Anda di halaman 1dari 67

MANAJEMEN PENGADAAN

BARANG/JASA
PT PERTAMINA (Persero)

(dikutip sesuai Surat Keputusan Direksi PT PERTAMINA


(Persero) No. Kpts-51/C00000/2010-S0 Revisi ke-2 tanggal 25
Februari 2013 tentang Manajemen Pengadaan Barang/Jasa)

DAFTAR ISI
BAB I

UMUM ..........................................................................................................1
A. TUJUAN .................................................................................................. 1
B. RUANG LINGKUP ................................................................................... 1
C. PENGERTIAN ......................................................................................... 1
D. REFERENSI ............................................................................................ 6

BAB II

PRINSIP, ETIKA DAN KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA .........7


A. PRINSIP DASAR PENGADAAN BARANG/JASA ................................... 7
B. ETIKA PENGADAAN BARANG/JASA ..................................................... 7
C. KEBIJAKAN UMUM ................................................................................. 8

BAB III KUALIFIKASI, TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB ....................10


A. KUALIFIKASI PIHAK TERKAIT DALAM PROSES PENGADAAN .........10
B. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB PEJABAT BERWENANG .10
C. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB FUNGSI PENGGUNA ......10
D. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB FUNGSI PENGADAAN ....10
E. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB PANITIA PENGADAAN ....10
F. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB FUNGSI TERKAIT ...........10
G. PELAKSANA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA .........................10
H. PERSYARATAN PENYEDIA BARANG/JASA ........................................11
BAB IV SERTIFIKASI, PRAKUALIFIKASI DAN PENGGOLONGAN
PENYEDIA BARANG/JASA ......................................................................13
A. SERTIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA.............................................13
B. PRAKUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA .....................................16
C. PENGGOLONGAN PENYEDIA BARANG/JASA....................................17
BAB V

SISTEM PENGADAAN BARANG/JASA ...................................................18


A. TAHAPAN PROSES PENGADAAN .......................................................18
B. METODE PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA ...............................18
C. PENGADAAN MENGGUNAKAN APLIKASI PERTAMINA ePROCUREMENT ...................................................................................24
D. SWAKELOLA .........................................................................................25
E. PENGADAAN UNTUK KONDISI KHUSUS ............................................26
F. METODE PENYAMPAIAN DOKUMEN PENAWARAN ..........................26
G. METODE EVALUASI PENAWARAN ......................................................27
H. PENETAPAN PEMENANG ....................................................................29
I. OWNERS ESTIMATE (OE)/HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) ......29
J. NEGOSIASI ............................................................................................30
K. SANGGAHAN.........................................................................................31

ii of 49

BAB VI PERJANJIAN/KONTRAK ..........................................................................33


A. PRINSIP KONTRAK ...............................................................................33
B. SISTEM KONTRAK ................................................................................33
C. BENTUK DAN DISTRIBUSI DOKUMEN KONTRAK ..............................36
D. PERSYARATAN KLAUSUL KONTRAK .................................................36
E. PEKERJAAN TAMBAH/KURANG (ADDENDUM KONTRAK) ................41
BAB VII PENGADAAN BARANG/JASA YANG TIDAK DIATUR OLEH
PEDOMAN INI ............................................................................................43
A. PENGADAAN BARANG/JASA YANG PROSESNYA BERSIFAT
KHUSUS.................................................................................................43
B. PENGADAAN BARANG/JASA DARI SUMBER GLOBAL (GLOBAL
SOURCING) ...........................................................................................43
C. PENGADAAN BARANG/JASA OLEH PERWAKILAN DI LUAR
NEGERI ..................................................................................................43
BAB VIII PENILAIAN KINERJA PENYEDIA BARANG/JASA .................................44
A. PENILAIAN KINERJA PENYEDIA BARANG/JASA ................................44
B. PENGELOMPOKAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DAN SANKSI .....45
C. SISTEM PERHITUNGAN POIN PENGHARGAAN DAN SANKSI .........45
D. PEMBERIAN PENGHARGAAN ..............................................................45
E. KOMITE SANKSI....................................................................................46
F. PEMBERIAN SANKSI ............................................................................46
G. PENGATURAN TERHADAP PENERIMA SANKSI ................................46
H. KOREKSI POIN PENGHARGAAN / PELANGGARAN TERKAIT STATUS
SANKSI PENYEDIA BARANG/JASA .....................................................46
I. KETERKAITAN PEMBERIAN SANKSI KELOMPOK MERAH DAN
KELOMPOK HITAM KEPADA PEYEDIA BARANG/JASA LAIN ............46
BAB IX PENGAWASAN .........................................................................................48
A. PENGAWASAN MELEKAT ....................................................................48
B. PENGAWASAN FUNGSIONAL..............................................................48
C. TINDAK LANJUT PENGAWASAN .........................................................48
BAB X

LAIN-LAIN ..................................................................................................49

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 - Klasifikasi Pekerjaan
Lampiran 2 - Pakta Integritas untuk Penyedia Barang/Jasa (per proses pekerjaan)
Lampiran 3 - Pakta Integritas untuk Penyedia Barang/Jasa (Sertifikasi)
Lampiran 4 - Perhitungan SKK
Lampiran 5 - Tabel Penghargaan & Sanksi

iii of 49

BAB I
UMUM

Pertamina sebagai badan usaha perlu melakukan Pengadaan Barang/Jasa secara


cepat, fleksibel, efisien dan efektif agar tidak kehilangan momentum bisnis yang
dapat menimbulkan kerugian, sehingga diperlukan pedoman pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis dengan tetap
memerhatikan prinsip-prinsip efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil dan wajar,
serta akuntabel.
Optimalisasi proses Pengadaan Barang/Jasa perlu dilakukan sebagai upaya
peningkatan profit Perusahaan dari aspek penurunan biaya Pengadaan Barang/Jasa
dengan tetap menunjang kegiatan operasi Perusahaan dalam kualitas, ketersediaan
dan pengiriman.
Dalam proses pengadaan barang/jasa,
Pertamina Incorporated dan sinergi BUMN.

Perusahaan

mengupayakan

sinergi

A. TUJUAN
Pedoman ini dimaksudkan untuk menyamakan pola pikir dan pengertian, serta
merupakan pedoman pelaksanaan teknis dan administratif yang jelas, sehingga
memudahkan bagi para perencana, pelaksana, serta pengawas dalam proses
Pengadaan Barang/Jasa, sesuai fungsi, tugas, hak dan kewajiban serta peran
masing-masing, dengan tujuan untuk:
1. Memperoleh Barang/Jasa yang dibutuhkan dalam jumlah, kualitas, harga, waktu
dan tempat yang tepat, secara efektif dan efisien dengan persyaratan dan
kondisi kontrak yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan;
2. Mendukung penciptaan nilai tambah bagi Perusahaan;
3. Menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan;
4. Meningkatkan kemandirian, tanggung jawab dan profesionalisme;
5. Meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri.
B. RUANG LINGKUP
Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa ini mengatur antara lain tentang kualifikasi,
tugas pokok dan tanggung jawab, sertifikasi, prakualifikasi Penyedia Barang/Jasa,
sistem Pengadaan Barang/Jasa, perjanjian kontrak, penilaian dan pengawasan,
yang pelaksanaannya berlaku untuk Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan
Pertamina yang keseluruhannya dibiayai oleh Pertamina.
C. PENGERTIAN
Pengertian ini hanya berlaku untuk pedoman ini,
1. Approved Brand adalah merek barang/jasa tertentu yang berkualitas sesuai
kebutuhan operasional dan kehandalan peralatan yang dikeluarkan oleh
Fungsi Pengguna;
2. Agen/distributor adalah perusahaan yang mempunyai perjanjian keagenan
dan/atau distributor dengan pabrikan/prinsipal dan/atau Surat Terdaftar
sebagai Agen/Distributor pada Departemen Perdagangan;
1 of 49

3. Anak Perusahaan adalah:


1) Perusahaan yang sahamnya minimum 90% dimiliki Pertamina.
2) Perusahaan patungan Pertamina dan BUMN lain dengan jumlah gabungan
kepemilikan saham Pertamina dan BUMN lain minimum 90%.
4. Anak Perusahaan BUMN adalah:

5.

6.

7.
8.
9.

10.

1) Perusahaan yang sahamnya minimum 90% dimiliki oleh BUMN yang


bersangkutan.
2) Perusahaan yang sahamnya minimum 90% dimiliki oleh BUMN lain.
3) Perusahaan patungan dengan jumlah gabungan kepemilikan saham BUMN
minimum 90%.
BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya
dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari
kekayaan negara yang dipisahkan;
Barang adalah benda dalam berbagai bentuk dan uraian, yang meliputi bahan
baku, bahan setengah jadi, barang jadi/peralatan yang spesifikasinya ditetap
kan oleh fungsi pengguna;
Barang/Jasa Spesifik adalah Barang/Jasa, yang sifat kebutuhannya hanya
dapat dipenuhi oleh 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa;
Barang/Jasa Tertentu adalah Barang/Jasa, yang sifat kebutuhannya hanya
dapat dipenuhi oleh beberapa Penyedia Barang/Jasa secara terbatas;
Bidder List adalah daftar Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat
kualifikasi dan klasifikasi (bidang dan sub bidang usaha) untuk diundang
mengikuti pengadaan;
E-catalog Online Buying adalah pengadaan menggunakan sarana elektronik/
teknologi informasi (online), yang pembeliannya dilakukan berdasarkan
pemilihan dalam katalog berisi daftar barang beserta harganya yang disedia
kan dan di update oleh Penyedia Barang/Jasa;

11. Contractor Safety Management System (CSMS) adalah sistem pengelolaan


aspek keselamatan, kesehatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL) untuk
Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pekerjaannya;
12. FTA (Free Trade Agreement) adalah kesepakatan antar negara dikawasan
tertentu untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dengan menghilang
kan atau mengurangi hambatan-hambatan perdagangan barang baik tarif
ataupun non tarif, peningkatan akses pasar jasa, peraturan dan ketentuan
investasi, sekaligus peningkatan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong
hubungan perekonomian para negara anggota dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan masyarakatnya;
13. Fungsi/Bagian Strategic Sourcing adalah Fungsi Pengadaan yang khusus
menangani proses pengadaan melalui metode Strategic Sourcing;
14. Fungsi Pengguna adalah pemilik pekerjaan yang mempunyai wewenang
dalam tahapan perencanaan kebutuhan Pengadaan Barang/Jasa, mengajukan
permintaan Barang/Jasa, pengawasan pelaksanaan kontrak (monitor kinerja
dan biaya) dan penerimaan jasa.
15. Fungsi Pengadaan adalah unit/satuan kerja dalam Perusahaan yang
bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proses pengadaan (pemilihan
2 of 49

Penyedia Barang/Jasa) berdasarkan permintaan yang diajukan oleh Fungsi


Pengguna, juga bertindak sebagai perencana dan penerima untuk pengadaan
material stock item.
16. Fungsi Manajemen Risiko adalah fungsi di Perusahaan yang dapat dimintai
bantuan untuk melakukan kajian risiko kegagalan atas pelaksanaan pekerjaan.
17. Fungsi Pooler adalah fungsi/unit/satuan kerja yang bertindak sebagai
perencana dan/atau pengumpul/koordinator kebutuhan Barang/Jasa tertentu
(misal ATK, sarana TI, tenaga outsourcing, dll) dari Fungsi Pengguna;
18. Jasa adalah jasa konstruksi dan jasa lainnya termasuk jasa konsultansi nonkonstruksi;
19. Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan
konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa
konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi;
20. Jasa Konsultansi adalah layanan berupa jasa keahlian yang profesional
dalam bidangnya dalam rangka mencapai sasaran tertentu yang keluarannya
tersusun secara sistematis berdasarkan kerangka acuan kerja dari fungsi
pengguna;
21. Jasa Lainnya adalah segala pekerjaan selain Pengadaan Barang, Jasa
Konstruksi dan Jasa Konsultansi non-konstruksi;
22. Join Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa yang diproses
secara bersama-sama oleh 2 (dua) atau lebih Fungsi Pengadaan di lingkungan
Perusahaan;
23. Keadaan Darurat adalah keadaan yang apabila tidak segera diambil tindakan
dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi Perusahaan,
mengganggu kelangsungan operasi Perusahaan, serta membahayakan
keselamatan jiwa manusia atau kelestarian lingkungan hidup, yang secara
khusus diakibatkan oleh:
a. Terjadinya Keadaan Kahar (force majeure); dan/atau
b. Kendala teknis operasional perusahaan yang terjadi mendadak dan/atau
tidak dapat diperkirakan sebelumnya yang berakibat terhentinya aktifitas
pekerjaan setempat, namun tidak termasuk kondisi yang disebabkan tidak
tersedianya stock item atau insurance item material.
24. Komite Sanksi adalah komite ad-hoc yang terdiri dari sekurang-kurangnya
Fungsi Pengguna, Fungsi Pengadaan dan Fungsi Hukum yang bertugas untuk
memberikan konsultasi dan rekomendasi kepada Pejabat Berwenang atas
permasalahan dan sanksi terkait kinerja Penyedia Barang/Jasa yang tidak
diatur dalam pedoman ini;
25. Kontrak adalah perikatan antara Perusahaan dengan Penyedia Barang/Jasa
yang berisikan hak dan kewajiban dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/
Jasa dalam bentuk Surat Perjanjian dan/atau Surat Pesanan;
26. Kekayaan Bersih adalah nilai total aktiva dikurangi dengan total kewajiban;
27. Masa Kontrak adalah jangka waktu pelaksanaan pekerjaan termasuk jangka
waktu pemeliharaan dan/atau jangka waktu garansi bila ada, atau jangka
waktu yang disepakati dan tertuang di dalam kontrak;
28. Material Direct Charge adalah material yang diadakan untuk digunakan dan
dibebankan langsung kepada pemakai tanpa dicatat didalam rekening
persediaan dan tidak disimpan sebagai persediaan;
3 of 49

29. Material Stock adalah material persediaan, yaitu sejumlah material standar
yang diadakan untuk disimpan, dirawat dan dicatat menurut aturan tertentu
dalam gudang (warehouse), yang belum dibebankan ke dalam biaya
pengusahaan dan disediakan untuk menjamin kelangsungan kegiatan
Perusahaan;
30. Metode Hybrid adalah metoda Pengadaan Barang/Jasa yang dilakukan
terpusat menggunakan strategi pengadaan dan kontrak payung (outline
agreement) sesuai cakupan kegiatannya, baik secara per-direktorat maupun
secara korporat, sedangkan eksekusi pengadaannya tetap dilakukan di
fungsi/unit terkait;
31. Owners Estimate (OE)/Harga Perhitungan Sendiri (HPS) adalah perkiraan
harga yang dikalkulasikan secara keahlian, yang digunakan sebagai acuan
dalam menilai kewajaran harga;
32. Perusahaan adalah PT Pertamina (Persero);
33. Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan
perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup
pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan masingmasing beserta kelengkapannya, untuk mewujudkan suatu bangunan atau
bentuk fisik lain;
34. Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan Pengadaan Barang/Jasa yang
diperlukan Perusahaan, meliputi pengadaan: barang, jasa konstruksi, jasa
konsultansi dan jasa lainnya yang pembiayaannya tidak menggunakan dana
langsung dari APBN/APBD;
35. Penghargaan adalah pemberian apresiasi kepada Penyedia Barang/Jasa
yang melakukan prestasi atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya
dalam pengadaan barang/jasa di lingkungan Pertamina sesuai tingkat prestasi
yang dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa;
36. Produk dan Layanan Utama adalah produk dan layanan yang tertuang dalam
Anggaran Dasar dan/atau Surat Ijin Usaha Anak Perusahaan atau Perusahaan
Terafiliasi Pertamina atau BUMN atau Anak Perusahaan BUMN atau
Perusahaan Terafiliasi BUMN. Khusus untuk Anak Perusahaan atau
Perusahaan terafiliasi Pertamina daftar produk dan layanan utama akan
dikeluarkan oleh Fungsi SJV;
37. Pejabat Berwenang adalah pejabat sesuai kewenangan yang diatur sesuai
Surat Keputusan Pelimpahan Wewenang yang berlaku;
38. Pendapat wajar tanpa pengecualian adalah pendapat auditor yang
menyatakan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar, dalam semua
hal yang material, posisi keuangan , hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus
kas telah sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia
(Sumber: Standar Profesional Akuntan Publik 2001).
39. Pendapat wajar dengan pengecualian adalah pendapat auditor yang
menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua
hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali
untuk dampak halhal yang berhubungan dengan yang dikecualikan. Pendapat
ini dinyatakan bilamana:
a. Ketiadaan bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap
lingkup audit yang mengakibatkan auditor berkesimpulan bahwa ia tidak
4 of 49

40.

41.

42.
43.
44.

45.

46.

47.

48.

49.

dapat menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ia


berkesimpulan tidak menyatakan tidak memberikan pendapat.
b. Auditor yakin, atas dasar auditnya, bahwa laporan keuangan berisi
penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang
berdampak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan
pendapat tidak wajar (Sumber: Standar Profesional Akuntan Publik 2001).
Perusahaan Terafiliasi Pertamina adalah Perusahaan yang sahamnya
minimum 90% dimiliki oleh Anak Perusahaan Pertamina dan/atau gabungan
Anak Perusahaan Pertamina;
Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha, termasuk BUMN, badan hukum,
atau orang perseorangan/subjek hukum yang kegiatan usahanya menyediakan
Barang/Jasa;
Panitia Pengadaan adalah panitia yang dibentuk untuk melaksanakan
tahapan proses pengadaan melalui Pelelangan/Pemilihan Langsung;
Panitia Sertifikasi adalah panitia yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan
evaluasi terhadap kualifikasi dan klasifikasi Penyedia Barang/Jasa;
Poin Pelanggaran adalah poin yang diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa
karena melakukan pelanggaran-pelanggaran yang diatur dalam Pedoman ini
yang bersifat kumulatif;
Poin Penghargaan adalah poin yang diberikan kepada Penyedia Barang/
Jasa karena melakukan prestasi yang diatur dalam Pedoman ini yang bersifat
kumulatif;
Sanksi adalah pemberian tindakan (berupa poin pelanggaran atau
pengelompokan status) kepada Penyedia Barang/Jasa yang melakukan
pelanggaran atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya dalam
pengadaan barang/jasa di lingkungan Pertamina sesuai tingkat pelanggaran/
kesalahan yang dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa;
Sole Source adalah Penyedia Barang/Jasa Tunggal yang merupakan satusatunya sumber pengadaan yang dapat diakses di Indonesia (Pabrikan, Agen
Tunggal, atau Distributor Tunggal);
Strategic Sourcing adalah suatu proses pengadaan barang/jasa yang
mengandalkan strategi pengadaan (sourcing strategy) yang disusun/ditetap
kan melalui proses pengumpulan & analisa data, penyusunan analisa industri,
penyusunan sourcing strategy guna memenuhi kebutuhan barang/jasa secara
efektif dan efisien dalam hal kualitas, harga dan waktu;
Surat Keterangan Terdaftar (SKT) adalah surat keterangan yang berisi data
dan nomor vendor yang diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa, apabila yang
bersangkutan lulus dalam proses sertifikasi dan/atau lulus prakualifikasi CSMS.
Untuk selanjutnya surat keterangan lulus prakualifikasi CSMS adalah salah satu
bagian dari kelengkapan SKT dengan masa berlaku selama 2 (dua) tahun.

5 of 49

D. REFERENSI
1. UU No.18 tahun 1999 tanggal 7 Mei 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2. PP No.29 tahun 2000 tanggal 30 Mei 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa
Konstruksi;
3. Peraturan Menteri Negara BUMN No.PER-05/MBU/2008 tentang Pedoman
Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN.
4. Peraturan Menteri Negara BUMN No.PER-15/MBU/2012 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Negara BUMN No.PER-05/MBU/2008 tentang
Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN.

6 of 49

BAB II
PRINSIP, ETIKA DAN KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA
A. PRINSIP DASAR PENGADAAN BARANG/JASA
1. Adil, berarti memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon Penyedia
Barang dan Jasa yang memenuhi syarat;
2. Akuntabel, berarti harus mencapai sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga menjauhkan dari potensi penyalahgunaan dan penyimpangan;
3. Berwawasan HSE, berarti memenuhi dan memerhatikan aspek-aspek
kesehatan dan keselamatan kerja serta lindungan lingkungan yang mengacu
pada Contractor Safety Management System (CSMS).
4. Efektif, berarti Pengadaan Barang/Jasa harus sesuai dengan kebutuhan yang
telah ditetapkan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai
dengan sasaran yang ditetapkan Perusahaan;
5. Efisien, berarti Pengadaan Barang/Jasa harus diusahakan untuk
mendapatkan hasil yang optimal dan terbaik dalam waktu yang cepat dengan
menggunakan dana, daya, fasilitas seminimal mungkin secara wajar dan
bukan hanya didasarkan pada harga terendah serta dapat dipertanggung
jawabkan;
6. Integritas, berarti pelaksana Pengadaan Barang/Jasa harus berkomitmen
penuh untuk memenuhi etika pengadaan;
7. Kehati-hatian, berarti senantiasa memerhatikan atau patut menduga terhadap
informasi atau tindakan atau bentuk apapun sebagai langkah antisipasi untuk
menghindari kerugian material dan imaterial terhadap Perusahaan selama
proses pengadaan, proses pelaksanaan/pekerjaan, dan paska pelaksanaan
pekerjaan;
8. Kemandirian, berarti suatu keadaan dimana Pengadaan Barang/Jasa dikelola
secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari
pihak manapun;
9. Kompetitif, berarti harus dilakukan melalui seleksi dan persaingan yang sehat
diantara Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria
tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas dan transparan;
10. Transparan, berarti semua ketentuan dan informasi mengenai Pengadaan
Barang/Jasa, termasuk syarat teknis administrasi pengadaan, tata cara
evaluasi, hasil evaluasi, penetapan calon Penyedia Barang dan Jasa, sifatnya
terbuka bagi Penyedia Barang/Jasa;
B. ETIKA PENGADAAN BARANG/JASA
Pejabat berwenang, Fungsi Pengguna, Panitia Pengadaan, Panitia Sertifikasi,
Fungsi Pengadaan, Penyedia Barang/Jasa dan para pihak yang terkait dalam
pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus mematuhi etika Pengadaan
Barang/Jasa, yaitu:
1. Melaksanakan tugas secara tertib, penuh rasa tanggung jawab, demi
kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa;
7 of 49

2. Bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran, kemandirian


dan menjaga informasi yang bersifat rahasia;
3. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung dalam
pelaksanaan proses pengadaan atau penetapan pemenang, yang
mengakibatkan persaingan yang tidak sehat, penurunan kualitas proses
pengadaan dan hasil pekerjaan;
4. Bertanggung jawab terhadap segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan
kewenangannya;
5. Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pihakpihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan;
6. Mencegah terjadinya kebocoran keuangan dan kerugian Perusahaan;
7. Tidak menyalahgunakan wewenang dan melakukan kegiatan bersama dengan
tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang secara
langsung atau tidak langsung merugikan Perusahaan;
8. Tidak menerima hadiah, imbalan atau berupa apa saja dari siapapun yang
diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa;
9. Tidak melakukan praktek penipuan yaitu menghilangkan dan memalsukan
suatu fakta dengan tujuan memengaruhi jalannya suatu proses pengadaan
atau penentuan penetapan pemenang;
10. Tidak melakukan praktek kolusi yaitu membuat suatu skema atau pengaturan
antara dua atau lebih Penyedia Barang/Jasa, dengan atau tanpa
sepengetahuan pelaksana pengadaan, dengan tujuan untuk mengatur harga
penawaran yang tidak kompetitif atau tidak mencerminkan harga pasar;
11. Tidak mencelakakan atau mengancam untuk membuat celaka, secara
langsung atau tidak langsung, orang/pelaksana pengadaan, atau kepemilikan
(properti) untuk memengaruhi keikutsertaan peserta lainnya dalam suatu
proses pengadaan, atau penentuan penetapan pemenang.
C. KEBIJAKAN UMUM
1. Mengutamakan penggunaan metoda hybrid dalam proses Pengadaan
Barang/Jasa dengan pertimbangan keekonomian terbaik (mengutamakan
pabrikan, skala keekonomian, Total Cost of Ownership, dll), melalui
sinkronisasi Fungsi Pengadaan seluruh fungsi/unit operasi/direktorat;
2. Memastikan bahwa perencanaan kebutuhan disiapkan secara matang oleh
setiap fungsi/unit operasi dengan cara mengelola RKAP yang disusun dalam
bentuk rencana Pengadaan Barang/Jasa (TOR) yang siap diproses dan dapat
dikonsolidasikan secara direktorat dan/atau korporat sesuai cakupannya;
3. Memastikan bahwa proses Pengadaan Barang/Jasa dilaksanakan dengan
mengikuti prinsip dasar dan etika Pengadaan Barang/Jasa;
4. Memastikan bahwa proses Pengadaan Barang/Jasa mengikuti pedoman/
prosedur Pengadaan Barang/Jasa dan tidak bertentangan dengan ketentuan
lainnya yang lebih tinggi;
5. Dilarang memecah paket pengadaan Barang/Jasa menjadi beberapa paket
dengan maksud untuk menghindari batas kewenangan;
8 of 49

6. Memastikan bahwa Pengadaan Barang/Jasa dilakukan oleh Penyedia


Barang/Jasa yang telah dievaluasi secara teknikal, HSE dan finansial serta
dapat dipertanggungjawabkan dalam hal biaya dan kualitas;
7. Memastikan bahwa HSE plan menjadi bagian yang dievaluasi dalam
persyaratan HSE yang ditawarkan oleh Penyedia Barang/Jasa pada
pengadaan barang/ jasa yang memiliki risiko terhadap aspek HSE berkategori
menengah dan tinggi;
8. Memastikan HSE plan yang telah disepakati dalam proses pengadaan barang/
jasa diimplementasikan oleh Penyedia Barang/Jasa pada tahap pelaksanaan
pekerjaan dan dievaluasi kinerja HSE-nya sesuai dengan ketentuan
manajemen kinerja penyedia barang/jasa yang berlaku;
9. Bila hasil evaluasi akhir kinerja Penyedia Barang/Jasa tidak sesuai dengan
HSE Plan yang telah disepakati (kinerja HSE Plan <90%), maka level/
peringkat CSMS-nya diturunkan satu level sesuai ketentuan yang berlaku;
10. Memastikan proses Pengadaan Barang/Jasa dilaksanakan secara kompetitif
dengan tetap memperhatikan aspek keekonomian dan efisiensi pelaksanaan;
11. Pemanfaatan/optimalisasi teknologi informasi yang dimiliki Perusahaan dalam
setiap tahapan proses pengadaan, termasuk saat melakukan perencanaan
dengan Business Intelligent for Procurement serta proses Procure-to-Pay.
12. Sedapat mungkin menggunakan model kontrak (term & condition) yang telah
ditetapkan Perusahaan;
13. Memastikan Pengadaan Barang/Jasa dilaksanakan dengan kontrak atau
perjanjian yang disetujui antara Perusahaan dengan Penyedia Barang/Jasa;
14. Mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri, rancang bangun dan
perekayasaan nasional, serta perluasan kesempatan bagi usaha kecil,
sepanjang kualitas, harga, dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan;
15. Mengutamakan sinergi Pertamina Incorporated dan/atau sinergi BUMN
sepanjang kualitas, harga, dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan;
16. Menandatangani pakta integritas (letter of undertaking) sesuai format yang
terdapat pada lampiran 2 untuk setiap proses pengadaan barang/jasa;
17. Pengadaan barang yang masuk dalam kategori Harta Benda Modal (HBM)
agar memperhatikan ketentuan yang berlaku;
18. Memastikan implementasi Penilaian Kinerja Penyedia Barang/Jasa untuk
mendapatkan Penyedia Barang/Jasa yang beritikad baik, mampu dan jujur
dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya,
sesuai dengan BAB VIII pedoman ini.

9 of 49

BAB III
KUALIFIKASI, TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB
A. KUALIFIKASI PIHAK TERKAIT DALAM PROSES PENGADAAN
1. Mampu melaksanakan kebijakan umum Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana
tercantum dalam Bab II bagian C;
2. Memahami dan menguasai prosedur pengadaan;
3. Mengetahui dan menguasai isi dokumen pengadaan serta bagian-bagian
pekerjaan yang akan diadakan, atau jenis pekerjaan tertentu yang menjadi
tugas yang bersangkutan;
4. Diutamakan yang telah mendapat pelatihan bidang Pengadaan Barang/Jasa.
5. Untuk Fungsi Pengadaan, pekerjanya telah mendapatkan pelatihan proses
pengadaan barang/jasa dan khusus untuk pelaksana strategic sourcing, telah
mengikuti pelatihan strategic sourcing.
B. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB PEJABAT BERWENANG
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tugas pokok dan tanggung jawab Pejabat Berwenang.
C. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB FUNGSI PENGGUNA
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tugas pokok dan tanggung jawab Pejabat Fungsi Pengadaan.
D. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB FUNGSI PENGADAAN
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tugas pokok dan tanggung jawab Pejabat Berwenang.
E. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB PANITIA PENGADAAN
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tugas pokok dan tanggung jawab Pejabat Berwenang.
F. TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB FUNGSI TERKAIT
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tugas pokok dan tanggung jawab Fungsi Terkait (Fungsi Hukum, Fungsi
Keuangan, Fungsi Manajemen Resiko, Fungsi HSE, Tenaga Ahli, dll).
G. PELAKSANA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Pengaturan pelaksana pemilihan Penyedia Barang/Jasa masing-masing
Direktorat/Unit Operasi/Unit Bisnis/Area/Region/Lokasi di Pertamina.

10 of 49

H. PERSYARATAN PENYEDIA BARANG/JASA


1. Penyedia Barang/Jasa yang dapat diikutsertakan adalah badan usaha dalam
negeri maupun luar negeri, termasuk Perusahaan Joint Venture, Consortium,
BUMN, Anak Perusahaan, Pabrik, Bengkel, Agen Tunggal/Agen/Distributor,
Ahli Khusus, UKM, Koperasi, Usaha Perorangan, Lembaga Ilmiah/Pendidikan/
Penelitian Negeri/Swasta dan Lembaga/Badan Pemerintah sejenisnya,
Lembaga Nirlaba/Non Profit serta Lembaga lainnya yang ditetapkan
Pemerintah;
2. Sudah memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT), surat keterangan lulus
CSMS (untuk pekerjaan jasa kategori risiko tinggi, menengah dan rendah) atau
telah lulus sertifikasi/prakualifikasi, dan apabila Penyedia Barang/Jasa Luar
Negeri mengajukan penawaran melalui Penyedia Barang/Jasa Dalam Negeri,
maka Penyedia Barang/Jasa Dalam Negeri harus telah lulus sertifikasi
/prakualifikasi, disertai Surat Kuasa dari Penyedia Barang/Jasa Luar Negeri
tersebut khusus untuk mengikuti proses pengadaan.
3. Menandatangani Pakta Integritas (letter of undertaking) untuk setiap
Pengadaan Barang/Jasa;
4. Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan
usaha/kegiatan sebagai Penyedia Barang/Jasa antara lain peraturan
perundang-undangan di bidang jasa konstruksi, kesehatan, perhubungan,
perindustrian;
5. Memiliki persyaratan profesional, kemampuan teknis dan manajerial
berdasarkan pengalaman tertentu, sumber daya manusia (SDM), modal,
peralatan dan fasilitas lain yang memadai;
6. Secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani
Perjanjian/Surat Pesanan);

kontrak

(Surat

7. Bagi agen/distributor harus dibuktikan dengan perjanjian keagenan dengan


pabrikan/prinsipal dan/atau Surat Terdaftar sebagai Agen/Distributor pada
Departemen Perdagangan;
8. Bagi Penyedia Barang/Jasa terekomendasi (recommended service company)
harus mempunyai kompetensi yang terbukti/diketahui baik;
9. Menandatangani surat pernyataan di atas materai yang menyatakan:
1) Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak
sedang dihentikan, dan/atau Direksi yang berwenang menandatangani
kontrak atau kuasanya tidak sedang menjalani hukuman (sanksi) pidana;
2) Tidak dalam sengketa dengan Perusahaan;
3) Direksi yang berwenang menandatangani kontrak atau kuasanya belum
pernah dihukum berdasarkan keputusan pengadilan atas tindakan yang
berkaitan dengan kondite profesional Perusahaan atau profesional
perorangan untuk bidang Pengadaan Barang/Jasa;
4) Bahwa dokumen yang disampaikan dalam proses Pengadaan Barang/Jasa
yang sedang diikuti adalah benar, dan apabila di kemudian hari pernyataan
tersebut tidak benar maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang
diatur dalam BAB VIII;

11 of 49

5) Tidak termasuk dalam kelompok yang sedang menjalani sanksi sesuai


ketentuan yang diatur dalam BAB VIII;
6) Tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang kepemilikan
modalnya mayoritas dimiliki oleh orang/pemilik yang sama untuk mengikuti
suatu proses pengadaan yang sama;
7) Tidak memiliki afiliasi yaitu hubungan antara 2 (dua) atau lebih Penyedia
Barang/Jasa dimana terdapat 1 (satu) atau lebih dari pemegang saham
mayoritas/pemilik modal mayoritas, anggota Direksi atau Komisaris yang
sama untuk mengikuti satu proses pengadaan yang sama.
10. Penyedia barang/jasa yang mengikuti proses pengadaan barang/jasa tidak
diperkenankan
menggunakan/berpartner
(mensub-kontrakkan) dengan
Penyedia barang/jasa lain yang masuk dalam daftar kelompok merah dan
hitam sesuai ketentuan yang diatur dalam BAB VIII.
11. Dilarang ikut serta sebagai peserta pengadaan untuk:
1) Pegawai negeri, pegawai Badan Usaha Milik Negara/Daerah dan pegawai
bank milik Pemerintah/Daerah;
2) Penyedia Barang/Jasa yang keikutsertaannya akan bertentangan dengan
tugasnya sesuai dengan peraturan Perusahaan yang berlaku (conflict of
interest);
3) Penentuan penyedia Barang/Jasa yang termasuk daftar Kelompok Merah
dan Kelompok Hitam sesuai peraturan Perusahaan;
4) Penyedia jasa konstruksi yang dari hasil prakualifikasi CSMS tidak mampu
mengelola klasifikasi risiko HSE rendah.
12. Persyaratan bagi penyedia barang/jasa dari luar negeri pada prinsipnya sama
dengan persyaratan penyedia barang/jasa. Untuk persyaratan dokumen yang
dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia (contoh: SIUP, TDP, NPWP) digantikan
oleh dokumen hukum sejenis yang diterbitkan oleh pemerintah negara asal.
Apabila dokumen tersebut tidak dalam bahasa Inggris maka wajib dilengkapi
dengan terjemahan dari penerjemah tersumpah.
Persyaratan Penyedia Barang/Jasa tersebut di atas dapat dicantumkan dalam
pengumuman/undangan/dokumen pengadaan/website Pertamina e-procurement.

12 of 49

BAB IV
SERTIFIKASI, PRAKUALIFIKASI DAN PENGGOLONGAN PENYEDIA
BARANG/JASA
A. SERTIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA
1. Panitia Sertifikasi dibentuk berdasarkan Surat Perintah yang ditandatangani
oleh Pejabat minimal setingkat GM/VP dari lini Fungsi Pengadaan, yang
anggotanya minimal terdiri dari wakil:
1) Fungsi Pengadaan;
2) Fungsi Hukum;
3) Fungsi Keuangan;
4) Fungsi K3LL/HSE.
2. Calon Penyedia Barang/Jasa yang akan melakukan kegiatan Pengadaan
Barang/Jasa di Perusahaan wajib melakukan pendaftaran dengan mengikuti
tahapan sertifikasi untuk mengetahui kualifikasi dan klasifikasi serta tingkat
pemahaman perundangan, kebijakan HSE serta implementasi HSE pada calon
Penyedia Barang/Jasa;
3. Tahapan sertifikasi meliputi evaluasi biodata/dokumen administrasi, penentuan
tingkat kesehatan keuangan, peninjauan lapangan (bila diperlukan), penetapan
hasil, penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT), Surat Keterangan Lulus
CSMS dan pengumuman hasil sertifikasi melalui papan pengumuman dan/atau
website Perusahaan. Bagi calon Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan lulus
sertifikasi akan dimasukkan dalam sistem vendor master data SAP/Daftar
Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM) sesuai kualifikasi dan klasifikasinya
menurut bidang dan lingkup pekerjaannya.
4. Persyaratan sertifikasi yang harus dipenuhi oleh calon Penyedia Barang/Jasa
terdiri dari:
1) Surat permohonan dilengkapi dengan alamat Perusahaan dan kode pos
serta harus mencantumkan nomor telepon, fax dan alamat e-mail;
2) Copy Surat Ijin Tempat Usaha/Asli Surat Keterangan Domisili Perusahaan
dari instansi yang berwenang;
3) Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
4) Copy Bukti pembayaran pajak tahun terakhir untuk Wajib Pajak Dalam
Negeri/BUT (Badan Usaha Tetap) berupa Surat Pemberitahuan Tahunan
(SPT) dan Surat Setoran Pajak (SSP) pasal 25 dan 29;
5) Copy Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP);
6) Copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
7) Copy Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat Persetujuan Badan
Koordinasi Penanaman Modal (SP BKPM);
8) Asli Referensi Bank;
9) Copy Neraca Perusahaan untuk:
1) Kualifikasi Menengah dan Besar, melampirkan neraca 1 (satu) tahun
terakhir yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik serta ada opini
auditor dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atau pendapat
13 of 49

wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan yang


ditambahkan dalam laporan auditor bentuk baku atau pendapat wajar
dengan pengecualian. Neraca audited KAP tahun sebelumnya sudah
bisa tersajikan tmt 01 April tahun berjalan. Apabila belum tetapi
dibutuhkan sebagai salah satu syarat / dokumen pendukung, maka
kepada Perusahaan tersebut dapat diminta untuk melampirkan surat
keterangan yang dikeluarkan oleh KAP yang menerangkan bahwa
neraca tahun terakhir sedang dalam proses audit, serta melampirkan
neraca audited utk 2 (dua) tahun sebelumnya;
10)

11)
12)
13)
14)
15)
16)
17)

18)

19)
20)

2) Kualifikasi Kecil, melampirkan neraca 3 (tiga) tahun terakhir.


Copy Akte Pendirian/Anggaran Dasar Penyedia barang/jasa beserta
perubahannya dilengkapi dengan Lembar Pengesahan dari Kementerian
Hukum untuk PT, dari Pengadilan Negeri untuk CV dan dari Kementerian
Koperasi untuk Koperasi;
Copy Kartu Tanda Pengenal Pengurus;
Copy Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK), khusus untuk jasa
konstruksi;
Copy Surat Ijin Operasional dari DISNAKER, khusus untuk jasa tenaga
kerja;
Copy Surat Ijin Industri dari DEPERINDAG, khusus untuk percetakan dan
penjilidan;
Copy Surat Ijin/Sertifikasi khusus sesuai permohonan bidang dan subbidang
Copy Surat Perjanjian Keagenan/Distributor dan/atau Surat Terdaftar sebagai
Agen/Distributor pada Departemen Perdagangan;
Daftar pengalaman kerja 2 (dua) tahun terakhir sesuai permohonan bidang
dan sub-bidang yang diajukan dengan dilengkapi informasi antara lain
mengenai pemberi kerja, lokasi, waktu dan nilai pekerjaan;
Asli surat pernyataan di atas meterai bahwa semua informasi yang
disampaikan adalah benar, apabila ditemukan ketidaksesuaian atas
informasi yang disampaikan, dikenakan sanksi administrasi pencabutan/
pembatalan SKT;
Asli Pakta Integritas (letter of undertaking) yang ditandatangani di atas
materai;
Copy Surat Keterangan Lulus CSMS yang menyatakan mampu mengelola
kategori risiko HSE tinggi / menengah / rendah berdasarkan isian formulir
prakualifikasi CSMS dan lampiran bukti penerapan CSMS dari Penyedia
Barang/Jasa.

Proses penentuan tingkat kesehatan keuangan diatur lebih lanjut berdasarkan


peraturan yang berlaku di Perusahaan.
Khusus tenaga ahli yang akan ditugaskan dalam melaksanakan pekerjaan
konsultansi atau bila sebagai konsultan perseorangan, maka diperlukan
persyaratan sebagai berikut antara lain namun tidak terbatas pada:
1) Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
2) Lulus perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus
ujian negara atau yang telah diakreditasi, atau perguruan tinggi luar negeri
14 of 49

yang telah diakreditasi, dibuktikan dengan copy ijazah dan/atau memiliki


sertifikasi keahlian dari badan yang berkompeten;
3) Mempunyai pengalaman dibidangnya yang dituangkan dalam daftar riwayat
hidup (curriculum vitae) yang harus ditulis dengan teliti dan benar, ditanda
tangani oleh yang bersangkutan, diketahui oleh pimpinan Perusahaan,
kecuali konsultan perorangan;
4) Pelaksanaan pekerjaan yang ditugaskan tidak memerlukan kerja kelompok
(team work) untuk penyelesaiannya;
5) Jasa konsultansi tersebut bukan merupakan proyek/kegiatan secara utuh
yang berdiri sendiri;
6) Pekerjaan hanya dapat dilakukan oleh seorang yang sangat ahli di
bidangnya melalui referensi dari user sebelumnya;
7) Jasa konsultansi tersebut harus bersifat tugas khusus Perusahaan dalam
memberikan masukan/nasehat dalam pelaksanaan proyek/kegiatan;
8) Konsultan perorangan yang ditunjuk diyakini mampu menyelesaikan
penugasannya ditinjau dari segi teknis, waktu, dan harga;
9) Tenaga ahli asing harus mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku di
bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian.
5. SKT berlaku di seluruh Perusahaan, tidak mempunyai masa berlaku dan
menjadi tidak berlaku bila ada dokumen yang sudah kadaluwarsa dan tidak
diperbarui oleh Penyedia Barang/Jasa. Apabila dalam jangka waktu 3 tahun
penyedia barang/jasa tidak pernah menerima penunjukan pelaksanaan
pekerjaan (mendapatkan PO), maka sistem dimungkinkan melakukan blocking
secara otomatis terhadap nomor vendor yang telah diberikan;
6. Pelaksanaan sertifikasi:
1) Minimal setahun sekali oleh Panitia Sertifikasi pada waktu yang telah
ditentukan tanpa harus langsung diikuti dengan proses Pengadaan Barang/
Jasa.
2) Bersamaan dengan proses Pengadaan Barang/Jasa oleh Panitia Sertifikasi
atas permintaan Panitia Pengadaan atau Fungsi Pengadaan yang mana hal
ini bisa disatukan dengan proses prakualifikasi bila persyaratannya
disesuaikan dengan kebutuhan pengadaan tertentu;
7. Prinsip-prinsip sertifikasi:
1) Dalam proses sertifikasi sesuai butir 6.1) dan 6.2) di atas, Panitia Sertifikasi/
Panitia Pengadaan/Fungsi Pengadaan tidak boleh melarang, menghambat
dan membatasi keikutsertaan calon peserta Pengadaan Barang/Jasa;
2) Proses sertifikasi calon Penyedia Barang/Jasa tidak dikenakan pungutan
biaya;
3) Pemberitahuan kelulusan dikirim melalui e-mail ke Penyedia Barang/Jasa,
kemudian SKT dapat dicetak dari website Pertamina e-Procurement tanpa
ditandatangani oleh Panitia Sertifikasi.

15 of 49

B. PRAKUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA


Prakualifikasi dilakukan untuk evaluasi dan verifikasi dokumen/persyaratan
tambahan yang terkait langsung dengan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
diluar persyaratan proses sertifikasi. Prakualifikasi tersebut dilakukan untuk
mendapatkan daftar pendek calon peserta melalui penilaian kompetensi dan
kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu, antara lain namun tidak
terbatas pada :
1. Daftar pengalaman sejenis 4 (empat) tahun terakhir dalam melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan jenis Barang/Jasa yang akan diadakan, dengan
dilengkapi informasi antara lain mengenai pemberi kerja, lokasi, waktu, dan
nilai pekerjaan;
2. Untuk Perusahaan yang belum memiliki pengalaman sejenis, dimungkinkan
untuk mengikuti proses prakualifikasi dengan melakukan kajian yang men
dalam atas pengalaman dari para personil Perusahaannya (minimal
pengalaman personil 5 tahun) yang dipersyaratkan dalam pekerjaan serta
adanya dukungan dari induk Perusahaan;
3. Dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir pernah memiliki pengalaman
menyediakan Barang/Jasa di lingkungan industri perminyakan, pemerintah
atau swasta baik sebagai pelaksana maupun sebagai mitra;
4. Sertifikasi badan usaha yang masih berlaku sesuai yang dipersyaratkan,
misalnya Sertifikat Manajemen Mutu ISO, Sertifikat Sistem Manajemen K3
(Keselamatan & Kesehatan Kerja) atau OHSAS 18001, dan Sertifikat Sistem
Manajemen Lingkungan (ISO 14001);
5. Dukungan dari prinsipal/pabrikan;
6. Memenuhi persyaratan aspek HSE sesuai dengan kategori risiko HSE;
7. Memiliki fasilitas, peralatan khusus dan tenaga ahli spesialis yang dibutuhkan
dalam melaksanakan pekerjaan;
8. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa akan melakukan kemitraan (consortium/joint
venture), Penyedia Barang/Jasa wajib mempunyai perjanjian kerja sama
operasi/kemitraan yang memuat antara lain tanggung jawab para pihak,
persentase kemitraan dan pihak yang mewakili kemitraan (lead firm) tersebut;
9. Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir (SPT/PPh) serta memiliki
laporan bulanan PPh Pasal 25 atau Pasal 21/Pasal 23 atau PPN sekurangkurangnya 3 (tiga) bulan yang lalu;
10. Prakualifikasi CSMS ulang bagi Penyedia Barang/Jasa yang melakukan
klarifikasi atas insiden fatality terkait pelaksanaan pekerjaannya, dengan syarat
hasil verifikasi dokumen dan lapangan mendapatkan skor minimal 80, untuk
melakukan koreksi poin/status Penyedia Barang/Jasa menjadi Sanksi
Percobaan, Pengurangan Sanksi atau Penghapusan Sanksi (sesuai ketentuan
yang diatur dalam BAB VIII).
Khusus untuk Perusahaan yang melakukan kemitraan (consortium):
1) Penyedia Barang/Jasa wajib mempunyai kerjasama operasi/kemitraan
yang memuat antara lain tanggung jawab para pihak, persentase
kemitraan, dan pihak yang mewakili kemitraan (lead firm);

16 of 49

2) Surat perjanjian kerjasama operasi ditandatangani oleh seluruh anggota


kemitraan;
3) Prakualifikasi dilakukan kepada semua Perusahaan yang tergabung dalam
kemitraan tersebut namun untuk sertifikasi hanya diberlakukan kepada
Perusahaan yang mewakili kemitraan (lead firm) sesuai perjanjian
consortium.
Persyaratan prakualifikasi tersebut di atas ditetapkan sesuai kebutuhan.
C. PENGGOLONGAN PENYEDIA BARANG/JASA
Penggolongan (kualifikasi dan klasifikasi) Penyedia Barang/Jasa sebagai berikut:
Nilai Pengadaan (ekivalen Rp.) per Klasifikasi (P-Q-R-S)

Kualifikasi

(tidak termasuk PPN)

Kekayaan
Bersih
(Rp.)

Jasa Konstruksi (Q)


Barang (P)

Pelaksana

Konsultansi
Perencanaan /
Pengawasan

Jasa
Lainnya
(R)

Jasa
Konsultansi
NonKonstruksi (S)

Perseorangan

Tidak
disyaratkan

s/d 50 Juta

s/d 50 Juta

s/d 200 Juta

Kecil (K)

s/d 1 Miliar

s/d 500 Juta

s/d 1 Miliar

s/d 500 Juta

s/d 500 Juta

s/d 500 Juta

Menengah (M)

> 1 s/d 10
Miliar

500 Juta s/d


5 Miliar

>1 s/d 10
Miliar

500 Juta
s/d 2 Miliar

500 Juta
s/d 5 Miliar

500 Juta s/d 2


Miliar

Besar (B)

> 10 Miliar

> 5 Miliar

> 10 Miliar

> 2 Miliar

> 5 Miliar

> 2 Miliar

s/d 200 Juta

Penetapan perubahan kualifikasi penyedia barang/jasa (kenaikan kualifikasi


secara bertahap) dimungkinkan untuk dapat dilaksanakan oleh Fungsi Pengadaan
pada saat perpanjangan masa pendaftaran. Penetapan perubahan ini
dilaksanakan apabila tidak terdapat calon peserta yang mendaftar atau jumlah
peserta yang mendaftar kurang dari jumlah minimum yang dipersyaratkan.
Penggolongan (kualifikasi dan klasifikasi) CSMS Penyedia Barang/Jasa sebagai
berikut:
Kualifikasi CSMS
Penyedia
Barang/Jasa
High
Medium
Low

Klasifikasi Risiko Pekerjaan


High Risk

Medium Risk

Low Risk

Untuk proses pengadaan melalui metode Strategic Sourcing, kualifikasi Penyedia


Barang/Jasa menyesuaikan dari hasil sourcing (tidak mengacu pada tabel diatas).
Khusus untuk penyedia barang/jasa asing atau dari manufacture/galangan
kapal/pabrikan/agen/distributor dalam maupun luar negeri, tidak berlaku ketentuan
kualifikasi dan batasan nilai pengadaan.
17 of 49

BAB V
SISTEM PENGADAAN BARANG/JASA
A. TAHAPAN PROSES PENGADAAN
Secara umum, tahapan-tahapan yang dilakukan dalam proses Pengadaan
Barang/Jasa dapat digambarkan sebagai berikut:

Mengelola
Suplier (SRM)

RKAP

1. Tahapan Perencanaan
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tahapan perencanaan pengadaan.
2. Tahapan Persiapan
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tahapan Persiapan pengadaan.
3. Tahapan Seleksi / Pemilihan Penyedia Barang/Jasa
Perlu kehati-hatian dalam melaksanakan proses evaluasi prakualifikasi,
administrasi, teknis, HSE dan komersial, sehingga pada akhirnya Perusahaan
dapat memberikan kontrak kepada Penyedia Barang/Jasa yang mempunyai
komitmen tinggi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai kualitas yang
diinginkan, jadwal kebutuhan yang direncanakan, aspek HSE yang disyaratkan
dan biaya yang terbaik bagi Perusahaan. Apabila diperlukan, dapat dilakukan
secara Join Procurement.
Tahapan tersebut di atas harus dilanjutkan dengan pengawasan administrasi
kontrak, pengawasan terhadap pelaksanaan kontrak, realisasi biaya kontrak dan
kinerja Penyedia Barang/Jasa (termasuk implementasi CSMS), serta
pembinaan
terhadap
Penyedia
Barang/Jasa
(Supplier Relationship
Management). Sedapat mungkin menghindari terjadinya penambahan lingkup
kerja.
B. METODE PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA
Pengadaan Barang/Jasa pada dasarnya dilaksanakan secara kompetitif dan
terbuka dengan mengikutsertakan calon Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi
syarat berdasarkan kemampuan dan kinerja yang sesuai dengan yang diharapkan.
Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dapat menggunakan metode sebagai berikut:
Metode
Pelelangan
Pemilihan Langsung
Penunjukan Langsung
Strategic Sourcing
Pembelian Langsung(Cash & Carry)

Batasan Nilai

Pelaksana

Tidak Ada Batasan


Nilai

Fungsi Pengadaan *)

s/d Rp50 Juta

18 of 49

Persyaratan/Kriteria Metode Pemilihan Penyedia Barang/Jasa:


1. Pelelangan
1) Dilakukan untuk:
a. Pengadaan jasa konstruksi yang bersifat kompleks yaitu yang memiliki:
a) Teknologi tinggi; dan/atau
b) Risiko tinggi terhadap kegagalan pekerjaan; dan/atau
c) Nilai pekerjaan diatas Rp. 100.000.000.000,- (seratus milyar Rupiah).
b. Pengadaan selain butir a. di atas, apabila berdasarkan professional
judgement, Bidder List belum mencukupi persyaratan kompetisi serta
terdapat Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan
tersebut namun belum terdaftar di Perusahaan.
2) Dilakukan oleh Fungsi Pengadaan.
Apabila diperlukan dapat dibentuk Panitia Pengadaan yang menjalankan
Pelelangan, yang melibatkan beberapa wakil dari:
a. Fungsi Pengadaan (sebagai Ketua dan Sekretaris);
b. Fungsi User;
c. Fungsi Hukum;
d. Fungsi Keuangan (bila diperlukan);
e. Fungsi HSE (bila diperlukan);
f. Tenaga Ahli (bila diperlukan).
Fungsi Internal Audit/Tenaga Ahli eksternal dapat diminta untuk membantu
Panitia Pengadaan sebagai narasumber diluar proses pengadaan bila
diperlukan.
Panitia Pengadaan dibentuk dengan Surat Perintah yang ditandatangani oleh
Pejabat minimal setingkat GM/VP dari Pejabat Berwenang, dibuat untuk
setiap proses Pelelangan (per pekerjaan) atau dalam periode tertentu.
3) Pengumuman dilakukan melalui website Perusahaan. Dapat juga diumumkan
melalui media cetak nasional. Apabila dipandang perlu pemberitahuan dapat
dikirim langsung melalui facsimile dan/atau e-mail kepada Penyedia
Barang/Jasa yang diyakini mampu melaksanakan pekerjaan;
4) Dapat diikuti oleh calon Penyedia Barang/Jasa yang sudah memiliki SKT
maupun yang belum memiliki SKT sesuai dengan persyaratan kualifikasi dan
klasifikasi serta persyaratan CSMS yang telah ditentukan;
5) Kepada semua calon penyedia jasa konstruksi yang bersifat kompleks
dilakukan prakualifikasi secara ketat dengan mengutamakan pengalaman
sejenis; dan kualifikasi tenaga ahli yang dimiliki serta dilakukan klarifikasi /
negosiasi baik teknis maupun harga. Apabila diperlukan penyedia jasa
konstruksi dapat diminta untuk melampirkan surat keterangan Sisa
Kemampuan Keuangan (SKK). SKK dibuat sesuai format pada lampiran.
Sedangkan kepada semua calon Penyedia Barang/Jasa selain jasa
konstruksi bersifat kompleks dapat dilakukan prakualifikasi apabila
diperlukan.
19 of 49

2. Pemilihan Langsung
1) Dilakukan untuk:
a. Pengadaan jasa konstruksi yang bersifat kompleks yang hanya dapat
dilaksanakan dengan teknologi baru dan penyedia jasa yang mampu
mengaplikasikannya sangat terbatas;
b. Pengadaan jasa konstruksi yang tidak bersifat kompleks;
c. Pengadaan jasa konsultan dan jasa lainnya;
d. Pengadaan barang;
e. Pengadaan Barang/Jasa terkait approved brand dalam rangka
standarisasi.
Kepada semua calon Penyedia Barang/Jasa seperti tersebut di atas dapat
dilakukan prakualifikasi apabila diperlukan.
2) Dilakukan oleh Fungsi Pengadaan.
Apabila diperlukan dapat dibentuk Panitia Pengadaan yang menjalankan
Pemilihan Langsung, yang melibatkan beberapa wakil dari:
a. Fungsi Pengadaan (sebagai Ketua dan Sekretaris);
b. Fungsi User;
c. Fungsi Hukum;
d. Fungsi Keuangan(bila diperlukan);
e. Fungsi HSE (bila diperlukan);
f. Tenaga Ahli (bila diperlukan).
Fungsi Internal Audit/Tenaga Ahli Eksternal dapat diminta untuk membantu
Panitia Pengadaan sebagai narasumber diluar proses pengadaan bila
diperlukan.
Panitia Pengadaan dibentuk dengan Surat Perintah yang ditandatangani oleh
Pejabat minimal setingkat GM/VP dari Pejabat Berwenang, dibuat untuk
setiap proses Pemilihan Langsung (per pekerjaan) atau dalam periode
tertentu.
3) Dilakukan dengan cara:
a. Mengundang sekurang-kurangnya 5 (lima) calon Penyedia Barang/ Jasa
yang terdaftar dalam bidder list MySAP (memiliki SKT) dan dimungkinkan
mengundang Penyedia Barang/Jasa yang belum terdaftar sesuai dengan
persyaratan kualifikasi, klasifikasi dan persyaratan CSMS yang telah
ditentukan, serta dilengkapi dengan justifikasi yang berisikan informasi
mengenai reputasi/kinerja sebelumnya yang diketahui. Bila memungkinkan
diupayakan mengundang sebanyak-banyaknya jumlah Penyedia
Barang/Jasa;
b. Bila menggunakan aplikasi e-Procurement, mengundang semua Penyedia
Barang/Jasa yang terdaftar dalam aplikasi e-Procurement sesuai dengan
persyaratan kualifikasi, klasifikasi CSMS dan kinerja yang telah ditentukan;
c. Pemilihan Langsung dapat tetap dilaksanakan apabila diyakini/diketahui
secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang tersedia untuk diundang
kurang dari 5 (lima);
d. Khusus untuk sinergi Pertamina Incorporated dan/atau sinergi BUMN,
proses Pemilihan Langsung dapat diikuti oleh Anak Perusahaan/
20 of 49

Perusahaan Terafiliasi Pertamina dan/atau BUMN/Anak Perusahaan


BUMN/Perusahaan Terafiliasi BUMN yang sesuai dengan bidangnya.
3. Penunjukan Langsung
1) Dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
a. Penanganan keadaan darurat berdasarkan pernyataan dari Pejabat
Tertinggi setempat;
b. Barang dan jasa yang dibutuhkan bagi kinerja utama Perusahaan dan
tidak dapat ditunda keberadaannya (business critical asset);
c. Pekerjaan yang bersifat spesifik karena alasan tertentu (kompleksitas,
teknologi, availability) yang karena sifatnya tersebut, maka hanya dapat
dilaksanakan oleh satu Penyedia Barang/Jasa.
d. Barang dan jasa yang dimiliki oleh pemegang hak paten atau hak atas
kekayaan intelektual (HAKI) atau yang memiliki jaminan (warranty) dari
Original Equipment Manufacture (OEM) dan/atau untuk memenuhi
kebutuhan standarisasi operasional sehingga dibutuhkan merk / brand
tertentu;
e. Pekerjaan yang bersifat knowledge intensive dimana untuk menggunakan
dan memelihara produk tersebut membutuhkan kelangsungan
pengetahuan dari penyedia barang dan/atau jasa serta diperlukan untuk
transfer pengetahuan atau alih teknologi;
f. Pekerjaan lanjutan/tambahan yang secara teknis merupakan satu
kesatuan yang sifatnya tidak dapat dipecah-pecah dari pekerjaan yang
sudah dilaksanakan sebelumnya dan sedapat mungkin menggunakan
satuan harga menurut harga yang berlaku pada kontrak sebelumnya,
sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
g. Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa dengan menggunakan metode
Pelelangan atau Pemilihan Langsung telah dua kali dilakukan namun
peserta tetap tidak memenuhi kriteria atau tidak ada pihak yang mengikuti
Pelelangan atau Pemilihan Langsung, sekalipun ketentuan dan syaratsyarat telah memenuhi kewajaran;
h. (i) Apabila Penyedia Barang/Jasa adalah Anak Perusahaan Pertamina
atau Perusahaan Terafiliasi Pertamina, sepanjang barang dan/atau jasa
yang dibutuhkan merupakan produk atau layanan utama dari Anak
Perusahaan atau Perusahaan Terafiliasi Pertamina;
(ii) Apabila tidak ada Anak Perusahaan Pertamina atau Perusahaan
Terafiliasi Pertamina yang dapat ditunjuk langsung sesuai ketentuan
butir h.(i) diatas, maka dapat dilakukan penunjukan langsung kepada
BUMN atau Anak Perusahaan BUMN atau Perusahaan Terafiliasi
BUMN, sepanjang barang dan/atau jasa yang dibutuhkan merupakan
produk atau layanan utama dari BUMN atau Anak Perusahaan BUMN
atau Perusahaan Terafiliasi BUMN.
Apabila penyedia barang/jasa seperti dimaksud dalam butir (i) dan (ii)
diketahui lebih dari satu, maka harus tetap dilakukan Pemilihan Langsung.

21 of 49

i. Penyedia Barang/Jasa perguruan tinggi/unit usaha yang sahamnya dimiliki


minimal 90% oleh perguruan tinggi untuk bidang usaha penelitian, desain
dan engineering atau lembaga penelitian lainnya, baik dalam maupun luar
negeri;
j. Penyedia Barang/Jasa lembaga pemerintah;
k. Barang/jasa yang merupakan pembelian berulang (repeat order) setelah
melalui kajian yang komprehensif dengan ketentuan sbb:
a) Hasil kerja Penyedia Barang/Jasa sebelumnya dinilai baik;
b) Spesifikasi dan kualitas Barang/Jasa yang sama, apabila tidak dapat
terpenuhi, dapat digantikan dengan Barang/Jasa sejenis dengan
spesifikasi dan kualitas yang lebih baik dan/atau lebih tinggi;
c) Volume Barang/Jasa yang dibutuhkan kurang atau sama dengan
volume pengadaan sebelumnya;
d) Harga Barang/Jasa lebih rendah atau paling tinggi sama dengan
pengadaan sebelumnya, apabila tidak dapat terpenuhi harga
Barang/Jasa dapat lebih tinggi maksimal 10% dari harga sebelumnya;
e) Merupakan Barang/Jasa yang bersifat operasional;
f) Bukan merupakan pekerjaan yang dilaksanakan untuk jangka waktu
lebih dari setahun (multiyears);
g) Pelaksanaan pembelian berulang (repeat order) hanya dapat
dilaksanakan paling banyak 2 (dua) kali pengadaan dengan membuat
kontrak baru, dilakukan untuk pekerjaan yang sebelumnya diproses
dengan kompetisi oleh Fungsi Pengadaan yang sama.
l. Apabila penyedia barang/jasa yang ditunjuk memiliki kontrak yang sedang
berjalan, dimana proses pengadaan sebelumnya diproses dengan
kompetisi melalui Fungsi Pengadaan lain, sepanjang terdapat excess
capacity dari kontrak yang sudah ada di lingkungan Perusahaan atau
penyedia barang/jasa sepakat dengan harga yang sudah ada. Apabila
diterbitkan kontrak baru maka nilai kontrak maksimal sama dengan nilai
kontrak sebelumnya.
m. Pengadaan barang kepada perseorangan sesuai dengan batasan
kualifikasi dan klasifikasi yang terdapat pada BAB IV butir C dengan
mempertimbangkan faktor kewajaran harga dan barang merupakan hasil
produksi sendiri (home industry).
n. Pengadaan jasa konsultan perseorangan sesuai dengan batasan
kualifikasi dan klasifikasi yang terdapat pada BAB IV butir C dengan
mempertimbangkan faktor kewajaran harga serta memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
a) Pelaksanaan pekerjaan yang ditugaskan tidak memerlukan kerja
kelompok (team work) untuk penyelesaiannya;
b) Jasa konsultansi tersebut bukan merupakan proyek/kegiatan secara
utuh yang berdiri sendiri;
c) Pekerjaan hanya memungkinkan dilakukan oleh seorang yang sangat
ahli di bidangnya;
d) Jasa konsultansi tersebut harus bersifat tugas khusus Perusahaan
dalam memberikan masukan / nasehat dalam pelaksanaan proyek/
kegiatan;
22 of 49

e) Konsultan perorangan yang ditunjuk diyakini mampu menyelesaikan


penugasannya ditinjau dari segi teknis, waktu, dan harga.
2) Dilakukan oleh Fungsi Pengadaan, dengan cara:
Mengundang calon Penyedia Barang/Jasa terdaftar atau belum terdaftar
sesuai dengan persyaratan kualifikasi, klasifikasi dan persyaratan CSMS
yang telah ditentukan;
3) Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa tersebut harus dapat dipertanggung
jawabkan dari sisi harga, kualitas dan ketersediaan pasokan yang
dibutuhkan.
4. Strategic Sourcing
1) Dilakukan untuk semua pengadaan barang/jasa, kecuali pengadaan yang
didalamnya ada kegiatan jasa konstruksi dan engineering.
2) Dilakukan oleh Fungsi Pengadaan yang mempunyai kompetensi melakukan
pengadaan secara Strategic Sourcing.
Terkait dengan Pengadaan Barang/Jasa dengan metode Strategic Sourcing
secara lengkap diatur dalam peraturan internal Pertamina.
5. Cash & Carry
1) Cash & carry dapat dilaksanakan sampai dengan nilai Rp50.000.000 (lima
puluh juta rupiah) atau ekivalen per paket pengadaan, dengan demikian
nilainya berdasarkan harga pasar dan pelaksanaannya dapat dilakukan tanpa
kontrak. Batasan nilai cash & carry adalah batasan nilai belum termasuk
pajak (PPN & PPh).
2) Cash & carry dilaksanakan oleh Fungsi Pengadaan melalui sistem panjar
kerja atau aplikasi online buying untuk membeli langsung Barang/Jasa yang
terdapat di pasar. Tempat pembelian dapat berupa toko, supermarket,
bengkel, online buying, website belanja di Internet, dll.
3) Cash & Carry dilakukan untuk pekerjaan yang membutuhkan waktu
penyelesaian tidak lebih dari waktu pertanggungjawaban cash & carry sesuai
ketentuan, yaitu selama 10 (sepuluh) hari kerja.
4) Pembelian cash & carry diusahakan hanya dilakukan pada tempat pembelian
yang merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan Perusahaan berhak
menerima Faktur Pajak Standar yang dikeluarkan oleh PKP tersebut.
5) Dalam hal pembelian cash & carry dilakukan bukan dengan PKP, maka PPN
sudah termasuk dalam harga barang.
6) Bukti pembelian yang sah antara lain invoice atau slip cash register atau
kuitansi yang dibubuhi meterai secukupnya harus dilampirkan sebagai bagian
dari pertanggungjawaban cash & carry.
7) Pelaksanaan cash & carry melalui aplikasi e-catalog online buying berlaku
ketentuan sebagai berikut:
a. Pengadaan Barang/Jasa secara e-catalog online buying digunakan untuk
pengadaan seperti alat-alat kantor dan Barang/Jasa lainnya yang bersifat
umum bukan custom-made sampai dengan nilai Rp50.000.000 (lima puluh
juta rupiah).

23 of 49

b. Apabila harga yang ditawarkan Penyedia Barang/Jasa melalui e-catalog


online buying lebih tinggi dari last PO atau sumber harga yang dijadikan
referensi Perusahaan/Penyedia Barang/Jasa lain maka pembelian cash
and carry dapat dilakukan melalui sistem panjar kerja kepada Penyedia
Barang/Jasa lain.
c. Pada dasarnya pelaksanaan e-catalog online buying dilakukan secara
elektronik, namun demikian tetap diperlukan hard document sebagai
pendukung keabsahan soft document.
d. Data dan/atau penawaran harga yang dikirimkan oleh Penyedia
Barang/Jasa melalui e-catalog online buying merupakan data dan/atau
penawaran yang sah.
e. Penyampaian harga penawaran dan negosiasi dilakukan secara periodik.
Harga hasil negosiasi yang di approve kemudian dimasukkan ke dalam
system e-catalog online buying oleh Fungsi Pengadaan, merupakan harga
yang akan digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa secara online pada
periode berikutnya.
f. Untuk belanja melalui website / internet dapat dilakukan dengan one-time
vendor pekerja menggunakan kartu kredit.
8) Pengadaan Barang/Jasa sampai dengan Rp50.000.000 (lima puluh juta
rupiah) apabila diinginkan pengadaannya dapat juga dilakukan melalui
Pemilihan Langsung atau Penunjukan Langsung.
C. PENGADAAN MENGGUNAKAN APLIKASI PERTAMINA e-PROCUREMENT
1. Aplikasi Pertamina e-Procurement harus digunakan untuk pengadaan barang
oleh Panitia Pengadaan/Fungsi Pengadaan di Kantor Pusat/Unit Operasi/Unit
Bisnis yang sudah go-live aplikasi Pertamina e-Procurement. Namun demikian
dengan pertimbangan tertentu ternyata pelaksanaannya tidak memungkinkan
dilakukan melalui aplikasi Pertamina e-Procurement, maka Panitia Pengadaan/
Fungsi Pengadaan dapat melakukan proses pengadaan barang secara
konvensional/manual.
2. Apabila dimungkinkan, pengadaan jasa dapat juga dilaksanakan melalui aplikasi
Pertamina e-Procurement.
3. Dalam hal Pengadaan Barang/Jasa tidak dapat atau tidak memungkinkan
dilaksanakan sepenuhnya menggunakan aplikasi Pertamina e-Procurement,
maka Panitia Pengadaan/Fungsi Pengadaan mengupayakan semaksimal
mungkin pemanfaatannya untuk mengumumkan atau mengundang peserta.
4. Data dan/atau penawaran yang dikirimkan oleh Penyedia Barang/Jasa, sebagai
pemilik user-ID dan password, melalui aplikasi Pertamina e-Procurement dan
terekam (recorded) di dalam server aplikasi Pertamina e-Procurement
merupakan data-data dan/atau penawaran yang sah secara hukum.
5. Persetujuan atau approval melalui aplikasi Pertamina e-Procurement
merupakan pengganti tanda tangan basah dari pejabat Penyedia Barang/Jasa
yang memiliki user-ID dan password.
6. Ketentuan yang berkaitan dengan batasan waktu pengumuman, pendaftaran
dan pemasukan dokumen penawaran secara elektronik adalah sesuai dengan
ketentuan dan peraturan yang berlaku, serta tertera dan diatur secara otomatis
melalui aplikasi Pertamina e-Procurement.
24 of 49

7. Setiap perubahan tata waktu proses pengadaan yang telah ditetapkan


sebelumnya di dalam aplikasi Pertamina e-Procurement harus mencantumkan
alasan perubahannya dan pada setiap akhir dari suatu tahapan proses
pengadaan, dibuatkan Berita Acara.
8. Surat Penawaran dalam bentuk hard document sebagai pendukung keabsahan
soft document yang terdapat pada server aplikasi Pertamina e-Procurement
wajib disampaikan oleh 3 (tiga) calon pemenang atau kurang bila peserta yang
memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) berdasarkan hasil negosiasi sebagai dasar
verifikasi dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Hard document surat penawaran dibuat dengan melakukan print-out soft
document dari sistem Pertamina e-Procurement di atas kertas yang diberi
meterai cukup (kecuali Perusahaan asing), bertanggal, ditanda- tangani oleh
Pimpinan Perusahaan yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan dan
dibubuhi cap Perusahaan serta diajukan dalam sampul tertutup.
Apabila dalam surat penawaran terdapat rincian harga maka untuk penawar
terbaik ke-1, surat penawaran hasil negosiasi dilampirkan rincian harga hasil
negosiasi, sedangkan untuk penawar terbaik ke-2 dan ke-3, surat penawaran
hasil negosiasi tanpa dilampirkan rincian harga hasil negosiasi.
Harga penawaran hard document harus sesuai dengan harga penawaran
dalam soft document yang di-submit terakhir kali pada sistem Pertamina eProcurement.
2) Penyedia barang dinyatakan gugur apabila:
a. Tidak mengirimkan hard document surat penawaran.
b. Terdapat perbedaan isi surat penawaran antara hard document dengan
soft document.
D. SWAKELOLA
Swakelola adalah pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang direncanakan,
dikerjakan dan diawasi sendiri dengan menggunakan tenaga sendiri, alat sendiri,
atau upah borongan tenaga. Swakelola tidak melibatkan Penyedia Barang/Jasa
secara langsung. Swakelola dilakukan untuk memperlancar operasional dengan
tetap mempertimbangkan harga karena tidak memungkinkan atau dipandang lebih
efektif dibandingkan jika diproses melalui Fungsi Pengadaan. Pekerjaan yang
dilaksanakan secara swakelola harus tetap memperhatikan aspek HSE selama
pelaksanaan pekerjaannya.
Contoh pekerjaan yang dapat dilakukan dengan swakelola antara lain:
1. Pekerjaan yang operasi dan pemeliharaannya memerlukan partisipasi
masyarakat setempat, antara lain bantuan/sumbangan kepada pihak ketiga
terkait kegiatan Corporate Social Responsibility.
2. Pekerjaan yang secara rinci tidak dapat dihitung/ditentukan terlebih dahulu,
sehingga tidak efektif dan efisien bila ditawarkan kepada Penyedia Barang/Jasa.
3. Pekerjaan tersebut dilihat dari segi besaran, sifat, lokasi dan pembiayaannya,
tidak perlu dilakukan dengan cara Pelelangan, Pemilihan Langsung dan
Penunjukan Langsung dan/atau tidak diminati oleh Penyedia Barang/Jasa,
seperti :
1) Barang/jasa yang sifatnya memenuhi kebutuhan operasional, antara lain :
a. Penggantian sparepart kendaraan operasional langsung ke bengkel;
25 of 49

b. Pembayaran general goods/services, seperti :


- Listrik, telepon, air
- Layanan pos, jasa ekspedisi, benda-benda pos (seperti materai,
perangko, dll)
- Water dispenser
- Tenda dan perlengkapannya
- Dan lain-lain.
2) Penyelenggaraan acara / event yang berkaitan langsung dengan Fungsi yang
bersangkutan, seperti: Pameran, Gathering, Outbond, Jamuan tamu,
Kegiatan keagamaan, Sponsorship, dan lain-lain.
4. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, kursus, penataran, seminar,
lokakarya, in-house training, honorarium pengajar, workshop;
5. Pengadaan/pembebasan tanah untuk kepentingan Perusahaan;
6. Pekerjaan untuk proyek percontohan (pilot project) yang bersifat khusus untuk
pengembangan teknologi/metode kerja yang belum dapat dilaksanakan oleh
Penyedia Barang/Jasa;
7. Pekerjaan khusus yang bersifat penelitian, pemprosesan data, perumusan
kebijakan Perusahaan, pengujian di laboratorium, pengembangan sistim
tertentu;
8. Pekerjaan yang bersifat rahasia bagi fungsi pengguna jasa yang bersangkutan;
9. Khusus untuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hanya dapat diikutserta
kan dalam pelaksanaan jasa pengembangan lingkungan dan masyarakat
(community development), peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan
pembangunan di bidang pendidikan dan penyuluhan;
Administrasi pekerjaan swakelola menggunakan Panjar Kerja /Uang Muka Kerja
atau penggantian biaya sesuai dengan otorisasi.
Tanggung jawab terkait administrasi pembayaran pekerjaan swakelola dilakukan
langsung oleh pekerja di Fungsi Pengguna kepada Fungsi Keuangan disertai
dengan rincian biaya, tanpa melalui Fungsi Pengadaan serta tidak melibatkan
Penyedia Barang/Jasa.
E. PENGADAAN UNTUK KONDISI KHUSUS
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Ketentuan pelaksanaan pengadaan pada lokasi khusus.
F. METODE PENYAMPAIAN DOKUMEN PENAWARAN
Penyampaian dokumen penawaran dapat dilakukan secara langsung, melalui
pos/kurir atau melalui sistem e-procurement. Apabila dokumen penawaran dikirim
melalui sistem e-procurement, maka dokumen fisik tidak perlu dikirim kecuali yang
dipersyaratkan dalam sistem e-procurement.
1. Metode Satu Sampul
1) Keseluruhan dokumen penawaran dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul,
yang mencakup surat penawaran yang dilengkapi dengan persyaratan
26 of 49

administrasi, teknis, HSE plan dan perhitungan harga


lainnya yang diperlukan;

serta dokumen

2) Metode ini biasanya dilakukan untuk Pengadaan Barang/Jasa dengan


spesifikasi teknis pekerjaan yang sudah jelas dan diperkirakan sebagian
besar penawar yang diundang untuk memasukkan penawaran akan mampu
melaksanakan pekerjaan tersebut dilihat dari segi teknis;
3) Dalam metode ini persaingan terutama terletak pada segi harga penawaran.
2. Metode Dua Sampul
1) Sampul I (pertama) hanya berisi kelengkapan Data Administrasi dan Teknis
serta HSE plan yang disyaratkan, sampul II (kedua) berisi data perhitungan
harga penawaran. Sampul I dan II dimasukkan ke dalam satu sampul
(disebut sampul penutup);
2) Metode ini biasanya dilakukan untuk pekerjaan pemborongan (jasa
konsultansi dan kontruksi) yang meskipun Term of Reference dan
spesifikasi teknisnya sudah jelas namun karena sifat pekerjaannya
memerlukan evaluasi teknis yang mendalam sebelum dilakukan evaluasi
harga.
3. Metode Dua Tahap
Pada prinsipnya metode ini bisa diterapkan di seluruh tipe pekerjaan.
Pemasukan dokumen penawaran pada metode ini dilakukan dalam dua tahap
dengan dua sampul.
1) Pada tahap I, persyaratan administrasi dan teknis serta HSE plan
dimasukkan ke dalam sampul tertutup I, sedangkan pada tahap II, harga
penawaran dimasukkan ke dalam sampul tertutup II. Penyampaiannya
dilakukan dalam waktu yang berbeda.
2) Metode ini lebih tepat dilakukan dalam Pengadaan Barang/Jasa yang
karena sifat pekerjaannya berkaitan dengan penggunaan teknologi canggih
dan kompleks, sistem disain yang tidak/belum standar, sehingga
kemungkinannya akan banyak terdapat deviasi dan penyesuaian teknis
yang mengakibatkan adanya penyesuaian harga terhadap OE/HPS.
3) Dalam metode ini lebih mengutamakan tercapainya pemenuhan kriteria
output performance, spesifikasi teknis peralatan utama, serta garansi
kehandalan operasi keseluruhan sistem, disamping cost effectiveness. Oleh
karena itu pada tahap pertama, perlu dilakukan evaluasi dan negosiasi
teknis untuk menyetarakan teknis performance dan spesifikasi teknis dari
penawaran yang dianggap memenuhi syarat. Sehingga dalam evaluasi
harga (tahap II) tinggal memilih harga terendah, tidak perlu evaluasi secara
detail.
G. METODE EVALUASI PENAWARAN
1. Tujuan evaluasi penawaran adalah untuk mendapatkan penawaran yang sah
dan memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan dalam Kerangka Acuan
Kerja (KAK)/penjelasan umum, serta yang paling menguntungkan Perusahaan
dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

27 of 49

2. Evaluasi dilakukan terhadap unsur administrasi, unsur teknis, unsur HSE plan
dan unsur harga, dengan berpedoman pada kriteria dan tata cara evaluasi yang
telah ditetapkan di dalam dokumen pengadaan.
3. Dalam hal-hal yang bersifat khusus, Panitia Pengadaan atau Fungsi Pengadaan
dapat menyertakan fungsi terkait sebagai anggota dalam melaksanakan proses
evaluasi. Keikutsertaan fungsi terkait tersebut ditetapkan oleh Pejabat Berwenang.
4. Dalam hal penawaran harga oleh penyedia barang/jasa mengacu pada
peraturan terkait FTA, maka OE/HPS yang digunakan sebagai pembanding
adalah OE/HPS yang perhitungannya mengacu pada peraturan FTA. Apabila
setelah penunjukan pemenang, penyedia barang/jasa melakukan kesalahan
perhitungan dalam penawaran harga dikarenakan perbedaan tarif bea masuk
terkait FTA, maka segala biaya yang timbul menjadi tanggung jawab penyedia
barang/jasa.
5. Dalam hal pengadaan barang impor dari negara anggota FTA dimana custom
clearance menjadi tanggung jawab Perusahaan, maka:
1) Sistem evaluasi penawaran untuk penetapan pemenang menggunakan final
cost (Cost Insurance and Freight/CIF + bea masuk).
2) Fungsi pengadaan dalam pelaksanaan custom clearance harus
mengimplementasikan FTA.
6. Metode evaluasi penawaran teknis, HSE Plan dan harga yang digunakan
adalah:
1) Metode Evaluasi Scoring
Metode ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu dengan memberikan
nilai/angka pembobotan terhadap unsur/faktor yang dinilai, sesuai dengan
kriteria yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan.
Metode evaluasi scoring terdiri dari:
a. Evaluasi Kombinasi Kualitas/Teknis, HSE Plan dan Harga
Evaluasi penawaran dengan
sistem nilai dilakukan dengan
memperhitungkan keunggulan teknis (reliability, quality, dan bila
memungkinkan dilengkapi inovasi) dan HSE Plan sepadan dengan
harganya, mengingat penawaran harga sangat dipengaruhi oleh kualitas
teknis.
Evaluasi dilakukan menggunakan rumus persentase pembobotan teknis,
HSE Plan dan harga terhadap penawar yang memenuhi batas lulus
terendah (passing grade), penentuan pemenang berdasarkan nilai
kombinasi terbaik penawaran teknis, HSE Plan dan harga dilanjutkan
dengan klarifikasi teknis, HSE Plan dan negosiasi harga.
b. Evaluasi Kualitas/Teknis, HSE Plan Minimal dan Harga Terendah
Metode evaluasi harga adalah evaluasi berdasarkan penawaran harga
terendah dari Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi penilaian teknis dan
HSE Plan minimal (passing grade) yang dipersyaratkan dalam Pengadaan
Barang/Jasa yang bersifat standar atau secara teknis dapat ditangani
dengan metode yang sederhana.

28 of 49

Usulan penentuan pemenang berdasarkan harga terbaik dengan


memerhatikan biaya selama umur ekonomis atau berdasarkan harga
terendah untuk Pengadaan Barang/Jasa yang sifatnya umum.
c. Evaluasi Kualitas/Teknis dan HSE Plan Terbaik
Evaluasi dilakukan berdasarkan nilai penawaran teknis dan HSE Plan
terbaik serta di atas batas lulus terendah (passing grade), dimana kualitas
teknis & HSE Plan merupakan faktor yang menentukan terhadap hasil
(outcome) secara keseluruhan. Pembukaan penawaran harga dan
negosiasi dilakukan berdasarkan urutan kualitas terbaik (baik teknis
maupun HSE Plan), dilanjutkan dengan klarifikasi dan negosiasi teknis
serta harga. Metode evaluasi ini dilakukan untuk Pengadaan Barang/Jasa
yang kompleks, menggunakan teknologi tinggi, memerlukan inovasi atau
pekerjaan konsultansi yang permasalahannya kompleks di mana lingkup
pekerjaanya sulit ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja.
Pemenang tender diharuskan memenuhi semua persyaratan HSE Plan yang
diatur dalam dokumen TOR / RKS termasuk gap HSE Plan yang belum
dipenuhi dalam dokumen HSE Plan Penyedia Barang/Jasa di proses
pengadaan tersebut.
2) Metode Evaluasi Non-scoring
Metode ini digunakan dengan cara memeriksa dan membandingkan dokumen
penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam
dokumen Pengadaan Barang/Jasa dengan urutan proses evaluasi dimulai
dari penilaian persyaratan administrasi, persyaratan teknis, persyaratan HSE
Plan dan kewajaran harga. Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus penilaian
pada setiap tahapan dinyatakan tidak lulus. Usulan penentuan pemenang
berdasarkan harga terbaik.
H. PENETAPAN PEMENANG
Untuk keperluan penetapan calon pemenang Penyedia Barang/Jasa kepada
Pejabat Berwenang, Fungsi Pengadaan dapat mengusulkan calon pemenang hasil
negosiasi/renegosiasi:
1. Single winner dilakukan apabila 1 (satu) pemenang sudah cukup memenuhi
kebutuhan.
2. Multi winner dilakukan apabila terdapat lebih dari 1 (satu) pemenang
berdasarkan pertimbangan jaminan suplai (security of supply) atau keterbatasan
kapasitas produksi/layanan jasa Penyedia Barang/Jasa.
I. OWNERS ESTIMATE (OE)/HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS)
1. OE/HPS merupakan perkiraan harga yang dikalkulasikan secara keahlian, yang
digunakan sebagai acuan dalam menilai kewajaran harga.
2. Tanggung jawab penyusunan OE/HPS Pengadaan Barang/Jasa (termasuk
OE/HPS yang disesuaikan) beserta pengesahannya berada di Fungsi
Pengguna, khusus untuk material stock dan pengadaan secara hybrid, OE/HPS
disusun oleh Fungsi Pengadaan.
3. Fungsi Pengguna dalam menyusun OE/HPS dapat meminta bantuan fungsi
terkait lainnya (seperti Fungsi Engineering dan Fungsi Pengadaan) yang
pelaksanaannya dapat dilakukan melalui tim lintas fungsi sesuai kebutuhan,
29 of 49

termasuk meminta bantuan dari tenaga ahli/konsultan. Apabila penyusunan


OE/HPS dilakukan oleh konsultan maka konsultan tersebut dilarang mengikuti
proses pengadaan yang terkait dengan OE/HPS yang disusun.
4. Harga-harga yang di-publish dan diketahui secara umum (media massa, jurnal,
internet) dapat dijadikan sebagai pengganti OE/HPS.
5. Pembelian langsung (cash & carry) tidak memerlukan OE/HPS.
6. Untuk pembelian langsung ke prinsipal/pabrikan sole source tidak memerlukan
OE/HPS.
7. Untuk pembelian langsung software ke prinsipal/agen tunggal pemegang merk
tidak memerlukan OE/HPS.
8. OE/HPS bersifat rahasia, dengan demikian semua pihak yang terlibat dalam
proses Pengadaan Barang/Jasa wajib menjaga kerahasiaannya.
J. NEGOSIASI
1. Tata cara negosiasi harus dicantumkan dalam dokumen pengadaan.
2. Tata cara negosiasi disesuaikan dengan metode pengadaan dan tata cara
evaluasi.
3. Negosiasi dapat dilakukan secara manual (tertulis atau tatap muka) atau eReverseAuction (Bidding room atau remote).
4. Negosiasi untuk metode Pelelangan dan Pemilihan Langsung :
1) Apabila dari hasil evaluasi penawaran telah terdapat harga penawaran yang
sama atau kurang dari OE/HPS maka negosiasi tidak wajib dilakukan.
Apabila dilakukan negosiasi maka negosiasi hanya dilakukan kepada peserta
dengan urutan penawar terbaik (dimungkinkan lebih dari satu penawar) atau
sesuai yang diatur dalam dokumen pengadaan.
2) Apabila harga penawaran yang dinilai terlalu rendah (lebih kecil dari 80%
OE/HPS) maka diperlukan klarifikasi kewajaran terhadap harga yang
ditawarkan dengan ketentuan dalam pelaksanaannya nilai jaminan
pelaksanaan dapat dinaikkan sampai dengan 20% dari OE/HPS, berdasarkan
hasil klarifikasi kewajaran harga penawaran.
3) Apabila dari hasil evaluasi penawaran semua harga penawaran di atas
OE/HPS maka negosiasi wajib dilakukan. Negosiasi dapat dilakukan secara
manual kepada semua peserta atau menggunakan e-ReverseAuction kepada
5 (lima) penawar terbaik atau kurang bila peserta yang memenuhi syarat
(lulus administrasi dan teknis serta penawaran harga dinyatakan sah) kurang
dari 5 (lima) sesuai metode evaluasi yang digunakan. Dalam hal proses
evaluasi menggunakan kualitas dan harga (kombinasi), negosiasi dilakukan
sesuai urutan scoring kombinasi terbaik, dan apabila negosiasi dilakukan
beberapa tahap karena belum didapatkan penawaran sama atau dibawah
OE/HPS maka urutan negosiasi disesuaikan dengan scoring kombinasi
terbaru.
4) Khusus untuk metode evaluasi kualitas, negosiasi hanya dilakukan terhadap
penawaran yang mempunyai nilai kualitas terbaik/tertinggi. Apabila tidak
didapatkan kesepakatan maka dapat melakukan pembukaan penawaran
harga urutan berikutnya yang masih dapat diterima secara teknis dan
dilakukan negosiasi.
30 of 49

5) Proses pengadaan dihentikan setelah melewati negosiasi secara maksimal


namun harga penawaran tetap masih diatas OE/HPS. Selanjutnya hal ini
dilaporkan kepada pejabat berwenang untuk ditetapkan, apakah proses ini
gagal atau dilanjutkan dengan adjustment OE/HPS.
5. Negosiasi dengan tata cara Strategic Sourcing :
1) Negosiasi dilakukan terhadap penawaran yang memenuhi spesifikasi teknis
yang telah ditetapkan dalam RFQ atau yang telah Lulus dalam evaluasi tahap
pertama dengan tujuan mencari Penyedia Barang/Jasa yang potensial dan
dapat memenuhi requirement Perusahaan dengan melakukan negosiasi
secara detail terhadap struktur biaya Barang/Jasa.
Clean sheet, Linear Performance Pricing (LPP), Total Cost Ownership (TCO)
maupun Lowest Based Price (LBP) dapat digunakan sebagai referensi dalam
melakukan negosiasi.
Metode Negosiasi;
a. Negosiasi secara tertulis melalui media elektronik:
a) Buat surat permintaan penurunan harga kepada penawar terbaik.
b) Lakukan evaluasi terhadap surat jawaban permintaan penurunan
penawaran harga.
b. Negosiasi secara tatap muka :
a) Buat panggilan kepada penawar terbaik untuk pelaksanaan negosiasi,
surat panggilan berisi ketentuan waktu dan tempat negosiasi.
b) Laksanakan negosiasi dengan Penyedia Barang/Jasa yang diundang.
c) Buat Berita Acara Hasil Negosiasi.
d) Lakukan evaluasi terhadap hasil negosiasi.
2) Negosiasi dapat dilakukan lebih dari sekali dan dihentikan jika dianggap
sudah memperoleh nilai penawaran yang terbaik dan wajar.
3) Isi Berita Acara Hasil Negosiasi adalah sebagai berikut :
a. Waktu dan tempat dilaksanakan negosiasi.
b. Semua hasil kesepakatan dalam negosiasi.
c. Nama-nama wakil yang hadir dan menandatangani Berita Acara dari
kedua belah pihak.
K. SANGGAHAN
1. Untuk menjamin adanya transparansi dan perlakuan yang sama (equal
treatment) dalam setiap Pengadaan Barang/Jasa, maka pada saat
pengumuman pemenang, peserta yang kalah berhak untuk mengajukan
sanggahan namun terbatas hanya untuk hal-hal yang berkaitan dengan:
1) Kesesuaian pelaksanaan Pelelangan/Pemilihan Langsung dengan prosedur
atau tata cara Pelelangan/Pemilihan Langsung, termasuk yang ditetapkan
dalam dokumen pengadaan;

31 of 49

2.

3.

4.

5.

2) Adanya praktek atau unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di antara
peserta atau dengan anggota Panitia Pengadaan/Fungsi Pengadaan
dan/atau dengan pejabat yang lain.
Sanggahan dapat diterima apabila:
1) Diajukan dalam waktu selambat-lambatnya 4 (empat) hari kerja sejak
diumumkannya pemenang. Batasan waktu pengajuan sanggahan tersebut
dapat dipercepat sesuai kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara
Penjelasan/Aanwijzing dan disampaikan kepada seluruh peserta
Pelelangan/Pemilihan Langsung;
2) Disertai dengan surat jaminan dari Bank Umum sebesar 0.2% (nol koma dua
persen) dari harga penawaran atau maksimal Rp 50.000.000 (lima puluh juta
rupiah);
3) Disertai bukti otentik yang mendukung.
Keputusan atas sanggahan tersebut harus disampaikan oleh Panitia
Pengadaan/Fungsi Pengadaan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja dari
tanggal diterimanya pengajuan sanggahan dan keputusan tersebut bersifat final
serta proses pengadaan dapat dilanjutkan. Apabila sanggahan ternyata benar,
maka keputusan yang ada akan dianulir.
Dalam menangani dan memeriksa sanggahan, Panitia Pengadaan/Fungsi
Pengadaan dapat melibatkan pihak yang tidak terkait langsung dengan proses
Pengadaan Barang/Jasa yang bersangkutan.
Surat jaminan sanggahan dikembalikan kepada penyanggah apabila
sanggahannya terbukti benar secara hukum atau dicairkan oleh Perusahaan
apabila sanggahan terbukti tidak benar secara hukum.

32 of 49

BAB VI
PERJANJIAN/KONTRAK
A. PRINSIP KONTRAK
Penyusunan kontrak tetap harus memperhatikan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku dan tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate
Governance) serta prinsip kehati-hatian dalam pengambilan keputusan bisnis
(bussiness judgement rule).
B. SISTEM KONTRAK
Perikatan kerjasama antara Perusahaan dengan Penyedia Barang/Jasa yang telah
ditetapkan sebagai pemenang melalui proses pengadaan barang/jasa dapat
berupa kontrak per mata pekerjaan dengan jangka waktu pendek (setahun atau
kurang) atau kontrak payung (outline agreement) dengan mempunyai jangka waktu
panjang (multi years), atau kombinasinya sesuai kebutuhan.
Sistem kontrak dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu berdasarkan perikatan harga dan
delivery, sebagai berikut :
1. Sistem kontrak berdasarkan perikatan harga
1) Lump Sum Contract
Sistem kontrak lump sum (Lump Sum Contract) adalah kontrak Pengadaan
Barang/Jasa untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu dalam jangka
waktu tertentu dengan jumlah harga yang pasti.
Semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan
tersebut, sepanjang sesuai gambar dan spesifikasi termasuk gambar dan
spesifikasi perubahannya sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia
Barang/Jasa.
Sistem kontrak ini lebih tepat digunakan untuk jenis pekerjaan borongan
yang perhitungan volume dan harga untuk masing-masing unsur/jenis
pekerjaan sudah dapat diketahui dengan pasti berdasarkan gambar rencana
dan spesifikasi teknisnya. Harga yang mengikat dalam sistem lump sum ini
adalah total penawaran harga.
Data volume dan harga (bill of quantities/BoQ) wajib dilampirkan dalam
dokumen penawaran, tetapi tidak mempengaruhi harga lump sum yang
disepakati dalam kontrak dan tidak dapat dijadikan dasar perhitungan untuk
melakukan pembayaran.
Pembayaran dilakukan berdasarkan pencapaian penyelesaian pekerjaan
yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan.
2) Kontrak Harga Satuan (Unit Price Contract)
Kontrak harga satuan adalah kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas
penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu atau volume tertentu
berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan/unsur
pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu.
Tahapan pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas
volume pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa.
33 of 49

Kontrak ini digunakan untuk jenis pekerjaan yang volume pekerjaannya


masih bersifat perkiraan sementara.
3) Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan
Pada dasarnya kontrak ini mirip dengan Kontrak Lump Sum, namun hasil
pekerjaan akan disesuaikan dengan Bill of Quantities (BOQ) atau Bill of
Material (BOM) yang disepakati. Apabila ditemukan atau terjadi perbedaan
BOQ atau BOM dengan realisasi pekerjaan, dimungkinkan untuk pekerjaan
tambah/kurang.
4) Kontrak Payung (Outline Agreement)
Merupakan Kontrak Harga Satuan dalam periode waktu tertentu antara
Perusahaan dengan Penyedia Barang/Jasa yang dapat dimanfaatkan oleh
seluruh Fungsi Pengguna, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Diadakan untuk menjamin harga Barang/Jasa yang lebih efisien,
ketersediaan Barang/Jasa terjamin dan sifatnya dibutuhkan secara
berulang dengan volume atau kuantitas pekerjaan yang belum dapat
ditentukan pada saat Kontrak ditandatangani; dan
b. Ketentuan pelaksanaan kontrak payung wajib diatur di dalam kontrak.
2. Sistem kontrak berdasarkan delivery
1) Kontrak Terima Jadi (Turn Key Contract)
Kontrak terima jadi adalah kontrak Pengadaan Barang/Jasa pemborongan
atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan
jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh konstruksi/peralatan/pabrik dan
jaringan utama maupun penunjangnya dapat berfungsi dengan baik sesuai
dengan kriteria kinerja (output performance) yang telah ditetapkan.
Penyedia Barang/Jasa melaksanakan seluruh jenis pekerjaan meliputi: survei
lokasi, desain, membuat/menyediakan mesin-mesin, alat-alat, mengangkut ke
lokasi, memasang, mengawasi, mengadakan uji coba pengoperasian,
pemberian pelatihan operasi dan pemeliharaan.
2) Kontrak Pengadaan Bersama (Join/Sharing Contract)
Kontrak Pengadaan Bersama adalah kontrak antara beberapa unit kerja atau
beberapa proyek dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai program dengan pendanaan bersama, yang dituangkan
dalam kesepakatan.
Kontrak Pengadaan Bersama dituangkan apabila ada kesamaan kepentingan
beberapa unit kerja atau beberapa proyek untuk mendapatkan layanan
teknis, penggunaan peralatan dengan cara sewa dan/atau pengadaan barang
untuk mempercepat proses dan penghematan biaya;
Kontrak dapat bersifat jangka panjang atau lebih dari 1 (satu) tahun.
3) Kontrak Persentase/Success Fee
Kontrak Persentase/success fee adalah perjanjian/kontrak pelaksanaan jasa
konsultansi dimana konsultan yang bersangkutan menerima imbalan jasa
berdasarkan persentase/success fee tertentu menurut perhitungan yang
disepakati.

34 of 49

4) Kontrak Stockless Purchasing System


Kontrak Stockless Purchasing System terdiri dari :
a. Kontrak Call Of Order adalah kontrak untuk jangka waktu yang relatif
panjang (satu tahun atau lebih), dengan tujuan menekan inventory, dan
hanya membayar sejumlah Barang yang telah diterima.
Salah satu jenis kontrak Call Of Order adalah e-catalog online buying yang
menggunakan daftar barang dan harga melalui teknologi informasi yang
hanya akan dilakukan pembayaran jika dipesan.
Tidak ada kewajiban Perusahaan untuk melakukan pemesanan apabila
didapatkan harga yang lebih baik di pasar.
b. Kontrak Consignment/Konsinyasi adalah kontrak pengadaan barang yang
barangnya telah tersedia dilokasi Pengguna, sehingga kecepatan
ketersediaan barang terjamin.
Perusahaan hanya membayar sejumlah barang yang telah digunakan,
sehingga Perusahaan terhindar dari holding cost.
Perusahaan tidak berkewajiban untuk membeli sisa barang pada akhir
kontrak yang masih ada pada Penyedia Barang.
c. Kontrak Vendor Operated Warehouse pada prinsipnya sama dengan
kontrak call of order namun derajat pelimpahan tanggung jawab kepada
Penyedia Barang semakin besar, karena bukan Barang saja yang
penanganan persediaannya diserahkan kepada Penyedia Barang tetapi
juga termasuk pengelolaan gudang/yard berikut administrasinya.
Selain keuntungan seperti yang diperoleh di dalam kontrak call of order,
maka biaya overhead atas gudang/yard dilimpahkan kepada Penyedia
Barang.
Kontrak ini diatur dengan pengaturan pembatasan volume dan unit price.
Pengambilan/penyerahan barang dilakukan secara bertahap (parsial),
sesuai kebutuhan nyata, sehingga pembayaran hanya dilakukan atas
Barang yang telah digunakan atau telah diterima dengan baik.
Keuntungan yang dapat diperoleh berupa penurunan biaya pengadaan
(ordering cost), biaya penyimpanan (holding cost) dan menghilangnya
risiko barang rusak serta surplus material.
5) Kontrak On Call Basis
Kontrak On Call Basis adalah kontrak untuk jangka waktu yang relatif panjang
(satu tahun atau lebih), hanya membayar sejumlah jasa yang telah
digunakan.
Dimungkinkan peralihan dari sistem kontrak tertentu menjadi sistem kontrak
lainnya. Peralihan ini harus sejak awal dicantumkan dalam dokumen
pengadaan dan ketentuan rincinya harus diatur dalam kontrak.

35 of 49

C. BENTUK DAN DISTRIBUSI DOKUMEN KONTRAK


Perikatan antara Perusahaan dengan Penyedia Barang/Jasa yang berisikan hak
dan kewajiban dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dibuat dalam bentuk
dokumen Kontrak yang dapat terdiri dari:
1. Untuk pengadaan barang, kontrak berupa Purchase Order/PO (print-out
dokumen yang dihasilkan dari sistem MySAP) ditandatangani oleh para pihak
dan bermeterai cukup.
2. Untuk pengadaan jasa, kontrak berupa Surat Perjanjian, yaitu bentuk kontrak
antara Perusahaan dengan penyedia jasa, ditandatangani oleh para pihak dan
bermeterai cukup. Sedangkan PO jasa tidak perlu ditandatangani oleh para
pihak.
Distribusi dokumen kontrak sebagai berikut:
1. 1 (satu) dokumen asli disimpan oleh Fungsi Pengadaan.
2. 1 (satu) dokumen asli diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa.
3. Copy kontrak diberikan ke Fungsi Pengguna/Fungsi Penerima, Fungsi
Keuangan dan Fungsi Hukum.
D. PERSYARATAN KLAUSUL KONTRAK
Untuk penyusunan/pembuatan kontrak, maka isi yang perlu dimuat dalam kontrak
antara lain terdiri dari:
1. Pembukaan (komparisi) kontrak yang meliputi:
1) Judul, nomor dan tanggal kontrak;
2) Kalimat pembuka dan para pihak dalam kontrak;
3) Identitas yang meliputi nama, jabatan, alamat badan usaha para pihak.
2. Isi kontrak yang meliputi:
1) Pokok pekerjaan yang diperjanjikan dengan uraian yang jelas mengenai
ruang lingkup pekerjaan, jenis, jumlah dan keluaran (output).
2) Harga yang tetap dan pasti. Dalam hal Pengadaan Barang/Jasa dengan
sistem harga satuan, maka harga satuan harus pasti, dan nilai kontrak
maksimal harus ditetapkan.
3) Cara dan tenggang waktu pembayaran (term of payment) serta mata uang
yang digunakan.
4) Persyaratan dan spesifikasi teknis yang jelas dan terinci sesuai dengan
dokumen pengadaan.
5) Persyaratan aspek HSE sesuai dengan HSE Plan yang disyaratkan untuk
Pengadaan Barang/Jasa yang berisiko HSE menengah dan tinggi,
persyaratan Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan HSE plan yang
telah disepakati dengan Perusahaan selama pelaksanaan pekerjaan
maupun revisi HSE Plan yang terjadi akibat adanya perubahan potensi
bahaya selama pelaksanaan pekerjaan serta memasukan kinerja HSE
dalam evaluasi akhir pekerjaan;
6) Tempat dan jangka waktu penyelesaian/penyerahan pekerjaan dengan
disertai jadwal waktu penyelesaian/penyerahan pekerjaan yang pasti dan
syarat penyerahan, serta pernyataan kapan mulai efektifnya perjanjian.
36 of 49

7) Jaminan berupa surat jaminan yang ditujukan kepada Fungsi/Direktorat


Keuangan dan disampaikan melalui Fungsi Pengadaan, disimpan oleh
Fungsi Keuangan, serta diadministrasikan oleh Fungsi Pengadaan. Jaminan
terdiri dari:
a. Jaminan teknis/jaminan kinerja adalah jaminan terhadap hasil pekerjaan
yang dilaksanakan secara teknis/kinerja, dan apabila terjadi masalah
teknis/masalah kinerja yang disebabkan oleh Penyedia Barang/Jasa
maka biaya perbaikan/perawatan yang timbul ditanggung oleh Penyedia
Barang/Jasa.
b. Jaminan Pelaksanaan, adalah jaminan yang diberikan untuk memitigasi
risiko pelaksanaan pekerjaan, ditentukan berdasarkan kajian risiko
pelaksanaan pekerjaan oleh Fungsi Pengadaan dan/atau Fungsi
Perencana. Jika diperlukan dapat dikonsultasikan dengan Fungsi
Manajemen Risiko.
Perlu tidaknya Jaminan Pelaksanaan dapat ditentukan berdasarkan
Tabel Risiko Kegagalan Pekerjaan terhadap Kebutuhan Jaminan
Pelaksanaan (Lampiran 5 - Pedoman No.A-001/I00020/2010-S0 Revisi
Ke-2).
Ketentuan Surat Jaminan Pelaksanaan:
a) Pelaksana Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan
pelaksanaan tersebut sebelum pelaksanaan pekerjaan.
b) Untuk jasa konsultansi tidak diperlukan jaminan pelaksanaan.
c) Surat jaminan pelaksanaan minimum sebesar 5% (lima persen) dari
nilai Kontrak atau sesuai dengan batas nilai yang ditetapkan dalam
dokumen pengadaan.
d) Jaminan pelaksanaan yang dapat diterima adalah yang dikeluarkan
oleh Bank Umum.
e) Jika peserta berkedudukan di luar negeri, surat jaminan pelaksanaan
diterbitkan oleh bank devisa di Indonesia atau bank di luar negeri.
Jaminan pelaksanaan dari bank di luar negeri, harus dari bank-bank
di luar negeri yang direkomendasikan oleh Bank Indonesia (BI).
f)

Apabila dipandang perlu untuk kegiatan/pekerjaan berisiko tinggi,


dapat dikenakan jaminan pelaksanaan lebih dari 5% dan setinggitingginya 20%;

g) Bagi penawaran yang dinilai terlalu rendah (lebih kecil dari 80%
OE/HPS), besarnya jaminan pelaksanaan dapat dinaikkan menjadi
maksimal 20% dari nilai penawaran (sesuai ketentuan dalam
dokumen pengadaan).
h) Jaminan pelaksanaan dapat dicairkan dan menjadi milik Perusahaan
dengan pernyataan sepihak dari Pertamina kepada pihak penjamin,
tanpa persetujuan pihak penyedia barang/jasa (tertuang dalam surat
jaminan), apabila:
Dalam hal Penyedia Barang/Jasa dalam waktu yang telah ditetapkan tidak melaksanakan pekerjaan;

37 of 49

Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mengundurkan diri setelah


menandatangani Kontrak;
Atau hal-hal lainnya yang diatur di dalam Kontrak.
i)

Surat jaminan pelaksanaan dikembalikan kepada Penyedia Barang/


Jasa setelah pelaksanaan pekerjaan seluruhnya selesai sesuai
dengan Kontrak;

j)

Masa berlaku jaminan pelaksanaan sampai dengan selesainya masa


kontrak.
Apabila jaminan pelaksanaan ditentukan hanya berlaku sampai pada
masa pelaksanaan pekerjaan, sedangkan masih terdapat masa
pemeliharaan, maka retensi diperhitungkan di akhir termin
pembayaran yang besaran nilainya sesuai yang diatur dalam kontrak.

k) Mata uang jaminan pelaksanaan harus sama dengan mata uang


yang tercantum dalam dokumen kontrak;
l)

Batas akhir waktu pengajuan tuntutan pencairan surat jaminan


pelaksanaan oleh pengguna jasa kepada pihak penjamin, mengacu
kepada KUH Perdata Pasal 1831 dan 1832;

m) Untuk kontrak yang berjangka waktu lebih dari satu tahun (multi
years) jaminan pelaksanaan dapat disesuaikan dengan nilai
pekerjaan per tahun maupun jangka waktu proporsional per
pekerjaan (dapat diperbarui setiap tahun). Perhitungan/ pembayaran
nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan didasarkan atas hasil
penelitian dan penilaian hasil pekerjaan tersebut, serta kegunaan
bagi Perusahaan;
n) Untuk kontrak yang berjangka waktu kurang dari satu tahun (short
terms) dengan sistem penyerahan pekerjaan bertahap, jaminan
pelaksanaan dapat disesuaikan dengan nilai maupun jangka waktu
sisa pekerjaan (dapat diperbarui setiap 4 bulan). Perhitungan/
pembayaran nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan didasarkan
atas hasil penelitian dan penilaian hasil pekerjaan tersebut, serta
kegunaan bagi Perusahaan;
o) Untuk Addendum kontrak, nilai jaminan pelaksanaan ditetapkan
sebesar persentase yang disesuaikan dengan kajian risiko
pelaksanaan pekerjaan. Jangka waktu jaminan pelaksanaan harus
diperpanjang apabila terjadi perpanjangan jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan dan aslinya harus diserahkan ke Fungsi Pengadaan;
p) Nama Penyedia Barang/Jasa yang ditunjuk sebagai pemenang harus
tercantum dalam surat jaminan pelaksanaan;
q) Surat jaminan pelaksanaan mencantumkan nilai jaminan dalam
angka dan huruf;
r)

Pernyataan pihak penjamin bahwa jaminan pelaksanaan dapat


dicairkan segera sesuai dengan ketentuan dalam jaminan
pelaksanaan;
c. Jaminan uang muka:
a) Uang muka pada dasarnya tidak diberikan, namun dapat diberikan
sebesar maksimum 10% dari nilai kontrak dan harus mendapat
38 of 49

persetujuan Pejabat Berwenang dengan dilengkapi justifikasi dan


jaminan uang muka;
b) Uang muka bisa diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
Harus dilakukan secara
pabrikan/principal);

selektif

(contoh:

khusus

kepada

Uang muka hanya diberikan untuk pekerjaan yang tidak di sub


kontrakkan.
c) Jaminan uang muka harus senilai dengan uang muka yang diberikan
dan diterbitkan oleh Bank Umum;
d) Pembayaran uang muka paling lambat 7 (tujuh) hari setelah jaminan
uang muka diserahkan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada
Perusahaan dan setelah kontrak ditandatangani;
e) Pengembalian uang muka diperhitungkan secara penuh pada
pembayaran termin pertama.
d. Warranty yang berisi kepastian adanya jaminan terhadap Barang/Jasa
yang akan diadakan.
e. Surat jaminan ditujukan kepada Fungsi/Direktorat Keuangan yang
disampaikan melalui Fungsi Pengadaan, disimpan oleh Fungsi
Keuangan, dan diadministrasikan oleh Fungsi Pengadaan.
8) Sanksi/denda:
a. Sanksi dalam hal Penyedia Barang/Jasa ternyata tidak memenuhi
kewajibannya, yaitu denda sebesar yang telah ditentukan dalam
dokumen pengadaan, paling sedikit 1o/oo (satu permil) dari harga Kontrak
untuk setiap hari keterlambatan.
b. Besarnya denda maksimum ditetapkan 5% (lima persen) dari nilai
Kontrak. Bilamana diperlukan untuk proyek/kegiatan yang mempunyai
risiko tinggi dapat dikenakan denda lebih dari 5% (lima persen) dan
setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai Kontrak.
c. Dalam hal penyerahan bertahap (partial delivery) untuk pengadaan
barang maka denda keterlambatan dihitung secara parsial. Syarat
bertahap dinyatakan dalam Surat Pesanan dan jika syarat penyerahan
bertahap tidak dinyatakan dalam Surat Pesanan maka diberlakukan
sanksi denda yang dihitung dari nilai total Surat Pesanan.
d. Ketentuan mengenai denda akan disesuaikan dengan Kontrak, misalnya
denda terhadap barang yang disewa dan tidak dapat dinikmati jasanya
maka sanksi denda dihitung dari biaya sewa per bulan.
e. Ketentuan mengenai sanksi/konsekuensi (teguran/surat peringatan/
penghentian pekerjaan/pembatalan pekerjaan/penundaan pembayaran/
dll) apabila HSE Plan yang disepakati tidak dilaksanakan oleh Penyedia
Barang/Jasa selama dalam pelaksanaan pekerjaan.
9) Hak dan kewajiban para pihak adalah ketentuan mengenai hak-hak yag
dimiliki serta kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengguna
Barang/Jasa dan Penyedia Barang/Jasa dalam melaksanakan Kontrak.
10) Jadwal pelaksanaan pekerjaan dan kondisi serah terima, berisi :
a. Saat pekerjaan mulai dilaksanakan;
39 of 49

b. Saat penyerahan hasil pekerjaan dari Penyedia Barang/Jasa;


c. Kondisi Barang/Jasa pada saat diserahterimakan.
11) Ketentuan mengenai pengelolaan hubungan kerja dengan Penyedia
Barang/Jasa selama masa kontrak (Supplier Relationship Management)
misal review kinerja secara rutin, pembinaan Penyedia Barang/Jasa,
membantu penyelesaian masalah sehubungan dengan pekerjaan, dll;
12) Ketentuan pemutusan kontrak dan terminasi dini;
13) Pengenaan pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku di
Indonesia;
14) Pengawasan Pekerjaan adalah ketentuan tentang kewenangan pengguna
Barang/Jasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap
pelaksanaan pekerjaan yang sedang maupun sudah dilaksanakan oleh
Penyedia Barang/Jasa;
15) Ketentuan mengenai keadaan kahar (force majeure) adalah keadaan yang
terjadi di luar kehendak para pihak, sehingga kewajiban yang ditentukan
dalam kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi;
16) Asuransi.
Bilamana diperlukan secara selektif pihak Penyedia Barang/Jasa dapat
diminta untuk mengasuransikan sebagian atau seluruh komponen
Barang/Jasa terhadap risiko kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko
lain yang tidak terduga;
17) Ketentuan khusus antara lain pemeriksaan dan pengujian, pelayanan purna
jual.
3. Ketentuan Lain-lain
Dalam Ketentuan Lain-lain dimuat ketentuan yang terdiri dari:
1) Penyesuaian Harga Kontrak
Kontrak yang jangka waktunya lebih dari 1 (satu) tahun dapat memuat
rumusan mengenai penyesuaian harga kontrak, sepanjang ketentuan
tersebut telah dicantumkan dalam dokumen pengadaan;
2) Pengalihan Pekerjaan
Penyedia Barang/Jasa yang memperoleh pekerjaan pengadaan barang/jasa
dilarang mengalihkan (mensubkontrakkan) seluruh pekerjaan atau pekerjaan
utama kepada Penyedia Barang/Jasa lain dan apabila ketentuan ini
dilanggar, kontrak Pengadaan Barang/Jasa dibatalkan dan Penyedia
Barang/Jasa yang mengalihkan pekerjaan (mensubkontrakkan) maupun yang
menerima pengalihan;
3) Addendum adalah ketentuan mengenai perubahan kontrak;
4) Penyelesaian perselisihan adalah ketentuan mengenai penyelesaian
perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam kontrak dengan
mengutamakan penyelesaian melalui musyawarah dan alternatif
penyelesaian sengketa;
5) Pada prinsipnya hukum yang berlaku adalah hukum Indonesia, namun
dimungkinkan untuk menggunakan hukum selain hukum Indonesia sepanjang
disepakati dalam kontrak.
40 of 49

6) Bahasa yang digunakan dalam kontrak:


a. Bahasa Indonesia untuk kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa nasional;
b. 2 (dua) bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sekaligus
untuk kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa asing;
c. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam 2
(dua) bahasa tersebut, maka yang digunakan adalah kontrak dalam
bahasa Indonesia.
7) Korespondensi adalah ketentuan mengenai korespondensi yang dapat
berupa telepon, facsimile, telex, e-mail dan ditujukan kepada alamat para
pihak;
8) Perusahaan dapat melakukan pemeriksaaan terhadap Penyedia Barang/Jasa
yang berkaitan dengan kontrak pelaksanaan pekerjaan;
9) Pakta integritas (letter of undertaking) yang ditandatangani oleh Penyedia
Barang/Jasa.
4. Penutup
Penutup adalah bagian kontrak yang memuat pernyataan bahwa para pihak
dalam kontrak telah menyetujui untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku pada hari dan tanggal
penandatanganan tersebut. Tanda tangan para pihak dalam kontrak dibubuhkan
meterai yang cukup.
E. PEKERJAAN TAMBAH/KURANG (ADDENDUM KONTRAK)
1. Pekerjaan tambah/kurang (perubahan nilai dan/atau perubahan lingkup kerja
dan/atau perubahan jangka waktu kontrak) sedapat mungkin dihindari karena
semua rencana kerja harus dibuat secara profesional.
2. Fungsi Pengadaan dan fungsi terkait melakukan negosiasi lingkup pekerjaan
dan biaya atas usulan penambahan/pengurangan pekerjaan kepada Penyedia
Barang/Jasa.
3. Pekerjaan tambah/kurang dibatasi dengan nilai maksimal 10% dari nilai kontrak
semula.
4. Apabila terjadi pekerjaan tambah/kurang dengan nilai sampai dengan 10%, dari
nilai kontrak semula dan/atau nilai kontrak secara keseluruhan tidak melebihi
otorisasi pejabat yang menandatangani kontrak semula, tetap diperlukan
justifikasi dari pejabat penandatangan kontrak semula yang dapat
dipertanggungjawabkan secara profesional sebagai lampiran permintaan
Addendum kontrak dari Fungsi Pengguna kepada Fungsi Pengadaan.
5. Pekerjaan tambah/kurang memerlukan persetujuan pejabat satu tingkat diatas
pejabat penandatangan kontrak semula apabila:
1) Terjadi pekerjaan tambah/kurang dengan nilai di atas 10% dari nilai kontrak
semula; atau
2) Terjadi pekerjaan tambah/kurang dengan nilai kurang dari 10% dari nilai
kontrak semula, tetapi nilai kontrak secara keseluruhan melebihi otorisasi
pejabat yang menandatangani kontrak semula; atau
3) Terjadi pekerjaan tambah/kurang lebih dari 3 (tiga) kali addendum.
41 of 49

6. Apabila terjadi perubahan yang menyebabkan terjadinya perubahan potensi


bahaya terhadap pekerjaan tersebut, maka persyaratan tambahan aspek HSE
harus ditambahkan dalam HSE plan untuk memitigasi perubahan potensi
bahaya yang dapat terjadi.
7. Jika total nilai pekerjaan setelah penambahan/pengurangan sampai atau
melebihi batasan penggolongan nilai pekerjaan semula, maka akan tetap
diberlakukan aturan sesuai penggolongan nilai semula.
8. Pekerjaan tambah/kurang harus dituangkan dalam Addendum Kontrak dan
ditandatangani oleh Pejabat penandatanganan kontrak semula, kecuali telah
dinyatakan tegas dalam kontrak dan disetujui oleh pejabat penandatangan
kontrak.

42 of 49

BAB VII
PENGADAAN BARANG/JASA YANG TIDAK DIATUR OLEH PEDOMAN INI
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
A. PENGADAAN BARANG/JASA YANG PROSESNYA BERSIFAT KHUSUS
B. PENGADAAN BARANG/JASA DARI SUMBER GLOBAL (GLOBAL SOURCING)
C. PENGADAAN BARANG/JASA OLEH PERWAKILAN DI LUAR NEGERI

43 of 49

BAB VIII
PENILAIAN KINERJA PENYEDIA BARANG/JASA
A. PENILAIAN KINERJA PENYEDIA BARANG/JASA
1. Pemberian penghargaan dan sanksi kepada penyedia barang/jasa berlaku pada
seluruh rangkaian penyediaan barang/jasa, meliputi :
1) Proses pengadaan barang/jasa
2) Proses pelaksanaan Kontrak / Perjanjian
3) Atau pada setiap saat setelah diketahui secara nyata telah terjadi
pelanggaran atau prestasi oleh penyedia barang/jasa.
2. Hal-hal yang dapat mempengaruhi reputasi Penyedia Barang/Jasa disebutkan
secara detail pada tabel penghargaan dan tabel sanksi yang terdapat pada
Lampiran 7 dari pedoman ini.
3. Penilaian diberikan berdasarkan poin plus (+) dan poin minus (-), serta
dibedakan berdasarkan Kelompok Hijau, Kelompok Kuning, Kelompok Merah,
dan Kelompok Hitam.
4. Setiap penilaian positif, akan menaikkan potensi untuk mendapatkan prioritas
diundang dalam Pemilihan Langsung dan Penunjukan Langsung, serta sebagai
calon mitra potensi antara lain di dalam Pengadaan Barang/Jasa melalui
strategic sourcing.
5. Pelanggaran ketentuan ini yang dilakukan atau melibatkan para pekerja
Perusahaan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku di
Perusahaan.
6. Metode pemberian penghargaan dan sanksi berlaku di lingkungan Perusahaan
untuk seluruh Indonesia.
7. Proses pemeliharaan data manajemen kinerja penyedia barang/jasa yang telah
diberikan penghargaan dan/atau sanksi, dikelola menggunakan sistem MySAP.
8. Sistem akan menyampaikan informasi mengenai telah terpenuhinya poin
penghargaan dan/atau pelanggaran sesuai kelompoknya (hijau, kuning, merah,
hitam).
9. Yang melakukan pengisian untuk penghargaan dan pelanggaran :
1) Manual (pengisian manual menggunakan kode khusus dalam sistem MySAP)
- oleh Fungsi Pengguna
- oleh Fungsi Pengadaan
- oleh Fungsi Penerimaan
2) Semi Otomatis
(memilih/mencontreng pilihan khusus
disediakan dalam tampilan SA/GR dalam sistem MySAP):
- oleh Fungsi Pengguna
- oleh Fungsi Pengadaan
- oleh Fungsi Penerimaan

yang

sudah

3) Otomatis:
- oleh sistem MySAP
- oleh aplikasi Pertamina e-Procurement.
44 of 49

B. PENGELOMPOKAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DAN SANKSI


1. HIJAU adalah kelompok Penyedia Barang/Jasa dengan akumulasi dari poin
positif sampai dengan poin -30 (minus tiga puluh). Kelompok ini menjadi
prioritas dalam kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Perusahaan.
2. KUNING adalah kelompok Penyedia Barang/Jasa dengan akumulasi dari poin
-31 (minus tiga puluh satu) sampai dengan poin -60 (minus enam puluh).
Kelompok ini tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di
lingkungan Perusahaan tetapi tidak menjadi prioritas dalam kegiatan pengadaan
barang/jasa di lingkungan Perusahaan.
3. MERAH adalah kelompok Penyedia Barang/Jasa dengan akumulasi dari poin
-61 (minus enam puluh satu) sampai dengan poin -120 (minus seratus dua
puluh). Kelompok Penyedia Barang/Jasa ini tidak diperbolehkan mengikuti
kegiatan pengadaan barang/jasa selanjutnya selama 1 (satu) tahun sejak sanksi
dimasukkan ke dalam sistem (berlaku untuk Penyedia Barang/Jasa, pemilik
dan/atau pengurusnya).
4. HITAM adalah kelompok Penyedia Barang/Jasa dengan akumulasi sama atau
kurang dari poin -121 (minus seratus dua puluh satu). Kelompok Penyedia
Barang/Jasa ini tidak dapat dipercaya lagi sehingga harus dikeluarkan sebagai
Penyedia Barang/Jasa terdaftar dan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan
pengadaan barang/jasa selanjutnya untuk selamanya (berlaku untuk Penyedia
Barang/Jasa, pemilik dan/atau pengurusnya).
C. SISTEM PERHITUNGAN POIN PENGHARGAAN DAN SANKSI
1. Sistem pemberian penghargaan dan sanksi yang berlaku berdasarkan
ketentuan ini adalah berdasarkan sistem Poin Penghargaan dan Poin
pelanggaran yang dikumpulkan oleh Penyedia Barang/Jasa selama proses
pengadaan barang/jasa dan pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Perusahaan.
2. Setiap Penyedia Barang/Jasa ketika mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar
dari Perusahaan dan akan mendapat jumlah poin sebesar 0 (nol).
3. Penyedia Barang/Jasa dalam proses pengadaan barang/jasa di lingkungan
Perusahaan apabila melakukan salah satu jenis prestasi atau pelanggaran yang
disebutkan pada Lampiran 7 pedoman ini, maka Penyedia Barang/Jasa yang
bersangkutan akan mendapatkan Poin Penghargaan atau Poin Pelanggaran
sebesar jenis prestasi atau pelanggaran yang dilakukan.
4. Poin Penghargaan dan Poin Pelanggaran berlaku 1 (satu) tahun dan bersifat
kumulatif pada masa berlaku poin tersebut.
5. Penilaian dilakukan pada saat selesai proses pengadaan, setiap saat
melakukan pengisian Goods Receipt (GR) / finished Service Acceptance (SA)
dan apabila terjadi salah satu jenis prestasi atau pelanggaran yang disebutkan
pada Lampiran 7 pedoman ini.
6. Untuk Penyedia Barang/Jasa consortium, maka penilaian penghargaan dan
sanksi diberikan kepada setiap anggota consortium.
D. PEMBERIAN PENGHARGAAN
Proses internal Pertamina :
Tata Cara Pemberian Penghargaan

45 of 49

E. KOMITE SANKSI
Proses internal Pertamina :
Tata Cara Pembentukan Komite Sanksi

F. PEMBERIAN SANKSI
Proses internal Pertamina :
Tata Cara Pemberian Sanksi

G. PENGATURAN TERHADAP PENERIMA SANKSI


1. Pengaturan terhadap Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi Kelompok
Merah :
1) Apabila Kontrak / Perjanjian sudah ditandatangani dan/atau pekerjaan
sedang berjalan maka pekerjaan harus diselesaikan.
2) Penyedia Barang/Jasa pada proses pengadaan barang/jasa akan dibatalkan
keikutsertaannya dalam proses pengadaan barang/jasa yang sedang
berlangsung sepanjang belum dilakukan penunjukan pemenang.
3) Apabila terdapat pelanggaran berikutnya maka dapat masuk ke Kelompok
Hitam.
2. Pengaturan terhadap Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi Kelompok
Hitam :
1) Apabila Kontrak / Perjanjian sudah ditandatangani dan/atau pekerjaan
sedang berjalan maka pekerjaan dapat diselesaikan atau dapat diberhentikan
dengan pertimbangan khusus dari pejabat penandatangan Kontrak /
Perjanjian.
2) Penyedia Barang/Jasa pada proses pengadaan barang/jasa akan dibatalkan
keikutsertaannya dalam proses pengadaan barang/jasa yang sedang
berlangsung sepanjang Kontrak / Perjanjian belum ditandatangani.
H. KOREKSI POIN PENGHARGAAN / PELANGGARAN TERKAIT STATUS
SANKSI PENYEDIA BARANG/JASA
Apabila ditemukan bukti-bukti / data-data baru yang menyatakan bahwa jenis
penghargaan / sanksi yang telah diberikan tidak benar maka dapat dilakukan koreksi
poin maupun status.

I. KETERKAITAN PEMBERIAN SANKSI KELOMPOK MERAH DAN KELOMPOK


HITAM KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA LAIN
1. Dalam hal suatu Penyedia Barang/Jasa mendapatkan sanksi dimana Presiden
Direktur/ Direktur Utama, Direktur yang mempunyai otoritas tertinggi sebagai
pengambil keputusan dalam Penyedia Barang/Jasa, atau pemegang saham
mayoritas Penyedia Barang/Jasa tersebut ("PENYEDIA BARANG/JASA AWAL
I") juga merupakan Presiden Direktur/Direktur Utama, Direktur yang mempunyai
otoritas tertinggi sebagai pengambil keputusan dalam Penyedia Barang/Jasa,
atau pemegang saham mayoritas Penyedia Barang/Jasa lain yang menjadi
mitra Perusahaan ("PENYEDIA BARANG/JASA LAlN I"), maka PENYEDIA
BARANG/JASA LAlN I akan dikenakan sanksi yang sama dengan sanksi yang
diberikan kepada sanksi PENYEDIA BARANG/JASA AWAL I.
2. Dalam hal suatu Penyedia Barang/Jasa mendapatkan sanksi dimana pengurus
(yang bukan Presiden Direktur/Direktur Utama atau bukan Direktur yang
46 of 49

mempunyai otoritas tertinggi sebagai pengambil keputusan dalam Perusahaan),


atau pemegang saham yang bukan mayoritas Penyedia Barang/Jasa tersebut
("PENYEDIA BARANG/JASA AWAL II") juga merupakan pengurus (yang bukan
Presiden Direktur/Direktur Utama atau bukan Direktur yang mempunyai otoritas
tertinggi sebagai pengambil keputusan dalam Penyedia Barang/Jasa), atau
pemegang saham bukan mayoritas Penyedia Barang/Jasa lain yang menjadi
mitra Perusahaan ("PENYEDIA BARANG/JASA LAlN II"), maka PENYEDIA
BARANG/JASA LAlN II akan dikenakan sanksi sebesar 25% dari poin
pelanggaran yang diberikan kepada PENYEDIA BARANG/JASA AWAL II.
3. Apabila di PENYEDIA BARANG/JASA LAlN I dan PENYEDIA BARANG/JASA
LAlN II terdapat penggantian pejabat yang mempunyai otoritas tertinggi / pemilik
saham mayoritas / pengurus sehingga tidak ada lagi ikatan dengan PENYEDIA
BARANG/JASA AWAL I dan PENYEDIA BARANG/JASA AWAL II, maka
keterkaitan sanksi kepada PENYEDIA BARANG/JASA LAlN I dan PENYEDIA
BARANG/JASA LAlN II tersebut diputihkan.
4. Tata cara pemberlakuan butir 1, 2 dan 3 di atas adalah berdasarkan permintaan
dari Fungsi Pengadaan atas hasil evaluasi Panitia Sertifikasi kepada Fungsi
Master Data Management.

47 of 49

BAB IX
PENGAWASAN
A. PENGAWASAN MELEKAT
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tata cara pengawasan melekat atas pelaksana oleh atasan pelaksana pengadaan.

B. PENGAWASAN FUNGSIONAL
Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tata cara pengawasan melekat atas Fungsi Pengadaan oleh Fungsi Pengawas
Internal maupun Eksternal.

C. TINDAK LANJUT PENGAWASAN


Ketentuan internal Pertamina, berisi :
Tata cara tindak lanjut hasil pengawasan.

48 of 49

BAB X
LAIN-LAIN

1. Ketentuan mengenai pengadaan jasa konstruksi yang belum cukup diatur dalam
Buku Manajemen Pengadaan Barang/Jasa ini mengacu pada Undang-Undang,
Peraturan Pemerintah dan Peraturan Lembaga yang mengatur mengenai jasa
konstruksi.
2. Khusus untuk ketentuan dalam pengadaan jasa EPC-M (Engineering,
Procurement & Construction-Management) yang terkait dengan sistem kontrak,
sistem financing dan sistem lainnya seperti ketentuan mengenai BOO (Build,
Own, Operate), BOT (Build, Operate, Transfer), BOOT (Build, Own, Operate,
Transfer) yang tidak termasuk dalam Pedoman ini dapat diberlakukan ketentuan
sesuai best practice yang berlaku.
3. Setiap Direktorat diberikan kewenangan untuk menyesuaikan pelaksanaan
pedoman ini dengan keadaan setempat sepanjang tidak bertentangan dengan
ketentuan yang terdapat di dalam pedoman ini dan prosedur yang ditetapkan
mengikuti pedoman ini.
4. Dalam keadaan tertentu untuk mencapai tujuan, kepentingan dan keuntungan
Perusahaan, maka Pengadaan Barang/Jasa yang tidak sesuai dengan ketentuan
yang diatur dalam Pedoman ini sepanjang diyakini dapat memberikan nilai tambah
(added value) bagi Perusahaan, dapat dilakukan berdasarkan ijin prinsip yang
dikeluarkan pejabat berwenang, atas dasar justifikasi dan analisis secara teknis
dan ekonomis guna keperluan pelaksanaan. Ijin prinsip diberikan oleh Pejabat 1
(satu) tingkat di atas Pejabat sesuai batasan nilai otorisasi penandatanganan
kontrak yang berlaku.
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai prosedur/tata cara Pengadaan Barang/Jasa
ditetapkan dalam Tata Kerja Organisasi dan Tata Kerja Individu yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari pedoman ini.

PROCUREMENT EXCELLENCE GROUP - DIT. GENERAL AFFAIRS


PT PERTAMINA (Persero)

49 of 49

Lampiran 1 - Klasifikasi Pekerjaan


NO.

Kode
B SB BSB

Klasifikasi / Bidang / Sub Bidang / Bagian Sub Bidang

01.

K
P

02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
09.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P

01
01
01
01
01
01
02
02
02
02
02
02
02
02
02
02

18.

02 10

19.
20.
21.
22.
23.

P
P
P
P
P

03
03 01
03 02
04
04 01

24.

04 02

Peralatan/bahan bangunan/tangki, bahan metal/bukan metal, tali baja, rantai, bahan kemasan,
bahan pengikat dan kelengkapannya
Bahan Kimia dan Bahan Peledak
Bahan kimia, bahan bakar, pelumas dan cat
Peralatan/suku cadang/bahan peledak, senjata api dan amunisi
Kantor, Pergudangan, Kesehatan dan Rumah Tangga
Peralatan/perlengkapan tulis, barang cetakan, kantor, pendidikan, peragaan/visualisasi, olah
raga, kesenian, pergudangan dan perlengkapan pegawai
Peralatan/suku cadang/bahan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan

25.
26.

P
P

04 03
04 04

Peralatan/suku cadang kesehatan, farmasi dan obat-obatan


Peralatan, perlengkapan, perabotan dan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga

PENGADAAN BARANG
01
02
03
04
05
01
02
03
04
05
06
07
08
09

Eksplorasi, Produksi dan Pengolah lanjutan


Peralatan/suku cadang pemboran, eksplorasi dan produksi
Selubung sumur, pipa produksi dan kelengkapannya
Peralatan/bahan lumpur/kimia pemboran dan penyemenan
Peralatan/suku cadang boiler, mesin, turbin, pembangkit listrik, pompa dan kompresor
Peralatan/suku cadang pengolah dan pemurni minyak/gas /kimia
Konstruksi, Mekanikal dan Elektrikal
Peralatan/suku cadang pengemas, pengangkat dan pengangkut
Peralatan/suku cadang bangunan, jalan dan konstruksi
Peralatan/suku cadang instrumentasi dan kelengkapan mesin
Peralatan/suku cadang mekanikal serta elektrikal
Pipa, selang, katup, dan penyambung
Peralatan/suku cadang telekomunikasi, navigasi, dan komputer
Peralatan/suku cadang alat ukur, survai dan laboratorium
Alat-alat kerja dan peralatan bengkel
Peralatan/suku cadang keselamatan kerja, pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan

NO.
K

Kode
B SB BSB

01.
02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
09.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.

Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q

01
01
01
01
01
01
02
02
02
02
02
03
03
03
03
04
04
04
04
05
05
05
05
06
06
06
06
06
07
07
07

32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.

Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q

11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12

Klasifikasi / Bidang / Sub Bidang / Bagian Sub Bidang

JASA PERENCANA KONSTRUKSI


ARSITEKTUR
Jasa Nasihat/Pradisain, disain dan administrasi Kontrak Arsitektural
Jasa Arsitektural Lansekap
Jasa Disain Interior
Jasa Penilaian Perawatan Bangunan Gedung
Jasa Arsitektural Lainnya
SIPIL
Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjinering Bangunan
Jasa Nasihat/Pra-disain, dan Disain Enjinering Pekerjaan Teknik Sipil Keairan
Jasa Nasihat/Pra-disain, dan Disain Enjinering Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi
Jasa Nasihat/Pra-disain, dan Disain Enjinering Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya
MEKANIKAL
Jasa Disain Enjinering Mekanikal
Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjinering Industrial Plant & Proses
Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjinering Pekerjaan Mekanikal Lainnya
ELEKTRIKAL
Jasa Disain Enjinering Elektrikal
Jasa Nasehat/Pra-disain & Disain Enjinering Sistem Kontrol Lalu Lintas
Jasa Nasehat/Pra-disain & Disain Enjinering Pekerjaan Elektrikal Lainnya
TATA LINGKUNGAN
Jasa Konsultasi Lingkungan
Jasa Perencanaan Urban
Jasa Nasehat/Pra-disain dan Disain Enjinering Pekerjaan Tata Lingkungan lainnya
JASA SURVEY
Jasa Survey Permukaan
Jasa Pembuatan Peta
Jasa Survey Bawah Tanah
Jasa Geologi, Geofisik dan Prospek Lainnya
JASA ANALISIS & ENJINIRING LAINNYA
Jasa Komposisi, Kemurnian dan Analisis
Jasa Enjiinering Lainnya

01
02
03
04
05
01
02
03
04
01
02
03
01
02
03
01
02
03
01
02
03
04
01
02

JASA PELAKSANA KONSTRUKSI


01
02
03
04
05
06
07
10
10
10
10
20
20
20
30
30
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10

01
02
03
01
02
01

ARSITEKTUR
Perumahan tunggal dan kopel, termasuk perawatannya
Perumahan multi hunian, termasuk perawatannya
Bangunan pergudangan dan industri, termasuk perawatannya
Bangunan komersial, termasuk perawatannya
Bangunan-bangunan non perumahan lainnya termasuk perawatannya
Fasilitas pelatihan sport diluar gedung, fasilitas rekreasi, termasuk perawatannya
Pertamanan, termasuk perawatannya
Finishing Bangunan
Pekerjaan pemasangan instalasi asesori bangunan, termasuk perawatannya
Pekerjaan dinding dan jendela kaca, termasuk perawatannya
Pekerjaan interior, termasuk perawatannya
Pekerjaan Berketrampilan
Pekerjaan kayu
Pekerjaan logam
Perawatan Gedung / Bangunan
Perawatan gedung / bangunan
SIPIL
Jalan raya, jalan lingkungan, termasuk perawatannya
Jalan kereta api, termasuk perawatannya
Lapangan terbang dan runway, termasuk perawatannya
Jembatan, termasuk perawatannya
Jalan layang, termasuk perawatannya
Terowongan, termasuk perawatannya
Jalan bawah tanah, termasuk perawatannya
Pelabuhan atau dermaga termasuk perawatannya
Drainase Kota, termasuk perawatannya
Bendung, termasuk perawatannya

NO.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.

K
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q

87.
88.

Q
Q

Kode
Klasifikasi / Bidang / Sub Bidang / Bagian Sub Bidang
B SB BSB
Irigasi & Drainase termasuk perawatannya
12 11
Persungaian Rawa dan Pantai termasuk perawatannya
12 12
Bendungan, termasuk perawatannya
12 13
Pengerukan dan Pengurukan, termasuk perawatannya
12 14
12 10
Pekerjaan Persiapan
12 10 01 Pekerjaan penghancuran
12 10 02 Pekerjaan penyiapan dan pengupasan lahan
12 10 03 Pekerjaan penggalian dan pemindahan tanah
12 20
Pekerjaan Struktur
12 20 01 Pekerjaan pemancangan
12 20 02 Pekerjaan pelaksanaan pondasi, termasuk untuk perbaikannya
12 20 03 Pekerjaan kerangka konstruksi atap, termasuk perawatannya
12 20 04 Pekerjaan atap dan kedap air, termasuk perawatannya
12 20 05 Pekerjaan pembetonan
12 20 06 Pekerjaan Konstruksi baja, termasuk perawatannya
12 20 07 Pekerjaan pemasangan perancah beton
12 20 08 Pekerjaan pelaksanaan khusus lainnya
12 30
Pekerjaan Finishing Struktur
12 30 01 Pekerjaan pengaspalan, termasuk perawatannya
13
MEKANIKAL
Instalasi pemanasan, ventilasi udara & AC dalam bangunan termasuk perawatannya
13 01
Perpipaan air dalam bangunan, termasuk perawatannya
13 02
Instalasi pipa gas dalam bangunan, termasuk perawatannya
13 03
Insulasi dalam bangunan, termasuk perawatannya
13 04
Instalasi lift dan eskalator, termasuk perawatannya
13 05
Pertambangan dan manufaktur, termasuk perawatannya
13 06
Instalasi thermal, bertekanan, minyak, gas, geothermal, termasuk perawatannya (pekerjaan
13 07
rekayasa)
Konstruksi alat angkut dan alat angkat, termasuk perawatannya (pekerjaan rekayasa)
13 08
Konstruksi perpipaan minyak, gas dan energi, termasuk perawatannya (pekerjaan rekayasa)
13 09

89.

13 10

90.
91.
92.
93.
94.
95.

Q
Q
Q
Q
Q
Q

13
14
14
14
14
14

11

96.
97.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.

Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q

14
14
14
14
14
14
14
15
15
15
15
15
15
15
15

05
06
07
08
09
10
11

111.
112.
113.
114.
115.
116.
117.

Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q

21
21
21
21
21
21
21

01
02
03
04
05
06
07

Fasilitas produksi, penyimpanan minyak dan gas, termasuk perawatannya (pekerjaan


rekayasa)
Jasa penyedia peralatan kerja konstruksi
ELEKTRIKAL
Pembangkit tenaga listrik semua daya, termasuk perawatannya
Pembangkit tenaga listrik dengan daya maksimal 10 MW/unit, termasuk perawatannya
Pembangkit tenaga listrik energi baru dan terbarukan termasuk perawatannya
Jaringan transmisi tenaga listrik tegangan tinggi dan ekstra tegangan tinggi, termasuk
perawatannya
Jaringan transmisi telekomunikasi dan atau telepon termasuk perawatannya
Jaringan distribusi tenaga lisrik tegangan menengah, termasuk perawatannya
Jaringan distribusi tenaga lisrik tegangan rendah, termasuk perawatannya
Jaringan distribusi telekomunikasi dan atau telepon termasuk perawatannya
Instalasi kontrol & instrumentasi, termasuk perawatannya
Instalasi listrik gedung dan pabrik, termasuk perawatannya
Instalasi listrik lainnya, termasuk perawatannya
TATA LINGKUNGAN
Perpipaan minyak termasuk perawatannya
Perpipaan gas termasuk perawatannya
Perpipaan air bersih/limbah termasuk perawatannya
Pengolahan air bersih, termasuk perawatannya
Instalasi pengolahan limbah, termasuk perawatannya
Pekerjaan pengeboran air tanah, termasuk perawatannya
Reboisasi / penghijauan, termasuk perawatannya

01
02
03
04
05
06

LAYANAN JASA INSPEKSI TEKNIS


Jasa Enjinering Fase Konstruksi dan Instalasi Bangunan
Jasa Enjinering Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi
Jasa Enjinering Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Keairan
Jasa Enjinering Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya
Jasa Enjinering Fase Konstruksi dan Instalasi Industrial Plant dan Proses
Jasa Enjinering Fase Konstruksi dan Instalasi Sistem Kontrol Lalulintas

01
02
03
04

JASA PENGAWAS KONSTRUKSI

NO.

Kode
Klasifikasi / Bidang / Sub Bidang / Bagian Sub Bidang
B SB BSB
22
LAYANAN JASA MANAJEMEN PROYEK
Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Bangunan
22 01
Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi
22 02
Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Keairan
22 03
Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya
22 04
Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Industrial Plant & Proses
22 05
Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Sistem Kontrol Lalu-lintas
22 06
23 01
LAYANAN JASA ENJINIRING TERPADU

118.
119.
120.
121.
122.
123.
124.
125.
01.

K
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
Q
R

02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
09.
10.
11.

R
R
R
R
R
R
R
R
R
R

01
01
01
01
01
01
01
01
01
02

12.

02 01

13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.

R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R

02
03
03
03
03
03
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
04
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05

JASA LAINNYA
01
02
03
04
05
06
07
08

02
01
02
03
04
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
01
02
03
04
05
06
07
07
07
07
07
07
07
07

01
02
03
04
05
06
07

LOGAM, KAYU DAN PLASTIK


Pernbangunan kapal dan alat apung lainnya serta sarana Iepas pantai
Pengangkatan kerangka Rapal dan alat apung lainnya serta sarana lepas pantai
Pemotongan kapal dan alat apung lainnya serta sarana lepas panta
Karoseri, pet1 kernas, dl1
Pengecoran logam dan pernbentukan logam
Produk kayu dan rotan, serta pengawetannya
Bahan baku dan produk plastik, serta kompositnya
Pembuatan mesln dan peralatan Industri, rnekanikal dan elektrikal
PERTANIAN, TANAMAN PANGAN, PERKEBUNAN, PETERNAKAN, PERIKANAN 8
KEHUTANAN
Proses pemblbitan pembenihan tanaman pangan, peternakan, perlkanan, perkebunan dan
kehutanan
Reboisasl
PERTAMBANGAN UMUM
Eksplorasi Pertarnbangan
Peng u pasan
PenggalianlPenambangan
Pengolahan pemurnian
PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI
Pemboran
Pemboran berarah
Pengukuran kemiringan sumur
Pemboran Inti
Pekerjaan panclng
Mud logglng
Well logging dan perforating
Penyemenan sumur
Pengujlan laplsan bawah tanah
Pengujian produksl sumur
Stimulasl sumur dan penambangan sekunder
Perawatan sumur
Pemboran hldrollk
Pekerjaan ulanglworkover
Pemboran selsmlk
Pelayanan caslng dan tubin
Mud englneerlng
Perawatan fasllltas produksi
TELEMATIKA
Jasa teknologl lnforrnasl
Komunlkasl multimedia
Telekomunikasi
Navigasi
Kontrol & instrumentasi
Penginderaan jauh
Jasa pemborongan telekomunikasi darat
Sentral
Transmisi
Jaringan telekomunikasi
Teknologi dan sistem informasi
Networking
Sistem pemancar dan penerima radio dan televisi
Kontrol dan instrumental

NO.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
94.
95.
96.
97.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.
111.
112.
113.
114.
115.
116.

K
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R

Kode
Klasifikasi / Bidang / Sub Bidang / Bagian Sub Bidang
B SB BSB
Jasa Pemborongan telekomunikasi satelit
05 08
05 08 01 Sentral
05 08 02 Transmisi
05 08 03 Jaringan telekomunikasi
05 08 04 Teknologi dan sistem informasi
05 08 05 Networking
05 08 06 Sistem pemancar dan penerima radio dan televisi
05 08 07 Kontrol dan instrumental
Jasa pemborongan perangkat keras
05 09
05 09 01 Komputer
05 09 02 Printer
05 09 03 Projector multimedia
05 09 04 Input device
05 09 05 Alat penyimpan data
05 09 06 Networking product
05 09 07 Accessories dan supplies
05 09 08 Perangkat sistem informasi khusus
Jasa pengembangan konten
05 10
05 10 01 Kontens design learing
05 10 02 Konten program TV Interactive
05 10 03 Konten program multimedia
05 10 04 Konten program portal
Jasa Pengembang aplikasi
05 11
05 11 01 Aplikasi komputer
05 11 02 Aplikasi komunikasi
05 11 03 Aplikasi telemetrik
05 11 04 Aplikasi GIS
05 11 05 Aplikasi GPS
06
JASA REAL ESTATE
Perumahan dan pemukiman
06 01
06 01 01 Perumahan
06 01 02 Rumah susun
06 01 03 Kawasan perumahan
Pengembangan properti
06 02
06 02 01 Gedung/ruang perkantoran
06 02 02 Gedung/ruang perbelanjaan dan pertokoan
06 02 03 Kawasan rekreasi
06 02 04 Kawasan agro estate
06 02 05 Kawasan gedung peristirahatan/villa/resort
Pengembangan kawasan industri
06 03
06 03 01 Gedung/ruang industri
06 03 02 Gedung Pergudangan
Manajemen properti
06 04
Jasa perantara (brokerage) real estate dan properti
06 05
07
JASA LAIN-LAIN
Percetakan dan penjilidan
07 01
Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan kantor
07 02
Pemeliharaan/perbaikan pustaka, barang-barang awetan, fauna dan lain-lain
07 03
Jasa pembersihan, pest control, termite control
07 04
Pengepakan, pengangkutan, pengurusan dan penyampaian barang melalui darat/laut/udara
07 05
07 05 01 Pengepakan, pengangkutan, pengurusan dan penyampaian barang melalui darat
07 05 02 Pengepakan, pengangkutan, pengurusan dan penyampaian barang melalui laut
07 05 03 Pengepakan, pengangkutan, pengurusan dan penyampaian barang melalui udara
07 05 04 Jasa Angkutan BBM/BBG
07 05 05 Jasa Angkutan multi moda
07 05 06 Jasa Angkutan hewan melalui darat, laut dan udara
07 05 07 Jasa peluncuran satelit
07 05 08 Jasa ekspedisi dan kepabeanan
07 05 09 Jasa bongkar muat barang
07 05 10 Jasa pengiriman ekspres
07 05 11 Pemeliharaan alat angkutan laut termasuk perbaikan kapal
07 05 12 Jasa distribusi dan pemasaran BBM dan Petro-Kimia
07 05 13 Pemeliharaan alat angkutan darat
07 05 14 Sub bidang lainnya

NO.
117.
118.
119.
120.
121.
122.
123.
124.
125.
126.
127.
128.
129.
130.
131.
132.
133.
134.
135.
136.
137.
138.
139.
140.
141.
142.

K
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R
R

143.
144.
145.
146.
147.

R
R
R
R
R

Kode
Klasifikasi / Bidang / Sub Bidang / Bagian Sub Bidang
B SB BSB
Penjahitan/konpeksi
07 06
Jasa boga
07 07
Jasa importir/eksportir
07 08
Jasa perawatan komputer, alat/peralatan elektronik & telekomunikasi
07 09
07 09 01 Perawatan alat/peralatan & aplikasi komputer
07 09 02 Perawatan Perangkat keras komputer
07 09 03 Perawatan Jaringan Komputer dan Jaringan Internet
07 09 04 Perawatan Perangkat Lunak Aplikasi dan Software Pendukung
07 09 05 Perawatan Konten
07 09 06 Jasa Pemelihara dan Perawatan alat/peralatan Telekomunikasi Darat
07 09 07 Jasa Pemelihara dan Perawatan alat/peralatan Telekomunikasi Satelit
Iklan/reklame, film, pemotretan
07 10
Jasa penulisan dan penerjemahan
07 11
Penyedia tenaga kerja
07 12
Penyewaan alat angkutan darat/laut/udara
07 13
07 13 01 Penyewaan alat angkutan darat
07 13 02 Penyewaan alat angkutan laut
07 13 03 Penyewaan alat angkutan udara
Jasa penyelaman/pekerjaan bawah air
07 14
Jasa asuransi
07 15
Pengadaan/pembebasan tanah
07 16
Akomodasi, Jasa Perjalanan dan Penyelenggara Acara
07 17
07 17 01 Akomodasi, Jasa Perjalanan
07 17 02 Penyelenggara Acara
Jasa Inspeksi / Quality Control
07 18
Jasa pengolahan panas dan permukaan logam, pengujian dan kalibrasi, pemeliharaan dan
07 19
reparasi mesin dan peralatan industri
07 19 01 Jasa pengolahan panas dan permukaan logam
07 19 02 Jasa pengujian dan kalibrasi
07 19 03 Jasa pemeliharaan dan reparasi mesin dan peralatan industri
07 19 04 Sub bidang lainnya
Pekerjaan jasa lainnya
07 20

NO.
01.

K
S

02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
09.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.

S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S
S

Kode
B SB BSB

Klasifikasi / Bidang / Sub Bidang / Bagian Sub Bidang

JASA KONSULTANSI NON-KONSTRUKSI


01
01
01
02
02
02
02
02
02
03
03
03
03
03
03
03
04
04
04
04
05
05
05
05
05
05
05
05
06
06
06
06
06

01
02
01
02
03
04
05
01
02
03
04
05
06
01
02
03
01
02
03
04
05
06
07
01
02
03
04

Bidang Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi


Sistem/teknologi pos dan telekomunikasi
Pariwisata dan perhotelan
Bidang Pertanian
Perkebunan/pertanian/peternakan
Kehutanan
Perikanan
Konservasi dan Penghijauan
Pertanian lainnya
Bidang Perindustrian
Industri Mesin dan Logam
Industri Kimia
Industri Hasil Pertanian
Industri Elektronika
Industri Bahan Bangunan
Perindustrian lainnya
Pembangkitan Tenaga
Distribusi dan Transmisi
Pembangkitan tenaga lainnya
Konservasi Energi
Menurut Lingkup Layanan Pekerjaan
Jasa survey
Perencanaan Umum
Study kelayakan
Perencanaan teknis
Penelitian
Pengawasan
Manajemen
Bidang Lain-Lain
Asuransi, Perbankan, Keuangan
Kesehatan, Pendidikan, Sumber Daya Manusia, Kependudukan
Hukum dan penerangan
Sub bidang lainnya

Lampiran 2 Pakta Integritas untuk Penyedia Barang/Jasa (per proses pekerjaan)

PAKTA INTEGRITAS
Kepada Yth :
Fungsi Pengadaan/Panitia Pengadaan
[ __Nama Unit Bisnis__ ]
PT PERTAMINA (PERSERO)
Dengan hormat,
Sehubungan dengan keikutsertaan kami, PT/CV _______________ (Perusahaan) yang
beralamat di __________________, dalam proses pengadaan barang/jasa untuk Pekerjaan
__________________ atas RFQ/SPPH No. ____________ , dengan ini kami menyatakan hal-hal
sebagaimana diuraikan berikut :
1. Bahwa semua informasi yang kami sampaikan adalah benar, sehingga apabila dikemudian hari
ditemukan adanya ketidaksesuaian atas informasi dimaksud, maka Perusahaan bersedia
menerima sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku di PT Pertamina (Persero),
2. Jaminan Kewajaran Harga
a. Bahwa harga yang kami tawarkan sudah termasuk keuntungan dan semua
pajak/keuntungan yang berlaku serta semua unsur biaya yang telah ditetapkan dalam
dokumen pengadaan dan belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN 10%).
b. Bahwa harga yang kami sampaikan adalah wajar. Bila di kemudian hari diketahui bahwa
harga yang kami sampaikan menunjukkan/mengindikasikan adanya ketidakwajaran, maka
kami sanggup mempertanggungjawabkan dan mengembalikan kelebihan harga tersebut ke
PT Pertamina (Persero) dan dikenai sanksi (berlaku untuk perusahaan, pemilik dan
pengurusnya) sesuai ketentuan yang berlaku di PT Pertamina (Persero).
3. Bahwa Perusahaan dan Karyawan Perusahaan tidak memiliki benturan kepentingan dengan
PT Pertamina (Persero) yang membuat Perusahaan menjadi tidak patut untuk bertindak selaku
Mitra Kerja PT Pertamina (Persero), termasuk :
a. Kepentingan ekonomi secara langsung, hubungan asosiasi atau hubungan lainnya (baik
pribadi ataupun keluarga) dengan Perusahaan Patungan PT Pertamina (Persero) atau
Karyawan atau Direksi atau Komisaris atau pemegang saham pengendali atau penjamin
Perusahaan Patungan dimaksud, atau kepentingan ekonomi tidak langsung yang bersifat
material terhadap Perusahaan Patungan dimaksud.
b. Selama berlangsungnya proses Pekerjaan dan sesudahnya tidak akan melakukan tindakan
secara sengaja atau tidak sengaja, termasuk tetapi tidak terbatas pada menerima pekerjaan
dari pihak manapun secara langsung atau tidak langsung, yang mempunyai atau
mengakibatkan timbulnya benturan kepentingan antara Perusahaan dengan
PT Pertamina (Persero) atau Perusahaan Patungan dimaksud.
Demikian pernyataan ini kami buat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya guna
memenuhi salah satu syarat dalam proses pengadaan barang/jasa untuk pekerjaan tersebut
diatas.
Hormat Kami,
Tempat, .................................. 2013
- TTD diatas Materai Rp. 6000,- Cap perusahaan
[_______Nama ______]
Jabatan : ___________

Lampiran 3 Pedoman A-001/I00020/2010-S0 Revisi Ke-2


(untuk Penyedia Barang/Jasa dalam rangka sertifikasi)

Lampiran 3 Pakta Integritas untuk Penyedia Barang/Jasa (Sertifikasi)

PAKTA INTEGRITAS
Kepada Yth :
Panitia Sertifikasi/Prakualifikasi Penyedia Barang/Jasa
[ __Nama Unit Bisnis__ ]
PT PERTAMINA (PERSERO)
Dengan hormat,
Sehubungan dengan permohonan kami, PT/CV _______________ (Perusahaan) yang beralamat
di __________________, untuk menjadi Penyedia Barang/Jasa di Lingkungan Kantor Pusat
PT Pertamina (Persero), dengan ini kami menyatakan hal-hal sebagaimana diuraikan berikut :
1. Bahwa semua informasi yang kami sampaikan adalah benar, sehingga apabila dikemudian hari
ditemukan adanya ketidaksesuaian atas informasi dimaksud, maka Perusahaan bersedia
menerima sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku di PT Pertamina (Persero),
termasuk pembatalan Surat Keterangan Terdaftar (SKT).
2. Bahwa dengan dimasukkannya Perusahaan sebagai Mitra Kerja terdaftar di Lingkungan Kantor
Pusat PT Pertamina (Persero) dengan penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT), kami
bersedia mematuhi ketentuan yang berlaku di PT Pertamina (Persero) termasuk tetapi tidak
terbatas pada :
a. Ketentuan tentang pelaksanaan pengadaan barang/jasa;
b. Ketentuan tentang pemberian sanksi/skorsing bagi penyedia barang/jasa;
c. Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan proses pengadaan barang/jasa.
3. Bahwa Perusahaan dan Karyawan Perusahaan tidak memiliki benturan kepentingan dengan
PT Pertamina (Persero) yang membuat Perusahaan menjadi tidak patut untuk bertindak selaku
Mitra Kerja PT Pertamina (Persero), termasuk :
c. Kepentingan ekonomi secara langsung, hubungan asosiasi atau hubungan lainnya (baik
pribadi ataupun keluarga) dengan Perusahaan Patungan PT Pertamina (Persero) atau
Karyawan atau Direksi atau Komisaris atau pemegang saham pengendali atau penjamin
Perusahaan Patungan dimaksud, atau kepentingan ekonomi tidak langsung yang bersifat
material terhadap Perusahaan Patungan dimaksud.
d. Selama berlangsungnya proses sertifikasi dan sesudahnya tidak akan melakukan tindakan
secara sengaja atau tidak sengaja, termasuk tetapi tidak terbatas pada menerima pekerjaan
dari pihak manapun secara langsung atau tidak langsung, yang mempunyai atau
mengakibatkan timbulnya benturan kepentingan antara Perusahaan dengan
PT Pertamina (Persero) atau Perusahaan Patungan dimaksud.
Demikian pernyataan ini kami buat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya guna
memenuhi salah satu syarat dalam proses Sertifikasi di Lingkungan Kantor Pusat PT Pertamina
(Persero).
Hormat Kami,
Tempat, .................................. 2013
- TTD diatas Materai Rp. 6000,- Cap perusahaan
[_______Nama ______]
Jabatan : ___________

Lampiran 4 Perhitungan SKK


A. PERHITUNGAN SISA KEMAMPUAN KEUANGAN DAN SISA KEMAMPUAN PAKET
1. Rumusan perhitungan KK dan SKK adalah sebagai berikut :
KK

= fp. MK
= fp. (fl. KB)

KK

= ............................ x (....................... x Rp / USD...............................)


= Rp / USD ............................................

SKK = KK - nilai paket pekerjaan/proyek yang sedang dikerjakan (berdasarkan surat


pernyataan terlampir)
= Rp / USD .................... - Rp/USD ...............................
= Rp / USD .........................
Keterangan :
fp = faktor perputaran modal :
fp untuk UK = 5
fp untuk BUK = 7
fp untuk Asing = 8
MK = Modal Kerja (hasil perhitungan dari : fl.KB)
fl = faktor likuiditas
fl untuk UK = 0.3
fl untuk BUK = 0.6
fl untuk ASING = 0.8
KB = Kekayaan Bersih / total ekuitas yang dilihat dari neraca keuangan tahun terakhir
2. Dengan memperhatikan kemampuan manajemen proyek yang dapat dilakukan oleh
penyedia jasa, maka KP maksimum ditetapkan sebagai berikut :
KP untuk UK = 3
KP untuk BUK = 8 atau 1,2 N
KP untuk Asing = 1,2 N
SKP

= KP Jumlah paket pekerjaan/proyek yang sedang dikerjakan (berdasarkan


surat pernyataan terlampir)
= ............... - ...............
= ........................

Keterangan :
N

= Jumlah 1paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang
bersamaan selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.
UK = Usaha Kecil
BUK = Bukan Usaha Kecil

B. Form Contoh Perhitungan SKK & SKP


Daftar proyek yang sedang dilaksanakan saat ini :
No

Pekerjaan

Pemilik Proyek

Nilai

1
2
3
4
5
Total Nilai Pekerjaan yang sedang dilaksanakan

MK
MK
MK
KK
KK
KK
SKK
SKK
SKK

= 0,6 x KB (Kekayaan bersih sesuai neraca perusahaan)


= 0,6 x .
=
= 7 x MK
= 7 x .
=
= KK - jumlah total nilai paket pekerjaan / proyek yang sedang dilaksanakan
= KK -
= ..

SKP = 8 - jumlah paket pekerjaan / proyek yang sedang dilaksanakan


SKP = 8 -
SKP = .
Demikian perhitungan kemampuan perusahaan kami sampaikan dengan sebenarnya, Kami
bersedia tidak diikutsertakan dalam pelelangan jika data yang kami sampaikan tidak benar.

PT. .

Materai Rp. 6000,-

Direktur

Lampiran 5 Tabel Penghargaan & Sanksi

TABEL PENGHARGAAN DAN SANKSI


I.

TABEL PENGHARGAAN/PRESTASI
NO.
1.
2.
3.

4.
5.
6.

JENIS PRESTASI
Mendaftar dalam kegiatan pengadaan barang/jasa dan
dinyatakan lulus prakualifikasi.
Mengajukan penawaran secara lengkap dan dinyatakan
lulus evaluasi administrasi.
Mengajukan penawaran secara lengkap (termasuk HSE
Plan untuk pekerjaan jasa konstruksi, jika disyaratkan
dalam Dokumen Pengadaan) dan dinyatakan lulus evaluasi
teknis.
Mengajukan penawaran secara lengkap dan dinyatakan
lulus evaluasi harga.
Ditunjuk sebagai pemenang dalam kegiatan pengadaan
barang/jasa dan menandatangani Kontrak/Perjanjian.

POIN
CARA
YANG MELAKUKAN
(+) PENGISIAN
PENGISIAN
Fungsi Pengadaan/
1
Manual
e-Procurement
/Otomatis
Fungsi Pengadaan/
1
Manual
e-Procurement
/Otomatis
Fungsi
Pengadaan/
1
Manual
e-Procurement
/Otomatis

Manual
/Otomatis

Fungsi Pengadaan/
e-Procurement

Otomatis
(PO/Kontrak
)

Sistem MySAP

Spesifikasi dan delivery time barang/jasa sesuai yang


5
Semi
dipersyaratkan per Goods Receipt (GR) / finished Service
Otomatis
Acceptance (SA).
(SA/GR)
Implementasi Contractor Safety Management System
7.
(CSMS) terdiri dari:
a. Kontraktor memasukkan program HSE dalam waktu
pelaksanaan dan mengimplementasikannya.
b. Membuat dan melaksanakan Job Safety Analysis
(JSA) sebelum memulai pekerjaan.
c. Kontraktor melaksanakan mitigasi / rekomendasi JSA
terhadap bahaya yang mungkin muncul saat
pelaksanaan pekerjaan.
d. Kontraktor menerapkan prosedur ijin kerja yang
aman, termasuk melaksanakan rekomendasinya.
e. Kontraktor melakukan audit / inspeksi HSE
(melibatkan pimpinan tertinggi kontraktor &
pengawas kontraktor) selama pekerjaan
dilaksanakan.
f.
Kontraktor menindaklanjuti semua temuan aspek
HSE selama pekerjaan dilaksanakan.
g. Kontraktor membuat laporan insiden / accident,
Semi
melakukan investigasi dan menindaklanjuti
Otomatis
10
rekomendasi investigasi.
(SA)
h. Kontraktor mengkomunikasikan bahaya dan mitigasi
pekerjaan, mempromosikan aspek HSE terhadap
seluruh pekerja melalui : training / sosialisasi /
induction / safety briefing / safety sign / HSE meeting,
mengkomunikasikan MSDS (Material Safety Data
Sheet).
i.
Menyediakan dan menggunakan Alat Pelindung Diri
(APD) dan first aid (P3K) kepada seluruh pekerja
yang membutuhkan saat pelaksanaan pekerjaan.
j.
Melakukan pembinaan aspek HSE terhadap
Subcontractor-nya (bila ada).
k. Melakukan pengelolaan material / peralatan /
perlengkapan kerja secara aman.
l.
Pekerja kontraktor pernah mengikuti sosialisasi
emergency procedure Pertamina dan
melaksanakannya (bila terjadi kondisi darurat).
Berdasarkan hasil final evaluation CSMS , apabila
implementasi CSMS 90%
Catatan : Untuk No.1,2,3 dan 4 tidak berlaku pada proses Penunjukan Langsung.

Fungsi Penerimaan
/ Fungsi Pengguna

Fungsi Pengguna

II.

TABEL SANKSI/PELANGGARAN
a. Jenis Pelanggaran dengan Pemberian Poin
NO.
1.

JENIS PELANGGARAN / KEJADIAN


Mendaftar sebagai peserta dan/atau
mengambil dokumen pengadaan tetapi tidak
mengajukan penawaran dengan memberikan
keterangan tertulis (no quote), atau terlambat
memasukkan dokumen penawaran.

CARA
PENGISIAN

-5

a) Manual : Untuk
proses
pengadaan
offline/ manual.

a) Fungsi
Pengadaan

b)Otomatis :

b) Aplikasi

Untuk proses
pengadaan
yang
menggunakan
aplikasi
Pertamina
e-Procurement

2.

Mendaftar sebagai peserta dan/atau


mengambil dokumen pengadaan tetapi tidak
mengajukan penawaran tanpa memberikan
keterangan tertulis (no response).

YANG
MELAKUKAN
PENGISIAN

POIN
(-)

-10

a) Manual : Untuk
proses
pengadaan
offline/ manual.

Pertamina
e-Procurement

a) Fungsi
Pengadaan

b)Otomatis :
Untuk proses
pengadaan
yang
menggunakan
aplikasi
Pertamina
e-Procurement

b) Aplikasi
Pertamina
e-Procurement

3.

Tidak hadir / tidak memberikan tanggapan


secara tertulis pada waktu klarifikasi
administrasi dan teknis tanpa penjelasan.

-10

Manual

Fungsi
Pengadaan

4.

Terlambat menghadiri proses negosiasi


(manual dan bidding room e-auction) dan/atau
terlambat menyampaikan dokumen penegasan
rincian penawaran setelah negosiasi sesuai
jadwal yang disepakati, sehingga
mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan
pekerjaan.

-10

Manual

Fungsi
Pengadaan

5.

Terlambat menandatangani Kontrak /


Perjanjian yang isinya telah disepakati
bersama dalam jangka waktu yang ditetapkan
dalam pemberitahuan tertulis tanpa alasan
yang dapat diterima.

-15

Manual

Fungsi
Pengadaan

6.

Terlambat menyelesaikan pekerjaan /


menyerahkan barang sesuai dengan yang
diperjanjikan, namun belum mencapai denda
maksimum.

-15

Semi Otomatis
(SA/GR)

Fungsi
Pengguna
/Fungsi
Penerima

7.

Terlambat menyelesaikan pekerjaan /


menyerahkan barang sesuai dengan yang
diperjanjikan hingga mencapai denda
maksimum.

-30

Semi Otomatis
(SA/GR)

Fungsi
Pengguna
/Fungsi
Penerima

8.

Melaksanakan pengiriman barang/jasa yang


performance-nya tidak sesuai, namun masih
bisa diterima dalam kondisi yang ditolerir dalam
Kontrak/Perjanjian.
Tidak menyelesaikan pekerjaan/ memasok
barang seluruhnya, sesuai dengan Surat
Perjanjian/ Surat Pesanan. Tidak dibuat
SA/GR.

-30

Semi Otomatis
(SA/GR)

-60

Manual

Fungsi
Pengguna
/Fungsi
Penerima
Fungsi
Pengguna

9.

10.

11.
12.
13.

14.

15.

16

Penyedia barang /jasa mengajukan sanggahan


yang terbukti tidak benar yang dinyatakan oleh
pejabat berwenang sesuai proses pengadaan.
Membatalkan penawaran yang telah diajukan
sebelum ditunjuk sebagai pemenang.
Membatalkan penawaran yang telah diajukan
setelah ditunjuk sebagai pemenang.
Tidak bersedia menyerahkan jaminan
pelaksanaan / perpanjangan jaminan
pelaksanaan (untuk pekerjaan yang
mewajibkan menyerahkan jaminan
pelaksanaan).
Berdasarkan hasil final evaluation CSMS, tidak
memenuhi syarat dalam penerapan aspek HSE
selama melakukan pekerjaan, dengan
penilaian evaluasi akhir kinerja HSE Kontraktor
< 90% (lebih kecil dari 90%) dari standar
(mengacu pada Jenis Prestasi butir 7).
Terbukti melalui hasil investigasi menyebabkan
terjadinya insiden pencemaran lingkungan /
kebakaran / kecelakaan kerja yang bukan
fatality (dirawat 2 x24 jam).
Tidak melaksanakan pelayanan purna jual
(after sales service) selama masa
pemeliharaan atau masa garansi.

-30

Manual

Fungsi
Pengadaan

-30

Manual

-60

Manual

-30

Manual

Fungsi
Pengadaan
Fungsi
Pengadaan
Fungsi
Pengadaan

-45

Semi Otomatis
(SA)

Fungsi
Pengguna

-60

Semi Otomatis
(SA)

Fungsi
Pengguna

-10

Manual

Fungsi
Pengguna

b. Jenis Pelanggaran yang Langsung Mengelompokkan Penyedia Barang/Jasa ke


dalam Kelompok Merah atau Kelompok Hitam
KELOMPOK

CARA
PENGISIAN

YANG
MELAKUKAN
PENGISIAN

Sedang berada dalam sengketa/perselisihan


dengan Pertamina di Pengadilan / Badan
Penyelesaian Sengketa Lain (Arbitrase /
Mediasi).
Pengurus/Pemilik Modal/Pemegang Saham
ditetapkan sebagai tersangka dalam suatu
tindak pidana berkaitan dengan pelaksanaan
pekerjaannya di Pertamina.

Merah

Manual

Fungsi
Pengadaan

Merah

Manual

Fungsi
Pengadaan

3.

Terbukti melalui hasil investigasi


menyebabkan terjadinya fatality (meninggal
dunia) / kebakaran yang berakibat kerugian
US$ 1 juta / pencemaran lingkungan melebihi
15 Bbl atau kerugian lain US$ 1 juta saat
pelaksanaan pekerjaan (baik yang berada
dalam tanggung jawabnya langsung maupun
yang di subcontract-kan).

Hitam

Manual

Fungsi
Pengguna

4.

Berdasarkan keputusan Komite Sanksi, secara


nyata melakukan kolusi, korupsi, suap dan
gratifikasi dalam bentuk dan cara apapun
kepada pekerja / pejabat / keluarga / yang
terkait dengan pekerjaan di Pertamina.
Berdasarkan keputusan Komite Sanksi, secara
nyata melakukan persekongkolan dengan
penyedia barang/jasa lain untuk mengatur
harga penawaran di luar prosedur
pelaksanaan pengadaan barang/jasa sehingga
mengurangi/menghambat/memperkecil
dan/atau meniadakan persaingan yang sehat
dan/atau merugikan pihak lain.
Mempekerjakan pekerja Pertamina, kecuali
terdapat pengaturan lain sesuai ketentuan
yang berlaku di Pertamina.
Mengalihkan pekerjaan utama kepada pihak
lain.

Hitam

Manual

Fungsi
Pengadaan

Hitam

Manual

Fungsi
Pengadaan

Hitam

Manual

Fungsi
Pengadaan

Hitam

Manual

Fungsi
Pengadaan

No.
1.

2.

5.

6.

7.

JENIS PELANGGARAN / KEJADIAN

8.

9.

10.

11.

12.
13.

Membuat dan/atau menyampaikan dokumen


dan/atau keterangan lain yang tidak benar
untuk memenuhi persyaratan pengadaan
barang/jasa yang ditentukan dalam dokumen
pengadaan dan/atau memalsukan / mengubah
dokumen dan/atau memanipulasi data.
Pengurus/Pemilik Modal yang telah diputus
bersalah melakukan tindak pidana yang telah
memiliki kekuatan hukum yang tetap/inkracht
yang berkaitan dengan Penyedia Barang/Jasa
dan/atau berkaitan dengan pelaksanaan
pekerjaan yang merugikan Pertamina.
Dinyatakan bangkrut/pailit oleh badan
peradilan yang berwenang, baik di pengadilan
tingkat pertama maupun tingkat Kasasi.
Kontrak/Perjanjian diputus secara sepihak oleh
Pertamina karena wanprestasi dari penyedia
barang/jasa.
Memasok barang/melaksanakan pekerjaan
fiktif.
Memasok barang palsu/rekondisi.

Hitam

Manual

Fungsi
Pengadaan

Hitam

Manual

Fungsi
Pengadaan

Hitam

Manual

Fungsi
Pengadaan

Hitam

Manual

Fungsi
Pengadaan

Hitam

Manual

Hitam

Manual

Fungsi
Pengguna
Fungsi
Pengguna