Anda di halaman 1dari 10

KOMUNIKASI EFEKTIF

KOMUNIKASI TENTANG PASIEN


KEPADA DPJP DENGAN METODE SBAR

SITUATION
BACKGROUND
ASSESSMENT

RECOMMEDATION

No

Jenis kegiatan

1.

Situation
Mengidentifikasi diri, unit/ ruangan ,
Menyebutkan nama pasien dan umur, nomor kamar.
Secara singkat menyatakan masalahnya, apa itu, ketika hal itu terjadi atau dimulai, dan
seberapa parah.

2.

Background/ Latar Belakang (1)


Diagnosis masuk/ diagnosis sekarang, masalah-masalah lain
tanggal masuk
riwayat medis (anamnesa) yang penting termasuk alergi

3.

Background/ Latar Belakang (2)


Keadaan umum, kesadaran dan tanda-tanda vital terbaru
Pemeriksaan fisik yang penting dan menunjang
Hasil pemeriksaan penunjang yang penting: dan memberikan tanggal dan waktu tes
dilakukan dan hasil tes sebelumnya untuk perbandingan
Tindakan dan obat yang diberikan termasuk infuse.

4.

5.

Assessment/ Penilaian
Sebutkan masalah apa yang anda pikirkan

Rekomendasi
Usul tindakan yang mungkin diperlukan atau pindah ke ICU, kepada dokter konsultan
(DPJP/ Dokter Penanggung Jawab Pasien)
Usul perlu tidaknya pemeriksaan tambahan?
Jika DPJP memberikan instruksi : terima informasi dengan metode TBAK

Skenario OSCE SBAR


Tn Ari Gunadi, 45 tahun, Kamar 206, 2 hari yang lalu masuk rumah
sakit dengan diagnosis Pneumothorax spontan dextra . Riwayat
pasien adalah penderita COPD (PPOK) yang sering MRS karena sesak,
juga terdapat riwayat hipertensi. Tidak ada riwayat alergi.
Pasien sudah dipasang chest tube untuk water sealed drainage. Telah
diberikan antibiotic levofloxacin infuse 750 mg/ 24 jam. Dua jam
terakhir Tn Ari Gunadi, mengalami gangguan pernafasan kembali .
Keadaan umum gelisah, tampak sesak, kesadaran kompos mentis,
kooperatif. Tensi 140/ 80 mmHg, nadi 102x/menit, RR: 26 x/menit,
suhu 38,50C. Pada Auskultasi, suara pernafasan menurun di
sebelah kanan, tracheal shift. Dengan oksigen nasal kanul 4 liter/min
saturasi O2 turun dari 95% menjadi 85%. Pasien sudah dipasang
chest tube untuk water sealed drainage (WSD) 2 hari yang lalu.
Terpasang infuse RL 20 tetes per menit. Telah diberikan antibiotik
levofloxacin infuse 750 mg/ 24 jam.
Kemungkinan sesak dikarenakan: pneumothorax nya memberat akibat
ada masalah dengan WSD nya? Atau mungkin terjadi infeksi
sekunder pada parunya. Pasien ini sepertinya memerlukan foro
thoraks ulang, analisa gas darah, dan pengecekan ulang WSD nya.

SBAR

S Saya dr. Badu, dokter jaga di ruang Anggrek RSSA, melaporkan Tn Ari
Gunadi, di Kamar 206, dalam 2 jam terakhir ini mengeluh sesak yang
semakin memberat .
B (1) Pasien MRS 2 hari yang lalu dengan diagnosis Pneumothorax
spontan Dextra. . Riwayat pasien adalah penderita COPD (PPOK) yang
sering MRS karena sesak, juga terdapat riwayat hipertensi. Tidak ada
riwayat alergi. Dua jam terakhir Tn Ari Gunadi, mengalami gangguan
pernafasan kembali .
B (2) Keadaan umum gelisah, tampak sesak, kesadaran kompos mentis,
kooperatif. Tensi 140/ 80 mmHg, nadi 102x/menit, RR: 26 x/menit, suhu
38,50C. Pada Auskultasi, suara pernafasan menurun di sebelah kanan,
perkusi dada kanan: timpani, trachea bergeser ke kiri. Dengan oksigen
nasal kanul 4 liter/min saturasi O2 turun dari 95% menjadi 85%.
Pasien sudah dipasang chest tube untuk water sealed drainage 2 hari
yang lalu. Telah diberikan antibiotik levofloxacin infuse 750 mg/ 24 jam.
AKemungkinan sesak dikarenakan: pneumothorax nya memberat akibat
ada masalah dengan WSD nya? Atau mungkin terjadi infeksi sekunder
pada parunya?

KETRAMPILAN MENERIMA INFORMASI DENGAN METODA TBAK

Tulis
Baca
Konfirmasi kembali

No

Jenis kegiatan

1.

Penerima informasi: mengangkat telpon, mengucapkan salam, menyebutkan nama dan


tempat bekerja/ menerima telpon, dan mengucapkan: ada yang bisa saya bantu?

2.

Bila penelpon tidak memberitahukan identitasnya, penerima informasi harus


menanyakannya.

3.

Mendengarkan informasi atau instruksi dengan seksama, lalu mencatat kelengkapan


instruksi atau hasil pemeriksaan ke dalam catatan rekam medis pasien

4.

Penerima informasi juga harus mencatat:


Tanggal dan jam menerima telpon
Siapa yang menerima (nama lengkap)
Siapa yang menelpon (nama lengkap)

3.

Membacakan kembali secara lengkap informasi atau instruksi yang diterima, dan
konfirmasi kembali apakah yang dimaksud oleh pemberi informasi/ instruksi sudah
sesuai.

4.

Eja ulang suku kata, untuk obat-obat dan tindakan yang namanya terdengar mirip atau
tidak jelas.

5.

Beri tanda tangan dan nama jelas petugas yang menerima instruksi atau informasi serta
perawat saksi, catat jam prosedur terjadi.

6.

Lakukan verifikasi kepada dokter yang memberi instruksi atau informasi pada saat
datang berkunjung dengan memberi tanda tangan dan nama jelas, tanggal dan jam
verifikasi pada catatan sebelumnya. dalam waktu 1x24 jam setelah instruksi diberikan.

Contoh skenario TBAK


Dokter Y: Saya dokter Y, Pasien saya
yang bernama Nona X, 20 tahun,
dengan diagnosa DHF, di kamar no 1,
mohon untuk dilakukan pemeriksaan
DL setiap hari, serta diberikan
Parasetamol 500mg bila panas. Bila
leukositnya naik > 12.000, tolong
diberikan injeksi Ceftriakson 2 x 1
gram iv.

Informasi/ instruksi pada skenario


TBAK di atas yang perlu dikonfirmasi

Nona X di kamar / bed berapa?


DHF maksudnya?
DL maksudnya?
Pemberian parasetamol secara?
Iv atau im? (terdengar kurang jelas).
Jika iv, maksudnya intravena?
Ceftriakson perlu dilakukan skin test
dulu?

Hasil Pencatatan