Anda di halaman 1dari 2

TATALAKSANA SUPRAVENTRICULAR TACHYCARDIA AKUT

KONDISI PASIEN STABIL


Syarat :
1. Tekanan darah sistolik > 90 mmHg
2. Tidak ada gejala gagal jantung akut
3. Tidak ada keluhan seperti pusing, melayang, mau pingsan, keringat dingin
4. Tidak ada keluhan nyeri dada khas iskemi
5. Tidak ada tanda-tanda syok
Tatalaksana :
1. Pasang monitor, oksigen, infus vena brakialis atau femoralis dengan
threeway
2. Informed consent untuk dilakukan manuver valsava, pemberian obat
adenosin/ATP serta kemungkinan terapi kejut listrik (kardioversi) bila tidak
berhasil dengan obat
3. Selama mempersiapkan obat adenosin/ATP, dilakukan manuver valsava
sebagai berikut :
- Minta pasien untuk menarik nafas dalam secara perlahan
- Minta pasien menghembuskan nafas, tetapi hidung dan mulut ditutup
4. Apabila adenosin/ATP sudah siap dan irama EKG belum berubah menjadi
irama sinus, maka berikan obat dengan cara sebagai berikut :
- 1 ampul = 10 mg adenosin/ATP
- Encerkan dengan cairan normal saline hingga 10 cc, pastikan tidak ada
udara
- Ambil 20 cc normal saline dalam spuit lain untuk mendorong obat
- Perawat 1 memasukkan larutan adenosin/ATP tersebut dengan bolus cepat
- Perawat 2 memasukkan cairan normal saline sebagai pendorong, kemudian
mengangkat tangan pasien sehingga ketiak tegak lurus terhadap badan
5. Apabila kondisi pasien stabil, pasien dapat dirawat di ruang rawat biasa
dengan pemantauan selama 2 jam dengan monitor di IGD
6. Apabila irama EKG tidak berubah, berikan diltiazem atau verapamil intravena
(pastikan EKG dengan gambaran QRS sempit tanpa preeksitasi), dengan
dosis :
- Diltiazem, 0,25 mg/kg BB bolus selama 2 menit, setelah 15 menit dapat
diulang dengan dosis 0,35 mg/kg BB. Bila EKG sudah berubah ke irama
sinus, dosis rumatan dimulai dengan 5 mg/jam dapat dinaikkan hingga 15
mg/jam sesuai dengan laju nadi.
- Verapamil, 2,5-5 mg bolus selama 2 menit. Dapat dioulang setiap 15-30
menit dengan dosis 5-10 mg hingga dosis total 20 mg
7. Setiap pemberian obat, pantau tanda-tanda vital.
8. Apabila irama EKG tidak berubah, dipertimbangkan untuk kardioversi elektif
TATALAKSANA SUPRAVENTRICULAR TACHYCARDIA AKUT
KONDISI PASIEN TIDAK STABIL
Apabila pasien tidak memenuhi kriteria stabil, maka dilakukan terapi kejut listrik
(kardioversi)
1. Pasang monitor, oksigen sesuai saturasi oksigen, dan infus melalui vena
brakialis atau femoralis
2. Informed consent, jelaskan dapat terjadi resiko penurunan kesadaran hingga
henti jantung
3. Siapkan peralatan resusitasi dan defibrilasi

4. Berikan sedasi dengan midazolam 0,1 mg/kg BB atau perthidin 1 mg/kg BB,
secara perlahan
5. Minta pasien untuk menghitung hingga 100
6. Apabila pasien sudah tidak respon dengan rangsang nyeri, pasang ambu bag
dan berikan nafas bantuan mengikuti pernafasan pasien
7. Segera lakukan kardioversi dengan dosis 50 J
8. Apabila irama EKG tidak berubah, dosis kardioversi dinaikkan hingga 100 J