Anda di halaman 1dari 5

Wilayah Kerja BWS Kalimantan III

Sebagai

Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Pemerintah, BWS Kalimantan III

melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang digariskan dalam Pasal 14 dari UU
No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, dimana pengelolaan sumber daya air
dilaksanakan dengan pendekatan wilayah sungai. Sesuai Keppres No. 12 Tahun 2012
tentang Penetapan Wilayah Sungai maka Provinsi Kalimantan Timur memiliki 6 (enam)
wilayah sungai yaitu
1. WS Sesayap (Lintas Negara)
2. WS Kayan (Lintas Kab/Kota)
3. WS Berau-Kelai (Lintas Kab/Kota)
4. WS Karangan (Lintas Kab/Kota)
5. WS Mahakam (Strategis Nasional)
6. WS Kendilo (Lintas Kab/Kota).
Dari 6 (enam) wilayah sungai tersebut yang menjadi tugas utama adalah atau yang
tercakup dalam wilayah kerja BWS Kalimantan III adalah WS Sesayap (Lintas
Negara) dan WS Mahakam (Strategis Nasional)

Gambar 1. Peta Wilayah Sungai di Provinsi Kalimantan Timur


(Sesuai Keppres No. 12 Tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai)

SESAYAP : WS LINTAS NEGARA


WS Sesayap memiliki kode 04.17.A1 merupakan WS Lintas Negara. Memiliki luas
sekitar 38.000 km2 dan tercakup dalam 5 (lima) wilayah administrasi yaitu Kab.
Bulungan, Kab. Tana Tidung, Kab. Malinau, Kab. Nunukan dan Kota Tarakan. Disebut
WS Lintas Negara dikarenakan terdapat beberapa daerah aliran sungai yaitu sebagian
luasnya berada di Negara Malaysia, salah satu diantaranya adalah DAS Sebakung.

WS Sesayap memiliki banyak DAS yang berukuran besar diantaranya DAS Sesayap
(Luas 16.140 km2 dengan panjang sungai utama 262 km), DAS Sebakung (Luas
4.977 km2 dengan panjang sungai utama 241 km) dan DAS Sebuku (Luas 3.554 km2
dengan panjang sungai utama 152 km). DAS lainnya berukuran sedang dan kecil
diantaranya DAS Simenggaris, DAS Sebakis, DAS Linuang Kayan dan sebagainya

Gambar 2. Peta Wilayah Sungai Sesayap (Sesuai Keppres No. 12 Tahun 2012
tentang Penetapan Wilayah Sungai)

WS MAHAKAM : WS STRATEGIS NASIONAL


WS Mahakam memiliki kode 04.13.A3 merupakan WS Strategis Nasional. Memiliki
luas sekitar 80.000 km2 dan tercakup dalam 8 (delapan) wilayah administrasi yaitu
Kab. Pase, Kab. Penajam Paser Utara (PPU), Kota Balikpapan, Kab. Kutai
Kartanegara, Kab. Kutai Timur, Kota Samarinda, Kab. Kutai Barat dan Kab. Malinau.
Diberikan status WS Strategis Nasional dengan pertimbangan: memiliki potensi
sumber daya air dan sumber daya mineral, kayu, perikanan yang sangat besar dan
menentukan bagi pendapatan nasional.

WS Mahakam memiliki DAS yang paling besar yaitu DAS Mahakam yang luasnya
mencapai 77.000 km2 dengan panjang sungai utama mencapai 920 km. DAS yang
besar lainnya adalah DAS Telake (Luas 3628 km2 dengan panjang sungai utama 165
km). DAS Lainnnya memiliki ukuran kecil. DAS Mahakam memiliki 66 Sub DAS
dengan Sub DAS yang besar adalah Sub DAS Kedang Kepala, Sub DAS Belayan, Sub
DAS Kedang Pahu, Sub DAS Kedang Rantau, Sub DAS Boh dan sebagainya yang
luasnya lebih dari 5.000 km2 dan panjang sungai lebih dari 100 km.
Di WS Mahakam yaitu di DAS Mahakam terdapat lahan basah yang sangat penting
berupaka kawasan danau, yang jumlahnya 17 dengan luas wilayah sekitar 100.000
ha. Tiga danau besar di DAS Mahakam adalah D. Semayang (13.000 ha), D. Melintang
(11.000 ha) dan D. Jempang (15.000 ha). Danau lainnya berukuran kurang dari 2.000
ha, diantaranya D. Wis, D. Prian, D. Siran, D. Rantau dan sebagainya. Kawasan danau
tersebut merupakan retarding basin bagi Sungai Mahakam dan memiliki ciri yang uni
dari aspek tata air, iklim dan habitat serta kaya sumber daya perikanan. Salah satu ciri
khas di Sungai Mahakam adalah Pesut (Orc. Brevirostris) yang terkenal dengan
lumba-lumba ikan air tawar.
Selain danau, di WS Mahakam terdapat Delta Mahakam yang memiliki ciri khas
berbentuk Kaki Burung, memiliki luas sekitar 120.000 ha dan merupakan pusat
budidaya perikanan dan aktivitas pertambangan minyak dan gas.

Gambar 3. Peta Wilayah Sungai Mahakam (Sesuai Keppres No. 12 Tahun 2012
tentang Penetapan Wilayah Sungai)