Anda di halaman 1dari 5

Kewajiban Beribadah Kepada Allah SWT

Sebelum mengetahui alasan mengapa kita harus beribadah kepada Allah SWT,
sebaiknya kita mengetahui apa definisi dari ibadah. Ibadah secara etimologi berarti
merendahkan diri serta tunduk.
Ibadah adalah segala sesuatu yang mencakup semua hal yang dicintai dan diridhai
AllahTaala, baik berupa ucapan dan amalan, yang nampak dan yang tersembunyi. Maka
shalat, zakat, puasa, haji, berkata benar, menyampaikan amanat, berbakti kepada kedua
orang tua, silaturrahim, menepati janji, amar maruf nahi mungkar, jihad menghadapi
orang kafir dan munafiq, berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, orang miskin, ibnu
sabil, budak, hewan piaran, berdoa, berzikir, membaca al Quran, dan yang semisalnya
termasuk ibadah. Demikian juga mencintai Allah Subhanahu Wa Taala dan Rasul-Nya
Shallallahu Alaihi Wasallam, takut kepada-Nya, ikhlas hanya kepada-Nya, bersabar atas
hukum-Nya, bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya, ridha dengan qadha-Nya, bertawakkal
kepada-Nya, mengharap rahmat-Nya, takut kepada azab-Nya, dan yang semisalnya
termasuk dalam ibadah.
Mengapa kita harus beribadah kepada Allah SWT? Jawabannya ada pada surat
Adz-Dzariyaat [51]: 56 yang berbunyi Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia
melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.dan pada surat Al Mukminun [23]: 115
yang berbunyi Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan
kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada
Kami?.
Manusia dan Jin diciptakan di dunia ini bukanlah sia-sia apalagi sekedar bermainmain. Tugas utama yang diemban adalah untuk beribadah dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya. Ada beberapa hal yang mewajibkan manusia untuk beribadah kepada-Nya
antara lain;
Pertama, karena memang tugas manusia di bumi ini hanya untuk beribadah
kepada Allah Subhanhu Wa Taala semata. Hal ini jelas seperti yang ditunjukkan dalam
firman Allah dalam surat Adzariyat : 56.
Dari ayat di atas, semakin jelas bahwa hakikat tugas manusia di bumi ini hanya untuk
beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Taala saja. Jika tugas manusia hanya satu, yakni
beribadah, bukan berarti aktivitas sehari-hari manusia tidak termasuk ibadah.
Definisi ibadah tentu tak sesempit yang dimaksud, tetapi sangat luas. Seluruh perbuatan
manusia dari bangun pagi sampai pagi lagi, bila ditujukan hanya untuk Allah semata,
maka itu termasuk dalam kerangka ibadah kepada-Nya. Agar seluruh aktivitas yang
dilakukan termasuk ibadah kepada Allah, maka kunci dari semua yang dilakukan itu
harus; ikhlas karena Allah, dengan aturan yang ditentukan Allah dan Rasul-Nya, dan
tujuannya hanya untuk Allah semata.
Kedua, sebagai tanda syukur kepada-Nya atas segala nikmat yang tak terhingga
besarnya dan tak terhitung jumlahnya. Mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Taala,
berarti menempatkan segala kenikmatan yang diberi itu sesuai pada tempatnya, sesuai
dengan tuntunan yang dianjurkan-Nya. Kelalaian dalam mensyukuri nikmat yang diberiNya, berarti sengaja mengundang adzab-Nya yang pedih untuk segera datang. Hal ini
seperti dalam firman Allah yang artinya, Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu

memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah


(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya
adzab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim : 7). Sebenarnya, apapun yang kita lakukan untuk
mensyukuri nikmat yang diberi-Nya, maka semua itu tidak akan pernah sebanding
dengan besarnya limpahan nikmat yang kita terima tersebut. Namun demikian, bukan
berarti Allah Subhanahu Wa Taala tidak menerima rasa syukur yang dipanjatkan
manusia. Sebab Allah senang sekali kepada hamba-Nya yang banyak bersyukur.
Ketiga, manusia wajib beribadah, karena itu merupakan konsekuensi dari janjinya
kepada Allah Subhanahu Wa Taala saat berada di dalam alam rahim. Sumpah setia ini
tertuang dalam firman-Nya, Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan
anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap mereka
(seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau
Tuhan kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat
kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang
lengah terhadap ini (ke-Esa-an Allah). (QS. Ibrahim : 172)
Keempat, syarat untuk memperoleh rahmat Allah. Setiap manusia, siapapun
orangnya, sangat membutuhkan rahmat Allah Subhanahu Wa Taala. Sebab hanya dengan
rahmat Allah saja manusia bisa hidup di dunia ini. Terlebih lagi bagi seorang mukmin,
dalam setiap doa dan sujud panjangnya ia selalu memohon agar dilimpahkan berbagai
rahmat-Nya. Kata rahmat adalah berasal dari kata rahima yang berarti kasih sayang.
Pemakaian kata rahmat selalu dihubungkan dengan Allah dan manusia. Secara umum
rahmat bisa diartikan segala macam pemberian Allah kepada manusia, sebagai bentuk
kasih sayang Allah. Begitu besar kasih sayang Allah kepada manusia sehingga mereka
merasa sangat gembira hidup di dunia ini. Allah berfirman, Dan apabila Kami rasakan
kepada manusia suatu rahmat, mereka bergembira dengannya. (QS. Ar Rum : 36)
Rahmat Allah teragung yang diberikan kepada manusia adalah Alquran seperti
dalam firman-Nya, Dan Kami turunkan Alquran suatu yang menjadi penawar dan
rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al Isra : 82).
Dan segala apa yang ada di langit dan di bumipun Allah jadikan sebagai rahmat
bagi hamba-hamba-Nya yang mau berpikir. Hal ini seperti yang disebutkan dalam
firman-Nya, Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di
bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.(QS. Al
Jatsiyah:13). Jadi semua itu Allah ciptakan untuk kemaslahatan hidup manusia. Sungguh,
betapa hinanya manusia bila masih ada yang memilih agama selain Islam dan betapa
hinanya manusia yang tak mau beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Taala? Sebab
syarat utama dan pertama untuk mendapat rahmat Allah Subhanahu wa Taala adalah
beribadah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya tanpa menyekutukan dengan
sesuatupun. Hal ini seperti yang telah disinyalir dalam firman-Nya, Padahal mereka
tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan
menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al Bayyinah : 5)

Kelima, karena beribadah kepada Allah merupakan sesuatu yang menjadi tugas
para rasul untuk kemudian diajarkan kepada manusia. Dalam hal ini, Allah Subhanahu
Wa Taala telah berfirman, Dan sesungguhnya Kami telah mengutus pada tiap-tiap umat
Rasul (untuk menyeru): Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu. (QS. An
Nahl : 36)
Keenam, karena Allah-lah yang paling tepat untuk diibadahi (disembah). Dia-lah
yang telah menciptakan langit dan bumi, serta apa yang ada di antara keduanya, termasuk
manusia. Dan Dia juga yang telah memenuhi segala kebutuhan manusia baik lahir
maupun batin. Karena itu, sudah menjadi kewajiban setiap manusia untuk beribadah
kepada Allah Subhanahu Wa Taala semata.
Bukti bahwa Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu tertuang dalam firman-Nya
yang artinya, Allah-lah yang menciptakan tujuh lapis langit dan juga bumi. Perintah
Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
(QS. Ath Thalaq : 12)
Jika kita menggunakan analogi, ibadah adalah sebuah ungkapan terima kasih kita
kepada Allah, yang akan menjadi masalah adalah bagaimana kita akan berterima kasih
kepada Allah jika kita tidak sadar apa saja yang telah Allah lakukan untuk kita? Untuk
itu, berikut terdapat juga alasan mengapa kita harus bersyukur kepada Allah, berikut ini
alasannya:
1. Allah Pencipta dan pemelihara alam semesta, termasuk kita.Allah menciptakan
segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. (QS. Az Zumar [39]: 62). Karena
dialah pencipta kita, tanpa-Nya, kita tak akan pernah ada di dunia ini, dan tanpanya pula
kita sudah tak terurus.
2. Allah Menciptakan Kita dengan bentuk Terbaik. Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.(QS. At Tiin [95]: 4). AsSidiy berkata, Maksudnya adalah diciptakan dengan sempurna, anggota tubuh yang
sesuai dan perawakan yang pantas, tidak kurang sesuatu apa pun yang ia butuhkan.
(Taisir Karim Al Rahman: 929)
3. Allah Memberi kita Akal. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan
pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang
yang berakal. (Q.S. Ali-Imraan (3); 190. Hanya manusia, ya hanya manusia yang Allah
berikan akal sehingga manusia dapat membuat pesawat, membuat kereta, dan segala
teknologi lainnya yang tak pernah terpikirkan oleh hewan lain.
4. Allah memberi kita rizki. Atau siapakah dia yang memberi kamu rezki jika Allah
menahan rezki-Nya? (QS. Al Mulk [67]: 21). Segala rizki yang Allah titipkan pada kita
di dunia ini hakikatnya adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Ga percaya?
Sekarang orang mati mana yang akan membawa segala hartanya ke alam kubur? Tidak
ada, semua ditinggal di dunia, ya karena memang harta itu hanya titipan.

Tidak pernah ada alasan untuk tidak beribadah kepada Allah SWT karena Allah

telah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah. Alasan-alasan untuk beribadah
antara lain : sebagai rasa syukur kita kepada Allah atas segala kasih sayang-Nya,
konsistensi janji kita kepada Allah, dan sebagainya.

PENUGASAN MAKALAH MATA KULIAH UMUM


IBADAH DAN AKHLAK
MENGAPA KITA HARUS BERIBADAH KEPADA
ALLAH SWT ?

Nama : Sassi Buginindya


NIM : 10711215
Kelompok MKU : A

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA