Anda di halaman 1dari 2

Klostrodium

I.

II.

III.

Gambaran umum

Toksemia karena menelan toksin yang sudah ada di didalam


makanan, atau dari infeksi terbatas yang mengandung kuman yang
melepaskan toksin ke seluruh tubuh; sebagian besar gejala
patologis berkaitan dengan adanyya toksin yang sudah diketehaui
dengan jelas; toksin tetanus dan botulinum merupakan dua toksin
yang paling kuat saat ini.

Angka kematian tinggi; C.perfringens dan C.tetani merupakan


problem utama pada masa perang.

Sporanya ada dimana-mana ditanah dan memegang peran utama


sebagai penyebab infeksi klostrodium.

Memerlukan potensial oksida-reduksi rendah di dalam jaringan,


klostrodium tidak dapat menginfeksi jaringan sehat.

Klasifikasi

C.perfringens menyebakaninfeksi pada luka jaringan lunak dan


keracunan makanan

C.botulinum menyebabkan boptulisme

C.tetani menyebabkan tetanus

C.difficile menyebabkan gastroenteritis

Sejumlah spesies patogen tambahan dapat juga menyebabkan


infeksi luka.

Menefestasi klinik
C.perfringens menyebabkan dua jenis infeksi :
a) Infeksi luka jaringan lunak (otot) sesudah trauma hebat (luka
lembek, kecelakaan lalu lintas atau di pabrik, patah tulang terbuka,
abortus sepsis, hipotermia atau kedinginan); kuman-kuman ini
mengeluarkan toksin dan enzim yang dapat menyebabkan
terjadinya gas, pembengkakan, gangguan peredaran darah;
kerusakan pembuluh darah dan penumpukan asam laktat yang
menurunkan potensial oksidasi-reduksi yang menyebabkan 2 hal :
(a) Selulitas anaerob-menghancurkan jaringan yang rusak.
(b) Mionekrosis(gangguan gas)-menghancurkan jaringan yang rusak
dan jaringan yang sehat di sekitarnya.

b) Keracunan makanan-terjadisetelah manelan makanan tercemar


yang mengandung enterotoksin;terjadi nyeri perut disertai kejang
hebat dan diare selama 1 hari.

C.botulinum menginfeksi orang dewasa dan anak-anak :


a.

orang dewasa - terjadi setelah menelan toksin yang ada pada


makanan yang tercemar; timbul rasa mual, muntah,
pusing;kelumpuhan, pengelihatan ganda, kesulitan menelan dan
bicara, kelemahan otot, kelempuhan pernapasan dan kemudian
pada 20% kasus; jarang menyebabkan infeksi luka dengan gejalagejala yang sama.

b. Anak-anak terjadi setelah menelan spora dan diikuti oleh


berkembangbiaknya kuman pada saluran pencernaan, eksotoksin
menyebabkan sukar buang air besar (konstipasi), kelemahan
menyeluruh dan hilangnya pengontrolan kepala dan anggota tubuh
(gambaran seperti benda terkulai), jarang menyebabkan kematian.

IV.
V.

Diagnosis laboratorium