Anda di halaman 1dari 3

1

Laporan Operasi
SMALL INCISION CATARACT SURGERY (SICS)
DENGAN PEMASANGAN LENSA INTRAOKULAR
Identitas Pasien
Nama

: Teddy Wantania

Umur

: 48 tahun

Jenis kelamin

: laki-laki

Agama

: Katholik

Suku

: Minahasa

Pekerjaan

: Petani

Diagnosis

: Katarak Senilis Stadium Matur

Tanggal operasi

: 28 Mei 2013

Jenis operasi

: Small Incision Cataract Surgery (SICS) disertai PC IOL

Operator

: dr. Denny walandouw, dr. Stanly Musak

Ko-asisten

: Carina Jacobs

Persiapan Operasi
28 Mei 2013
Jam 12.00 WITA periksa tanda vital TD = 130/80 mmHg. Gunting bulu
mata kanan. Pantocain ED 0,5 % 1 tetes oculus dextra (OD) lalu dilakukan
pemeriksaan TIO, ODS adalah 17,3 mmHg. Jam 11.00 WITA diberikan Noncort
ED 1 tetes OD. Jam 11.30 WITA diberikan Noncort ED 1 tetes OD.

Teknik Operasi
Operasi dimulai pada jam 10.30 WITA, penderita dibawah ke ruang
operasi dan dibaringkan terlentang di atas meja operasi, mikroskop di atur
sedemikian rupa sehingga lapangan pandang operasi jelas. Mata kanan akan
ditetesi dengan anastesi Pantocain 0,5 % 1 tetes, kemudian dilakukan spooling
kantus media/lateral dari forniks superior/anterior bola mata dengan sol povidone
iodine dan alkohol sebagai tindakan aseptik, kulit luar mata kanan penderita
didesinfeksi dengan povidone iodine dan dibilas dengan alkohol 70 %. Tutup
lapang pandang operasi dengan doek steril besar.
Lapangan operasi diperkecil kembali dengan doek steril kecil, lalu
dipasang eye speculum di mata kanan dan dilakukan anastesi subtenon dengan
lidokain 2 % sebanyak 3 cc.
Eye speculum dilepas kemudian dilakukan massage OD selama 5 menit.
Eye speculum dipasang lagi, kemudian dilakukan fiksasi mukulus rektus superior
7 mm dari limbus superior dengan benang Dexson 5,0 dan fiksasi pada doek steril
selama operasi.
Selama operasi, kornea dibasahi dengan ringer laktat, operasi dimulai
dengan melakukan periktomi konjungtiva forniks base sepanjang 7 mm.
perdarahan terjadi dirawat dengan kapas gulung dan kauter bipolar.
Selanjutnya dibuang grooving pada limbus seluas dari arah jarum jam 2
sampai dengan jam 10 dan kontrol perdarahan. Kornea ditembus sampai COA
dengan blode 15 dengan jarum disposable 1 cc yang ujungnya telah
dibengkokkan. Dilakukan kapsulektomi dengan can opener. Luka diperlebar
dengan menggunting ke arah kanan dan kanan dengan gunting kornea. Pupil
dilebarkan dengan menyuntikan adrenalin 0,1 % di OD. Nukleus lensa
dikeluarkan secara perlahan-lahan dengan muscle hook pada arah jam 6 dan loop
lensa pada arah jam 12 lalu nukleus lensa dikeluarkan, sisa korteks dikeluarkan
dengan bantuan infus aspirasi.

Dilakukan penyuntikan vesikoelastik ke COA post dan lensa berkekuatan


+20,50 D dimasukkan sebagai pengganti lensa. Setelah itu dimasukkan cairan
myostat ke COA, sisa cairan vesikoelastik diaspirasi lagi.
Benang fiksasi dilepaskan. Diberi salep Gentamisin app OD, mata ditutup
dengan kasa steril. Operasi selesai jam 12.30 WITA.
Pasien diistirahatkan kemudian diistirahatkan di Irina F Mata RSUP Prof.
Dr R.D Kandou Manado.
Terapi Post Operasi

Mefinamic acid tab 500 mg 3 x 1.


Cloramfenicol 2 x 1 tablet (efektif untuk kuman gram negatif dan

positif, klamidia dan riketsia) .


Tobroson ED 6 x 1 gtt OD.
Prednison 4 mg 3 x 1 tablet.
Ranitidin (menangani peningkatan asam lambung yang biasanya
terjadi pada pasien post operasi karena stress yang tinggi).