Anda di halaman 1dari 2

Homeostasis

Meskipun lingkungan di sekitar manusia, tetapi manusia mampu mempertahankan


kondisi internal tubuh dalam kondisi yang relatif stabil. Kemampuan untuk
menjaga stabilitas internal tubuh disebut homeostasis. Homeostasis telah menjadi
teori yang memberikan pencerahan dalam fisiologi. Sebagian besar membahas
berbagai mekanisme untuk mempertahankan homeostasis, dan mengkaji
hilangnya kontrol homeostasis sebagai penyebab suatu penyakit atau kematian.
Mekanisme yang mendasar adalah proses umpan balik negatif (negative
feedback). Proses terjadi di mana tubuh merasakan perubahan dan mengaktifkan
mekanisme yang meniadakan atau membalikkan perubahan tersebut. Umpan balik
negatif

adalah

mekanisme

kunci

untuk

menjaga

kesehatan

dengan

mempertahankan stabilitas tubuh. Contohnya adalah pengaturan suhu tubuh


(termoregulasi). Perhatikan Gambar berikut ini.

Gambar . Negative Feedback pada Termoregulasi Tubuh


(Salladin, 2012: 17)

Jika suhu tubuh meningkat, maka tubuh akan melakukan suatu mekanisme yang
disebut dengan vasodilatasi. Vasodilatasi merupakan proses pelebaran pembuluh
darah. Ketika pembuluh darah pada kulit mengalami pelebaran, maka darah akan
mengalir lebih dekat ke arah permukaan tubuh dan menyebabkan kehilangan
panas di sekitar tubuh. Jika hal ini belum cukup untuk mengembalikan suhu tubuh
menjadi normal, maka tubuh juga akan mengeluarkan keringat agar mendapatkan
efek pendinginan yang lebih kuat.
Sebaliknya, jika suhu di luar tubuh lebih dingin, maka tubuh akan melakukan
vasokonstriksi. Vasokonstriksi merupakan proses penyempitan pembuluh darah
pada kulit. Fungsinya adalah untuk mempertahankan darah tetap hangat berada di
bagian dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi kehilangan panas tubuh. Jika hal
ini juga belum cukup untuk mengembalikan suhu tubuh kembali menjadi normal,
maka otak akan mengaktifkan otot untuk menggetarkan tubuh agar dapat
menghasilkan panas. Inilah yang terjadi pada orang yang sedang menggigil saat
Anda kehujanan.