Anda di halaman 1dari 1

DINAS PERKEBUNANSULAWESI TENGGARA

Sejahtera Gubernur Sultra, Nur Alam saat melantik pengurus LEM Sultra dengan Lembaga Petani di Desa
Sejahtera
Gubernur Sultra, Nur Alam saat melantik pengurus LEM Sultra
dengan
Lembaga
Petani di
Desa
m enggenggamuangpecahanRp
50 ribuan, Andika bergegas ke
sebuah kios yang tak jauh dari
rumahnya, di Desa Tirongko-
Peranan LEM Sejahtera
farm maupun off farm telah bermitra
dengan LEm Sejahtera.
- Sebagai pusat informasi dan pening-
katan SDm

Gubernur Sultra, Nur Alam tertarik untuk berinovasi. melalui program Bangun Kes- ejahteraan masyarakat (Bahteramas) yang dilaksanakan Dinas Perkebunan dan Horti- kultura(Disbunhorti),pemerintahkemudian merintis model penyempurnaan kelem- bagaan petani di tingkat desa untuk mewu- judkan kemandirian dan kesejahteraan. Program itulah yang dinamakan Lembaga Ekonomi masyarakat (LEm) Sejahtera. Tentukemudiantimbulpertanyaan,untuk meningkatkandayasaingperkebunanrakyat mengapa harus dibentuk LEm Sejahtera? Lalu seperti apa penguatan kelembagaan petani melalui LEm Sejahtera? Belajar dari berbagai pengalaman dinamika kelem- bagaan masyarakat desa selama ini, maka pendekatanpolakelembagaanLEmSejahtera tidak lagi mengacu pada kepentingan salah satusektor/lembaga/dinas, komoditas atau program tertentu tapi dibangun sebagai wadah perekat dan pemersatu bagi seluruh warga desa untuk membantu pemerintah desa dalam melaksanakan kegiatan pemba- gunan dan kemasyarakatan. LEm Sejahtera dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat desa dengan pendekatan kearifan lokal. Dalam sistem LEm Sejahtera, pola kelembagaan petani diarahkan untuk menyatukan gerak langkah, membangun jejaringdankomitmenbisnis,meningkatkan produktivitas,mutudandayasaingkomoditi. Seluruh warga desa (bukan hanya petani) menghimpun kekuatan bersama untuk mendayagunakanpotensisumberdayayang tersedia guna meningkatkan kesejahteraan

seluruh anggotanya. Untuk meningkatkan daya saing perke- bunan rakyat, struktur organisasi LEm Sejahtera tidak berdiri sendiri per desa. Namun dibangun jejaring kerja sama antar desadandi setiap kabupaten mereka bersatu mendirikan KoperasiLEmSejahtera.Tujuan- nya, yakni sebagai lembaga bisnis untuk melaksanakan berbagai kegiatan. misalnya kerjasama pengadaan saprodi, kolektifitas dan konektifitas produksi agar memenuhi skala ekonomi, sharing informasi dan ker- jasama pemasaran. Di tingkat provinsi dibentuk pula LEm Sejahtera Sulawesi Tenggara, yakni lembaga non profit sebagai wadah perhimpunan dari seluruh LEm Sejahtera se Sulawesi Tenggara yang berfungsi sebagai Pembina, fasilitator, pengendali dan advokasi. Kehadiran LEm Sejahtera diharapkan sebagai penyempurna dari berbagai kelem- bagaan masyarakat desa, menjadi lem- baga kemasyarakatan tertinggi di desa yang mampu mensinergiskan berbagai aktivitas masyarakat di desa. Disuatu desa yang telah mendirikan LEm Sejahtera, diharapkan lem- baga ini dijadikan sebagai pintu gerbang dan pusat kegiatan pembangunan. Sehingga bagi kementerian/lembaga/ SKPD yang akan melaksanakan aktivitas pembangunan di desa yang bersangkutan tidak perlu mendirikan lembaga/kelompok baru. Kegiatan yang serupa disinergiskan dan untuk kegiatan baru dapat membentuk unit-unit usaha di bawah manajemen LEm Sejahtera.

tua, Kecamatan Kabaena, Bombana. Bocah berusia 9 tahun itu ingin jajan makanan ringan. Orang tuanya tak keberatan, anak seusia Andika menenteng duit dengan nominal yang terbilang besar. “Ini hasil bantu orang tua petik cengkeh di kebun,” kata murid kelas 3 SD itu. melihat bocah seusia itu mengenggam duit Rp 50 ribu, sudah jamak di desa itu. mereka seolah ingin mengatakan kepada “dunia” bahwa hasil kebun cengkeh mereka memberi kesejahteraan dan masa depan cerah. Dari 400 kepala keluarga di desa itu, lebih dari setengahnya memiliki kebun cengkeh yang saban pertengahan tahun hingga Oktober, bisa dipanen dengan hasil yang luar biasa.“Warga di kampung ini, satu musim kalau dapat Rp 50 juta itu sudah minimal. Semua berkat kebun cengkeh,” tutur Asdar, tokoh pemuda desa itu. Sektor perkebunan kini sedang jadi pri- madona. Tanaman cengkeh, pala, kakao bila diurus dengan baik, tiga atau empat tahun kemudian sudah bisa panen den- gan hasil melimpah. Para orang tua, tidak pernah merasa kesulitan untuk membiayai anak-anak mereka ke jenjang pendidikan tinggi. Bahkan, hasil perkebunan sudah bisa membuat banyak kaum muslim, bisa melihat indahnya tanah Suci makkah, saat beribadah haji. Kendati begitu, tidak semua wilayah di

Sultra memiliki lahan-lahan potensial untuk

pengembangantanamanjenistertentu.Kes-

ejahteraan warga pun tidak merata. Ini juga menjadi salah satu fokus dari kinerja Dinas

Perkebunan. Tujuannya, agar kesejahteraan rakyat yang bersumber dari sektor perke- bunan ini bisa merata. Apalagi, berbagai kementerian/lembagadaripusatdandaerah setiap tahunnya mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk peningkatan kes- ejahteraan masyarakat di desa. Kondisi ini yang kemu- dian membuat

Dorong Produksi Kakao Lewat Sub Stasion Penelitian

S ub Stasion Penelitian Kakao Sulawesi Tenggara yang mulai dibangun pada

bulan April 2009 dengan biaya APBN Pada awal Tahun 2010. Substasion Pene- litian Kakao mulai beraktivitas dan pada tanggal 9 September 2010 diresmikan oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Ir. Gamal Nasir, mS. Pada dasarnya tujuan untuk mendukung pengembangan ko- moditas kakao nasional melalui penelitian sederhana untuk menemukan teknologi adaptif serta sebagai wahana penerapan berbagai hasil penelitian/kajian teknologi dari litban dan perguruan tinggi sebelum diterapkan di petani sebagai abdi dan penyuluh bagi petani. Disamping melaksanakan fungsi peneli- tian, kajian dan deseminasi teknologi, Sub Stasion juga memiliki peran lain, yakni pertama, sebagai pusat pelatihan kakao bagi petugas dan petani. Kedua, Pusat informasi

kakao. Ketiga, wahana edukasi bagi pela- jar, siswa, mahasiswa dan masyarakat luas tentang kakao. Keempat, Pengembangan pengolahan (produk hilir) kakao. Kelima, wahana penerapan berbagai teknologi. Keenam, sebagai, wahana Agrowisata. Beberapa kegiatan pengkajian Sub Sta- sion Penelitian kakao, yakni:

1. Identifikasi, eksplorasi dan pengujian klon-klon unggul lokal tahan VSD

2. Optimasi kebun kakao melalui pola tanam konservasi

3. Optimasi perawatan bibit pasca akli- matisasi.

4. Uji adaptasi bahan tanam unggul hara- pan kakao tahan PBK.

5. Pendampingan aplikasi GAP.

6. Kajian Teknologi Budidaya Terintegrasi Kakao Ternak.

7. Pengembangan teknologi pemanfaatan limbah kulit buah sebagai pakan dan pupuk.

CaPaian KinErja DiSbunhorti SuLtra

- meningkatnya Sumber Daya Petani, Pengurus Kelembagaan Tani dan Petugas melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan sekolah lapang.

- Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu komoditas ung- gulan.

- Terfasilitasinya pendirian kelembagaan petani (LEm Sejahtera) yang kuat dan mandiri.

- meningkatnya investasi dan kepercayaan swasta/perbankan, dibuktikan dengan banyaknya tawaran kemitraan.

- PeningkatanSaranaPrasaranabaikdaripemerintah,swastamaupun perbankan.

Program Unggulan/Prioritas Disbun Horti Sultra

- Pengembangan Kawasan KAKAO (SK Kementan RI No 46 Th 2015) melalui program pengembangan tanaman kakao berklanjutan.

- Pengembangan Kawasan Industri Gula Nasional (Kabupaten Konawe Selatan, Bombana, Kolaka, muna, muna Barat dan Buton Utara).

- Pengembangan Kawasan Cabe, Lombok & Bawang (SK Kementan RI No 45 Th 2015)

- Peningkatan Sumber Daya manusia dan Penguatan Kelembagaan Petani dalam Wadah Lembaga Ekonomi masyarakat (LEm) Se- jahtera.

- Pengembangan, Pengelolaan & fasilitasi Pemasaran Produk Perke- bunan dan Hortikultura.

fasilitasi Pemasaran Produk Perke- bunan dan Hortikultura. Ir. Bambang, MM Kadis Perkebunan & Hortikultural ViSi:

Ir. Bambang, MM

Produk Perke- bunan dan Hortikultura. Ir. Bambang, MM Kadis Perkebunan & Hortikultural ViSi: “KEJAYAAN
Produk Perke- bunan dan Hortikultura. Ir. Bambang, MM Kadis Perkebunan & Hortikultural ViSi: “KEJAYAAN

Kadis Perkebunan & Hortikultural

Ir. Bambang, MM Kadis Perkebunan & Hortikultural ViSi: “KEJAYAAN PERKEBUNAN DAN HORTIKULTURA SECARA
Ir. Bambang, MM Kadis Perkebunan & Hortikultural ViSi: “KEJAYAAN PERKEBUNAN DAN HORTIKULTURA SECARA
Ir. Bambang, MM Kadis Perkebunan & Hortikultural ViSi: “KEJAYAAN PERKEBUNAN DAN HORTIKULTURA SECARA

ViSi:

“KEJAYAAN PERKEBUNAN DAN HORTIKULTURA SECARA BERKELANJUTAN UNTUK mEWUJUDKAN SULAWESI TENGGARA SEJAHTERA, mANDIRI DAN BERDAYA SAING”

MiSi:

- mEWUJUDKAN SDm GUNA mEWUJUDKAN SISTEm PERKEBUNAN DAN HORTIKULTURA YANGEFEKTIF, EFISIEN DAN BERWAWASAN LING- KUNGAN

- mENINGKATKAN PRODUKSI, PRODUKTIVITAS DAN mUTU PRODUK PERKEBUNAN DAN HORTI-

KULTURAYANGBERDAYASAINGDANBERKELAN-

JUTAN

- mEWUJUDKAN KEmANDIRIAN KELEmBAGAAN PETANI

- mENCIPTAKANIKLImINVESTASIYANGKONDUSIF DAN mENDORONG -TERWUJUDNYA KEmITRAAN USAHA YANG SEHAT, JUJUR DAN BERKEADILAN

- mENINGKATKAN PEmBANGUNAN INFRASTRUK- TUR SARANA DAN PRASARANA PERKEBUNAN DAN HORTIKULTURA

- Sebagai lembaga pembiayaan

- Sebagaiagenpenyediasaranaproduk- si pertanian

- Sebagai wadah pelatihan budidaya untuk meningkatkan produktivitas

- Sebagai media untuk membangun Komitmen dan Kerjasama

- Sebagai Lembaga Pemasaran dan Pusat Agro-industri di Pedesaan

Dampak Penguatan LEM Sejahtera:

1. Kementerian Pertanian menetapkan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai pilotprojectpengembangankawasan kakao nasioal tahun 2015 – 2019.

2. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian menetapkan Sulawesi Tenggara sebagai Kawasan Pengembangan Pengembangan Ekonomi masyarakat Berbasis Agri- bisnis Kakao dan memberikan du- kungan sarana pengolahan biji kakao kepada petani.

3. Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Ke- menterianPerdaganganmenetapkan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai pilot project penerapan resi gudang komoditas kakao secara nasional.

4. Bank Indoensia memberikan pelati- han bagi pengurus LEm Sejahtera dan membantu sarana pengolahan biji kakao pada beberapa LEm Se- jahtera.

5. Perbankan telah bersedia meny- alurkan Kredit Program Revitalisasi Perkebunan kepada Kelompok LEm Sejahtera.

6. Berbagai lembaga baik di bidang on

Respon positif tersebut ditunjukkan dengan adanya memorandum of Un- derstanding(mou)yangdilaksanakan oleh LEm Sejahtera dengan berbagai stakeholder, terkait pembangunan perkebunan berkelanjutan:

a. Tahun 2009 dilaksanakan pendan tanganan moU antara LEm Sejahtera dengan PT. Core Exhibit Indonesia dan PT. Sarinah tentang pemasaran biji kakao fermentasi.

b. Tahun 2011 dilaksanakan pendan- tanganan moU untuk memperkuat kerjasama sebelumnya antara Pe- merintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Puslitkoka, Bank Indonesia, BRI Kantor Wilayah makassar, PT. Bumi Tangerang mes- indotama, LEm Sejahtera Sultra dan Dewan Kakao Indonesia tentang Pembangunan Industri Kakao yang Berkelanjutan.

c. Tahun 2013 dilaksanakan pendan

tanganan moU antara LEm Sejahtera Sulawesi Tenggara dengan Ditjen. PPHP Kementerian Pertanian, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan RI, Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara, PT. Visi Karya Agritama, tentang Peningkatan Daya Saing dan Keberlanjutan Perkebunan Rakyat di Sulawesi Tenggara.

d. Tahun 2014 dilaksanakan pendantan- ganan moU antara LEm Sejahtera Su- lawesi Tenggara denganYayasan Kalla, PT. Kalla Kakao Industri dan PT. Kalla Group tentang kerjasama kemitraan usaha dalam bidang Agribisnis Kakao di Provinsi Sulawesi Tenggara.

UPTD Balai Benih yang Makin Eksis

Balai Benih Induk Hortikultura merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Desa Sin- dang Kasih, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konsel. PTD ini berfungsi, menyeleksi dan menetapkan kelas benih untuk buah-buahan, sayur-sayuran dan tanaman hias; menetapkan standar perbanyakan benih hortikultura melalui teknik konvensional dan kultur jaringan; memberikan bimbingan penerapan terhadap perbanyakan benih serta memberikan informasi tentang perbenihan dan ketersediaan benih; mengembangkan benih label putih; pembinaan dan bimbingan terhadap BBU (Balai Benih Utama) dan penangkar benih hortikultura. Beberapa program Pengembangan Balai Benih Induk Hortikultura yang telah di- lakukan, yakni

- Perbanyakan benih buah-buahan, tanaman biofarmaka (jahe), tanaman hias ang- grek, dan tanaman perkebunan (tebu) melalui kultur jaringan

- melakukan pembinaan dan pengawalan bagi pengembangan benih pada BBU di tingkat kabupaten untuk menghasilkan kebun benih hortikultura.

- Lokasi magang/pelatihan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi perbeni- han hortikultura

- Sebagai tempat kajian teknologi uji terap hasil temuan teknologi hortikultura

- Penyedia infrastruktur wisata agro.(***)

hasil temuan teknologi hortikultura - Penyedia infrastruktur wisata agro. (***) UPTD Balai Benih Induk Hortikultura Amoito

UPTD Balai Benih Induk Hortikultura Amoito

hasil temuan teknologi hortikultura - Penyedia infrastruktur wisata agro. (***) UPTD Balai Benih Induk Hortikultura Amoito
hasil temuan teknologi hortikultura - Penyedia infrastruktur wisata agro. (***) UPTD Balai Benih Induk Hortikultura Amoito
hasil temuan teknologi hortikultura - Penyedia infrastruktur wisata agro. (***) UPTD Balai Benih Induk Hortikultura Amoito