusaha pada peningkatan mutu produksi dalam rangka orientasi ekspor
4) Diadakan usaha pembinaan penyuluhan dan pembimbimngan dalam rangka peningkatan
kemampuan berproduksi, penggunaan tekhnologi tepat guna, serta kemampuan manajemen dan
pemasaran.
b. Faktor-faktor yangsangat menguntungkan bagi pembangunan industri di Indonesia
1) Kekayaan bahan baku melimpah seperti kayu, karet, timah, besi, bauksit dan lainnya,
2) Lalu lintas dan sarana pengangkutan semakin maju,
3) Jumlah penduduk yang sangat besar sebagai konsumen dan sebagai faktor tenaga,
4) Adanya bantuan dan perlindungan pemerintah, lebih-lebih Indonesia selalu bekerja sama
dengan negara lain.
Faktor-faktor penghambat industri:
1) Kekurangan modal kerja
2) Terbatasnya tenaga kerja yang terampil dan ahli
3) Pemasaran hasil industri kurang lancar
4) Kualitas barang yang dihasilkan barang rendah

5) Infrastruktur yang kurang memadai


6) Komponen bahan baku tertentu masih tergantung dari luar negri
7) Sikap mental masyarakat yang lebih menyukai produk buatan luar negri
8) Adanya iklim usaha yang kurang sehat (masih terdapat monopoli)
c. Faktor-faktor umum yang mempengaruhi perkengangan industri
High Smith mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi usaha dan kegiatan industri itu
ke dalam hal-hal sebagai berikut:
1) Faktor sumber daya, menyangkut bagian bahan mentah, sumber energi, penyediaan air, iklim
dan bentuk lahan.
2) Faktor sosial, antara lain tenaga kerja, keterampilan, kemampuan tekhnologis dan kemampuan
mengorganisasi.
3) Faktor ekonomi, menyangkut pemasaran, transportasi, modal, nilai dan harga tanah.
4) Faktor kebijaksanaan pemerintah, yang mempengaruhi usaha dalam perkembangan industri,
misalnya berupa ketentuan-ketentuan perpajakan dan tarif, pembatasan ekspor-impor,
pembatasan jumlah beupa ketentuan-ketentuan perpajakan dan tarif, pembatasan ekspor-impor,
pembatasan jumlah dan macam industri dan pengembangan kondisi dan iklim yang
menguntungkan usaha,
d. Persebaran daerah industri di Indonesia
Persebaran daerah industri selama PJPT (Pembangunan Jangka Panjang Tingkat) di Indonesia
menunjukan hampir setiap daerah provinsi di Indonesia telah ada kegiatan industri. Karena
kondisi wilayah yang berbeda-beda, sebagai pusat pertumbuhan kawasan industri berbeda-beda.
Pusat pertumbuhan kawasan industri tersebut dapat dibagi sebagai berikut:
1) Zona Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI)
Wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Timur,
Wilayah Sumatera Selatan dan Lampung,
Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,
Wilayah Kalimantan Timur,
Wilayah Sulawesi Selatan
2) Zona Industri Kimia Dasar
Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Sleatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Sleatan
dan Nusa Tenggara Timur,
3) Zona Industri Logam Dasar
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
4) Kemungkinan WPPI atas Dasar Industri Utama
Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur Wilayah Kalimantan Barat dan Riau,
Wilayah Maluku dan Irian.

6. Bentuk-bentuk Kerjasama Industri Antar Negara

Bentuk kerjasama industri antar negara anatara lain :


a. ASEAN (Association South East Asian Nation)
Pada tahun 1980 telah disepakati adanya Basic Agreement on ASEAN Industrial Project.
Realisasi proyek kerja sama industri di lingkungan ASEAN, misalnya didirikan adanya pabrik
pupuk urea di Indonesia dan Malaysia.
b. UNIDO (United Nations Industrial Development Organizations)
Organisasi ini berada di bawah naungan PBB didirikan untuk memberikan berbagai bantuan
teknis program-program pelatihan, penelitian dan penyediaan berbagai informasi yang berkaitan
dengan peluang peningkatan kegiatan perdagangan dan industri
c. GATT (General Agreement on Tarriffs and Trade)
GATT adalah suatu perjanjian dagang internasional yang bertujuan untuk memperluas
perdagangan internasional sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan dunia
d. ILO (International Labour Organization)
Organisasi ini merupakan badan khusus PBB yang bertujuan untuk memperbaiki syarat-syarat
kerja dan syarat-syarat hidup buruh di seluruh dunia
e. JETRO (Japan External Trade Organization)
Organisasi ini bertujuan untuk mengurus investasi bisnis Jepang di luar negri dan bantuan
manejemen bagi perusahaan di negara mitranya yang diantaranya adalah juga mengurus investasi
sektor industri.
Selain bentuk kerjasama internasional, Indonesia juga melakukan hubungan bilateral dengan
berbagai negara
a. Kerjasama dengan Malaysia, dalam pendirian industri, ekspor-impor hasil industri, dan
sebagainya.
b. Kerjasama dengan Jepang terutama dalam investasi modal berbentuk join venture dan
kerjasama dalam bentuk ekspor impor.
c. Kerjasama dengan Amerika Srikat, antara lain usaha patungan dalam industri pembuatan alatalat komunikasi, industri pesawat terbang dan industri pertambangan.
d. Kerjasama dengan Australia, yaitu Australia merupakan investor utama dalam mendukung
industri pariwisata.
Kerjasama industri antar negara dapat dilakukan dalam bidang tekhnologi, modal, bahan baku,
tenaga kerja, pemasaran.
a. Tekhnologi
Pada umumnya bentuk kerjasama di bidang ini berupa alih tekhnologi. Indonesia melakukan alih
tekhnologi dengan beberapa negara.
b. Modal
Modal industri dapat berupa patungan atau bagi hasil antara peminjam modal (debitor) dan
pemberi modal (kreditor) Indonesia dapat menerima modal dari luar negri asal tidak terikat pada
peraturan tertentu.

c. Bahan Baku
Kerjasama dalam hal bahan baku dilakukan jika suatu negara tidak memiliki atau tidak
memenuhi kebetuhan suatu industri. Indonesia juga mengimpor barang-barang dari luar negri,
yang dapat dikelempokan menjadi tiga macam, yaitu:
1) Bahan-bahan baku/penolong, misalnya bahan-bahan kimia, kertas, benang tenun, besi, baja,
kapas, pupuk.
2) Barang-barang impor, misalnya motor listrik, kendaraan, traktor, pia-pipa besi/baja.
3) Barang-barang konsumsi, misalnya tepung terigu, obat-obatan, susu ikan, bahan pakaian dan
beras.
d. Tenaga Kerja
Kerjasama bidang tenaga kerja antara negara maju dengan negara berkembang adalah:
1) Bagi negara berkembang seperti Indonesia perlu mendatangkan tenaga ahli dari negara maju,
2) Bagi negara maju sering memerlukan tenaga kerja untuk industri yang bersifat padat karya,
dengan membuka pabrik di negara yang banyak memiliki sumber daya manusia dalam jumlah
besar.
e. Pemasaran
Bentuk pemasaran dalam industrialisasi berupa kegiatan ekspor-impor. Barang-barang yang
diekspor oleh Indonesia adalah karet, minyak bumi, timah, kayu, kopra, kopi, gula, tembakau,
minyak kelapa, sawit, lada dan hasil hutan.
7. Perbandingan Industri Indonesai dengan Industri Negara Maju
Persebaran industri di negara maju (develompent countries) atau disebut negara-negara G7,
meliputi Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Italia, dan Jepang yang pada
umumnya dikenal dengan sebutan industri padat modal. Sebaliknya, negara-negara sedang
berkembang (developing countries) seperti di Indonesia dikenal dengan sebutan industri padat
karya.
Di bawah ini dapat dilihat perbandingan industri negara-negara maju, yaitu:
a. Perindustrian di Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan negara industri yang terbesar di dunia, karena didukung oleh faktorfaktor sebagai berikut:
1) Kaya akan bahan mentah dan bahan tambang,
2) Modal cukup besar dan kuat,
3) Ilmu pengetahuan dan tekhnologi sudah maju,
4) Manajemen atau organisasi sudah teratur,
5) Pemakaian standar produksi tepat,
6) Pembentukan trust dan kartel-kartel pada setiap perusahaan,
7) Pembagian kerja dan sistem spesialisasi.
Daerah-daerah industri Amerika Serikat antara lain:
1) Industri Lokomotif dan gerbong kereta api Amerika Serikat,

2) Industri Galangan kapal di New York dan Philadelphia,


3) Industri pesawat terbang di Los Angles, San Diego, dan Seatle, industri besi dan baja yang
menghasilkan mobil dan mesin mobil dan mesin, di Birmingham, Clevenland, Pittsburg, Detroit
Chicago dan Duluth.
b. Perindustrian di Inggris
Perindustrian di Inggris sangat maju karena kaya barang tambang, sumber tenaga dan jaringan
transportasinya lancar. Daerah-daerah industri di Inggris dan hasilnya antara lain:
1) London, Brimingham, dan Oxford memproduksi mesin-mesin mobil dan pesawat terbang.
2) Industri tekstil di Glasgow, Lancashire, dan Menchester,
3) Industri d\galangan di New Castle, London, Peasly, dan Greenock.
c. Perindustrian di Perancis
Perindustrian di Perancis sangat maju karena kaya akan sumber tenaga air sebagai pembangkit
tenaga listrik dan kaya barang tambang sperti batu bara, bauksit, bijih bisi, minyak bumi.
Daerah-daerah industri Perancis antara lain:
1) Kota Paris dan sekitarnya terdapat industri logam, tekstil dan lainnya,
2) Bagian utara dekat Lilie dan Rijzel terdapat industri gula dan tekstil,
3) Di daerah lembanh Rhone dan Saone dekat Paris terdapat industri mobil,
d. Perindustrian di Jerman
Industri Jerman sangat maju karena banyak sumber tenaga, barang tambang, transportasi sangat
maju, dan upah buruh murah.
Daerah industri di Jerman antara lain:
1) Munich, tempat produksi minuman air, industri penerbitan, alat optik, dan tekstil,
2) Stutgart, pusat pabrik mobil Mercedez-benz atau kedokteran,
3) Berlin barat, merupakan tempat pembuat alat-alat listrik, industri percetakan dan penerbiatan.
e. Perindustrian di Belanda
Kemajuan industri di Belanda didukung tersedianya sumber tenaga (batu bara, gas alam) sumber
daya alam (tanah liat dan garam)
Daerah industri di Belanda antara lain:
1) Industri tekstil di Belanda di Enschede dan Amelo,
2) Industri pesawat terbang di Fokker dan di Amsterdam,
3) Industri galangan kapal terbesar di Amsterdam dan Roterdam.
f. Perindustrian di Jepang
Perindustrian di Jepang dapat muali berkembang pesat karena hal-hal sebagai berikut:
1) Tenaga buruh murah, terlatih dan terampil,
2) Memiliki tenaga ahli cukup banyak,
3) Industri Jepang umumnya berlangsung selama 24 jam setiap hari,
4) Dikerjakan dengan ilmu dan tekhnologi modern serta modal yang besar,
5) Kaya akan batu bara putih,
6) Memiliki pelabuhan-pelabuhan alam yang baik untuk pertanian,
7) Pemerintah iktu memajukan industri yaitu, dengan mengadakan proteksi dan politik dumping,

8) Perindustrian di negara tetangga belum maju sepesat Jepang.


Kawasan industri yang penting di Jepang adalah sebagai berikut:
1) Kawasan industri Keihin, terletak di Kwante sekitar teluk Tokyo. Kota-kota industri antara
lain: Yokohama, Tokyo, Kawasaki, hasil industrinya berupa besi baja, mobil, galangan kapal,
elektronika, tekstil, kimia, kamera, penyulingan minyak, kertas, percetakan.
2) Kawasan industri Hanchin, terletak di daratan Kinki sekitar teluk Osaka, di kawasan ini
terdapat tiga kota industri yaitu:
a) Osaka, kota industri tekstil terbesar di Jepang,
b) Kyoto, tempat industri kerajinan, mainan anak-anak, vermis dan sastra,
c) Kobe, tempat industri mobil, galangan kapal, besi baja, mesin-mesin penyulingan minyak,
kimia dan alt-alat listrik.
3) Kawasan industri Chukyo terletak di daratan Nobi, sekitar teluk Ise di kawasan ini terdapat
kota industri terkenal yaitu:
a) Nagoya, kota industri pesawat terbang dan lokomotif,
b) Hamamatsu, kota industri alat-alat musik.
8. Kawasan Industri, Kawasan Berikat dan Relokasi Industri
a. Kawasan Industri (Industrial Estate)
1) Pengertian kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri pengelolaan
yang dilengkapi dengan sarana dan fasilitas penunjang lainnya serta dikelola oleh perusahaan
kawasan industri.
2) Tujuan pembangunan kawasan industri adalah sebagai berikut:
a) Untuk mempercepat pertumbuhan industri,
b) Untuk memberikan kemudahan bagi kegiatan industri,
c) Untuk mendorong kegiatan industri supaya berlokasi di kawasan industri,
d) Menyediakan fasilitas lokal industri yang berwawasan lingkungan.
b. Kawasan Berikat (Bonded Zone)
Kawasan berikat disebut juga Export Processing Zone.
1) Pengertian Kawasan Berikat
Kawasan berikat adalah suatu kawasan dengan batas-batas tertentu di wilayah pabean Indonesia
yang didalamnya diberlakukan ketentuan khusus di bidang pabean.
2) Fungsi kawasan berikat adalah:
a) Sebagai tempat penyimpanan dan pengolahan produk atau komoditas perdagangan yang
berasal dari luar negri, sebelum barang tersebut dipasarkan,
b) Sebagai tempat penyimpanan, menimbun dan megolah atau mengemas komoditas yang
berasal dari dalam negri untuk tujuan ekspor.
3) Ciri-ciri utama kawasan berikat yang hampir umum dimiliki seluruh negara adalah:
a) Bebas impor bahan baku, bahan penunjang, dan peralatan,
b) Keringanan atau penundaan pajak, pada umumnya diberikan untuk periode tertentu (biasanya

3 sampai 10 tahun) yang dikenal sebagai tax holiday,


c) Penyederhanaan perizinan dan administrasi, hampir semua negara yang membuka kawasan
berikat memberikan kemudahan termasuk dalam hal dokumen pabean untuk ekspor-impor,
d) Instuktur penunjang berupa prasarana dan sarana lengkap,
e) Subsidi tarif jasa pelayanan umum, pada umumnya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan
berikut ini.
c. Relokasi Industri
1) Pengertian relokasi industri
Relokasi industri yaitu pemindahan industri dari negara maju ke negara berkembang.
2) Alasan relokasi industri yaitu:
a) Di negara berkembang upah buruh lebih murah dibandingkan negara maju,
b) Mengurangi tingkat polusi atau pencemaran negara maju,
c) Negara yang dituju mempunyai tenaga kerja yang sesuai,
d) Memperbesar dan memperluas usaha industri,
e) Memperluas pemasaran hasil industri.
3) Keuntungan relokasi industri bagi negara yang dituju, yaitu:
a) Menambah dan memperluas lapangan pekerjaan,
b) Menambah pendapatan negara dari sektor pajak,
c) Alih tekhnologi dari negara maju,
d) Permodalan langsung dari negara yang memindahkan industri