Anda di halaman 1dari 7

DAYA ANTIMIKROBA TANAMAN BERKHASIAT OBAT TERHADAP

BAKTERI DENGAN METODE DIFUSI AGAR


LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Mikrobiologi Lanjut
yang dibina oleh Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd dan Dr. Endang Suarsini,
M.Ked

Oleh
Kelompok 3/Offering A/2014
Irwan Wijaya

(140341806999)

Herdina Sukma Pranita

(140341807057)

Murni Thalib

(140341807064)

Ardiani Samti NA

(140341807085)

Rimbi Paulina Dewi

(140341807280)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PASCASARJANA
PENDIDIKAN BIOLOGI PROGRAM MAGISTER
OKTOBER 2014

A. Topik
Daya Antimikroba Tanaman Berkhasiat Obat Terhadap Bakteri Dengan
Metode Difusi Agar
B. Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui daya antimikroba dari salah satu macam daun tanaman
berkhasiat obat yaitu daun jambu tua terhadap bakteri dengan metode
paper disk
C. Waktu Pelaksanaan
Jumat 24 Oktober 2014 dan Sabtu 25 Oktober 2014
D. Dasar Teori

E. Alat dan Bahan


Alat
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Cawan petri steril


Pinset steril
Pelubang gabus
Inkubator
Lampu spiritus
Lamila Air Flow (LAF)

7. Mistar
8. Mikropipet
9. Tabung reaksi
10. Korek api
11. Kompor
12. Panci

13.
14. Bahan
1. Biakan murni Escheria coli dan S aureus
2. 10 lembar daun biji umur tua
3. Medium lempeng NA
4. Cotton bud steril
5. Panci
6. Aquades
7. Air
15.
F. Prosedur kerja

16.
17.
Disiapkan
10 lembar daun jambu biji umur tua
18.
Dicuci bersih
19.
Direbus dengan 100 ml air hingga mendidih
20.
Disaring
(ekstrak daun jambu biji 100%)
21.
22.
23.
24.
25.
Disiapkan
gelas 5 gelas beker yang sudah
26.
disterilkan
27.
Dibuat
28. ekstrak daun 60% (6 ml ekstrak dan 4 ml
aquades
steril
29.
30.
Dibuat esktrak daun 70 % (7 ml esktrak dan 3 ml
31.
aquades
steril)
32.
33.
34.
35. esktrak daun 80% (8 ml esktrak dan 2 ml
Dibuat
36.
aquades
steril)
37.
Dibuat
esktrak
90% (9 ml ekstrak dan 1 ml aqudes
38.
steril)
39.
40. dengan aluminium foil agar tidak kontam
Ditutup
41. udara
dengan
42.
43.
Dinokulasikan
biakan murni dari E coli (pada
44.
45.
lempeng 1 dan 2) dan S aureus (lempeng 3 dan 4)
46.
Digunakan
cotton bud steril yang tiap 3 goresan,
47.
48.
dicelupkan
lagi ke medium NA nutrien cair (supaya
49.
tetap
50. basah dan dapat menempelkan biakan murni)
51.
52.

Dibuat 23 tetes
lubang
pada masingmasing
lempeng
Ditetesi
aquades
(0% ekstrak) pada
salah
53.
satu54.
lubang
Diberi 0,1 ml esktrak 60% di lubang yang lain
Diulang untuk konsentrasi ekstrak yang lain
Diinkubasikan 1 x 24 jam dengan suhu 370 C

Diameter zona hambat


= a-b

55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68. zona hambat yang terbentuk di tiapDiukur
69.
tiap
70.lubang
71.
72.
73.
74.
75. Diameter zona hambat
76.
= a-b
77.
78.
G. Data
79.
80.
H. Analisis Data
I. Pembahasan
81.
Hasil skrining fitokimia, daun jambu biji mengandung metabolit
sekunder, terdiri dari tanin, pelifenolat, flavonoid, monoterpenoid, siskulterpen,
alkaloid, kuinon dan saponin (Kurniawati, 2006 dalam Rosidah 2012).
Komponen utama dari daun jambu biji adalah tanin yang besarnya mencapai 912% (Depkes, 1989). Tanin bersifat antibakeri dengan cara mempresipitasi
protein. Efek antimikroba tanin melalui reaksi membran sel, inaktivasi enzim,
destruksi atau inaktivasi fungsi materi genetik. Alkaloid, flavonoid dapat
menghambat materi pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus (Ajizah,
2004). Saponin termasuk golongan senyawa triterpenoid dapat digunakan
sebagai zat antimikroba (Musalam, 2001).
82.
Pada praktikum ini, zona gambat yang terbentuk tidak luas. Hal ini
disebabkan oleh jenis pelarut yang digunakan adalah air. Pelarut yang

seharusnya digunakan untuk membuat ekstrak daun jambu biji adalah Etanol
96%. Penelitian ini juga telah dilakukan oleh Darsono (2003) dengan
menggunakan metode difusi sumur (Hole Plate Method) mengenai aktivitas
antimikroba ektrak daun jambu biji pada pertumbuhan S aureus. Hasilnya
ekstrak daun jambu biji dengan pelarut etanol 96% efektif mengambat
pertumbuhan S aureus.
83.
Peluang daun jambu biji yang mengandung senyawa antimikroba
dapat digunakan sebagai obat antikumur selain daun sirih. Harsjawinata (2009)
membuat daun jambu biji sebagai bahan untuk membuat obat kumur pencegah
ginggivitis. Pemanfaatan daun jambu biji sebagai obat kumur diharapkan akan
mampu meningkatkan nilai pendapatan petani jambu biji melalui budidaya
tanaman sesuai teknologi yang dianjurkan
84.
85.
J. Diskusi
K. Kesimpulan
86. Daftar Rujukan
87.

Sinaga, L. 2010.Kemampuan Ekstrak Metanol daun P. Gajava Berdaging


bah putih dan berdaging buah merah untuk digunakan sebagai Bahan
Antimikroba.(Online)http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789
/
16120/4/Chapter%20II.pdf),diakses pada 24 Oktober 2014

88.

Rosidah.Wila Mahita A.2012. Potensi Ekstrak Daun Jambu Biji Sebagai


Antibakterial untuk Menanggulangi Serangan Bakteri Aeromonas
Hydrophyla Pada Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy lacepede). Jurnal
Akuatika3(1).(online)(http://fpik.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012 /
06/POTENSI-EKSTRAK-DAUN-JAMBU-BIJI-SEBAGAIANTIBAKTERIAL.pdf), diakses pada 24 Oktober 2014

89.

Harsjawinata,Karlina. Irna Sufiawati, Nina Djustiana, Muchtariadi dan Sri


Olyndriana D. 2010. Esktrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava) sebagai
Obat Kumur untuk Pengobatan Ginggivitis pda wanita. (Online )
(http://www.litbang.pertanian.go.id/ks/one/171/file/ekstrak-daun-jambubiji.pdf), diakses pada 24 Oktober 2014

90.

Darsono, Lanawati Farida. Stephanie Devi Artemisia.2003. Aktivitas


Antimikroba Ekstrak Daun Jambu Biji dari Beberapa Kultivar Terhadp
Staphylococcus aureus ATCC 25923 Dengan Hole-Plate Diffusion
Method.
Penelitian
Hayati9.(Online)

(http://www.berkalahayati.org/index.php/bph/article/ view File/168/111),


diakes pada 24 Oktober 2014
91.

Ajizah,A.2004. Sensitivitas Salmonella typhymurium Terhadap Ekstrak


daun Jambu Biji (Psidium guajava ). Program studi Biologi FMIPA
Universitas Lambung Mangkurat.

92.

Musalam,Y.2001.Pemnafaatan S Aponin Biji Teh Pembasmi Hama Udang.


Pusat Penelitian Perkebunan Bandung
93.