Anda di halaman 1dari 2

Konsep Kelangsungan Usaha (Going Concern)

Dalam melakukan pembuatan suatu laporan keuangan, kita harus berpedoman kepada
suatu standar yang telah diakui. Hal ini menjadi penting mengingat suatu laporan itu disajikan
untuk berbagai kalangan yang berkepentingan dan juga laporan keuangan itu harus dapat
dibandingkan dengan laporan keuangan lainnya, sehingga dibutuhkanlah satu standar keuangan
yang sama sebagai acuan.
Kelangsungan Usaha, Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi
kelangsungan usaha dan akan melanjutkan usahanya di masa depan. Menurut Aji Dedi
Mulawarman, going concern atau kelangsungan usaha adalah suatu keadaan di mana perusahaan
dapat tetap beroperasi dalam jangka waktu ke depan, dimana hal ini dipengaruhi oleh keadaan
financial dan non financial.
Postulat kelangsungan usaha (going concern) mengasumsikan bahwa perusahaan akan
terus berlanjut sampai waktu yang tidak ditentukan. Implikasi asumsi ini, pada keadaan luar
biasa, nilai laporan likuidasi untuk aset dan ekuitas adalah pelanggaran atas konsep atau asumsi
dasar ini. Sebab asumsi kelangsungan usaha mengasumsikan bahwa perusahaan akan mampu
mempertahankan kegiatan usahanya dalam jangka panjang dan tidak untuk dilikuidasi dalam
jangka pendek. Belkaoui (1992) menambahkan bahwa dengan adanya konsep ini (going
concern) entitas akan melanjutkan operasinya cukup lama untuk mewujudkan proyek-proyeknya,
komitmen, dan kegiatan yang sedang berlangsung.
Konsep kelangsungan usaha mengasumsikan bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk
dilikuidasi dalam masa yang akan datang yang dapat diketahui dari sekarang. Jadi laporan
keuangan yang dibuat merupakan suatu pandangan sementara atas keadaan keuangan perusahaan
dan merupakan sebuah bagian dari seri laporan yang berkelanjutan, selain itu juga, konsep ini
sangat berperan dalam menentukan harga perolehan dan juga penilaian asset tetap.

Jadi Going concern adalah kelangsungan hidup suatu entitas. Dengan adanya going
concern maka suatu entitas dianggap akan mampu mempertahankan kegiatan usahanya dalam
jangka panjang atau tidak akan dilikuidasi dalam jangka pendek.
Menurut pendapat saya konsep kelangsungan usaha (going concern) itu ada perlunya juga
namun sebenarnya biasa saja. Tidak ada hal yang sangat istimewa dengan konsep kelangsungan
usaha. Setiap perusahaan memang diharapkan dapat bertahan selamanya, tetapi tuhan dan
manajemen yang bagus atau tidak yang menetukan semuanya itu. Selayaknya manusia,
perusahaan juga mempunyai umur tertentu. Perusahaan mungkin akan melakukan merger
ataupun akuisisi untuk melangsungkan kegiatan usahanya. Jika kelangsungan usaha dimaknai
sebagai bentuk perjuangan kepada tuhan, maka itu memiliki makna untuk selamanya, tetapi jika
kelangsungan usaha memiliki makna sebagai usia hidup perusahaan, maka tentu akan ada
akhirnya.