Anda di halaman 1dari 11

1

LATAR BELAKANG

Sklera adalah pembungkus fibrosa pelindung mata di


bagian luar. Jaringan ini padat dan berwarna putih serta
bersambungan dengan kornea di sebelah anterior dan
duramater nervus optikus di belakang. Permukaan luar
sklera anterior dibungkus oleh sebuah lapisan tipis dari
jaringan elastik halus, episklera yang mengandung banyak
pembuluh darah yang memasuk sklera .
Episkleritis adalah suatu peradangan pada episklera.
Sklera terdiri dari serat-serat jaringan ikat yang
membentuk dinding putih mata yang kuat. Sklera
dibungkus oleh episklera yang merupakan jaringan tipis
yang banyak mengandung pembuluh darah untuk
memberi makan sklera. Di bagian depan mata, episklera
terbungkus oleh konjungtiva.
I.2

RUMUSAN MASALAH

I.2.1
Bagaimana etiologi, patogenesis, diagnosis dan
penatalaksanaan Episkleritis noduler?
I.3

TUJUAN

I.3.1
Mengetahui secara umum mengenai anatomi
episklera.
I.3.2
Mengetahui defenisi dan klasifikasi Episkleritis
noduler.
I.3.3
Mengetahui definisi, gambaran klinis, diagnosis
dan pengobatan Episkleritis.
I.3.4
Memenuhi tugas Laporan
kasus pendek
Kepaniteraan Klinik Ilmu penyakit Mata di RSUD
Kanjuruhan Kepanjen.
I.4

MANFAAT

I.4.1
Menambah wawasan mengenai penyakit mata
khususnya Episkleritis noduler.
I.4.2
Sebagai proses pembelajaran bagi dokter muda
yang sedang mengikuti kepaniteraan klinik bagian ilmu

penyakit mata

BAB II
STATUS PASIEN
II.1

IDENTITAS PASIEN

Nama

: Tn. S

Jenis Kelamin

: laki laki

Umur

: 52 tahun

Alamat

: cilendek

Pendidikan

: SD Tamat

Pekerjaan

: kurir

Status

: Nikah

Suku Bangsa

: Jawa

Tanggal Periksa

: 16 juli 2012

No. RM
II.2

:ANAMNESIS

1.

Keluhan Utama :

1.

Riwayat Penyakit Sekarang :

Mata merah dan mengganjal pada mata sebelah kiri.


Pasien datang dengan keluhan mata merah dan
mengganjal pada mata sebelah kiri. Dirasakan sejak 4
hari yang lalu, agak cekot- cekot (+), kering (+), agak
sedikit silau jika terkena cahaya langsung (+), gatal (-),
perih (+), , kotoran/ belekan (-). Pasin menyangkal adanya
penurunan/ gangguan kemampuan melihat jauh dan
dekat.

Riwayat Penyakit Dahulu

Reumatoid
artritis
(disangkal),
(disangkal), colitis (disangkal).

Lupus

(disangkal),

1.

Riwayat Penyakit Keluarga

1.

Riwayat Pengobatan
(-)
Riwayat Kebiasaan

1.

Penyakit serupa (-), DM (-), HT (-).

Sering kucek- kucek mata (+).


II.3

STATUS GENERALIS
Kesadaran : compos mentis (GCS 456)

Vital sign :
Tensi
menit

: 120/80 mmHg

Pernafasan
II.4

: 18 x/ menit

Nadi
Suhu

: 80 x/
: 36,4 0C

STATUS OFTALMOLOGIS

Pemeriksaan

OD

OS

AV

1,0

1,0

TIO

N/ Palpasi

N/ Palpasi

Kedudukan

Ortophoria

Ortophoria

Pergerakan

Normal

Normal

Palpebraedema

Konjungtivainjeksi konjungtiva

hiperemi
trikiasis

injeksi silier
Injeksi

Nodul (+), batas tegas, Diam

episklera

Kornea-

1,5 mm, warna merah

warna

permukaan
infiltrate

Bilik mata
depankedalaman
-

Jernih

Jernih

Cembung

Cembung

Cukup

Cukup

hifema
hipopion

Iris / pupilWarna iris

Coklat

Coklat

Regular

Regular

Jernih

Jernih

Vitreus

Tidak
dilakukan

Tidak dilakukan

Retina

Tidak
dilakukan

Tidak dilakukan

Bentuk pupil
Reflek cahaya
langsung
Reflek cahaya
tidak langsung

Lensa-

II.5

warna

Iris shadow

DIAGNOSIS

Working diagnosis

: OS Episkleritis noduler

Differential Diagnosis

: -

II.6

PENATALAKSANAAN

Planning Diagnosis

Planning Therapy

OS tetes mata kortikosteroid.


A non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID),
seperti flurbiprofen.
Steroid eye drops, seperti dexamethasone.
Bila curiga adanya penyakit yang mendasari
episkleritis maka sebaiknya di konsultasikan ke bagian
masing- masing.
II.7

PROGNOSIS

Ad vitam

: dubia ad bonam

Ad Functionam

: dubia ad bonam

Ad Sanationam

: dubia ad bonam

BAB III

TELAAH KASUS
III.1

GAMBARAN KLINIS

Sklera adalah pembungkus fibrosa pelindung mata di


bagian luar. Jaringan ini padat dan berwarna putih serta
bersambungan dengan kornea di sebelah anterior dan
duramater nervus optikus di belakang. Permukaan luar
sklera anterior dibungkus oleh sebuah lapisan tipis dari
jaringan elastik halus, episklera yang mengandung banyak
pembuluh darah yang memasuk sklera .
Episkleritis adalah suatu peradangan pada episklera.
Sklera terdiri dari serat-serat jaringan ikat yang
membentuk dinding putih mata yang kuat. Sklera
dibungkus oleh episklera yang merupakan jaringan tipis
yang banyak mengandung pembuluh darah untuk
memberi makan sklera. Di bagian depan mata, episklera
terbungkus oleh konjungtiva.
III.2

DEFINISI DAN KLASIFIKASI EPISKLERITIS

Episkleritis adalah suatu kondisi yang relatif umum yang


dapat mempengaruhi pada satu atau kedua mata.
Episcleritis terjadi pada perempuan lebih banyak daripada
laki-laki dan paling sering terjadi antara usia 40 dan 50
tahun.
Ada dua jenis episkleritis.

Episcleritis simple. Ini adalah jenis yang paling umum


dari episkleritis. Peradangan biasanya ringan dan
terjadi dengan cepat. Hanya berlangsung selama
sekitar tujuh sampai 10 hari dan akan hilang
sepenuhnya setelah dua sampai tiga minggu. Pasien
dapat mengalami serangan dari kondisi tersebut,
biasanya setiap satu sampai tiga bulan. Penyebabnya
seringkali tidak diketahui.
Episkleritis nodular. Hal ini sering lebih menyakitkan
daripada episkleritis simple dan berlangsung lebih
lama. Peradangan biasanya terbatas pada satu bagian
mata saja dan mungkin terdapat suatu daerah
penonjolan atau benjolan pada permukaan mata. Ini

sering berkaitan dengan kondisi kesehatan, seperti


rheumatoid arthritis, colitis dan lupus.
III.3

GEJALA

Gejala episkleritis meliputi:

sakit mata dengan rasa nyeri atau sensasi terbakar


Mata merah pada bagian putih mata
Kepekaan terhadap cahaya
Tidak mempengaruhi visus

Jika pasien mengalami episkleritis nodular, pasien


mungkin memiliki satu atau lebih benjolan kecil atau
benjolan pada daerah putih mata. Pasien mungkin
merasakan bahwa benjolan tersebut dapat bergerak di
permukaan bola mata.
III.4

PENYEBAB

Hingga sekarang para dokter masih belum dapat


mengetahui penyebab pasti dari episkleritis. Namun, ada
beberapa kondisi kesehatan tertentu yang selalu
berhubungan dengan terjadinya episkleritis. Kondisikondisi tersebut adalah penyakit yang mempengaruhi
tulang, tulang rawan, tendon atau jaringan ikat lain dari
tubuh, seperti:

rheumatoid arthritis
ankylosing spondylitis
lupus (systemic lupus erythematosus)
inflammatory bowel diseases seperti Crohns disease
and ulcerative colitis
gout
bacterial atau viral infection seperti Lyme disease,
syphilis atau herpes zoster
beberapa penyakit lain yang kurang umum, penyebab
episkleritis termasuk jenis kanker tertentu, penyakit
kulit, gangguan defisiensi imun dan, yang pasling
jarang berhubungan adalah gigitan serangga.
III.5

PATOFISIOLOGI

Sebuah kondisi peradangan jinak mata eksternal,


episkleritis paling sering terjadi pada orang dewasa muda.
Perempuan tampaknya akan terpengaruh sedikit lebih
sering dibandingkan pria. Kelainan ini idiopatik pada
sebagian besar kasus, namun dalam kasus tertentu
mungkin ada hubungan dengan beberapa penyakit
sistemik yang mendasari seperti rheumatoid arthritis,
poliarteritis nodosa, lupus eritematosus sistemik, penyakit
radang usus, sarkoidosis, granulomatosis Wegener, asam
urat, herpes zoster atau sifilis.
III.6

DIAGNOSIS

Dokter umum atau dokter spesialis mata akan


menanyakan beberapa gejala-gejala yang dialami pasien
dan akan melakukan pemeriksaan pada mata pasien.
Dokter juga mungkin akan mempertanyakan mengenai
riwayat kesehatan pasien.
Para dokter juga dapat melakukan beberapa tes lebih
lanjut, seperti tes darah, untuk mengetahui apakah
episkleritis terkait dengan kondisi kesehatan yang
mendasarinya.
Jika kondisi pasien sangat parah atau tidak berespon
dengan pengobatan, seorang dokter umum mungkin akan
merujuk pasien ke dokter spesialis mata.
III.7

PROGNOSIS

Prognosis akhirnya baik karena biasanya akan sembuh


dengan sendirinya dalam 1-2 minggu, dan tidak akan
mempengaruhi visus.

III.8

TERAPI

Episkleritis biasanya akan hilang sendiri dalam waktu


sekitar 10 hari dan biasanya tidak memerlukan
pengobatan apapun.
Air mata buatan (misalnya hypromellose) dapat berguna
dalam menghilangkan gejala mata kering.

Obat-obat
Jika gejala semakin parah atau bertahan lama, dokter
mungkin akan meresepkan beberapa obat berikut:

A non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID),


seperti flurbiprofen. Obat ini akan membantu
meredakan nyeri dan bengkak dan mengurangi
peradangan.
Steroid eye drops, seperti dexamethasone. Obat ini
akan membantu untuk mengurangi peradangan dan
mempercepat
pemulihan pasien. Namun,
ada
beberapa risiko terkait dengan penggunaan tetes
mata steroid, sehingga pasien perlu dipantau ketat
oleh dokter.

Setiap penemuan kondisi kesehatan yang mendasari


terjadinya episkleritis juga memerlukan pengobatan.
Pasien mungkin akan dirujuk ke spesialis lain seperti
rheumatologist (seorang dokter yang mengkhususkan diri
dalam mengidentifikasi dan mengobati kondisi yang
mempengaruhi sistem muskuloskeletal, terutama sendi
dan jaringan sekitarnya) untuk pengobatan.
III.8

KOMPLIKASI

Sebuah komplikasi episkleritis yang mungkin terjadi


adalah iritis. Sekitar satu dari 10 orang dengan episkleritis
akan berkembang ke arah iritis ringan.

BAB IV
PENUTUP
IV.1 KESIMPULAN
Episkleritis adalah suatu peradangan pada episklera.
Sklera terdiri dari serat-serat jaringan ikat yang
membentuk dinding putih mata yang kuat. Sklera
dibungkus oleh episklera yang merupakan jaringan tipis
yang banyak mengandung pembuluh darah untuk

memberi makan sklera. Di bagian depan mata, episklera


terbungkus oleh konjungtiva.
Kelainan ini idiopatik pada sebagian besar kasus, namun
dalam kasus tertentu mungkin ada hubungan dengan
beberapa penyakit sistemik yang mendasari seperti
rheumatoid
arthritis,
poliarteritis
nodosa,
lupus
eritematosus sistemik, penyakit radang usus, sarkoidosis,
granulomatosis Wegener, asam urat, herpes zoster atau
sifilis.
Prognosis akhirnya baik karena biasanya akan sembuh
dengan sendirinya dalam 1-2 minggu, dan tidak akan
mempengaruhi visus.
IV.2 SARAN
Pemberian KIE kepada masyarakat awam mengenai
episkleritis dan penanganannya perlu dilakukan untuk
menghindarkan
terjadinya
komplikasi
yang
tidak
dininginkan.

DAFTAR PUSTAKA

1.
2.

Ilyas S., 2005. Penuntun Ilmu Penyakit Mata edisi ke-3.


Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
Ilyas S., 2008. Ilmu Penyakit Mata. 3rd edisi. Jakarta :
Balai Penerbit FKUI.

3.
4.
5.

PERDAMI. 2006. Ilmu Penyakit Mata untuk Dokter


Umum & Mahasiswa Kedokteran, PERDAMI.
Doctorologi.net (http://doctorology.net/?p=340)
Abu Abdillah Hasyim bin Akbar, STRUKTUR BOLA MATA
EPISKLERA.
(http://duniamata.blogspot.com/2010/05/struktur-bolamata-episklera.html)

1.
2.
3.
4.

American Academy of Ophthalmology. Externa disease


and episklera, San Fransisco 2006-2007 : 8-12, 15760.
Vaugan Daniel G, Asbury Taylor, Riordan Paul-Eva.
Oftalmologi umum edisi 14 : Kornea. Widya Medika
Jakarta 1995 : 136-38
Ilyas, Sidarta. Sari Ilmu Penyakit Mata. Balai Penerbit
FKUI Jakarta 2000 :52.
Ilyas, Sidarta . Ilmu penyakit mata PERDAMI. Edisi
kedua. CV sagung seto jakarta, 2002 114 -5,120 -31

10. Ilyas, Sidarta Ilmu Penyakit Mata, Edisi ketiga. Balai


Penerbit
FKUI
Jakarta,
2005
:
147-58.
http://en.wikipedia.org/wiki/Cornea#Structure
11. Mansjoer, Arif M. 2001. Kapita Selekta edisi-3 jilid-1.
Jakarta: Media Aesculapius FKUI. Hal: 56
12. Ilyas, Sidarta. Dasar Teknik Pemeriksaan Dalam
Penyakit Mata. Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 2003.
13. www.medscape.com/ Episkleritis article