Anda di halaman 1dari 6

PERMEABILITY TEST

Rekayasa geoteknik merupakan salah satu cabang ilmu dari teknik sipil yang
mempelajari mengenai material penyusun bumi dan erat kaitannya dengan
pembangunan konstruksi di atas maupun di bawah permukaan. Salah satu analisa
penting dalam bidang rekayasa geoteknik adalah mekanika tanah dan batuan yang
akan mempengaruhi daya dukung pondasi suatu konstruksi.
Mengetahui kemampuan suatu formasi dalam meloloskan air atau disebut
dengan permeabilitas

merupakan hal yang sangat penting untuk menganalisa

mekanika tanah dan batuan, karena permeabilitas akan mempengaruhi kestabilan


suatu konstruksi rekayasa geoteknik.
Untuk mengetahui kemampuan suatu formasi dalam meloloskan air maka
dilakukan perameabilitas test, yang bertujuan untuk mendapatkan nilai koefisien
permeabilitas, koefisien permeabilitas (K) merupakan suatu konstanta pembanding
untuk perhitungan debit suatu cairan jika menembus medium berpori.
Dalam menentukan nilai K dapat dilakukan di lapangan dengan menggunakan
metode pumping test dan bore hole test, serta dapat dilakukan di laboratorium,
metode yang paling sering digunakan untuk pengujian di laboratorium adalah constan
head dan falling head.
Pumping test merupakan suatu metode pengukuran debit air, dimana inti dari
pumping test adalah perbandingan antara penurunan muka air pada saat pumping
terhadap kenaikan muka air pada saat recovery dala tenggat waktu yang sama. Jika
perbandingan antara keduanya bernilai 1 maka debit sumber air sama dengan debit air
yang dikeluarkan, jika bernilai lebih dari 1 maka debit sumber air lebih besar
dibandingkan dengan debit air yang dikeluarkan, dan jika bernilai kurang dari 1 maka
debit sumber air akan lebih kecil dibandingkan dengan debit air yang dikeluarkan.

Gambar 1 Pengukuran Debit Air dengan Menggunakan Pumping Test


Pumping test dilakukan dengan memompa air dari satu sumur dengan laju
stabil, minimal selama satu hari dan bersamaan dengan itu dilakukan pengamatan
terhadap perubahan ketinggian muka air tanah.
Langkah pumping test :
Pemompaan diusahakan dengan kecepatan yang kecil dahulu dinaikan bila

muka air tidak berubah dan seterusnya.


Diusahakan air yang dipompa tidak diresapkan lagi ke sekitar sumur yang

memungkinkan mempengaruhi air dalam sumur.


Mengukur muka air pada sumur pompa dan sumur pengamatan secara bersamasama berdasarkan perubahan muka air yang berarti, bila perubahan muka air
relatif kecil saat dipompa, waktu pengamatan dapat dinaikan. Misal pada tahap
awal setiap 0,5 menit bila perubahan tak berarti naikan 1 menit beberapa kali

dan seterusnya.
Bila muka air tanah tidak berubah terhadap waktu selama dipompa maka

kondisi demikian disebut steady state dan pemompaan dihentikan.


Dalam Recovery test, waktu pengukuran muka airtanah dari mulai 0,5 menit
dan seterusnya dinaikan waktu pengamatan bila muka airtanah berubah sangat
kecil.

Perhitungan dalam Pumping Test ini :

Gambar 2 Perubahan Penurunan Muka Air saat Pemompaan


Untuk lapisan tanah tak tertekan :
ln ( r 2 /r 1)
q
2
2
K=
(h2 h1 )
Untuk lapisan tanah tertekan :
ln ( r 2 /r 1)
q
K = 2 t
h 2h1
Pengujian lapangan yang lain adalah pengujian dengan menggunakan lubang
bor (USBR, 1961). Sistem kerja alat ini adalah air diizinkan mengalir dengan laju
yang tetap, ke dalam atau ke luar dari lapisan yang diuji melalui ujung dari lubang
pipa bor. Ujung terbawah lubang bor harus lebih dari 5d, diukur dari lapisan atas dan
bawah, dengan d adalah diameter lubang pipa. Ketinggian air di dalam lubang bor

dipelihara konstan, pebedaan tinggi air dalam lubang dan muka air tanah diberi
simbol h. untuk memelihara ketinggian air supaya konstan, maka debit air harus
konstan. koefisien permeabilitas dihitung dengan persamaan : Kh = C (Ho-Ht)/t.

Gambar 3 Sketsa Alat untuk Pengukuran Permeabilitas dengan Borehole Test


Metode Falling Head adalah metode pengujian permeabilitas yang biasanya
digunakan untuk tanah yang memiliki butiran halus dan memiliki koefisien
permeabilitas yang rendah seperti tanah lempung.

Gambar 4 Sketsa Pengukuran Nilai Permeabilitas dengan Falling Head


Constant Head adalah metode pengujian permeabilitas yang biasanya
digunakan untuk tanah yang memiliki butiran kasar dan memiliki koefisien
permeabilitas yang tinggi, seperti pasir, kerikil atau beberapa campuran pasir dan
lanau.

Gambar 5 Sketsa Pengukuran Nilai Permeabilitas dengan Constant Head