Anda di halaman 1dari 113

$&sffiffi_ffiw

e%ffiffi#tr&ffi$ $ '
,#.',/ahT T*,rneljclen

lIflr'LIil't

t: F
F

hl
,t

h; '1,

ffi

f-'
GerccdrrJlepstwr/.tuign 2

Copyright @ lg7t Wolterc Noodhoff tu Grmingsn

r,

ALAT.ALAT PERKAKAS.?
),

Bukan pengerjaan penyayatan

r@:
ri

'i|
I.r

rl

oleh:

C. van Terheijden

IIarun

Jilid 1 Permulaan pengerjaan penyayatan


Jilid
Jilid

2 Bukan pengerjaan penyayatan


3 Pengerjaan penyayatan

@t

tis,|
tr,{,

Prakata

*u*r' *

n*
tlii iu'''L,.,?i't *

-in{.ILtK
i.rv,t, 'l I){1iit

Iffi',

v
t,//,,ii7r"' f tee

Untuk mencegah bahwa para calon teknikus pada permulaan pelajarannya.


sudah dibaniiri dengan banyak pengertian baru, maka terutama babbab
pertama dari buku ini dibuat sederhana sekali.
Bahannya dibatasi pada hal.hal yang paling elementer, yang peilu untuk
perkenalan dengan bengkel kerja.

di mana dicoba untuk memberikan pengertian yang lebih baik


penyayatan,
dalam
diakhiri dengan beberapa contoh yang praktis.
$laniutnya dengdn dimuatkan tabel.tabel dan diagram.diagram diharapkan
Bagian kedua,

buku ini menjadi lebih iraktis

Dalam

iilid ll dan lll

lagi.

berturut-turut akan dibahas lebih luas

mengenai

pengerjaan logarn yang tidak disayat dan yang disayat

PENERBIT

t,

tf
'";.i j"
I 1-,
i. r"

JaqQ Tiour
A. le93

'

lr,' r::;
r1rt,,rl,l"

,1.*

@takan pertama &Ptcmber t98l


Cctak* keiluaJuni 1986
Hak penerbitan edisi tndonaia

pda Binacipta

,
i

,d;..

,s,

i
.:,
r,,lti "li:,i.

i ,, :i.

Anggota IKAPI

Gambr kulit oleh ShirleY

DiBt*

oldr Fari.otdcan Binacipta Bandung

1ir" ,

,nqa'
-

/t.

.t

'i

'

':':f '

9,i!.

.,; rr}'

:t

Daftar Isi

t,l
',.,1

Pekerjaan pelat dan

komtrubi

.l

1.1

Menggunting

1.1.1 Pendahuluan

1.1.2GuntinS

1
.

...

3
7

1.2.1 Pendahuluan
1

.2.2 Perkakas pelubang

l.2,3Mesinpelubang
1.3 Meluruskan

.....

11

13

1.3.1 Meluruskan dengan tangan


1.3.2 Mesinrnesinpelurus

.. r. i..

1.4

Pembengkokan

17

1.4.1
1.4.2
1.4.3
1 .4,4
1.4.5
1.4.6
1.4.7

Pendahuluan

17

1.6

Meregang dan melantak pinggiran

Perhitungan paniang bentangan


Mencanai pelat
Me mben gkokkan batang-batang dan prof i I prof i I
Menggulung pegas-tarik dan pegas tekan dengan tangan

Membengkokkan pipa . .
Penekukan tajam dari pelat

t.5.1 Pendahuluan

1.7.1 Pemfelsaan

iil

lll',

27
30
36
37
37

38
39
41

42.
44

..

1.7.2Merekat....
1.7.3 Mengeling . . .

18

23
24
28

1.5.2 Meregang dan melantak dengan tangan


1.5.3 Mesin-mesin peregangan dan pelantakan
1.5.4 Perhitungan derajat perubahan bentuk
1.6 Pemasangan alur-alur penguat dan alur-alur pembatas

i,

13
15

44
47

.. . .. . ..

49

:.1

t',,. .

vii

i#

-,/

.!'

'' ..'. r', .-,t,-I,l

ri";

;i

2.1

Pendahuluan

2.2

MemanasRbn benda-benda tempaan

2.2.1.

Pirometer

2.3
2.4
2.5
2.6

Perkakastempa

55
s6
57

...'...

.... ;.

Perhitungan bahan y ang diperlukan


Mesin palu tempa
Menempa di dalam acuan (cetakan) . .

60
61
6'r

66

3 Penyambungan dan pemotongan logam'logam dengan panas (termil)


3,1 Memateri (meriyolder)
3.1.1
3.1.2
3.1.3
3.1 .4

Pendahuluan

Pematerian lunak
Pematerian keras
Cara-cara memateri
Memateri dengan baut

-; Memateri dengan nyala api

dengan pencelupan - Memateri di dalam dapur dengan tahanan - Memateri dengan frekuensi tinggi u

3.2.4 Pentil reduksi


3,2.5 Pembakar las dan pembakar.potong .
3.2.6 Nyala api las .
3.2.7 Memotong baiasecaraotogen . . . . .
3.2.8 Pengelasan otogen

3.3

3.3.2 Las tekan


Las

lrr'

Ii.,
L

68

4.2.1 Susunan .

69

4.2.2 Kelonggaran pemotongan .

70

4.2.3 Gaya pemotongan dan daya motor.


4.2.4 Jenis-jenis stempel Potong
Stempel letak - Stempel potong - Pembagian ialur - Sternpel
- Stempel terpul *
- potong terusan dan stempel pemotoflgan
Stempel potong lengkap - Stempel pisau.
4.2.5 Penentuan tempat pen pengencang

Las bentuk

4.3.1 Pendahuluan .
4.3.2 Stempel pembengkokan sudut

82
83

4.3.4 Stempel rol


4.3.5 Stempel rata
4.4 . Stempel kempa
4.5 Stempel tekan dalam

95
95
95

Las kampuir

rol

Las tump.rl

74
74

91

74

87
88

't22

Pendahuluan
Stempel potong

4.3

86

122

Stempel

4.6

Stempel pembengkok

123
125

127
131

144
148
150

152
152
153
154

155

Stempel tarik

4.6.1 Pendahuluan

123

148

156

156

4.6.2Menentukanbentangan(bukaan) ...'....)'

4.6.3 Menentukan jumlah penarikan


4.6.4 Besarnya radius tarik
4.6.5 Besarnya celah

tarik

157
159
161

162

t82

Las

4.6.7 Gaya tarik

Las pena.

Pendahuluan - Pengelasan busur dengan elektroda logarr yang


dilumerkan (metode Slavianoff) - Pengelasan busur dengan elektroda karbon . (metode Bernados) - Pengelasan busur dalam

t'
l'

listrik

lumer

,'i

Alat-alat pembersih

Las listrik

3.3.1 Pendahuluan

68

68

4.1
4.2

74

Gas

.....
........r
3.4 Pengelasantermit.
118
. . . :. .
3.4.1 Pengelasan dengan tekanan
!18
..... .118
3.4.2Pengelasandenganpenuangan
3.5 Pengelasandingin.
,... 119
3.5.lPengelasankempadingin. ...;..
119
.....,120
3.5.2Pengelasanultrason
4

trason.

.5 Bahan-bahan pencair .r . '


3.2 Memotong dan mengelas secara otogen
3.2.1 Pendahuluan .
Pencuci

di bawah tutrp

68

Memateri
Memateri
Memateri

3.1

karbit (asetilen) . . .
3.2.2
Alat-alat pembuat gas karbit
Kunci air - Botol asetilen.
3.2.3 Zatasam (oksigen) . . . .

Pengelasan busur

serbuk.

,jf,

atmosfir gas yang dilindungi

Menempa

99

4.6.SPemeganglipatan
4.6.9 Kerja tarik dan daya motor

... .'..'

163
164

170
171

4.8

Stempel

regang.

:....

172

'#l

iii

lx

,)

't.I:rli t, :

4.9 Stempel elstrusi


4.10 Stempel yang dikombi

!,9311i

.:"t!,li

173
nasi kan

8. TABEL-TABEL

177

yt
i.l

.:,1

ll

5 ilhro bcuenl
5.1 Pendahuluan
6.2 Matres kempa panas .
53 Matres cor semprot dan kempa
5.4 Matres kempa serbuk

185

187

l(empr brtary
Memforrir

Pertanyaan

181
181
181

1U

188

1,
2.
3.
4.

190

5.

Radius bengkok minimal runtuk pipa-pipa

Nilai-nilai pedoman untuk pemegasan kembali


Konstanta bahan c untuk r minimal pada pembengkokan siku . .
Diameter bor untuk pemboran untuk garisgaris pembengkokan
yang saling memotong
Radius pembengkokan r untuk membengkokkan pelat dengan

tajam
6.
7.
8.

9.
10.
11.

12.
13.
14.

15'
16.

17.
18.

19.

20.

.larak x untuk membengkokkan baja profil dengan tajam .


Ukuranrlkuran dari alur-alur penguat
Hubungan antara diameter paku keling dengan tebalnya pelat
oC
Suhu*uhu tempa dalam
Radius pembulatan dan radius dasar untuk matresflatres tempa
Solder timbel-timah putih

29.
33
34*
It
35
35
37

53
57
67
69
69
69

Solder lunak untuk logam ringan


7A
Kuningan solder
Solder perak
70
Nilai-nilai pedoman untuk pemotongan baja secara otogen
90
Pengerjaan ppndahuluan kampuh-kampuh las untuk pengelasan
9'r
otogen
g3
Nilai-nilai pedoman untuk pengelasan otogen
Nilai-nilai pedoman untuk pengelasan titik dari baia putih . . . . . 96
Nilaitrilai pedoman untuk diameter elektroda dan kekuatan arus . 103

Nilai-nilai pedoman untuk lubang aryal, diameter elektroda,


kekuatan arus dan tegangan busur menurut metodeSlavianoff . . 106
r13
22. Nilai-nilai pedoman untuk pengelasan arkatom
23. Nilai-nilai pedoman untuk pengelasan argonarc
114
24. Nilai-nilai pedornan untuk pengelasan lebur Union .
117
21.

25.
';

26.

Tekanan dan perubahan bentuk minimum pada pengelasan kempa


dingin
Kelonggaran potong antara nipel dan pelat potong pada stempel-

1n
,i

, iJ,
t{,,r

'r, -r

xl

,r

ils

!T'

1:|.!'

r'}lilxlf

irrini{r}j:r

l#rr'Yflsrryry-ryt9ryryr'.vi-l
.i+
,.,!:!

,!

'

27.

.,ii

Nilai-nilai pedoman untuk kekuatan geser r, dalam kN/cm2 pada


pemotongan i!...
Nilai-nilai pedoman untuk lebar pematang dan pinggiran pada

126

I. PE,KERJAAN PELAT DAN KONSTRUK$I

128

irl,,r

25.

t;ii

29.

Nilai-nilai pedoman untuk sudut-sudut dari stempel-stempel


pisau .

30.

Luas.luasselubungdariproduk.produktarikyangbundar
Nilai-nilai minimum untuk perbandingan tarik m pada penarikan

158

dalam

160

r35
.,l

i.'
,,,
,'lt

:ii

I,
:,

31

'

ii',
l;;i

33.

Nilai-nilai pedoman untuk radius tarik r dari stempel-stempel


tarik dalam
Faktor koreksi cr, Lntuk gaya tarik pada penarikan dalam

ru'r'

34.
3s.

untuk penarikan dalam kN/cm2


Nilai-nilai pedoman untuk tekanan pemegang pelipatan

.ti.

32.

,'|:

Nilai-nilai pedoman untuk

z,

ultuk

164

1.1.1 Pendahuluan

dal konstruksi

16i

!
I

Di bengkel kontruksi di mana banyak dikerjakan baja pelat dan baia profil,
sebagian besar dari bahannya digunting menurut ukurannya.

Sewaktu menggunting, pisaunya yang satu dari gunting

pegas-pegas

...

Pekerjaan pelat

1.1 Menggunting

165

Nilai-nilai pedoman untuk F,nun, dan frn611

tekansilindris

1.

160
164

P,r1

dalam kN/cm

36.

144

itu

menggeser

sepanjang pisaunya yang satu lagi. Dengan demikian maka gnatamata pisaunya masuk ke dalam bahan, sehingga terjadi kopel yang akan membalikkan
( memutarkan )bahannya (gambar 1).

37.

Nilai-nilai pedoman untuk F dan f untuk pegas-pegas

piring . . . .
untuk kerja tarik pada penarikan dalam . . , . .
Nilai-nilai , pedoman untuk tekanan kempa spesifik, tinggi dan

r69

38.

Faktor koreksi

cu

170

tebal dinding pada pengekstrusian

174

meniauhj, sehingga akan menimbulkan terbentuknya serupih*erupih yang


mengganggu. Selain daripada itu, kemungkinan patahnya pisau-pisau dapat

182

teriadi.

39.

N. Nilaitrilai
trntuk

Pembalikaniniharusdicegah,karenamengakibatkanpisau.pisaunyasaling

pedoman untuk suhu dan kemampuan perubahan

pada pengempaan panas

Selain guntinggunting tangan, di mana tangan kiri menahan tekanan,


semua gunting dilengkapi dengan sebuah penahan yang mencegah terjadinya
pembalikan (gambar 2).

Bila pisaunya Elah menembus bahan sampai kira'kira sepertiga dari ke'
tebalannya, tegangan geser dan tqiangnn bengkok demikian meningkatnya,
sehingga bahrrnya sobek.
Dengan demikian.maka bidang irisannya tidak sSma sekali licin'

Kerugian lainnya ialah adanya kemungkinan teriadinya retak-retak yang


halus dalam daerah pinggirannya, yang - terutama pada beban yang bertukar'
tukar - retak itu akan terus membesar. Bahan-bahan yang regangannya sangat
kecil ( misalnya besi tuang ), tidak dapat digunting sebab akan segera patah
karena adanya tegan gan-bengkok.
1,

I
r ,lr
1 ',.ii

:.1.

Untuk memperkecil gesekan antara pisau-pisau dan bahan yang diguntingnya, pisau-pisaunya diasah dengan sudut ialan J sebesar 1 - 3". Untuk mem'
peroleh umur pemakaian yang waiar, sudut*ayat S tidak lebih dari 12o,
Maka sudut;baji B terletak antara 75 - &)o (gambar 2).

..

Ir]
td
I

:T

14i

i rilt

*i

xlt

' ,;;ff

;,,.,.ifj.lil il.,t,

,i,:,i

,4'

,!'

Gambar 6

l,

I.r-ri
.i: ,1,:i

'.i:

Gambar 7

':l:.]

,'1i: "

Gambar I

:,r1,'
,

Gambar 2

i-'

;ir

'lr I
'i;,,

i1,,

Gambar 8
.

J..

{
{

,t

Antara mata-mata pisaunya harus terdapat sedikit kelonggaran. Dengan


demikian maka gaya-gaya pengguntingannya bertambah kecil dan umur pemakaiannya bertambah panjang. Bila kelonggaran itu 5% dari tebalnya bahan,

hasil pengguntingannya baik dan tidak terjadi pembentukan serupih (gambar 3).
Gambar 3

Pengguirtingan hanya mungkin, kalau sudut penggurttingan yaitu sudut


yang dibentuk oleh mata-mata pisaunya, tidak terlalu besar. Sudut ini harus
lebih kecil daripada sudut-geseknya; sebab lika tidak begitu, bahannya akan
tergeser ke luar dari guntingnya karena tekanan pisau-pisaunya. Bila suduipengguntingannya 12o, jalannya pengguntingan akan rata dan tanpa kejutan

(gambar 4).

Dengan menggunakan matafiata pisau yang, bengkok, sudut ini pada


gunting{unting tangan dapat dipertahankan sepanjang jalan pengguntingan-

Gam bar 4

nya,

1.1.2 Gunting

Untuk menggunting potongan-potongan yang pendek dari pelat tipis sampai


kira-kira 1 mm, dipakai beberapa macam gunting tangan. Yang banyak digunakan ialah gunting kaleng. gunting pelubang, gunting penerus dan gunting
bentukan (gambar 5).

Sewaktu menggunting, garis goresannya harus tampak jelas. Garisgaris


bengkok digunting menurut arah-putar jam, sehingga pisau atas tidak me-

I i,

nutupi garis pengguntingannya (gambar 61.


Untuk memperoleh bidang irisan yang selicin{icinnya, pisau-pisau dari
sebua[r gunting tangan harus saling bergeseran dengan tegangan pendahulu-

lrt

Iiff
,,1

Gambar 5a

Gambar 5b

Gambar 5c

Gambar 5d

an yang kecil.

.d
,,#

,r If

t'',tt\-.

Untuk mencapai ini, pisau-pisau itu diasah sedikit melengkung (gambar 7).
Potongan-potongan yang lebih paniang dapat lebih mudah digunting

dengan sebuah gunting bertangkai panlang (gambar 8).


Oleh karena gunting ini dijepit pada ragum, kita dapat menggunakan gaya
yang lebih besar, sehingga pelat-pelat sampai 1,5 mm dapat diguntingnya.
Dengan sebuah guntingpukul (gambar 9) kita dapat memotong ialur-jalur
lurus yang panlang dengan sekali pukulan.
Kaiena pisau atas melengkung, sudut pengguntingannya e tetap 120'

$
kolonggaran

{it,

I mm P.lat
0.2...0,3 ,, 2 ,,
0.3,..0.a ,, 3J 0,1...0,15 untuk

Sewaktu pengguntingan pisaunya yang atas harus ditarik mengenai pisau


' bawah untuk mencegah pembentukan serupih. Agar dapat mudah membuka
guntingnya, pisau atas diseimbangkan dengan sebuah bobot kontra.

il
Gambar 12

d,,
'.,'

It

t
1

Gambar 9

Gambar 14

'

Bahan yang lebih tebal, sampai kira'kira 5 mm dipotong dengan sebuah


gunting:tuas atau gunting-tarik (gambar 101. Akan tetapi kita harus perhitung'
kan, bahwa hasilnya buruk, terutama kalau garisaris irisannya panjang'
panlang.

Pelat-pelat tipis dan

ebd

tidak _dapat dipotong dengan gunting{unting

yang sama.

Bila pelat tipis dipotong dengan sebuah gunting untuk pelat-pelat tebal, ter'
Gambar 10

Garnbar

11

jadi pembentukan serupih yang kasar.

':ll'i!$'

1.2
,,r
,ri.,,,,,'

,.:.i:'
;\
, *i
,
.'
l.
,iiS
l,l,t
ii

;l
l'

plringan yrng bulat dan gclang.grhng, kmna bentuk dan kedudukan rol-rol
pisaunya, behannya seolah-ohh bukrn lrgl dlgunting, tetapi diiepit sampai
Putu3'

Bentuk'bentuk sebarang dengan prmbulrtrn.pemburatan kecir, dapat digunting dengan sebuah gunting.kerip (ermbrr l2l.
Pisau bawahnya bergerak naik-turun dcngrn orprt. Dongan demikian maka
pelatnya dipotong sedikit untuk tiap langkrhnyr.
$lanjutnya ada pula berbagai gunting benr yrng digerakkan secara elek-

tris, seperti gunting-gunting meja (gambai t 3 dan l4i


Yang terakhir mempunyai yang disebut ,,pukulan tarik,,,

,i,Ir ',if ir liirliil]{d''liir:rilli

rrittl,.iiryili,r:iih!:*,i1,.:.]

rBfr

Pelubang {Pons}

1.2.1 Penddruluan
Pengerjaan yang hampir sama dengan menggunting adalah mempons per.
bedaannya ialah, bahwa irisannya merupakan bentuk tertutup, yang dengan
sgtu kali tekanan, sebagian dBri bahannya dilepaskan.
Bentuk yang tertutup itu dapat dikatakan selalu merupakan sebuah lingkaran.
Pembuatan lubang ini dilakukan dengan sebuah nipel pelubang dan sebuah
cincin pemotong.
Keping yang terlepas dari,bahannya merupakan serasah ( sampah

Nipel pelubang dan cincin pemotong

itu

).

memotong paring baik, kalau

bentuknya seperti gambar 17.

mesin-mesin ini dapat dipotong baik pelat-pelat maupun batangan-batangan.


Lagi pula satu sisi dari mesin ini sering diatur untuk memh.rat lubang.lubang.

i:

I
I

Pemotong pipa

Pipa'pipa tidak dapat dipotong dengan gunting. pipanya akan ditekannya


sampai lubangnya tertutup, atau setidak-tidaknya berubah be4tuknya. Hal

,,'
.
'

ini sudah tentu tidak

.,

dikehen'daki. pemotong pipa (gambar t si yans

Gamuai 1z

dilengkapi tiga buah rol berbentuk pisau, baik kiranya untuk ini.
Pemotong reng

| ;
i
:
,

Untuk mengeriakan pelat seng sering dipakai sebuah pemotong seng

(gmbart6).
alat ini pelatnya digores dan kemudian dipotong dengan
le.nsan

membeng-

kokkannya.

Sudut.sudut nlpsl
J = sudut ralan

B=
P =

sudut
sudut

bebas = l 03O!
baJl
= 88030'
potong
= 0o

Sudut-sudut plat potong (clncln potong)

J=sudutralanb6bas =0o
B = sudut bajl
= B7o
P = sudut potons
= 30

Gambar 18

Hanya ada bahayanya, batrwa pinggiran-pinggiran potongnya akan retakretak. Karena itu maka bagian bawah dari nipelnya dibuat rata dan cincin

Gambar 15

I
Gambar 16

,il

potongnya sepanjang kira-kira 3 mm silindris (gambar l8).


Karena itu'maka ketelitian ukurannya malahan lebih baik.
Oleh karena pelubangan itu selalu ditandai dengan sebuah penitik, pada
nipelnya dibubut sebuah kerucut kecil.
Bila sekarang bahan yang sudah bertitik pusat itu dikenakan pada nipelnya,
kita dapat merasakan, apakah ujung keruo.rt itu berimpit dengan titik pusat
itu. Dengan demikian orang yang membuat lubang itu tahu, batrwa pelatnya
sudah berada tepat di bawah nipel.

Sewaktu lubang itu dibuat; nipelnya menekan serasahnya keluar dari pelat.
Untuk mengurangi gesekan dan memperkecil gaya-Fotong, cincin potongnya
memperoleh celah potong sebesar 57o dari tebal pelatnya.
lni berarti, bahwa : diameter cincin potong 1O% iari ketebalan bahan lebih

Yj

besar daripada diameter lubang yang dikehendaki, sedangkan nipelnya


mempunyai ukuran yang sama dengan lubang yang dibuatnya (gambar 19i.
Maka lubangnya bebas dari serupih-serupih.
Bahannya hanya tersayat sepanjang kira-kira sepertiga dari ketebalannya ;
sisanya sobek. Karena itu rnaka lubang-lubang yang dikerjakan dengan pelubang itu sangat buruk dan kemungkinan terjadinya retak{etak halus itu
besar. Maka perkerlaan ini tidak boleh kita lakukan pada bejana-beiana bertekanan dan pada jembatan-jembatan. Dalam beberapa hal, lubang-lubang
yang dikerjakan dengan pelubang itu. di bor kemudian. Maka pekerjaannya
menjadi mahal dan pada urnumnya dalam hal demikian ikan lebih ekonomis,
kalau lubang-lubang itu lanusung saja di bor menurut ukurannya.

Gambar 21

I
I

Bahan-bahan yang-regangannya kecil, seperti besi tuang, tidak dapat


itu akag patah pada waktu dilubangi

dilubangi dengan pelubang, bahan


(gambar 201.

i
i
n
I

Gambar 22

Gambar 19

]""
ii

li ,.
Gambar 20

Untuk mencegah keretakan, cincin potong dari baja yang disepuh itu, ditempatkan suai sekali di dalam sebuah landasan yang terbuat dari baja
lunak. sebuah sekerup penjamin mencegah terangkatnya dan berputarnya
cincin pelubang itu. Letak landasan longgar sekali di dalam rangka mesin
pons itu dan dengan demikian dapat ditempatkan tepat di bawah nipel
dengan bantuan sekerup-sekerup penyetel. Nipelnya dapat langsung atau"
dengan bantuan sebuah pemegang, dipasang di dilam penumbuk kempanya
(gambar 22).

1.2.2 Perkakas pelubang

Bila setelah melubangi, nipelnya digerakkan ke atas, bahannya akan ikut ke


atas, karena nipelnya ditekan kuat-kuat ke dalam bahannya.
lGrena itu adalah perlu untuk memasan! sebuah pemepat, sehingga nipelnya
dapat ditarik ke luar dari lubangnya (gambar 21).
8

kngkah dari nipelnya harus sekecil mungkin. Untuk menghindarkan kecelakaan, kedudukan yang paling tinggi dari nipel itu harus sedemikian rupa,
sehingga orang yang sedang bekerja tidak dapat memasukkan jari-iarinya diantara nipel dan bahan. Kedudukan yang paling rendah sedemikian rUpa,
sehinggn serasahnya dapat jatuh,

1;W

1.2.3 Mesin pelubang (mesin pons)

'z
lc
IE

Gerakan utama dari semua mesin pelubang adalah lurus. Mesinmesin ini
dapat digerakkan dengan tangan atau dengan motor listrik. Ada tiga jenir

{.
v

mesin pelubang

E
a

a.
b.
c.

rt

0f

t0

o
20 ot
o-

ltl:
tlj g

:15

3
lo o
=
o

lo

iE

Gambar 23

5 o

.t

Kempa-kempa tuas;
Kempa-kempa eksentrik;
Kempa-kempa batang ulir.

Gaya yang diperlukan pada nipel tergantung dari keteguhan geser (IB)
dari bahan yang dilubanginya dan luas bidang yang digesernya. Pada pelubangan ini dapat kita ambil untuk keteguhan geser itu 4/5 dari keteguhan
tarik f,g (gambar 23).
Luas bidang yang digeserkan ialah : keliling lubang X tebalnya bahan (s).
Maka gaya sayat (Fs) yang diperlukan untuk membuat lubang-lubang bulat

ial$:
F* = rB.n d.

KN

=Gayarayat dalam kN

oB

=Keteguhan geser dalam

OB

=Keteguhah geser dalam

= Diameter lubang dalam cm

=Tebal bahan dalam cm

Gambar 26

kN/cm2

atau

F, = 4/5-o'n.d.s

KN

kN/cm2

Oleh karena gaya ini harus ditahan oleh nipel, nipelnya tidak boleh terlalu
ramping. Diameter nipel (d) tidak boleh lebih kecil daripada tebal bahan (s)
(gambar 24).

Gambar 27

Kempa tuas tangan (gambar 26) bekerja sedikit lebih cepat..


Gambar 27 adalah sebuah kempa eksentrik yang digerakkan dengan tangan.
Kempa ini hanya dapat membuat lubang-lubang kecil.
Dengan sebuah kempa eksentrik yang digerakkan oleh sebuah motor listrik
dapat dibuat lubang{ubang besar pada pelatgelat yang tebal (gambar 2Bl.
Langkah dari kempa ini dapatdiatur. Roda gila yang berat yang dipasang pada

Gambar 24
10

Gambar 25

!t
i.r

Gambar 25 adalah sebuah kempa tuas yang dapat dibawa-barya yang tuastuasnya digerakkan oleh sebuah batang ulir dengan ulir sekerup kanan dan kiri.
Kempa ini sederhana tetapi bekerianya perlahan{ahan sekali.

co

i
y,

porosengkolnya menjaga iangan sampai nipelnya mendadak berhenti.

1l

il{:'11{.',r-.

,ti.-@S"'rijtlaIj":I$s'q

{11:.1:'l'i'!

rltl'

1.3

Meluruskan

13.1 Meluruskan

dengan tsngan

Bila di sebuah bengkel kontruksi kita harus mengerjakan batang-batang atau


pelat-pelat, sering terjadi bahwa bahan-bahan setengah jadi ini tidak cukup
lurus atau rata; keadaan ini mungkin terjadinya sewaktu pengangkutan atau
karena pengerjaan terdahulu demikian berubah bentuknya, sehingga pelurus.
an diperlukan.
Pelurusan dari bahan yang tidak terlalu berat dalam jumlah yang kecil, sering
dilakukan dengan tahgan.
Bila sebuah batang bengkok pada satu arah, ia dapat mudah diluruskan

i;

,i

dengan sebuah palu di atas paron (gambar 31).

4
\

4
\

%%

Gambar 31

Kalau palu itu mengenai bahannya tepat di atas lubang paron, batang itu
harus dibengkokkan agak jauh. Karena kekenyalanirya, batang itu sedikit
memegas kembali. Dengan *gera kita ketahui, seberapa keras harus memukulnya untuk meluruslGn batang itu.
Sedikit menjadi lebih sukar, bila sebuah batang mengalami torsi (puntiran).
Maka pertama-tama ia harus dipuntirkan kembali menurut arah panjangnya
(gambar 32), sehingga batang itu masih bengkok menurut arah panjangnya
dan dapat diluruskan di atas paron.
Takikan-takikan yang tajam hampir tidak dapat dihilangkan lagi tanpa
merusak bahannya.

Gambar 29

Gambar 30

Kempa-kempa eksentrik harus dilengkapi dengan sebuah perlind'Jngan tangan,


umpamanya sebuah tombol (sakelar) yang harus dilayani dengan dua tangan.
Kempa batang sekerup kecil (gambar 29) digerakkan dengan tangan.
Kempa batang sekerup gesek besar digerakkan secara mekanis'
Batangnya digerakkan ke atas dan ke bawah dengan menekankan secara bergiliran roda gesek,kiri atau kanan pada roda batang yangiorizontal' Dengan
(gambar 30)'
demikian arah putaran dari batangnya dibalikkan
12

Gambar 32

',,.,....:4'il]:ryrr1:trydn--

,1,l(,,i- r

,i'

fl'l,dq ..lF*'rl.r

\,

Gambar 33
dipakai
Untuk meluruskan pipa'pipa dan batang-batang yang lebih berat'

(9m bar 33).


dapat m.udah diluruskan dengan meniepitnya antara dua

sebuah, sengkang'pelurus

Kawat

lecil

potong kayu dan kemudian menariknya, atau dengan meniepit satu uiuhgnya

Gambar 36

padaragum,melilitkannyapadasebuahbatangbulat'untukdipukulnyadan
kemudian ditariknYa (gambar 34)'

Bila bagian, di mana ruangan berada, besar, dengan satu kali pemanasan
tidak akan cukup, tetapi harus diulanginya beberapa kali.
Pemanasan secara beru'lang ini harus kita lakukan dalam
lingkaran yang se-

pusat (konsentris), sekeriling tempat penyusutan yang pertama,


sampai peratnya rata (gambar 37).

Gambar 34

Meluruskanpelattrelat,dimanaterdapat"ruangan"'memerlukankecakapan
di tempat di mana
yang lebih besar' Biasanya pelat'pelat itu meregang
OiUo-,

,nir.tn,a, atau menyusut di tempat di

ffi

ia

mana ia dilas, sehingga pelat itu

nV. sedikit-banyak bergeIombang (gambar 35)'


pendek itu dengan sebuah palu'
Dengan meregang tempst'tempat yang terlalu
pelat-pelat itu dapat diratakan lagi '
pada tem$at, di mana ia terlalu
suatu cara lain ialah, p"nyrrrtrn pelatnya
dan cepat sekali
paniang. Untuk ini pelatnya harus dipanaskan setempat
pemuaian dari bahannya'
sampai ia piiar berwarna merah, sehingga karena
25
a 35 mm'
diameter
kecil'dengan
terbenuk sebuah benjolan

n"rp.t

@eGambar3'
ini harus dipukul rata sehingga bahannya mepelatnya karena pe'
lantak. Pada saat pendinginan, ruangan itu ditarik dari

Pada saat masih piiar, beniolan

nyusutan bambar 36)'


14

Gambar 37

cara ini cocok juga untuk meruruskan pipa-pipa. pipa-pipa ini harus dipanaskan juga pada tempat di mana ia terlalu paniang. Maka pipapipa itu
lurus
dengan sendirinya pada waktu ia mendingin.
1.3.2 Mesinmesin pelurus
Meluruskan pelat-perat besar dengan cara-cara seperti diuraikan
di atas, memakan terlalu banyak waktu. pekerjaan yang lebih cepat dan
lebih baik diperoleh dengan menggunakan sebuah giringan perurus atau giringan
pembentang. Gilingan ini mempunyai dua baris rol-rol gilingan yang pemasangannya
seperti yang tertera pada gambar 39. pelat-pelatnya digiling
cri antara
baris rol+ol itu.

kedua

Arah putarannya dapat dibarikkan, sehingga peratnya dapat bergerak


bolak-balik. Sementara itu rol+ol atasnya, tiap-tiap disetel sedikit rendah,
r5

i,+ .: i

sedemikian rupa, sehingga pelatnya ke luar rol-rol gilingannya dengan bengkok

1.4

.l]rf/i,

r'

.t! I

Pembengkokan
i

1.4.1 Pendahuluan

Pembengkokan rnerupakan suatu pengerjaan,


di mana bahannya diubah
bentuknya
dengan tetap. Hanya

profil dan kawat dari

pelatfelat; batang-batang, pipapipa, profil.

bahan_bahan yang kenyal, dapat dibengkokkan. pada


waktu pembengkokkannya, sisi ruarnya meregang
dan sisi daramnya merantak

(gambar 41). Hal ini hanya


dapat terjadi kataulahannya cukup plastis (kenyal).
dengan
regangan yang rendah tidak dapat dibengkokkan
Q-ahan-bahan

ti

il

i{

i:

l.;li'.

,,

l,l,l

Gambar 38
.

',1::
:,ili

i'
l::("

ir
:.",11

i,

kesatu arah. Sekarang rol'rol

itu disetel lebih atas lagi, sampai pelatnya

Dengan meletakkan lempengan'lempengan itu terus mengikuti

rata.

pelatnya di

atau
hanya dapat sedikit saja dibengkokkan
daram keadaan dingini oung"n ,.manaskan bahan'bahan ini, kita mencegah
supaya tidak retak atau patah.
Maka regangannya iauh lebih besar dan
bahannya dapat diubah bentuknya

Gambar

4l

Bahan-bahan

Gambar 39

tuangan biasanya sukar untuk dibengkokkan.


_
Pada batas antara meregang dan melantak,
bahan itu
.-- dibengkokkan
-'-!rv!\vr\r\qr tanpa
terjadinya tegangan.tegangan dalam.

Batas

ini disebut

rapisan netral.

tegangan tekan.

Untuk meluruskan batang'batang yan! berat, pipa-pipa dan profi lprof il,
kita pakai mesin-mesin kempa pelurus.
Jarak dari kedua penopangnya dapat kita atur. Langkah dari pelantak yang
bergerak bolak-balik dapat diatur (gambar 40).

Di sini tidak teriadi tegangan tarik atau

Akan tetapi, oreh karena bahan yang akan dibengkokkan


itu seraru mempunyai ketebaran tertentu, pada sisi
tarik dan sisi tekan akan teriadl i"n"nn"ntegangan,
sehingga

profil yang aslinya diubah bentuknya (gamb]r


a3).

t-

T'
_r_
I

*.- -t

'rm
Gambar lO

t
t

lebih kuat dengan gaya yang lebih kecil.

tr

il

bawah gilingan, tekanan setempat dapat diperbesarnya. Rol-rol penahan mencegah pemhngkokan rol-rol gilingan itu.
Kadang-kadang kita pakai gilingan'gilingan pelurus dengan rol-rol yang
mempunyai prof il tertentu untuk meluruskan baja profil.
Rol-rol ini dapat ditukar'tukar dan dipasang .pada uiung gi lingannya
(gambar 39).

t Lt

I'r

7:l

Gambar 42

16

.-- - -- -'-::;'

\
I

P,u;t'k

Gambar 43

Bahannya menjadi kurang lebar pada sisi luarnya dan bertambah lebar pada

sisi dalamnya. Perubahan bentuk ini sangat mengganggu. terutama pada


pembengkokan pipa-pipa. Maka pipa'pipa itu tidak boleh dibengkokkan
dengan radius yang kecil, tanpa persiapan-persiapan. Untuk itu dinding
pipanya harus ditopang, di dalam,misalnya oleh pasir, arpus atau sebuah pegas
dan di luar umpamanya oleh rol'rol (gambar 44).
Pada pembengkokan pelat-pelat atau lernpengan-lempengan yang lebar,
hampir tidak ada gangguan dari perubahan bentuk ltu karena ini hanya terjadi
pada pinggiran-pinggiran yang kurang lebar menurut perbandingannya.

Gambar 46

Contoh :
Panjang bentangan dari sengkang (gambar
47) ialah

L=a+b+c+d+e+f+g
=

Gambar 44

"*''''['*rll
4

"*

fi

2.n.fr

=24+

2.zrr('!5 + 1,5).

= 24+

25,92 + 19 + 76,96 + 19

42r/4

+l]

_ r.r.[,-

"^ '-J-*n

+ t9 + ?.n.l2g_.+Lsl + 19 +

il

i]
?&!1g!JE)_*ro

+ 25,92 + 24 = 214,g mm.

1.4.2 Perhitungan paniani bentangrn

Oleh karena lapisan netralnya selama pembengkokan tidak bertambah


panjang atau bertambah pendek, panjang bentangan dari bahan yang akan
dibengkokkan itu, harus sama dengan panjang lapisan netral (gambar 45).

Gambar 47

Gambar 45

Bila bahan itu dapat bebas meregang dan melantak pada sisi luar dan sisi
dalam dari bengkokannya dan iari'iari bengkokannya r besar ( r -- 5s ),
lapisan netralnya pada penampang-penampang yang simitris, terletak di
tengah penampang-penampang ini (gambar 46).
Yang diartikan dengan jari-.iari bengkokan r ialah jari-iari (radius) pada sisi

Gambar 48

dalamnya bengkokan.
18

t9\

..rt ,r,l

"^+*W

,*,

Paniang bentangan L dari

profil

pada gambar 52

L=a*b+c*d+e+f+g
L =a*

"{'*t."*

2'r'[r+]1"*
44

3''['*i]*n

2.7r.(3+0,4) +40+ 2.n'(3+0,4) +21,g


L =20+ 2.n.(o+0,3) +41,g+

244

50

Bila radius bengkokannya

kecil (r

5s), maka garis netralnya berada pada

1/3 s dari sisi dalam (gambar 48).

disebabkan karena bahannya hanya dapat dibengkokkan menurut


oleh
radius yang kecil, bila ia diiepit pada satu sisi (gambar 49), atau ditekan
(gambar
501'
alur
(prisma)
sebuah
dalam
ke
sebuah limas

lni

peregangan
Dalam kedua hal, pelantakan pada sisi dalam, dihambatnya dan
leluasa'
dengan
berialan
dapat
pada sisi luarnya
( 0'5s
Pada pembengkokan yang tajam, yaitu iari-iari bengkokannya r
(gambar 51a), atau pada pelipatan ganda (gambar 51 b), letak garis netralnva

berada pada%

s dari sisi

= 20 + 0B42 + 41,8 + 5,3i18 + 40 + 5,338 + 21,8 = 135,2 mm.

Untuk sudut*udut 90o dengan radius pembengkokan kecil r(Ss yang


banyak diiumpainya pada pengeriaan pelat, paniang bentangnya L dapat
pga ditentukan dengan memperhatikan pemendekan p terhadap ukuranukur'
an luar (gambar 53).

L=a+b-p
Pemendekan p dapat dihitung dengan teliti dari

p = 2c-u
c'= r * s

' ='*?:il=i['*]J

Gambar 51a

maka

p =,2 (r + s) -

; t'.;]

e = 2r+2s-

i, -t,

p = 0,43.r+ 1I8.s

Gambar 53

p=
f=

Gambar 51b
20

dalam.

Gambar 52

pemendekan dalam mm untuk sudut sudut 90o.


radius bengkokan dalam mm (r ( 5s
dan ) 0,5s).
tebal bahan dalam mm.
21

1.4.3 Mencanai pelat


Maka panjang bentangan dari profil
,,

lr.ll

,, l;rl
'i:,,:;,
,i..1

:):.:;,j'
r i:,i:,

l:;':'
.

'1i1r,'
,tl I

ri.)\-.
;i;,1
i..l

'

'ii,,,
t;[t
]

'.

i;"1
:1
r

'l

.jiiI

l):.'i

rr'

i, r,

,.'i,
ir ii'

Jumlah dari ukuran-ukuran luar

20+2.8= 86 mm.
Panjang bentangan L = 86 -

30+ 2.

p=0,43.r+1,48.s

4. p
Gambar 54

geraknya saling bertumpukan dan


(gambar 57).

75,78 mm

rol pembengkoknya

berada dibelakangnya

Rol bawahnya disetel vertikal pada ketebalan pelatnya dan rol belakangnya pada radius pembengkokannya.
Bila sebuah dinding silinder yang tertutup telah dicanai. ia harus dikeluarkan dari canainya. Karena itu rolnya yang atas harus dapat dibelokkan

Perhitungan yang menghabiskan


waktu ini dapat dihindarkan dengan
rnempergunakan diagram 1, dengan
mana pernendekan (p) dapat ditentukan untuk pembengkokan sudutsudut 90o dengan radius pembengkokan yang kecil, r ( 5 s (gambar

(gambar 58).
Untuk mencegah supaya ujung-ujung pelat tetap lurus dan pada saat menaiki rol belakang terjadi lekukan, sebelum pengcanaian dimulai, ujungr.rjungnya harus dibengkokkan terlebih dahulu (gambar 59).

55).

Gambar 55

ri.,
',

Untuk pembuatan pipa-pipa, badan-badan ketel dari pelat, dipakai sebuah


canai ( gilingan ) pelat. Canai pelat yang rol atasnya berada di tengnh-tengah
di atas rol+ol bawah (gambar 56), hanya cocok untuk pelat-pelat yang tebal.
Pelat-pelat yang tipis akan mudah membengkok pada canai yang begini,
karena memberikan terlalu.sedikit gesekan, jadi akan selip.
Karena itu, kita menggunakan elnai pelat-pelat yang tipis yang rol-rol peng-

P= 0,43 .2,5 + 1,48. L = 2,555 mm


L = 86 - 4. 2,555 = gg - .1O,22 =

;*t

!i,' ii: '


:.'t.'l

pdda gambar 54 ialah

,;..

liif
i
','1.1,.

lt
I
I

I'
I

Gambar 86

!s

Gambar 57

E4
B

a
!

9r
o
[,
E

12s,

r.dlu5 p.mbangkokan l dalam mm

56

Manantukrn porpandckan
untuk mqmbcngkok
.n rudut{udut goo (r <5 r cn >0,5 3),

22

Gambar 59

23

yang bulrt
Gelang-gelang dibengkokkan sekeliling sebuah sebatang baia
(duri), setelah ujunguiungnya dibengkokkan terlebih dahulu (gambar 64|.
Bila bahan:bahan yang pipih harus dibengkokkan pada sisinya yang tidsk

(duri) itu
lebar, tidak dapat dilakukan begitu saia sekeliling baia btrlat
(gambar 65).

Gambar 60

Gambar

6l

Pembengkokan pendahuluan ini dilakukan dengan tangan, umpamanya


dengan pukulan-pukulan palu, bila letak pelatnya terjungkir antara rol-rolnya.
Dengan sebuah canai berrol empat yang modern, kedua ujungnya dapat
dicanai juga, tanpa melepaskan pelatnya (gambar 60).
Pinggiran yang dibengkokkan pada sebuah talang atap, disebut keral.
Keral ini paling mudah dapat dihrat dengan mesin keral (gambar 6'l ).
Gambar 63
1.4.4 Membengkokkan batangtatang dan profilprofil
Benda-benda kerja sederhana

dari bahan yang tipis dapat dibengkokkan

dengan tangan. Maka biasanya bahannya dijepit keras di dalam sebuah ragum
dan kemudian dibengkokkan dengan tangan atau dertgan pukulangukulan
palu (gambar 62).
Bahan yang tebal tidal6 dapat dibengkokkan seperti cara ini, kecuali kalau
dipanaskannya.

Gambar 64

Gambar 62

Bila benda-benda kerjanya kurang sederhana sampai sangat rumit, maka di.
pergunakan berbagai alat bantu dan mal, kadang-kadang dipikir sendiri oleh
tukangnya (gambar 631.
24

Qmbar 65

t.i

;t

,t1

;,,:,. ti1.

l,'!it11l

j'

profilnya ( lihat tabel Iurir )


Maka lapisan ndtralnya menuiu titik brat dari
profil
dapat dilihat pada gambrr
baia
Radius pembengkokan minimlm untuk

itit

68.

rrb

r*qsb

L,

il

,'

Gambar 68
J

il

Gambar 66

protll
Rldlus pombengkokan mlnlmum untuk baja

t.C.5 frienggutung

Gambar 67

pegas

tari[ aan pegs tekan dengan tangan

dan iumlahnya tidak terlalu banyak'


Bila tidak ada syarat-syarat yang khusus
dengan'mudah dibuat dengan tangan'
pegas tarit dan pegas tekan itu dapat
duri penggulung yang berbentuk
Baia pegasnya dibengkokkan dengan sebuah
potong kayu pada sebuah
engkol. Duri penggulung itu dijepit antara.dua
ditusukkan ke dalam lubang yang suai'
ragum. Satu ujung dari iaia pugt'nyt
(gambar 69)'
yJng aoa pada duri p"ndgutung tadi
dengan satu tangan' tangan yang satu
diputarkan
penggulungnya
duri

Bila

(gambar

70)'
iajt ptgasnya pada kisar yang dikehendaki
kembali
memegas
sedikit
Oleh karena pegas itu,'kirena kekenyalannya
ambil 0'8-08 dari diadilepaskan, untuk diameter durinya kita

lagi dapat menghantar

Tegangan-tegangan dalamnya meniadi sedemikian besarnya, sehingga bahannya membalik dan sisi yang pipihnya akan tergeletak di atas duri tadi. Gelanggslang demikian, seperti gelang-plang dari besi siku pada sisi luarnya harus
direnggangkan dengan pukulan-pukulan palu (gambar 66).

Dengan memukulnya lebih atau kurang keras, banyak atau tidaknya,


radiusnya dapat dibentuk dalal batas-batas yang dikehendaki. Akan tetapi
mudah kiranya, kalau gelang seperti ini dipanaskan dahulu sebelum dibengkokkan, maka bahannya akan lebih mudah diubah bentuknya.
Kelukan-kelukan dari baja profil dengan flensanya yang berbaring ke
dalam, hanya dapat dibengkokkan dengan tangan dalam keadaan panas, sekeliling sebuah mal pembengkok.
Keriput-keriput yang mungkin terjadi, harus dipukul rata sedemikian rupa,
sehingga bahannya melantak pada sisi dalamnya dan tidak melipat.
Bgja siku, baja ,,T" dan baia .,U" sebaiknya kita bengkokkan dengan sehrah canai yang cocok untuk itu yang beralur (gambar 67).

26

pada waktu
(gambar 71)'
meter dalamnya pegas itu
tekan dapat
selesai' ujung-ujung dari pegas'pegas
pengglungan
Setelah
mata'
rata. Pegas'pegas tarik dilengkapi dengan
diasah

Gambar 69

W
Gambar 7

27 ,

,.'',

.#
,?.

qlrr'- r/,r4rry-'!E44urn\

:"

:'i

r.

.r.

i{' lir,i,!1,.{ilir)r

:' I Y'"*i'rpI]f

Pipa-pipa yang berdinding tipis dan diameternya kecil, dapat dibengkokkan


sekeliling mal pembengkok dengan tangan, kalau dinding pipanya ditopang

daridalam (g6mbar 72).


Bila pembengkokan pipa-pipa itu sering kita lakukan, maka lebih baik kita

'rl-

ir'rrr :iir:::,

: '|{i i,.

Pada alat-alat pembengkok pipa ini, untuk diameter pipa dan iari.jari ( ru.
dius I pembengkokan, harus dipakai sebuah rol pembengkok lain, dan kalau
perlu, sebuah duri yang lain.
Jari-jari pembengkokan paling kecil untuk pipa-pipa, dapat anda lihat
pada tabel 1.

pergunakan alat pembengkok pipa.

Umpamanya, pipa'pipa itu dapat kita tarik sekeliling sebuah rol pembentuk
rol pembantu (gambar 73). Jadi pipanya ditopang pula dari
luar.
Lebih baik lagi sebuah alat pembengkok pipa, di mana pada waktu pembengkokan, pipanya ditarik sepanjang sebuah duri penopang (gambar 741.
denEan sebuah

Gambar 75

Fadlus pmbengkokan

T.b.l I
r mlnlmal untuk

plpa.plpa dalrm mm.

b.h!n dlrl plp.ny..


dl.rrctor plpr
Gambar 72

d drLm mm
6
E

t0

brJr

dalam mm
5

Gambar 73

t5

trmbrgE
dalam mm

kunlngan
dalbm mm

t5

l0
l5

r drlam

l0
l5

l5

25

25

30

mm

20

30

35

50

t5
20

25

60

30

4t

7o

3t

60

EO

30

10

75

r10

10

50

lz

paduan-Padu.

20

16

to

alumlnlum
dalam mm

35

t8

28

t0

12

11

25

30

30

35

45

60

20

90

tStt

105

t60

29

latrr:jpi:'.',,, lri,:ll'ii{1..

i,

.. \',r*

Untuk dapat menekuk berbagi ketebalan pelat, balok pembengkoknya harut

1.4.7 Penekukan taiam dari Pelat

,Arti

;;;

pelalsetaiam'F,iam'
dari penekukan talam ialah pembengkokan bahan
pelat
dipakai sebuah
menekuk
;pil;;s sebuan saris lurus' Untuk

bangku (mesin) tekuk (gambar 76)'

yang dipasang

Pelatnya diiepit di atas meia rentang oleh mistar tekuk


sisi mistar
pada balok atas, setelah mana pelatnya dibengkokkan sepaniang
(radius)
bengkokan
tekuknya oleh balok_pembengkok. oleh karena iari-iari
bangku tekuk
dari pelatnya tergantung dari bentuknya mistar tekuk' sebuah
ditukar'tukar
yang
dapat
harui dilengkapi dengan bbrbagai mistar tekuk

dapat diatur (gambar 78)

Menekuk dengan bangku tekuk merupakan pekerjaan yang cukup berat,


sebab balok pembengkokannya harus digerakkan dengan tangan; maka ketebalan pelatnya terbatas pada 2 a' 3 mm. Dengan demikian produksinya
rendah.

(gambar 77).

Gambar 78

-lngkan9

untuk mamballkkrn bal(


pafrbanlkok

Gambar 76

Gambar 77

30

31

vlv.tl( {

Tlbl

Fldomrn untuk.pam.gLian kemball d.lam d.r{rt,padr p.mb.ng*okan


tlku ( 90o}
p.meglstn kcmb.ll d.lrm dcr.Jlt

tn

t-0Jmm s-lOmm r-20lnm r-f,Orr--I-C,Orm

la

kunln96n
lcmbek

IJ
;r

I.rl-J.rl

bcngkok-

tembaga.

?,

r-3s
r*5s
f E

5
6

rrts
la5s

t
I

o
0

0
0

3
1

0
2

Gambar 8I

Gambar 80

kunlngEn
karr3

la

r-3s

lg5s
la

mcmsgrs kcmbrll

b.Jrluruk r:39
tE5s
brra

k.r.3

,E

rrSs
r-5s

7
9

5
7

12

5
6

3
4
7

2
5

0
0

3
4

2
5

5
7

3
5

Gambar 82
f a

prungEU

pukulan peBahannya ditekan ke dalam limas pembengkoknya dengan satu


pisau
(kantmes)'
Dengan
numbuknya, di mana dipasang pisau ping6jirannya
sudut
ber[agai
membuat'
pinggiran yang sama, sering dimungkinkan untuk
pada benda kerlanya (gambar 80).
pendek secara ber'
Kadang'kadang ditempatkan beberapa pisau pinggiran
terakhir
dampingan, sehingga produknya cepat diselesaikan sampai fase
(gambar 81).

Bilabahannyadibengkokkanmenurutsuatusuduttertentu,makaiaakan

(gambar 82)'
mdmegas kembali karena kekenyalannya

paJa bangku tekuk kita perhitungkan di sini dengan menempatkan tumpu'


jauh'
arr dari balok pembengkoknya sedikit terialu
yang dikehendaki'
Bila penyetelannya baik, bahannya akan berada pada sudut
kembali
pemegasan
pinggiran'
nya, setelah pemegasan kembali. Pada bangku

r-3s
r-5s
f-

r-3l
lo5s

l- t
alumlnlum r-3s
.
raSs
p.durn

paduan

Ar
M!

r*31
rErt
r-3I
f-Jl

I
5
6
4

I
12

I
2
2

itusudahdiperhitungkandenganmemperkecilsudutdarilimaspembengkok.
annya dan pisau PinggirannYa'
dan
Sudut pemegasan kembali itu tergantung dari radius pembengkokan
ketebalan bahannya ( lihat tabbl 2 ).
32

33

rr'.

r:..rlri:

'iirllr ir'.l

,,i

ll r.lr

. ::* r!' .lr,rri-riir, il

'

:!ili),irrji:..r rri:ii l: , ;r 'r : 3:.!iirlirl.;ill

'Y,*

Radiuspembengkokanyangpalingkeciltanparetaknyabahan,tergantung

ota meter. pon geboran

dari bahan dan ketebalan bahannya.

Iml,,

rnrn

lH,'noln"rnoo,

dalam mm

= tebal bahan dalam mm


Konstanta bahan tercantum dalam tabel 3.

Tabel

Konstant. bahln c untuk rmln psda p.mbengkokan

0,5

1,0

,,s

2,s

2,0

2,5

3'o

3'5

0,5-0,9

2,5

3,0

3'5

4,0

0,L1,2

3,0

3,5

4,0

4,5

5'o

4,0

4,5

5,0

5,5

5,0

5'5

6,0

7.0

6'o

7,0

0,0

2,0-3,0
3.0-5.0

tembaga

0,2 5

kunlngan lunak
kunlngan kotas
bala lunak

o,3o

Penerapan dari radius pembengkokan minimurn sedapat-dapatnya harus di.


hindarkan.
Hal ini disebabkan bahannya dibebani hampir sampai batas patahannya.
Radius minimum sebaiknya seperti yang tertera dalam tabel 5.

0,5
"lo0

baJa k6ras

0,60

perunggu

0,6 o
0,7 0

paduan-paduan Al
paduan-paduan Mg

I,00
2,00
3,0 0

Radtus pembongroran
I

Bila sebuah pelat harus dibengkokkan menurut radius yang sangat kecil,
pengadalah menguntungkan, bila hal ini dilakukan tegak lurus terhadap arah

I
I

I
\,

i!
i'
'I

tll,

pelat
dalam mm
tsbal

gilingannya.
Maka kemungkinan retak, meniadi kecil.
Bila pembengkokan itu harus dilakukan menurut dua a-rah'yang saling tegak
(gambar 83)'
lurus, produknya dapat digunting dari pelatnya pada 45o

0,3

0,4
0,5
0,6

o'8

l,o

1 i"

1,2
1,5
2,0
2,5
3,0
3,5

Gambar 8il

4,0
5'0

Unuk mencegah supaya sudutny'a di mana dua garis pembengkokaq saling


di sini
bertemu, tidak rusak, adatah baik untuk membor sebuah lubang kecil
radius
Diameter dari lubang kecil ini ditentukan oleh tebslnya bahan S dan
pembengkokan r ( lihat tabel 4 ).

'34

, ,.", o,"lloi'oln., un,r* pombenekokan

per.r

.llrmlnlum

paduan.

paduan-

paduan

piduan
alumlnlum

magneslum

',rr

sebelumnya.

garrs-garrs plmbngkokan

0,9o,5

1,2-2,0

konstrnta pombongkokan c

alumlnlum

:y11qffi@ffif;i$ri.:

radlus pombengkokan dalam mm

tebal bahan

= (onstanta bahan

sen9

;,1,

yang sallng bertemu

tmin = radius pembengkokan dalam mm

c
s

o",.r

i"

,1,5
1,5
2,5
2,5
I
4
&41,5
642,5
1062,5

song

porung9u

,
1,5
,1,5
1,5
2,5
2,5

kunlngEn
tombaEr

baja

0,6
0,6
0,6
1
I
1,5

0,6

0,6
0,6
0,6
0,6

0,6
1
1

641,5
t0
10
.r0
15

4
4
6
6

1,5

2,s
2,s
2.5

Pada tabel ini telah diperhitungkan radius-radius (radii) pembulatan pada


mistar pembengkokan dan mistar sisinya ;

r=

0,6; 1,0; 1,5; 2,5; 4; 6; l0;

lS mm
35

T.b.l

1.4.8 Pembengkokan taiam dari bala profil

Bila dari baia siku harus dibuat sebuah kerangka dengan sudut-sudut yang
taiam, maka harus digergaiinya suatu sudut dari flensa yang menggletak
(gambar &4).

Sudut ini digergali sedemikian rupa, sehingga bahannya hanya dibengkok'


kan pada flensa yang berdirinya saia. oleh karena sisi dalam dari flensa yang

,arrk X dalam mm untuk pembengkokan tajam dari bala profll


sudut
palTF

sudut sudut
P6n9- p.m-

tebal tlonsa s dalam mm

bno. - gofAs- bukatn


d
kokan O
dalamo dalamo dalamo

anlrn

20
30
4t
60
75
90
ros
120
135
150
160

10
160 2,8
'15 150 2,6
22,5 135 2,4
120 2,1
30
37,5 105 I,E
45
90 r,6
52,5 75 r3
60
60 1,1
67,5 45 0,8
75
30 0,5
80
20 0,4

l0

1,2
39
3,5
3,1
2,7
2,&
2,0
'1,6
1,2
o,E
0.6

5,5
5,2
4,7
1,2
1,7
3,t
2,5
2,1
1,6
l,l
0,6

6,9
6,5
5,8
5.2
4,5
3,9
3,2
2,6
t'
1,3
0,9

E,4
7r8
.7,1
6,3
5,5
eJ
3,9
3,2
2,1
1,6
1,1

11,2 l/3,0
'10,5 t3,t
9,5 i1,0
E,4 10,5
7,1 9,2
6,3 7,8
5,3 6,5
4.2 5,2
3,2 3'
2,1 2,5
1,1 l,!

Gambar 84
Nilai-nilai pada tabel 6 dihitung menurut rumus enrpiris (percobaan)

berdiri itu harus dapat melantak, sudutnya tidak boleh digergaji secara taiam.
Kaki-kaki dari sudut yang harus digergaiinya harus berimpit dengan garis
netral dari flensa yang berdiri itu dan penggergajiannya dilakukan sedemikian
rupa, sehingga flensa yang berdiri itu tidak rusak.
Maka bagian dari yang digergaji itu harus dikeluarkan dengan pahat (ditatah)
sepaniang X. Sudutsudut yang tersisa dari flensa yang menggeletak itu harus
seiumlah sudut B, yaitu sudut yang dibuat oleh baja profil setelah dibengkokkan.

Jarak X yang besqrnya tergantung dari sudut pembengkokan B dan tebal


flensa S, dapat dilihat dari tabel 6.

x=-

s.7r.0
860

mm

Yang dalam prakteknya brnyata sangat memenuhi syarat. Tabel itu dapat
juga dipakai untuk profil ,,U1'dan pr,ofil ,,T".

1.5

Meregang dan melantak pinggiran

1.5.1 Pendahuluan
Berbeda dengan penekukan pelat sepanjang garis lurus. pinggiranpinggiran
yang ditekuk, tidak dapat sebarang lebarnya (gambar 86).
Di sampingnya peregangan dan pelantakan dari bahannya pada tempat
radius pembengkokannya, daerah pinggirannya juga harus meregang atau melantak. Dengan demikian maka pelatnya bertambah tipis pada daerah pinggiran ini (gambar 87), atau bertambah tebal (gambar 88);

--t
I

Gambar 85
36

.-l

.-.-.F.-.---.- i

,i
vs,,,w,uvq

Gambar 86b

37

rl'q'';t;f,'",f'fftf ffii:

nr -.1.,.?{ }r! ritillii llr,r!i!

Gambar
Gambar 87

91

Gambar 92

Kesukaran pada pelantakan ialah selalu harus menumpuk bahannya yang berlebihan pada pinggirannya, tanpa pelatnya terlipat dua (gambar 90).

Pada pinggiran-pinggiran yang tidak lebar yang melantakkannya dalam

Gambar

beberapa fasa, kesrkaran ini tidak begitu terasa.

1.5.2 ltlleregang dan melantak dengan tangan

Bila pinggiran itu tidak terlalu lebar. peregangan itu biasanya tidak banyak
menimbulkan kesukaran. Pelat itu diregangkan dalam beberapa tahapdengan
palu bagian yang lancipnya (gambar 89).

Tetapi pada ping$iran-pinggiran yang lebar, pelatnya cenderung untuk menggelombang. Yang paling baik ialah, gelombang-gelombang itu kita buat sendiri
,
supaya kecil dan teratur (gambar 92).
Dengan memukulnya rata gelombang-gelombang kecil itu, teriadi pelantakan.pada daerah pinggiran itu (gambar 931. Dengan rnengulanginya pengerlaan
ini beberapa kall, dapat dilantak pinggiran-pinggiran yang agak lebar.
Pada waktu pemukulan, pada bahannya terjadi kekakuan. Oleh karbnanya
maka perlu sekalimemijarkan pelat itu sewakturraktu.

ll

Gambar 89

I,t

Gambar 93

t:

ii

i
1.5.3 Merin*nesin peregangan dan petantakan

t'
:

I'

Gambar 90

38

Di bengkel-bngkel pengerjaan pelat, di mana terdapat banyak pekeriaan pe'


regangan dan pelantakan, dengan menggunakan mesin'mesin peregangan dan
pelantakan, dapat diperoleh penghematan waktu yang sangat banyak (gdmbar
94).

39

It4esinrnesin

ini

memiliki sebuah penumbuk yang bergerak naik-turun

1.5.4 Perhitungan derajrt perubahen

udara intara torak penggerak dan torak kerja, dimungkinkan pengaturan pe-

Di bengkel peilu diketahui, berapa

200

- @0 kali tiap menitnya. Dengan perubahan tingginya dari bantaran.-

benuk

% derajat perubahan bentuk pada

waktr
itu lebih besar. daripada
regangan bahannya, akan terjadi keretakan, kalau benda-kerjalya
daranr

regangan dan pelantakan yang teliti. Gambar g5 memperlihatkan


sebuah.
kepala peregang, khusus.untuk pinggiran -pinggiran.

peregangan dan pelantakan. Bila perubahan bentuk

antara itu tidak dipijarkan. Derajat perubahan B dalam %


untuk pelantakan
perubahan bentuk dalam %

B=100.+:l

panjang asalnya
panjang setelah pelanta kan.

Gambar 94

Maka dari gambar gT.dapat dihitung

r.2.r -r.2k-bl

B = 100.

n.2.

B=lfi). r-(r-b)
r

=loo. r-r+b
f

Gambar gS

:,

Gambar 96a dan gambar g6b adalah kepala regang dan kepala lantak, dengan
mana dapat diregang dan dilantak baik di tengah, maupun dipinggiran sebuah
pelat.

cara kerianya kepala-kepala ini berdasarkan pembalikan lamel-lamel


yang divulkanisasikan di dalam karet.

baja

= 100.9
r

Gambar g7

Derajat perubahan bentrk dalam % untuk peregangan

l., B = derajat perubahan bentuk dalam %


B = 100. _: .
l,I = panjang asal
l.
,, = panjang setelah peregangan
'
l^ _

Dari gambar g8 kita peroleh

,,1

,jt
"{l

= 100.

tr:2 lr +-bl -

n.2.r

,.ll

,,

,rl.1:

fi

B = 100.

(r+e1
r

100.

!
f

;.1
Gambar 96

-t

r' 2. r

mff
Gambar gB

Jadi derajat perubahan bentuk B dalam % selalu 100


kali lebarnya pinggiran

40

41

yang diubah bentuknya, dibagi iari-iari asalnya

F = deraiat perubahan bentuk dalam

b = lebar dari pinggiran yang diubah bentuknya

mdaram06
Pembuat6n

Alur-alur

ini

ontl tt.3

dalam mm.

; = jari-jari asal dalam

1.6

rol

mm,.

Flrt d.rgrn rlur-

alurrlur penguat dan alur-alur pembatas

digunakan untuk penguatan (gambar 99), dan/atau untuk

Gambar 101b

pembatasalr (gambar 1(X)).

Alur-alur ini dapat dibuat dengan sebuah mesin pengalur (gambar 101). baik

pada pelat-pelat rata, maupun pelat-pelat lengkung.

...-+-

Gambar

I
I

+]_G----+

102 ' lf-t

Mesin itu dilengkapi dengan duabuatr rol yang dapat ditukar-tukar, di mana
dibuat profil dari alur yang dikehendaki.
Bila pada waktu pemutaran rolnya yang atas disetel perlahan-lahan, alurnya dirol pada pelatnya seLara berangsur.angsur.
Kalau letak alumya berdekatan dengan pinggiran, sewaktu memotong
pelatnya, harus diberi tambahan untuk pengerjaan.

Gambar 99

Terladinya alur terutama dengan pembengkokan pelatnya (gambar 1021.


Gambar 100a

Gambar 100b

Gambar 100c

Alur-alur yang letaknya agak jauh dari pinggiran, terjadi karena peregangan
bahannya. lni berarti, bahwa kedalaman t .(gambar 103), harus terbatas.
Lihat tabel 7.

"W{-r+-]

Gambarr(E

ii
,l

,l

Trb.l

Ukunn-ukuran dalam mm datl aluT-alur ganguat

r+oJ
J,

Gambar 101a

42

lz

rto3:

2
2$

rJ
I

3
1 6
45Et012
"'tt41
1,5

t0

43

::qlFr

Alur-alur dapat juga digunakan untuk pengelasan pelat tipis (gambar 104).
Dengan mesin pengalur itu dapat juga dibuat pinggiranpinggiran yang diisi
dengan kawat, seperti terdapat pada ember (gambar 105), dan pinggiranpinggiran yang miring dan lurus (gambar 106).
Rol-rolnya mudah dibuat, sehingga dapat diperoleh berbagai kemungkinan.

r_firrt
Gambar 104a

&

108).

'il
J
f--

Garlbar

Gambar 104b

nya yang terbudt dari pelat.


Juga pipa-pipa perapian disambung dengan kampuh-kampuh felsa (gambar

04c

c-_
,

Gambar 108a

-@_

It
l
rr'
r

Gambar 107

t,li

!I

Gambar 105a

Gambar 105b

Gambar l05c

Gambar 105d

Gambar 108b

ffi

Gambar 10Bc

Gambar 106

1.7

1.7.1. Pemfelsaan (pelipatan)

Cara yang banyak dipakai untuk menyambungkan pelat-pelat tipis, ialah


pemfelsaan (pelipatan), seperti di antaranya pada kaleng pengawet makanan.
Bila pada dua buah pelat telah dibuat pinggiran felsa dan dipukul pipih setelah dikaitkan satu. dengan lainnya, terjadilah kampuh felsa (gambar 107).

Seiak dahulu sambungan-sambungan kampuh felsa itu dibuat, seperti


tempat'tempat air, iambang-jambang, ketel'ketel, beiana'bejana dan sebalai 44

Sambungan'sambungan
Gambar 108d

Gambar 108e

Untuk perbaikan perapatannya kadang-kadang ikut difelsa lajur-lajurkertas.


kain atau karet (gambar 109).
Pada umumnya kita harus berusaha membentuk kampuh-kampuh felsa itu
dengan mesin. Pada pembuatan kampuh-kampuh felsa dengan tangan, akan
teriadi kekakuan karena pukulan-pukulan palu, sehingga kemungkinan sobek,

besar. Pada dasarnya kampuh-kampuh

itu terlebih dahulu harus dibuat


45

dengart melin dan bila perlu, kemudian diselesaikan dengan tangan (gamber
110).

-tr tr
v_

Ebarloe
Gambar
sambar

I12a
12a
1

Mesin pengalur

{ll

Gambar

112b

itu d6pat bermanfaat pada waktr

Gambar 112c
ll2c

pengerjaan

aral

(gambar

111).

Bahkan terdapst kemungkinan membuat rambungan*ambungan dengan


mesin pengalur, yang tidak perlu lagi dikerjakan lebih laniut (gsmbar 112!.

L
I

Pengembangan terakhir dari teknik pemfelsaan, terdapst diind$tri alat.


alat pembungkus. Di sini penyambunganpenyambungan felsa dari dasar dan
Oambar l10a

+crcmbcrrob

SE-gr-

otomatis.

( t8bal0,18

nengawet makanan, dilakukan sepenuhnya secara

--0,32 mm

Kaleng-kaleng yang telah diisi itu dipasang tutrpnya dengan mesin otomatis.
Mesin'mesin otomatii (otomatotomat) in i menghail kan beratus-ratus kaleng
tiap menitny.a.

-lErr

z%%
Erl.-lJ

badan dari kaleng-kaleng

-J"r':_
-l__{Ei

1.7.2 Mcrckrt (mengelem!

Seiak maiunya perekat-perekat arpus buatsn, perekatan logam.logam lebih


banyak lagi diterapkan,Perekat ini terutama dipakai untuk menyambungkan
paduan-paduan atuminium yang dapat dikeraskan (Al . Cu . Mg . dan Al- Mg.
Si ) untuk pelapisan badan.badan dan bidang.tidang pikul dari pesawat-pesa-

Gambar 110c

wat terbang.

Akan tetapi pemakaiannya tidak terbatas pada pad.r'anpaduan aluminium


dan magnesium.

Dapat dikatakan *mua bahan, seperti logam.logam non.ferro (bukan bepil,


baja, bahan.bahan keramik, gela3, kpret dan sebagainya dbpat dirambungkan
sesamanya dengan perekat.

Pada dasarnya hanya sambungan*ambungan yang mendapat bebanaerer

Gambar 1l

boleh direka. Sambungan*ambungan yang harus direkat itu harut dikonstruksikan bukan untuk dikeling atau dilas, tetapi untuk direkat. Bidang.
bidang rekatnya harus ankup bess'untuk dapat menahan tsganganlerer
(gambar 11'3 dan gambar 114).

46

1:|]':]l.ii:,.|rT't:j],:J::j1il.,1.,..i'.i...\,|,,:-"1{1i.'.';..l:f.,W.:

lr{i_! riirl:irriI.r.i,!r:Ii:iirl,ir,.rrri,rtirr:lriiririi'ii:r;}rI....:i!1r:.;i,r1rrn,!;}rlrltj

Oleh karena perekatan logam{ogam masih terus.dikembangkan, disarankan


untuk meminta petunjuk dari pengusaha pabrik.

il
il

1.7.3 MengBling
Paku-paku keling hanya masih berguna sebagai elernen-elemen sambungan

dari bagian-bagian konstruksi dan bagian-bagian mesin, bila penerapannya

Gamhar 1 14

Gambar 113

Dari percobaan-percobaan ternyata bahwa sambungan-sambungan yang di'


rekat itu dapat lebih kuat dari bahannya sendiri.
Bila lapisan arpus b,qatan itu tipis ( 0,051ampai 0,15 mm ), ia dapat menahan
tegangan geser sebesar 2 - 3,5 kN/cmz, tergantung dari jenis perekat dan
suhunya.

benar-benar lebih menguntungkan daripada sambungan-sam,bungan lainnya.


Pada sambungan keling terdapat beberapa kerugian yang besar. Bagian-bagian
yang akan disambungkannya selalu menjadi lemah oleh adanya lubang-lubang pakunya. Selain daripada itu tegangan pada sisa pematang-pematang
(dammen) bahan tidak terbagi rata, tetapi membentuk puncak-puncak tegangan di samping lubang{ubang pakunya (gambar 115a).

Jalannya tegangan pada sambungan-sambungan las adalah lebih baik


(gambar 115b), dan lebih baik lagi pada sambungan-sambungan perekat
(gambar 115c). Oleh karena itu maka sambungan*ambungan keling semakin
kurang dipakai.

Bila pelat dan kampuh perekatan harus sama kuatnya, maka


b.

ip"r"rat =

S'

do"r"o,

Kalar kampuh perekatan harus lebih kuat dari pelatnya, maka

g=

s'dot't'

10 +x

7
' .perl<lt

100

cm

Paku-paku keling yang ada dipasaran semuanya telah dilengkapi dengan

hrah kepala lantak. Kepala tutupnya dibentuk dari

o pelat =

se-

sgbagian tangkainya

(gambar 116).
:

Paku-paku keling dengan kepala bulat dinormalisasikan rnenurut N 667,


halaman 185 dan yang berkepala benam msnurut N 669, halaman 186.

lebar kamPuh Perekatan


dalam cm.
tebal 'Pelat dalam cm
tegangan tarik yang diiiinkan
pada pelat dalam kN/cm2

Kita memakai perekat-perekat yang Sangat tahan kimiawi dan sama sekal i
netral terhadap logamnya. Perekat-perekat ini tidak akan usang dan tahan
terhadap udara. Sebagai dasar kebanyakan dipakai arpus fenol. Tergantung
dari pengerjaannya, perekat-perekat ini dapat diperoleh dalam bentuk batang-

an, serbuk atau cairan.

Permukaan-permukaan yang akan direkatnya tidak perlu dibuat kasar,


tetapi harus bersih dan bebas dari gemuk.
Bidang-bidangnya harus berimpit dengan baik dan tidak boleh bergeser.
Tekanan-tekanan kempa yang tinggi biasanya tidak diperlukan.
Perekat-perekat itu diolah dalam keadaan dingin atau panas. Pengerasannya
(polimerisasi) terjadi pada suhu ruangan atau di dalam sebuah dapur u$ara
sampai kira-kira 2oooc. Pada umumnya waktunya tergantung dari suhunya,
misalnya 14 jam untuk suhu ruangan dan 4 menit pada 200oC'
48

rt
%

E
F

Gambar 115

49

t
1

,i

I
I
I

.-ryrTrix
ls: ji:l!.

-!tl':

f*_1i

i{
:{

Gambar

116

Paku-paku keling kecil ini dapat diperoleh dalarn baja, tembaga dan aluminium. Semua paku keling dapat dikelingkan ecara dingin, kecuali paku-paku
keling baia di atas 8 mm. Paku-paku kellng ini harus dikelingkan dalam keadaan memijar. Pemmasannya dapat dilakukan secara baik di dalam sebuah
alat pemanas paku keling t*ranan (gambar 1 17).

Sampai ketebalan 10 mm, paku-paku keling itu dapat dikelingkan dengan


tangan.

Bila paku-paku keling itu lebih besar, maka pengelingannya dilakukan dengan
sebuah palu udara (gambar 118), atau dikempa oleh tekanan air (gambar 119)'

Gambar 118

Kalau kepalanya dalam satu gerakan dikempa pada waktu pengelingan


itu harus tetap ditekan sampai

panas, maka paku keling yang masih panas

cukup dingin
Hal ini mencegah supaya tangkai yang piiar itu tidak terlalu banyak meregang,
sehingga bagian-bagiannya tidak cukup saling menarik.

ii
it
:l

fl

Gambar 119
Gambar 117

5l
50

Iri:lir

e/4"-2/

Untuk paku'paku kelin! yang pengelingannya dilakukan dengan tangan,


kita ikuti bagan kerja dari gambar 120.
Gambar 120

to

1.2

t2

1,1

fr-

reK

t.o
f5
10

J.1

la
1.t

t.7

io

5o

6.5

6.O

a5

26

too

ro.5

5.J

r.o

ht

'@

s'
3,0

o.z d

hr

ro,o

o,r d

## #

(-7 \--7
zso

TJ

1,6

l,:

1,2

lot

[:

d1

2.,.6

$'

0-

d3

d2

10
n80

it

l--25

20

2.0

2,3

300

[:

r,6 d

3,:

,o

5,0

iuo

!o.o

6.(

Gambar

z.od

700

1000

2soo

4ooo

T.b.l

Hubungrn.nt rl dlrm.t r k.llng d.ng[n


k trb.lan palrt

,itlffijil,

k't'brlrnP'r't

ro,o

1,0

0,c.o,6

112

0,4,7
0,5.o,8

,50

111
1r7

20

0.7-l,i

2,3
2,6
9,0

0,81,3

r50

2.1

!.5

4,O

200

5.0

6,0

O,O

500

Paku keling dilantak dan mombentuk.wal


kepala tutup
alat Pambgn- ot.oj
-

%@a i

<<<s(#

l$'..uo"n"n _l
Kopala tutup disol6salk.n d6ngan alat pom.
bentuk keoala tutuo

600

l2l

Untuk pekerjaan pelat dan konstrusksi dapat dipakai keterituan d = 25 unuk


menentukan diameter paku kelingnya. Hubungan antara diameter paku keling
dan ketebalan pelat untuk pakupaku keling kecil, tercantum pada tabel 8.

massa palu pengellngan dalam gram

:0t 20

tqk kepala il.

it

r45

4k
It

r,O d

Pel.t-pelat dltarlk berimplt d6n9an pengangkat


Kepala lantak dltahan dengan penahan

52

4 Pada waktu pengelingan pana, kulit oksida dari tangkainya dihilangkan;


5 Pada waktu pengelingan panas, paku keling yang telah dikelingkannya
masih cukup panas untuk menarik pelat-pelatnya berimpit rapat sekali,

massa penahan dalam gram

6oo

Memasukkan paku kellng ke dalam lubang

t,

3 kepala tutupnya dikeling sepusat dengan tangkainya;

6..10

Mengkorek

It

letak lubang{ubang piku keling sepusat;


Paku kelingnya sama sekali memenuhi lubangnya;

perkakas.

"k

2,6

Pembentuk kepala yang ideal untuk pakupaku keling kecil digambar padr
gambar 121. Untuk berbagai ukuran paku keling hanya diperlukan beberapa

Membor lubanc

s'

;tit],flt$ij't ;*{iiillll

Selanjutnya untuk sambungan keling yang baik diperlukan sekali suprye

2
-.8

-ir:ii

0,6.0,
l.,Gl,5
1,2-29

1,,-'23

3,5
4ro

1,U2,5

5,0

2'0-t,2

60

2,}-rp

8,0

3,O-5J

t0,0

4,17,0
63

vrlilltl;lirr!

il.lir lli:li:iqrltilr':ji:|.$x t,rl

Tlrj,rt.ilii,.1 i,,{li'r,.lllrlliirt,1.i,1filiii+iw,,l

2. MENEMPA

Gambar 122

Gambar 1?3

2.1

Pendahuluan

Di bawah pengaruh dari tarilan, tekanan dan bengkokan, rogam{ogam berubah bentuk. Perubahan bentuk ini dapat terladi dalam keadaan dingin auu
panas (dipat diremas). Perubahan bentuk ialam keadaan
,"n*, J -.n.
strukturnya kurang menderita, kita sebut menompa.
semua logam yang dapat diremas pada ruhu di bawah titik lumernya,
dapat ditempa. Sewaktu perubahan bentuk dalam keadaan pana, tidak
terjadi kekukuhan. Bahannya tetap dapat diremas, lni hanya mungkin pada
suhu
penghabluran ulang (rekristalisasi).
suhu ini berbeda untuk tiap logam, sehingga suhus0hu penempaan punber.
beda.

Dapatnya baia bukan paduan dibmpa, berkurang karaq kadar karbonny'a


bertambah. untuk .menemoq ienis-lenis baja paduan adatah perlu sekali untuk
mentaati peraturan-peraturan dari pengnrsaha pabriknya, jika kitg ingin mencegah kekecewaan.

Baja tidak boleh ditempa di baw*r 4oooc, maka ia ,,rapuh beruvarna biru,,
(gambar 125).

'

Gambar 124

,{.
,19

i:

,i1
f,i

,l'

Pengelingan dapat dilakukan dengan tangan, dengan palu udara aiau kempa
hidrolis. Ada juga mesin-mesin pengeling yang bekeria secara otomatis.
Supaya paku kelingnya tetaP sederhana, kadang-kadang paku kelingnya sendiri dipakai sebagai nipel $lubang (gambar 122).
Bila pada waktu pemasangan pelat.pelat, paku'paku kelingnya hanya dapat
dicapai dari satu sisi, kita pakai paku'paku keling terusan (gambar 123),atau
paku-paku keling
atan paku-paku keling yang mengembang (gambar 124).

iepit

Kalau baja dipanaskan di atas IZX).C, ia ,,terbakar,,. Maka baia itu tidak
dapat diperbaiki lagi.
Dengan penyerapan zat asam dari udara, terbentuklah kulit besi pada baja
yang pijar itu. Kulit besi ini mudah dihilangkan.

t
o

Gambar 125
o^

54

56

\II

.l]:f)|i,".ti.ii,1'l;],t1!..:1']::...l|.|.lijll:}ltl9ttltlttiLl,,

2.2

Memanaskan benda-benda tempaan

hmanasan yang dahulu biasa dilakukan di dalam api yang diopak dengan
batu bara (gambar 126), makin lama makin terdesak. Sekarang banyak
dipakai dapur-dapur tempa yang diopak dengan gas atau minyak (gambar
127). Suhu yang diinginkan dengan ini dapat lebih baik dan lebih mudah

. Benda-benda tempaan yang basar seluruhnya dapat dipanaskrn dl dllm


dapur-dapur yang cocok untuknya.
Selain daripada itu, dapurdapur ini jauh lebih bersih.
Suhu penempaan untuk berbagai logam, dapat enda lihat dalam tabcl g.
T.bal

suhuuhu tcmpa tlelamoc


ruhu tcmpr'dalam

oc

t.r.ndrh
brr. buk.n paduan (016 !6c)
b.l. buk.n p.du.n (0,6 - l,5.ttc)
bda paduan ($ran darl penyrlur)

600

500

r20

500

r00

450

350

420
400

3E0

l,tn

350

300

Al

310

210

300
150

220

sl

lru- mg
Leu - zn-

B.du.n- fugprdurn {
mrgn$lum [Mg-

'95

6so

lat - uslnt -- mn
D.du.n- lel- cu
p.durn t et - cu rlumlnlum lru - cu-

Gambar 126

E50
E50

parungou

,2Al

r00

I 100
t 100

850
850

trmbaga
kunlngan

.lumlnlum

12 00

",)

d
Mg

650

360

Patlurn'

p.durn r.ng
a.ng

r00

2.2.1 Piromeer

Untuk memanaskan dapur dan benda tempaan pada suhu yang ditentukan,
maka.suhu ini harus dapat ditetapkan juga. Termometer yang biasa, tidak
cocok untrk ini;
Yang cocok ialah diantaranya pirometeroptis (gambar 128);cara kerianya

Gambar 127

67

i{

irn J ir'r'irltlill
' ,,1

!t

,il

,',
Gambar 130

berda$rkan suatu prinsip, bahwa sebuah lampu 220 volt menyala dengan
warna pijar yang lebih gelap, kalau ia disambungkan pada lfi) volt. Pada
sebuah pirometer optis, kawat pijar dari sebuah lampu dapat berpijar dari
merah ara sampai putih'menyilaukan dengan bantuan sebuah pengdntar
tegangan yang dipasang di dalamnya.

ri
lll
ril

ili,

.;' ,'

'1,

l'ir,
r,'rfiil
i'l,tit,,J'i,

1iffiffi1:
iliilril)i,iil,'
ldflIflilfr!,w
ti

lilit4 I It I ilt ;

;w[i:iltiI
N

lr

rifl[ lr ]il lilil'l


ilil.ffiirillltN|ll

fll

frlililrlillli Ulill

lillil}lJ I I llil,

Jffi]]ffi,ff

M'lli,il
'11,1

I,

tl

Memakai kawat-kawat yang mahal ini untuk seluruh panfang dari elemen

panas sampai alat ukur, tidak diperlukan.


Elemen pemanas yang dilindungi oleh sebuah pipa porselen, dimasukkan
ke dalam dapur dan alat ukumya bergantung pada iarak beberapa meter
pada dinding, dihubungkan dengan kawat-kawat tembaga. Keseluruhannya,
yaitu elemen pemanas penyamhrng dan alat ukur, harus ditera bersama-sama'
Pada pirometer-pirometer termo-elektris terdapat kemungkinan untuk
mengatur dapurnya pada suhu tertentu. lni terutama ditsrapkan pada dapurdapur listrik. Maka jarum yang dari pirometer (voltmeterl termo'elektris
itu dihubungkan pada sebuah sakelar mikro untuk arus kemudi yang melayani

sakelar utarnanYa.

l,ill

ri"

Bila warna pijarnya lampu itu kita sesuaikan dengan warna piiar dari benda
oC
pada sebuah pembagian skala'
tempanya, kita dapat membaca suhu dalam
Lampunya dipasahg di dalam sebuah teropong kecil, di mana kawat pijar'
nya muncul pada latar belakang objek yang diukurnya.
Pi ro meter-pi rometei i n i cocok u ntu k suhu'suhu 700-2000o C.
Pironnier termo-elektris bekerja menurut prinsip yang berbeda sama
sekali (gambar 1291. Cara kerianya berdasarkan pada sifat, bahwa kalau
tempat sambungannya dari dua b,uah kawat logam yang berbeda, dipanaskan,
teriadi perbedaan tegangan antara kedua uiungnya yang dingin.
Besarnya perbedaan tegangan tergantung dari perbedaan suhu antara tempat
pengukurannya (sambungan yang panas), dan alat ukurnya (sambungan
yang dingin).
Suhunya dapat dibaca pada alat ukumya, yang pada kenyataannya meru'
pakan sebuah alat ukur volt (volt meter) yang teliti.
ini copok untuk suhu-suhu antara 100 180OoC. Sehubungan dengan ini, harus dipakai kawat'kawat loga,m yang.
tahan panas, misalnya platina ( - ) Oan platina 'rhodium ( + ).

W
W
W
W

K
W

W
Gambar 131

fl

,l
,.!,

0
s
t

oduk

,fl

trng plplh

il

t.ne bulrt

panakan bawah
trnig burur iangkat

tr

Pahna bawlh

',.--m,*

t.ng cakar

trne rlku

+t

R.R

L1

cagtk pambangkok

ffi
If
'

,.mbat

tang

c.krr t rg
,'

Gambar 132

tang

kulu
Gambar 133

58

60

2.3

2.4

Ferkakas tempa

Pda waktu menempa, bahan yang dipanaskan itu diubah bentuknya dengan
prlkulan-pukulan palu. Sebagai penopang dari benda'tempanya biasanya di'
pakai sebuah paron dengan sebuah tanduk bulat dan tanduk bujursangkar
dan sebuah hrbungan lantak (gambar 1il)).
Masa dari sebuah paron ialah 100 a' 2fi) kg.
Masa dari sebuah paron tempa harus sesuai dengan tebalnya benda kerla.

Perhitrngan bahan ymg diperlukan

Sehubungan dengan kalkulasi aral, bahan yang dipakai perlu diltitung dahulu,
untuk ini kita bertolak dari persamaan :

Maka

Sebuah palu yang berat merubah bahannya sampai ke dalam intinya.

Oleh karena itu maka sorang tukang tempa memperoleh bantuan dari seorang pembantu yanb menangani sebuah palu besar.
Selain daripada palu tempa dan palu besar, seorang tukang tempa masih
rnomgrnyai seperangkat palu'palu lain, dengan mana ia tidak memukulnya,
tetapi menunlukkan apa yang harus dipukulnya (gambar 131).
Selain daripada itu, ia masih mempunyai beberapa alat pembahtu yang dapat
dipasang pada paronnya (gambar 132).

Vl = volume asal
V, = volume setelah ditemPa

V1= v2

lr. A, =

V,

ll = panjangteoritis
Ar = PenamPang asal

v2

dan

l.,A1
=--

Panjang teoritis 11 harus ditambah dengan kira-kira 10


kehilangan karena terladinya kulit besi.

Untuk memegang bahannya yang panas, ia pakai beberapa tang yang di'
sauaikan dengan bentuk benda'tempanya (gambar 1llill.
Biasanya tukang tempa itu masih mempunyai sebuah blok landasan juga
untuk keperlumnya ($moar 134).

l*=

1,1

v,
J

lk =

untuk mengganti

paniang kasar dalam mm


yang d iperlu kan

V, =
A,=

volume setelah ditempa dalam mm3


penampang asal dalam mm3

Contdt :
Maka panjang yang diperlukan untuk benda tempa dari gambr 135 ialah

It =
t1

i;

t'sN
\.<ul'

i,,t,

i"
.,

','i
1,1

,.

H#=

Esmm

Gambar 135

.,;,1:l

'

V,

il

j$ffi
o,;

,:'i
i,

, :lii
ir
Gambar 134
60

2.5

Mesin palu tempa

Supaya hasil pukulan menembus sampai ke dalam intinya, bobot dari palunya
harus bertambah dengan bertambahnya luas penampang dari benda-tempanya. Oleh karena itu maka untuk benda-benda tempa yang berat, terpaksa
kita menggunakan mesintnesin palu. Pada pengeriaan masal dari suku*uku
bagian yang berukuran kecil, mesin-mesin palu itu dipakai untuk meningkat'
kan produksinya. Mesin palu yang paling tua ialah palu tangkai (gambar 136)'
Palu yang dipasang padd sebuah tingkai kayu, diangkat oleh keping bubungan
dan jatuh oleh karena bobotnya sendiri.

6t

'

.i:.i

.,

i;,

"iir

ll

,t'

Mesin-npsin palu ini msih dipakai hanya pada porusahaah?erusahaan kecil


untuk mnempa barang-barang kecil dalam jumlah banyak, seperti pisaur
tabit, iablt bertangkai besat dan sebagainya.
Jenis lain yang blok palunya latuh karena bobotnya sendiri, ialah palu
gesek atau palu papan (gambar 137). Blok palunya dipasang pada sisi banrah
dari sebuah papan yang vertikal. Papannya berada di antara kedua buah rol;
rol yang satunya digerakkan. Rol yang lepas dapat ditekan terhadap papannya
dengan bantuan sebuah perangkat (sistem) batang-batang, sehingga papan dan
blok palunya terangkat ke atas. Pada ketinggian tertentu blok palu itu me.
nekan sebuah pasak penjamin, sehingga rolnya yang lepas, merenggang dari
papannya dap palunya iatuh. Blok palu itu mempunyai masa 50-800 kg:
Jadi pada palu-palu besar, hasil pukulannya menembus lebih dalam/iauh.
Mesin-fresin palu yang blok palunya iatuh karena bobotnya sendiri, mem'
punyai kerugian, bdtwa iumlah pukulan tiap satuan waktunya kecil. Palu'
palu yang digerakkan oleh mekanisme engkol, bekeria lebih cepat (gambar

'

palunya menyentuh benda-benda dengan kcepatan yan( tercndrh untuk


melakukan hasil pukulan yang baik. Yang rnenghasilkan prkulan nng lablh
baik ialah mesin palu pegas (gambar 139).
Dengan memasang blok palunya pada sebuah pegas daun, pada wrktu nrlk,
palunya sedikit ketinggalan terhadap batang penggeraknya. Palunya rurlh
naik, kalau engkolnya sudalr bergerak ke. atas. Pada suatu saat tegangcn
bengkok pada pegas daunnya sedemikian besarnya, sehingg palunyo tar.
lempar ke baivatr dengan kecepatan yang ting{i. Pada saat ini palunyr
menyusul batang penggerak dan untuk seienak tetap berada di atal bendr

i,

il

il

kerjanya.
Pukulan yang,,melekat" ini bekerja efektiJ.

rl

138).

Akan tetapi bila blok palu itu langsung digerakkan oleh batang pengprak,

r{:l

,'i'

,'

.':

].,, .

t,

Gambar 139

,ftr
ri:,,,

Gambar 136

rlllnd.r

Gambar 137

rungrFtt

palu

Sotong

psgatut

slllndar kompraloT

angan

,t{

fi

E
h

Il

Gambar 140
Gambar 138

62

trrlk untuk

3otong Pangatur

03

Gambar

141

Gambar 142
142

r il.i,r
,,t

:.

r";.

.l1lrlT":
t,"rl

'"

"'1",':L

qi'1,ryi5ypyffiffi.ffifl

Gambar 143

hlunya dilayani dengan bantuan sebuah sengkang kaki. Karena ini maka se.
buah penggeraknya dapat dikencangkan atau dikendurkan. Untuk bendabenda kerja yang lebih besar, titik penopang dari pegas daunnya dapat diangkatnya depgan sebuah eksentrik.
Mesin palu lain dengan jumlah pukulan yang banyak tiap satuan waktu,
dan pukulannya ,Jnelekat", ialah mesin palu udara (gambar 140).

Di sini yang berfungsi sebagai pegas adalah bantalan udara. Palu itu terdiri dari sebuah silinder palu dan sebuah silinder kompresor (gambar 140).
Sebuah sorong yang dapat diputar, mengatur hubungan antara kedua silinder
ini. Antara silinder kompresor dan silinder palu terdapat tiga buah rongga
pengatur udara, yang dapat dihubungkan atau tidaknya dengan ruangBn kompresor dengan sebuah sorong pengatur. Dengan demikian maka tekanan akhir
dari kompresinya diaturnya dan dapat dihasilkan pukulanpukulan lunak atau
keras.

Di dalam keping pengatur itu dipasang sebuah katup-isap dan sebuah katup
kempa.

Bila pedal kaki, dengan mana sorong pengatur dilayaninya, berada

pada

kedudukan paling atas (gambar 141 ), balokpalunya menekan benda kerjanya


di atas landasannya. Bila pedal kakinya sedikit ditekan ke bawah, maka blok
palunya diisap ke atas oleh kompresor (gombar 1421.
Dengan menekan terus pedal kakinya, terjadilah hubungan langsung antara
silinder kompresor dan silinder palu (gambar 14ll).
Maka salah satu dari ketiga rongga tadi ditutupnya dan menghasilkan
pukulanpukulan yang paling keras dari palunya.
Dengan menempatkan katup penyetel lebih tinggi atau lebih rendah,.
tekanan kompresinya dapat diatur. Keausan dari silinder palu dapat dihilang-

Gambar 145

Gambar 146

kan dengan sederhana. (gambar 144).

Untuk pekerjaan tempa yang sangat berat, dipakai sebuah kempa tempa
hidrolis.

Gambar 144

64

Kempa ysng bekeria pelahan-lahan dan tanpa suara ini, menemas terus bahen
yang paling tebal sampai ke dalam intinya. Penggerakan hidrolis rnemungkin'
kan gayaaaya sebesar 50.Om a' 100'000 kN penekanan terhadap benda*erianya. (gambar 145).
E6

i,nl, r . :!.i:i,,ri

iflri":r;r4iwsrrh

.'r

i;

tr,-,

. " ',:,'

l',ri. r;tir.\^ rr,tji,ti:itltl

'

iiLr.,,,n,

.i,.ii.r ir;rifilj;rt!

:rr:

:.I

lrW,ffi"'
\

Bahan batangan dengan jumlah yang besar yaryj harus dilant6k pada satu
sisinya, misalnya kepala-kepala baut, ,hapat dilantak dengan sebuah mesin
lantbk (gambar 146).

2.6

Menempa didalam ac-rran (cetakan)

Bila suku-suku bagian yang sama harus ditempa dalam jumlah besar, akan
lebih ekonomis untuk membuat sebuah acuan untuk ini. Waktu penempaannya dapat sangat diperpendek. Selain daripada itu, ketelitian ukuran dari

Untuk dapat mengeluarkan bdnda'benda kerianya dari acuannyl,

ll hrut

longgar.

Untuk permukaanpermukaan atas diarnbil 1o. Untuk mencegah macetny!


karena rngerutan pada permukaan-permukaan dalam, kita ambil 3 sampai
6o ,,tergantung dari dalamnya. Sisi.sisi yang taiam harus dihindarkan, sebab
menglumbat peluncuran bahannya.
Juga di atas dasar dari actan.aqJannya tidak boleh terdapat sudut'sudut
taiam.

Sudut-sudut ini tidak diisi aiau diisi tidak baik oleh bahannya. (lihat tabel 10)

kira-kira 0,3 mm dapat dipertahankannya.

Tetapi kita harus memperhitungkan

,rnn"rr,.,

benda kerlanya. Dengan

penempaan dingr'n kemudiannya, kita dapat mencapai ketelitian sampai kirakira 0,05 mm.
Acuan-&uan yang paling sederhana ialah pelana-pelana yang dipakai oleh
tukang tempa di atas paron (landasan).
Aoran tempa biasanya terdiri dari dua bagian, yaitu acuan baruah dan acuan
atas'(gambar 147).
Pena-pena penghantar mencegah menggesernya kedua bagian itu. Supaya
yakin bahwa acuannya telah penuh diisi, harus ada sisa sedikit bahannya. Sisa
bahan ini ditampung oleh pinggiran-pinggiran serupih setebal 1 a'2 mm yang
teriadi pada garis pemisahnya. Pinggiran serupih ini dihilangkan kemudian. Pukulan-pukulan palunya dipindahkan oleh acuan atas pada benda kerjanya.
Dengan demikian maka bahannya masuk ke dalam bentuk acuan atas dengan
lebih mudah. Bagian Vang paling sukar, ditempatkan di dalam acuan atas juga
(gambar 148).

..).,'.

.\'

\)'l

":.'|,
."t: .)
'.4,,.,42

LJ

If t. \N

\\ ..'i\r: . ). "... '.


J:':):\
..\*.' .

':. )i:\i'

t .".'.'..'i

,]

'\l'Ir
tr

Gambar 149

T!b.l l0
R.dlur p.mbuhtln dan r.dlut dt$r untuk lcu.n{cuan
radlur p.mbulaten r.
dalrm mm ttalam mdr

tlneOl h,

h\il

sampai

tt

2*0

Gambar 147

{o-

63

6t-r00

ffi

100-t60
t60-250

5.6

&10
8-t6
iG25

1&

mpr

radlus

tlnetl h,
dalrr r,
drlrm mm

dahm mm

sampai

2*

lli

10

10- 6it
69-1@

t00-t60

I
t

.6

r0-250

t0

250-100

l6

Gambar IttS

66

a7

-riild .-{ilr'rlfrlr,

8. PENYAMBUNGAN DAN PEMOTONGAN


LOGAM.LOGAM DENGAN PANAS
(TERMIS).

't,

,t1",

r;i

3.1

Mernateri (menyolderl

Tabel 1 I
sold.r tlmb.t t|m.h puflh

Pb%

Sno/o

25
30
33
40
50
61,
90

Ti:J"J["

75
70
U
60
50
37
l0

270
2:t7
250
238

t,

!i

k klLtan

Pon'rrp'n

drl.m kN/cml

untuk manyoldcr dongan nyrlr apl


untuk mcnyoldrr dongan nyala rpl

3,1

3,2

untuk mcnyoldor dongan 3ant


untuk manyoldcr d.ng[n sahg
212 untuk monyoldcr drng[n btut 3old.t

4,0

183
219

1r1
2,5

0,3

3J

pldu.n utektl!

pcmbungkurln blhan.bahan maklnan

il

.$1

llr,
,'|

3.1.1 Pendahuluan
Menyolderartinya menyambung logam-logam baik yang sama, maupun tidak,
dengan suatu logam penyambung (solder), dengan titik lumer yang lebih
rendah daripada logam-logam yang disambungnya.
Pada waktu rnenyambungnya, logam-logam yang harus dlsambungkan itu,
tetap rapat satu sama lain pada saat dipanaskan pada suhu penyolderan itu.
Solder dalam keadaan cair itu akan melekat -pada logam yang panas itu dan
dengan demikian membentuk suatu lapisan peralihan yang tipis. Permukaanpermukaan logamnya harus diusahakan supaya telap putih metalis dengan
suatu obat cairan. Sebagai aturan umum berlaku, bahwa lapisan solder yang
tipis lebih kuat daripada yang tebal, sehingga bagian-bagian yang disoldernya
dapat saling merapat dengan baik.
Suhu yang paling rendah yang harus berada pada bidang-bidang singgung
antara solder 9an benda kerja, sehingga soldernya dapat lumer dan melekat
pada benda-kerjanya, dinamakan suhu kerja. Tergantung dari suhu kerjanya,
kita membedakan dua kelompok besar :
Solder lunak ( di bawah 450'C ) dan solder keras ( di atas 45OoC l.

;t

t[,

'ir

fl

31.2 Pematerian lunak

Oehh solderannya tidak boleh lebih besar dari 0,15 mm.


Dalam halfial yqng khusus. dipakai solder dengan titik lebur yang rendah
sekali ( tabel 12 l.

il

il

Trb.t 12
Sold.r d.ngrn flilk l.bur y.ns r.ndlh
Bt%

Pb%

SnYo

cd%

Dantmran

50 E
12,5 12,5
50 26,7 t3,3 10
50 25 25
53 26 ,21
-3250lE
Ttbcl

suhu korl.
dalem co

loEam woods

log.m llpowltz

60
70

logam rocaf
logam newton

1qI

pldu.n

r45

ut6ktl3

94

13

Soldar lun.k log.m rlng.n

Zn% sn% Cd%

@s
56,o1
It

N%

panLD!n

suhu k.rJr

untuk manyoldrr alumlnlum

rs

Untuk manyold.r paduan rlumlnlum


untuk manyoldar plduln rlumlnlum

dalrm

C0

320
320

(l0

l,,

'tl

Menyolder lunak dapat diterapkan pada semua logam. Kesukaran-kesukaran


penyolderan besi tuang pada umumnya dapat dihindarkan dengan melakukan
penyernprotan pasir dahulu pada permukaan-permukaannya atau membeitsanya. Dalam banyak hal, tempat-tempat penyolderannya harus dilapisi timah
putih dahulu.
Sebagai solder dipakai paduan timbel-timah putih, yang suhu kerjanya
berada di antara 183 dan 27OoC, tergantung dari komposisinya ( lihat tabel 11 ).

68

Keuntungan dari penyolderan lunak ialah, bahwa dengan alat-alat yang sederhana dan pada suhu yang rendah, dapat diperoleh sambungan yang kuat dan
rapat antara dua bigian, yang tidak perlu dibuat dari logam yang sama.

31.3 Pemabrian kerar


Untuk solder keras diperlukan slhu-suhu dari 620 sampai lOgOoC.
Menyolder keras dengan sebuah baut solder sudah semetrtinya tidak mungkin..
89

,t

i,

., r.: ,::,i

,rf : r .. I I

..//

I i,: lrrt

Untuk peksrjaan Hasa dipekri mldcr kuningan dengan obat cairan borakr

ubel 1l l.
l(ekurtsn kamFrh oHernya ialah
krrrpuh 0,(E rempsi O,tO inm.
{

T.bd la

cuYo zn%

,.

l,
i

\1

;l

it
*i:

''i

!
i!.

E5
70
6it
60
5{,{
5t
t2

: {:1
I

r
1.

1,,,

ir

t)

sanrBai 38 kN/cm2 pada celah


4

Sold., kunlng.n

kakut

iHf:s

panataprn

tom

untuk p,lpr.Dlpa p.ny.lur, kcndll.rn.{(.mLraan dan aatGrurny}


darl bal!. batl tu.ng. prdurnprduan tambagt d.n xtarurnya.

t5
30
s7
10
19
ltE

950

9t0
Eeo

s75
850

untuk paduan-prdu.n nlk

Salt

t.mbaita

3E

llemabri dctgul nyale

30

Dalam beberapa hal, tembaga dipakai untuk penyolderan keras ( titik lebur
1083oC l dengan kekuatan paling besar kira'kira 40 kN/cm2 pada ketebalan
kamgrh 0,01 mm.
'Bila sambungannya
( tabsl 15 ).

maih harus lebih kuat, diterapkan

solder perak

&mbungan-sambr.rngan yang kuat ini diperoleh pada celah kamph 0,02


sampi 0,06 mm, meskipun kekuatan sendiri dari solder perak hanya 25
45 kN/crn2.
Dengan sendirinya solder perak iauh lebih mahal dari solder kuningan.

Trb.l l5 Sold.r Par.k

At% CuTo 7t%

'il

l55l,
125286:
25 10 35
158tr
30 11 la
45 r9 .16

Cf%

12

20

L%

ruhu

k.rj.

k.kurtrn

detamoc drlam-kN/cl#

-E60E
Eto
765
710
3
700
-

-em0

rhlh

E0

60

qi

Bih sebuah baut solder tldak cukup untuk pemanErEn, mka kita gunrkan
sebuah lampu rolder (bensin) (gambar t62a), rebuah pembakar rolder (gnr

bumi dan udara kempal (gamhr 152b), atru rsbuah Fembokar lac {gar karbit
dan zat asam) (gambar l62cl. Maka menyolder dengan rebuah pembakar lat
disebut juga penplasan solder.

Menyolder dengan nyala api diterapkan baik pada penyotderan lunak,


meupun pada penyolderan keras.

ffi
&
Gambsr 150

Gambar 151

fit
,55

Sebagai penggonti dari solder perak kadang-kadang dipakai solder fosfor yang
kurang kuat ( 896 P 92% Cu, titik lebur TlOoC l.

il
I

31.4 Crnsrr mrnrrtri


Nemaari dangan baut pemawi

ilr.

.i:
l

Cara ini hanya cocok untuk penyolderan lunak. Baut'baut soldernya merupa'
kan bmgkahtongkah ( blok-Hok ) tembaga dengan mata dari 10 sampai

70

;-

rl

ti

rbudr

kan pada benda kerjanya.

dan

nyala apinya memperol*r warna hijau, beutnya a,rkup panal.


Kita dapet lebih cepat bekeria dengan baut yang dipanasker olch
pembakar bensln (gambar l61a), pembakar gps (gambar lStb), rtru
clemen peman$ listrik (gambor 15lcl.

Maka suhu baut rcldernya tetEp konrtan pada kira*ira E(XtoC, rehinggr
pemanasan lanjut dari mldemya terhindarkan.
Mata baut soldernya horus dilapisi timsh putih sebelum digrnnakar, iup.ya
soldernya dapat melekat pada bautnya dan panasnya dengan cepst diplnfuh-

drlam kN/cm2

lfiX) gram dan bentuk yang sesuai dengan keperlumnyc (Cfirbr t!Ol.
Baut solder ini diponakan di dalam nyala api secsrr terb.llk. Blh nyrh.

Gambar 152

7l

It

\.,. \ir \ I \'\,r.']i::i

:rpr r, :. .,|1,41;|i

M anaari dengnn

Memahri dengil,

Penel uPm

Pernanasannya dilakukan dengan pencelupan ke dalam solder yang dilebur.


Cara ini cocok untuk penyolderan lunak dan keras dan biasanya diterapkan,
bila beberapa tempat harus disolder secara bersama*ama, rxisalnya kolektor
dari kumparan jangkar.

Memaeri di dalan

dqur

Bagian-bagian yang biasanya untuk sementara diikat dengan kawat

besi,

yang dilengkapi dengan solder dan obat pencair, keseluruhannya ditempatkan


di dalam setfuah dapur dengan tekanan luar yang diperkecil (gambar 1531.

i\ry:irrl_r)(i'

ultrton

Aluminium yang berlapiskan kulit oksida yang tahan secara kimiswi, leblh
mudah dilas daripada disolder. Dewasa ini aluminium dapat disolder dengan
baik. dengan seb,uah alat ultrason yang menghilangkan kulit oksidanya
(gambar 156).
Pada penyolderan ini, alatnya yang digetarkan ( kira'kira 25000 getaran
tiap detik ), disapukan pada seluruh permukaan yang dipanaskannya'
Bersamaan dengan itu, soldernya dimasukkan. Jadi alat ultrason itu hanya
digunakan untuk menghilangkan kulit oksidanya dan hrkan untuk pemanas'
an permukaannya.

il

Untuk memmaskan sebuah samhrngan solder, tidak diragukan lagi, sebuah


Memateri deng@n dtanan
Pemanasannya dilakukan dengan arus listrik. Suhunya tergantung dari tahanan, kerapatan arus ( 1,2 sampai 2,3 A I mmz ) dan waktu (garnbar 154)'

{
il

melekat pada benda keria yang panas itu. Selaniutnya


itu harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga soldernya
mengisi kampuh dengan sendirinya karena efek kapilernya (gambar 158).

yang meleleh

Mematcri dengon frekrcnsi tinggi


Karena

dapur adalah yang paling ocok.


Benda kerja dari soldernya mencapai suhu keria hampir secara bersama{ama.
Pada semua caratara penyolderan yang lain, kita,harus mencoba untuk me'
lebur soldernya oleh panasnya benda keria (gambar 157), sehingga solder

itu

sambungan solder

sifat{ifat khusus dari kumparan frekuensi tinggi,

panasnya dibangkit-

kan sendiri dalam benda kerianya. Pemanasannya dapat dilokalisir dengan

bliti

dan waktLl pemanasannya pendek sekali (gambar 155)'

Gambar 153

,1 &-

r,i

,['1

,11,1'

6
lrr

lI

ii

ruhu panygldaran

t rt n b.ndr k.rh
-l ,// bl,t
wnqolt suhu toldri
El
h.mplr b.rnm.rn
1l /

Gambar 181
72

Gambar 155

il-,^.tij-;
Dlmnrm

dldal.rm dtpur

Gambar 158

"".w1;A73

;i,"ir:ri : t l.; i\rili1

3,

/'

31.5 Bahan-behen pencair

bit (C2H2l menurut reaksi kimia

Unwk slder lunak :

*2Hro +CrH,

lfilorida(1:1)

Larutanasam,
Air solder ( rongrckan seng dalam asam khlorida
Salmiak ( amonium khlorida )

Talk
Arpus solder ( kolofonium

I Semua logam

dan

timbel
Gemuk solder ( seng khlorida + salmiak

* gemuk ) Semua logam

Aluminium disolder tanpa bahan pencair, karena tidak


yang melarutkan kulit oksida pada suhu yang rendah ini'

I*
*u
s
$.

il

rl

Tembaga dan kuningan

Kuningan, tembaga

+Ca(OHlz+panas

9u9a
---+ gJs klrbit + kapur + panas
karbit + air
1 kg + 0,56 kg-+ 0,406 kg + 1,184 kg + r 1675 kJ.

Seng

Timbel
Timbel

Stearine

Li

iewaktu disolder, kulit oksida itu harus dihilangkan

ada satu bahan pun

secara mekanis ( misal'

nya dengan sikat baia ), supaya soldernya dapat melekat pada aluminiumnya.

Untuk solder kerrr :


Dahulu sering dlpakai boraks. Titik leburnya kira'kira 740oC.
Dengan mencampu?kan 3 bagian boraks dengan satu bagian ,,boorzuur"
titik leburnya bertambah rendah sampai kira'kira 6OOoC, sehingga dapat di'

oleh karena pembuatan gas karbit sederhana, ia dibuat sendiri dari karbit
oleh perusdraan-perusahaan. lni hbih murah daripada gas karHt di
dalam
botol-botol baja ( lihat har 78 ) yang diberi di pasaran. Akan tetapi gas
karbit
ini mudah diangkut dan hamplrtidak memerlukan pemeliharaan.
Alat-alat pembuat

g* k*bit

ii

Sejak beberapa lama terdapat alat-alat ini dengan berbagai sistem.


Aht'alat ini dikelompokkan menurut bagaimana cara menyatukannya
karbit
dan air, yaitu :

a. Sistem penjatuhan (gambar lSg);


b. Sistem perendaman (gambar 160);

c. Sistem pendesakan (gambar t6l).

pakai iuga untuk solder perak.


Dewasa ini di pasaran dapat diperoleh bahan pencair khusus untuk hampir

tiap logam atau tiap paduan logam, dengan mana dapat dicapai

hasil'has.il

yang jauh lebih baik.

3.2

Memotong dan rnengelas otogpn

3.2.1 Pendahuluan
pengerjaan-pengeriaan logOm secara otogen, ialah pemotongan dan
penyambungan potonganfotongan logam dengan nyala api yang diperoleh
dengan pembakaran gas yang dapat terbakar,
Bila gas karbit dibakar dengan zat asam, maka dimuka lubangdari sebuah
pembakar yang berbentuk khusus, teriadi suhu nyala api kira-kira 3Z)O.C.

Arti dari

Sekali-sekali, selain gas karbit, dipakai iuga zat air


( t 18OO.C ) atau gas propan ( t 27OOoC ).

(t

Bila karbit ( karbida kalsiurrn CaC2 ) bersentuhan dengan air, teriadi

Gamhr 160

Gambcr 16l

Pada kesemua sistem

ipi dibuat gas karbit yang kita perlukan.


Kalau tidak ada gas karbit yang dikeruarkan, produksinya terhenti.
oleh panas yang ke luar sewaktu pembuatannya, suhu gas

3.2.2 Gar kerUt hretilen!

74

Gamber 159

21OOoC ), gas bumi

gas

kar'

karbit itu tinggi


dan mengandung banyak uap air. Hal ini terutama teriadi pada sistem
perendaman, (gambar 160), di mana hanya sedikit
air yang bersentuhan
76

it
il

: r i;

ay\4171f.F".!,

i\ ru+rf,,i)

ii'i

ri,tlTfl :ill*\'i'lTt'{lTlTtiflsr

dengan karbit. Oleh karena itu maka sictem penlatuhan lebih baik (gambar
159), di mana terdapat kelebihan air yang banyak, sehingga gas karbitnya
menjadi dingin dan kering. Selain daripada itu sebagian besar dari kotoran:
kotoran yang dapat berlarut yang selalu ada, ditampung oleh air, sehingga
a.lat pembuat gas karbit ini menghasilkan karbit yang hampir murni.
TergAntung dari cara bagaimana penyimpanan gas karbit itu untuk sementara
di dalam alat pembuat gas itu, kita berbicara tentang alat pembuat gas karbit

if;

ff
t

dengan

a. Penampungan gas dengan sungkup yang bergerak (gambar 162);


b. Penampung gas dengan garis air yang bergerak (gambar 163)'

;t

Keuntungan dari adtalat pembuat g3s karbit dengan sungkup yang bergerak
ialah, bahwa tekanan gasnya hampir tidak berubah, apakah penampung gas
itu penuh atau hampir kosong, karena tekanan gas ltu tergantung dari bobot-

rt
$

nya sungkup.

Bila garis airnya dapat digerakkan maka tekanan gasnya berubah

sesuai

dengan tingginya kolom air, iadi selalu berbeda'beda'

Alat pembuat gas karbit yarq bekeria sepenuhnya otomatis, adalah otomat
loosco (gambar 164). Alat ini bekerja menurut sistem peniatuhan dan
mempunyai ruangan pembuatan gBs dan ruangan penyimpanan'
Yang terakhir ini dilengkapi dengan sebuah sungkup yang dapat bergerak'
Selalu, bila sungkup yang turun itu hampir mencapai kedudukan paling
bawah, jatuhlah sejumlah kecil karbit ke dalam air, setelah mana sungkupnya
naik lagi oleh gas yang dibentuknya.
Kapur yang terbentuk, larut di dalam air atau tetap terapung dan.terkuras
ke luarsecara otomatis oleh air yang mengalir ke dalam, pada tiap kali sung'
kup gasnya naik. Hanya bagian-bagian yang agak berat, seperti pasir dan
keriki l-keriki I, sewaktu'ryvaktu harus dikel uarkan dari bak lum purnya'

i
,t,,11

Gambar 164

air untuk tiap kg karbit.


pengaman
menjaga supaya
Bila penyaluran airnya terputus, sebuah alat
yang
di mana terjadi
rendah.
sungkup gas itu tidak mencapai kedudukannya
gas
produksi
karbit
berhenti'
pencurahan karbitnya,dan
dari
Jumlah panas yang ke luar untuk tiap kg karbit adalah kira-kira 1675 kJ.
Untuk dapat mengeluarkan panas ini, diperlukan 10 lm3 air untuk 1 kg
karbit. Oleh sebab suhu dari 1 dm3 air naik loC karena penyerapan 4,19 kJ,
maka kenaikan suhu dari air penguras 1676 : ( 10 x 4,19 ) = 40oC' Kalau
suhu awalnya 20oC, maka suhu akhirnya 20 + 40 = 60oC, hal mana diperPengurasannya diperhitungkan pada 10 dm3

bolehkan.

.,i

ll
I

funcuci

Gambar 163

Gambar 162
76

Gas yang dihasilkan dari karbit pasiran, dikotori oleh belerang, zat air silicium, zat air fosfor, amoniak dan kemungkinan oleh bagian-bagian kecil dari

kapur (pada pembentukan gas dari {<arbit, dengan kata lain pada pingeluaran
gas yang berlebihan). Pada alat-alat yang bekeria dengan suhu y'ang tinggi,
juga dikotori oleh uap air.
77

t'I
Kotoran-kotoran ini'berpengaruh buruk pada kualitas dari kampuh lasnya
dan pada suhu nyala apinya. Kesemua itu, kecuali zat air fosfor. dapat larut di
dalam air. Alat-alat pembuat gas karbit, di mana gas karbit yang dihasilkannya, bergerak ke atas oleh air pembuatnya ( sistem penjatuhan ). menghasilkan gas yang paling murni. Pada sistemsistem lainnya kita terpaksa menempatkan sebuah pencuci di belakang alatnya, ke mana gas karbitnya disalurkan.
Garis air dari pencuci itu harus diperiksa pada waktu pembuatan gas itu

*ljtlll; tambahkan air, ketebihan airnya harus mensatir ke tuar dari keran
pengontrolnya.
Air di dalam pencuci

harus {iganti secara teratur.

:ill'rufl

,,.1,{,1

e,ff

nya batu apung, yang teruiama bercampur dengan ikatan khloor.

Umur kerjanya massayang demikian itu terbatas. Biasanya hasil gas dari 100
kg karbit dapat dibersihkan oleh 1 kg massa pemurni.
Beberapa jenis massapemurni dengan regenerasi (terbuka di udara) dapat di.
pakai beberapa kali.
Untuk memeriksa apakah massa pemurni masih cukup baik untuk dipakai,

lcita tempatkan sepotong kertas penyaring yang dicelupkan ke dalam 10%


larutan nitrat perak di mukanya gas karbit yang ke luar dari lubang pembakar.
Kertasnya dapat dikatakan tetap putih, bila gasnya murni dan akan berwarna

itu mengandung kotoran.


Oleh karena uap air yang terdapat di dalam gas, mengembun, uap air ini harus
gelap, bila gas
di

keluarkan secara teratu

ry,i

:fl

r'.

Alat-alat pembercih.

oleh karena tidak semua kotoran tertinggal di dalam air, untuk terus memperbaiki kualitas gasnya. ditempatkan sebuah alat pembersih (gambar 166) di
belakangnya pdncuci.
Dengan menyalurkan gasnya melalu'l massa pemurni, maka zat air belerang,
zat air silisium dan zat air fosfor dijadikan asam-asam dan garamgaram di
dalam alat pembersih itu.Massa pemurni ini terdiri dari bahan berpori, rnisal-

Kunci air

Gas karbit dengan zat asam atau udpra membentuk campuranrampuran yang
eksplosif dalam batas-batas yang sangat luas.
Campuran-campuran yang e.lsplosif ialah campuranrampuran antara :
dan 93 % gas karbit, sisanya iat asam.
2,8 % dan 75 7q gas karbit, sisanya udara.

2,8

o/o

Oleh karena itu, untuk mencegah mengalirnya udara atau zat asam ke dalam,
atau membaliknya nyala api, dipasang sebuah kunci air atau sebuah alat
pengaman yang lain antara tiap alat pembakar gas karbit zat asam dan sebuah
alat pembuat gas karbit.
Biasanya alat pengaman itu adalah sebuah kunci air, seperti yang terlukis
pada gambar 167, dengan diameter kira-kira 100 mm.

Gambar 168

irl

'[rr,:

l{

,1.$i:'
'
i:l
. t,j,l
;.,;.1

'lill

li'

,d
li;i

,lr

':\

]l
\f.

Gambar 165

Gambar 166

Gambar f67

t,.:
..;:
.

_78

79

lf

ril

r'

.qqF-f!K5Ifli',{\:1wr

.,iyf :yltr

ra,F,r vn

Eotol xetilen

,,'tlj

Gambar 169
169

Gambar

170

Gambar 171

itu diisi dengan air sampai di atasnya keran pengontrol. Bila gas karbitnya (asetilen) dimasukkan, permukaan air di dalam
silindernya akan turun oleh tekanan gas itu dan naik yang berada di dalam
pipa pembuangan, sampai kolom air di dalam pipa seimbang dengan tekanan gas. Tekanan gas di dalam kunci air itu ialah 0,01 - 0,02 bar. Air yang
kelebihan dapat dikeluarkan melalui keran pengontrol. Garis air pada kunci
Sebelum dipakai, kunci air

air yang sedang berjalan, harus diperiksa secara teratur, sebab kalau tidak,
garis air itu akan sedemikian janhnya karena penguapan, sehingga asetilen
lolos melalui pipa pembuangan tadi (gambar 168).

Berbagai perusahaan menganggap perlu untuk menggunakan botol-botol


asetilen. Botol yang terbuat dari baja ini isinya 40 dm3 (gambar 172).
Asetilen di bawah tekanan lebih dari dua bar dapat berguguran menjadi
karbon dan zat air. Pada saat ini timbut panas yarq mempercepat pemisahan
itu, sehingga asetilennya dapat meletup karena reaksi berantai ini. Jadi asetilen itu tidak begitu saja dapatdikempa ke dalam botol-botol baja itu.
Asetilen yang dilarutkan di dalam zat cair dapat dikempa tanpa khawatir
terjadinya letupan. 7at eir yang dipakainya ialah aseton yang pada tekanan
0' bar (tekanan lebih), melarutkan asetilen sebanyak 25 dm3. Selain daripada
itu, aseton yang tekanannya lipat ganda ( 1 bar ), dapat mengandung dua kali
lipat ( 50 dm3 ) asetilen. Bila tekanan itu turun sampai tekanan normal,25
dm3 aseti len bebas, sedangkan yang 25 dm3 lagi tetap larutdi daldmaseton.
Menurut ,,keputusan keamanan" tekanannya tidak boleh lebih dari 15 bar,
sehingga di dalam 1 dm3 aseton tpcara teoritis dapat dilarutkan 16 x 25 =
4fi) liter asetilen. Yang dapat ilipakai secara langsung ialah hanya l5 x'25=
375 dm3.

Untuk membuat luas permukaan dari aseton sebesar-besarnya, sehingga


karenanya dapat diserap dan dikeluarkan banyak aseton dehgan cepat, luas
permukaan itu terbagi pada massa yang berpori"

Gambar 172

Bila alat pembakarnya tersumbat karena sesuatu sebab, maka timbul ke-

rl

mungkinan mengalirnya zat asam ke kunci air melalui pipa karet asetilen.
Pada umumnya tekanan zat asam itu lebih besar daripada asetilen.
Karena ini, permukaan airnya akan turun dan zatasamnya lolos melalui pipa
pembuangan tanpa mas.rk ke dalam alat pembuat gas (gambar 169).
Bila alat pembuat gas itu tidak atau terlalu sedikit menghasilkan gas, maka
dapat teriadi tekanan kurang di dalam kunci airnya ( lihat pembakar las, ha-

. rl,l
,l!t1
,

lr'

'I

.l

l,l

Gambar 173

lanan 84).
Karenanya air turun di dalam pipa pembuangan sedemikian iauhnya, sehingga

udara luar dapat mengalir masuk ke dalam kunci airnya, tetapi bukan
dalaln alat

ke

pembuat gas (gambar 170).

Kunci airnya dibuat sedemikian kuatnya, sehingga dapat tahan terhadap


kemungkinan terjadinya letupan, lang mendorong sebagian airke luarmelalui

pipa pembuangan. Hanya sekian banyak air yang dikeluarkannya,

sehingga

pipa pembuangannya menjadi bebas, sedarqkan pipa penyalur gasnya masih


tertutup (gambar 171)'
80

81

i
lr

li

"

'Wfl

yetfli.t]'mf,i1Ntr$lY,{ffii1!}

i3rl,1iil

Masi yang berpori itu (asbes, arang kay)r, kapuk dan sebagainva) mengis,il,r
botol sepenuhnya. sehingga praktis tidak terdapat asetileri yanil bebas di
dalamnya.

Asetilen yang dikempa ke dalam botol akan ke luar dari botolnya


waktu keran penutupnya dibuka (gambar 173), seperti asam karbon

pada
pada

Botol-botol baja ini mempunyai bentuk dan isi ( 40dm3 lyangsama3op.rtl


botol-botol asetilen, iadi dapat memuat 40 x 200 = 8000 drn3 oloigen. Botol.
botol itu'tidak mempunyai massa yang berpori dan dindingnya sedikit leblh
tebal, sehubungan dengan tekanannya yang lebih tinggi.
seperti halnya botol-botol asetilen, botol-botol oksigen dilengkapi dengan se.
buah keran tutup (gambar 1741.

waktu membuka botol air belanda.


Di dalam sebuah botol yang isinya 40 dm3 dapat masuk 16 dm3 aseron,
sehingga botol itu dapat memuat 16 x 375 = 6000dm3 asetilen. Untuk mencegah terhisapnya aseton olph asetilen, tidak boleh ada pemakaian lebih dari
1000 dm3 tiap iam dari botol itu.
Botol-botol itu sebaiknya berdiri, kalau sedang dipakai.
Bila botol asetilen itu dibuka, maka kunci tutupnya harus berada pada
keran tutupnya. Keran tutupnya harus ditutup, setelah pemakaian gasnya diakhiri, demikian pula, kalau ia kosong.

Botol-botol baja, di mana disimpan suatu gas bertekanan tinggi, harus diperiksa secara teratur. Tekanan percobaan dan tanggalnya harus dicantumkan
( dengan huruf-huruf pukul l pada botolnya.

3.2.g Tatasam ( oksigen

3.2.4 Pentil reduksi

Oksigen 02 yang sangat diperlukan untuk pembakaran asetilen harus semurnimurninya. Oksigen ini diperoleh dari perbedaan antara titik didih zat lemas
( - 196"C ) dan oksigen ( - 183'C ). Dengan memanaskan udara cair yarrg
telah dimurnikan ( - 200'C ),iyang terdiri dari 79 9/o zat lemas dan 21 oksigen. sampai -'l 90"C,'zat lemasnya akan menguap dan oksigen cair dengan
derajat kemurnian yang tinggi ( 99,8 % ), tertinggal.
Oksigennya kita uapkan dan dikempa ke dalam botol-botol baja pada suhu
ruangan, di bawah tekanan 200 bar dan disalurkan kepada pemakainya.

,lt

Pada konstruksi-konstrtrksi keran

tutup itu dapat terjadi perbedaan.Akan


tetapi semuanya, baik keran tutup asetilen maupun oksigen, memp,unyai
beberapa hal yang sama, yaitu bahwa pada waktu sedang dipakai, harus sepenuhnya terbuka untuk menghindarkan kebocoran dan pembukaannya
harus dilakukan secara bertahap.

,,t

,r'l

i"r
rri

Pada botol-botol yang penuh, tekanan oksigen itu 200 dan tekanan asetilen
15 bar. seorang tukang las tidak dapat bekerja dengan tekanan-tekanan yang
tinggi ini. oleh karena itu kita pergunakan pentilpentil reduksi (gambar 17b),
untuk mengurangi tekanan itu sampai tekanan kerja yang tetap.
Untuk oksigen tekanan ini ialah 0,S - 3,S bar dan untuk asetilen 0,01
0,7 bar' walaupun dalam konstruksinya terdapat perbedaan, pada dasarnya
pentil-pentil reduksi itu semuanya sama. Di depan katup'reduksi, tekanannya

,fl

ditunjukkan oleh manometer isi dan di belakang katup, oleh manometer


tekanan keria. Tekanan kerja yang tetap itu tergantung dari tekanan pegas

.i
lir'

1*i

,,1

iu

[J

Gambar 175
82

pantll radukrl untuk okllgm

il

sil

rl

.l,l

rrl

,ltl
,lj

4,,

Gambar 176

3 a
c 1'o

Gambar 177

t! .l
o o

E t
tI co

yang dapat diatur di barryah membran, yang mengatur pembukaan katupnya.


Sehubungan dengan bahaya letupan, pentil-pentil reduksi itu tidak boleh
dipakai untuk berbagai lenis gas.
Untuk oksigen ia dihubungkan dengan sebuah mur wartel (mur sambung)
dengan
dengan sebuah ulir gas kanan3/4" (gambar 174) dan untuk asetilen
sebuah sengkang

jepit (gambar 173).

t
f

ll

.Y

t,=o co

xoG

o
o

co

Jugasambungan*ambunganpipakaretnyaberbeda.Untukoksigenulirgas
314" dan untuk asetilen 318".

Dengansangatcepatnyapembukaandaribotoloksigenitu,terdapatke-

mungkinan bahwa suhunya, karena mengalirnya oksigen ke dalam pentil reduksi, meningkat (sampai 8OO"C), sehingga katup reduksinya terbakar. Oksigennya lebih mempercepat pembakarannya dan terjadilah nyala-nyala api
aolok dengan suhu yang demikian tingginya, sehingga pentil reduksinya se'
bagian meleleh,
Dengan pemasangan sebuah alat yang menghambat aliran masuk
176) keburukan itu dapat dicegahnya.

itu

(gambar

Selain daripada itu, pentil reduksi oksigen itu tidak boleh dilumas dengan
minyak gemuk, untuk menghindarkan kebakaran.
Bila perlu, untuk ini harus dipakai grafit yang kering.

untuk mencegah terbakarnya pentil reduksi asetilen,antara alat pembakar

dan pentil dipasang sebuah patron langkah kembali (gambar'l 77), maka nyala

(gambar
api yang mungkin' kembali, dipadamkan, di dalam massa yang'berpori
1771.

84

85

r
i.

rtilrlr

){:jr'.

lici ..n1,.ri

I . I lrr ,,al

masuknya terpisah, disalurkan ke dalam ruang penyampur

3.2.5 Pembakar las dan pembekar potong


Pembakar-pembakarnya disambungkan dengan pipa'pipa karet khusus dengan
sebuah botol oksigen dan sebuah alat pembuat asetilen (gambar 178), atau
botol asetilen (gambar 179).

Pembakarpembakar (gambar 180) itu terdiri dari dra bagian

a.

b.

pemegang dengan kedua'sambungan pipa karet dan kedua keran pengatur;


bagian depan dengan iniektor dan ruang penyampur, dan mulut pemba-

kar.

Kedua bagian

oieh lnhktc

supaya bercampur.
oleh energi pengaliran dari pancaran oksigen yang mengalir dari lubang kccll
dari injektor, di muka injektor itu langsung terjadi tekanan kurang, sehingge
asetilennya terisap (gambar l8l ).
Penyesuaian pembakar'pembakar las pada berbagai ukuran nyara api, dilaku kan de ngan penu karan bagian -bag ian depannya.

Dengan penukaran dari mulutmulut pembakar saia, tidaklah cukup,


injektor, ruang penyampur dan panjangnya pipa penyampur me-

karena

megang peranan yang besar pada pembakaran.

itu

disambungkan dengan sebuah mur wartel. Gasgas yang

Dengan kedelapan bagian depan, yang diberi nomor dari 0 s/d 7, bahanbahan dengan ketebalan 0,5 sampai 30 mm dapat dilas.

32.6 Nyala apila


Walaupun untuk pembakaran yang senipurna diperlukan dua bagian asetilen
dan lima bagian zat asam, lubang injektor dan tekanan kerjanya diatur sedemikian rupa, sehingga untuk setiap waktu, kira-kira banyaknya asetilen
dan zat asam yang mengalir ke dalam ruang penyampur itu, sama.
Dengan demikian maka tercapai pembakaran dalam dua tahap. Pada tahap
pertama pembakaran tidak sempurna, di mana mono-oksida karbon dan zat
cair tertinggal sebagai gas-gas sisa.

+
IF
!i

Gambar 179

lt

:t

2 bagian asetilen
2 bagian zat asam
2CzHz +2OZ

t -/
, - l*
--+

4 bagian mono oksida karbon


2 bagian zat cair
4CO + 2H2

Gasgas reduksi, monokida karbon dan zat air, bergerak sekeliling dan
dekat di mukanya kerucut nyala api. Maka kampuh lasnya harus berada 2
sampai 5 mm di mukanya kerucut nyala api, sehingga bukan saja suhu yang
paling tinggi, tetapi iuga efek reduksinya dimanfaatkan (gambar 182).

{r.;,

r&ii
$i,hjti

.'

Gambar 180

rlfil
,t:

lr.

il

,li

,t
l

TI
Gambar 181

.86

CrHr+2Or-4G0r2lh

Gambar 182
87

Pada tahab kedua, gas-gas sisa dari tahap pertama terbakar sempurna meniadi dioksida karbon dan uap air, tetapi, kalau pada tahap pertama, zat asam'
nya diperoleh dari botol oksigen, pada tahap kedua didapatkan dari udara.

4 bagian monookida karbon

I
{
+ 2 bagian zatair
l * {+
(
+ 3 bagian oksigen (udara) )
4CO

+2H2+3O2

-+

FI

4 bagian diolaida karbon


2 bagian uap air

4COr+2H2O

Dari kenyataan bahwa nyala api pada pembakaran tahap kedua, terus menerus mengambil oksigen dari udara, ternyata bahwa bekerja dengan nyala
api darl asetilen-oksigen di dalam ruangan yang tertutup serta ventilasinya
buruk, merugikan untuk kesehatan.
Dengan kekurangan oksigen, akan terjadi monookida karbon (CO) yang
merupakan racun.

Untuk mertyulut nyala api gas, terlebih dahulu kita buka keran oksigennya
dan kemudian keran asetilen. Pada pemadaman nyala api itu, ditutup terlebih
dahulu keran asetilennya dan kemudian keran oksigen.
Bila asetilen diganti dengan gas lain (propan, zat air, gas bumi), harus
pakai pembakar yang khusus.

32.7 Memotong baia

di'

secara otogpn

Pemotongan secara otogen hanya mungkin pada bahan-bahan yang

Gambar 183

oksigen dialirkan keluar dari mulut pemotongnya melalui sebuah pentil.


Kadang-kadang mulut pemanas awal dan mulut pemotong itu merupakan satu
kesatuan, kadang-kadang terpisah (gambar 184).
Mulut-mulut cincin (gambar 184a) mempunyai keuntungan, bahwa mereka
dapat memotong ke segala jurusan tanpa kita harus membelokkan pembakarpotongnya.

Tetapi mereka tidak mudah dibersihkan, karena setelah dipasangnya, harus


disentrir dengan teliti. Pembakar-potong dengan dua buah mulut yang terpisah (gambar 184b), hanya mempunyai satu arah potong yang ditentukan
oleh kedudukan dari mulutmulutnya.
Mulut-mulut balok (gambar 184c) lebih menguntungkan daripada merugikan,
kalau dibandingkan dengan jenis-jenis terdahulu.
Selain daripada itu pemakaian gasnya lebih sedikit dan kecepatan potongnya
lebih tinggi, sedangkan jarak dari pembakar ke bahannya dapat lebih besar,
karena nyala-api pemanas awalnya lebih panjang, sehingga garis potongnya

mudah dilihatnya. Supaya pada pemotongan dengan tangan, kedudukan


pembakar-potongnya dapat dipertahankan secara konstan (tetap), dipasang

a. Suhu pembakarannya lebih rendah daripada suhu'leburnya;


b. Pada waktu pembakarannya, dihasilkan cukup panas pada pancaran oksigennya, supaya pembakarannya berjalan terus tanpa terputus-putus.

sebuah kereta potong pada kepala pembakarnya; dan untuk memotong lingkaran dapat juga dipasang sebudh jangka padanya (gambar 1 86).

c. titik leburnya lebih tinggi daripada titik lbbur oksidanya.


lni berarti, bahwa hanya baja ka.bon,
yang dapat dipotong (titit< lehrr Fe

baja tuang dan berbagai baja paduan

l Ib0oc; titik lebur Fe, O,

135OoC).

Logam-logam lain seperti besi tuang, tembaga, perunggu dan logam-logam


ringan akan meleleh, sebelum pemotongan teriadi.
Pembakar potong (gambai 183) pada dasarnya sama dengan pembakar las.

Mulut pembakar yang memanaskan awal bahannya. dapat menyalurkan cam-

puran asetilenoksigen. Tetapi sebelum ruang WnYam?or, sejumlah


88

besar

Gambar 184
89

t
I

Perkembangan lebih laniut dalam teknik pemotongan otogen, telah mang.


hasilkan mesin'mesin potong yang hampir otomatis sepenuhnya; yang paling
besar di antaranya, direngkapi dengan dua belas buah pembakar potong,
dengan mana beberapa buah pelat yang ditumpuk, dapat sekaligus dipotong.
nya.

Gambar 185

3.2.8 Pengelasan otogen

Bentuk-bntuk kampuh
Pemotongannya dilakukan sebagai berikut. Potongan awal dipanaskan
dengan nyala api pemanasan awal sampai bahannya mulai meleleh. Kemudian
kita buka pentil oksigen-potongnya, sehingga baja yang pilar itu terbakar.
Panasnya yang timbul sedemikian besarnya, sehingga pembakaran ke arah

pancaran oksigen berialan terus tanpa terputus. Dengan menggerakkan


pembakar potongnya sepanjang garispotong dengan kecepatan yang tepat,
pancaran oksigen itu akan "mengiris" sebuah alur sempit menembus seluruh

Sebuah kampuh yang baik memerlukan persiapan yang baik.

Kampuh lasnya harus bersih. Terutama pada pekerjaan perbaikan, harus


kita teliti, apakah iasnya bebas dari karatan, cat, minyak, gemuk dan kemungkinan adanya lapisan - chrom, nikkel atau seng.
Pada waktu mengelas dua bagian atau lebih, sisi-sisi lasnya harus dikerjakan
awal sedemikian rupa, sehingga dapat meleleh sampai dasarnya oleh nyala api
( tabel 17 ).

tebalnya bahan.

Trbl I

Bila kita ingin memulai di tengah-tengah bahannya, maka harus dibor

FsngerJaan

dahulu sebuah lubang.


,r

-&

:i

las plngglr

' ']1'
ri ,, i,:,
#1 ,,,il'l:

T.b.t lG

b.ntuk k.mpuh

Nll.l-nllal p.rklraln untuk rmmotong bda $cara otogsn

):,

cap.t.n
taDrl kpolong
D.l.t
d.l.m drlam
mm mlh

.j'.

228
526
10
15
20
30
50
t0EJ
10
r50
afi

DemrklF
in okrlgan
d.hm
dm3/m

{t
60
20

tE
15

13

l0

r00

16
2n
320
650

1r50
7,5

t{00

65
55

2200
3500

tck nrn prmlkalan


okslgen aEotslln

dlllm
brr

dallm

dm3/m

8
1,3
t0
1,5
21E05
?l
2,3
33ii05
45
4,5
75
5
fio
6
6,5 130
tEo
7
204
t0

t.b!l psht

bar

l.rrk I

0,35
0,45

05
0,5
0,6

0;,
0.8
1,0

r,0

Suatu kemajuan yang pesat ialah mesin potong tangan otomatis, di mana
kkan secara otomatis.
Bila tekanan-potong dan kecepatan-potongnya disetel dengan baik, dengan ini
dapat dibuat hasil potongan yang lurus dan taiam.
pem baka r-poton gnya digera

90

h< a.S

tokanan

rsotalln
dalrm

o':

r:

dlrm.tor krwlt 1.3 d

l.r!k l.k!t dtlam

mm

aw.l drrl k.mpuh.klmpuh

40 50

lac

las-V

lr3 tumpul

ol

@-oo'

--g--

-v6K)
b=t4.; lo-

@N

0,5 12 3
',: -0,5 1 2
7,5 22 3
60

untuk p.ng6l.$n otogon

30 50 80

4
3

3
125 200

las- X

eq
^;%6
,. i'o
,bs%.ji9-

,kj

5 6 01012 12 15
t3333
4&
3 314
5

:'-

Las pinggir hanya dapat diterapkan pada bahan yang tipis. Las ini dikerjakan
awal pada mesin lipat dan terutama dipakai untr.rk produksi massa (banyak).

Adalah tidak perlu untuk menambah bahan serrvaktu pengelasan, karena


pada pinggirannya terdapat cukup bahan.
Kampuh'kampuh las yang panjang pada perat-perat tipis, harus dikancing pada

jarak-iarak yang teratur.

Bentuk-bentuk kampuh yang lain pada kenyataannya tergantung dari ke.


mungkinan pengelasan terusflenerus dan diketahui dari pinggir pelat dan
laraknya.
Kampuh -

v dan X biasanya dikerlakan awal dengan pembakar-potong. untuk


kampuh-kampuh las pada permukaan yang vertikal sebaiknya kita terapkan
9t

20

4
6

lrr'.Jii I l i.iI|{-jrr:, ..s,!,.'i I l,'l.

il

kampuh V dan kampuh - K (gambar 186). Bahan tambahannyatidak banyak


yang jatuh.

Bentuk-bentuk kampuh ini diterapkan juga pada sambungan'sambungan - T


(gambar 187);
Las-las su.dut dilakukan sebagai las sudut dalam (gambar 188), atau las sudut

lelehan bahannya dengan tangan kiri. Bila jarak las 3 mm stau lauh, p.m.
bakar lasnya harus membuat gerakan yang melenggok. pada pengelasan ,, ke
kanan", tukang lasnya menggerakkan pembakarnya hampir vertikal di tengahtengah kampuh lasnya dan batang lasnya membuatgerakan adukan di dalam
lelehan bahannya.

luar (gambar 189).

T.bl lE
Nllrl-nllal p.rklrarn untuk p.ng.htan otogon

ai.i

pmakal- tckanan p.m.kal- kccapat.


nomot tcbll bran a.eteiin an la3 dapembak.r hln dallm ln ok3lgsn ok3lgrn
mm
dallm dm-/h dtllm b.r drlem dm37h hm m/h
00
0
1

Gambar 187

Gambar 186

3
4
5

6
7

Gambar,,rrm

Gambarlse

0,2-0,5
I
1- 2
2- 1
4- 6
b9
9- t4
1L 20
20- 30
G 50
5& 70
70.100

0,5-

50
E5

0,5
0;75

165

325.

1,25
1,5

500
7SO

.t2@

1;ts
1,75

1700
2500
3500

2,8

41fi

7350

35

235

50
l0-.'2
75
7- 10
't50
6- E
300
,7
o5
L6
700
3- 5
ll00
2.3,5
i6@ t,!t-2,5
2350 1- 2
8300 0,749
4t00 o,HJ
7000 03-0.5

lt

Pengelaun dengan gas air

Gerakan-Prakan las
Pada pengelasan otogen diterapkan dua cara yang berbeda : pengelasan .,ke
kiri" (gambar 190) dan pengelasan ,, ke kanan" (gambar 191 )'

Pengelasan dengan gas

air kadang-kadang masih diterapkan pada pembuatan

ketel'ketel yang berdinding tebal, pipa-pipa tidak berkampuh dan sebagainya.


Cara ini ada persamaannya dengan pengelasan dengan api yang dilakukan
oleh paddai besi dan pada kenyataannya merupakan pengelasan dengan
tekanan.

Kampuhnya dipanaskan pada kedua sisinya sampai rneleleh

dengan

pembakar'pembakar besar, dan kemudian ditaruh di atas sebuah paron


besar,
setelah maa lasnya ditekan dengan pukulan-pukulan palu atau rol-rol giling-

an (gambar 192).

l.

ril
1l

Gambar 190
Gambar 191

Bahan-bahan yang tebalnya sampai4 mm biasanya dilas,, ke kiri"'


Sampai batas ini pemakaian gasnya terhadap isi kampuh kira-kira sama untuk
kedua cara itu.
Pada waktu mengelas ,,ke kiri", pembakar lasnya membuat gerakan yang
terus maju di dalam tangan kanan, dan batang lasnya dicelupkan ke dalam
g2

Gambar 192

93

'j'1:

Oengan cara ini ketebalan-ketebalan sampai 100 mm dapat dilasnya.


Pengelasan dengan gas air memerlukan perbandingan gas air'udara 2 : 5.

Gas airnya (H2 + CO) diperoleh dengan pemisahan uap yang suhunya
tinggi di dalam sebuah generator.
Suhu nyala apinya kira-kira 180OoC.

3.3

Las

i,11

1ii.r"-:r^i1r1)\..;n': ,:'., \" ',.'1fifrtst(,,-,:{,lour]Hwhilrum_WfffiilET.J.

lisrik
i

3.3.1 Pcndahuluan
Las

1.

listrik dapat dibagi ke dalam d,ra kelompok yang besar

Las tekan

Pengclasm tekm otopn dari baia

Pada pengelasan

Pada pengelasan tekan otogen, bagian-bagian yang disambungnya tidak di'

bagian-bagian yangakan

lelehkan, tetapi disambungkan dengan tekanan pada suhu kira-kira 100oC

di bawah suhu lebumya. Proses ini dapat dikatakan lebih

cenderung suatu

rekristalisasi daripada proses pengelasan.

Suhu yang rendah yang perbandingannya sesuai, yang menguntungkan


untuk strukturnya, cukup tinggi untuk menghilangkan sama sekali kulit oksida yang tipis, sehingga pada foto-foto struktur, kampuh lasnya tidak nampak
lagi.

Untuk pengelasarr tekan otogen, adalah perlu, bahwa tempat'tempat yang


akan dilasnya, bersih dan sejajar.

Dalam keadaan dingin kedua bagiannya ditekan rapat satu dengan lainnya
dengan tekanan 0,5 kN/cm2 (gambar 193).

Setelah ini menyusul pemanasan oleh sebuah pembakar asetilen'oksigen


yang khusus bentuknya. Karena pemuaian yang disebabkan oleh pemanasan
itu, tekanannya naik sampai kira-kira dua kali lipat. Pada 1 lOO'C tekanahnya
turun lagi simpai kira-kira 1,5 kN/cm2 oleh karena bajanya menjadi lebih
lunak. Sekarang dimulailah dengan pelantakan dengan meningkatkan tekanannya sampai 1,5 kN/cm2. Bila suhunya telah naik sampai kira-kira 1300oC,
pembakarnya dimatikan dan tekanan lantaknya ditingkatkan sampai 3 kN/
cm2. Dengan cara pengelasan seperti ini, dicapai hasil-hasil yang sangat baik.

ini dihantarkan arus listrik melatui bidang-bidang sentuh


r '-'---'- 'vrr dari

disambungkannya.

Energi listriknya diubah menjadi panas oreh tahanannya,


setetah mana
bagian'bagiannya

'bira sudah menjadi rembek - disambungk.n


tanpa penambahan bahan.

2.

,"t

sama rain,

Las lebur

Tempat-tempat

yang akan disambungkannya dilelehkan oleh


panas yang dihasilkan dari busur nyara api ristrik baik dengan
maupun,.np. b.h.n
tambahan untuk bersama-sama dilelehkannya.

3.3.2 Lal tekan


Las

titik

Pelat'pelat yang saling bertindihan ditekan oreh


dua buah erektroda tembaga;

bersamaan dengan itu arus listrik dialirkan (gambar


194).

Pada tempat terusan, arirannya terjadi pemanasan


karena adanya tahanan
peralihan yang besar. Seterah suhu lasnya
tercapai, perat-peratnya melereh
jadi satu oleh tekanan elektrodaelektroda

itu.

untuk mencegah pemanasan yang berlebihan, elekffoda*lektrodanya


di-

dinginkan dengan .ir,

(grrbr, lgS).

,1r..;

I ',t

l/.1ilY
'I

Gambar 193

94

wft

Gambar lg5

96

Hampir semua logam dapat disanibungkan dengan las titik, meskipun harus
diambil persiapan'persiapan yang khusus.

Tabel

19

titik dari

baia yang brtlh (bebas dari


katatan, cat dan gemuk)

Nilal pedoman untuk pongelasan

tebarpr.tdarlmmm0,5+0,5
dl.meter dr.l bldrng
kontak dail elektrod.-

l+,

1,5+1,5

2+2 3+3 1+1 5+5 6+6

1l

rt

l,$

I,to

f.',
15

elektroda dalam mrh

gayr tekan dari 6lek'


troda dalam kN

0,o

0,50

0,70

pcngalat.n

titlk

t,15

2,23

13

dlya dalam kVA

iriak mlnimum antala

0,90

t6

La kampuh rol
I

Suatu bentuk lain dari pengelasan tahanan ialah pengelasan kampuh rol. Mrh
elek'trodaclektroda yang lancip dari sebuah mesin las titik, digrrti dengan rol.
rol dari tembaga (gambar 198). Dengan menggerakkan pelat-pelat yang tertln.

dalam

mm
ti

,trll.

't:

,#

.",

':'

tt.

r
f,

li
I

waktu peng8lasan
drl.m detlk

I,t

r,

2,3

Juga pelat-pelat dengan ketebalan yang berbeda, dengan perbandingan makri'


mum 4 : '1 , dapat dilas dengan baik' Untuk mengeluarkan panas yang lebih
merata, kita ambil elekroda dengan bidang kontak yang lebih besar pada sisi
pelat Yang paling tiPis.
Ada iuga kemungkinan untuk mengelas lebih dari dua buah pelat secara
bertumpuk (gambar 196).

il?(
Gambar 196

::$

tu,'{r.,
*,J {l,i

Hffi,,

li

li'

r,l.

tll
I

Las

bentuk

Pengelasan bentuk, juga dise.but pengelasan tekan terusan, pada hakekatnya


merupakan variasi dari pengelasan titik'

Salah satu daii bagian yang akan,dilasnya, sebelumnya dilengkapi dengan


peninggian-peninggian ( gam bar I 97).
di mana pe'
Jadi dengan demikian, kita dapat menentukan sebelumnya'
satu kali.
ngelasannya-dilakukan dan berbagai tempat dapat dilasnya dalam
yang ditekan rata
Simbungan lasnya diawali oleh peningqianpeninggian itu'
sewaktu pengelasan'

96

Gambar

199

Gambar 200

dihan itu di antara kedua rol yang berputar tadi, terjadi kampuh las yang
tidak putus-putus yang sangat cocok untuk reservoar-reservoar yang berdinding tipis. Bila arus listriknya dialirkan dengan putusfutus, maka teiladilah
sambungnn las yang putus-putus (garnbar 19g).

Mungkin jr4a dengan cara ini dapat mengelr pelat-pelat itu tumput dan
saling menekan (gambar 200).
97

I,

:..il,:::]..):|":,|..]t,l.l.ltt,:.1:1li1,,}]llri].]:ilfl:rjTli{llr',.'u..'1H|Wl..

Lt

Las

pengelasan ini, bagian'bagian yang akan disambungkannya, kebanyakan


batang-batang atau pipa'pipa, dipasang pada mesin yang dilengkapi dengan

hda

iepitan-iepitan (gambar 201). Arus listrik dialirkan rnelalui lepitan-jepitan itu


ke daiam batang-batang tadi. Pada titik-titik kontaknya teriadi panas karena
tahanannya yang tinggi yang meningkatkan suhu dari tempat perrgelasannya

,,1

titik lebur.
Bila suhu ini telah tercapai; batang-batangnya yang satu ditekan terhadap lain'
nya dengan kira'kira 1,5 kN/cm2, sehingga bahannya melantak dan terjadi
penebalan.
Cara ini cocok untuk baia sampai 500 mm2 dan untuk tembaga dan logam
ringan sampai penampang'penampang yang lebih besar.
Tempat-tempat yang akan disambungkannya haius kira-kira sama luasnya'
Cara ini diterapkan juga untuk mengelas gerga.ii-gergaji pita dan sekalem'
sekalem rantai (gambar 2021.

sampai

ffi

Gambar 201

L-'nn

Gambar 202 l*:f_


-

Ls lumer
Yang hbih cocok lagi ialah pengelasan dengan pelelel;an yang sama prinsip'

nya.

Dengan cara ini dapat dilas penampang-penampang yang lebih besar (sampai
50.0@ mm2 ). Selain daripada itu, hasilnya lebih baik (gambar 203).
Bagian-bagiannya sedikit direnggangkan, setelah bidang-bidang sentuhnya
mulai memijar oleh aliran listriknya. Busur-busur nyala api yang terjadi,
melelehkan bagian-bagian logam yang berloncatan ke depan.

1v

pen

atmpul
Pengelasan pen merupakan cara yang cepat untuk mengelas penpcn
baut-baut pada pelat-pelat yang rata atau yang rnelengkung.

rtru

Baut yang akan dilaskannya dikenakan pada benda kerja, di mana brut
ltu
harus dilaskannya, dengan menggunakan sebuah pemegang ( pistol ytng
)
dapat distel (gambar 204).
Dengan dialirkannya arus listrik, terjadi hubungan pendek, setelah
mrnl
bautnya sedikit ditarik kembali secara otomatis.
Dengan demikian maka terjadilah busur nyala api yang melelehkan
ujung
bautnya dan permukaan pelatnya.
Pada waktu aliran listriknya dimatikan, bautnya ditekan secara otomttlt
oleh sebuah pegas dan pengerasannya seresai dalam kira-kira satu detik.

lEilffi %Gambar2o4
Ada juga pistol-pistol untuk mengelas pena di mana harus digunakan aqr.
an-acuan las (gambar 205).
Acuan'acuan setengah pengantar listrik ini berfungsi sebagai penyulut
busur nyala api dan mengatur panjangnya busur dan waktu pengelasan. Bila
kerah dari acuan las itu meleleh, sebuah pegas menekan pennya ke.dalam
lelehan dan transformatornya d imati kan.
suatu keuntungan dari cara ini ialah terbentuknya terak pelindung dari
acuan las ifu.

r-b\

Batang-batangnya digerakkan saling mendekati dan saling menjauhi sampai


suhu lasnya merata ke seluruh permukaannya.
Setelah aliran listriknya dihentikan, bagian-bagian yang satu ditekan terhadap
yang lain, sehingga pada sisi-luarnya terbentuk serupih.

Gambar 205

3.33 Lrrlrrnrr

llll

fund*ulutt

iil

Gambar 203

98

Panas yang diperlukan pada pengetaan lumer diperoreh dari busur nyala api
listrik. Oleh karenanya maka hal ini disebut pengelasan busur.

99

I 'r

Jenis-ienis pengelasan tusur

1. Pengelasan busur dengan elektroda logam yang meleleh ( Slavianoff


2. Pengelasan busur dengan elektroda karbon ( Bernados )
3. Pengelasan busur di dalam atmosfir gas yang dilindungi gas :
a. Tanpa elektroda logam yang meleleh ( atomer atau arkatom )
( argonarc )

b. Dengan elektroda logam yang meleleh ( sigma

'

4.

itil

(co2)

( unionarc

Pengelasan busur dengan perlindungan serbuk (union-melt)

(metoda'slaviaPengolaran burur deqgan elektroda logam yang ditumerkan

noffTh.1891)
Penddtuluan

Untuk metoda ini diterapkan aliran listrik dengan tegangan rendah menurut

yang cukup
perbandingan, tergantung dari tebalnya elektroda, kuat arus
tinggi.
batangGUagai elektroda dapat digunakan batang-batang yang bersih atau
batang yang berlapis (gambar 206) '

bahwa tetesan -tetesan


E lektrodae lektroda yang bersih mempunyai kerogian
oksigen dan zat
sehingga
udara,
dengan
yang meleleh selalu berhubungan
untuk lasnya
merugikan
sangat
Hal
ini
yang
itu.
cair
.lemas diserap oleh logam
berpori'
sering
yang
' keras dan rapuh dan di dalamnya
ot"tr karena itu maka boleh dikatakan selalu digunakan elektrodaclektroda berlapis, yang lapisannya meleleh bersama*ama dengan kawat bajanya'
dengan lapisan
sehingga tiap tetes dan iuga lognm yang lumer itu ditutupi
(gambar
?IJ7l'
yang
terak
disebut
punrt rp yang dapat mencair,

Gamber 207
Oksigen dan zat lemas tidak lagi dapat berhubungan dengan logam yang cair
itu. Selain daripada itu lapisan tadi menyelenggarakan aliran gas pelindung
dan pengangkutan logamnya ditingkatkan olehnya.

Penyulutan dari busumya dilakukan dengan menggoreskan elektroda pada


benda kerjanya (gambar 208), sehingga terjadilah kontaf.

Sewaktu menarik kembali elektrodanya, udara antara elektroda dan benda


keria diionisasikan dan dengan demikian menjadi penghantar listrik, sehingga
aliran lasnya dapat berjalan terus, selama jaraknya tidak terlalu besar.

l:*

Gambar 2(E
i

,I

Busur nyala api yang terjadi karena ini, mempunyai suhu kira:kira 6(X)OoC.
Segera, setelah busur nyala apinya disulut, elektrodanya mulai meleleh ( kira-

Gambar 206
100

kira 5 tetes perdetik ).


Elektr:odanya harus digerakkan

ke arah benda

.kBrjanya, supaya paniang


101

Trb.t

busurnya tetap. Selain dari itu elektrodanya harus terus digerakkan ke arah
penglasannya dengan kecepatan tertentu.

Bila kampuh lasnya lebar, elektroda itu harus dikibaskan kian kemari,

I'

tabrl.bah.n dl.m6tcr6t6k. lt.ku.tan

tegak lurus terhadap arah pengelasannya (gombar 209).

d.lrm mm

Supaya diperoleh pembakaran yang merata dan hasil yang baik menurut
panjangnya kampuh las, gerakangerakan las itu harus dilakukan secara teratur.
Kedudukan elektrodanya harus sedemikian rupa, sehingga terak yang cair
tadi tetap mengikuti elektrodanya dan tidak mengalir di depan ujung elektro.
danya, sehingga nanti teraknya dapat tertutup.

meks.5-d

Z0

Nlhl p.dom.n untuk Clam.tar aLktroda d.n kakurt.


.n arur ptd! pongpl$an llrtrlk. (ntodr Slrvlanoft,
trod. dalam

mm

sampal I

!mpq0

{.3

l-l,5

20-.

t15

35- 0

2
2,5
3,25

i,5-2.5

2,$

4ru3 dalatr

aF5

6- r0

,50-220

t0-16

2&300

dl atas 16

2E0-100

aribat dari penyetelan aliran


sebagai berikut :

Sebagai

60-100

gGt50
r20-r@

las yang salah, dapat

,{
ri

terjadi gejalagejala

Pada kekuatan arus yang rendah

bahan lasnya cepat membeku ;


busur nyala apinya sukar dipertahankan ;
dalam pembakarannya sedikit ;
pencairan bahan lasnya kurang baik ;
ukir lasnya akan terletak di atas pelatnya ;

Gambar 209

Pada kekuatan arus yang hsar

bahan lasnya encer

Kekuatan arus

Di samping gerakangerakan dari elektrodanya, kualitas dari

pengelasan itu

tergantung dari kekuatan arusnya.


Kekuatan arus yang dapat menentukan jumlah panasnya, tergantung dari

tebalnya bahan ;
diameter elektroda,.

bentuk dari kampuhnya

.",'li,l

r
.

il','

iirrti"
: '"i

ti

,,1,]

,l;r,

bahan lasnya menyebar agak lebar ;


bagian terakhir dari elektrodanya pijar.
Posisi-potisi pengelasan
posisi pengelasan (gambar 210).

ienis elektroda ;
,

Tergantung dari kedudukan kampuh yang akan dilasnya, terdapat berbagai

jenis bahan,

l[, t'
lt'

elektrodanya cepat meleleh


terjadi banyak percikan ;
pembakarannya dalam ;

posisi pengelasannya.

Karena banyaknya faktor-faktor ini, untuk tiap hal adalah sukar untuk menentukan kekuatan arusnya yang tepat. Hal itu hanya merupakan pedoman
saia ( tabel 20 ).
Pengalamanlah yang akan menunjukkan jalan kepada pengelasn'

Pada pengelasan "di bawah tangan" terdapat berbagai-keuntungan, kalau


dibandingkan dengan posisi pengelasan yang lain.
'1. lebih memudahkan pemeriksaan pada kubangan las, sehingga tidak banyak
penutupan-penutupan terak dan hasil lasnya lebih baik;
2. pada umurnnya kita dapat memilih elektroda yang lebih tebal ;
3. penghematan elektroda karena percikan-percikan ,
4. bekerja lebih cepat ;
5. tidak begitu melelahkan pengelasnya.

ir.
102

103

,lrr.nlirr,j\r,'i,:;

'1];.|i.ilr]]]i:i:|l1l]]!':t',t.*r'i;.1,,t.ilr1nffin,

l1.iirr',.:,n.r!a,l

maniolr. dl d.l.m .lur

mang.lar dl bawah trng[n

pc[toa{n

,
a

E!
at

pane.l...n rudut dl ltill'

wnlX*Lltrri

ii

ca

3udut b.rdlrl

horl3ontrl-vartlkrl

l
E

LO
cE
o:i
oo

I
Ia
c
I

.:i
Ei:I
3c !E

manlrl.3 dl atar kcpah

vartlk l ka brwah

8.

Gambar 210

Dengan alasan-alasan tadi, kita beralih pada sebanyak mungkin pengelasan ,,di

{i,
,t

!L,i
!8i: 'l

L.lllli..
t 'rl

'

bawah tangan", meskipun benda kerjanya harus diputar beberapa kali. Bila
beberapa benda kerja yang sama dilas, sering kita gunakan mejafieia putar
yang biasanya mudah dibuatnya.

$t
o

I
C

Pll

i
..

,i

lhan elekrrodaclektroda

Jenis elektroda yang kita pakai, tergantung dari bahan yang dilasnya dan
posisi pengelasannya. Daerah penerapan dari sebuah elektroda ditentukan
oleh kawat inti dan lapisannya.
Mepgenai hal ini kita tidak dapat membahasnya lebih laniut, karena terlalu
iauh dari maksud buku ini. Kita cukupkan saia dengan ikhtisar dari penerap'
anfenerapannya.
104

:
?

-s

.:o
o

Li

ts

d-:--

qAr g
ESEC

rrE EE:; t

=oo6
TAOll

EfiEEE

c>
:.

cB

E:e

6!

EiI

j0 fg

6E

.o,
rl

EE

I
o
a
!

'-o

tE
;;
I'sI i:

E
E

EIEHE

tI
3
o

tGI

c6
u

I5q

t,

,
,c at

.l
6

I
I

o
!

.lo

:a

To

ql
g
6
5

g|

t
J
il
ll

on

ca

o
c
6
t

?tr

8t
c5

Io

:g{i
Et.:r

EEE

-:l

Et iE EEE gHE
cEgE E3 BI tEir
9Et
c

d $Ei

! s: !*
o:o
!Go
t

si! E!
et: FE
i.E

gtl

c
tr

Jc

EE
cE

bs
o

-a
i8

i:

EE
EE
oo

ol

ao

lcr

-- i:
qo
5

EEE

u!

iE
Eg
=o
o
o

.gc;E

oo

g
I
tc
Li

oo
oc
E.
o

a
o

&

ct
oo

q!
Eq

.esI
.E=

It9

=
o
o
o
n

Jrt
;r.c
oel

Ec

EEf
G

;i*8

tcr
oo:
A!!:

-X I
!i3
-i
o: oo
IIOI

+
o

o
o

aoi-'l

E
3

o
E

c6

Er
ibc
ar! GL

!
p$i

EG
E

ta

I r"!

C'
aat

5E
o

g.t ;
:a!

gHES

iEE tE -t
-oo

U
,!4

o
to
n
J

E
o
I

>:
vt

;s

-x
6E

E
E

E
E

,.
iT
is
;P

on
o

l(

6-E
iC

.o

o
t
o

:(

t-E "gs
S C CE

l.
6

.lt

Io I,(,
.o

to

J
I

.v,
It,

il

'!

){

Io

il

0,

lir''

=E

Eict

ld

!E
):
[!
a"E E.g j9
eE
E3
v:J:
!:
C 9 8E.,
r5

I.oB!
! nE i
6
I

I
EE
.q ::
?;
I Ei
;E

:r

co

!iEr :ati
i;EE
E!l

to

i
I
x

J:.

EE

6 :gEe
:a

t
lhanll|a3 dl atas kapala

rii
GO

s;

o-

f,

-c
;n
;E

>Et''

i;:o

i.s

-c r 8E
c,
tl
oc

r*i aa>a
SEE

Ei
6a

E3
Eot TE

oo
OE
o 6l

rIa

.9.9(
o al

.i"i
FE[:{

II iiI
105

ria,.

.,rt :

it)i.rt.,:

rltl

Pengerlaan awal dari kampuh las

Pinggir'pinggir pelat merupakan suatu perkecualian pada penggunaen elek.


kampuh lasnya juga

Seperti pada pengelasan otogen, pada pengelasan listrik,


sering harus dikerjakan awal . Karatan, cat, minyak harus dihilangkan. Se"
lanlutnya pinggir-pinggir pelatnya harus mempunyai bentuk demi kian rupa,
sehingga pembakarannya dapat terjadi pada seluruh tebalnrTa pelat. (tabel 21).

i.,

Dengan ini adalah mungkin untuk menerapkan pengelasan - | sampai pelatpelat yang tebalnya 15 mm, sehingga pengerjaan a^ral tidak diperlukan.

ilIn

il

Trb.l 2l
Nllal-nllal parklraan untuk lubang awrl. dlam.tcr el.ktroda, kako.tln
busur manutut tttatode gavlanoff

bontuk
kampuh

l.r-T
?6,

dalem

{l

i,

,l

IJ
2

1,5

tt

Alat-alat las

35

60

22

Pada cara yang banyak diterapkan menurut Slavianoff, kita dapat menggunakan baik arus searah maupun arus bolak-balik. Akan tetapi pilihan jenis arus
itu merupakan faktor yang besar artinya.
Dalam beberapa hal. arus searah itu lebih baik daripada arus bolak-balik.

2.5
3,25

90

t2

t20

23

3,5

r10

ta3-V
*-:!o.

t,t

3,21t

-:=CAN'r
b{14, l -o

l0r
l2r

lasrX
,*-b.

15 l

br slo.l Lq

Et
t0r

tr

20i

18
.

3,2t4

2,5

3,2$5

u
2:t

t(,
tal

2l

,2m

25
27

3,29

$0

30

2
2,5

12La

1E0

25

t,25-5

220

3
3,5

fl

3,2t{

300

c,

3.25{

am

3a

l. dllas dalam bcborlpa lrplt, rod.ngkan laplsan y.ng partamt dsng.n cloktrodr yang
loblh tlpls.

Untulememperoleh pembakaran yang baik, untuk lapisan yang pertama pada


kampuh - V dan kampuh - X dipakai elektroda yang lebih tipis.'
Dengan elektroda yang lebih tebal , biasanya pembakaran itu tidak cukup
(gambar 211 ).

Dalam banyak hal, meletakkan las kontra pada kampuh-kampuh 'V diperlukan.
Maka sisi bawah dari lasnya harus ditatah dengan sebuah pa.hat setengah
bulat (gambar 2121, atau dikerjakan dengan sebuah pembakar sembur.
Selanjutnya, seperti halnya pada pengelasan otogen, diterapkan pengelasan
sudut dalam dan luar dan pengelasan setengah V dan K.
106

il

20
20

25

-lZN'
;1,

t
I

ti,

20

,'i,:
't i;r

al.k- kakurtan tcgangan


d.Lm .rui dalam butur d.Lm
volt
mm
amDoro

tsgangan

troda

t.5

IJ

,rui dtn

dlamotr

0.7t

25

'@"k

5 lubanc awal
mm . dtl.ir mm

tabal pclat

troda-ele ktroda pembakaran dalam.

Busur nyala api arus searah lebih rata daripada arus bolak-balik, yang terutama kentara pada kekuatan arus yang rendah. Dengan demikian maka arus
itu cocok untuk pengelasan bahan yang tipis. selain daripada itu suhu
busur nyala api pada kutub kira-kira 500oC lebih rendah daripada pada
kutub +.
Dengan demikian maka bahaya akan pembakaran lanjut lebih kecil, k4lau
searah

benda-benda kerja yang tipis disambungkan pada kutub


-.
Arus searah sangat. dianjurkan untuk pengelasan bahan khusus, seperti
aluminium dan baja tahan karat.
Bahwg untuk pengelasan jenis-jenis baja biasa. dititikberatkan pada pemakaian arus bolak'balik, disebabkan oleh kenyataan, bahwa alat-alat las arus
bolak-balik itu praktis tidak mempunyai suku-suku bagian yang bergerak dan
yang mudah rusak dan murah harga dan pemakaiannya.

Akan tetapi elektrodaelektroda yang tidak berlapis, tidak dapat

dilas

dengan arus bolak-bal ik.

Pada umumnya arus searah mempunyai keuntungan-keuntungan teknis.


sedangkan arus bolak-balik mempunyai keuntungan-keuntungan ekonomis.
Alat-alat las untuk arus bolak-balik merupakan transformator.
Yang paling sederhana ialah transformator las cabang (gambar 2,l3), di
mana kekuatan arusnya dapat diatur secara berpindah-pindah.
Yang lebih baik ialah transformator las yang dapat diatur secara terus
menerus, di mana kekuatan arus di dalarn kumparan sekunder diperlemah
dengan bantuan sebuah nadi yang dapat diatur (gambar 2,l4).
107

. { i !,iN,Iil,rilit rrri}w-riH[

Untuk pengelasan dengan arus searah, biasanya arus bolak-balik dari laringan listriknya diubah jadi arus searah..
Hal ini dapat dilakukan baik dengan transformator las maupun dengan sebuah
pesawat perata arus. Pada transformator las, sebuah dinamo clijalankan oleh
sebuah motor listrik (gambar 215). Kekuatan arusnya dapat dikatakan selalu
dapat diatur secara terus-menbrus dengan sebuah hambat pengatur.
Dinamo lasnya dapat juga dijalankan dengan sebuah motor bensin atau
motor diesel. lni disebut agregat las.

rf
t,

Gambar 216

lt
Pesawat perata arus las (gambar 216) terdiri juga dar:idua bagian.
Bagian pertama ialah sebuah transformator dengan nadi pengatur, di mana
tegangan jaringannya diturunkan. Pada bagian lain arus bolak-baliknya diubah
meniadi arus searah yang berpulsa (garnbar 217) oleh sebuah perata arus.
Bila perata arusnya dapat dimatikan oleh sebuah hubungan yang khusus,
sehingga kabel-kabel lasnya dihubungkan langsung pada transformatornya,
kita dapat juga mengelas dengan arus bolak-balik.

\MM/\iV,/ilfu\A/\l/V

Maka ini disebut alat las berarus ganda.

Gambar 213

Tiap alat las, apakah untuk arus searah, atau untuk arus bolak-balik, harus
memenuhi syarat-syarat tertentu, supaya daiat menghasilkan pekerjaan las
yang baik.

1. la harus dapat menghasilkan tegangan terbuka

sebesar bO - 80 volt untuk


dapat menyulut busur nyala apinya dan tegangan busur sebesar 20 40
volt, untuk mempertahankan busur itu.

2. la harus

menghasilkan kekuatan arus, supaya dapat diperoleh panas yang


cukup pada busur nyala apinya.

Gambar 218 memperlihatkan Arbrngan antara kekuatan arus dan perbedaan


tegangan, diukur antara benda kerja dan elektroda untuk berbagai alat las.

Gambar 217
It
Gambar 214
I

Gambar 215

Gambar'218

t09

1G

\'

lar nol rtau


taganoan torbuka

Ketika elektrodanya digoreskan, tegangannya seakanakan nol dan kekuot.


an arusnyal60 ampere. Bila pada saat pengelasan, tegangannya 25 volt, maka
kekuatan arusnya 130 ampere.
Bila karena disebabkan variasi-variasi dari panjang busurnya, teqangan busur
berkisar antara 23 dan 2l volt, kekuatan arusnya tidak akan banyak berubah,
tergantung ciari makin naiknya karakteristik.(gambar 2191.

r'

Dengan demikian maka seorang tukang ras dapat bekerja paring mudah
dengan sebuah alat las yang karakteristiknya curam.

Dari hal yang di atas nyatalah juga bahwa kekuatan arusnya bertambah,
semakin turunnya tegangan busur.
Jadi pada sebuah alat las kita harus berbicara tentang misalnya 130 ampere
pada 25 volt tegangan busur dan bukan 130 ampere tanpa apa-apa.
Lamanya penghubungan pada sebuah alat las harus dinyatakan dalam prosen, di mana suhu dari ilatnya tidak lebih dari 60oc di atas suhu sekelilingnya.
waktu pembusuran
lama penghubungan _
100%.
Jumlah waktu kerja

Pengelasan busur dengan elelrtroda karbon

(melda Bernadoo lgg5)

Pada metoda yang tertua ini ditarik busur nyala api antara sebuah batang
karbon dan benda kerjanya, di mana dapat ditambahkan bahan atau tidak.
Terdapat elektroda-elektroda karbon yang diterapkan dengan diameter dari
2 sampai 20 mm pada tegangan busur dari 18 sampai 50 volt.
Kecepatan pengelasan yang dapat dicapai adalah tiga sampai enam kali
lebih besar daripada pengelasan menurut metoda Slavianoff. Akan tetapi
metoda Bernados itu tidak banyak diterapkan lagi.
Hasil pengelasannya biasanya terlalu keras, rapuh dan berpori karena,pe-

nyerapan oksigen dan zat lemas dari udara,


Hanya untuk pekerjaan las yang murah, seperti pengelasan otomatis untuk
menutup bejana-bejana angkutan dari baja (gambar 2201, dan pipa-pipa,
masih diterapkan di sana-sini.

Gember 220
Gambar 219
110

111

t
il

Tabl

Pengelalan busur dalam atmosf ir gas yang dilindungi

a.

22

Nlhl-nllrl psdoman untuk p.ngelrt.n rrkttom

Dengan elektroda logam yang tidak meleleh


tebrl

l.t

Pengelasan arkatom ( pengelasan zat air atomer)

Untuk mencegah penyerapan zat.lemas dan zat asam oleh lelehannya, pengelasan di dalam atmosfir yang dilindungi ( clitutupi ) gas telah dikembangkarr'

dalam

mm
2

nya.

Pada pengelasan arkatom itu, ditarik busur nyala api antara dua buah elektroda wolfram yang tidak meleleh dan yang berkedudukan miring yang satu

terhadap yang lainnya (busur nyala api yang tidak langsung). (gambar 221);
Bersarfiaan dengan itu, ditiupkan zat air sekeliling elektroda-elektrodanya,
yang dibelokkan ke arah tempat pengelasannya. Selain oleh panas pancaran
dari busur nyala api, tempat las itu masih dipanaskan iuga oleh efek kerja
busur nyala api pada zat air. Busur nyala apinya dengan demikian memisahkan molekul-molekul dari zat air yang disalurkan itu, menjadi atomtom,
yang mengeluarkan panas dari busurnya
Bila kini atom-atom zat air itu telah meninggalkan busur nyala apinya, dan
sampai pada benda kerja yanqlebih dingin, atom-atom itu akan bersatu lagi
menladi molekui-molekul, seh?rgga panas yang pertama diserapnya, bebas lagli
(garnbar 222l . Dengan dgmikian maka sebagian besar panas dari busur nyala
api itu digunakan untuk pengelasan. Karena itu teriadilah suhu yang sangat
tinggi, sehingga keoepatan pengelasan yang tinggi dimungkinkannya (tabel 22).

p6-

't0
12

dlametar olk.
kekuatln lrus
ttod!loktroda dlhmampero

dlhm mm

baJa

waktu pangphsan

dlhfir

m.nlt/m

rlumlnlum bala alumlnlum bara .lumlnlum

2
3
3.2
33
33
3-

1,5
1,5

25
3E
47
53
60,6

20
28
36
43

65

2,5
5

7,5

14
2?
36
55

13,s
20

pcmrfetrn

.lr

daLm

t.t

msn

b{.

1,06
1,12

0,n
0,t4
0,gl
Q,gl
1,U2

l;16

Hampir semua logam, kecuali besi tuang, dapat dilas dengan dan tanpa bahan
penambah.

oleh karena pengelasannya dilakukan di dalam gas zat air, hasilnya murni
sekali dan homogen.

Maka hal ini diterapkan pada bala perkakas dan jenis-jenis baja yang berpaduan tinggi.
Pengelasan harus diamankan terhadap tegangan tinggi 3000 volt yang
terbuka itu.
Juga tegangan busurnya tinggi, yaitu 60 sampai ,l40 volt.
Pengelasannya selalu dilakukan dengan arus'bolak.balik.

Pengelasan arkatom hampir tersisihkan oleh pengelasan di dalam gas murni.


Yang dipakai ialah argon ( argonarc I dan helium ( heliarc l.

Panasnya diperoleh dari busur nyala api antara elektroda wolfram yang
tidak meleleh dan benda kerjanya f'burur nyala api langsung l. Sekeliling
elektrodanya disalurkan gas argonnya, yang tidak bereaksi dengan zat apa pun,
sehingga tiap pencemaran terhadap pengelasannya dihindarkan (gambar 223).

Gambar 221

1'.t2

tr'

.lumlntum

0,E{
o,n
l,(x)

Pengelasan dengm argonarc ( busur argon )

Gambar 222

il

Gambar 223

113

!l

:,..r.,

i.,"i.

. n

. ..r:
t

b.

,.",

;1

.{,}

4r'r.r.:or., ..:

4i I.i,i}TT"s!rT.,,

J"

Pengelasan busur dengan elektroda


togam yang meleleh

Pengelasan

sima

Perbedaan pengerasan

sigma
pengelasan argonarc iarah
oreh karenl
elektroda worframnya diganti.dengan
aeign'r"oulr,
putih yang merereh
penambahnya yans disyaratkan (busur
"r"ttroda
nyata api

fflr!$:"

tanssuns) (gam-

Kawat tipis yang sebanding disarurkan


secara otomatis dari sebuah gerendong, sehingga satu tangan pengelasnya
O"U;I.
Karena kekuatan aru

Gambar 224

sampa i tuju

kar

i,"bil

;il: J#;,il H:,::TStfl pen

se rasann

va ada e mpat

::,:a bahan u,J,' dapat di,as dengan arsonarc.


";:,T*::"11f::''l
san nseras,n,,s on"'el'n'
il; ;;; ;;: .ffi ;i::
,:::'":,::::,:":
dengan
arus searah.
pe

Hasil pengelasannya juga baik sekali. Metoda ini cocok untuk semua logam
( juga besi tuang ), tetapi lebih cocok lagi untuk semua logam yang sangat
cepat beroksidasi seperti aluminium, magnesium, tembaga, perunggu dan
seterusnya dan untuk jenis-jenis baia yang berpaduan tinggi.
Sebagai bahan penambah dipakai batangan-batangan putih yang sesuai
dengan bahan yang dilasnya.

Mengingat akan kekuatan-kekuatan urus yang tinggi, pembakarnya harus


didinginkan dengan air.
Untuk dapat menyulut busur nyala apinya, tanpa elektrodanya menyentuh
benda kerja dan supaya busurnya stabil, pada tegangan busurnya.yang normal, dipasang sebuah tegangan pembantu berfrekuensi tinggi.
Gambar 224memwrlihatkan bagan dari sebuah instalasi argonarc.
Nilai-nilai pedoman untuk pengelasan argonarc, anda lihat pada tabel 23.
Pengelasannya hampir selalu dilakukan dengan arus bolak-balik.
Tabol

Gambar 225

Nllrl-nllal psdoman rntux prng!1"."n rrgon.rc

't

dlameter dall

6l6ktroda

t6bal

pclat
dalam

mm

wol- 'kakEatln

fram dtlam
mm

arua

debm ampore

kecpat!n pomakalan
pngelasan atgon dalam
dengan
dm3/manlt
m/h

t.- eluml- bal, tr- aluml- brlr ta- alu- bala tl. !luhail ks- mlnF han h' mlnh
hrh ka- nlum
han l{.: nlum
um
rat
um ,at
ret
ttt
bala

t ,,5
2 1,5
3 e,25
4 ar!
5t
53

1,5 && 4G 60 3,5


2,25 aO-lOO 7G90 2,5
3 110-140 120-110 2,0
150-170 'r,5
3
'30-180 180-200 '.t,z
I 1&-220
5 200-250 220-240 1,0

l0
9
E
7
6,5
6

2,5
3
3,5
L
5

dlrmrtor bahan

p.nambah
dalam mm

brja

tr-

.luml-

han ka- nlum


rat

5,5 1,5
622
6,5 2,5
734
8{5
956

t,5
3

Gambar 226

114

r15

'

_" i.

.:1r! ,,..1ri

.1,, .,

,:

.,

:.

b.

,,

Pengelaran burur

Pengelxan dengm

CO

t1

dua puluh kali lebih mahal'


kawat las yang disalurkan dari sebuah
Busur nyala apinya Jitarit antara
(
langsu.ng ) (gambar 226)'
gelendong dan benda kerianya busur
untuk pengelasan baia'
diterapkan
Coz;;;;' dapat
s-ampai

Pengelasan dengan
Ciri dari pengelasan

di bowah tutup refuuk

dari CO2 (asam,ti?tl.1::n


'"n'n
Perkembangan terakhir ialah penerapan
ttgin tttu helium yarrg harga'
pengganti
murah sebagai gas pelindun;' sJnagtl

;*lir;;"i.s

i.
.t

yang dalam'
ini ialah pembakaran berbentuk U
baia tahan karat'
logam-loga.m non-ferro dan

la tidak cocok untuk pengelasan


Kegas yang dapat menyebabkan oksidasi '
karena CO2 merupaftan s-'Uuaft
pengewaktu
pada
yang aneh, sehingga
beratan lain ialah o"rutii.n a"*rn
dengan CO2 mempunyai
lasannya terdapat O"*"n- *t"ikan'.Pengelasan
dilakukan baik secara otomatis'
keuntungan ttt*orni' dan dapat

Pengelaian leleh union

fi4enyimpang dari sistem-sistem terdahulu, pada pengelasan leleh union ltu


busur nyala apinya dipelihara di bawah tutup serbuk (gambar 227).
Penyaluran dari kawatnya yang putih tan serbuk lasnya serta kecepatan
jalannya pengelasan, diatur oleh sebuah mesin las secara otomatis (gambsr

Oleh karena arus lasnya disalurkan pada elektrodanya berdekatan dengan


busur nyala apinya, kekuatan-kekuatan arus yang sangat tinggi, dimungkinkannya ( sampai 2000 amp. ). Karena ini kita memperoleh pembakaran yang
dalam dan kecepatan pengelasan yang jauh melebihi metoda{rietoda terdahulu ( tabel 24

pistol tangan'
maupun dengan bantuan sebuah

).

qr

Pengelasan Unionarc

dapat
CO2.sifat'sifat dari hasilnya hanya
Oleh karena pada pengelasan dengan
magnetis
serbuk
t<ita Ueriiin pada frnyaluran
dipengaruhi of n ta*at Lsnya'
putih yang
Serbuk ini melekat pada kaWat
oleh COa kemulutpemU"fa'nva'
dari hasil
J"t ini." kita dapat mensatur lebih baik sifat-sifat
;::f6;"
terak'
lasan yang panas itu ditutup

Gambar 229

Tabel

itu

24

Nllal-nllal p6domrn untuk pGngala3.n lrl.h unlon


bcntuk

klmpuh

Gambar 227

k.mpuh

-v

t.brl pol.t
drlrm mm

sudut Cl
dahmo

60
60

10
15
22

k mpuh-X

3t

t0

5t

30

30
30
50
50

tl
6

t.grng.n dF k kult n.Tur k'?tPrt'n


lrm

volt

tmp.r.

Eao

73t

l0q)

6tt

0
a1
tl

1250
1500
1650
1700

1t0

11

20m

205

12
12
a0

2900
3200

tt0

gfl'

45

(t

t2

1300

t5

a5

12

t35o

30

to

al

1950

f'

htm/firantt

900

3E

60

drlam

57t

36
36
37

32

o?
drlrmo

rudut

&
(t

30
30

2E

Gambar 228

3lt0
255

2E
125
450
300
350

30

Terutama pengelasan kampuh - V dan kampuh - X dilakukan pada bidang


yang horisontal.
Kampuh-kampuhnya harus dikerjakan dahulu dengan teliti.
117

116

.i

tl

228l..

banyak

pengelasannya. Selain daripada

il

,'

Pengelasan leleh union adalah ekonomis untuk kampuh-kampuh yang


panjang dan ketebalan'kbtebalan pelat di atas 8 mm.

Pengelasan dengan tuangan.diterapkan pada perbalkan mesin<netin, rol.


rol gilingan dan seterusnya.

vi

;lt1

3.4

Pengelasan

!'

trrmit

3.4.1 Pengelasan dengan tekanan

Pemanasan dari bagian-bagian yang dilasnya pada pengelasan ini diperoleh


karena reaksi kimia dari campuran yang berbentuk serbuk dari oksida besi
dan aluminium.
;

Gambar 231
campuran ini, yang mengisi bentuk yang terdapat sekeliling tempat lasnya,
disulut oleh sebuah sumbu magnesium (gambar 230)'
Pada saat pembakarannya, aluminiumnya bersenyawa dengan zat asam
dari oksida besi. Panas yang ditimbulkan karenanya ( sampai 3O0OoC l, memanaskan tempat lasnYa.
Setelah suhu lasnya tercapai, bagian-bagian yang akan disambungkannya
yang satu ditekan terhadap lainnya. Besi yang terbebaskan dari oksida besi
itu tidak dipakai untuk sambungan las itu.
Metoda ini cocok untuk pengelasan penampang-penampang yang besar'

t
35

Pengelasah dingin

3.5.1 Pengelaran kempa dingin

Arti dari pengelasan kempa dingin ialah


penyambungan dari dua logam yang sama atau yang berbeda dengan mengempanya jadi satu di bawah tekanan yang demikian tingginya, gehingga batas
luncurnya dilampaui dan hablur-hablur dari bagian yang satu melunctr di
antara hablur-hablur yang lainnya (gambar 232).

i*i

Gambar 230

3.4.2 Pengolaran dengan penuangsn


sama seperti pada pengelasan termit dengan tekanan, pemanasannya dilakukan oleh panas yang teriadi pada reaksi kimia dari oksida. besi dan aluminium.

Gambrr 2illl

Berlawanandenganpadapengelasandengantekanan,disinibesiyangter.

bebaskan dari oksida besi itu, dipakai sebagai bahan penambah'


Benda kerianya, yang diketilingi sebuah acuan tuangon, dipanaskan dahulu

yang
sampai kira-kira 8(x)oc (gambar 231). setelah itu, dialirkan logamnya
lumer.
dan
Dengan pemaduan tambahan sebelumnya, dapat diperoleh kekerasan
susuhan yang.di kehendaki.

'

rt8

iL,

il

Jadi pengelasan kempa dingin tidak termasuk sambungan termis.


Maka kenaikan suhu di tempat pengelasannya juga relatif kecil.
Syarat{yarat untuk hasil pengelasan yang baik ialah :
perubehan bentuk minimurn tertentu dan tekanan kempa yang cukup ( tabel

251.

il9

. ,l1, "

Tsbol

25

.r

.... .."i8...,

.iii,rir: . r!!r,!:'

.;

.1:4.h.pyrmflffirt4tnlr,I{i,.E,fyipT_

Tcklnan dln parubahan bantuk mlnlmum Pada pangclasan kcmpa dlngln


tokrnrn mlnlmum
drllm kN/crP

tlmb.l (tlmlh hlt m)


tlmlh putlh

'I

rI

3,5

E4

9.21
12

kadmlum

r65

$n3
nlk l

17

80
78
70
76

t9

75

alumlnlum

20

71

Al.rigr3l

3a

175

62
55
22

AE

20

b.r. khromnlk.l lt/!

t;

it
it

mlnlmum delem%

pcrak

hrlb.ll..l.lcro
brll

,i

porubrhan b.ntuk

Gambar

2&l

.lumlnlum+prd
barlllum + pad
tambrg!. kunlngEn
gErmanlum
rmas

bd.

Bidang tekan dari nipel kempanya harus sedikit bulat. Maka nipelnya menekan dari Pusat ke segala arah.
Dalam prakEknya pengelasan kempa dingin itu tidak banyak diterapkan.

m.gn63lum + pad

moubdln + p.d
nlk.l + ;r.d

pal.dlum + p.d

Pl.tln. +

r
*&
F

t
t

$.
T'

&

pad

3lllclum

3.5.2 PengCrgt

&ra

p.r.k + prd

ultaon

lain untuk menyambungkan logam{ogam dalam keadaan dingin, ialah

pengelasan ultrason.

pindahkan getarangetaran mekanis (lebih dari


2O.m tiap detik) yang dibangkitkan di dalam sebuah kepala penggtar pada
salah satu pelat yang dilasnya. Pada waktu dilas, pelat-pelatnya ditekan
yang satu terhadap yang lainnya dengan gaya 0,01 sampai 2 kN, tergantung
Pada pengelman

ini kita

daritebalnya bahan (gambar 233).


Gerakan kepala penggetarnya hanya beberapa Per seratus milimeter.

Dalam keadaan demikian, bidang-bidang batasnya saling bergesekan di


bawah tekanan dengan hebatnya dan ketidakrataannya diratakan. Dalam
pada itu permukaan-permukaan itu saling mendekati sedemikian rupa, sehingga hablur-hablur dari kedua bagian itu bersinggrngan dan saling melekat.
Kotoran-kotoran berupa apa pun antara tempat lasnya, dibersihkannya.

. Permukaannya tidak

seperti pada pengelasan

perubahan -perubahan stru ktu r.

Obat-obat pencair tidak dipakainya.


Waktu pengelasannya lebih pendek dari 1 detik.

120

titik dan tidak terjadi

t.nt.l + p.d
tlmrh Duilh
tltln + D.d

Gambar
tvoltram + pad
zlrkon + prd
Komblna3l*omblnGl ylng daplt dlr.mbungk n 3!tu
sam. hln
sErrg'n
Pangthran uttrtton.
'''rr dongEn

Zl4

Sehubungan dengan peredaman getaranetaran


bahannya, perat yang digetarkannya ( yang atas ) tiaak boreh terlaru iebar : untuk perat
baja berriku maksimum 1 mm dan untuk aluminium 2 mm.

Untuk logam-logam

molibdin, wolfram, nikel, titan, zirkon

seterusnya ialah maksimum


'"perti
0,3 mm.

Bahan yang tipis seperti aluminiumfoir sampai


dilas.

0,fi)s mm mudah

dan

sekati

Dengan sebuah mesin ras kampuh ror .urtrason,


dari bahan ini kita membuat sarnbungan*ambungan yang mutlak rapat untuk penyambungan
logamlogam.untuk membungkus bahan'bahan makanan.
Aruminium o"ngrn a"rbaga dan sejumrah besar kombinasj-kombinasi
rainrnya dengan rnudah dapat
dilasnya. (gambar 234).

121

flr

lq-ut

lfi tr.,.

i,l:1i

|il

1rr

, tt "' rr.r

i 1r:'

)r

I.rir

.rrriil{r i ir!:!fi

4. STEMPEL
Gambar 237

4..2

Gambar 238

;t

.il

Stempel potong

4.2.1 Surunan

4.1

1,;

Pendahuluan

hda umumnya sebuah stemper tarik dibangun

yang
Teknik tumbukan ( stansen ) merupakan bidang pengeriaan-pengeriaan
bentuk
dalam
pelat
ialurlogam
bukan sayatan. Di sini dilaku.kan pengeriaan
pelat'pelat dan
lalur atau rolrol yang digunting terlebih dahulu, tetapi iuga
pembungkus
bahan
kulit,
kertas,
ialur-jalur lebar dari bahan-bahan buatan,
dan tekstil.
Dalam teknik tumbukan terdapat pengeriaan rnemotong dan mengubah
peru'
bentuk. Dalam hal yang pertama, bahannya dipotong, sedangkan pada
bahan bentuk, bagian-bagian yang telah mengalami pengerjaan awal, dibeng'
kokkan, dikempa atau ditarik.

Bila umpamrrya dipotong sebuah keping dari sebuah ialur logam dengan
bantuan sebuah kempa, pengeriaan ini disebut tumbukan (stansen )dan perkakas yang dipakainya, disebut stempel potong (gambar 235)'
Dengan sebuah stempel pemotong dapat dipotong produk-produk dan
produk-produk itu dapat dibuat lagi lubang-lubang.
$baliknya, bila sebuah produk dari pelat dibengkokkan dengan

dari iberbagai suku bagian.


sebuah stempel bawah terdiri dari sebuah perat dasar, petat potong yang
disepuh, dua buah jalur penghantar dan sebuah pelit penghantar. Stempel
atas
terdiri dari sebuah atau lebih nipel yang disepuh, sebuah pelat nipel, sebuah
pelat-tekan, sebuah pelat kepala dan sebuah pen jepitan (gambar
239).
Konstruksi ini memungkinkan pemasangan stemper*temper potong
tanpa
banyak kesukaran di bawah sebuah mesin kempa elsenter. Retat penghantar
yang dihubungkan dengan perat potongnya mengatur
supaya niper-nipelny.a
tetap berada di atas lubang-lubang dari pelat potongnya. pelat penghantar
itu berfungsi juga sebagai pengaut pada waktu menarik kembari nipernipelnya
dari jalur pelatnya.

terdapat kepastian, bahwa seterah pembongkaran dari stempel bawatr


misalnya untuk diasah ), peiat penghantar dan perat potongnya
berada ragi

9rpry.
(

pada

sebuah

ini disebut

pembengkokan.
Perkakasnya disebut stempel pembengkok (gambar 236).
Pada pengempaan dibuat lekukan-lekukan dengan tekanan pada produk

kempa, maka pengerjaan

yang dipotong terlebih dahulu, umpamanya seperti pada fmbuatan uanguang logam.

l
i

Untuk itu dipakai sebuah stempel kempa (gambar 237)'


Arti daripada penarikan dalam teknik tumbukan ialah pembuatan produk'
produk yang cekung dari sebuah pelat dengan menggunakan sebuah stempel
tarik {gambar 2381.

Gambar 235
122

Gambar 236

Gambar 239

123

:frlr

flririiirl}i1;1{1!qrrirt

1i|j:,!|1,.ril:it 11li;ltirrli,$tr

pada kedudukan yang tepat yang satu terhadap yang lain, dipasang pena-peng
penepat yang diseprh (gambar 2tO). Pena-pena penepat itu dipasang di luar
baut-baut, supaya jaraknya pelauh mungkin.
Nipel-nipelnya harus dapat bergerak ke atas dan ke baruah tanpa kelonggaran di dalam pelat pengtrantarnya.
Jalur-jalur penghantar mengatur supaya letak jalur logamnya pada tempat
yang tepat, bila stempelnya turun.
Sisi-sisi potong dari pelat potongnya harus longgar, sehingga produkproduk yang dipotongnya rnudah jatuh ke bawah (gambar 2411.
Untuk pelat sampai kira-kira 3 mm, sisi*isi potongnya dimiringkan 0,5o,
untuk pelat-pelat yang lebih tebal, sisi-sisi potongnya lurus kira-kira 3 mm
dan di bawahnya longgar 3o.
Lubang-lubang pada pelat dasarnya tidak dibuat jauh lebih besar daripada
ukuran terbesar dari pelat potongnya.
Penampang nipel-nipelnya harus sama seluruh panjangnya. Sisi bawah dan

atas harus tegak lurus terhadap arah paniangnya. Lubang-lubang nipelnya


harus tepat tegak-lurus terhadap pelatripetnya, sehingga nipel-nipelnya menggantung ke bawah (gambar 242), Untuk mencegah agar nipel-nipelnya tidak
tertarik keluar dari pelat nipelnya, pada waktu. stempelnya naik, pada sisi
atasnya dilantak sebuah pinggiran (9mbar 2zL3).
Tekanan potongnya ditahan oleh pelat tumpuan yang disepuh, melalui
nipel-nipelnya. Seandainya pelat tumpuan itu ditiadakan, sehingga terutama
nipel-nipel yang kecil akan menekan pelat kepalanya yang lunak itu ke dalam
dan karenanya akan mendapatkan kelonggaran ke arah panjangnya.
Pelat kepala itu hanya berguna untuk membagi tekanan potongnya pada
permukaan yang lebih luas dan untuk memasang pelat nipelnya pada pen

iepitan.
Biasanya pen jepitan itu dipasang pada pelat kepalanya dengan ulir sekerup
halus dan dilengkapi dengan sebuah bidang kecil yang miring, dengan mana

Gambar 240
124

ry
ry

Gambar 241

}fl1.:;l

,,,,Ttffiw

iit,l.i+r.a1Tly5l1qiv.arrt!!

{hflf

242

Gambar 243

stempel atasnya dapat dikencangkan dengan sebuah


baut tekan di daram
kempanya. Pen jepitan itu harus dijamin
terhadap pemutaran.
Langkah gerak dari.kempa itu harus sependek mungkin. pada
kedudukan
paling bawah, baru saia produknya terpotong,
dan pada kedudukan paring
atas, baru saia jalur pelatnya terkaut.

4.2.2 Kelonggnran potong


Lubang-lubang pada perat potong tidak sama besarnya
dengan niper-nipernya.

Antara pelat'potong dan nipel harus terdapat ruangan : yaitu kelonggaran

potongan. Kelonggaran potongan itu tergantung dari


bahannya dan tebal
produknya (tabel 26). Dengnn kelonggaran potong yang
Grlalu besar
terbentuk beram'beram pada produk-produknya dan dengan keronggaran
potong yang terlaru kecir, maka umur pemakaian s*mpernya
rebih pendek.
Apakah untuk rnemperoreh keronggaran potong itu,
nipernya harus dibuat
keci I atau

pelat-potongnya.

Bila keliling luar yang harus dipotongnya, maka pelat_potongnya


harus
mempunyai ukuran yang tepat, sebab produk yang dipotongny,
k" luar, rnurn-

peroleh ukuranukuran dari pelat potongnya (gambar


244a).
Bila sbaliknya harus dibuat rubang pada produknya, maka
nipernya mem.
peroleh ukuran yang sebenarnya, sebab rubang yang
dipotongnya sama ukurannya dengan nipelnya (gambar 244b1.

Gambar 244a

Gambar 244b
126

ri

g
E
t
.E

glt!.9.3.3.q3.&"
C'C'OOC'<'(,(,('G'

r,,,

lo

, k , 16 .12

EC

,c

3-tB.E-E-3.8tt9.,,,,,,
ctooocroc)ooct

I
a

93"e5g333833E E3Bg
Gambar 245

al
6l

B
c
o

!:l
EE
a5

gg3ggg3333g3E3B3

I
a

tc E=,!
tiE

E
tl

9l
l,l

c
a
a
g

Ti
EE
I

t:=

I
I

iEi
iiE
iql

il

ti

*a

g
a
Y

q
3 A t E eE r. E 9. E
& s. s. s.
c, c, c, c, o o o c, o o
dd6Oo-o
p.

iE$el

.iE

Eg33ggEg33 33883 3
E

ggggE gB 338$3Bgg

t-Egt8t8ti3.,,,,,,
_B.etE3.Eg.p.?9.,,
C")C'G'OOC'C'C'O

r,,

g3g.Eg33333g3E3Bg
iilgEE

;;l;Er
C'
.E
c3

aE
E
OE

ke-

Pelat potongnya memperoleh ukuran-ukuran dari produknya dan nipelnya harus sedemikian besarnya. sehingga sekelilingnya terdapat celah sebesar
0,03 mm. Ternyata-bahwa beberapa ukuran celah dari nipelnya menfadi lebih
kecil dan beberapa ukuran lain menjadi lebih besar, sedangkan beberapa
ukuran tetap sama.
Bila kelonggaran potongnya baik, produkproduknya bebasdari beram.
4.2.3 Gaya-gaya potong dan daya motor
Gaya yang diperlukan untuk memotong sebuah produk tergantung dari

1..

:r

potong (hitam) untuk sebuah keliling luar ddngah irisan-irisan, kalau


longgaran potongnya 0,06 mm.

aoooooooo0

li$il

Bila produk-produk pemotongan itu mempunyai bentuk-bentuk yang rumit,


ukuranrrkuran dari nipel dan pelat potongnya harus dihitung dengan cermat.
Gambar 245 memperlihatkan ukuran-ukuran dari nipel (merah) dan pelat

bidang potong dan kekuatan geser dari bahannya.

Besarnya bidang potong Ao, dihitung dengan mengalikan garis potong I


dengan tebalnya bahan s (gambar 246).
Untuk menentukan gaya potong Fo,, luas dari bidang potongnya dikalikan
dengan kekuatan-geser t, dari bahannya.

SEssssgs 39333888
3583338333333s-*3
Gambar 246

126

127

r"ii.''.r1lty$iii:ial

t,,

Anr= Lscm2

,dL

,,1'
t):
'i.;

sehingga

to,

= Ao,.

?_

r-pt

gaya potong dalam kN

A pt

bidang potong rlalam cm2

kN,_I-

r"

Fo,= l.s.r"

KN

TE

panjang garis potong dalam cm


kekuatan geser dalam kN/cm.

s-

pelat bara dengan

0,6
0,8
1,0

tt

32

Jawafun :

35

banianS garis potong ialah

,,
tac,.2oooc
9(C ,, 300 oC
tTc..4Oooc
rc.,5oooc
,, 6oooc
'rc
xc

35... 42
22 .- 2g
9 ... l?

1C

*c
30

65

55

56
72

72

80

l0s

...

bala cllnamo

45

b.la tahan k.rat


tirnbcl (tlmah hltam)

52

a
b
c

tI5..,55

ac

scn9

6 = 'I' 54

e
f

90
35

55
56

23
22... 30 35 .18..,22 25 ...
L2
20
3... I
32... t0 t0 .,.

a0
30

alumlnlum .r....
duralumlnlum

... 9 13 ...
38
22

bahan-bahan bukan logam

kullt .
k!rton
krrton

kOras

kllngrit

karet . .
mlk. tebal 0,5 mm
mlka tebal 2,0 mm
csllulold
kayu lapls

1,5

2;0 .....
I

3,s

=26
=38
= 14

84.78

=14
=38
214,79

Gambar 247
Panjang garis potong I = 214,78 mm = 21 ,478 cm
bidang potong Ao* = l.s = 21 ,478 x O,2 = 4,2956 cm2
gaya potoflg

Fptt Ap1.rg

= 4,2956 x 32 = 137,46 kN.

60

2. logam-togam rlngan

3.

Untuk produk pemotongan (gambar 247!,, dari pelat baja tebal 2 mm,'dengan
kekuatan geser 32 kN/cm2, harus dihitung gaya"potongnya.

{0

bda tatlk dal.m

tlm.h putlh
parunggu romrt

keras

32

50 ... .60

olr

Perhitungan gayapotong itu diperlukan untuk dapat menentukan besarnya


mesin kempa, dengan mana produk itu dipotongnya.
Jangan sekali-kali menggunakan mesin kempa yang terlalu kecil.

25

40 ... 48

0,3
0.3
0,3

Bila kekuatan geser dari bahannya tidak diketahui, m?ka uniuk ini kita ambil
4/5 dari kekuatan tariknya ( os).

*c

0,3
013

:,flfl i,,$r::r+,

1C

0,2
0,3 9lC
0.3

paaa 2ooc
oc
ac
l0o

lt

B dalam klVcr#

lun.k
0,1

:rqql,,:nn*"yqltt:t

Contoh :

27 Nllrl-nll.l prdoman untuk k.ku.t.n gss.rf


logEm-logEm berat

trli1'r

16

Pada kebanyakan mesin-rnesin kempa masih tertera beban maksimum dalam


satuan lama : ton ( 1 ton = i0 kN ). Jadi dalam hal ini rangka dari mesin

kempa

itu harus cukup kuat untuk dapat menampung 14 ton pada waktu

memotong.

Untuk gaya pengautan yang diperlukan untuk menarik nipeknipel dari


jalur-jalurnya, biasanya diambil 5% dari gaya potongnya.
gayapengautan

0,6 ..... I,6

Fo.=-# x

137,46 = 6,873 kN.

8
5

I ..... 6
0,6 .....2,0

Pemasangan-pemasangan dari pelat penghantar pada pelat-potong dan dari


pelat nipel pada pelat kepala, harus dapat menampung 7 kN sanraktu pe-

ngautan.
129

Daya P yang diperlukan.untuk pemotongan dapat ditentukan menurut :


Flrnl di sini ialah jumlah9ayadalam kN
F,-r x

P=

Y"t . -.
kN

-:--

F1-r
dan

= Fpt *

Vr.,

Fo" = 1,0s. Fet kN

ialah kecepatan rata{ata dari

niPelnYa dalam meter tiaP menit'

jadi

1'05'Fot'V"t

P
=
'brsih

60

'iil:i

,'l'i

100

menit.

kW
?i.

1=

4ir '?tst

I,* = rendemen

'i

l.
, ,,:
,'- ,.f
.:
; :ll
:,

Ii'

'kotor -----60. 100.n1-r

'

,i

t1,.

?t3t

kempa

= rendemen stemPel

Untuk menghindarkan pelantakan dari sisi potongnya, tekanan

m/men

n = jumlah langkah tiap

1,05. For. 2 . LK. n

sehingga

2. LK. n

Viar

**

hx'dang

oo di

baryah terhadap nipel-nipelnya, tidak boleh lebih besar dari 100 kN/cnrz '

F
Pt 1
: A.

Xl-.' ql'
f
f,."t i,.

Jadi

u1Y

,'

ntp

t:i
,,ut

Batas

!=
Anrp

l:,

.i.

stempel-stempel

letak

(gambar

248).

Kebanyakan
stempel letak

dari stempel:
ini dilengkapi

dengan sebuah pelontar yang memegas. Produknya ditarik ke atas


oleh nipel-nipelnya setelah pemo.

tongan dilakukan, pelontamya


menggeser kembali dan daun pegasnya mengencang karenanya.
Maka pelontar itu akan melemparkan produknya ke luar, setelah
ia dikaut oleh pelat penghantar

dari nipelnipelnya.
Pelontarnya dipasang di dalam
pelat antara, yang menggantikan
kedua jalur pen ghantar.

Gar$ar 248

n. d. s.

\.0"

r"

t''"'1

1fl) kNrcm2

\.o,

',

FPt
F
n.d.s.r- s.r^.4
= Pt = J

Anrp

.r'
"f{
Maka

ii

Untuk memotong lubanglubang


pada produk-produk yang digunting terlebih dahulu, dapat dipakai

Sbmpel potong arulan

t,=

'l

f;,,

lpas nipel dalam cm2

Stemplleak

ini hanya dilampaui bila nipelnya tipis kalau dibandingkan dengan

'.j

dalam kN

Untuk nipelripel bulat yang banyak terdapat, berlaku

*1,

gaYa Potong

tebalnya pelat.

J1
,t

il

=
An,f
Fo,

roo kN/cm2

4.2.4 &nir-iqnb 3tsmpel potong

l,l.
i)

.o'

"a

.,1

r30

.o'

ni5lcmatau
25

l'''

Gambar 250

.!fi)kN/cm2

mtks

25. d

d=

diameter nipel dalam cm

Ta

s=

tebal bahan dalam cm

,B

kekuatan geser dalam


kN/cm2

_t .43

Gambar 249

Gambar 251

l3r

|f1.lrfliltlf{ir'uo:trllfll.rrWllft'tir',',

'''

'{iirr,:l:iTtii:it::irftlillllilY,'ff-111'r,.1

Bila pada sebuah produk yang kelilingnya dipotong, harus iuga dibuat lubanglubang, kita pergunakan sebuah stempel potong susulan (gambar 249).
Dengan sebuah stempel potong susulan, mesin kempa eksenter dapat
tetap bekerja tanpa berhenti dan pada tiap langkahnya dipotong sebuah p,ro'
duk.
Tergantung dari besarnya mesin kempa, junnlah produknya 80-200 buah
tiap menit.
Pada kenyataannya dikerjakan dua buah produk secara bersamaan pada'
stempel dari (gambar 249) itu. Pada yang satu, dibuat lubang'lubangnya dan
produk yang terletak di sampingnya (yang sudah ada lubang-lubangnya),''
dipotong.
Penghematan waktunya, kalau dibandingkan dengan sebuah stempel letak,
besar sekali.

Jalur-jalur pelatnya harus sudah digunting dengan ukuran yang teliti dan
rn.nggur., antara penghantar jalurnya dengan kelonggaran yang kecil.
Sering dipasang sebuah pelat penopang di bawahnya penghantar jalur
paling belakang, ytng ukurannya lebih panjang (gambar 250)' vang

di dalam nipel utamanya. Dalam hal*ral demikian kita membuat

1u

."

beberapa

lubang pembantu pada pinggiran jalur pelatnya, sehingga dapat dipakai juga
pen-pen pencari (gambar 253).

Untuk menghindarkan supaya, setelah dimasukkannya lalur pelat

baru

pen-pen pencarinya tidak mengenai sebuah produk, di mana masih belum ada
lubang{ubang, pada sebuah stempel potong susulan masih diperlukan sebuah
tumpuan aryal (gam6ar 254).

Tumpuan awalnya dipasang di dalam jalur penghantar paling depan


memegas dan ditekan ke dalam

secara

untuk langkah pertama dari mesin kempanya.

la dipasang sedemikian rupa, se{ringga nipel utamanya memotong ialurnya


beberapa mm dari sisi depannya
Pembatasan. yang lebih baik

dari penggeserannya dan juga merupakan

penghantaran falur yang lebih baik, diperoleh dengan sebuah pemotong


pinggir (gambar 255).

dari
memudahkan pemasukan jalur bahannya dan mencegah pembengkokan
jalur-jalur yang tiPis.
iranjang penggeseran dari lalur harus dibatasi oleh satu atau beberapa buah
tumpuan. Kontruksi dari tumpuan-tumpuan itu tergantung dari ketelitian

produk yang dikehendaki.


(gambar 251 )' PePelaksanaan yang paling sederhana ialah pen tumpuan
numpu.an ini mempunyai bentuk seperti sebuah iamur atau sebuah kait, sehingga lubangnya tidak perlu dibor terlalu dekat dengan sisi'potongnya'
Kepalanya harus sedemikian rendahnya, sehingga pekerjanya dapat menggeserkan jalur pelatnya melalui pen tumpuan itu, pada saat ia dikaut dari nipel'
pen
nipelnya. Pada stempel'stempel susulan pada umumnya hanya sebuah
tumpuan saja, tiAat cukup. Oleh karena penggeseran yang tidak cermat dan
kelonggaran dari jalur bahan antara penghantar-penghantarnya, letak lubang'
lubangnyp biasanya sedikit, menggeser terhadap sisi luar dari produknya'
pencari di
Kesalahan ini dapat dihindarkan dengan pemasangari peh-pen

-qmilfir;ilr

Gambar 252

Gambar 253

Gambar 255

Gambar 254

dalamnya (gambar 252).


Pen-pen pencari yang dipasang di dalam nipel utama iatuh di dalam lubang'
lubang yang dibuat terlebih dahulu dan menggeser jalur bahannya pada tem'
patnya yang tepat terhadap nipel utama. lni hanya dapat teriadi bila penpen

tumpuannya letaknya sedemikian rupa, sehingga ialurnya beberapa per'


sepuluh milimeter terlalu jauh digeser terus dan ditarik kembalioleh pen-pen
pencari.
Pada prodtik.produk potong yang kecil atau kalau lubang-lubangnya mempunyai bentuk yang rumit, biasanya pen-pen pencarinya tidak dapat dipasang

132

-lnr-l

Gmber 256
r3:t

, '.1[

i',1:-[:l]

lni, sering harus kita lengkapi mesin kempanya dengan satu atau lebih alat0l8t bantu. Alatalat ini, yang digerakkan oleh gerak langkahnya mesin kempt,
digunakan untuk menyalurkan dan mengatur pita itu secara otomatis. pada
risi belakangnya jalur serasahnya ( sisanya ) digulung secara otomatis atau
dipotong-potong pendek.
Garnbar 258

ir

Pada pemotongan dengan sebuah stempel potong susulan, pada sisi-sisi jalurnya harus terdapat sebuah pinggiran dan antara produk-produknya, sebuah
pBrnotong (gam bar 259),
Lebarnya pinggiran dan pematang tergantung dari lebar, tebal dan bentuk
dari produknya ( tabel 28 ).

tebalnya bahan.
Setelah stempel atasnya mengangkat, ialur pelatnya dapat bergeser se'
I

Gambar 259

Oleh karena pemotong pinggir yang tebalnya 6 a' 10 mm itu hanya memotong pada satu sisi, ia akan membengkok, kalau tidak diambil tindakan-

,'

ri

,l

,,

':,

t,

rl

i.jl
,r-a

&;,1
ffi

r
l

Maka jalur-jalurnya dapat dikeriakan sampai habis.


Stempelrtempel potong susulan dapat dipakai pada mesintnesin kempa yang
berjalan cepat. Produksi yang tinggi mempertanggungjawabkan pembuatan
stempel-stempel yang lebih mahal ini.
Adalah disarankan untuk menempel kan pen1cen pencari'pada stempel-stem'
pel potong susulan dengan pemotong-pemotong pinggr r' Pemotong'pemotong
pinggir itu dibuat 0,1 a'O,2 mm lebih lebar daripada iarak yang harus digeser'

kannya.

Bila produk-produk yang harus dipotongnya sedemikian banyaknya,


sehingga berol-rol bahan pita khusus dapat dipotong menurut lebarnya untuk
134

lr

I
I

penggeseran jalur PelatnYa.

j;

panjang jarak yang dipotongnYa.


yang
Dengan diadakannya penyisihan pada pemotong pinggirnya, beram
terladi pada peralihan dari dua pemotongan (gambar 256), tidak mengganggu

tindakan. Hal ini dicegahnya dengan memasang sepotong penghantar yang disepuh pada jalur penghantarnya, yang sekaligus digunakan sebagai penumpu.
Selain daripada itu sisi belakang dari pemotong pinggirnya biasanya dibuat
sedemikian paniangnya, sehingga pada kedudukan paling tinggi dari stempel'
atasnya, ia tidak keluar dari pelat potongnya (gambar 257).
Bila pemotong pinggir itu dipasang di depan nipel-nipelnya, penumpu iwal
tidak diperlukannya. Akan tetapi suatu kerugian ialah bahwa produk-produk
terakhir tidak dapat dipotongnya dari ialur karena tidak ada lagi penumpu
untuk itu. Oleh karena itu kita pasang pemotong pinggir yang kedua melewati
nipel yang terakhir, terutama kalau pemotongannya harus dilakukan dari
jalur-jalur pendek (gambar 258).

il

Pembgiat ialur

,t,

!l

,!

Pemotong pinggir memotong sedikit bahan yang sesuai dengan iarak yang
harus digeserkannya ( tusuk ) dan lebarnya 1,5 a' 4 mm, tergantung dari

Trb.l 2t
Nll.hnllal gcdomln untuk l.b.r (bd) p.mrtlng d.n l.brr (br) ptngglr.n
untuk pan.ng-plnlang tu3uk d.n lsbar-l.bar tu3uk r.mpal 70 mm

btl!, kunlng[n

nlkol, t.mb!g.r tlmrh pu- kullt, rlDor, brhan bahtn

p.runggu

tlh, rlumlnlum

buatan

tab.l br-

hln

dalrm

mm

0,10
0,x,
0,30
0J0
o,to
l,(n
rJo
2,00
2,50
q00
3,50
4,00
4,50
5,00
5,50
6,00

bul!t

lab!, bbel
pcm|. plngF
trng glran
b6 br
0,15
0,30
0.45
0,75
1,20

tJo
2,2!t
3,00
s,75
4,50
5,25
6,00
6,75
7,50
8,25

9,@

bd

=br

l6b!r bbrr

pma- plng-

tang gltln
b6 bt

0,10 t,Eo 0,1E


0,20 1,60 0,36
0,30 1,10 0,5a
0,50 t,@ 0,90
0,E0 1,10 1,45
1,00 1,20 i,to
1,50 1,{0 2,70
2,00 t,60 3,60
2,5{' 1,80 4,50
3,00 2,@ 5,10
3,50 2.m 6,30
4,00 2,40 7,m
{,50 2,& E,00
5,00 2,u 9,00
5,50 3,@ 10,00
6,00 3,20 11,@

bd= br

tqbar lob;r
pcms- PlngF
trng glrtn bd+r
b6 br

o,12 2,15 0,30


0,4 1,90 0,60
0.36 r.6t 0.90
0,6(, 1,20 t,so
0.96 1,32 2,&
1,20 1,t' 3,00
l,8o 1,t0 4,s0
2& 1,90 6,00
3,00 2,15 7,fi
3,60 2,t& 9,00
2,5s 10,50
\n
4,& 2,8s 12,@
5,40 3,20 13,50
6,00 3,40 t5,00
6,60 3,60 16,50
7,20 3,E0 18,00

0,t5 3,4)
0,30 3,20
0,t0 2,&
0,75 2,@
1,20 2,20
1,50 2,t0
2,25 2,90
3,00 3.20
3,75 3,60
4,50 4,00
5,25 8,40
6,00 4,00
6,75 5,20
7,50 5,60
815 6,00
9,00 6,a0
135

r. :,.irrt:ii. lrtr rl : i

.,:

,,r,rl!1rr

:,11 l; :al i,,,' ri:.:'?":i

it';,'1rlrs,r

:,.1

r'r{

r.

:tiil

r,t r iri r'


l

wLiS

dengan diameter 20 mm (gambar 264).

Berapakah bahan yang terpakai, bila panjang jalur-lalur

r%Tir.l

,N%

Dari jalur-jalur ( kuningan ) setebal 1 mm dipotong kepingan-kepingan bundar

Gambar 260

itu 1000 mm dan

1,5 mm

.-

Bahan yang tertinggal merupakan serasah ( sampah ) yang harus sesedikit'


sedikitnya.
Karena itu adalah dikehendaki, membuat konstruksi dari stempel itu sedemikian rupa, sehingga persentase bahan yang terpakai untuk produk-produknya,

.:.

setinggi-tingginya.

f;

ini dapat diwujudkan dengan misalnya memotong banyak produk ber'


dampingan (gambar 260), dengan mengambil produkfroduk itu dari ialur
pelatnya dalam kedudukan yang paling menguntungkan (gambar 261),
dengan memotong produkproduk itu bolak'balik (gambar 262l., atau
memotong produk-produk dari serasah, yang dalam waktu yang singkat

f;

iumlah produk tiap ialur


luas produk

ao,

.=

L|,_U

, =l = 10199 = +o
tg 21,5
=

f,a' t.ro'

&

faktorPemaksl6n? =-1

.b

,i

D@@

314,16 mm2

= tg "il-tlg = 0,657
loooxzZ

Gambar 264

atau

6s,7o/o.

HaL

,* 't

:,*ii
i'

;*

!
{'

i
I

t,l

mungkin saia diperlukan (cincin penjamin dan cincin penutup) (gambar 263).
Lubang-lubang pada produk-produk (misalnya seperti pada gambar 260)
tidak mempengaruhi penghematan bahan.

Contdt 2 :

Untuk keping-keping yang sama seperti contoh 1, tetapi sekarang dipotong


dengan stempel bernipel tiga buah (gambar 265), faktor pemakainya ialah.

Jawaban

b = 2. bog*d+.VEIA+b;l= 2+20+37,2= 59,2mm


paniang geseran lg = d *.bp = 20 + 1,5 = 21,5 mm
tebarfalur

Contoh-contoh perh itu ngan u ntu k pema kaian bahan.

.l

i&
,*,*

faktor pemakaian =

jumlah produk iajaran lua,

luas produk-produk tiap jalur


luas ialur

ffi
nsro

= faktor pemakaian.
z
= luas produk tiap jalur
Ap, = luas produk dalam mm2
I
= paniang ialur dalam mm
b = lebar jalur dalam mm

?. reI.;

.{
;l

E.{
i;-

brn

bp
lg

136

lebarialurb = d+2bpg = N+2x1 = 22mm


paniang geseran lg = d * Oo ,O
= 21,5 mm

Gambar 262

**

ii:

kita ambil untuk lebar pinggirannya 1 mm dan untuk lebar pematangnya

Gambar 261

Gambar 263

It

= lebar pinggiran dalam mm


= lebar pematang dalam mm
= panjang geseran (tusuk) dalam

tn

1000

40

21,5

lumlah produk jajaran tengah

= 46 - 1 =

jumlahproduktiaplalur z =

6+45+46 =

luas produk

A,

=to: =*ro,

faktorpemakaian? =

mm.

=-l =

z.APr

l.b

tusuk

45
137

314,16mm2

137x314,16
1000xS9,2

0,727 atau 72,7

%.

Gambar 265
137

r.

.:!r*]!

Penghematan bahan pada contoh terakhir cukup'besar untuk mempertanggungjawabkan pembuatan stempel yang mahal itu, kalau pembuatan produknya banyak.
Stempel potong terusan dan slempel potong

Pemakaian bahan yang lebih menguntungkan kita peroleh dengan stempel


potong terusan ( gambar 265 ). Pinggiran-pinggiran pada sisi-sisinya tidak ada
lagi.

Oleh karena nipel potong-terusan hanya memknntuk ujung-uiung produknya, ketelitian pada lebarnya akan kurang baik kalau dibandingkan dengan

Bila jarak antara garis-garis surnbu dari rubang-lubangnya


tidak begitu perru

teliti, salah satu niper perubangnya dapat ditempatkan


di betaklng
potong

nipet

terusannya (gambar 269). Dengan ini dimungkinkan


untuk memotong
produk.produk yang pendek dan yang panjang,
dengan stempel potong
terusan yang sama dengan memindahkan turnpuannya.
rngatlah akan pem-

buatan sengkang-sengkang dan sebagai nya.


. Bila selain sisi-sisinya, juga ujungrjung dari produknya lurus dan seiajar,
dan persyaratannya tidak begitu tinggi, maka
stempel-potong dapat dipakai
dengan memuaskan ( gambar 269
).

pada stempel potong susulan.


Pada lebarnya produkfroduk itu biasanya harus sejajar dan jalur-jalurnya
harus dipotong paia lebarnya ini.
Pembulatan-pembulatan yang bersambungan dengan sisirisi produk, akan
menladi buruk kesudahannya, karena perbedaanperbedaan lebarnya jalurjalur. Karena itu maka pembulatan-pembulatan itu kita miringkan atau sudutsudutnya kita sesuaikan dengan stempel potong terusan itu (gambar 267 ).

Gambar 269

Gambar 266

Di sini serasahn.ya terbatas pada sisa pada ujung jarurnya, sehingga


bahannya
dimanfaatkan hampir 1(X)%. serain dari itu biava pembuatan
d-ari stemperpotong itu rendah.
Jadi sangatlah dikehendaki, pada waktu membuat konstruki dari produk-

produk yhng akan dip:tongnya, untuk memperhatikan stempel yang


akan dibuatnya.

Sempel Erpul

Gambar 267

Gambar 268

Sebuah jenis stempel potong khusus ialah stempel terpul ( gamUar


ZZO ).
stempel ini dipakai untuk membuat lubang-lubang pada sisi-sisi
dari bendabenda yang lekung atau untuk memotong tambahan dari pinggiran-pinggir.n
dariproduk-produk tarikan ( gambar 271 l.

138
139

\
:

@
-+-1---F
Droduksl

Gambr 271

Gambar 270-

Gambar 272
Stempel potong yang lengkaP
Dengan stempel potong yang lengkap dipotong produk-produk yang harus

teliti sekali dan banyak pembuatannya.

Nipel untuk keliling luar, yaitu nipel utamanya, dipasang pada stempel
bawah, sedangkan pelat-potong dan nipel untuk lubang{ubang, pada stempel
atas. Susunan ini perlu sekali, karena serasah dari lubang-lubangnya harus
dapat jatuh ke bawah, Produknya digeserkan oleh nipel utama ke atas di
dalam pelat potong dan didorong lagi ke luar oleh pelontar.

Nipel utamanya yang memotong bentuk luar, berfungsi iuga sebagai pelat
potong untuk nipel'nipel yang memotong lubang-lubang
Kedudukan lubang-lubangnya terhadap sisi-luarnya adalah tepat sama pada
semua produk yang dipotongnya. Hal ini tidak selalu terjadi pada stempel
potong laniutan, dan pada stempel potong terusan hal ini sama sekali tidak

Selain dari itu, nrpel utamanya bertungsi untuk menghantar lubang-lubangnya, jadi harus dapat bergerak dengan kelonggaran yang kecil sekali di dalam
pelat potongnya. Pelontarnya dapat ditimbang oleh sebuah atau beberapa

terjadi.

buah pegas.

Hantaran-hantaran dari stempel yang lengkap itu harus sangat teliti.

ini

dipasang dalam sebuah rumah


oleh karena itu maka stempel-stempel
gambar
272 l'
stempel dengan kolom-kolom hantaran I

Jadi produk-produknya ditekan lagi ke dalam jalur serasah, yang kemudian


dapat dikeluarkannya dengan mudah.
141

140

L'

yang

di'

kempa'
Bila pelontarnya digerakkan oleh gerak'langkahnya mesin
di dalam
berada
tetap
produk'produknya
disebut pelontar'pelontdr paksaan,
dari
teratas
mati
titik
sebelum
pelat.potongnya dan dikeluarkan sejenak
seradi
atas
ialur
produk-produknya
iatuh
tangtatnya ( gambar 273 ). Maka
Pada mesin<nesin
sah dan harus ditiupnya ke luar dengan udara kempa'

jatuh dengan sendirinya'


kempa yang dapat digutingkan, produk'produknya

iri r' . itrl r,

tr"&r,{,i1r,.1j,ij i,

Karena biasanya jalur.jalur itu sedikit dilumas dengan gpmuk, produkproduk yang tipis sering melekat pada pelontarnya. Untuk menghindarkan
ini, pada pelontarnya dipasang sebuah ujung perekat yang memegis ( gambar

274|-.

I
I

Pada gambar 273 ialur serasahnya dikaut dari nipel utama oleh sabuah
pelat yang memegas, di mana dipasang hantaran jalurnya.

I
I
t

Gambar 275

Pada pelat pengaut ini, pen penumpunya dipasang memegas. Stempelttempel


potorig yang lengkap sering mempl nyai sebuah kopeling pengencang (gambar
275 l, sebagai pengganti pen pengencang. Dengan demikian, kemungkinan

ausnya mesin kempa itu, tidak mengganggu stempelnya.

Srimpl piant

Gambar 273

Stempel{bmpel pisau dipakai untuk rnemotong kulit, karet, karton, gahs,


ebonit, ( dipanaskan sampai l2OoC ), fiber dan seterusnya. Sebagai landasannya ( pelat bawah ) dipakai kayu yang keras atau fiber ( gmbar 276 dan
gambar277 l.

Supaya produk-produknya memperoleh sisi-sisi yang lurus, pisaupisau


untuk keliling luar harus lurus bagian dalamnya dan untuk sebuah tubang
harus lurr,r bagian luarnya. Jadi sisi yang miringnya selalu berada pada sisi
Gamber 274

142

sarasdrnya. Kemiringan dari sisi potongnya ditentukan oleh bahan dari pro-

drknya (taUet29 ).

trlil

i "i

Nllal-nual pedoman

,ii:..

.:.i,

f r . ,ij i

T.bl 29
uituk tudut'sudut darl stmpel{tempel

Titik brat dari gaya-gaya potong pada sebuah stempel potong berimpit
dengan titik borat dari garis potongnya. Untuk menentukan titik berat dari
garis potong itu, gris potong itu dibagi dalam beberapa bagian, yang titik
beratnya dikeuhui atau mudah ditentukannya.
Titik berat itu dihitung dengan peraturan momen. untuk menentukan iarak
X, dari titik berat ke sumbu -X, masingrnasing bagian dari garis potong itu
dikalikan dengan iarak titik beratnya sendiri ke sumbu X dan kemudian
dijumlahkannya. trmlah ini dibagi oleh jumlah panjang dari garis-potong itu.

plsau

sudut dalam dralat

l5

kulit (tombok)
kullt (keras)

20

l0
l7
l7

karet

karton
gabuS

l'oojl,,

25

20

rrroo.)

':1lj:l]rl

Jadiperhitungan untuk jarak X, itu ialah (gambar 27Bl

Produk-produk dan serasahnya dilemparkan oleh pelontar'pelontar dari stem'

v
^r- -

pelnya.

Pelontar:pelontar itu dapat bekeria baik dengan pegas ( gambar 276 ), mau'
pun dengan dipaksa ( gambar 277 l.

lt'tl +12'*2+13'"3

+14

."4tls.*s+16.*6
mm

Bekerja dengan stempel pisau berbahaya sekali'

Karena itu maka langkah dari mesin kempanya tidak boleh lebih dari bebera'
pa milimeter lebih besar dari tebalnya bahan.

Untuk perhitungan jarak Y. biasarfya dipakai cara yang sama.

Y=
2

Gambar 276

13

v, +lr.yz +lL.yt * lr.yo+ lt . ys +ls .yr


lr+lz+13+14+15+16

l"-#1"
Gambar 277

4.2.5 Penentuan Gmpat pen pengencang


Pada hampir semua mesin kempa eksenter, pemindahan gayanya berada pada

t;
,

t,

il

satu titik: yaitu pen Pengencang.


Karena itu, perlu sekali, bahwa pen pengencang itu dipasang pada titik
berat dari gaya-gaya ini.
Dengan demikian maka dicegah membaliknya stempel atas( yang mengakibatkan keausan sebelah pada hantaran-hantarannya, sehingga kelonggaran po'
tongnya dapat berubah.

144

r45

.-.:.::n,i-)-:.r:.8.,-t'.4fFftil,rt0jql{{lr.5rrEair...r'

Titik-titik berat dari busur-busur lingkaran yang banyak diiumpai

pB =

PB

r.

= r.

pB =

r.

tali busur
busur

tali busur
busur

talibusur

=2t

=0,6366r

--i-rt

I
I
I

t
I

=2'r't/2o,900.r
fi

busur
pa = ,Nz. L'''/z

11

2''

= 0,6366

-----J

i
r.

1l

t
f

Grrtar 279
Cmtdr:

.!

Penentuan tempatnya pen pengBncang untuk sebuah stempel potongJaniutan


untuk produk menurut gambar 2S.

$.

Gambar 281

.t
u

*.

':$

t
.fi

*
tr

.,

#,

':/:

f;

::::r

1*
Gambar 280

Pada gambar 281 tertera larak-iarak


potong terhadap sudut kiri bawah.
146

titik

r'.a: 0.60 : 0 r x2.b*20.40 : 800 b :


'

n.60
x3.c:30.-:2E26
xa.d=$.lQ - lOO
r5,c:JQ.!Q :1000
re.f:60.50 :3000
x, . g:94. r. 20 - 5903,2

Er.l

Ex. I
X-=-:
.,,

c:94,2
d : 10
c-20
f-50
g = 62,E

E 0
h.b:0.&
h.d: 5.10 : 50
'y3.c-10"?O r 20
ya.r-30.60 : 1E00
/s.f:35.50 : 1750
f t . g : 60 , r ,20 : 376E
y7.c-79,1 ,fJI-- nil,22

13929,2 EI : 337,9 Et

139n.2

gv

60
40

.l

: 41,3{t mm 1:Y-

#:

i5019,22

rt4,57 mm

berat dari bagian'bagian dari garis

u7

4.3

Stempel pembengkok

:#H::::".*,

pembenskok hanya dibenskokkan,,p,nj,ns g,,i,


lurus. Perubahan yang mengganggu dari tebalnya bahan tidak boleh teriadi

pada pembengkokan

itt.

Gambar 282

Produk-produknya biasanya dari bahan pelat atau pita. yang digunting


atau yang dipotong. Pada waktu pembengkokan, benda kerjanya semula dibengkokkan secara elastis oleh stempel atas. Setelah dibengkokkan lebih
kuat, bahannya dibebani di atas batas perpanjangan dan batas elastisitasnya

-1

dan tetap berubah bentuk pada tempat ini ( gambar 282 ).


Pada permulaan pembengkokannya, radius pembengkokan dari benda kerjanya lebi.h besar daripada radius pembengkokan dari stempel atas. Baru pada
kedudukan paling rendah dari stempel atas, sisi pembengkokan dari benda
kerja itu sama sekali &rbentuk karena tekanan sternpel yang bdsar.
Untuk dapat memanfaatkan sepenuhnya tekanan ini, stempel bawahnya
harus sesuai sekali dengan bentuk luar dari produk yang telah terselesaikan.

Radius pembengkokan dalam tidak boleh terlalu kecil, karena dengan


demikian bahannya dibebani terlalu tinggi, sehingga ia memendek atau retak
( lihat untuk radius pembengkokan minimum tabel 3, halaman 33 ).
Harus diperhatikan, bahwa beberapa baharr yang keras hanya dapat dibeng.
kokkan tegak lurus pada arah penggilingannya.

__

i.

ffi

Gambar 283

Supaya kita yakin, bahwa produk-produk yang telah dipotong itu meluncur dengan baik di atas stempel bawahnya, kita meletakkannya dengan sisi
beramnya di atas.

Gambar 284

Selain dari itu, radius-radius pembulatan pada sisi luncurnya stempel bawah
itu harus sama besarnya dan harus dikerjakan serata{atanya, sehingga gesekan
pada kedua siqinya sama. Hanya dengan demikian benda kerjanya meluncur
rata pada stempel bawah itu. .

.*5. r"fr$',
4 gi?
*' rrl ,.
$:,
is
&

\
rt

Lubang-lubang tidak boleh terlalu dekat dengan garis pembengkokannya,


karena akan berubah bentuknya pada waktu pembengkokan dan dapat mengakibatkan penakikan pada produknya.

Hampir semua bahan memegas kembali setelah dibengkpkkan. Jadi sudut


dari stempel bawah dan stempel atas harus dibuat lebih kecil, sesuai dengan
pemegasan kembali itu ( lihatuntuk pemegasan kembali tabel-tabel, halaman
32

).

Panjang bentangan dari produk-produk pembengkokan dapat dihitung


menurut halaman 18 sampai dengan 21.

lrt8

Gambar 285

Gambar 286

r49

5q

P-l

vwl

4.3.2 Stempel pembengkok sudut

Stempel pembengkok sudut biasanya sederhana pelaksanaannya (gambar

2&t

).

Untuk memfiksir produknya, pada kedua sisi dari alur - V dipasang pelatpelat yang kalau perlu, dapat disdsuaikan dengan produk berikutnya.

Jadi stempel pembengkok sudut itu sedikit banyak universal, terutama


kalau ia dibuat seperti gambar 284, yang stempel baruahnya dapat ditukartukar.

-Z dapat dibengkokkan dalam dua kali atau,


kalau ilmlahnya banyak, dalam satu kali dengan sebuah stempel khusus

Bagian-bagian yang beibentuk

(gambar 285 ).
Maka stempel atasnya harus mengenai bahannya pada dua tempat sekali-

Gambar 290

gus, pada waktu bergerak ke bawah.

t,

Stempel-stempel pembengkok sudut dengan penahan yang memegas,


yang iuga berfungsi sebagai pelontar, bekerja jauh lebih cermat ( gambar 286 I
terutama bila produknya dapat difiksir dengan pen-pen pencari.
Produk-produk berbentuk - U dapat dengan mudah dibengkokkan dalam satu

1,

{l

j
I]
&

A
E
,,i

kali dengan stempel pembengkok dari gambar 2g7.


Stempel itu harus ditengkapi dengan sebuah p,e.fontar,
karena produknya tetap
terjepit di dalam stemper bawahnya karena pemegasan
kembari. pemegasan
kembali itu dapat dikurangi dengan deformasi sisi
daram dari sudut-sudutnya

dengan stempel'atas menurut gambar 2gg. Maka produknya


rebih mudah
dikeluarkan.
Eila kedua kaki dari produk yang berbentuk - u itu
harus serajar sekari, ini
hanya dapat dilaksanakan dengan pengempaan lanjut
dari piooutnya
oan

kemudian memperhitungkan pemegasan kembari dengan


membuat sisi*isi

stempelnya sedikit miring ( gambar 2g9


).

$l

*l

fit

,r,,t
$*
:'

Gambar 288
+

stempel pembengkok ini hanya dipakai pada produksi


daram iumrah-

jumlah yang besar.

Untuk pembengkokan pada

stemper pembengkok yang sederhana dari


gambar 290, gaya pembengkokannya dapat
dihitung seperti berikut :
Bahannya akan membengkok ( melentur
), bila ia dibebani sampai kirakira 3/4 dari kekuatan tariknya.
Maka

Mo

TI

.1

Mo=

Wo

Fo'w

$
*i

$r
Grmbor 289

150

= momen bengkok dalam kN/cm


Wo = momen tahanan dalam cm3
Fo = gaya pembengkokan dalam kN
s
= tebal bahan dalam crn
I
r ,.panjang pembengkokan dalam crn
w = lebar alur dalam cm
.oB oe = kekuatan tarik datam kN/cm2

-/e -o,

Wo6= l't'
Fo.W l.s2 3
Jaot . _
4
6'4

Mo

151

atau: Fo=

1.s.oo

I
,li

#kN

f,

tl.

Pada saat menekan bahannya

tiga kali lipat, sehingg

di dalam alur

- V, Fo naik sarnpi

kira*ira

1,5.1 . s' .oB


Fb

KN

1.3.3 Stempel pembengkok

profil (bentuk)

Gambar 294

Stempel pembengkok profil biasanya terdapat dalam bgrbagai bentuk'


Hampir untJk tiap profil ( bentuk ) diperoleh pemecahannya. Bila bentuknya
tidak dapat dibengkokkan dalam satu kali, maka itu dilakukan dalam dua

Gambar 295

Gambar 296

4.3.5 Stempel perata


Dengan stempel perata (gambar 297) produk-Froduk dari pelat diratakannya.
Maka stempel baar*r dan ates diasah dengan 6rmat.
Bila pada kerataannya diadakan syarat{yarat y6ng tinggi, maka stempel

atau bahkan beberapa kali.


Dengan sendirinya tidak dapat diberikan lebih dari beberapa contoh.

batrah dan stempel atas itu dilengkapi dengan patron wafel yang tusuknya
kira-kira 1,5 kali tebalnya pelat.
Gigigiginya untuk pelat-pelat yang tebal letaknya harUs mliing terhadap

Gambar 29

D
Gambar 291

dtrtl

sesamanya.

Untuk pelat-pelat tipi3 gigigigi itu sebaiknya berhadap-lradapan letaknya,

rr
tl--l-rT.]

ffi

Gambar 292

Stempel rol

Sebuah stempel rol merupakan sebuah ienis yang khusus dari kelompok
stemBel-stempel pembengkok. Bahannya tidak dibengkokkan, tetapi dirol
( digulung ) ( , ambar 294 ).
Stempel-stempel ini ctipakai untuk pembtratan engsel-eng6el dan pinggir'

pirpgir penguat.
Untuk memperoleh hasil yang baik, sangat diperlukan, bahwa ujung'uiung
dari produk-produk itu dibengkokkan terlebih dahulu.
Hal ini dapat dilakukan dengan nipel dari stempel potongnya, dengan mana
produk-produk itu dipotong, menurut bentuk yang dikehendaki ( gambar
295 ), atau membengkokkan dahulu pinggiran itu dengan sebuah stempel
pembengkok (gambar 2961.
152

,,*
t1

,t
,$

.J

Gambor 297

Agar tidak terlalu banyak merusak produk-produknya, tila perlu, puncakpuncak dari gisigiginya dapat diasah rata (gambar 2981.
Bila tekanan-tekanannya hanya diperbolehkan pada satu sisi, maka stempel
bawah atau stempel atas harus diasah rata.
Stempel-stempel perata yang diasah rata dipakai juga untuk mengkalibrasi
( gambar 299 ). Dengan ini tebal produknya dibuat teliti. Hal inidicapainya
dengan meletakkan pelat-pelat keras yang diasah, yang disebut kaliber, di153

t
I

il

sebelah kiri dan kanannYa Produk.


Biasanya produk yang dikalibrasi itu menladi lebih keras karena deformasi

dingin.

Gambar 301

Gambar 302
Gambar 299

Gambar 298

4.4

4.5

Stempel kempa

Pada produk-produk yang dipotong terlebih dahr.rlu ditekan peninggian atau


pendalaman dengan stempel'stempel kempa. yang disebut relif, misalnya pada
uang logam, garpu, sendok dan sebagainya,
Dengan ini ketebalan bahannya mengalami perubahan. Ukiran-ukirannya
pada stempel bawah dan stempel atas dapat berbeda'
Gambar 300 memperlihatkan sebuah stempel kempa untuk penggambaran
medali. Karena produk-produknya teriepit letaknya setelah pen(Fmpaan,

kita buat dua buah cincin pemusat yang terlepas. Bila


dikempanya, bersamaan dengan

itu

pada cincin pengempa

medalinya dikeluarkan dari cincin yang

satu lagi.

Stempel tekan dalam

Stempel tekan dalam ( gambar 301 ) dipakai untuk menempatkan sebuah relif
pada produk-produk rata yang sebanding.
Di sini ketebalan bahannya tidak banyak berubah.
Untuk mendapatkan garis-garis yang tajam pada relifnya, produk-produknya tidak boleh terlampau tebal dan stempel bawah dan stempel atas harus
sesuai sesamanya, dengan memperhatikan tebalnya bahan.

Dapatlah dimengerti, bahwa untuk menyesuaikan stempel bawah dan


stempel atas merupakan pekerjaan yang sukar dan memakan waktu yang
lama. Maka kita selalu beralih kepada pemakaian stempel-stempel karet
untuk penekanan dalam itu (gambar 302), yang bentuknya hanya dikerjakan
pada stempel bawahnya saja.

Bantalan karet, yang dapat terdiri dari berbagai lapisan dengan ketebalan
15 a' 20 mm itu, disekelilingnya harus tertutup untuk menegah penyimpangan ke pinggir-pinggir pada saat penekanan.
Peralihanperalihan dari relifnya dari horisontal ke vertikal harus teriadi
secara bertahap, sebab kalau tidak demikian, bahannya tergeserkan.

Dari kerugian terhadap relif ihi, dapat kita manfaatkan untuk memotong
sebuah keliling luarnya ( gambar 303 ).

Gambar 300

154

Tidak sering kita akan menekan dalam benda-benda kerjanya dengan satu
kali pengeriaan dan bersamaan dengan itu, memotong pinggirnya.
155

).,

karet sampai
Dalam industri pesawat terbang dipakai stempel-stempel
pelat

paniangnya 5 meter. Di

dan
sana dikeriakan logam ringan sampai 3 mm

baja sampai 1,5 mm'

Bila iumlah-iumlah produk yang harus ditekan dalam

itu kecil' maka

kadang-kadang terbuat dari


bentuk pada stempel baruah tidak dikeraskan dan
dikeraskan dengan ke'
kayu. Untuk pemotongannya, maka baja yang tidak

kuatan tarik 60 kN/cm2, sudah cukup'

...

i,:11 , i:r

..'.

.:i lftt,l.

.i.l

fi

. Bahan yang berada di luar nipel tarik mengikuti diameter yang lebih kecil
sewaktu penarikan. Sektor yang tertera pada gambar harus diperkecil dahulu
dan kemudian dapat dibengkokkan melalui pinggirannya.
Gaya-gaya tangensial yang teriadi, akan sedikit melantak, tetapi kemudian
segera menakiknya, sehingga terjadilah lipatan-lipatan yang tidak atau tidak
mudah dapat ditariknya melalui pinggiran. Pembentukan lipatan ini dapat
dicegah dengan pemasangan sebuah pemegang lipatan ( gambar 306 l yang
menekah bentangan.dari produknya pada pelat tariknya.
Pemasangan pegangan lipatan itu tidak harus kaku, tetapi harus memegas,
supaya dapat mengikutinya sewaktu penarikan, kalau pelatnya bertambah
tebal.

Gambar 303

4.6

Gambar 3OG

Gambar 305

Stempeltarik

4.6.1 Pendahuluan

Padawaktupenarikan,sebuahpelatrataditekanmelaluilubangdarisebuah
pelat tarik oleh sebuah nipel tarik'
mudah dirubah bentukHal ini biasanya hanya dapat teriadi, bila bahannya

tinggi'
nya, dengan kata lain bila regangannya cukup
dari gambar 304' dapat disederhana
yang
iangdt
tarik
stempel
Dengan
tingginya tidak
perbandingan'
tariknya tabung-tabung kecil, y'ang menurut
seberapa dan ketebalan bahannya bes&r'

Gambar 304

4.6.2 Menentukan bentangnn ( bukaan l


Untuk tiap produk tarik biasanya harus ditentukan bentangannya yang datar.
Pada perhitungannya kita bertolak dari kenyataan, bahwa luas pelatnya sebelum dan sesudah penarikan, sama, selama tebalnya pelat tidak berub*r,
sehingga:
luas bentangan

luas luarnya produk.

Dengan sengaja kita hitung dengan luas luarnya. Karena itu maka bentangannya menjadi sedikit lebih besar dan produk-produknya meniadi beberapa mm
lebih tinggi.
Hal ini menguntungkan, sebab pinggiran-pinggiran dari produknya yang ditarik. tidak akan lurus sama sekali dan harus dipotongnya.'
Maka untuk produk-produk yang bundar berlaku :

Lo, = iumlah dari semua A

mm

A=
tipis dan lebih tinggi
Bira harus ditarik produkproduk yang berdinding
untuk melipat
('kita sebut ini menarik dalam )' maka pelatnya cenderung

Ix(e,+A2...An

diameter hntangan dalam


bagian-bagian yang mudah

ditentukan dari luas selubung dari produknya dalam


mm2 (lihat tabel 30).

( gambar 305. ).
157

156

;,
1..

TtD.l

Contoh :

30

Tentukan bentangan dari gambar &)7.


luas bentangan = luas selubung silinder

LurHur3 lclubung d.rl produk'Produk tarlk yrng bundrr

+ lues perempat cincin lingkaran +

luas dasar yang datar.

r. {tal-01)

7t/

-D2:lluas
4\r

Io"

:(,,.30 . rq

Ir' :t.
selubung

*"ru"rt r"rr.n"rnn

| -ffi

trt)*('*'

390

ql)
a20 \

*(+3 * 2.n r') * (l r")

zc2. 5o

* zs. 5o *

zs. 1oo

: y :(a. seo + r*.so * zr. io + zr. ioo)


P:@
o : {ffi: 52,8 mm
o

e- n.d.

*
) (,,,

.ffi
r---tr--r
Gambar 307

r'=1{(a-tfo'-q')

4.6.3 Menentukan jumlah penarikan

timhll

pertanyaan, apakah produk itu dapat ditarik satu kali atau


yang lebih.
penarikan-penarikan
diperlukan
lni tergantung dari mudah-tidaknya bahannya diubah bentuk dan perbanding-

Sekarang
solubung keplng bola

an tariknya.
slubung cincln llngkaran

r=

U:9 i

2 .Tt.

rr

Perbandingan tarik untuk produk-produk silindris ialah m

(porempat luar)

selubung clncln lingkaran


(PeremPat dalam)

l-r'ir'd - a'rf 'r'

ctncln llngkalan

t't

(perempat luar)

^-

II{cl.b+2'r.h)

I.

d2

1,',

selubung temboreng
cincln llngkaran
(pc16mPat dalam)

diameter bentangan sebelum penarikan

dl

diameter luar setelah penarikan

per-

tama

selubung tembeten9

r=r(d.b-2.r'h)

d2

diameter luar setelah penarikan kedua

d3

diameter luar setelah penarikan ketiga


dan seterusnya.

d3

'o=4=4-

tTt6

perbandingan tarik penarikan pertama

mp

perbandingan

tarik semua penarikan

beri ku tnya
t.
i

i
r.,i
i

ll'

158

159

rIrfa jFr. tfilr(ri i":ii w!

Iirr{:r

r.,rJ;fr

Tabel 3l
Nilal-nllal mlnlmum untuk.perbandlngan trrlk m pada penarikan dalam
m

i,t
lr,,

baja tarlk dalam

0,55

0,7 5

baJa

0,6 0

0,8 0

kunlngan

0,5s

0.75

perun99u
tembaga

0,5 0

0,E0

0.55

0,75

0,60

0,t 0
0,80

alumlnlum
paduan-p.du!n AL

{,r ",
, !,,

sn9

0,65
0r75

0,9 0

,il'

i l'1,'

i,l
'.,,
rl" {'r

i l'i,

Gambar 309

46.4 Berarnya radiut tarik


Besarnya pembulatan dari pelat tafiknya sangat penting;
Bila radius tariknya
terlampau kecil, dasarnya terpotong.
Radius tarik yang terraru besar dapat terrihat pada
pembentukan peripatan
pada pinggir atas dari produknya.
Maka pemegang pelipatannya tidak cukup lama
menekan bentqngannya.
Nilai-nilai pedoman untuk radius-tarik dap-at
anda rihat paoa tauet 32.

F--_ !___

."J#l

Gambar 310

Gambar 308

,f
6

T.D.t t?
Nlhl.nu.l F.dorn n untuk r.dlur t.?lk ? .rrl.nr
mm .hd stallD.fdt mpil tartf d.l.m
Nl,.l.nll.l tnl b.rt.ku untuk.kunlngrnr e.ruflg[u, t.mbr$

Bila harus dilakukan penarikan yang banyak, maka nipel-nipel tariknya, kecuali yang terakhir, dibubuhi kemiringan ( gambar 308 ).

n'
4

Maka penarikan-penari kan berikutnya berjalan lebih mudah.

Bila perbandingan tarik dari penarikan berikutnya tidak lebih kecil dari
0,85, pemegng pelipatannya tidak diperlukan.
Akan tetapi sering diperlukan penarikan-penarikan lanjutan.
Suatu cara lain untuk memperkecil diameternya ialah melipatkan ( ,,omstulpenr') (gambar 309 ).
Dengan ini perbandingan tariknya dapat dipakai m, = 0,70.
Pada cara

ini sebuah pemegang pelipatan tidak diperlukan.

untuk D.ri rtln

t.b.l

D-dr

brhan dalrm
mm
0,20

0,u

rnt oli.rnoij[-iin-ili-fofai.n alumlntum.

. o,75
0,85

1,20
1,25

t,n

0,30
0,50

,,00
r.15

i,60

960

1,25

0,75
0,00
1,00

1,0

t,a!

2p

1,50

2,10

l,a)

2,0
2,70
3,30
3,70
4,10

Kerugiannyi ialah, bahwa cincin-tariknya berdinding tipis dan mudah robek.

.l,fl)

Nipel tarik dari penarikan sebelumnya tidak boleh dimiringkan, tetapi harus

2,@

2,10
2,40

dibulatkan.

2,t0
300

3,00

2,E0

dllanr mm

30

50

1.50
1,70
1,EO

2,00
2,25
2,50

2.10
2,30
2,50

3,t0
q40

2,50
2,75
3,00
3,70
4,00
4,10

$s0

460

4,00

2,E0

7m

iE0

2,90
3,20
3,50

qr0

a,&

4,10
5,30

630

4.E()

s,t0

6,90

6,10
6,70

ql0

t,40

3,ta
t,20

5,50

5,10
6,00
7,25

4JO

6,N

E,(n

5,30
5,60
5,25
7,30
9,00
9.80

5,20

6,!0

9,00

tr,0o

2,@
3,@

t,&

lt0

250
0,90
1,90

7,70

7,n

t,80

6,70

10,10
12,50
14,30
15.80

10.80
I 2,00

't3,50

160
161
rii

,.slr,,L,p'r,ry1ttr,,fffi

ffi Yi[.]-J

Kita memilih radius pada nipel tarik sedemikian rupa, sehingga bagian yang
rata dari nipel itu sekurang'kurangnya sama besarnya dengan diameter nipel
dari penarikan

berikutnya,

Yang di atas itu berlaku pula kalau nipel tariknya dibubuhi kemiringan.
Pada penarikan terakhir, ukuran radius itu dicantumkan pada gambar.

4.6.5 Besarnya celah tarik


'!,'),{

( gambar 31 'l ) diambil sekecilkecilnya.


Kalau celah-tarik itu terlalu kecil, maka gesekannya (peningkatan suhu )
besar dan dapat terjadi robekan-robekan pada produknya.
Celah tarik W antara stempel dan pelat tarik

fffi:ri,f-ffi
Gambar 313

Gambar 31

Gambar 314

Produk-produk yang relatif berdinding tebar, akan menumbuk pinggir bawah


yang tajam dari pelat tarik oleh pemegasan, pada saat nipel-tbriknya
bergerak
ke atas dan dikaut dari nipelnya.
Tetapi produk-produk tipis sering ditarik ke atas oleh pelat-tariknya.
1

Bila celah tarik itu terlalu besar, kemungkinan pembentukan pelipatan dapat
terjadi.
Dengan celah tarik W- 1,2s pada umumnya tercapai hasil-hasil yang baik.

Akan tetapi untuk mengaut.produk-produk ini, dipasang sebuah cincin

pe-

gaut yang memegas (gambar 313 ). cincin ini, yang terdiri dari empat
bagian,
disatukan oleh sebuah pegas ( gambar 314 ).

4.6.7 Gaya tarik

Bila nipel tarik telah dibu6t konstruksinya, gaya-tariknya harus dihitung,


untuk dapat menentukan dengan mesin kempa mana produk itu dapat di-

.i

4.5.6 Pengautan
Pada saat pengautan terjadi vakum (hampa udara) antara nipel-tarik dan
produk, sehingga dasar dari produk-tariknya ditekan ke dalam (gambar 312).
Untuk mencegah hal ini, adalah perlu. bahwa pada nipel-tarik itu dibuat

tariknya.

Untuk produk-produk yang hrndar kita pakai rumus

lubang udara.

Fr, = zr.d. s. Crr-rg

F,,
d
s
kN C,.

gaya tarik dalam kN

=
= diameter nipel -tarik dalam cm
= tebal pelat dalam cm
= faktor koreksi, tergantung dari perbandingan tarik

,"=+=
D
D=
Gambar 312

d,=

dz= d:
dr dz

danseterusnya.

diameter bentangan dalam cm


diameter luar seteiah penarikan pertama
dalam cm

162

163

il

Untuk produk-proctuk yang bundar

diameter luar setelah penarikan kedua da'

dr=

lam cm

diameter luar setelah penarikan ketiga da'

dr=

Fr, =

lam cm

,=

kekuatan tarik dalam kN/cm2

T.bol

$p

i,

t,00

0,93

0,E6

0,7s0

0,7t)

0,72

0,66

0,@

0,55

.,:!
'dtdz = 9.nt.

0,750

o.ns

o,Eoo or25 " 0,850 0,E75 0'900 0,925

0,50

o,45

0,40

bosi pltt dlglllng dlngln


bara kato$rl
baja tarlk dalam

bal. tahan k.rat 18 -

tombaga

kunlngan
porunggu romas
nlkol
monol

.lumlnl u m
duirlumlnlum
5An9

,t'

0,36

0,32

0,28

0,25

0,22

30- 35
30--35
22-31
60 - 70
2l- 25
32
1o-50
40-45
55
7-ll
22-21

li

45

75-90
70-80
75-90
t8-28

15

yang paling penting dari


Pemegang pelipatan merupakan salah satu bagian
stempel tarik.
penarikan tanpa
Gaya yang harus dipakai pada pemegang pelipatan' untuk

pelipatan-pelipatan, tergantung dari tekanan pemegang pelipatannya dan


bidang yang

il
".&
F.l
_li.

tiap bahan, tertera pada

p dalam t<N/cr#

Bila tekanan pemegang pelipatan itu terlalu tinggi, regangannya dilampaui


dan dasarnya ditekan ke luar dari produknya.
Kalau tekanan pemegang pelipatan itu terlalu rendah, terjadilah pelipatanpelipatan yang pada waktu penarikan harus digesek licin oleh pelat tarik.
Pada waktu penarikan, tekanan pemegang pelipatan itu sedapat-dapatnya
harus tetap. Pinggir pelat antara pemegang pelipatan dan pelat tarik selalu
bertambah kecil. sehingga gaya pemegang pelipatannya harus bprtambah
kecil. Pada mesin-rhesin kempa eksenter hampir selalu dipasang pegas?egas

di dalamnya, yang menekan pemegang pelipatannya terhadap pelatnya. Oleh

ir'

tekanan pemegang pelipatan dalam

60

35-40
3l-35

4.6.8 Pemegang lipatan

,,,

. 0i28
0,25
bajakaroJerl
.,......0,28
baja tahan karat 18 -8 ........
0,35
tBmbaga
.. r . ,.;. . .., 0,20
kunlngan
..,.0,2.2
prunggurmas.
,... 0,22
mon6l .
..... 0,30
alumlnlum
. . 0,12
sng...,.....
......0,15

3a

cm

besl plta yang dlglllng dlngln , .


baja tarlk dalam..
,.

0,19

'n

kt\il

0'950

dlplrarkan

'!

diameter bentangan dalam

pemegang pGllpatan

Tab.l

Nllal-nllal pedoman untuk tekanan

Nllal-nllal pdamtn untuk OB pada ponarikan dllam' dalam kN/cmz

i{

gaya pemegang pelipatan dalarn

Tabl 35

0,50

fi

i.

F=
pl

Tekanan pemegang pelipatan, yang berbeda untuk


tebel 35.

ii

rri,'

r.

.'

kN/cm2

,it
,il

,,!,.1,:-,.:
,r.1. ,r r.:..
.t

;l

33

0,550 0,575 0,600 0,621 0,650 0,675 0,700 0,725

i:t

'-dr2).

Fakto, korak6l Ctr untuk gay.'tarlk pada ponarlkrn dal'm

pt -6

lD2

dl
i

dt

164

itekannYa.

karena sewaktu penarikan, tekanan pegasnya terus bertambah besar dan


pinggir pelatnya terus bertambah kecil, cara ini lebih tidak menguntungkan.
.Tekanahnya untuk tiap cm2 dapat begitu tinggi, sehingg bahan pelatnya
robek.

Tetapi kalau bahannya tidak dibebani sampai batas daya perubahan


bentuknya, maka dapat ju$a dicapai hasil-hasil yang baik dengan pemegang
pelipatan yang mpmegas, terutama bila pegas-pegas itu paniang.
165

NllaFnll.l pGdornrn untuk Fmab d.lam N drn tmaks drlrm mm(p.d. Fmakr) untuk tir.taa'
poglt tak n sltlndrls dcngrn kawat y.ng borp.nrmoang bundar P.da bab.D 3tatlr.

ffi
ffi
trtr

dlrmct.t kawlt d d.lrm

mm

6r*
{:.rt

.;;l;;
s;#;"
fmalc

'tmrkr
I

tmaks

I 0 Fm.k!

Gambar 315

tmrks

fmrkr

di dalam stempel atas itu tidak ada tempat untuk pegas-pegas


yang panjang. Hal ini kita pecahkan dengan memasang nipel tarik dan pemegang pelipatan di dalam stempel bawah dan sebuah pegas yang panjang dan "
kuat yang menggantung di bawa,h mejanya, bekerja terhadap pemegang pe'
Biasanya

lipatan ( gambar 315

fmaks

25;;;:;

).

fm.kr

F =

3: d3'i*
16.r

64. 13. F
i- =:-d'. G

,n

fmrk

mm
tmeks

-t = konstan (tetapl
fn = f .n*mm
p = f+1,ldmm (utukpegaspegas
F =
f =

tekan )
beban dalam N
pemegasan tiap lilitan yang bekerja

6O

Fmak!

- fmlkl

2.W

rttt,
:''{
zt@ .'''',

80 :

"''^'

r.a.t,1"

tmakE

.tr-

r00;;|.;
t 2oFmaki

aru
?.,

fmtks

dalam mm

fn = iumlah pemegssan dalam mm


nw = iumlah lilitan yang bekerja
i* = tegangan puntir yang diilinkan
G

Gambar 316
166

-=

dalam N/mm2 (4OO)


modulus luncur dalam N/mm2

(83000).

t21t7t

CN

,f,t

fro

2s0;';;;
untuk

pag.gpogas

tlnggl dln

f613

t.k.n

20

slllndor dongBn pm.mp.ng kawlt bulur sangklr Fmaka

ll.blh

l3 fl.Hh

rcndrh

Prdr bban dlnrmb, F6s15 sep.rduany!

167

._J

PatJi tabel 36 tertera nitai-nilai pedoman untuk pegaslregas sekerup dengan


penampang kawat yang bundar.
Harus diusahakan, supaya ujung-ujung pegas berhadap-hadapan letaknya,
sehinlg jumlah lilttan yang memegas berakhir pada 0,5 dengan minimum
4,5. Yang setengah lilitan diabaikannya pada perhitungan pegas-pegas tekan,
karena ujung-ujungnya diasah rata.
Pegas-pegas dengan lebih dari 15 lilitan yang bekerja, harus ditopang untuk
mencegah penaikan. Untuk ini kita menempatkannya di dalam sebuah lubang
(gambar 316), yang besarnya harus 1,1 Do.
Akhir-akhir ini kita selalu beralih ke pegas-pegas piring untuk menggantikan
pegasfegas sekerup ( gambar 317 ).
Pegas-pegas piring dapat ditumpuk dengan cepat meniadi pegaspegas yang
pendek dan paniang. Selain dari itu adalah mungkin untuk membuat pegaspegas yang lebih kuat dengan satu jenis piring dengan inenumpuk piringpiring itu tidak dibolak-balik, tetapi searah sampai paling banyak 6 buah
( gambar 318 ).
Dengan cara ini maka dapat dipasang pegas-pegas yang kuat di dalam sebuah
ruangan kecil.
. Dengan hanya memiliki beberapa jenis pegas-pegas piring, kita dapat
rnenyusun sederet pegas-pegas. Kerugiannya ialah, bahwa pegas-pegas itu
hanya dapat dipakai sebagai pegas-pegas tekan dan bahwa pemegasannya kecil
tiap piringnya, sehingga untuk jumlah pemegasan yang besar seperti pada sebuah stgmpel tarik, biasanya harus ditumpuk seir.rmlah besar piring.
Nilai-nilai pedoman untk pegas-pegas piring tertera pada tabel 37.
Daritabel ini ternyata batwa diagram pegasnya tidak merupakan garis lurus.

J*

r
3

,:i

i f i

[:

+r;

li:,'

i'

Ttbcl

F pNda f O50 makslmum untuk bban dlnaml3.


F pada f 0,75 makslmum untuk beban statls.

.10

4,2
4,2
5,2

t0

5,2

12,5
12,5
14
14
16
16

6,2
6,2
7,2

t8
18
20
20
22,5
22,5
25
25

28
28

31,5
31,5
35,5

72
a,2

8,2
9,2
9.2
10,2
10,2
11,2
11,2
12,2
12,2
14,2
14,2

16,3
16,3
18,3

35,5
40

r8,3

45
45

22,4

t0

5o
50
56
56

20,4
20,4
22,4
25,4
25,4
2E,5
2E,5

3t

'$:- j

71

35

71

36

Gambar 317

:l

:.jLl

l.&

,#d

&:,

fr

41

EO

41

90
90

46
46

r00

51
51

112
112
125
125
140
140

ffi#

+r
c
o
t +-

160
't 60
180

It

rEo
204
200

225
225
250

Gambar 318

[I

cl

80

100

'

F pada f

0,50

F pad. I

0,75

,ii:

63
63

F pada t 0,251

ul<tlran dalam mm

&*l
,s;,
,fii

37

Ukuran-ukuran dan bsban untuk pcAas-pogas plrlng, cesurl dsngan -OtN ZOgJ

250

57
57
64
64
72

72
E2

a2
92
92

102
102
112
112
1?7
127

0,3.
o,4
0,4
0,5
0,5
0,7
0,5
0,8
0,6
0,9
0,7
1,0
0,8
1,1
0,8
1,25
0,9
r,5
,,0
,,5
1,25
1.75
1,25
2,0
r,5
2,25
1,75
2,5
2,O
3,0
2,0
3,0
2,5
3,5
2,5
4,0
3,0
5,0
3,5
.5,0
3.5
5,0
4,O
6,0
5,0
8,0
5,0
E,0
6,0
r0,0
6,0 .
10,0
8,0
12,0
8,0
12,0
t0,0
14,O

0,55
0,60
_ 0,70
0,75
0,85
1,00
0,90

I,r0
1,05
1,25

1,20

r,40
I,S5

i,55
1,45
1,75
,1,60
2,O5

1,80

2.1'
2;15
2,45
2,25

2,@
2,65

3,15
3,05
3,50

a40
4,10
3,60
4,30
4,25
4,90
4,50
5,60
5,30

6,70
6,00
7,@
6,30
8.20
7,20
8,50
8,50

,0,60
9,00
11,20

10,50
13,50

r1,r0
r4oo
,3,60
16,20
14,50
17,00

17.00
19,@

51 0,062
81 0,050
91 0,075
126 0,062
r23 0,087
246 0,075
124 0,100
293. 0,075
177 0,112
374 0,082
242 0,125
165 0,1@
3r4 0,137
564 0,112
316 0,162
715 . 0,t25
370 0,175
1070 0,137
490 0,2m
1070 0,162
a17 0,22t
lUO 0,175
755. 0,250
1920 0,2@
1140 0,2E7
zt@ 0,225
.1570 0,325
2E50 0,25{'
2010 0,350
4380 0,275
't970 0,400
4270 0,325
3020 0,$7
5550 0,350
?rEo 0,500
7600 0,400
44W 0,57s
12200 0,425
6050 0,625
l'1630 0,500
5800 0,700
17600 o,sso
7880 0,800
l&300 0,625
12t40 0,075
31200 0,650
1240o t,Ooo
31600 - 0,800
1n0a 1,125
50500 0,E75
r 7150 1,275
46s00 r,0@
32200 l,{00
66750 1,050
31600 1,625
63600 1,250
50't00 1,750
922@ 1,400

93 0,t25
'152 . 0,100
161 0,150
2?6 0,125
221 0,175
171 0,150
216 0;2@
564 0,i50
a$ 0,?25
720 0,175
4in 0,250
891 0,20.0
565 0,275
1082 0,225
550 0,325
1370 0,250
663 0,350
2070 0,275
055 0,{00
2W 0,325
16
0,450
2760 0,350
1320 0,5@
3700 0,{00
2020 0,575
1610 0,450
27t{J 0,650
54EO qsoo
3600 0,700
8470 0,550
344A 0,800
8150 0,650
5520 0,875
10670 0,700
5210 r,00(,
t{600 0,800
8100 1,150

237OO

10E00

22350
10100
34000
13700
31200
22650
60500

,i

.122

0,tr,

216
216
335

0,150

tol

0,28

0,lt

a,N2

674

a,nt

zEE

0,900
0,225

E20

122
1045

0,t37

585

0,375

0,0

t566

0,412
0,3c7

7g

1980
884
30@

tt40
2900

ino

0,w
0,t25

o,112
0,600

o,tlt,
0,675

0J25

1750

0.750
0,6@

n6
ffi

3750
7950
4900

123{0

o,u2
o,67t

0,%
0,750
1,050

0,t25
t.200

fi7t0

ffi
7N

o,ns

r5500
6930

t,0tt0
t,500

?1N

1312
r,200.
1,721

q850

loE50
34700

1,2s0

117W

I,mO
t,4(xt

32400

1,675
1,500

r3{80

2,16

1,100

495(n

!,6@

tgt00

r,250

/t5000

1,7tO

fi000

?,68

cE800

r,9.fl,

2t800

9,000

r,t00

21ffi 2,000
607@ 1,6@
31400 2,2fi
97ffi 1,750
295@ 2.150
89400 2,000
57800 2,E00
1292@ 2,100
55000 3,25{t
1220[a 2,500
90000 3,5m

177000 2,w

1,27,

t,875

2,m

&4A0

3,37t

388qr
129600
79000
189000
73000

1764@
1227@
2566q,

:,,"[

1,650

2,M

E8000
143000

0,t7t

{000
5360

I
t

0,262

t30o

n3

2,621
c,125
3,000

1,N0
3,i50
s,Ef5
3.750
5,250

r.200

.'Jt
:,.i l

lii
:1,

':

i,:1.

.,:,i
,',

.1,

luml.h pcmegrnLln

,i

{i

r68

169
l

46.9 Keria

trik

dan daYa motor

iadi

Keria ying harus dilakukan untuk rnenarik sebuah produk, ialah gaya X ialan.
Jalan ( iarak ) adaldr sama dengan tingginya produk dalam meter'
Gaya yang harus diperhitungkan ialah iumlah gaya = ( gaya'tarik + gaya

FJ,", = %(Fn, + Fpr)

kN j:, ' gaya tarik dalam kN


=
= faktor koreksi,

c""t

+ Fet). vm
60

_kw

V*

Poruto

60.

100 .

r,.,

menit.

P6

bandingantarikm

=1 = 2
Ddld2

loo

m/men

pukulan mesin kempa da-

penarikan tiap

:lI

menit.
?1m

per.-

:2.PK.n

lam cm
kW
n = jumlah

pelipatan dalam kN

tergantung dari

lalah kecepatan rata-rata

dari nipel tarik dalam meter tiap

V--m=

ca(Ftr+Fr,).2.Pk.n

= iumlah g6ya dalam kN

F. = gaya pemegang

c"(F,,

D=
' nctto
sehingga

pe,negang pelipatan ) X faktor koreksi.

dan

r= ?r ' ?rt

nk =
?r, =

o"n

rendemen mesin kemPa


rendemen stemPel

seterusnya.

F. ..h

wrr = -4-;61.6
100
.

c" (F,, + Fer) . h

wt' =

.[=

4.7 Sempeltarik

p=

diameter bentangan dalam cm

dl=

diameter luar setelah penarikan per'

tama dalam cm
d2= diameter luar setelah penarikan kedua
dalam cm
d3= diameter luar setelah penarikan ketiga
dalam cm dan seterusnya.
wtr= kerja tarik dalam kN. m
tinggi produk dalam cm

kW. m

terusan

Produk-produk dari pelat, di mana harus ditap ulir sekerup, sering dilengkapi
dengan sebuah pinggiran penguat yang ditarik terus. Di sini lubang yang dipotong terlebih dahulu, ditarik terus oleh sebuah nipel yang berbentuk flensa
(

gmbar 319

).

fumotongan awal dari lubang dan penarikan terus dapat dilakukan dalam
satu pengerjaan, bila diperlukan (gambar 320).
Maka pada pinggirannya akan terbentuk beram yang taiam.
Untuk mencegah robekan-robekan pada pinggirnya pada waktu peharikan
terus, kita buat h tidak lebih besar dari 2. s dan d3 = dZ* s ( gambar 321 ).

-i66'

Tabel

38

F.ktor koreksi c- untuk kokuatan talik pada waktu pcnarikan dalam

^=';:fr=H-*.0,5s

0,60

0,65

Gambar 319

Daya Porr,o dari motor penggerak dapat dihitung menurut

P=

170

FI,,,I'V60

ryr-i'

di sini F,-, adalah iumlah

kalam kN.

Fr., = ca(Ftr + Fr,)

kN

gaya
Crambar &lO

171

.
Oleh karena volume yang dipindahkan sama, maka

irr-d2).s-i4t-dr1's

"..."1-}I,.

,.,f'fltr-\w.:y;..:.i''.. . . ".

-ot-i

r' .r =f,{a,n
X
D2:

d?

&h

.r-

dfh)

d.zh,

- '

'

iac|

D :11d'h -

denganmanadiameterdarilubangyangdipotongtt'ttUlitdahuludapatdi'

4.8

""-.,

karena volumenya seberum dqn setelah meregang, sama, diameter dari


bentangannya dapat ditentukan dengan :

Gambar 321

tentukan, yaitu h = 2'

}}.a

obh

d22

dr:\/ilj -

"

- df
dr' :2dz' - dt"

di - dz':

,..T?.1ry-_rErn:\IrF-ill{trF:"ilrDj.}j:*:r"

s.

lib
s

Stempel regang

Kebalikannya dari stempel'stempel tarik,

di

mana tebalnya bahan sebelum

Gambar 324

dansesudahpengerjaandapatdikatakantetapsama,denganstempel.regang,
dasarnya,
ketebalan dinding dari produk-produk itu jauh lebih tipis daripada

Padapenger|aaninikitabertolakdariproduk.produkyangditarikterlebih
penarikan
dahulu i gambar 322 l, atau kita meregangnya langsung setelah
dalam satu pengerjaan ( gambar 323 ).

Ketebalan'dindingitudapatdiperkecilkira.kira30%padawaktupengerja-

kira-kira 20%'
an pertama dan sewaktu pengeriaan'pengeriaan berikutnya'

Nipel'regangnya.dibuat0,2mmlebihkecildaripadadiameterdariproduk

t..

yangditariktertebihdahulu'Karenainimakadindingitudapatbergerakke

[,

atas sepaniang nipelnya sewaktu peregangan'

rl

l:

l'ri

4.9

Stempelekstrusi

Sewaktu pengekstrusiannya, bahannya menjadi lunak dalam keadaan dingin


karena tekanan dari sebuah nipel.
Dari sebuah kepingan yang tebal, dengan cara ini dibentuk produkproduk
yang berongga.
Untuk itu kepingannya diletakkan di dalam stempel barah ( matres ).
Nipelnya, yarig dua kali tebal dinding produk, lebih kecil daripada matresnya,
ditekankan pda kepingan itu oleh penumbuk dari mesin kempa dengan kecepatan yang tinggi. Oleh karena bahannya tidak dapat menyimpang ke sisi
lain, ia dipaksa naik ke atrs di dalam celah antara nipel dan matres ( gambar
325 l, yang ketebalan dindingnya dapat bervariasi antara 093 dan 2 mm.
Dalam hal ini bahannya ,,mengal ir" ke arah yang berlawanan dengan geraknya stempel.
sewakttr penumbuk bergerak ke atas, produknya ditarik oleh sebuah cincin
pengaut dari nipelnya.
Susunan dari sebuah stempel ekstrusi dapat dilihat pada gambar 326.

Dari sini ternyata, bahwa nipel, matres dan cincin-pengaut mudah ditukartukar.
Ketinggian yang dapat dicapai pada pengempaan ekstrusi, iatah maksimal
sepuluh kali diameternya dan sangat tergantung dari mudah-tidaknya peruGambar 322

172

Gambar 323

bahan bentuk.

173

Bahan-bahan Yang cocork ialah

: timbel. timah putih' aluminium'

tembaga'

baia dengan kadar karbon yahg rendah


seng dan kuningan yang luriak' Juga

diekstrudir' meskipun sukar'


dan-regangan yang besar, dapat iuga

-,:t

iari

!i
'a:,

lii

s
'a
f

&

t*,
;i

{.

i.:

F,..

l"

[.

,*.tr

t4

isl.s

1t{

Gambar 325

[,i

yang tinggi ( tabel 39 halaman


Sehubungnn dengan tekanan'tekanan kempa
lutut
tZa), kita pakai untuk mengekrudir biasanya mesin+nesin kempa tuas
(gambar 327

gnya yang harus diambil oleh mesin kempa ialah :

x1*

"'.,

$
#'

slii:

Feks

= Anip. Pp

kN

'eks
Anip

p=
'p

ti

s,

ffi

&

gaya ektr:usi dalam kN


=

*
#

luas nipel dalam crn2

tekanan kempa stesifik dalam kN/cm2

Tabel

l-$'

,:,i

Nll.Fnllal podom..n uituk tkan.n

39

*Tf,;if,5'-'

tlneel clan tab'l dlndlng pada waktu

$i

tobal dlndlng

t6kanan kom'

if
E
ar

,i{

s$

tr
i

Gambar 326

;
it

).

dalam
mm

'i#T',{[*i'

hmaks

t5 - 35

10. d

0,0 5

l0.d

0,05

10.. d
6' d

0,0 3

0,6

,t

t
$
r$

t
*

3.

tlmb6l
tlmah Putlh

ilumlnlum

tcmbaga
scng (l.3Ooc)

kunlngan lunsk
tvts

6E

AL_ MgAL_

AL_

174

Sl
Mg

currtc3

30-75
50 - 150
200 -250
120 - 150
22s -300
lito -lEo
220
180
160

-200

8. d
6. d

015

5, d
5. d

t,oo

5'

I,00
1,5
1,0

Gambar 327

Gamber 328

t".:

4.10 Stempel yang dikombinasikan

Pada bab-bab terdahulu telah dibahas stempel-stempel potong, bengkok,

tarik dan seterusnya, sebagai stempel-stempel yang terpisah.


Dengan kata lain, bahwa untuk tiap pengerjaan harus dibuat sebuah stempel
yang khusus dan untuk pembengkokan dan penarikan, produknya harus di-

angkat dan diletakkan dalam stempelnya.

Akan tetapi bila jurnlah produk yang harus dibuatnya sangat besar, kita
akan berusaha mengkombinasikan semua pengerjaan seperti memotong, membengkokkan dan menarik, pada satu stempel.
Maka kita berbicara tentang stempel potong-bengkok, stempel potong-tarik

Gambar 331

Gambar 329

dan seterusnya.

Tekanan kempa spesif ik itu tidak tergantung dari diameternya, tetapi terutama dari tebal dindingnya. Untuk dinding-dinding yang paling tipis harus dipakai tekanan-tekanan kempa yang paling tinggi'
Bidang-bidang luncur dari nipel dan matres harus digosok licin seka-li,

l*'
6.
r!l

Pemakaian stempel-stempel yang dikombinasikan sangat menghemat


waktu' Kebalikannya ialah, bahwa biaya pembuatannya biasanya lebih tinggi

supaya gesekannya kecil'

Bila dinding dari produknya sangat tipis, misalnya 0,1 mm, produknya

akan rusak ditekan, karena selama pengautan, teriadi vakum di bawah nipelnya.Maka pada nipelnya dipasang sebuah ventil udara untuk, bila perlu, me'
masukkan udara ( gambar 328 ).Dengan memberikan bentuk khusus kepada nipel dan matresnya, adalah
mungkin untuk membuat p.roduk-produk yang berdinding ganda ( gambar
329 ), atau sebuah pembatas antara, selain daripada dasar ( gambar 330 ).
Pada hal yang terakhir, di mana nipel bawah diam, bahannya ,,mengalir"
berlawanan dan searah dengan geraknya nipel atas.
Pada pengekstrudiran menurut gambar 331 ( dasar yang tebal ) dan gambar
332 ( tabung ), semua bahannya mengal ir menurut arah geraknya stempel .
untuk pengekstrudiran dari tabung. kepingannya harus dilengkapi dengan
sebuah lubang, seperti iuga untuk pembuatan tube tapal gigi misalnya, me'

nurut (gambar 333).


Tubenya harus rnendapatkan gerak putar pada saat pengautan, supaya
dapat dilepaskan dari ulir sekerupnya.
Pada (gambar 334) tertera sebuah matres ektrusi, di mana produk yang di'
ekstrudirnya mempunyai pinggiran atas yang dipertebal

*[

daripada untuk stempel-stempel yang khusus.


Pada (gambar 335) tertera sebuahstempel potong-bengkok untuk sengkang.
Tiap langkah dari mesin kempanya menghasilkan sebuah produk yang
sudah dilubangi dan dibengkokkan. untuk melepaskan produknya, stempel

{i{

itu dilengkapi dengan sebuah pelontar.

,.,{

sebuah stempel potong-tarik lengkap ( gambar 336 ).

+
lE

Produk-produk tarik yang dapat ditarik dalam satu kali, kita buat dengan

Nipel potong untuk bentangannya merupakan pelat tarik juga. oleh karena

1.
aS

tf#
,w

",*

..s.

,{,

{.
.,i

&
t
f

*
*
{

&,

t{
ln

ji,

M"*.,,
176

I
Gambar 334

Gambar 335
177

il

*$
H

ifii

.,1

*1-

Gambar 336

,$

*
{

produknya harus sudah dipotong sebelum penarikan,dimulai, letak bagian


atas dari nipel tarik sedikit-dikitnya setebal bahannya lebih rendah daripada

jl,
,tl

pelat potongnya.
Tekanan pemegang pelipatan dapat juga diatur dengan
ngaturan tekanan udaranya di dalam sebuah silinder kempa'

ai

.t,

teliti dengan pe'

.{
d

U.

.8

rE

&r

Supaya stempelnya tetap sederhana, kadang-kadang dipasang pem otongpemotong serasah dan produknya dikeluarkan melalui bagian bawah ( gambar
337 ).
Maka tidak diperlukan pelontar dan pengaut.

,ft

fr,

Produk-produk tarik kecil yang tidak dapat ditarik sair.r kali, kita buat
dengan sebuah stempel potong-tarik lanjutari ( gambar iliiS );
Untuk memberi kesempatan pada bahannya untuk mengalir, kita potong
dahulu produk-produk disekitarnya supaya terlepas. Setelah ini terjadi ber-

Gambar 337

t&
-li
?:

Gambar 338

1!

178

17e t

rl

'jf*?qr{m-

turutan penarikan pertama, penari kan-penari kan beri ku tnya dan

pe

fugmw]r]11\].W.-.W..

i)?t

"t",;1t1

5. MATRES (ACUAN)

motongan:

,i*

pemotongan.

Jumlah dari stempel-stempel yang dikombinasikan sedemikian besarnya,


kita dapat membahas tidak lebih dari seiumlah kecil dari kemung-

sehingga

llai

[i[H"[H3['illlff;,

tertera pada (sambar 33e] sebuah stemper densan

t.
.ri;

ipel horisontal dan vertikal.


nipel-n
'stempel

potong-tarik laniutan dan stempel potong-bengkok lanjutan untuk


produk-produk kecil sering kita tempatkan di bawah sebuah mesin kempa

bertiang empat ( gambar 340 ).

Mesin-mesin kempa yang berialan cepat ini ( 150 - 2000 langkah/men I


menjamin iuga bekeria yang ,,schrankvrii" dari stempelnya, pada beban yang
tidak teratur.
pemMesin-mesin ini hampir selalu dilengkapi dengan rol pembawa dan rol
buang dan sebuah gunting serasah.

Iit,
I

t;

ir
t_i

Pendahuluan
.(

Dalam produki rnassa kita selaru menuju ke suatu proses pengerjaan, di mana
produk-produk dibuat dengan pemakaian bahan, tenaga kerja dan waktu
yang sesedikit-sedi kitnya.

{,i

5.1

Pemotongan yang paling ekonomis ialah dengan carailra, di mana produk.


produknya dibentuk di dalam mtres. Pada pengerjaan ini termasuk penpm.
paan panas, pengecoran dengan semprotan dan pengempaan dengan batang;
Bahkan benda-benda kerla yang rumit dapat dibuat dalam satu pengeriaan
tanpa beram dan dengan ukuran yang teliti dengan cara tersebut. Pengerjaan
lanjut dengan sayatan, menurut perbandingan, adalah kecil.
Serin g seju m lah produ k bersama-sama d i bentu k di dal am .matres-matres.

lu

I'i
r'I
f;f

,,,

5.2

t,
!,r'

Kebalikan dengan penempaan di dalam matres.matresr di mana benda tempaannya memperoleh bentuk akhirnya karena pukulan-pukulan yang berturutturut, hntuk yang dikehendaki pada pngempaan panas, didapatkan dergan

lJ.{'
I

rl'

Matres kempa panas

Gambar 339

satu gerakan kempa.


Biasanya hal ini terjadi di barvah mesinrnesin kempa tuaq luut yang berat
( gambar 327 ), mesin-mesin kempa batang sekerup yang modern ( gambar
341 ), atau kempa-kempa hidrolis ( gambar 145 ).

Bahan-bahan-yang mudah dikempa panas ialah

tembaga, seng, alumi-

nium, kuningan, silumin, duraluminium dan elektron. Bahan-bahan ini dikempa pada suhu yahg memberikan perubahan bentuk plastis yang paling
besar. Mudah tidaknya berubah bentuknya dari bahan-bahan ini berbeda
sekali pada pengempaan panas.

Tabel 40 menunjukkan berapa persen ketebalan permulaan dapat dikuranginya.

Yang harus diperhatikan ialah bahwa pemindahan dari bahannya sekecilkecilnya. Maka mudah tidaknya perubahan bentuk tetap kecil.
181

itu paling

mudah bergerak ke samping.samping dan paling sukar


lawanan dengan arah matres atas.

Bahan

Karena ,itu, kebalikan dari matres-matres tempa, bentuk-bentuk


paling sukar, dipasang pada matres bawah.

Pinggira4gingglran yang taiqp harus dihindarkan. Pinggiran.pinggiran ini


mengerem bahannya pada waktu meluncur.

Bila pada produk-produk kempa yang bundai, bahan dasarnya dibubut


terlebih dahulu tepat menurut ukuran, produkgroduknya dapat dikempa
bebas dari beram (gambar 342l,.

Pada matres-matres kempa panas

ini biasanya dipasang alatelat pelontar,


ini ialah,

sehingga tidak .perlu dibuat secara longgar. Kerugian dari konstruksi

bahwa seluruh tekanan kempanya ditampung oleh matres bawah.

,i

t
1

I
t

Gambar 34il

.r,a

I;,.'
1

r-i

I
I

I
,l

lt

Gambar 342

Gambar 341

T.bol l0
Nllahnllal podomln untuk 3uhu-ruhu kempa panas dan mudah-fldaknya
Porubahan bontuk

$r"
,k

,*

il""

$'

iuhu kampa
dalam

,i.l
i;i,
'li''

i::

merobah

bontuk panls

dahm

morobah

bentuk dlnaln
delern

850

12

sang

225

IE

alumlnlum
kunhgf,n otbmat
duralsmlnlum

r00

58

25

E00
480

6E

34

270

2l

280

23

Eo

t2

tambaga

3llumln
s16ktron

;,

oC

Gambar 344

t2

$'

&
182

ffi

183

Dengon pemasaran balok-blok penumbuk, kita hinderkan supaya rnatt


bawah tidak pecah terkempa ( gambar 343 ).
Tentr saia pengempaan panas itu tidak terbatas kepada produk-produk'i{
yang silindris.
ing.it.t umpamanya kepada mur{nur kupu-kupu dan sebagainnya'
Pada pengempaan panas harus kita perhitungkan penyusutan dari produk"'
nya.
?.i.

5.3

Matree cor somprot dan kemPa

Kebalikan dari penpcoran di dalam pasir, pada pengecoran di bawah tekanah,


sejumlah produk dicor di dalam satu bentuk ( matres ) secara berurutan'

F:

Gambar 344 adalah prinsip dari sebuah mesin cor semprot dan (gambar

Gambar 346

345) sebuah mesin cor kemPa'


t.

rr
rI
t:

I
r

tl
1''

i.

I
T

$, ; i..

i{;i

I
I

iti

Matres-matres cor itu harus dikonstruir sedemikian rupa, sehingga prodttk'


produknya tanpa banyak kesukaran dapat dikeluarkan dari matresnya dan
kedudukan dari benda tuangannya harus sedemikian rupa, sehingga pada
waku matresnya dibuka, benda tuarqan itu tetap berada di dalam bagian
yang dilengkapi dengan alat-alat pelontar. Yang terakhir ini dicapai oleh pe'

nyusutan dari produknya pada sebuah teras.


Bila lebih banyak produk yang harus dicor, disarankan supaya meneffipat:
kan sebuah pembagi ( gnmbar 346 ). Matres yang digambar disini tidak mem.
punyai pen-pen pelontar, tetapi sebuah pelat pelontar'
Pada mesin-mesin cor kecil,. penutupan, pemb.rkaan dan pelontarannya
dilakukan dengan tangan. Pada mesin*nesin yang lebih besar hal ini dilakukan
secara mekanis atau hidrolis.
Oleh mesin-mesin cor semprot, bahan yang cair itu disemprotkan ke dalam
matresnya di bawah tekanan 25 sampai 200 bar. Bahan'bahan yang cocok
untuk ini ialah : timbel, timah putih, seng, dan paduan'paduan aluminium.
Pada pengecoran kempa, plunyernyb mengempa logam yang berbentuk

:,+
,

r$

5.4

Matres kempa serbuk

Serbukserbuk logam dapat dikempa di dalarn matres-matres sampai menjadi


produk-produk sedemikian rupa, sehingga setelah dipanaskan sampai bagian.
bagian logamnya menjadi satu, tidakdiperlukan pengerjaan lainnya.
Cara ini diterapkan bila

Suhu-suhu lumernya sangat tinggi, seperti dari wolfram, titan dan seterus-

. nya di dalam logam keras,

adonan atau cairan itJ dengan tekanan 3fi) sampai 1000 bar ke dalam matres'
nya. Dengan defnikian adalah mungkin untuk membuat produk-produk dari
kuningan ( pada suhu 85OoC l.

r&
i;

t,

li
]*
.: r

q-

tt
I*[

'I

Gambar 347

'*

185

2. Bahan-bahan yang tidak dapat atau sukar berpadu dalam keadaan cair,

6. KEMPA BATANG

seperti grafit di dalam bantalan-bantalan yang melumas sendiri;

3. Produk-produknya harus berpori seperti untuk saringansaringan,

penga.

manan-pengamanan pembalikan nyala api dan seterusnya.

Matres kempa itr,r dikonstruir sedemikian rupa. sehingga setelah diisi, sisa
serbuk logamnya dapat diparasnya menurut sisi atas dari matres bawah
( gambar 347 ).

Sekarang nipel kempanya bergerak ke barvah dan menekan serbuknya sampai


ketinggian yang dikehendaki. Sekarang produk-produknya masih rapuh sekali. Setelah pengempaan, menyusul penyinteran pada suatu suhu yang lebih
rendah daripada suhu lumer dari bahannya, dengan titik lumer yang paling

tinggi.

Bila produk-produk itu tidak boleh berpori ( logam keras l, mereka mendapat pengempaan susulan, pada saat atau langsung setelah penyinteran.

.'ir
c1i

Pengempaan batang diterapkan pada pembuatan


batang-batang

. Balok-balok
kempa

profil.

yang dipanaskan sampai suhu-kempa, dikempa


oleh kempahidrolis yang sangat berat melarui sebuah perat matres
igambar 34g ).
Yang cocok untuk pengempaan batang iarah tembaga,
Juminium dan
semua paduan bukan tresi ( nonferro ) yang dapat
diremas.
Dengan pem-iangah sebuah duri di daram prunyer
kempa, kita dapat mengempa profil-profir yang berongga ( gmbar 34ga
), rrp"iti profir berongga,
dariapa wadah-wadah untuk arloji tangan dibuat ( gambar
S4dU t.

Untuk mernudahkan jarannya bahan, sisi pemasutJn


oari petai matresnya oibubuhi sebuah radius (1
E
mml.
Jalan
keluarnya
dibr.rat fonfi.i
-

,ntrt

mengurangi gesekan.
Pada bentuk'bentuk yang sangst tidak simitris,
batang-batangnya ke ruar
melengkung dari matresnya. untuk menghindarkannya,
ri,. o"ig..t,i jalannya bahan dengan mengempa dua buah bahan bersama{ama (
gambar 3S0 ).
Untuk profilprofil yang kecil, matres-matresnya dibuat
banyak untuk mengurangi tekanan kempanya ( gambar 351
).

rl
.r

i
ti
I

fI
6

Gambar 348

ir

I.
',r ,

i",
,

Gambar 349a

['"

tl.
it

r,

@
Gambar 349b

Gambar 350

Gambar 351

186
187

7. MEMTORSIR

Arti memforsir ialah pembentukan bulat dari pelat-pelat yang rata

pada mal-

mal ( contoh ) meniadi bentuk-bentuk rotasi yang berongga'


Kita lakukan pembentukan itu dengan menekan pelat logam yang berputar itu terhadap dan melalui mal profil yang berputar,.dengan baja-baia
forsir yang cocok ( gambar 352 ).
Bangku-bangku forsir pada hakekatnya merupakan bangku'bangku UuUut

Gambar 355

yang sederhana.

,i

{
I
F

[,

lakukan. Pemasangan rol profilnya menjadi lebih sukar.


Letaknya harus eksentris untuk memungkinkan pengeluarannya ( gambar
355 ).
Semua logam dengan regangan yang cukup, dari aluminium sampai baja tahan

Bentuk-bentuk yang dalam harus dibuat dalam beberapa tahap, dengan di'
selingi pemijaran ( gambar 353 ).
Memforsir dengan cara demikian memerlukan pengetahuan ketrampilan
yang luas. Selain dari itu, pekerjaan ini merupakan pekeriaan yang berat'
kur*u baia-baja forsirnya harus dipegang dengan tangan' Maka selalu kita
lehih bertolak dari silinder yang ditarik terlebih dahulu daripada dari sebuah

karat, dapat diforsir pada suhu ruangan.


Pengecualian-pengecualian ialah paduan-paduan magnesium ( kira-kira 3OO"C)
dan paduan-paduan seng ( kira-kira 120'C ).

pelat yang rata.

Untuk ini ditempatkan sebuah alat pembakar di atas bangku forsirnya, yang

profil
Maka bahannya ditarik dengan sebuah rol forsir terhadap sebuah rol
dapat
forsir
iuga dii gambar 354 ). Memperkecil diameternya dengan rol'rol

menahan supaya suhunya tetap.

Supaya dapat membuat produk-produk pada panjang yang dikehendaki,


memasang sebuah alat pemotong pada bangku-bangku forsir

kita dapat

+:

fr
6
\i

( gambar 356 ).

a^

i.

>)

/
(/cr
//)
//
g/

l
fl:

Gambar 352

Kecepatan keliling sewaktu memforsir harus berada antara 500 dan 1800
m/men. Semakin lunak bahannya, semakin tinggi kecepatan kelilingnya.

Jadi qntuk diameter yang kecil diperlukan kecepatan-kecepatan putar yang

fi)
ffi 353 i
Gambar

Gambar 354

Gambar 356

tinggi, seperti ternyata dari persamaan

ln=

v. looo

lptr/men

6=
v=
d=

jumlah putaran dalam ptr/men


kecepatan keliling dalam m/men
diameter terbesar dalam mm

Baja forsir dan rol forsir harus keras dan digosok licin.
Mal profil dan rol profil dibuat dari kayu keras, baja lunak atau besi tuang.
Pemakaian pelumas sangat diperlukan. Yang cocok ialah talk, malam, sabun
dan gemuk.

189

188

fi

,j

.i,

!rri,,rr ,":ltrri,:;$a!iilrilsr.$liilii*iflg1!

l]tr1

;'r}ll"r,l

.-/

r- ri

tiliitlrt,:.ii

rl

21.
22.

PERTANYAAN
1.

PEKERJAAN PELAT dan KONSTRUKST

tVlenggunting

1.
2,
3.
4.
5,

dapat digunakan
23.
24.

Mengapa pengguliran darl pelat yang digunting harus diceggh ?


Bagaimana kita mencegah pengguliran pada pengguntingan ?
Berapa dalam kira-kira masuknya pisau-pisau gunting ke dalam bahan
Mengapa besi tuang dapat digunting ?

25.
?

Buatlah sketsa dari pandangan muka dan samping dari pisau-pisau


sebuah gunting yang mampu untuk menggunting pelat setebal 4 mm.
Cantumkanlah padir sketsa

ini

6iri lubang yang dipons itu licin ?


Mengapa dalam hal-hal tertentu, lubang-lubang yang dipons tidak
Apakah sisidalam

Apakah semua bahan dapat dipons ?


Apa gunanya pengaut pada waktu mempons ?
Buatlah sketsa dari pemasangan nipel pons dan cincin potong pada
pons.

26.

Mengapa langkah dari nipel pons harus sekecil-kecilnya

27.

Hitunglah gaya potong dalam kN yang diperlukan untuk mempons


lubang-lubang menurut tabel di bawah :
!

a.

kelonggarannya; sudut jalan bebas, sudut potong, sudut baji dan sudut
gunting.
6.

gunting

l.
7.

,f

tlr
ii'

8.

ii

10.

il

11.

l
i

r
i
{:
I

i'

il
t.
ir

li
I

l}

Sampai ketebalan berapakah

12.
13.

14.
15.

16.

17.
18.
19.
20.

kita dapat menggunting pelat

dengan

Balaimanakah kita memperoleh bidang potong yang licin pada peng.


guntingan dengan gunting tangan ?
Bagaimana digunakannya sebuah gunting tangkai dan sampai ketebalan
berapakah kita dapat menggunting dengannya

Untuk apa gunanya gunting pukul. Hanya pelat tipiskah yang dapat
digunting dengannya, atau pelat tebal juga.?
Apa sebabnya sudut gunting pada gunting pukul hampir tetap, se-

panjang jalan pengguntingannya ?


Mengapa pada pengguntingan dengan gunting tuas atau gunting tarik
hasil dari garis-gris pengguntingannya buruk ?
Apa sebabnya terbentuk beram-beram yang kuat, kalau kita menggunting pelat tipis dengan gunting untuk pelat tebal ?
Bila kita harus menggunting cincin bulat dari pelat, apakah kita harus
menggunting terlebih dulu lingkaran luar atau lingkaran dalam ?
Bagaimana gunting kerip digerakkan ?
Apa yang dimaksudkan dengan "pukulan tarik" pada gunting ?
Mengapa pipa tidak boleh digunting pada panjangnya ?

Itlempons

Apa yang diartikan dengan mempons ?


Disebut apakah suku bagian yang memotong dari perkakas pons ?
Apa gunanya kerucut kecil di bawah nipel pons ?
Buatlah sketsa dengan skala 1 : 1 dari penampang memanjang dari

cincin potong dan nipel pons untuk lubang bulat dengan diameter
20 mm pada pelat yang tebalnya 8 mm. Cantumkanlah pada sketsa
ini: diameter, sudut jalan bebas, sudut potong dan sudut baji dari
cincin potong dan nipel pens itu.

lr
1l

190

diameterd_dalam mm
diameter d dalam cm
tebal pelat s dalam mm
tebal pelat s dalam. cm
kekuatan geser dalam kN/cm2
gaya potong dalam kN

28.

20 48

8322't14
40

20

32

25

40

Hitunglah tebal pelat maksimum yang diperbolehkan untuk memponr


lubang-lubang menurut tabel di bawah :

beban maksimum kempa dalam


kN yang diperbolehkan
diameter d yang dipons dalam mm
kekuatan tarik datam kN/cmz
tebal pelat maksimum dalam mm

29.

52,8 68,4 100 120

100 100 2000 400 50


25 100 100 50 15
50 50 40 60 37

600
40
48

Hitunglah diameter yang diperbolehkan untuk mempons lubanglubang


menurut tabel di bawah :

beban maksimum kempa dalam


kN yang diperbolehkan
tebal pelat yang dipons dalam mm

100 100 2000 400

412082

50

600
6

191

l,'ll,!i't

:lriiy I't:ir'$l

kekuatan geser dalam kN/cm2


diameter d maksimum yang dipons
dalam mm

30.
31.

33.

34.
35.

36.

37.

40.
41.
42,
43.

44.

25 37. '

r.r!:rrill'li

30

"4q'-T'<mWr.T-Va.i.,;

ilr,tr.

20

Mbngapa batang-batang dan pelat-pelat sering harus diluruskan ?


Apa yang diartikan dengan batang yang dipuntir (torsi) ?
Apa yang diartikan dengan pelat di mana terdapat "ruangan" ?
Ada dua cara untuk menghilangkan "ruangan" dari pelat. Bagaimana ?
Pada gilingan pelurus atau peregang kita berbicara tentang rol penggiling
dan rol peregang. Apa bedanya ?
Bagaimana caranya meluruskan baja profil 7

il

t.brl p6l.t

iI
ilt

S=

-.-f

Dapatkah semua bahan dibengkokkan

pangkokan r

Disebut apakah, lapisan yang terletak pada peralihan dari peregangan


dan penakikan, pada pembengkokan ?
Buatlah ske$a dari perubahan bentuk sebuah pipa yang dindingnya
tidak dipotong pada waktu dibengkokkan.
Bagaimana cara penopangan dinding pipa yang harus dibengkokkan,
sehingga tidak terjadi perubahan bentuk ?
Apa yang dimaksudkan dengan radius pembengkokan pada pembengkokan pelat ?
Apa sebabnya letak lapisan netral itu lebih dekat pada radius dalam
daripada radius luar, pada pembengkokan dengan radius kecil ?
Di mana letaknya lapisan netral pada pembengkokan pelat bila :

llYlx51llll&liqY,Ti,f&.d-1?11,

rtll $ t^!,{,i-ln ii i',rrwr,'rar

1.

rr'''

!.i' r .,r

l5

mm

t.bat prt.tC=l ,5 mm
pembgtckok.n'r = 3 mm

r)5.s
r(5.sdanr)0,5.s
r(0,5.s
?

rEdlus

=3 mm

6{

48,

49.
50.
51.

52.

Apakah kiranya diagram 1 pada halaman 22 dapat digunakan untuk


menentukan pemendekan pelat setebal 2 mm dengan radius pembengkokan 8 mm 7
Untuk apakah digunakannya canai pelat ?
Apa perbedaannya antara canai pelat untuk pelat tebal dan canai pelat
untuk pelat tipis ?
Mengapa pencanaian pelat tipis sukar dilakukan dengan canai pelat

tebal ?
Untuk apa digunakannya mesin keral

53.

Bagaimana membengkokkan batang-batang yang tidak begitu tebal


dengan cara yang sederhana, bila jumlahnya kecil ?

54.

Bagaimana produk-produk yang lebih rumit dari bahan batangan diberigkokkannya ?


Dengan cara bagaimana kita membengkokkan sejumlah besar gelang
dari baja "T" ?
Berapa radius pembengkokan minimum untuk baja siku 60.60.6 bila :
a. flensa yang berbaring harus berada pada sisi dalam ?

55.

Tentukan panjang bentang dari lukisan-lukisan berikut.


56.

57.
r92

radlus penr

t,

panjang bentang
il

rF,

3V

45. Apa artinya pemendekan p pada pembengkokan ?


46. Bilakah kita boleh menggunakan pemendekan untuk menentukan
47.

i t.-r y-

Membengkokkan

38.
39.

r,,lll,r :,T1'',

Jenis-jenis mesin pons yang bagaimanakah, yang anda ketahui 7


Bagaimana terjadinya gerakan turun-naik pada kempa batang sekerup
gesek 7

Meluruskan
32.

.''it, :'r

b. flensa yang berbaring harus berada pada sisi luar ?


Mengapa dan harus seberapa lebih kecilnya diameter duri penggulung
193

,
dari diameter dalam peg6s yang harus dibuat untuk pembuatan
dan pegas tekan ?

pegns

Apa perbedaan-perbedaannya dari gambar 72,73 dan 74 yang

59.
60.
61.

62.
63.
64,
65.
66.

67.

nyangkut kecepatan kerja, iumlah alat'alat bantu dan harga dari alat'
alat bantu itu ?
Berapa besarnya radius pembengkokan minimum untuk pipa aluminium
dengan diameter luar 16 mm ?
Berapa besarnya radius pembengkokan minimum"untuk pipa kuning '
andengan diameter dalam 10 mm dan tebal dinding 1 mm ?
Mengapa mistar tekuk dari sebuah mesin tekuk dapat ditukar'tukar ?
Apa yang harus diperhatikan, bila pada mesin tekuk ditekuk pelat'pelat
dengan berbagai ketebalan ?
Apa sebabnya, bahwa pada penekukan dengan mesin tekuk, ketebalan
pelat terbatas pada 2 a 3 mm ?
Mesin (bangku! manakah yang bekerja lebih cepat, bangku tekuk atau
bangku pinggiran ?
Apa yang diartikan dengan pemegasan kembali pada penekukan pelat
dengan bangku tekuk atau bangku pinggiran ?
Apakah pemegasan kembali itu sama untuk semua bahan ?
Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pemegasan kembali pada

penekukan pelat

68.

T.Yy{ry.+.-F"

.;{1EF

Y',rq

Soal

bahan pelat

perungF

tembaga

seng

bala

lunak alumi. kuning.

nium

gu

tebal pelat dalam mm

1,5

radius pembengkokan
minimum dalam mm

70.
71.

72.
73.

74.

an

lunak

Tentukanlah pemegasan kembali dari pelat-pelat merlurut tabel di


bawah :

qi:r

1,25

Harus berapa besarnya lubang-lubang pengeboran untuk pembuatan


sebuah bak dari pelat setebal 1,S mm, bila radius pembengkokannya
2,5 mm

Untuk menentukan radius pembengkokan untuk penekukan pelat,


kita dapat menggunakan tabel 3 atau tabel S.
Mengapa tabel 5 tEbih baik untuk itu ?
Berapa biasanya besarnya radius pembulatan dari mistar tekuk dan
pisau pinggiran ?
Pada penekukan siku-siku dari besi siku 40.40.4 harus digergaji sebuah dari flensanya yang berbaring.
Cantumkanlah pada sebuah sketsa semua ukuran dari sudut yang
harus digergaji itu.
Bagaimana nilai-nilai dari tabel

ditentukannya?

Peregangan dan penakikan pinggiran-pinggiran.

75.

Apa bedanya antara penekukan pelat menurut garis lurus dan menurut
garis bengkok

bahan pelat

perunggu temba'

seng

t
t

baia lu'
nak

ga

alumi- kuning'

nium

radius pembengkokan dalam mm

11,52
1

1,5

77.

an

lunak

tebal pelat dalam mm

76.

1,25

pemegasan kembali da-

78.
79.
80.

lam deraiat
81.

82,

69.

Tentukanlah untuk pelat-pelat pada tabel di bawah, radius pembeng'


kokan terkecil, dengan mana pelat-pelat tersebut dapat dan boleh di'
bengkokkan

{i,
'i

194

Apa yang lebih mudah, meregang atau menakik pinggiran ?


Apa yang lebih mudah, menekuk dan menakik pinggiran yang lebar
atau yang tidak lebar ?
Palu yang bagaimanakah yang dipakai pada peregangan dengan tangan
dan palu apa pada penakikan 7
Bagaimana kita mengatur pemukulan yang lebih keras dan yang lebih
lunak pada mesin peregang dan mesin penakik ?
Bagaimana penumbuk dari mesin peregang dan penakik diangkatnya
ke atas pada waktu bekerja ?
Buatlah sebuah kepala takik untuk mesin peregang dan penakik.
Dari pelat setebal 1 mm tebal digunting sebuah kepingan yang bulat
dengan diameter 16O mm. Pada kepingan itu harus ditakik pinggiran
yang tegak (gambar 97) dari 10 mm. Berapa persen derajat perubahan
bentuknya ?
195

,{

83. Pada sebuah pipi

dengbn dlameter luar 110 mm dan tebal dindingl


1,5 mm harus diregang pinggiran (gambar S), sedemikian r,upa se'.

U.

hingga diameter luar dari pinggiran itu 126 mm. Hitunglah {eiaiat
perubahan bentuknya dalam %.
Bila bahan pioa dari soal 83 mempunyai regangan 1,5%, dapat men'
iadi berapakah diameter luar maksimum dari pinggiran itu ?

Bagaimana ciaranya supaya perekat yang terbuat dari arpus buatan


dapat lebih cepat mengering ?
99. KJrugian-kerugian apakah yadg terdapat pada sambungan keling ?
100. Apa yang diartikan dengan kepala lantak dan kepala tutup pada
98.

101

sebuah paku keling ?


Dalam lembaran normal manakah terdapat ukuran-ukuran dari paku

keling kecil

Alur-alur pongwt.
85.
86.

Apa biasanya fungsi dari alur penguat itu ?


Apa yang harus kita perhatikan, iika letak alur penguat berdekatan
dengan pinggiran pelat

87.
88.
89.

Apa yang harus kita perhatikan, fika tetak alur penguat beriauhan
dengan pinggiran pelat 7"
Buatlah sketsa dari alur penguat yang paling besar yang dapat dibuat
pada pelat yang tebalnya 2 mm dan cantumkanlah ukuran'ukurannya'
Buatlah sketsa dari rol penggiling untuk alur penguat dari soal 88 dan
cantu m kanlah ukuran-ukurannya,

Bila tidak, bagaimana mengelingkannya

90.
91 .
92.
93.

94.

atau geseran
95.

direkat itu
96.

Harus seberapa tebalnya lapisan perekat diameter kedua bagian yang


?

Dua buah pelat aluminium dengan tegangan tarik yang diperbolehkan


sebesar 15 kN/cm2 dan tebalnya 2 mm, harus direkatkan yang satu
pada yang lainnya (gambar 1 13a). Perekatnya boleh menahan tegangan
geser sebesar 3 kN/cm2. Bila kampuh perekatannya harus 50% lebih
kuat daripada pelatnya, harus berapakah lebarnya kampuh perekatan

itu
97.

il

{[*

Ferekat-perekat yang kita pakai, mengeras (polimerisasi) dengan sendirinya pada suhu ruangan. Jadi kita tidak daBat menyimpan perekat'
perekat berbentuk cairan. Bagaimana masalah ini dipecahkannya, kalau
kita menyimpan perekat'perekat berbentuk cairan ini di gudang sebagai
persediaan

,,.

1O4. Dua buah pelat yang tebalnya 2,5 mm harus dikeling dengan paku
keling yang berkepala bulat. Kepala tutupnya harus bulat pula. Harus
berapakah besarnya pengeboran dan pembenaman lubang-lubang paku
keling ?
Alat-alat keling apakah yang harus dipakai ?
Apa kode penfualannya menurut lembaran normal, pada waktupemesanan paku-paku keling ini ?
105. Apakah mungkin pemasangan pelat dengan paku keling, di mana hanya
satu sisi saja yang dapat dilangkaunya

Untuk apa dewasa ini banyak dipakai sambuhgan felsa ?


Mengapa sambungan-sambungan felsa sedapat mungkin harus dibuat
dengan mesin ?
Dengan mesin apa satlbungan felsa dibuatnya ?
Bahan-bahan apa dapat direkat yang satu dengan yang lain ?
Bagaimana sambungan yang direkat boleh dibebani, tarikan, tekanan

2.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
10.
11.

12.

Cobalah berikan batasan (definisi) dari penempaan.


Tergantung dari apakah suhu tempa dari suatu logm ?
Apakah suhu tempa untuk semua.logam sama 7
Apa yang dimaksudkan dengan "kulit besi" ?
Buatlah sketsa dari sebuah pirometer optis dan berilah ulasan tentang
prinsipnya.
Buatlah sketsa dari pirometer termoelektris dan berilah ulasan tentang
prinsipnya
Dari logam-logam apakah suhu dapur tempa dapat ditentukan dengan
bantuan sebuah pirometer optis 7
Bagaimana kita dengan mudah membuat suhu tetap pada dapur tempa

13.

14.

Apa yang disebut hubungon takik dari sebuah paron


Berapa kira-kira beratnya sebuah paron ?

Bagaimana hasilnya penempaan dengan sebuah palu ringan

Apakah palu perata dipakai untuk memukul ?


Apa bedanya antara pahat tongkat dan pahat picak
Apa gunanya blok landasan ?

it

'i
,i

'il

!1

,i

MENEMPA

listrik

102. Dapatkah semua paku keling dikelingkan dingin ?


108. Dapatkah'semua paku keling dikelingkan dengan tangan

Sambungan.

*Try.ryTfl

SYryir :n':rryl] )'$l'nry.rr

:r:i.rii!ri:r!,r

15.

ditempal

24.

Untuk ini kita pakai baia buiur sangkar 50 mm. Berapa panjangnya
yang diperlukan untuk ini kalau tiap buah dipotong dengan gergaji
yang tebalnya 3,5 mm dan untuk tambahan.dihitung 10% ?

26.

Dari benda-benda seperti gambargambar


masing-masing seratus buah.

di bawah ini harus

25.
27.

Selain untuk pelantakan kepala pada baut besar; untuk apa lagi kira.
nya mesin pelantak digunakan 7
Bilakah kita beralih kepada penempaan dalam acuan (matres) 7
Seberapa iauh ketelitian produk-produk dapat ditempa dalam acuan ?
Pada produk-produk yang ditempa dalam acuan hampir selalu terdapat
pinggiran beram yang harus dihilangkan kemudian. Mengapa terjadinya
pinggiran beram ini tidak dapat dicegah

28.
29.

Mengapa bagian yang paling sukar dari sebuah produk selalu harus
dibentuk oleh acuan bagian atas ?
Mengapa bentuk yang ditempatkan di dalam acuan harus "longgar" ?
PENYAMBUNGAN TERMIS DAN PEMOTONGAN LOGAM.LOGAM

Menyolder (memateri)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7,
8.

Apa yang dimakudkan dengan pematerian 7


Apakah syarat-syaratnya untuk memperoleh sambungan solder ?
Apa yang diartikan dengan suhu kerja 7
Apa bedanya antara penyolderan lunak dan keras 7
Paduan timbel - timah yang bagaimanakah yang menghasilkan sambungan solder yang paling kuat ?
Paduan solder yang bagaimana yang paling rendah titik leburnya ?
Paduan solder keras yang bagaimana yang paling rendah titik leburnya ?
Kita dapat menyolder keras dengan kuningan solder dan dengan tembaga.

9.
.
10.
11.
16.
17.

Dari mesin-rnesin palu tempa, terdapat kerugian pada palu tangkai dan
palu papan. Apa kerugian itu ?
Apa keuntungan-keuntungan palu papan kalau dibandingkan dengan

palu tangkai

18.
19.

20.

21.
22.

23.

Mengapa mesin palu tempa tidak pernah digerakkan oleh mekanisme


engkol batang penggerak ?
Dapatkah kempa batang sekerup (gambar 30) dipakai sebagai palu
tempa ? Mengapa 7
Terangkan bekerjanya palu pegas.
Terangkan bekerjanya sorong pengatur dari sebuah palu udaral
Mengapa penampang dari "silinder palu" tidak bulat, tetapi persegi
Apa
bedanya antara palu tempa dan kempa tempa ?
,

Kampuh soldei yang bagaimana .


Kita sering memakai sblder perak yang jauh lebih mahal, selain kuning-

an solder. Mengapa kiranya hal itu dilakukan ?


Mengapa kita tidak dapat menyolder keras dengan baut solder
meleleh

12.'

13.
14.

Dengan cara-cara bagaimanakah kita dapat memanaskan solder supaya


?

Mengapa penyolderan ultrason tidak termasuk ke dalam jawaban pertanyaan di atas ?


Mengapa pemanasan solder oleh panasnya benda kerja (pemanasan
tidak langsung) lebih baik daripada sebaliknya, benda kerja oleh
.panasnya solder (pemanasan langsung) ?
Bahan-bahan pencair apakah yang dapat kita gunakan untuk penyolder-

an timbel

Pemotongon dan pengelasan otogsn.

15.
16.

Apa yang diartikan dengan pengerjaan logam otogen ?


Apa bedanya antar penyolderan dan pengglasan, yang menyangkut

.t,l

198

199

r{

'']",Yl"..rj',,,",-,. w.'.:w,,,
,':"lF:i{ir

iii,,l
;*, .i..- :.T,,ryry_-

benda kerja, bahan cairan dan bahan tambahan

,"''

37.

Gas yang mudah terbakar aPa yang paling banyak dipakai untuk
pengeriaan logam otggen ?
Dengan apa gas ini dibakarnya dan beiapa suhu penyalaannya yang

dicapai
19.

n.

Bagaimana kita membuat asetilen sendiri ?


Menurut sistem-sistem apa kita dapat membuat asetilen ?
Sistem apa yang paling baik dan mengapa ?
i/lenurut cara-cara bagaimana asetilen yang dibuat dapat ditampung

sementara

Cara yang bagaimana yang paling,baik dan mengapa ?


Menurut sistem apa bekerlanya alat pembuat asetilen otomatis ?
(gambar 164).
Menurut cara apa asetilen yang dihasilkannya, ditampung ?
Tergantung dari apakah tekanan asetilen itu ?
Bagaimana panas yang dihasilkannya dikeluarkan ?
Untuk apa gunanya pencuci yang ditempatkan di belakang alat pem-

buat asetilen

24, Untuk apa pembersih yang ditempatkan di belakang pencuci ?


25. Dengan apa diisinya sebuah pencuci dan dengan apa sebuah pembersih

Apa gunanya kunci air

27.

Di mana harus dipasangnya kunci air

28.
29.

Bagaimana dan dengan apa harus diisinya kunci air ?


Buatlah skeBa dari sebuah kunci air yang sedang bekerja (skala: 1:2).

suatu cairan 7
Cairan apa yang dimaksud

Buatlah skstsa skematis dari sebuah pentil reduksi dan tuniukkanlah

43.
44,

di sini arah alirannya.


Di mana harus dipasangnya alat penghambat (gambar 176) 7
Bagaimana cara mencegah supaya nyala api yang membalik tidak
menuju botol asetilen ?

45. Untuk apa gunanya sebuah inyektor pada alat pembakaran las ?
46. Pada pengelasan otogen yang biasa, pemakaian oksigen dan asetilen
kird-kira sama. Akan tetapi tekanan keria oksigen adalah iauh lebih
tinggi, daripada asetilen. Terangkanlah hal .ini.

47.
48.

50.

otogen ?
Apa perbedaannya antara alat pembakar potong dan alat pembakar

51.

52.

pengelas ?

Maksimal berapa liter aseton yang dapat digunakan dari botol itu ?
Volume sebuah botol aseton dan sebuah botol oksigen masing'masing

55.

di

6000 liter.

66.

dalam'botol
57.

,n,ut

dapat memotong lbgam-losam

secara

las ?
Apa perbedaannya antara bagian mulut cincin dan bagian mulut blok ?
Apa yang diartikan dengan pemotongan secara otogen dan bagaimana
proiesnya ?
Untuk pemotongan secara otogen dari pelat baia tebal 20 mm, kita
memulai dengan botol oksigen dan asetilen yang penuh. Berapa meter
pemotongan dapat kita lakukan dengan botol'botol ini dan berapa

lamanya

ialah 40 liter.

Tekanan di dalam botol aseton ialah 15 bar dan


oksigen 1 50 bar. Terangkanlah hal ini.

tilLffi),inr.

lH

54.

masing'masing dapat digunakan

di las ?

Bagaimana cara mencapai supaya untuk pembakaran dua bagian asetilen

4e.

53.

itu

Bagaimana besarnya nyala api dari pembakaran las dapat disesuaikannya

hanya dua bagian okigen yang perlu dikeluarkan dari botol, yang
,, seharusnya lima bagian (yang diperlukan untuk pembakaran asetilen

Berapa banyaknya asetilen yang dapat kita larutkan di dalam aseton ?


Bagaimana terdapatnya aseton di dalam sebuah botol asetilen ?
Bila sebuah botol asetilen mengandung 20 liter aseton dan tekanan
di dalam botol 12 bar, berapa liter aseton yang dapat digunakan oleh

Dari kedua botol

42.

pentil reduksi otogen pada botol

Cantumkanlah di sini berapa tekanan lebih dari asetilen.


Apa keuntungan-keuntungan botol asetilen. bila dibandingkan dengan
alat pembuat asetilen ?
Mengapa pada pemakaian botol, kita larutkan asetilennya di dalam

35.
36.

baia

39. Apa bedanya antara botol asetilen dan botol oksigen 7


4o Apa gunanya pentil reduksi dan apa yang dapat dibaca padanya 7
41.' B:gaimana cara pemasangan pentil reduksi asetilen dan bagaimana

pada tebalnya produk yang

26.

1t

38.

Bagoimana oaranya kita dapat menghasilkan oksigen dalam iumlah


besar dari udara ?
Sampai tekahan berapa dikempanya oksigen ke dalam botol'botol

Berapa botol oksigen dan asetilen yang penuh, diperlukan unluk pemotongan 100 meter pelat baia setebal 50 nm secara otogen ?
Harus memenuhi syarat'syarat apakah rjntuk memperoleh kampuh las
otogen yang baik ?
Buatlah sketsa dari bukaan kampuh untuk pengelasan secara otogen
dari pelat baia setebal 8 mm dan cantumkanlah ukuran'ukurannya.
Sebanyak berapakah, secara teoritis bahan tambahan yang diperlukan
201

untuk

i
f

pengelasan secara otogen dari pelat setebl 12 mm pada kampuh-

kamptrh
58.
59.

I
60.

"V"

dan

"X".

Apa yang diartikan dengan las pinggiran, las K dan las sudut dalam

Apa yang diartikan dengan


kanan" ?

61.

62.
63.

pengelasan otogen

Alat pembakar yang mana yang dipakai, untuk


pelat baja setebal 75 mm

ti

73.
?

"ke kiri" dan "ke

pengelasan otogen dari

Berapa lamanya pengelasan pelat baia ini sepaniang 100m


Berapa liter oksigen dan asetilen yang diperlukannya ?
Berapa buah botol yang diperlukan itu ?
Berapa liter sisanya tiap botol, setelah pengelasan selesai 7
Harus dilas pelat baia setebal 3 mm secara otogen.

74.
78.

76.
77.

Panjang kampuh seluruhnya 24 meter. Pengelasannya dilakukan dengan


$ebuah alat pembuat asetilen kecil dan sebuah botol oksign' Pada

78.

permulaan botolnya penuh.


berapa lamanya pekerlaan ini ?
Ditanyakan :
berapa liter oksigen habis terpakai

79.

Mengapa merupakan hal yang penting, bahwa terak tidak tertutup


oleh bahan tambahan yang mencair ?

80.

Faktor-faktor apakah yang penting untuk mengatur kekuatan arus


yang tepat ?
Apa gejala-geiala pada pengelasan menurut Slavianoff kalau kekuatan
arusnya terlalu tinggi ?
Apa keuntungan pengelasan "di bawah tangan" kalau dibandingkan
dengan posisi-posisi las yang lain ?
Buatlah sketsa dari kampuh las yang dipersiapkan untuk pengelasan
listrik dari pelat baja setebal 6 mm dan cantumkanlah. ukuran-

an listrik

I
?

berapa tekanannya setelah selesai 7


berapa liter asetilen habis terpakai ?
berapa banyak karbit Yang diPakai ?
Apa pengelasan gas air itu ? Bilamana pengelasan ini diterapkan
,
Apa yang dimaksudkan dengan pengelasan tekan otogen ?
Bagaimana proses pengelasannya

81.
?

82.
83.

Pengelasan listrik
a

44.
65.
66.

ii

67.
68.

Terbagi dalam dua kelompok utama apa pengelasan listrik itu ?


Bagaimana tempat las dipanaskannya pada pengelasan listrik ?
Bagaimana cara mendinginkan elektroda dari mesin las titik dan mengapa ?
Kadang-kadang bidang-bidang kontak dari elektroda las listrik tidak
sama besarnya. Mengapa ?
Berapa daya yang diperlukan untuk dapat mengelas titik dua buah
pelat baia setebal 2 mm ? Keterangan'keterangan apa lagi yang dapat
anda temukan untuk las titik ini ?

69. Apa yang dimaksudkan dengan pengelasan


70.
71 .
'
72.

penakikannya yang diper.lukan untuk lasan yang baik ?


Apa bedanya antara pengelasan tumpul dan pengelasan lebur, Bagaimana kelihatannya kampuh-kampuhnya pada kedua metoda setelah
pengelasan dilakukan, dan apa konsekuensinya yang menyangkut penyelesaian kampuh-kampuh lasnya ?
Apa fungsi dari acuan las (patron las) pada pengelasan pen ?
Buatlah ringkasan pendek dari las tekan dan'las lumer listrik. Selidikilah apakah penempatan las lumer dan las pen betul.
Mengapa pada pengelasan busur menurut Slavianoff hampir selalu digunakan elektroda-elektroda selubung ?
Bagaimana busur nyala api pada metoda Slavianoff disulutnya dan
mengapa busur nyala apinya tidak padam ?
Apa yang diartikan dengan kecepatan gerak pengelasan pada pengelas-

tekan ?
Apa bedanya antara pengelasan

bentuk dan

pengelasan

dan pengelasan kampuh rol ?


Buatlah sketsa dari mesin las kampuh rol untuk pengelasan kampuh

titik

memaniang dari pipa berdinding tipis.

Dua buah batang dengan diameter 25 mm dilaskan satu sama lain


dengan pengelasan tumpul menurut arah paniangnya. Berapa gaya

84.
85.
86.

ukurannya.
Bila pelat tebal harus dilas dalam beberapa lapisan, mengapa lapisan pertama harus dilakukan dengan elektroda yang lebih kecil ?
Apa yang bimaksudkan dengan "las lawan" ?
Apa keuntungan dari pengelasan dengan arus rata dan apa keuntungan
dari pengelasan dengan arus bolak-balik pada pengelasan menurut

metoda Slavianoff
87.

88.
89.
90.

Untuk pengelasan dengan arus bolak-balik dipakai'transformator cabang dan transformator yang dapat diatur secara terus-menerus. Apa
berbedaan antara kedua transformator ini ?
Apa yang disebut transformator las dan apa perata arus
Apa yang dimaksudkan dengan alat las arus ganda ?

91

Mengapa tukang las bekerla lebih mudah dengan alas las dengan
karakteristik yang terjal ?
Apa yang dimaksudkan dengan tegangan terbuka dan apa dengan

92.

tegangan busur ?
Apa yang dimaksudkan dengan lamanya penskakelan

.!\FFlTFqt-ltl$lfial:lr.rtrSEirwlFFI$-:it{qlpgcR:5;YTT.1

-'

93.
94.
95.
96.

97'
98.

Mengapa pengelasan busur menurut metoda Bernados tidak diterapkan


lagi, meskipun kecepatan lasnya tinggi ?
Gas pelindung apa yang digunakan pada pengelasan arkatom ?

api langsung

arkatom

digunakan daripada alat

las

100. Berapa lama pengelasan pelat aluminium setebal 4 mm dan sepanjang


12 meler dengan argonark ?
101. Apa bedanya antara pengelasan argonark dan pengelasan sigma ?
102. Apa keuntungan dan kerugian dari pengelasan CO2 kalau dibandingkan
1

03,

dengan pengelasan sigma ?


jang dari sebuah pipa dengan
Mengapa untuk pengelasan kampuh meman

4.

Las termit

STEMPEL

1.

Dari suku-suku bagian apakah terbentuknya stempel bawah dan stempel


atas dari stempel potong ?

2.

Apa fungsinya pelat hantaran dari stempel potong ?


Tindakan-tindakan apakah yang kita ambit supaya setelah pengasahan
pelat potong, pelat hantarannya dipasang pada posisi yang tepat lagi
te'rhadap pelat potong itu ?

3.

4.

Mengapa jarak

dari hati ke hati antara pena-pena penepat selalu di-

Mengapa pada stempel atas tidak dipasang pena-pena pas

6.

Untuk apa gunanya jalur-jalur penghantar ?


Mengapa sisi-sisi potong dari pelat potong harus longgar
Bagaimana dipasangnya nipel pada pelat nipel ?

7.
8.
10.
11.

5.

12!.

cara

108^ Terangkan dengan. singkat pengelasan kempa dingin


kempa dingin?
109. Apa yang anda fetatrui tentang suhu pada pengelasan
satu
dihubungkan
2
mm
yang
tebalnya
110. Dua buah pelat aluminium
kempanya
nipel
Diameter
dingin'
pengelasan
kempa
sama lain dengan
pemasukan
ialah 10 mm" Ditanyakan gaya kempanya dalam kN dan

a. dengan menyamakan ukuran-ukuran nipelnya

Terangkan asas dari pengelasan ultrason'


pada pengelasan
112. Berapa getaran tiap detik dibual oleh kepala getar

ultrason

Yang dilas ultrason

115. Apa keuntungan dari pengelasan ultrason kalau dibandingkan

der{gan

i{

fi

il

i
l

,{

b. dengan menyamakan ukuran-ukuran pelat potongnyadengan produk


dan nipelnya dibuat agak lebih kecil.

a dan b diterapkannya ?
Nipel harus selalu lebih kecil dari pelat potong. Bila tidak demikian,
nipelnya tidak dapat masuk ke dalam pelat potong.
Apakah kita boleh mengatakan bahwa nipel selalu lebih kecil daripada
Bilamana

13.

113. Berapa jarak langkahnya kepala getar ?


l,l4.Pengarutrapayangditimbulkanolehkotoran.kotoranpadakampuh

.ld

dengan ukuran-ukuran
produk dan pelat potongnya dibuat sedikit lebih besar,

kemPanYa.

1,

Apa fungsinya pelat kepala dari sebuah stempel potong ?


Untuk apa gunanya bidang miring dari pen lepitan ?
Mengapa begitu penting bahwa kelonggaran potong antara nipel dan
pelat potong tidai< terlalu besar dan tidak terlalu kecil ?
Bila ukuran-ukuran dari produk yang harus dipotong diketahui, kita
dapat mengatur kelongga'ran potong pada stempel potong dengan dua

Pengelasan dingin

11

dengan

Stempel potong

9.

nipel

's4

pengelasan titik elektris dan pengelasan kempa dingin ?


16. Logam-logam apakah yang dapat dihubungkan dengan iembaga
.

buat sejauh mungkin

?
tebai dinding 28 mm sering diterapkan pengelasan lumer Union
dapat
104. Berapa meter kampuh memaniang dari soal 102 tiap iamnya
?
Union
lumer
dilas dengan mesin las

105. Apa yang dimaksudkan dengan las termit ?


106. Bagaimana diperol'ehnya panas untuk las termit ?
107. Apa bedanya antaia pengelasan tekanan termit dan tuangan termit

qF\"t';}{I

pengelasan ultrason

Apa keuntungan dan kerugian dari pengelasan arkatom ?


4 mm
Berapa lamanya pengelasan arkatom dari pelat aluminium setebal
sepaniang 12 meter ?
Gas pelindung apa yang dipakai pada pengelasan argonark ?
Mengapa pada pengelasan arkatom kita berbicara tentang busur nyala
api tidak langsung dan pada pengelasan argonark tentang busur nyala

gg. Mengapa alat las argonark tdbih Uanyak

:i5!i}:
.YqYr:twlqE\:Y-r :

14.

ukuran-ukuran pelat potong ?


lsilah untuk keling-keling luar dari kepingan.kepingan bundar menurut
tabol di bawah, kelonggaran potong, celah potong, diameter nipel dan
diamiter lubang pada pelat potong.

208

pada kgpingan-kepingan dari soal 14, dengan tidak rnerusak nipel.

Sool

nipelnya.
temba-

bahan

ga

lunak

kuning- baia ta- alumi- pelat


an rik niurn baia
keras dalam (lunak) biasa
{0,1%c}

tebal pelat dalam mm


diameter kepingan dalam mm
kelonggaran potong dalam mm
celah potong dalam, mm

1,25

0,50

1,00 1,75
23.58

18

5,00

13.50 267

diameter nipel
diameter pada pelat potong

20.
21.
22.
23.

24.

2.

lsilah kelonggaran potong, celah potong, diameter nipel dandiameter


lubang pada pelat potong untuk memotong lubang-lubang bundar
tebal di bawah.

,Soal

kuning-

tebal pelat dalam mm


diameter lubang dalam mm
kelonggaran potong
celah potong
diameter nipel
diameter pada pelat potong

16.

17.

ie.
I

t
'

r{

19.

.,&

E.

t
gl

-ff\a

duralu- temba- temba-

o"25 2,N
2,63 12

1,75 1,7E 3,50


17,50
I
I

Hitunglah gaya potong dalam kN untuk pemotongan keping-keping


dari soal 14,
Hitunglah gaya pengautan dalam kN untuk pemotongan kepinEkeping
dari soal 14.
Hitunglah untuk tiap kepingan dari soal 14:
daya motor bruto dalam kW yang diperlukan, bila kempanya membuat
90 langkah tiap menit, panjang langkah 8 mm, rendemen kempa 0,5 dan
rendemen stempel 0,9.
Hitunglah lubang-lubang bundar terkecil yang sekiranya dapat dipotong

pen-pen

Mengapa pada stempel potong susulan di mana digunakan pen-pen


pencari, letak pen penumpu.beberapa persepuluh mm tarlalu iauh dari
nipel utama ?
Dapatkah kita menggunakan pen-pen pencari pada pemotongan produkproduk yang sangat kecil ?
Mengapa diperlukan sebuah psnumpu pendahuluan pada stempel

potong susulan dengan pen-pen pencari

Apa fungsinya pemotong samping pada stempel potong susulan


28. Mengapa penampang dari pemotong samping bukan per:egi ?

29.

Bagaimana kiu mencegah supaya pemotong samping yang dibebani


sebelah, tidak bengkok ?
Kadang-kadang kita paqng dua buah pomotong samping pada stempel
potong susulan. Mengapa ?
Dapatkah pemotong samping pada stempel potong susulan diganti
dengan pen pencari ?
Buatlah ranoangan sketsa dari pembagian lalur untuk produk produk
di bawah. C:ntumkanlah pada sketsa ini lebarnya jalur dan panjangnya

baja

ga tarik
an minium Sa
lunak (kerasl keras |unak dalam

Mengpa pada stempel potong susulan sering digunakan

27.

30

bahan

Mengapa pen penumpu dari stempel potong susulan mempunyai bentuk


seperti jamur atau kaitan 7

pencari

26.

15.

Apa bedanya antara stempel potong letak dan stempel potong susulan
Apa gunanya "pelat penopang" dari stempel potong susulan ?

31.

32.

tusuk.

Bahan dari produk-produk


0,1.%

itu adalah pelat

C (Fe 37) dengan tebal 2 mm.

ffi

tu

baja lunak biasa dengan

'W";"
:;
-=

3",",ryitr;il''ililflrffl',Jl i:iifr'i.

*$ii,'ft,

:,:i'.

, ,,W,. rf,ry."fffl}lrflf;l tl

Hitunglah faktor pemakaian untuk produk'produk dari soal 32 itu,


. bila panjang ialur'ialurnya 1000 mm.
Rancangkanlah sebuah produk baru yang dapat dipotong dengan
34.
stempel terusan, tetapi tidak dengan stempel potong.
Rancangkanlah sebuah produk baru yang dapat dipotong dengan
35.
stempel potong (bila kedua ujung dari sebuah produk yang satu suai

33.

t
T

Il

jarak antara pelat-pelat letak dari stempel bawah. Ukuian W dari


stempel bawah sama dengan 8 x tebal pelat. Bahan dari produk-produk
itu adalah pelat bala lunak biasa dengan 0,17o C (Fe 37),
abc.d

dengan yang lainnya, umpamanya uiung yang satu cembung, dan yang
lain cekung, maka produk ini dapat dipotong denghn stempel potong,

l'

asal nipel potongnya mempunyai bentuk yang tepat (sesuai)).


36.

37.
38.

39.
40,
41.

42.
43.

44.

Bilamana dipakainya stempel terpul ?


Apa keuntungan yang paling besar dari stempel potong lengkap 7
Mengapa stempel potong lengkap harus dipasang di dalam rumah
stempel dengan tiang-tiang penghantar ?
Mengapa pelat potong di dalam stempel potong lengkap untuk me'
motong keliling, dipasang pada stempel atas ?
Apa bedanya antara pelontar yang memegas dan yang dipaksakan ?
Untuk apa gunanya "penYrekat" ?
Apa yang dimaksudkan dengan kopeling iepit ?
Untuk apa digunakannya stempel pisau ?
Mengapa sisi yang miring pada stempel pisau selalu dibuat pada sisi
sampah

45.

46.

53,
54.
r
55.
56,
57.
,

Mengapa langkah dari kempa harus sekecil mungkin, pada pemakaian


stempel pisau ?
hrrah stempel,
crcmncr titik pusat
nu dari pen jepit harurs berMengapa pada sebuah

impit dengan titik berat dari gaya'gayanya ?


47. - Tentukanlah tempatnya pen iepit untuk produk'produk dari soal 32.
Produk produk itu dipotong dengan stempel potong susulan dengan
pen penumpu (lihat gambar 249)'

Hitunglah gaya pembeSrgkokan dalam kN pada waktu penekanan


Paniang produk-produk ialah

untuk produk-produk dari soal 52.


100 mm.

Bila pada pembengkokan dari produk C dari soal 52, kempanya


hanya dapat menampulrg 2 ton, jadi harus berapakah lebarnya W ?
Apa yang dimaksudkan dengan stempel pembengkokan bentuk ?
Untuk apa stempel rol digunakannya ?
Bilamana stempel rata dengan patron wafel diterapkannya ?
Mengapa puncak-puncak dari stempel rata ini sering dihilangkan dengan
pengasahan

58.
59.
60.
6t.

48.
49.
50.
51.
52.

208

Mengapa produk-produk yang telah dipotong kita letakkan dengan sisi


beramnya mengarah ke atas di dalam stempel pembengkok ?
Mengapa kita membuat lubang-lubang yang terletak berdekatan dengan
garis-garis pembengkok, baru setelah pembengkokan?
Mengapa stempel pembengkok sudut (gambar 286) bekerja lebih teliti
daripada stempel pembengkok sudut (gambar 283) ?

Bagaimana kita membuat kaki'kaki dari produk yang berbentuk U


tepat sejajar ?
Buatlah sketsa dari sebuah stempel pembengkok sudut yang sederhana
untuk produk-produk di bawah :
Cantumkanlah sudut-sudut dari stempel bawah dpn stempel atas dan

62.
63.
I

,i

ll

Untuk produk-produk apakah stempel kempa digunakan

Apa bedanya antara stempel kempa dan stempel tekan dalam ?


Mengpa untuk stempef atas pada stempel tekan dalam sering sekali
digunakan bantalan karet ?
Mengapa kiranya untuk bantalan karet dari stempel tekan dalam
biasanya dipakai beberapa lapis daripada satu blok karet ?

Stcmpol
Stempel pembengkok

i{

t!r:k

Apa yang diartikan dengan "pelipatan" pada penarikan dalam. Dan


begaimana kita dapat mencegah "pelipatan" ini ?
Tentukan diameter-diameter dari bukaan rata untuk produk.produk

tarik di

bawah.

bc

,i

il

64.

&itdikilah berapa'kali tarikan produk dar,isoal 63a dapat ditarik

a" dari pelat kuningan,


b. dari pelat seng.
65.
66.

Pada perbandingan berapa tarik dari satt tarikan susulan, pemegang


lipatan dapat ditiadakan ?
Tentukanlah radius tarik untuk produk soal 63a kalau bahannya:

a. pelat kuningan,
b. pelat tarikan dalam.
67.

68.
69.
70.

71.

79.

80.

dari produknya.
Tentukanlah diameter-diameter dari nipel tarik untuk produk-produk
63a dan b.
Mengapa pada garis hatinya nipel tarik dibor sebuah lubang ?
Bilamana digunakan sebuah cincin pengaut ?

8,1.

82.

itu ukuran-ukuran

kempa ialah O5 rendemen stempel 0,8.


Pakailah jawaban-jawaban dari soal-soal

utamanya.

dltlrlk terlebih dulu 7


itu, berapa kali lagi regangan
an tibal dinding tepat ?

Settlah

{
!

71 dan 72.

Bilamana stempel tarik terusan digunakan ?


Mengapa penarikan teiusan dqn pemotongan pendahuluan secara tersendiri lebih baik daripada pemotongan pendahuluan dan penarikan
terusan yang dilakukan sekaligus ?
Hitunglah diameter-diameter dari lubang'lubang yang dipotong terlebih
dulu untuk pinggiran.pinggiran penguat yang di{arik terusan di ba'

wah ini.

lir

harus dilakukan supaya prkur.

U.
85.

Dalarti'berapa kali pengerjaan, produk 82a dapat diekbtrusi ?


Berapd gaya ekstrusi dalam kN yang diperlukan untuk produk 82a.

86.

bila teltanan kempa spesifik 100 kN/cm2 ?


Tentukan diameter dari kepingan rata dari mana produk 82a dapat

Stempel-rtempel tarik terusan, regang' ekstruri dan kombinasi.

78.

il

Produk 82a harus dibuat dari aluminium.


Borapa kali tarikan yang diperlukan untuk memperoleh produk yang

Hitunglah daya motor bruto (kasarl yang diperlukan untuk produk


63a bila produk itu ditarik dari pelat kuningan lunak dan paniang
langkah dar:i kempanya sama dengan dua tingginya produk. Rendemen

77.

.i

lunak.,

Hitunglah gaya pemegang lipatan dalam kN untuk produk 63a, kalau


ia ditarik dari pelat kuningan lunak.
Apa keberatannya terhadap gemegang lipatan yang bekerla dengan
bantuan pegas ?
Pada kempa tarik yang mana, keberatan ini tidak diperoleh .
Buatlah untuk produk 63c sebuah sketsa rancangan untuk sebuah
stempel tarik menurut pilihan menurut prinsip gambar 313 atau gilmbar
315. Tentukan pegas-pegas yang diperlukan untuk stempel ini dengan
bantuan tabel-tabel 36 atau 37.
Cantumkan pada sketsa

76.

Bllamana digunakannya stempel regnng ?


Berapa tebal dinding dari produk yang ditarik terlebih dulu, dapat
dlredusir denlian stempel regang ?
Mengapa kita rnembuat nipel tarik lebih kecil daripada diameter produk
yang ditarik terlebih dulu ?
Hitunglah diqmeter dari bukaan-bukaan untuk produk-produk di bawah.

Hitunglah gaya tarik dalam kN untuk produk 63a, kalau ia ditarik

dari pelat kuningan


72.

79.

Tentukanlah radius tarikan untuk produk 63c, kalau produk itu ditarik dari pelat kuningan. Bandingkanlah radius tariknya dengan radius

87.
80.
;,,1

in

Ee.
$0.
'1,

${
h
,,''h.

diekstrusi.
Mengapa pada nipel ekstrusi harus sering dibuat pentil udara

kita selalu

berusaha untuk membuat produk yang rumit


dcngan jumlah betar, dengan satu stempel kombinasi dan tldak dengaqr
brbcrapa stempel yang berlainan ?
Untuk apa terutama kempa bertiang empat digunakan ?
Apr perbedaan.perbedaan antara kempa eksenter dan kempa bertiang
Mengapa

rmprt

ill

r{i

2,

r:
i',,

5.

6.

.,
'9.

7.

8.

di dalam matres ?
pcrbodarn.perbedaan antara penempaan
di dalam rnatres
Ponoampaan panas di dalam matres ?
Bagaimana kita dapat membuat kerja
kerja pember*ukan pada
panas sekecil-kecilnya ?
I
Apa keuntungan-keunturigan dari matre!-matres penuangan
kalau
bandingkan dengan peluangan di dalam pasir
?
Apa bedanya antara penuangan sempy'ot dan peniangan
kernpa
Apakah pembagi di dalam *ir", penuangan
?
Apa yang disebut matres kempa serbuk ?
Bilamana matres kempa serbuk digunakan
?
Apakah produk.produk yang dibentuk di
dalam matres'kempa serbuk
,

0.

PENGEMPAAN DENGAN TONGKAT

1.

Bilamana pengempaan dengan tongkat diterapkan


?
Bagaimana prosesnya gorgp.p..niengan
tongkat

2o

3.

Penge,ryrpaan

pengan tong(at disebut juga


ekstrusi. Untuk

metoda dari bab 4.9, terdapat ekstrusi kempa


aan etstiusi putu
Bilamana sebutan yang satu dan bilamana y.ng
l.inny. Jlo.triT'7.
1.

,2.

3.

4.'
.i

;,

5.

F.

::, p,

PEMFORSIRAN
Mengapa pada pemforsiran seralu kita bertorak
dari produk
Vang ditarik terlebih dulu, daripada.dari kepingan-kepingan
yang rata' ?
,. ,
DapatfGh bentuk-bentuk yang dalam diforsir dalam satu
kali dar
kepingan-kbpingah yang rata ?
pilamana pemforsiran dilakukan
?
Apakah d,iameter pada produk-produk yang ditarik terlebih
dulu,
nya dapat diperbesar atau juga diperkecil ?
Bagai mana produk.produk yang diforsir
dapat di buat tepat lanjang
Untuk pemforsiran piala.piala 0ihat gnrbar 383[ fia Uertotai

,r.

kepingan-kepingan dengan diameter i2O


putaran tiap menit dari bangku (mesinl
forsir,
ling yang dipakainya l0O0

ffi-r

t"tarus Oerapa
kecepatan

kalau

t" o'oo"n PtrPusuLaao


:*""'$
Ja*a Tiour
1193.

'

199{