Anda di halaman 1dari 15

LAPARATOMI

DEFINISI
Laparotomi

INDIKASI
Tindakan laparotomi bisa dipertimbangkan
atas indikasi: Apendisitis, hernia, kista
ovarium, kanker serviks, kanker ovarium,
kanker tuba fallopi, kanker uterus, kanker
hati, kanker lambung, kanker kolon, kanker
kandung kemih, kehamilan ektopik, mioma
uteri, dan pancreatitis. Pada anak indikasi
operasi lapatomi adalah luka tajam/tembus
abdomen, trauma tumpul abdomen dengan
internal bleeding, peritonitis umum, obstruksi
usus, tumor intra abdomen, atresia intestinal.

Jenis-jenis operasi laparotomi :


Kolektomi
Histerektomi
Gastrektomi
Appendektomi
Adrenalektomi

Jenis-jenis operasi
laparotomi :
Sistektomi
Seksio
Prostatektomi
Pankreatektomi
Nefrektomi

KOMPLIKASI
Hemoragi

Infeksi

TEKNIK OPERASI
Irisan dapat transversal supra umbilical/infra umbilikal incisions.
Insisi midlinekhusus untuk trauma dengan shock hipovolemi
dengan mempertimbangkan accessibility dan extensibility.
Dilanjutkan irisan di subkutis sampai tampak fascia.
Fascia diiris secukupnya dilanjutkan pemotongan fascia
dengan gunting jaringan sampai tampak mm. rectus abdominis
splitting pada otot tersebut; lemak preperitoneal disisihkan
sampai terlihat peritoneum parietale.
Peritoneum di buka dengan gunting kemudian dengan
perlindungan tangan operator peritoneum dibuka sepanjang
irisan.
Pada kedua tepi luka dipasang hak untuk memperluas akses ke
rongga abdomen dilanjutkan dengan tindakan sesuai temuan
operasi.

TEKNIK OPERASI

Penutupan luka operasi dimulai dengan menjahit peritoneum dengan


catgut plain secara continous- locking, kemudian kedua otot rectus
abdominis di jahit dengan catgut plain secara simple interrupted.
Fascia dijahit dengan vicryl secara continous-locking; kemudian lemak
subkutis dijahit dengan catgut plain simple interrupted.
Kulit dijahit dengan vicryl secara subcuticuler jika operasi nonkontaminasi,
tetapi jika kontaminasi dengan monofilament non absorbable atau silk
secara simple interrupted.
Untuk teknik upper transverse incisionsdilakukan irisan 2 jari di
superior umbilicus transversal, diperdalam sampai lemak subkutis hingga
tampak fascia; dilakukan irisan pada fascia.
Otot rectus abdominis dan otot obliqus externus, internus dan transversus
abdominis dipotong dengan electrocauter yang juga berguna untuk
mengendalikan perdarahan.
Peritoneum parietale di buka dengan gunting jaringan, kemudian dengan
perlindungan tangan operator peritoneum dibuka sepanjang irisan.
Ligamentum teres hepatis dipotong dan di ligasi dengan silk.
Kedua sisi luka operasi dipasang hak dan dilakukan tindakan sesuai
temuan operasi.

TEKNIK OPERASI
Penutupan luka operasi dimulai dengan menjahit peritoneum dengan
catgut plain secara continous- locking, kemudian jaringan otot
abdominis di jahit dengan catgut plain/vicryl secara simple.
Penjahitan lemak subcutis dengan catgut plain secara simple intrupted
Kulit dijahit dengan vicryl secara subcuticuler jika operasi
nonkontaminasi, tetapi jika kontaminasi dengan monofilament non
absorbable atau silk secara simple interrupted.
Untuk tehnik lower transverse incisionsdilakukan irisan 2 jari di
inferior umbilicus transversal atau interspina, diperdalam sampai lemak
subkutis hingga tampak fascia; dilakukan irisan pada fascia.
Otot rectus abdominis dan otot obliqus externus, internus dan
transversus abdominis dipotong dengan electrocauter yang juga
berguna untuk mengendalikan perdarahan.
Peritoneum parietale di buka dengan gunting jaringan, kemudian dengan
perlindungan tangan operator peritoneum dibuka sepanjang irisan.
Urachus dipotong dan di ligasi dengan silk.

TEKNIK OPERASI
Kedua sisi luka operasi dipasang hak dan dilakukan
tindakan sesuai temuan operasi.
Penutupan luka operasi dimulai dengan menjahit
peritoneum dengan catgut plain secara continouslocking, kemudian jaringan otot abdominis di jahit
dengan catgut plain/vicryl secara simple.
Penjahitan lemak subcutis dengan catgut plain
secara simple intrupted
Kulit dijahit dengan vicryl secara subcuticuler jika
operasi nonkontaminasi, tetapi jika kontaminasi
dengan monofilament non absorbable atau silk
secara simple interrupted

KOMPLIKASI OPERASI
Komplikasi dini

PERAWATAN PASCA BEDAH


Pasca bedah penderita dirawat dengan

FOLLOW UP
Penderita pasca laparotomi di monitor:
keadaan umum
ABCD/vital sign
Tanda-tanda perdarahan
intraperitoneal
Tanda-tanda peritonitis generalisata
Tanda-tanda obstruksi usus
Follow uphasil patologi anatomi

TERIMA KASIH