Anda di halaman 1dari 12

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

LATAR BELAKANG
Penyakit Hipertensi sering di temukan pada usia lanjut. Adapun
besarnya angka dari perkembangan penyakit Hipertensi ini merupakan faktor
resiko dari penyakit jantung dan stroke, dimana menurut para ahli angka
kematian akibat penyakit jantung pada usia lanjut dengan Hipertensi adalah
Tiga kali lebih sering dibandingkan usia lanjut tanpa Hipertensi pada usia
yang sama.
Berdasarkan hal diatas maka kami merasakan perlu kiranya memberikan
suatu informasi atau pengetahuan kepada masyarakat khususnya lansia di
wilayah Puskesmas Nanggalo mengenai penyekit hipertensi. Diharapkan
dengan adanya informasi yang diberikan masyarakat mengerti tentang
penyakit Hipertensi sehingga sehingga dapat mengurangi timbulnya penyakit
hipertensi serta dapat mencegah meningkatnya angka kesakitan dari penderita
Hipertensi khususnya di wilayah kerja Puskesmas Bareng Malang.
TUJUAN

TUJUAN INSTITUSIONAL ( TI )
Pencegahan hipertensi
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU )
Setelah
mendapatkan
edukasi
kesehatan

tentang

Hipertensi ini, keluarga dengan lansia dapat memahami

tentang hipertensi.
KARAKTERISTIK/ PRASYARAT PESERTA DIDIK
Keluarga dengan lansia
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah
mendapatkan
pendidikan
kesehatan,

keluarga dan klien mampu :


Know
Menjelaskan tentang pengertian hipertensi
Menjelaskan stadium-stadium dalam hipertensi

Menyebutkan makanan

yang

boleh

dan

tidak

boleh

dikonsumsi oleh klien dengan hipertensi


Do

Menyiapkan peralatan menggosok gigi yang dibutuhkan

Melakukan langkah-langkah menggosok gigi sesuai dengan


cara yang telah diajarkan
Membereskan peralatan yang telah dipakai
Show
Memperhatikan kegiatan penyuluhan dengan saksama
Memperagakan cara menggosok gigi dengan benar
Menunjukkan antusiasme dalam menjawab pertanyaan
yang diberikan
RENCANA KEGIATAN
Medote

: Ceramah, Demonstrasi dan Tanya

Jawab
Media atau Alat Bantu : Leaflet
Waktu

: 30 menit

Hari,Tanggal

: Selasa,14 April 2015

Tempat

: Rumah Klien

MATERI (Terlampir)
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tahap

Wak

Pendahul

tu
5

uan

Kegiatan

Kegiatan

Penyuluhan
Mahasiswa
Pembukaan:
Menjawab

Membuka
men
salam
kegiatan
Medengar
it
dengan

kan

mengucapk

menyimak

dan

Metode

Media

ceramah

Poster
sudah
harus
terpasa
ng

an salam
Meperkenal

sampai

kan diri
Menjelaska

penyulu

tujuan

dari
penyuluha
n

akhir
han

Menyebutk
an

materi

yang akan
Penyajia
n

35
men
it

diberikan
1. Penyamp

Mendenga

Ceramah

Poster,

rkan dan

Video,

menyimak
Menonton

menonto

Alat

Tujuan

dengan

demonst

menggosok

saksama
Mengikuti

rasi,
Tanya

apa yang

jawab

aian
materi
Menjelaskan

gigi
Menjelaskan
waktu yang

telah

tepat untuk

disemonst

menggosok
gigi

Makanan

rasikan
Bertanya
mengenai

yang dapat

hal-hal

merusak

yang

gigi
2. Ice

belum

Breaking
Menonton

belum
dimengerti

video
3. Demonstra
si

jelas dan

cara

menggosok
gigi

yang

baik

dan

benar
4. Tanya
jawab
Memberikan
kesempata

video, peraga

kepada

peserta
untuk
Penutup

10
men
it

bertanya
1. Evaluasi :
Menanyak
an

rkan dan

pada

peserta

Mendenga

menyimak
Memperag

tentang

akan cara

materi

menggoso

yang telah

k gigi yang

diberikan

baik dan

atau

benar
Menjawab

meminta

salah satu

pertanyaa

peserta

n yang

memperag

diajukan
Menjawab

akan

apa

yang telah

salam

dipelajari
2. Menyampa
ikan
kesimpula
n materi
3. Mengakhiri
pertemuan
dan
mengucap
kan salam
EVALUASI
1. Bagaimana cara menggosok gigi yang benar?
2. Makanan apa saja yang dapat merusak gigi?
3. Kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi?

Ceramah
Tanya
jawab

Poster,
alat
peraga

4. Mengapa kita harus menggosok gigi?


Evaluasi Struktur
1. Pendidik kesehatan

menyiapkan

satuan

acara

penyuluhan
2. Pendidik kesehatan menyiapkan materi dan media
untuk penyuluhan
3. Pendidik kesehatan melakukan kontrak waktu dengan
sasaran
4. Pendidik

kesehatan

menyiapkan

tempat

untuk

penyuluhan
5. Pendidik kesehatan menyiapkan pertanyaan untuk
mengetahui apakah siswa SDN Sumberejo dapat
memahami apa yang telah disampaikan
Evaluasi Proses
1. Pada saat berlangsungnya penyuluhan,

sasaran

memperhatikan dengan cermat


2. Jika sasaran ada yang tidak mengerti, sasaran aktif
bertanya
3. Sasaran mampu menjawab pertanyaan dari pendidik
kesehatan dan mampu mengulang kembali informasi
yang telah disampaikan.
Evaluasi Hasil
1. Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil apabila
sasaran mampu menjawab 80% pertanyaan
yang

diberikan

dan

mampu

memperagakan

seluruh langkah menggosok gigi dengan benar


dan berurutan
2. Penyuluhan dikatakan

cukup

berhasil

apabila

sasaran mampu menjawab 50-80% pertanyaan


yang

diberikan

dan

mampu

memperagakan

seluruh langkah menggosok gigi dengan benar


namun tidak berurutan
3. Penyuluhan dikatakan kurang berhasil apabila
sasaran

hanya

mampu

menjawab

<

50%

pertanyaan yang diberikan dan hanya mampu

memperagakan beberapa langkah menggosok gigi


dengan benar
Hasil Evaluasi
Sasaran mampu menjawab pertanyaan 50-80% dan
mampu memperagakan seluruh langkah menggosok gigi
dengan benar namun tidak berurutan, sehingga pendidikan
kesehatan dikatakan cukup berhasil
LAMPIRAN
MATERI
Cara Menggosok Gigi yang Baik dan Benar
Topik :
1.
2.
3.
4.
A.

Tujuan menjaga kebersihan mulut dan gigi


Waktu Menggosok gigi yang tepat
Cara Menggosok Gigi yang baik dan benar
Akibat tidak menggosok gigi

Pengertian

Hipertensi adalah terjadinya kenaikan tekanan darah sistolik (atas) 140


mmHg atau lebih dan tekanan diastolik (bawah) 90 mmHg atau lebih.
Disebut hipertensi apabila seseorang yang terkena :
1.

Telah berumur 18 tahun atau lebih.

2.

Bila 2x kunjungan berbeda tekanan diastolik 90 atau lebih.

3.

Beberapa kali pengukuran tekanan sistolik menetap 140 mmHg atau


lebih.

B.

Penyebab Hipertensi

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat


perhatian karena orang yang terserang cukup

banyak dan akibat

jangka panjang yang ditimbulkan, serta mempunyai konsekuensi


tertentu.

Berdasarkan penyebab hipertensi dibagi dalam 2 golongan yaitu :


1. Hipertensi

primer/esensial

tidak

diketahui

penyebabnya,

biasanya dihubungkan dengan faktor keturunan, kebiasaan


hidup, konsumsi garam dan lemak tinggi,strees, merokok.
2. Hipertensi sekunder penyebab pada umumnya dapat diketahui
secara pasti, seperti : gangguan pembuluh darah dan penyakit
ginjal.

C.

Tanda dan Gejala

1.

Sakit kepala dan pusing (bagian belakang) terutama bila bangun tidur.

2.

Nggliyer (Bhs. Jawa), terasa melayang.

3.

Rasa berat ditengkuk atau leher.

4.

Kadang mimisan.

5.

Emosi yang tidak stabil, mudah tersinggung.

6.

Telinga berdenging.

7.

Sukar tidur.

8.

Mata berkunang-kunang.

9.

Rasa mual atau muntah.

D.

Klasifikasi atau Derajat Hipertensi

The Join National Committee on Detection, Evaluation, and Treatment


of

High

Pressure.

(komite

deteksi,

evaluasi,

dan

pengobatan

hipertensi). Mengklasifikasikan hipertensi dalam tabel di bawah ini :

Tabel Stadium Hipertensi


Kategori

Sistolik

Diastolik

(Atas)

(Bawah)

Normal tinggi (perbatasan )

130-190

85-89

Stadium I Ringan

140-159

90-99

Stadium 2 Sedang

160-179

100-109

Stadium 3 Berat

180-209

110-119

210

120

Stadium 4 Sangat Berat

E.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi

Kelompok risiko yang rawan terhadap hipertensi :


1.

Obesitas

2.

Perokok

3.

Peminum alkohol

4.

Penyakit DM dan jantung

5.

Wanita yang tidak menstruasi

6.

Stress

7.

Kurang olah raga

8.

Diet yang tidak seimbang, makanan berlemak

F.

Komplikasi

Efek pada organ :


1.

Otak

Pemekaran pembuluh darah

Perdarahan

Kematian sel otak : stroke


2.

Ginjal

Malam banyak kencing

Kerusakan sel ginjal

Gagal ginjal
3.

Jantung

Membesar

Sesak nafas (dyspnoe)

Cepat lelah

Gagal jantung

G.
1.

Cara pencegahan dan perawatan hipertensi

Usahakan untuk dapat mempertahankan berat badan yang ideal


(cegah kegemukan).

2.
3.

Batasi pemakaian garam.


Mulai kurangi pemakaian garam sejak dini apabila diketahui ada
faktor keturunan hipertensi dalam keluarga.

4.

Tidak merokok.

5.

Perhatikan keseimbangan gizi, perbanyak buah dan sayuran.

6.

Hindari minum kopi yang berlebihan.

7.

Batasi makanan.

8.

Mempertahankan gizi (diet yang sehat seimbang).

9.

Periksa tekanan darah secara teratur, terutama jika usia sudah


mencapai 40 tahun.

Bagi yang sudah sakit


1. Berobat secara teratur.
2. Jangan menghentikan, mengubah, dan menambah dosis dan
jenis obat tanpa petunjuk dokter.
3. Konsultasikan dengan petugas kesehatan jika menggunakan
obat

untuk

penyakit

lain

karena

ada

obat

yang

dapat

meningkatkan memperburuk hipertens

H.

Makanan yang dianjurkan

Beras, kentang, ubi, mie, maezena, hunkue, terigu, gula pasir.

Kacang-kacangan dan hasilnya seperti kacang hijau, kacang merah,


kacang tanah, kacang tolo, tempe, tahu tawar, oncom.

Minyak gorng, margarine tanpa garam.

Sayuran dan buah-buahan tawar.

Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri,


kunyit, kencur, laos, lombok, salam, sere, cukak.

I.

Makanan yang tidak diperbolehkan

1. Otak, ginjal, paru-paru, jantung dan udang.


2. Semua makanan yang diberi garam natrium pada pengolahan, seperti
:
Biskuit, bolu dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur atau
soda
Dendeng, abon, ikan asin, ikan pindang, sarden, udang kering, telur
asin, telur pindang.

Keju, selai kacang tanah.


Margarine, mentega.
3. Acar, asinan sayuran, sayur dalam kaleng.
4. Asinan buah, manisan buah, buah dalam kaleng.
5. Kecap, terasi, petis, dan saos tomat.

J. Pengobatan tradisonal untuk Hipertensi


1. buah ketimun
2. Buah belimbing.
3. Daun seledri
Cara membuat obat tradisional:
1. 1/2 kg buah ketmun/belimbing cuci hingga bersih.
2. Kupas kulit dan kemudian diparut.
3. Saring airnya dengan penyaring.
4. Setelah disaring kemudian diminum.
5. Lakukan setiap hari kuang lebih 1kg untuk 2 kali minum.

XII.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.antaranews.com/print/1188369274/hipertensi/7769001,id.h
tml

hafifahparwaningtyas.blogspot.com/2011/03/asuhan-keperawatanpada lansia dengan. html/m=1


www.godiabetescare.com/hipertensi.html
materi SAP dari puskesmas Turi, Sleman