Anda di halaman 1dari 1

Pemeriksaan diagnostik SJS

1. Pemeriksaan darah tepi


- Anemia mungkin didapatkan pada kasus dengan perdarahan
- Leukosit biasanya normal atau sedikit meninggi. Leukositosis biasanya
-

diakibatkan oleh adanya infeksi bakterial


Jika terdapa peningkatan eosinofil, mungkin diakibatkan adanya reaksi

alergi.
2. Pemeriksaan Imunoglobulin
- Kadar IgM dan IgG meninggi
- C3 dan C4 normal/sedikit menurun dan dapat dideteksi adanya
Circulating Immune Complex
3. Biopsi Kulit
- Dilakukan jika lesi klasik tidak ada
4. Pemeriksaan fisik trias kelainan:
- Kelaidan pada kulit
- Kelainan pada selaput lendir di orifisium
- Kelainan pada mata
5. Histopatologi
Pada histopatologi, Gambaran histopatologiknya sesuai dengan eritema multiforme,
bervariasi dari perubahan dermal yang ringan sampai nekrosis epidermal yang
menyeluruh. Kelainan berupa:
- Infiltrat sel mononukear di sekitar pembuluh-pembuluh daradermis superficial.
- Edema dan ekstravasai sel dara merah di dermis papilar
- Degenerasi hidropik lapisan basalis sampai terbentuk vesikelsubepidermal
- Nekrosis sel epidermal dan kadang-kadang di adneksa.5. Spongiosis dan edema
intrasel di epidermis
Diagnosis Pembanding SJS:
1. Toxic Epidermolysis Necroticans (TEN). Sindroma Steven Johsons
sangat dekat dengan TEN. SJS dengan bula lebih dari 30% disebut TEN.
2. Staphylococcal Scalded Skin Syndrome (Riter Disease).Pada penyakit
ini lesi kulit ditandai dengan krusta yang mengelupas pada kulit.
3. Konjungtivitis membranosa, ditandai adanya masa putih/ kekuningan
yang menutupi konjungtiva palpebra, bahkan sampai konjungtiva bulbi
dan bila diangkat timbul perdarahan.