Anda di halaman 1dari 4

Sejarah Kota Cordoba: Cordoba

Dalam Pandangan Ulama dan


Sastrawan (bagian 4/4)
BY ADMIN NOVEMBER 27, 2013

Ibnu al-Wardi mengatakan, Keistimewaan kota ini lebih


hebat dari kalimat-kalimat orang yang menjelaskannya.
(Kharidah al-Ajaib wa Faridhah al-Ghara-ib, Hal. 12).

Seorang saudagar dari Mosul, Irak, datang ke Cordoba tahun 350 H /


961 M, ia menggambarkan kota ini dengan perkataannya, Kota di
Andalusia yang paling besar adalah Cordoba. Di kawasan Barat tidak
ada kota yang serupa dengannya dilihat dari sisi banyaknya
penduduk dan luas daerahnya. Dikatakan bahwa Cordoba mirip
dengan salah satu sisi Kota Baghdad atau bahkan mirip dengan
Baghdad secara keseluruhan (Baghdad kota yang maju kala itu dan
merupakan ibu kota Abbasiyah pen.). Kota Cordoba dibentengi
dengan pagar tembok, dan terdapat dua pintu yang mengarah ke alWadi di ar-Rashafah yaitu tempat tinggal penduduk di dataran tinggi

yang bersambung ke tempat tumbuh-tumbuhan lebat di dataran


rendah.
Bangunan-bangunan yang padat mengelilinginya, sedangkan kota
ini sendiri mengarah ke lembahnya. Di bagian atas lembah terdapat
tempat yang sangat ramai dengan pasar dan aktivitas ekonomi
lainnya. Adapun tempat tinggal masyarakat umum berada di daerah
yang ditanami banyak pepohonan. Secara umum penduduk kota ini
adalah orang-orang kaya dari kalangan pengusaha (Mujam alBuldan, 4:324).
Penduduk Cordoba terkenal sebagai orang-orang mulia, para ulama,
dan orang-orang yang memiliki jabatan tinggi. Al-Idrisi mengatakan,
Cordoba tidak sepi dari tokoh-tokoh ulama, para pemimpin, dan
pedagang-pedagang yang kaya raya. Mereka memiliki banyak harta,
kendaraan-kendaraan yang bagus, dan cita-cita yang tinggi.
(Nuzhah al-Musytaq fi ikhtiraq al-Afaq, 2:752).
Al-Himyari mengatakan, Cordoba merupakan pusatnya Andalusia,
ibu kota, dan tempat istana kekhalifahan Bani Umayyah II. Jejakjejak mereka di sana tampak jelas, keutamaan-keutamaan Cordoba
dan khalifahnya lebih banyak disebut (karena sedikit cacatnya pen.).
Mereka adalah tokoh-tokoh dunia dan orang-orang terpandang.
Mereka terkenal dengan madzhab yang benar, tingkah laku yang
baik, identitas yang bagus, cita-cita yang tinggi, dan akhlak yang
terpuji. Di sana terdapat ulama-ulama yang ternama dan para
pemimpin yang mulia (ar-Raudh al-Mithar fi Khabar al-Aqthar, Hal.
456).
Yaqut mengatakan, Cordoba adalah kota besar di Andalusia yang
letaknya ada di tengah-tengah. Ia seperti ranjang bagi Andalusia. Di
sanalah tempat raja-raja Bani Umayyah tinggal, tempat
bermukimnya orang-orang mulia, dan juga melahirkan orang-orang
terpandang Andalusia (Mujam al-Buldan, 4:324).
Abu al-Hasan al-Bassam bercerita tentang Kota Cordoba. Ia
mengatakan, Cordoba merupakan akhir dari segala tujuan, markas

Alcazar

negara, ibu kota, tempat orang-orang penting dan bertakwa, negeri


orang-orang berilmu lagi pandai, jantung kawasan Andalusia,
sumber yang memancarkan ilmu-ilmu, kubah Islam, tempat para
imam, negeri yang dituju oleh orang-orang pintar dan para pelajar,
dan lautan mutiara sumber inspirasi. Dari ufuknya muncul bintangbintang dunia, tokoh-tokoh zaman, dan para sastrawan. Alasan
mereka diutamakan daripada selainnya baik dulu maupun sekarang
adalah karena Kota Cordoba merupakan tempat para peneliti dan
ilmuwan segala bidang dan para sastrawan.
Secara umum, kebanyakan penduduk negeri ini, adalah orang-orang
Arab terhormat dari kawasan Timur yang menaklukkannya.
Keturunan mereka menetap di sana dan mewarisi tardisi-tardisi
pendahulu mereka. Sehingga tidak ada satu daerah pun di kota ini
sepi dari penulis yang mahir dan penyair ulung (adz-Dzakirah fi
Mahasin Ahl al-Jazirah, 1:33).
Ibnu al-Wardi menerangkan tentang Kota Cordoba dan penduduknya
dalam kitabKharidah al-Ajaib. ia mengatakan, Penduduknya
merupakan tokoh-tokoh terpandang di dunia dan orang-orang yang
terdepan dalam hal baiknya makanan, pakaian, kendaraan
(makmur pen.), dan cita-cita yang tinggi. Di sana terdapat figur-figur
ulama, para pemimpin yang hebat, pasukan yang kuat, dan ahli

strategi perang. Kemudian setelah menjelaskan masjid dan


jembatannya, ia mengatakan, Keistimewaan kota ini lebih hebat
dari kalimat-kalimat orang yang menjelaskannya. (Kharidah alAjaib wa Faridhah al-Ghara-ib, Hal. 12).
Itulah salah satu kota peradaban Islam yang telah berperan besar
dalam memajukan perjalanan manusia dan memutar rodanya untuk
terus melaju ke depan. Sebenarnya Kota Cordoba bukanlah satusatunya yang berperan seperti itu. Jika kita berbicara tentang
Baghdad, Damaskus, Kairo, Bashrah, dan kota-kota Islam lainnya,
maka kita akan menemukan hal yang sama menakjubkannya atau
mungkin lebih menakjubkan lagi.
Dari penjelasan tentang Kota Cordoba, mulai dari bangunan hingga
tatanan masyarakatnya ini, mudah-mudahan tergambar bagi para
pembaca bagaimana besarnya peradaban Islam, pembangunan fisik
yang megah, kehidupan yang modern, namun tetap dibingkai dalam
akhlak-akhlak terpuji dan nilai-nilai agama yang luhur. Inilah
kemodernan yang terjadi pada umat Islam, kemodernan yang
diimbangi dengan tingginya moral dan matangnya spiritual.
Sumber: Madza Qaddamal Muslimuna lil Alam Ishamatu al-Muslimin
fi al-Hadharah al-Insaniyah oleh Raghib as-Sirjani
Artikel KisahMuslim.com