Anda di halaman 1dari 3

1. Jelaskan pengertian suspensi menurut Farmakope Indonesia IV!

Jawab:
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi
dalam fase cair.
2. Jelaskan jenis-jenis suspensi menurut cara penggunaan!
Jawab:
a. Suspensi oral, sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam
pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukan untuk penggunaan
oral.
b. Suspensi topikal, sediaan cair mengandung partikel-partikel padat yang terdispersi
dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan kulit.
c. Suspensi tetes telinga, sediaan cair mengandung partikel-partikel halus yang ditujukan
untuk diteteskan pada telinga bagian luar.
d. Suspensi optalmik, sediaan cair steril yang mengandung partikel-partikel yang
terdispersi dalam cairan pembawa untuk pemakaian pada mata.
3. Jelaskan sifat fisik untuk formulasi suspensi yang baik!
Jawab:

Suspensi harus tetap homogen pada suatu perioda, paling tidak pada perioda antara
pengocokan dan penuangan sesuai dosis yang dikehendaki.

Pengendapan yang terjadi pada saat penyimpanan harus mudah didispersikan kembali
pada saat pengocokan.

Suspensi harus kental untuk mengurangi kecepatan pengendapan partikel yang


terdispersi. Viskositas tidak boleh terlalu kental sehingga tidak menyulitkan pada saat
penuangan dari wadah.

Partikel suspensi harus kecil dan seragam sehingga memberikan penampilan hasil jadi
yang baik dan tidak kasar.

4. Jelaskan perbedaan suspense flokulasi dan deflokulasi!


Jawab:

Suspensi flokulasi

Partikel sistem flokulasi berbentuk agregat yang dapat mempercepat terjadinya


sedimentasi. Hal ini disebabkan karena setiap unit partikel dibentuk oleh kelompok
partikel sehingga ukurang agregat relatif besar.

Cairan supernatan pada sistem deflokulasi cepat sekali bening yang disebabkan
flokul-flokul yang terbentuk cepat sekali mengendap dengan ukuran yang bermacammacam.

Keunggulannya :sedimen pada tahap akhir penyimpanan akan tetap besar dan mudah
diredispersi.

Kekurangannya : dosis tidak akurat dan produk tidak elegan karena kecepatan
sedimentasinya tinggi.

Flokulasi dapat dikendalikan dengan :


o Kombinasi ukuran partikel
o Penggunaan elektrolit untuk kontrol potensial zeta.
o Penambahan polimer dapat mempengaruhi hubungan struktur partikel dalam
suspensi.

Suspensi deflokulasi

Partikel yang terdispersi merupakan unit tersendiri dan apabila kecepatan sedimentasi
bergantung daripada ukuran partikel tiap unit, maka kecepatannya akan lambat.

Gaya tolak-menolak di antara 2 partikel menyebabkan masing-masing partikel


menyelip diantara sesamanya pada waktu mengendap.

Supernatan sistem deflokulasi keruh dan setelah pengocokan kecepatan sedimentasi


partikel yang halus sangat lambat.

Keunggulannya : sistem deflokulasi akan menampilkan dosis yang relatif homogen


pada waktu yang lama karena kecepatan sedimentasinya yang lambat.

Kekurangannya : apabila sudah terjadi endapan sukar sekali diredispersi karena


terbentuk masa yang kompak.

Sistem deflokulasi dengan viskositas tinggi akan mencegah sedimentasi tetapi tidak
dapat dipastikan apakah sistem akan tetap homogen pada waktu paronya.

5. Apa yang dimaksud dengan gerak brown?


Jawab:
Gerakan Brown mencegah pengendapan partikel dengan menjaga partikel-partikel tersebar
dalam gerak yang tidak beraturan.
6. Persamaan Stokes hanya berlaku untuk beberapa jenis partikel, sebutkan!
Jawab:

Partikel sferis dalam suspensi yang sangat encer (0,5-2 gr per 100 ml).

Partikel yang mengendap secara bebas.


Partikel-partikel tidak saling mempengaruhi satu dengan lainnya selama terjadi
pengendapan.

7. Sebutkan factor-faktor yang mempengaruhi sedimentasi!


Jawab:
- Diameter ukuran partikel (d)
- Perbedaan densitas antara fase terdispersi dan medium pendispersi (s - o)
- Viskositas medium dispersi ()
8. Ada 2 parameter sedimentasi, sebutkan!
Jawab:
- Volume sedimentasi (F)
- Derajat flokulasi ()
9. Pendekatan yang dapat dilakukan dalam membuat formulasi suspense adalah?
Jawab:
a. Menggunakan pembawa berstruktur untuk menjaga partikel-partikel terdeflokulasi dalam
suspensi. Pembawa berstruktur bekerja dengan menangkap partikel-partikel (umumnya
yang mengalami deflokulasi), sehingga idealnya tidak terjadi pengendapan. Namun pada
kenyataannya, biasanya akan timbul beberapa derajat sedimentasi.
b. Tergantung pada flokulasi terkontrol untuk mencegah pembentukan cake.
c. Kombinasi dari metode a dan b, yang menghasilkan produk dengan stabilitas optimum
10. Jelaskan pengertian dan fungsi pembawa berstruktur, dan sebutkan contohnya!
Jawab:
Pembawa berstruktur adalah suatu bahan/pembawa yang dapat mempertahankan partikelpartikel dalam keadaan tersuspensi.
Contoh: metil selulosa, karboksi metil selulosa, bentonit, dan karbapol.
Fungsi:
Bahan penyuspensi pemberi kekentalan
Menurunkan laju sedimentasi partikel-partikel