Anda di halaman 1dari 5

Referensi:

1. Rosenstiel SF, Land MF, Fujimoto J. 2006. Contemporary Fixed


Prosthodontics 4th ed. St Louis: Mosby.
2. Smith BGN. Planning and Making Crown and Bridges 4th ed. Mosby 2007.
A.

Retraksi Gingiva1
Retraksi gingiva sangat diperlukan untuk mendapatkan akses adekuat terhadap

gigi yang sudah di preparasi agar hasil cetakan nantinya dapat mencetak dengan detail
seluruh permukaan gigi hingga preparasi subgingiva.
mekanis

retraksi
gingiva

kimia
kimiamekanis
bedah

Pada kasus ini, teknik retraksi gingiva yang dipilih adalah teknik kimiamekanis yaitu dengan menggunakan displacement cord yang dicelupkan kedalam
astringent (Alumunium Chloride). Displacement cord yang dipilih adalah braided
cord atau knitted cord karena lebih mudah untuk pemasangannya. Hindari cord
dengan ukuran besar karena dapat melukai sulcus gingiva. Didalam astringent
terdapat alumunium / iron salts yang dapat menyebabkan iskemia sehingga jaringan
gingiva dapat mengkerut (shrinkage jaringan lunak yang erlokalisasi).
Prosedur retraksi gingiva1:
1. Isolasi gigi yang sudah dipreparasi dengan cotton roll, posisikan saliva
evacuator jika membutuhkan, dan keringkan daerah di sekitar gigi tersebut.
2. Potong cord sepanjang yang dibutuhkan untuk mengelilingi gigi,
3. Celupkan cord ke dalam bahan astringent, peras jika cairan berlebih. Pastikan
cord dalam keadaan yang tidak kering ketika memasukkan ke dalam sulkus
gingiva, untuk menghindari cord lengket pada epitelium kemudian melukai
epitelium saat akan dikeluarkan.
4. Masukkan cord menggunakan cord-packing instrument.

a. Cord lebih mudah diletakkan mulai dari bagian interproksimal


dibandingkan permukaan bukal atau lingual. Instrumen diarahkan ke
arah gigi sehingga cord bisa langsung terdorong ke dalam sulkus
gingiva. Cord juga diarahkan ke arah cord yang sudah masuk ke dalam
sulkus, hal ini bertujuan untuk menghindari displaced. Hindari
overpacking cord karena dapat menyebabkan resesi ireversibel.
Penggunaan cord berulang juga harus dihindari karena dapat
menyebabkan resesi gingiva.

sumber : Rosentiel SF, Land MF, Fujimoto J. Contemporary Fixed


Prosthodontics. 4th ed. Louis:Mosby Inc 2006
Kontrol pendarahan menggunakan infusor syringe
1. Isi syringe dengan larutan ferric sulfate, pasang infusor tip. Metal tip
mengandung coton filament yang membantu mengontrol aliran medikamen.2
2. Gosok-gosokkan tip selama 30 detik di atas daerah yang berdarah dan
perlahan mengeluarkan larutan dari syringe tersebut. 2
3. Irigasi daerah tersebut dengan air-water syringe, perlahan keringkan dengan
tisu. Perhatikan apakah perdarahan sudah berhenti. Ulangi jika perlu,
kemudian masukkan cord ke dalam sulkus gingiva.2
4. Sebelum mengeluarkan cord, basahi cord dengan air untuk mencegah risiko
dislodgement dari bekuan darah dan mencegah perdarahan ulang. Perlahan
keringkan dengan tisu, kemudian lakukan pencetakan. 2

sumber : Rosentiel SF, Land MF, Fujimoto J. Contemporary Fixed


Prosthodontics. 4th ed. Louis:Mosby Inc 2006

B. Pencetakan Model Kerja untuk Gigi Tiruan Jembatan


Untuk menghasilkan model kerja ketika membuat gigi tiruan jembatan kita
dapat menggunakan material cetak berbahan dasar elastomer. Alasan pemilihan
bahan ini adalah karena material elastomer dapat menciptakan cetakan dengan akurasi
tinggi. Jenis elastomer yang dipilih adalah Polyvinyl siloxane / PVS (addition
silicone). Alasan dipilihnya polyvinyl siloxane adalah karena memiliki stabilitas
dimensi yang baik dan ekuivalen dengan polyether namun ketika material mengeras,
sifat material ini tidak se kaku polyether. Polyether memiliki sifat kekakuan yang
besar ketika material mengeras dan mampu mematahkan gigi yang kecil dan rapuh
jika operator tidak berhati-hati.1 selain itu ketika manipulasi polyvinyl siloxane
sebaiknya tidak menggunakan glove berbahan latex karena dapat men-inhibisi setting
dari polyvinyl siloxane.
Teknik yang digunakan untuk mencetak PVS adalah dengan two viscosity
material technique (light and heavy-body silicone) 2. Stage pertama adalah
preliminary impression dan yang kedua adalah light body.
Step by Step Heavy body-light body combination1

1.
2.
3.
4.

Evaluasi custom tray


Oleskan adhesive ke permukaan dalam custom tray
Isolasi gigi abutment dan pasang gingival displacement cord pada sulkus
Pada pad yang terpisah (1 untuk tray dan 1 untuk syringe material) keluarkan

base dan akselerator dalam jumlah yang sama.


5. Campurkan kedua pasta. Posisikan spatula dalam keadaan vertical lalu lama
kelamaan posisikan dalam posisi horizontal hingga kedua pasta tercampur
dengan baik. Bersihkan spatula lalu lanjutkan pencampuran sampai kurang lebih
10 detik untuk memastikan bahan sudah tercampur dengan baik
6. Masukkan bahan yang telah tercampur ke syringe
7. Sembari melakukan step 5-9 minta bantuan asisten untuk manipulasi heavybodied material dan masukkan ke custom tray.
8. Lepas displacement cord dan keringkan preparasi dengan udara.
9. Letakkan tip syringe hingga menyentuh ujung margin gingiva dan suntikkan
material. Tip harus dimasukkan ke embrasure distal terlebih dahulu, hal ini
menghindari mengalirnya material ke preparasi dan menjebak gelembung udara.
Ketika seluruh margin dan permukaan aksial telah tertutupi, material ditiupkan
dengan hati-hati dengan udara untuk menghindari polymerization shrinkage.
10. Aplikasikan material lebih banyak pada space edentulous, lingual conocavities,
dari gigi anterior, permukaan oklusal untuk meningkatkan keakuratan.
11. Masukkan custom tray yang sudah diisi dengan material heavy-body dan
pertahankan posisinya hingga polimerisasi selesai dan material mengeras.

sumber : Rosentiel SF, Land MF, Fujimoto J. Contemporary Fixed


Prosthodontics. 4th ed. Louis:Mosby Inc 2006