Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kedelai merupakan komoditas hasil pertanian yang mengandung kadar gizi cukup
tinggi. Selain itu kedelai bersifat serbaguna, dapat dimakan langsung maupun dapat
diolah dengan berbagai jenis makanan tradisional yang terkenal, yaitu tempe, tahu,
tauco, keripik , susu kedelai , kecap, dan oncom. Jenis-jenis makanan tersebut biasanya
disediakan hampir setiap rumah tangga baik di pedesaan maupun di perkotaan.
Susu kedelai merupakan minuman yang sangat bermanfaat bagi kesehatan karena
mengandung kadar protein tinggi yang sangat baik bagi pertumbuhan dan kecerdasan
anak-anak. Kedelai basah kadar proteinnya 30,2% dan kedelai kering mengandung
kadar protein kurang lebih 34%. Susu kedelai dapat diminum oleh semua kalangan
mulai dari anak-anak sampai nenek/kekek
Pembuatan susu kedelai sangat mudah karena susu kedelai diolah secara
sederhana dan tidak memerlukan modal yang besar. Bahan baku susu kedelai pun
sangat mudah didapat. Karena susu kedelai sangat bermanfaat bagi semua kalangan dan
mudahnya dalam pembuatan susu kedelai kiranya sangat baik jika kegiatan pembuatan
susu kedelai digalakkan bagi masyarakat. Oleh karena itu, penulis membuat Karya
Ilmiah Remaja (KIR) yang berjudul ”Budidaya Susu Kedelai Segar”.

2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari pembuatan KIR adalah bagaimana langkah-langkah
budidaya susu kedelai segar.

3. Tujuan
Tujuan dari pembuatan KIR ini adalah mensosialisasikan langkah-langkah
budidaya susu kedelai segar kepada masyarakat.

4. Manfaat
Manfaat dari KIR ini adalah masayarakat dapat mengetahui bagaimana budidaya
susu kedelai segar.

1
BAB II
KEDELAI, TANAMAN YANG PERTAMA KALI
DIBUDIDAYAKAN MANUSIA

Bila manusia untuk pertama kali mengenal cara mengecor logam secara sederhana
sebagai sarana menciptakan senjata pada tahun 4000 sebelum masehi maka tanaman
yang pertama kali dibudidayakan berdasarkan tulisan Sheng Nung tahun 1838 sebelum
masehi (dalam buku Materi Medica) adalah kedelai. Kedelai liar Glycine ururiencis
diperkirakan telah menurunkan bermacam-macam jenis kedelai yang dikenal hingga
sekarang ini.

1. Berasal dari Cina


Di Indonesia, kedelai mulai dilaporkan pada zaman Rumphius atau pada abad
XVII. Saat itu kedelai telah mulai dicoba untuk dibudidayakn sebagai tanaman untuk
bahan makanan dan keperluaan pupuk hijau. Namun, menurut para ahli tanaman,
kedelai yang hidup subur di dataran tropis ini sudah bukan lagi tanaman asli, melainkan
tanaman yang berasal dari daerah Monshukou di negeri Cina. Selanjutnya menyebar ke
Mansyuria dan Jepang lalu keseluruh daerah Asia sebelum akhirnya ke Benua Amerika
dan Afrika.
Dengan dibantu teknologi modern di Negara maju, kini telah bermunculan
beraneka jenis tanaman kedelai yang lebih produktif dikenal dengan nama Edamame.
Hal inilah yang kemudian membuka pola pikir petani-petani Indoesia bahwa bertani itu
tidak hanya sekedar bertanam, memanen , lalu menjual segera hasil panennya. Namun,
perlu juga melihat peluang pasar, memilih bibit yang bermutu, dan memilih komoditas
yang bernilai ekonomi tinggi.
Kebutuhan akan kedelai di Indonesia dan dunia setiap saat selalu meningkat tajam
mengigat manfaatnya yang sangat beragm di sector teknologi pangan, farmasi, dan
bidang industri yang lainnya. Oleh karena itu, masih terbuka lebar bagi siapa saja yang
ingin beraktivitas di bidang penanaman kedelai dan produk olahannya.

2
2. Mengenal Jenis Kedelai
Di Indoesia ada beragam jenis kedelai yang di kenal dan telah dibudidayakan baik
dengan cara tradisional maupun semimodern. Jenis kedelai yang beragam tersebut dapat
dibedakan berdasarkan umur, warna biji, dan tipe batang. Di lihat dari warnanya, biji
kedelai dapat dibedakan antara biji yang berwarna putih dan hitam.

A. Kedelai putih
Kedelai putih atau terkadang berwarna kekuning-kuningan membutuhkan syarat
tumbuh lebih spesifik dibandingkan dengan kedelai hitam.
Di Indonesia kedelai putih sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan,
terutama di bidang makanan seperti untuk bahan pembuatan tahu, tempe, dan susu
kedelai. Namun, kedelai putih kurang baik untuk dibuat kecap dan taoco. Hal ini
disebabkan kulit arinya tidak mudah lepas. Selain itu, kecap yang dibuat dari kedelai
putih ternyata mempunyai cita rasa yang kurang lezat. Beberapa jenis kedelai putih di
antaranya Clark 63, T.K.5 , Taichung, Davros, Economic Garden, Sumbing, dan
Edamame.

B. Kedelai hitam
Kedelai hitam yang terkadang berwarna hijau tua harga jualnya lebih murah.
Meskipun demikian, pada umumnya kedelai hitam lebih diminati petan karena teknis
penanamannya lebih mudah dan tidak memerlukan perlakuan khusus.
Para perajin atau produsen kecap atau tauco selalu menggunakan jenis kedelai ini
sebagai bahan baku utamanya. Varites Otan 27 termasuk ke dalam jenis kedelai hitam.
Ada pula jenis kedelai yang berwarna lurik, tetapi jenis ini kurang di sukai konsumen.

3
BAB III

SUSU KEDELAI, MINUMAN BERPROTEIN TINGGI

Memiliki tubuh yang sehat selalu menjadi dambaan setiap orang. Tubuh yang
selalu sehat adalah anugerah Illahi yang tak ternilai harganya. Banyak cara dilakukan
orang agar badan selau sehat dan kuat diantaranya dengan selalu berolahraga secara
teratur dan mengonsurnsi makanan dan minuman yang baik, halal, dan menyehatkan.
Salah satunya adalah mengonsumsi susu kedelai.

1. Sebagai Minuman Tambahan


Susu kedelai merupakan salah satu minuman suplemen (tambahan) yang
dianjurkan diminum secara berkala atau teratur sesuai kebutuhan tubuh. Sebagai
minuman tambahan, artinya susu kedelai bukan merupakan obat, tetapi bisa menjaga
kondisi tubuh agar tetap fit sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Baik dalam bentuk makanan maupun minuman kedelai sangat berkhasiat bagi
pertumbuhan tubuh. Kedelai mengandung unsure-unsur dan zat makanan yang penting
bagi tubuh.
Sebagai bahan untuk membuat minuman tambahan yang dianjurkan, setiap 100
gram kedelai mengandung berbagai zat makanan penting sepertiyang di uraikan dalam
table berikut ini.
Tabel 1. Kandungan Zat-Zat Makanan pada Kedelai
Zat Makanan Kedelai Putih (%) Kedelai Hitam (%)
Air 13,73 14,05
Protein 41,00 40,40
Lemak 15,80 19,30
Karbohidrat 14,85 14,10
Mineral 5,25 5,25

2. Mengandung Protein Tinggi dan Mencegah Stroke


Jika diperhatikan dalam Tabel 1, kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi.
Kandungan protein kedelai sekitar dua kali kandungan protein kedelai sekitar kedua
kali kandungan protein daging, yaitu sekitar 40% sedangkan kandungan protein daging
18%. Kandungan protein yang tinggi ini sangat cocok dikonsumsi untuk masa
pertumbuhan, terutama untuk sel otak serta pembentukan tulang.

4
Selain lebih banyak, kandungan protein pada kedelai juga lebih berkualitas
dibandingkan dengan yang di kandung kacang-kacangan lainnya. Tidak adanya
kandungan pati dalam kedelai mempermudah menjadikannya susu. Dalam bentuk susu
segar (susu kedelai), kandungan zat besi, kalsium karbohidrat, fosfor, vitamin A,
vitamin B kompleks dosis tinggi, air, dan lesitin bisa terserap lebih cepat serta baik
dalam tubuh.
Lesitin tidak diketahui memiliki keampuhan menggelontor timbunan kolestrol
(lemak) dalam darah dan jaringan tubuh lainnya sehingga peredaran darah akan berjalan
lancar dari seluruh tubuh ke jantung atau sebaliknya. Lesitin juga membantu proses
peremajaan, yaitu merontokkan jaringan tubuh yang sudah rusak atau kayak dan
menggantinya dengan jaringan baru yang membuat seseorang akan terbebas dari
serangan darah tinggi, kanker, dan sebagaianya. Jika seseorang terbebasdari serangan
tekanan darah tinggi, berarti terbebas juga dari serangan stroke karena penyakit stroke
itu berawal dari seranagan tekanan darah tinggi.
Susu kedelai juga sangat baik diknsumsi oleh ibu-ibu yang sedang hamil dan
menyusui. Dari beberapa informasi, bila meminum susu kedelai segar secara teratur
kulit bayinya kelak bisa putih bersih dan mulu. Demikian jug, bagi ibu menyusui,
kandungan protein pada Air Susu Ibu (ASI) akan semakin meningkat.
Bagi seseorang yang sehat bisa mengonsumsi susu kedelai satu gelas penuh (200
ml) setiap dua hari sekali. Sementara bagi yang sedang terganggu kesehatannya, susu
kedelai dapat dikonsumsi satu hingga dua kali dalam sehari semalam atau selama tidak
ada gangguan pada pencernaan.

5
BAB IV

CARA PEMILIHAN BAHAN

Untuk membuat susu kedelai segar, bahan-bahan baku yang harus dipersiapkan
terlebih dahulu agar dalam proses pembuatannya tidak ada bahan yang tertinggal.
1. Bahan Baku
Bahan baku susu kedelai sudah tentu yaitu kacang kedelai. Pemilihan bahan
jangan asal-asalan, kita harus memperhitungkan faktor-faktor lain yang akan
mempengaruhinya.

A. Jenis Kacang Kedelai


Kacang kedelai dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1) Kedelai kuning : kacang kedelai yang kulit bijinya berwarna kuning atau putih dan
jika di potong melintang terlihat berwarna kuning pada irsan
keeping bijinya.
2) Kedelai hitam : kacang kadelai yang warna bijinya berwarna hitam.
3) Kedelai putih : kacang kedelai yang warna bijinya berwarna putih.
4) Kedelai coklat : kacang kedelain yag bijinya berwarna coklat
Dari keempat macam jenis kedelai tersebut di atas yang biasa digunakan untuk
membuat susu adalah kedelai kuning.

B. Biji Kedelai
Bentuk dari bij kedelai adalah bulat, agak gepeng dan kebanyakan berbentuk bulat
telur dan besar ecil serta bobotnya dipilah menjadi tiga tahapan yaitu :
1) Kedelai berbiji besar
Dimana berat tiap 100 biji lebih dari 13 gram.
2) Kedelai berbiji sedang
Dimana berat tiap 100 biji antara 11-13 gram.
3) Kedelai berbiji kecil
Dimana berat tiap 100 biji antara 7-11 gram.

6
Biji kedelai terdiri dari 3 bagian yakni kulit biji, keeping biji, embrio dan bahan
yang dibutuhkan untuk susu kedelai biasanya bagian kepingnya karena dari bagian
inilah yang berisi bahan makanan yang sebagian besar terdiri dari protein dan lemak.

C. Syarat-Syarat Mutu
Agar mengahasilkan susu kedelai yang berkualitas baik, sudah baran tentu harus
memperhatikan syarat-syarat mutu biji kacang kedelai yang akan kita gunakan sebagai
bahan bakunya.
Syarat-syarat umum bahan yang akan digunakan:
1) Bebas dari kotoran, misalnya potongan batang/ranting, kulit biji, kerikil batu, tanah,
atau biji-biji tanaman lain.
2) Biji kacang kedelai tidak rusakakibat serangan hama dan penyakit.
3) Biji kacang kedelai tidak memar atau pecah-pecah.
4) Biji kedelai tidak berkeriput
5) Biji kedelai cukup kering
Kualitas biji kacang kedelai dikategorikan menjadi 3 (tiga) yaitu :
1) Kwalitas I
2) Kwalitas II
3) Kwalitas III
Tabel 2. Syarat Pokok Mutu Kedelai
No Kriteria Mutu Mutu Mutu III
I II
1 Kadar air maksimal (% bobot) 13 14 16
2 Karbohidrat maksimal (% bobot) 1 2 5
3 Butir rusak maksimal (% bobot) 2 3 5
4 Butir keriput maksimal (% bobot) 0 5 8
5 Butir belah maksimal (% bobot) 1 3 5
6 Butir warna lain (% bobot) 0 5 10
Sumber : SK Mentan No. 501/KPTS/TP.830/8/1984 yang disitir oleh Ir Hieronymus
Budi Santoso.

7
2. Bahan Pembantu
Bahan pembantu ini hanya dilakukan pada pembuatan susu kedelai agar produksi
yang dihasilakan rasa dan aromanya disenangi konsumen adapun bahan pembantu itu
adalah sbb:

A. Kacang Tanah dan Wijen


Penggunaan bahan pembantu kacang tanah ini dengan tujuan agar cita rasa dari
susu kedelai ini enak, sedangkan pengguna biji wijen terkandung maksud supaya aroma
dari susu kedelai tidak bau langu. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
Kacang tanah dan wijen disangrai (digoreng tanpa minyak) dan selama penyangraian di
aduk-aduk agar tidak gosong dan setelah selesai penyangriaian kulit kacang tanah
dibersihkan, karena kalau wijen yang disangrai biasanya sudah tanpa kulit biji.

B. Kecambah Jagung dan Soda Kue


Maksud penambahan kacang jagung yaitu sama dengan penambahan kacang
tanah agar produksi yang dihasilkan mempunyai cita rasa yang enak dan lembut dari
susu kedelai yang dihasilkan. Adapun cara pembuatannya adalah sebagai berikut:
3 hari sebelum kita membuat susu kedelai, kecambah jagung harus sudah disiapkan
dengan cara pertama-tama biji jagung direndam dalam larutan soda kue 0,5% selama 6-
8 jam kemudian hasil rendaman biji jagung tersebut diletakkan pada kapas basah atau
kain basah dan dibiarkan selama kurang lebih 3 hari. Adapun cara pembuatan larutan
soda kue 0,5%, umpama kita akan membuat atau mengolah kedelai 1 kg perlu
disediakan air sebanyak 3 liter dan 15 gram (1,5 sendok makan) soda kue.

C. Kapur Sirih
Maksud penambahan kapur sirih yaitu agar rasa minyak dapat berkurang akibat
penambahan bahan pembantu dari kacang tanah. Adapun cara pembuatan kapur sirih
adalah sebagai berikut:
Batu kapur yang kita beli direndam pada air hingga berbentuk bubur kapur lembut dan
untuk proses pembuatannya diperlukan bahan dan peralatan-peralatan yaitu

8
1) Bahan yang diperlukan
Kalau untuk pembuatan kapur sirih hanya batu kapur dan air saja dengan
perbandingan sesuai kebutuhan saja sampai berbentuk bubur kapur.
2) Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kapur sirih yaitu berupa wadah. Jika
pembuatan 1 kg batu kapur diperlukan wadah yang berkapasitas 5 liter alat yang lain
yang dibutuhkan yaitu alat pengaduk dari kayu.
3) Cara pembuatan
Cara pembuatan kapur sirih yaitu masukan batu kapur ke dalam wadah yang sudah
disiapkan kemudian ditambah air dengan batas terendam kurang lebih 2 kali volume
batu kapur. Setelah beberapa saat akan terjadi gelembung-gelembung dan iar akan
bergolak sebagaimana air mendidih dan warna air akan putih seperti susu. Kegiatan
ini dibiarkan selama 24 jam dan pada hari berikutnya air akan surut dan selanjutnya
ditambah sampai berbentuk bubur.

3. Alat-alat
Alat-alat pembuatan susu kedelai dan tahu hampir sama, bisa alat gilingan jika
jumlahnya banyak atau alat sederhana kita sudah dapat memproduksi susu kedelai
maupun tahu kedelai.
Adapun peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut
1) Baskom ukuran sedang
Baskom umumnya terbuat dari plastik. Baskom digunakan untuk wadah merendam
kedelai. Sebaiknya disediakan dua buah baskom.
2) Kompor
Kompor yang digunakan bisa berbahan bakar minyak tanah atau gas LPG. Usahakan
jangan menggunakan tungku kayu bakar, selain suhu panasnya tidak stabil, juga
untuk menghindarkan susu kedelai dari abu dan kotoran hasil pembakaran kayu.
3) Panci ukuran sedang
Sebaiknya dihindari penggunaan panci alumunium karena bisa mempengaruhi rasa
susu kedelai atau merusak zat-zat penting dalam susu kedelai. Panci email atau panci
berlapis teflon bisa menjadi pilihan.

9
4) Blender dan talenan dari kayu atau plastik
Blender digunakan untuk menghancurkan kedelai yang sudah direndam. Sementara
talenan berguna untuk alas penumbuk untuk memamerkan bahan-bahan baku, seperti
serai dan jahe gajah.
5) Penumbuk dari kayu
Penumbuk biasanya terbuat dari kayu atau batu. Digunakan sebagai alat untuk
mememarkan bahan baku.
6) Timbangan dan gelas ukuran
Timbangan diperlukan untuk menimbang berat kedelai yang dipergunakan,
sedangkan gelas ukuran dipergunakan untuk menakar air yang diperlukan.
7) Pengaduk dari kayu atau plastik
Pengaduk dari kayu atau dari plastik digunakan sewaktu perebusan susu kedelai
tahap kedua atau pada saat penambahan bumbu (bahan baku penambah aroma dan
rasa).
8) Kain bungkus tepung terigu, alat penyaring dan sendok
Kain bungkus tepung terigu (bias digunakan kain blacu) dan alat penyaring
digunakan untuk menyaring bumbu yang masih tersisa dalam susu kedelai. Selain
itu, kain bungkus tepung terigu berguna juga untuk menyaring hasil penghancuran
kedelai setelah diblender.

10
BAB V

PEMBUATAN SUSU KEDELAI

Seperti yang penulis informasikan pada bab sebelumnya, bahwa pembuatan susu
kedelai ternyata cukup mudah dan peralatan yang dipergunakan pu sederhana. Bahkan,
harga bahan bakunya juga terjangkau.
Pada dasarnya, pembuatan susu kedelai ini terdiri dari beberapa tahap. Untuk
lebih jelasnya, berikut ini diberikan petunjuk praktis bagaimana cara membuat susu
kedelai segar.
1. Perendaman Kedelai
Sebelum direndam, kedelai yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan
susu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari segala kotoran dan debu yang
menempel. Caranya, kedelai sebanyak 250 gram tersebut cukup dicuci dengan air
bersih. Kedelai yang telah bersih kemudian ditempatkan ke dalam baskom yang telah
diberi air. Usahakan seluruh kedelai dapat terendam dengan baik.
Perendaman kedelai dilakukan selama kurang lebih 8-10 jam. Perendaman
bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat proses pelepasan kulit air. Perendaman
sebaiknya mulai dilaksanakan pada malam hari (sekitar pukul 22.00) agar keesokan
harinya dapat dilakukan tahapan proses berikutnya. Setelah perendaman, air bekas
rendaman bias dibuang

2. Penghilangan Kulit Ari


Setelah direndam selama semalam, kulit ari yang masih membungkus biji kedelai
dihilangkan. Kulit ari tersebut bias dihilangkan dengan cara biji kedelai remas-remas.
Usahakan seluruh kulit ari kedelai dapat terkelupas. USahakan pula agar kedelai
masih dalam kondisi utuh. Biji kedelai yang telah bersih dari kulit ari selanjutnya
dimasukkan ke dalam baskom yang tidak berisi air untuk selanjutnya dilumatkan
dengan blender.

11
3. Pelumatan dengan Blender
Apabila kedelai yang telah bersih dari kulit ari tersebut siap, kemudian
dipersiapkan peralatan blender di meja kerja. Proses selanjutnya kedelai dilumatkan
dengan blender. Hasil pelumatan kedelai tersebut akan berbentuk seperti bubur. Namun,
sebelumnya periksa dan cobalah alat blender tersebut, apakah masih dapat berfungsi
dengan baik atau tidak. Mula-mula isilah tabung blender dengan kedelai yang sudah
terlepas kulit arinya sebanyak satu gelas (200 ml) atau lebih sedikit. Usahakan seluruh
biji kedelai ( di dalam blender) dapat terendam air. Ketinggian air kurang lebih 4 cm di
atas permukaan kedelai. Kemudian kedelai diblender kurang lebih selama 15 detik atau
hingga seluruh kedelai hancur dan menjadi bubur yang kental.

4. Penyaringan Sari Kedelai


Sari kedelai diperoleh dari hasil penyaringan bubur kedelai. Caranya, tuangkan
langsung bubur kedelai dari blender ke dalam kain penyaring. Kain penyaring yang
digunakan bisa terbuat dari kain blacu atau kain bekas zat tepung terigu yang bersih.
Tentu saja sebelumnya telah disiapkan wadah penampungnya.
Kain penyaring diletakkan di atas saringan yang terbuat dari kawat. Letakkan
saringan tersebut di atas panic email. Supaya diperoleh hasil cairan lebih maksimal,
kain penyaring yang berisi bubur kedelai itu kemudian diperas dengan kedua tangan
(tunggu hingga suhunya dingin) hingga sari kedelai cair keluar dapat lebih banyak dan
cepat. Begitu seterusnya, hingga seluruh bubur tersaring.
Ampas kedelai yang telah diambil sarinya ternyata dapat dimanfaatkan sekali lagi
untuk diambil sisa-sisa sari kedelai. Caranya sama seperti cara membuat bubur kedelai
dari biji yang masih utuh, yaitu diblender kembali dengan diberi air masak dengan
ukuran yang sama selama 15 detik. Ampas kedelai hanya dapat dipergunakan sekali
saja. Bila lebih dari sekali dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas kemudian susu
kedelai.

5. Susu Kedelai
Sari kedelai yang berasal dari hasil penyaringan dan perasan bubur kedelai berupa
cairan berwarna putih. Cairan ini bias disebut juga dengan susu kedelai. Namun, kondisi
susu kedelai tersebut masih setengah jadi dan belum layak untuk diminum karena

12
kemungkinan terkontaminasi bakteri sangatlah besar. Kontaminasi dapat terjadi karena
saat penyaringan menggunakan tangan-tangan yang mungkin saja kotor atau adanya
debu dan kotoran yang menempel pada kain penyaringan.

13
BAB VI

PEREBUSAN

Perebusan pada susu kedelai setengah jadi sangatlah penting agar susu kedelai
dapat segera dikonsumsi sebagai sebuah minuman tambahan yang menyegarkan.
Perebusan susu kedelai setengah jadi ini dilakukan dua tahap. Masing-masing tahap
mempunyai tujuan dan maksud yang berlainan, tetapi sebenarnya memiliki satu tujuan,
yaitu agar susu kedelai yang dihasilkan bebas kuman, beraroma harum dan mempunyai
khasiat bagi tubuh.
1. Perebusan Pertama
Perebusan tahap pertama ini bertujuan untuk membunuh bakteri yang bersifat
pathogen dan menghasilkan susu kedelai yang siap atau layak minum. Selain itu, juga
untuk menghilangkan aroma kedelai yang masih langu. Perebusan tahap pertama ini
bisa disebut dengan pasteurisasi. Perebusan dilakukan dengan nyala api kompor yang
kecil. Lama pasteurisasi susu kedelai ini kira-kira 3 menit.
Pada tahap pesteurisasi ini, susu kedelai setengah jadi dipanaskan di atas kompor
hingga mencapai suhu 850 C. Sebelum dipanaskan, masukkan lima lembar daun pAndan
wangi yang telah dicuci bersih dan digunting-gunting menjadi lima hingga enam bagian
untuk mengurangi bau langu.
Untuk perebusan susu kedelai ini, penulis menganjurkan untuk menggunakan
panci email. Apabila direbus di dalam panci alumunium, dikhawatirkan ada partikel-
partikel tertentu (pada alumunium) yang mungkin bisa mempengaruhi cita rasa.
Bahkan, bisa jadi merusak atau menghilangkan kandungan zat-zat yang penting pada
susu kedelai.
Pada perebusan tahap pertama ini, susu kedelai tidak perlu sering diaduk. Apabila
cairan susu kedelai mulai panas dan mengeluarkan uap cukup banyak maka titik suhu
pasteurisasi telah tercapai (tidak sampai mendidih).
Setelah melalui perebusan tahap pertama ini, sebenarnya susu kedelai sudah dapat
dikonsumsi, tetapi tentunya harus didinginkan terlebih dahulu.

14
2. Perebusan Kedua
Perebusan tahap kedua bertujuan untuk menambah ramuan bumbu-bumbu pada
susu kedelai agar lebih menyegarkan dan sekaligus untuk mematikan unsure-unsur
mikroorganisme yang masih terdapat pada susu kedelai hasil perebusan tahap pertama.
Perbusan tahap kedua ini, bisa disebut juga dengan perebusan sterilisasi atau
merebus kembali susu kedelai hingga mencapai suhu 1000 C (mencapai titik didih).
Perebusan cukup dilakukan dengan nyala api yang kecil saja. Setelah melalui perebusan
tahap pertama (kira-kira suhu 850 C dan belum mendidih), api kompor dimatikan
sebentar. Tunggulah sampai kira-kira lima menit. Masukkan bumbu-bumbu seperti
serai, jahe gajah, cengkih dan kayu manis untuk menambah aroma. Akan tetapi, apabila
Anda kurang suka dengan rasa bumbu-bumbu tersebut dapat diganti dengan cita rasa
lain. Misalnya ditambah dengan esens stroberi, melon dan sebagainya.
Setelah bumbu dimasukkan aduk susu kedelai dengan alat pengaduk dari kayu
secara perlahan-lahan. Pada saat ini, api kompor dapat dinyalakan kembali seperti
semula hingga susu kedelai mencapai titik didih (1000 C). TAndanya, susu kedelai di
dalam panci telah mendidih dan berbusa. Selanjutnya, segeralah api dimatikan dan
saring susu kedelai dengan saringan kawat untuk mengambil bumbu-bumbu yang masih
tersisa. Lama sterilisasi susu kedelai ini kira-kira 5 menit.
Apabila seluruh sisa-sisa bumbu telah diangkat, susu kedelai harus disaring sekali
lagi. Lakukan penyaringan dengan kain atau dengan saringan yang berpori-pori halus
dari kawat ke dalam wadah yang telah disiapkan.
Pemberian bahan per anis (gula) sebaiknya dilakukan setelah susu kedelai direbus.
Sewaktu masih hangat di dalam panci atau dalam suhu kamar antara 25-300 C.
tambahkan gula sesuai selera. Rasa manis pada susu kedelai sebaiknya tidak terlalu
berlebihan, cukup sedang-sedang saja agar tidak mengurangi kenikmatan minum susu
kedelai.

3. Tips Membuat Susu Kedelai Segar


Susu kedelai yang akan dibuat, sebaiknya harus diperhatikan benar cara
membuatnya. Jadi, tidak asal membuat saja agar susu kedelai yang dihasilkan selain

15
layak minum, juga sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, dalam membuat
susu kedelai, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan seperti berikut:
1) Jangan terlalu encer
Apabila membuat susu kedelai sebaiknya tidak encer ,tetapi juga tidak terlalu kental
dan berbau langu.
2) Kebersihan harus terjaga
Dalam pembuatan susu kedelai harus diperhatikan juga masalah kebersihan, terutama
yang berhubungan dengan bahan baku dan peralatan produksi. Sebaiknya bahan baku
dan peralatan yang akan digunakan harus dicuci bersih dan ditiriskan terlebih dahulu
hingga kering.
3) Jangan menggunakan bahan pengawet
Hindarilah bahan pengawet kimia, tak lain untuk menjaga higienis serta mutu produk
susu kedelai.
4) Komposisinya harus tepat
Sebelum diperoleh sebuah komposisi yang tepat sesuai selera, sebaiknya Anda
melakukan uji coba atau pelatihan membuat susu kedelai hingga berulang kali. Hal
ini perlu dilakukan terutama bagi yang ingin berwiraswasta dengan susu kedelai.

16
BAB VII

PENGEMASAN

Bagi Anda yang memang ingin terjun ke bisnis minuman susu kedelai dalam skala
rumah tangga, pengemasan yang lazim dilakukan dan memang cocok untuk itu adalah
bahan plastik. Berbeda dengan para produsen skala industry yang telah menggunakan
bahan pengemas yang lebih khusus dan mahal.
Jenis plastic yang khusus digunakan untuk mengemas produk-produk yang
sifatnya cair, yaitu plastic HDPE (hydro polietilin) atau lebih popular dengan sebutan
plastic HD saja.
Produk HD mempunyai beberapa kelebihan. Plastik HD lebih tebal, kuat dan
mampu mempertahankan rasa serta aroma dari benda-benda cair yang tersimpan di
dalamnya.
Anda juga dapat memanfaatkan plastic jenis HD ini untuk mengemas produk susu
kedelai. Siapkan terlebih dahulu kantong-kantong plastic HD yang banyak dijual di
pasar dan di took-toko penjualan kantong plastik. Selanjutnya, susu kedelai dapat
langsung dimasukkan ke dalam plastik-plastik tersebut sesuai dengan takaran yang
diinginkan dengan laminating press.
Kemasan susu kedelai segar yang sudah beredar di masyarakat hingga saat ini
biasanya berkisar pada kemasan 100 ml, 200 ml, 0,5 liter serta 1 liter. Takaran-takaran
ini sesuai dengan kebutuhan dan lebih praktis.
Apabila Anda mempunyai dana lebih, kemasan-kemasan plastik tersebut dapat
diberi sentuhan seni berupa gambar yang dicetak dengan system sablon agar lebih
menarik.
Selain gambar, pada kemasan susu kedelai bisa juga diberi nama dan alamat
produsen. Maksudnya agar konsumen sewaktu-waktu bisa dengan mudah
memperolehnya. Namun, sebaiknya dicari nama yang mudah diingat dan penulisannya
menggunakan huruf yang jelas terbaca.

17
BAB VIII

PEMASARAN

Pemasaran susu kedelai segar untuk saat ini tidaklah sulit karena para perajin di
bidang ini masih sedikit. Peluang pasarnya cukup besar apabila ditekuni dengan baik.
Apabila harga jualnya masih terjangkau oleh kantong masyarakat,
Bisnis kecil-kecilan susu kedelai bisa dilakukan di rumah. Dengan membuat susu
kedelai segar dapat menunjang ekonomi keluarga. Cara pemasaran, bisa dilakukan
dengan cara dipasarkan di rumah saja. Kemudian menghubungi para sahabat serta
kenalan baru agar sudi untuk mampir mencicipi sekaligus membeli produk susu kedelai
dan menjadi pelanggan tetap. Untuk melancarkan bisnis, bisa juga dipasang spanduk
kecil di depan rumah dan memasang iklan mini di beberapa surat kabar.
Selain dipasarkan di rumah, susu kedelai juga bisa dititipkan di toko-toko,
supermarket dan di beberapa tempat yang dianggap strategis. Selain itu, sekali-kali juga
bisa dibawa ke kegiatan rutin ibu-ibu pengajian ataupun turut dalam bazar pasar murah.
Bagi yang berstatus pelajar, susus kedelai bisa dititipkan di koperasi sekolah.
Selain itu, bisa juga dititipkan di beberapa warung dan kios rokok yang dikenal
sebelumnya.

18
BAB IX

PENUTUP

1. Kesimpulan

Pada bab ini membahas mengenai kesimpulan dari isi Karya Ilmiah Remaja (KIR)
yang berjudul ”Budidaya Susu Kedelai Segar”. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa susu kedelai sangat bermanfaat bagi semua kalangan dan pembuatan susu
kedelai sangat lah mudah. Karena alasan di atas, maka sangat baik jika kegiatan
pembuatan susu kedelai digalakkan bagi masyarakat.
Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang berjudul ”Budidaya Susu Kedelai Segar”
mambahas mengenai budidaya susu kedelai segar sebagai panduan bagi masyarakat
yang ingin berwiraswasta susu kedelai segar.
Penulis berharap Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang berjudul ”Budidaya Susu
Kedelai Segar” ini bisa bermanfaat bagi masyarakat.

2. Saran

Bagi masyarakat yang belum mempunyai usaha sebaiknya mencoba untuk


membudidayakan susu kedelai segar karena usaha ini sangat mudah prosesnya dan
bahannya mudah diperoleh.

19
DAFTAR PUSTAKA

Amrin, Totok. 2007. Susu Kedelai. Depok: Swadaya


Makbullah, K., & Priyati, Y. 2007. Susu dan Tahu Lezat Bergizi. Jakarta: PT Panca
Anugerah Sakti

20