Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM PROTISTA

CILIOPORA
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Protista
Yang Dibimbing Oleh
Ibu Sri Endah Indriwati
Disusun oleh:
Nama

: Indah Syafinatu Zafi

NIM

: 140341601596

Prodi

: S1 Pendidikan Biologi

Kls/Off

: B/B1

Kelompok

:4

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
FEBRUARI 2015

CILIOPORA
A. SEJARAH
Protozoa dibagi menjadi beberapa filum, diantaranya adalah filum
Ciliophora. Chiliophora merupakan anggota dari protozoa dengan jenis
anggota paling banyak dan mudah ditemui.Filum Ciliophora meliputi hewan
bercilia yang tersebar di lingkungan air tawar dan air laut.Sebagian kecil dari
organisme ini bersifat simbiotik. Ciri khas dari hewan ini adalah memiliki silia
atau bulu getar sebagai alat pergerakannya. Silia secara umum sama
dengan flagel, namun silia lebih pendek dan jumlahnya lebih banyak
(Rahayu,2014).
Silia

menjadi

alat

gerak

chiliophora.Pergerakannya

utama
juga

yang

mengatur

terkoordinasi

pergerakan

sehingga

dari

gerakan

bergelombang silia melewati permukaan tubuh hewan.Beberapa silia dapat


bergerak berlawanan arah sehingga menyebabkan sel bergerak.
Pada filum Ciliophora anggotanya telah memiliki bentuk tubuh yang
relative tetap dan telah memiliki pelikel.Bentuk dari anggota filum ini
sangatlah beragam. Ciri lain yang dimiliki dari filum ini adalah sudah
memiliki sitosom dan memiliki dua inti sel yang biasa disebut makronukleus
dan mikronukleus.
Beberapa anggota ciliophora memiliki silia yang telah terspesialisasi
secara khusus.Silia yang menutupi permukaan tubuh protozoa, selanjutnya
bergabung membentuk cirri yang digunakan untuk bergerak. Akibatnya akan
kehilangan silia pada daerah terbentuknya cirri tersebut.
Phylum Ciliophora memiliki ciri khas utama yaitu kehadiran silia yang menutupi permukaan
tubuhnya.Siliata bergerak dengan pertolongan tonjolan-tonjolan sitoplasma seperti rambut yang
dinamakan silia.Setiap silia mempunyai bentuk seperti flagel kecil (Noble dkk, 1982).
Strutur anggota filum Ciliophora mungkin paling kompleks dibanding organisme
uniseluler lain. Tidak seperti organisme multiseluler, yang memiliki sel-sel yang telah

terspesialisasi untuk melakukan berbagai fungsi tubuh, organisme uniseluler seperti Ciliophora
harus melakukan berbagai fungsi dengan sel tunggal, sehingga struktur sel mereka snagat
kompleks dibanding organisme yang sangat besar. Pergerakan, sensitivitas, keseimbangan cairan,
pengambilan makanan harus dilakukan dalam satu sel.
Selain inti, Ciliophora yang berisi beberapa vakuola, atau struktur membran putaran yang
menyertakan makanan, sampah, atau berbagai struktur.Vakuola makanan terbentuk pada akhir
kerongkongan (os) sebagai partikel makanan yang tertelan, dan kemudian beredar melalui sel.
Sampah yang tersisa di vakuola ini dibuang melalui titik tertentu dalam membran sel yang
dikenal sebagai cytoproct tersebut. Vakuola kontraktil berbentuk bintang (cv) mengumpulkan
kelebihan air melalui mikrotubulus berlapis saluran ("sinar" dari bintang) dan secara berkala
pompa keluar melalui pori khusus lainbaru (Lynn dan Small, 1991).
Lapisan luar, atau korteks, adalah struktur yang rumit, terpisah dari bagian dalam sel
dengan lapisan mikro. Setiap rambut seperti silia berhubungan dengan satu set tubulus dan
molekul protein struktural yang membentuk kinetosome. Pada gilirannya, kinetosomes yang
diatur dalam baris yang dikenal sebagai kineties.Silia mengatur gelombang untuk mendorong
organisme maju dan juga memindahkan makanan ke dalam sitostom, "mulut," (o). Mulut
kadang-kadang diatur kembali alur oral (tr). Kineties sekitar sitostom yang sering diatur dengan
cara khusus untuk menghasilkan arus air yang menyalurkan partikel makanan ke dalam sel. Juga
bagian dari korteks adalah extrusomes, organel yang dapat dengan cepat mengeluarkan struktur
benang pendek. Extrusomes ini berfungsi dalam predasi, pertahanan, dan dalam membentuk kista
di berbagai ciliophorabaru (Lynn dan Small, 1991).
Terdapat perbedaan sitology utama yaitu adanya dua jenis inti, yaitu mikronukleus dan
makronukleus.Radiasi adaptif kelompok ini selama evolusi telah menghasilkan beberapa
spesies beragam. Misalnya Suctoria atau Stentor adalah organisme sessil dan menangkap
makanan dengan tentakel yang menembus sitoplasma dan menarik mangsa, atau dengan
kompleks membrane mendorong air yang membawa partikel aliran air ke dalam rongga
vakuola makanan yang terbentuk. Namun, kriteria yang penting digunakan untuk menciptakan
kategori taksonomi adalah penyusunan silia pada permukaan tubuh dan di wilayah aparatus
oral, kehadiran struktur makanan yang khusus, dan organisasi dari pita subpellicular dari
mikrotubulus (Roger, 1988).

Ciliata dapat bereproduksi dengan seksual maupun aseksual. Hal ini penting untuk
kelangsungan hidup garis keturunan Ciliata. Ciliata tidak dapat mereproduksi selamanya
dengan pembelahan aseksual, dan akhirnya mati jika tidak terjadi konjugasi (Lynn dan Small,
1991).
Ciliata bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan: mikronukleus mengalami
mitosis, sedangkan pada sebagian besar ciliata, makronucleus hanya terpisah menjadi dua.
Selain bereproduksi dengan cara aseksual ciliata juga bereproduksi secara seksual, melalui
proses yang dikenal sebagai konjugasi. Konjugasi sering disebabkan oleh kekurangan
makanan. Dua ciliata dengan tipe kawin yang berlawanan datang mendekat, bersama-sama
dan membentuk sebuah jembatan sitoplasmik antara dua sel, membagi micromuclei oleh
meiosis, macronuclei hancur, dan konjugasi sel-sel haploid micronuclei akan tertukar
melalui koneksi sitoplasma. Mereka kemudian memisahkan macronuclei, baru reformasi
dari micronuclei, dan membagi. Esensi reproduksi seksual adalah membentuk organisme
baru dari gabungan bahan genetik dari induk. Setelah konjugasi, masing-masing pasangan
Ciliata telah mengakuisisi materi genetik baru, dan membagi menimbulkan progeni dengan
kombinasi gen baru(Lynn dan Small, 1991).
Klasifikasi subphylum Ciliophora yang diadopsi oleh Jahn dan Jahn dalam Hall (1961)
adalah sebagai berikut.
Sub phylum : Ciliophora
Class 1 : Ciliatea
Sub class 1 : Protociliatia
Ordo 1 : Opalinida
Subclass 2 : Euciliatia
Ordo 1 : Holotrichida
Sub ordo 1 : Astomina
Sub ordo 2 : Gymnostomina
Sub ordo 3 : Trichostomina
Sub ordo 4 : Hymenostomina
Sub ordo 5 : Thigmotrichina
Sub ordo 6 : Apostomina
Ordo 2 : Spirotrichida

Sub ordo 1 : Heterotrichina


Sub ordo 2 : Tintinnina
Sub ordo 3 : Oligotrichina
Sub ordo 4 : Entodiniomorphina
Sub ordo 5 : Hypotrichina
Sub ordo 6 : Ctenostomina
Ordo 3 : Peritrichida
Ordo 4 : Chonotrichida

B. PERTANYAAN
1) Bagaimana gerak dari filum chiliopora?
2) Bagaimana cara mendapatkan makanan dari filum chiliopora?
3) Bagaimana reproduksi dari filum chiliopora?
4) Apakah hidup dari filum chiliopora, berkoloni atau soliter?
C. PREDIKSI
1) Cara gerak dari chiliopora adalah menggunakan silia, dan biasanya geraknnya
memutar.
2) Cara chilipora mendapatkan makanan dengan memakan protozoa lain.
3) Reproduksi chilipora dengan cara seksual dan aseksual.
4) Hidup dari chiliopora adalah ada yang berkoloni dan ada pula yang soliter, namun
kebanyakn dari mereka hidup bekoloni.
D. DASAR PREDIKSI
1) Siliata bergerak dengan pertolongan tonjolan-tonjolan sitoplasma seperti rambut yang
dinamakan silia.Setiap silia mempunyai bentuk seperti flagel kecil (Noble dkk, 1982).
2) Silia mengatur gelombang untuk mendorong organisme maju dan juga memindahkan
makanan ke dalam sitostom, "mulut," (o). Mulut kadang-kadang diatur kembali alur oral
(tr). Kineties sekitar sitostom yang sering diatur dengan cara khusus untuk menghasilkan
arus air yang menyalurkan partikel makanan ke dalam sel. (Lynn dan Small, 1991).
3) Ciliata bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan: mikronukleus mengalami
mitosis, sedangkan pada sebagian besar ciliata, makronucleus hanya terpisah menjadi
dua. Selain bereproduksi dengan cara aseksual ciliata juga bereproduksi secara seksual,
melalui proses yang dikenal sebagai konjugasi. Konjugasi sering disebabkan oleh
kekurangan makanan (Lynn dan Small, 1991).

E. GAMBAR SKET HASIL PENGAMATAN


No
Gambar
1. Paramecium caudatum

Keterangan
Ditemukan pada air sungai bagian atas H7
dengan nutrisi jerami dan seledri, pada air
sawah bagian dasar H7 dengan nutrisi beras
dan seledri, pada air tugu bagian dasar H-7
dengan nutrisi beras, dan pada air kolam
biologi bagian tengah H-7 dengan nutrisi air
rebusan jerami.

2.

Holophyra nigricans

Ditemukan pada air sungai bagian atas H-7


dengan nutrisi seledri, dan pada air kolam
biologi bagian dasar H-7 dengan nutrisi
beras.

3.

Phascolodon vorticella

Ditemukan pada air sungai bagian tengah H-5


dengan nutrisi seledri

4.

Bursaria truncatella

Ditemukan pada air sungai bagian atas H-5


dengan nutrisi seledri

5.

Colpidum colopoda

Ditemukan pada air sungai bagian tengah H-5


dengan nutrisi air rebusan jerami, dan pada
air kolam biologi bagian tengah H-7 dan H-5
dengan nutrisi seledri

6.

Stentor polymorphus

Ditemukan pada air sungai bagian atas H-3


dengan nutrisi air rebusan jerami

7.

Strombillidum gyrans

Ditemukan pada air sungai bagian permukaan


H-3 dengan nutrisi air rebusan jerami

8.

Tetrahymena pyriformis

Ditemukan pada air kolam biologi bagian


tengah H-7 dengan nutrisi seledri

9.

Nasulla gracilis

Ditemukan pada air sawah bagian dasar H-7


dengan nutrisi beras

10. Vorticella microstoma

Ditemukan pada air sawah bagian dasar H-7


dengan nutrisi beras

11.

Astylozoon tallax

Ditemukan pada air sawah bagian dasar H-7


dengan nutrisi beras

12. Tachysoma pellionella

Ditemukan pada air sawah bagian tengah H-7


dengan nutrisi air rebusan jerami

13. Acinema icurvata

Ditemukan pada air sawah bagian atas H-7


dengan nutrisi seledri

14. Colaps hirtus

Ditemukan pada air sawah bagian atas H-7


dengan nutrisi seledri

15. Loxophylume helus

Ditemukan pada air sawah bagian atas H-7


dengan nutrisi seledri

16. Urostyla viridis

Ditemukan pada air kolam biologi bagian atas


H-5 dengan nutrisi air rebusan jerami

17. Chinetochillum marganiticum

Ditemukan pada air kolam biologi bagian atas


H-7 dengan nutrisi air rebusan jerami.

F. DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN


No
Gambar Sket
1.
Paramecium caudatum

Keterangan

Deskripsi
Organisme ini ditemukan pada.
air sungai bagian atas H7
dengan

nutrisi

jerami

dan

seledri, pada air sawah bagian


dasar H7 dengan nutrisi beras
dan seledri, pada air tugu
bagian

dasar

H-7

dengan

nutrisi beras, dan pada air


kolam biologi bagian tengah
H-7 dengan nutrisi air rebusan
jerami. Organisme

memiliki

karakteristik berbentuk seperti


sandal, bergerak maju mundur
berguling, berwarna kuning
kehijauan, pada saat ditemukan
jumlahnya 7 atau berkoloni
2.

Holophyra nigricans

Organisme ini ditemukan pada


air sungai bagian atas H-7
dengan nutrisi seledri, dan
pada air kolam biologi bagian
dasar H-7 dengan nutrisi beras.
Memiliki

karakteristik

berbentuk oval, bergerk maju


dengan silia yang bergetar,
berwarna bening, bintik hitam ,
pada
3.

Phascolodon vorticella

saat

ditemukan

jumlahnya satu atau soliter.


Organisme ini ditemukan pada
air sungai bagian tengah H-5

dengan

nutrisi

Memiliki

seledri.
karakteristik

berbentuk seperti bunga yang


masih kuncup, bergerak rotasi
dengan silia yang bergetar,
berwarna kuning, pada saat
ditemukan jumlahnya 9 atau
berkoloni.
4.

Bursaria truncatella

Organisme ini ditemukan pada


air sungai bagian atas H-5
dengan

nutrisi

Memiliki
berbentuk

seledri.
karakteristik

silinder

dengan

ujung terbuka, bergerak maju,


berwarna bening dengan garisgaris hitam yang kurang jelas,
pada

saat

ditemukan

jumlahnya 1 atau soliter.

5.

Colpidum colopoda

Organisme ini ditemukan pada


air sungai bagian tengah H-5
dengan nutrisi air rebusan
jerami, dan pada air kolam
biologi bagian tengah H-7 dan
H-5 dengan nutrisi seledri.
Memiliki

karakteristik

berbentuk bulat, bergerak zigzag

cepat,

silia

berada

diseeluruh tubuh, salah satu


sisi memiliki silia yang lebih
panjang, pada saat ditemukan
jumlahnya 1 atau soliter.
6.

Stentor polymorphus

Organisme ini ditemukan pada


air sungai bagian atas H-3
dengan nutrisi air rebusan
jerami. Memiliki karakteristik
berbentuk
terompet
bunga

panjang
yang

seperti

membentuk

bercorong,

bergerak

rotasi cepat tanpa arah, silia


pada ujung lengan, pada saat
ditemukan jumlahnya ada 5
atau berrkoloni.

7.

Strombillidum gyrans

Organisme ini ditemukan pada


air sungai bagian permukaan
H-3 dengan nutrisi air rebusan
jerami. Memiliki karakteristik
berbentuk seperti gentong, silia
terdapat pada bagian atas,
bergerak zig-zag cepat, pada
saat ditemukan jumlahnya 1
atau soliter.

8.

Tetrahymena pyriformis

Organisme ini ditemukan pada


air

kolam

biologi

bagian

tengah H-7 dengan nutrisi


seledri. Memilik karakteristik
berbentuk

lonjong

agak

panjang, bergerak secara rotasi


atau memutar dengan cepat,
berwarna bening, pada saat
ditemukan jumlahnya 3 atau
berkoloni.

9.

Nasulla gracilis

Organisme ini ditemukan pada


air sawah bagian dasar H-7
dengan nutrisi beras. Memiliki
karakteristik berbentuk agak
bulat, bergerak pelan dengan
silia bergetar, berwarna bening
dengan bintik hitam, pada saat
ditemukan jumlahnya 1 atau
soliter.

10.

Vorticella microstoma

Organisme ini ditemukan pada


air sawah bagian dasar H-7
dengan nutrisi beras. Memiliki
karakteristik berbentuk seperti
terompet,

bergerak

pelan

bergoyang ke kanan dan kiri


dengan silia bergetar, berada
pada substrat, dan pada saat
ditemukan jumlahnya 1 atau
soliter.

11.

Astylozoon tallax

Organisme ini ditemukan pada


air sawah bagian dasar H-7
dengan nutrisi beras. Memiliki
karakteristik berbentuk seperti
lonceng, rambut bergetar saat
diam, bergerak lambat ke kiri
dan kanan kemudian maju,
bentuknya

bisa

membulat,

berubah

pada

saat

ditemukan jumlahnya 2 atau


berkoloni.

12.

Tachysoma pellionella

Organisme ini ditemukan pada


air sawah bagian tengah H-7
dengan nutrisi air rebusan
jerami. Memiliki karakteristik
berbentuk
panjang,

lonjong

agak

bergerak

maju

mundur dengan bergetar, dan


berbelok-belok,

pada

saat

ditemukan jumlahnya 1 atau


soliter.

13.

Acinema icurvata

Organisme ini ditemukan pada


air sawah bagian atas H-7
dengan

nutrisi

Memiliki

seledri.
karakteristik

berbentuk seperti buah pir


agak panjang, bergerak maju
dengan cepat, tidak berwarna,
ppada

saat

ditemukan

jumlahnya 2 atau berkoloni.

14.

Colaps hirtus

Organisme ini ditemukan pada


air sawah bagian atas H-7
dengan
Memiliki

nutrisi

seledri.
karakteristik

berbentuk lonjong, silia terlihat


banyak, bergerak lambat dan
memutar,
kecoklatan,

berwarna
pada

saat

ditemukan jumlahnya 1 atau


soliter.

15.

Loxophylume helus

Organisme ini ditemukan pada


air sawah bagian atas H-7
dengan

nutrisi

Memiliki

seledri.
karakteristik

berbentuk

sangat

lonjong,

bergerak maju, tidak berwarna


dan

pada

saat

ditemukan

jumlahnya dua atau berkoloni.

16.

Urostyla viridis

Organisme ini ditemukan pada


air kolam biologi bagian atas
H-5 dengan nutrisi air rebusan
jerami. Memiliki karakteristik
berbentuk oval, bergerak aktif,
berputar sambil berjalan linear
tidak

beraturan,

berwarna

hitam (gelap), terdapat silia


panjang pada kedua ujung
tubuh, dan silia pendek di
samping

tubuh,

pada

saat

ditemukan jumlahnya 1 atau


soliter.

17.

Chinetochillum

Organisme ini ditemukan pada

marganiticum

air kolam biologi bagian atas


H-7 dengan nutrisi air rebusan
jerami. Memiliki karakteristik
berbentuk bulat, bergerak aktif
secara

rotasi

linear

tidak

beraturan, tidak berwarna, silia


panjang terdapat pada salah
satu ujung tubuh, pada saat
ditemukan jumlahnya 1 atau
soliter.

G. PENETAPAN HASIL KLASIFIKASI


1. Pada sampel air sungai bagian atas H-7 dengan nutrisi jerami dan seledri, pada air sawah
bagian dasar H-7 dengan nutrisi beras dan seledri, pada air tugu bagian dasar H-7 dengan
nutrisi beras, dan pada air kolam biologi bagian tengah H-7 dengan nutrisi air rebusan
jerami. Ditemukan anggota dari filum Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk
seperti sandal, bergerak maju mundur berguling, berwarna kuning kehijauan, pada saat
ditemukan jumlahnya 7 atau berkoloni. Berdasarkan karakteristik tersebut, organisme ini
termasuk dalam spesies Paramecium caudatum.
2. Pada sampel air sungai bagian atas H-7 dengan nutrisi seledri, dan pada air kolam biologi
bagian dasar H-7 dengan nutrisi beras. Ditemukan organisme yang termasuk anggota
Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk oval, bergerk maju dengan silia yang
bergetar, berwarna bening, bintik hitam , pada saat ditemukan jumlahnya satu atau soliter.
Berdasarkan karakteristik tersebut organisme ini termasuk dalam spesies Holophyra
nigricans.
3. Pada sampel air sungai bagian tengah H-5 dengan nutrisi seledri. Ditemukan organisme
yang termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk
seperti bunga yang masih kuncup, bergerak rotasi dengan silia yang bergetar, berwarna

kuning, pada saat ditemukan jumlahnya 9 atau berkoloni. Berdasarkan karakteristik


tersebut organisme ini termasuk dalam spesies Phasicolodon vorticella.
4. Pada sampel air sungai bagian atas H-5 dengan nutrisi seledri. Ditemukan organisme
yang termasuk anggota dari filum Ciliopra yang memiliki karakteristik

berbentuk

silinder dengan ujung terbuka, bergerak maju, berwarna bening dengan garis-garis hitam
yang kurang jelas, pada saat ditemukan jumlahnya 1 atau soliter. Berdasarkan
karakteristik tersebut organisme tersebut masuk dalam spesies Bursaria truncartella.
5. Pada sampel air sungai bagian tengah H-5 dengan nutrisi air rebusan jerami, dan pada air
kolam biologi bagian tengah H-7 dan H-5 dengan nutrisi seledri. Ditemukan organisme
yang termasuk anggota dari filum Ciliopra yang memiliki karakteristik berbentuk bulat,
bergerak zig-zag cepat, silia berada diseeluruh tubuh, salah satu sisi memiliki silia yang
lebih panjang, pada saat ditemukan jumlahnya 1 atau soliter. Berdasarkan karakteristik
tersebut organisme ini termassuk dalam spesies Colpidum colopoda.
6. Pada sampel air sungai bagian atas H-3 dengan nutrisi air rebusan jerami. Ditemukan
organisme yang teramsuk anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk
panjang seperti terompet yang membentuk bunga bercorong, bergerak rotasi cepat tanpa
arah, silia pada ujung lengan, pada saat ditemukan jumlahnya ada 5 atau berrkoloni.
Berdasarkan karakteristik tersebut organisme ini termasuk dalam spesies Stentor
polymorphus.
7. Pada sampel air sungai bagian permukaan H-3 dengan nutrisi air rebusan jerami.
Ditemukan organisme yang termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki
karakteristik berbentuk seperti gentong, silia terdapat pada bagian atas, bergerak zig-zag
cepat, pada saat ditemukan jumlahnya 1 atau soliter. Berdasarkan karakteristik tersebut
organisme ini termasuk dalam spesies Strombillidum gyrans.
8. Pada sampel air kolam biologi bagian tengah H-7 dengan nutrisi seledri. Ditemukan
organisme yang termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik
berbentuk lonjong agak panjang, bergerak secara rotasi atau memutar dengan cepat,
berwarna bening, pada saat ditemukan jumlahnya 3 atau berkoloni. Berdasarkan
karakteristik tersebut organisme ini termasuk dalam spesies Tetrahymena pyriformis.
9. Pada sampel air sawah bagian dasar H-7 dengan nutrisi beras. Ditemukan organisme yang
termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk agak
bulat, bergerak pelan dengan silia bergetar, berwarna bening dengan bintik hitam, pada

saat ditemukan jumlahnya 1 atau soliter. Berdasarkan karakteristik tersebut organisme ini
termasuk dalam spesies Nasulla gracilis.
10. Pada sampel air sawah bagian dasar H-7 dengan nutrisi beras. Ditemukan organisme yang
termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk seperti
terompet, bergerak pelan bergoyang ke kanan dan kiri dengan silia bergetar, berada pada
substrat, dan pada saat ditemukan jumlahnya 1 atau soliter. Berdasarkan karakteristik
tersebut organisme ini termasuk dalam spesies Vorticella microstoma.
11. Pada sampel air sawah bagian dasar H-7 dengan nutrisi beras. Ditemukan organisme yang
termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk seperti
lonceng, rambut bergetar saat diam, bergerak lambat ke kiri dan kanan kemudian maju,
bentuknya bisa berubah membulat, pada saat ditemukan jumlahnya 2 atau berkoloni.
Berdasarkan karakteristik tersebut organisme ini termasuk dalam spesies Astylozoon
tallax.
12. Pada sampel air sawah bagian tengah H-7 dengan nutrisi air rebusan jerami. Ditemukan
organisme yang termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik
berbentuk lonjong agak panjang, bergerak maju mundur dengan bergetar, dan berbelokbelok, pada saat ditemukan jumlahnya 1 atau soliter. Berdasarkan karakteristik tersebut
organisme ini termasuk dalam spesies Tachysoma pellionella.
13. Pada sampel air sawah bagian atas H-7 dengan nutrisi seledri. Ditemukan organisme yang
termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk seperti
buah pir agak panjang, bergerak maju dengan cepat, tidak berwarna, ppada saat
ditemukan jumlahnya 2 atau berkoloni. Berdasarkan karakteristik tersebut organisme ini
termasuk dalam spesies Acinema icurvata.
14. Pada sampel air sawah bagian atas H-7 dengan nutrisi seledri. Ditemukan organisme yang
termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk lonjong,
silia terlihat banyak, bergerak lambat dan memutar, berwarna kecoklatan, pada saat
ditemukan jumlahnya 1 atau soliter. Berdasarkan karakteristik tersebut organisme ini
termasuk dalam spesies Colaps hirtus.
15. Pada sampel air sawah bagian atas H-7 dengan nutrisi seledri. Ditemukan organisme yang
termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki karakteristik berbentuk sangat
lonjong, bergerak maju, tidak berwarna dan pada saat ditemukan jumlahnya dua atau
berkoloni. Berdasarkan karakteristik tersebut organisme ini termasuk dalam spesies
Loxophylume helus.

16. Pada sampel air kolam biologi bagian atas H-5 dengan nutrisi air rebusan jerami.
Ditemukan organisme yang termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki
karakteristik berbentuk oval, bergerak aktif, berputar sambil berjalan linear tidak
beraturan, berwarna hitam (gelap), terdapat silia panjang pada kedua ujung tubuh, dan
silia pendek di samping tubuh, pada saat ditemukan jumlahnya 1 atau soliter. Berdasarkan
karakteristik tersebut organisme ini termasuk dalam spesies Urostyla viridis.
17. Pada sampel air kolam biologi bagian atas H-7 dengan nutrisi air rebusan jerami.
Ditemukan organisme yang termasuk dalam anggota filum Ciliopora yang memiliki
karakteristik berbentuk bulat, bergerak aktif secara rotasi linear tidak beraturan, tidak
berwarna, silia panjang terdapat pada salah satu ujung tubuh, pada saat ditemukan
jumlahnya 1 atau soliter. Berdasarkan karakteristik tersebut organisme ini termasuk
dalam spesies Chinetochillum marganiticum.
H. RINGKASAN HASIL BELAJAR
Dari berbagai pembahasan materi tentang pengamatan filum Sarcodina, dapat
disimpulkan sebagai berikut.
Bahwa filum chilopora merupakan protozoa yang alat geraknya berupa rambut getar atau
siliata, kebanyakan bergerak dengan cepat, dan seluruh tubh hampir ditutupi oleh silia.
Kebanyakn ditemukan berkoloni namun ada juga yang soliter, reproduksi dari chliopora ini
sendiri ialah dengan seksual dan aseksual. Untuk reproduksi aseksual dengan cara pembelahan
sel, sedangkan untuk sesksualnya ialah dengan cara konjugasi. Ciliopora memiliki berbagai
macam bentuk dari yang seperti sandal, bulat, oval, lonjong, seperti buah pir, seperti terompet,
gentong, dan seperti vas bunga. Jadi chiliopora merupakan protozoa yang bentuknya sangan
banyak dan beragam.
Silia menjadi alat gerak utama yang mengatur pergerakan dari
chiliophora.Pergerakannya

juga

terkoordinasi

sehingga

gerakan

bergelombang silia melewati permukaan tubuh hewan.Beberapa silia dapat


bergerak berlawanan arah sehingga menyebabkan sel bergerak.
Pada filum Ciliophora anggotanya telah memiliki bentuk tubuh yang
relative tetap dan telah memiliki pelikel.Bentuk dari anggota filum ini
sangatlah beragam. Ciri lain yang dimiliki dari filum ini adalah sudah
memiliki sitosom dan memiliki dua inti sel yang biasa disebut makronukleus
dan mikronukleus.

Ciliata bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan: mikronukleus mengalami


mitosis, sedangkan pada sebagian besar ciliata, makronucleus hanya terpisah menjadi dua.
Selain bereproduksi dengan cara aseksual ciliata juga bereproduksi secara seksual, melalui
proses yang dikenal sebagai konjugasi. Konjugasi sering disebabkan oleh kekurangan
makanan.
Klasifikasi subphylum Ciliophora yang diadopsi oleh Jahn dan Jahn dalam Hall (1961)
adalah sebagai berikut.
Sub phylum : Ciliophora
Class 1 : Ciliatea
Sub class 1 : Protociliatia
Ordo 1 : Opalinida
Subclass 2 : Euciliatia
Ordo 1 : Holotrichida
Sub ordo 1 : Astomina
Sub ordo 2 : Gymnostomina
Sub ordo 3 : Trichostomina
Sub ordo 4 : Hymenostomina
Sub ordo 5 : Thigmotrichina
Sub ordo 6 : Apostomina
Ordo 2 : Spirotrichida
Sub ordo 1 : Heterotrichina
Sub ordo 2 : Tintinnina
Sub ordo 3 : Oligotrichina
Sub ordo 4 : Entodiniomorphina
Sub ordo 5 : Hypotrichina
Sub ordo 6 : Ctenostomina
Ordo 3 : Peritrichida
Ordo 4 : Chonotrichida
I. APLIKASI HASIL BELAJAR
Pada filum Chiliopora ini ternyata anggota-anggotanya memiliki peranan dalam kehidupan kita,
contohnya yaitu :

1. Paramecium caudatum berbentuk seperti sendal, dengan silia berjumlah ribuan yang
menutupi permukaan tubuh dan di sekitar celah mulut. Paramecium caudatum hidup
bebas di air tawar sebagai pemangsa bakteri.
2. Balantidium coli, hidup parasit di usus besar (kolon) hewan ternak dan manusia,
menyebabkan diare balantidiasis.
3. Stentor roeseli, berbentuk seperti terompet, dengan barisan silia yang rapat di sekeliling
mulutnya, memiliki tangkai yang melekat pada suatu tempat. Stentor roeseli hidup di air
sawah atau air yang menggenang yang banyak mengandung bahan organik.
4. Didinium, merupakan predator uniseluler di perairan, sebagai pemangsa Paramecium.
5. Vorticella, berbentuk seperti lonceng dengan tangkai yang panjang berbentuk lurus atau
spiral, memiliki silia di sekitar corong mulutnya, dan tangkai melekat pada suatu tempat.
6. Stylonychia, silia hanya terdapat di sisi mulut dan di bagian tertentu permukaan tubuhnya,
dapat bergerak dengan cepat dan berputar pada suatu tempat, dan memakan serpihan atau
potongan bahan organik. Stylonychia banyak ditemukan pada permukaan daun yang
terendam air.
7. Dari familia Ophryoscolecidae terdapat banyak spesies yang berada
didalam rumen sapid an domba. Genus- genus yang mewakili adalah
Entodiniaum, Diplodinium, dan Ophryoscolex. Familia Cyclopostiidae
sering ditemukan pada kuda (Noble dkk, 1982)
Jadi, chiliopora memiliki peran yang merugikan terutama bagi manusia yag dapat menyebabkan
diare balantidiasis, oleh karena itu kita harus lebih menjaaga pola hidup dan kesehatan kita agar
tidak mudah terkena penyakit tersebut.
J. PERTANYAAN BARU
1. Bagaimana siklus hidup dari chiliopora?
Ciliata dapat bereproduksi dengan seksual maupun aseksual. Hal ini penting untuk
kelangsungan hidup garis

keturunan Ciliata. Ciliata tidak dapat mereproduksi

selamanya dengan pembelahan aseksual, dan akhirnya mati jika tidak terjadi
konjugasi.
2. Apa yang membedakan antara kelas Suctorea dengan kelas yang lain pada filum
chiliopora?
Kelas Suctorea memiliki tahap non-ciliated pada tahap dewasa serta memiliki tentakel
khusus yang berfungsi mencari makan

3. Apakah chiliopora memiliki fase puncak pada siklus hidupnya?

K. DAFTAR PUSTAKA
Hall. 1961. Protozoology. Japan: Prentice-Hall, Inc.
Lynn, D.H. and Small, E.B. 1991. Handbook of Protoctista (PhilumCiliophora).
Rahayu, Sofia Ery. 2014. Bahan Ajar Protista Mirip Hewan. Malang: Universitas Negeri
Malang.
Noble, Elmer. R, Noble, Glenn A, & Noerhajati Soeripto (Ed.). 1982. Parasitologi Biologi
Parasit Hewan. Terjemahan Wardiarto. 1989. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.